Anda di halaman 1dari 9

DAFTAR ISI

Daftar Isi ................................................................................................................... 1

Ringkasan .................................................................................................................. 2

BAB I : Pendahuluan ................................................................................................ 4

A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 4

B. Tujuan dan Manfaat ..................................................................................... 5

BAB II : Kerangka Pemikiran ................................................................................... 6

BAB III: Metode Pelaksanaan ................................................................................... 7

Daftar Pustaka ........................................................................................................... 10

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 1


PERBADINGAN KUAT GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR
TEST) TANAH LEMPUNG ASLI DENGAN TANAH
LEMPUNG CAMPURAN PASIR

RINGKASAN

Tanah adalah kumpulan dari bagian-bagian yang padat yang tidak terikat satu
dengan yang lain yang diantara terdiri dari material organik, rongga-rongga diantara
material tersebut berisi udara dan air. (Verhoef, 1994).
Sistem klasifikasi tanah adalah suatu sistem pengaturan beberapa jenis tanah yang
berbeda-beda tetapi mempunyai sifat yang serupa ke dalam kelompok-kelompok
berdasarkan pemakaiannya. Sistem klasifikasi memberikan suatu bahasa yang
mudah untuk menjelaskan secara singkat sifat-sifat umum tanah yang sangat bervariasi
tanpa penjelasan yang terinci (Das, 1995).
Uji geser langsung(Direct Shear Test) merupakan pengujian parameter kuat geser
tanah yang paling mudah dan sederhana. Alat uji geser langsung dapat berbentuk
lingkaran/bulat atau persegi panjang. Sebuah gaya normal P ditempatkan pada bagian
atas kotak dan gaya horizontal F ditempatkan pada bidang horizontal. Akibat adanya
beban vertikal dan horizontal yang bekerja pada alat akan menyebabkan terjadinya
tegangan pada tanah. Tegangan tersebut berupa tegangan utama besar (major principal
stress) dan tegangan utama kecil (minor principal stress) yang dapat menyebabkan tanah
mengalami tegangan geser yang membentuk sudut terhadap bidang gesernya. Sedangkan
tegangan utama sedang (intermediate principal stress) tetap bekerja merata disemua sisi
tetapi tidak diperhitungkan karena tidak menyebabkan deformasi.
Uji geser dapat dikontrol tegangan ataupun regangannya. Dalam percobaan
tegangan vertikal diatur sesuai kebutuhan dan rencana percobaan sementara gaya geser
diterapkan secara bertahap sampai terjadinya keruntuhan pada tanah. Keruntuhan terjadi
diseluruh permukaan bidang geser. Percobaan ini diulang dengan pembebanan atau
tegangan vertikal bervariasi. Uji geser langsung biasanya dilakukan beberapa kali pada
sebuah contoh tanah dengan nilai tegangan normal yang berbeda-beda (Feriyansyah, H.
2013).

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 2


Dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rapida Safitri (2011) dengan
judul Korelasi Parameter Kuat Geser Hasil Uji Geser Langsung dan Uji Triaksial pada
Campuran Tanah Lempung Pasir diperoleh hasil pengujian kuat geser berupa sudut
gesek internal tanah () untuk tanah dengan campuran yang sama (lempung + pasir),
terlihat bahwa hasil pengujian dengan alat uji geser langsung menghasilkan sudut
gesek yang lebih besar dibandingkan bila diuji dengan alat uji triaksial.

Penelitian ini akan dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik


Universitas Negeri Medan yang meliputi pengujian stabilisasi tanah dan pengujian Kuat
Geser Langsung (Direct Shear Test) pada 2 sampel uji. Pada sampel pertama
menggunakan tanah lempung asli dan pada sampel kedua menggunakan campuran pasir.

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 3


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Hampir semua bangunan sipil selalu berhubungan dengan tanah karena tanah
digunakan sebagai tempat bangunan tersebut berdiri, sehingga keamanan dan
kenyamanan bangunan yang berdiri diatasnya tergantung pada kekuatan tanah
dibawahnya. Dalam hal ini, tanah berfungsi sebagai penahan beban akibat konstruksi di
atas tanah yang harus bisa memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya yang
turut diperhitungkan, kemudian dapat meneruskannya ke dalam tanah sampai kelapisan
atau kedalaman tertentu. Untuk mencapai suatu kondisi tanah yang memungkinkan
untuk menahan beban akibat konstruksi di atasnya, maka diperlukan perencanaan yang
matang.
Dari tahun ke tahun ketersedian lahan untuk pembangunan fasilitas yang
diperlukan manusia semakin terbatas yang mengakibatkan tidak dapat dihindarinya
pembangunan di atas tanah lempung. Secara umum tanah lempung adalah suatu jenis
tanah kohesif yang mempunyai sifat yang sangat kurang menguntungkan dalam
konstruksi teknik sipil yaitu kuat geser rendah dan kompresibilitasnya yang besar. Kuat
geser yang rendah mengakibatkan terbatasnya beban (beban sementara ataupun beban
tetap) yang dapat bekerja diatasnya sedangkan kompresibilitasnya yang besar
mengakibatkan terjadinya penurunan setelah pembangunan selesai.
Berbeda dengan material konstruksi lainnya, kekuatan geser tanah bukanlah suatu
nilai yang tetap. Kekuatan geser tanah adalah kekuatan tanah untuk memikul beban-
beban atau gaya yang dapat menyebabkan kelongsoran, keruntuhan, gelincir, dan
pergeseran tanah. Kemampuan tanah dalam menahan tegangan yang mengakibatkan
pergeseran pada tanah dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain
adalah derajat kejenuhan, kandungan mineral yang terdapat pada tanah tersebut dan juga
metode pengujian yang dilakukan.

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 4


B. Tujuan dan Manfaat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan geser lapis tanah pada tanah
lempung berplastisitas tinggi dengan menggunakan pengujian kuat geser langsung.
Dan membuktikan seberapa kuat daya tahan tanah terhadap pergeseran yang terjadi
secara langsung sehingga dapat diketahui bagaimana dilapangan.
Tujuan praktikum kuat geser adalah mencari nilai kuat geser secara langsung
dengan menggunakan alat uji kuat geser serta menentukan sudut pergeserannya.

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 5


BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN

Kuat geser adalah kemampuan tanah melawan tegangan geser yang terjadi
pada saat terbebani, keruntuhan geser (Shear failure) tanah terjadi bukan
disebabkan karena hancurnya butir-butir tanah tersebut tetapi karena adanya gerak
relative. Kekuatan geser tanah yang dimiliki oleh suatu tanah disebabkan oleh:
a. Pada tanah berbutir halus (kohesif) misalnya lempung kekuatan geser
yang dimiliki tanah disebabkan karena adanya kohesi atau lekatan antara
butir tanah (c soil)
b. Pada tanah berbutir kasar (non kohesif), kekuatan geser disebabkan
karena adanya gesekan antara butir tanah sehingga sering disebut gesek
dalam ( soil).
c. Pada tanah yang merupakan campuran antara tanah halus dan tanah kasar
(c dan soil), kekuatan geser disebabkan karena adanya lekatan (karena
kohesi) dan gesekan antara butir butir tanah (karena ).

Kemudian setelah pencampuran bahan dilakukan kompaksi dengan metode Standart

Proctor Test. Setelah itu dilakukan uji kuat geser langsung (Direct Shear Test) pada masing-

masing sampel uji untuk mendapatkan nilai sudut gesek () dan kohesi (c).
Dengan mendapatkan 2 nilai dari masing-masing sampel tersebut maka dapat

diketahui campuran mana yang berpengaruh besar/terbaik terhadap kuat geser tanah.

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 6


Metode yang dilakukan dalam percobaan ini adalah dengan menggunakan metode
kuantitatif dimana metode ini berupa penelitian eksperimental berdasarkan observasi
dilapangan.

Waktu dan Tempat Penelitian

Percobaan ini dilakukan mulai tanggal 01-02 November 2016, bertempat di


Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

Peralatan Kerja dan Bahan Uji

1. Alat geser langsung terdiri dari:

a. Stang penekan dan pemberi beban

b. Alat penggeser lengkap dengan cicin pengujian (proving ring) dan dua buah
arloji geser

c. Cicin pengujian yang terbagi dua dengan penguncinya terletak dalam kotak.

d. Beban-beban (loading)

e. Dua buah batu pori

2. Alat pengeluaran contoh (extrude) dan pisau pemotong

3. Cincin cetak benda uji

4. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram

5. Pengukur waktu (stopwatch)

6. Cawan

7. Oven yang

8. Desicator

9. Spatula

10. Sendok Besi

11. Saringan No.10

12. Saringan No. 40

13. Palu

Bahan Uji

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 7


Tanah lempung asli sebanyak 2000 gram
Campuran tanah lempung dengan pasir, tanah lempung 1900 gram dengan 100
gram pasir

Langkah Kerja :
1. Pembuatan Sampel I
1) Siapkan tanah lempung lalu saring menggunakan saringan no. 10 sebanyak 2000
gram
2) Tambahkan air sebanyak 400 ml, lalu aduk hingga merata
3) Lakukan kompaksi pada sampel yang telah dicampur, buat 2 sampel asli (A1 & A2)
untuk di uji kuat geser langsung (Direct Shear Test).
4) Sisihkan sedikit sampel yang telah dikompaksi untuk di uji kadar airnya, buat 2
sampel (cawan A1 & cawan A2).
5) Ukur diameter, tinggi dan berat sampel
6) Kemudian lakukan uji kuat geser langsung pada sampel yang telah dibuat dengan
mesin geser langsung.
7) Catat pembacaan kohesi dan kuat geser pada mesin tiap 5 detik hingga didapat
tekanan maksimumnya.
8) Rekap hasil pengujian pada sampel 1 untuk dibandingkan.

1. Pembuatan Sampel I
1) Siapkan tanah lempung lalu saring menggunakan saringan no. 10 sebanyak 1900
gram
2) Siapkan pasir yang sudah di cuci lalu saring menggunakan saringan nomor 40
sebanyak 100 gram
3) Tambahkan air sebanyak 400 ml, lalu aduk hingga merata
4) Lakukan kompaksi pada sampel yang telah dicampur, buat 2 sampel Campuran (C1 &
C2) untuk di uji kuat geser langsung (Direct Shear Test).
Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 8
5) Sisihkan sedikit sampel yang telah dikompaksi untuk di uji kadar airnya, buat 2
sampel (cawan C1 & cawan C2).
6) Ukur diameter, tinggi dan berat sampel
7) Kemudian lakukan uji kuat geser langsung pada sampel yang telah dibuat dengan
mesin geser langsung.
8) Catat pembacaan kohesi dan kuat geser pada mesin tiap 5 detik hingga didapat
tekanan maksimumnya.
Rekap hasil pengujian pada sampel 1 untuk dibandingkan.

DAFTAR PUSTAKA

Panjaitan, Nahesson H., Suhairiani, Hamidun Batubara. 2016. Panduan Praktikum

Mekanika Tanah. Edisi Pertama. Medan: Universitas Negeri Medan.

Das, Braja M. (1995). Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid I.

Jakarta : Erlangga.

Bowless, J.E. 1989. Sifat sifat Fisis Dan Geoteknis Tanah. Edisi Pertama.

Jakarta : Erlangga

Rekayasa Ide Praktikum Mekanika Tanah 9