Anda di halaman 1dari 8

KARAKTERISASI ENZIM AMILASE DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK BACILLUS

SUBSTILIS
Seniwati Dali1, Rugaiyah Arfah1, Abdul Karim1, Abd. Rauf Patong1

Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin


Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea, Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia 90245
email:seniwatid@gmail.com

Abstrak

Dalam penelitian ini digunakan isolat bakteri termofilik yang diisolasi dari sumber air panas
Makula Tana Toraja. Isolasi enzim dilakukan setelah bakteri tersebut diaktifkan dan dikultur
dalam medium yang mengandung pati pada suhu 500C, pH 7 selama 72 jam.Enzim amilase
ekstraseluler yang diperoleh memiliki keaktifan optimum pada suhu 35oC dan pH 6,4.Enzim ini
merupakan enzim amilase logam karena keajtifan katalitiknya dapat ditingkatkan oleh ion logam,
seperti Co2 +, Mg 2 +, Ni 2 +, and Ca2 + sehingga bersifat aktivator untuk ion Zn 2 + menurunkan
aktivitas enzim dan bersifat inhibitor.Ekstrak kasar enzim amilase hasil isolasi dapat
menghidrolisis masing-masing substrat yaitu pati sagu, pati singkong dan pati jagung sebesar
92,36 %, 83,15 % dan 61,57 %. Aktivitas spesifik enzim amilase pada kondisi optimum
diperoleh 0.00142 U/mg protein.
Kata kunci: Bacillus subtillis, enzim amilase, karakteristik,substrat, termofilik

CHARACTERIZATION OF AMYLASE ENZYME FROM ISOLATE OF THERMOPHILIC


BACTERIA BACILLUS SUBSTILIS

Abstract
In this research, the thermophilic bacterium Bacillus subtilis isolates were isolated from a hot
spring Makula Tana Toraja. Enzyme isolation performed after the bacteria activated and cultured
in medium containing starch at a temperature of 50o C, pH 7,0 for 72 hours. Extracellular
amylase enzyme obtained has optimum activity at a temperature of 35oC and pH 6,4. This
enzyme is an metal amylase because of the catalytic activity can be enhanced by ions Co2 +, Mg 2
+
, Ni 2 +, and Ca2 + so these metal ions are activators and inhibited by Zn 2 + and metal ions are
inhibitors. Crude extract of the isolated amilase enzyme could hydrolyze each substrates that
sago starch, cassava starch and corn starch are respectively 92.36%, 83.15% and 61.57%. The
specific activity at the optimum condition obtained 0.00142 U/mg protein.
Keywords :Bacillus subtillis, amylase enzyme, characteristic, subsrate, thermophilic

1
PENDAHULUAN meminimalkan resiko kontaminasi,
meningkatkan laju transfer massa, dan dapat
Mikroba lokal asal Indonesia baru menggeser kesetimbangan kearah
sebagian kecil yang diketahui dapat pembentukan produk (Setiasih,
memproduksi bahan-bahan yang bernilai dkk.2006).Saat ini amilase yang bersumber
ekonomis, dilain pihak sumber daya alam dari mikroorganisme yang bersifat termofil
Indonesia khususnya Sulawesi Selatan semakin berpeluang penggunaannya khusus
potensial untuk dikembangkan karena di berbagai jenis aplikasi industri, terutama
mempunyai beberapa sumber air panas industri yang menggunakan suhu tinggi
misalnya Sulilie Kabupaten Pinrang, dalam prosesnya (Haki dan Rakshit, 2003),
Makula Kabupaten Tana Toraja, Lejja sebab proses termofilik lebih stabil, cepat,
Kabupaten Soppeng dan Kaloling murah, serta memudahkan aktivitas reaktan
Kabupaten Sinjai yang belum dimanfaatkan karena memiliki termostabilitas dan aktivitas
secara optimal. Oleh karena itu perlu yang tetap optimal pada suhu yang tinggi
dilakukan eksplorasi enzim golongan (Rasooli dkk., 2008).
hidrolitik seperti amilolitik yang diisolasi Mikroorganisme termofil mampu
dari mikroba lokal yang bersumber dari air hidup secara optimal di atas suhu 40 oC,
panas di Sulawesi Selatan. Mikroba yang dengan struktur protein penyusun enzim
bersumber dari lokasi air panas umumnya yang tetap stabil atau tidak terdenaturasi
dapat menghasilkan enzim-enzim oleh panas.Mikroorganisme ini sendiri tidak
termostabil (stabil pada suhu tinggi) dan hanya bersifat toleran terhadap suhu
banyak diminati oleh industri berbasis lingkungannya yang bersifat ekstrim tetapi
enzim. juga mampu untuk bertahan hidup dan
berkembangbiak pada kondisi suhu yang
Salah satu enzim golongan hidrolitik ekstrim tersebut (Akhdiya, 2003).
yang memiliki aplikasi yang luas dalam Beberapa penelitian telah dilakukan
berbagai bidang industri seperti pangan, dalam upaya isolasi enzim amilase dari
kesehatan, dan lingkungan adalah enzim sumber air panas diantaranya isolasi enzim
amilase. Dalam industri pangan, enzim amilase ekstrak kasar termofilik dari sumber
amilase merupakan salah satu enzim air panas Semangat Gunung Karo memiliki
ekstraseluler komersial karena berfungsi aktivitas pada suhu dan pH optimum yaitu
menyediakan gula hidrolisis, sehingga dapat 60 oC dan 5,0 - 7,0 (Ginting, 2009), dan
dimanfaatkan untuk produksi sirup glukosa isolasi enzim -amilase pada bakteri
atau sirup fruktosa yang mempunyai tingkat termofilik dari sumber air panas Sonai
kemanisan tinggi. Amilase ini banyak Konawe, Sulawesi Tenggara memiliki
digunakan dalam menghidrolisis molekul aktivitas optimum pada suhu 70 oC dan pH
pati menjadi maltosa ataupun glukosa dan 4,5 (Raharjo dkk, 2010).Dengan demikian
amilase juga berfungsi pada pembuatan roti dalam penelitian ini akan dilakukan
dan makanan bayi(Sebayang, 2005). Oleh eksplorasi enzim amilase dari mikroba
karena enzim golongan tersebut memiliki termofil yang bersumber dari lokasi air
nilai ekonomi tinggi, maka perlu mendapat panas di Sulawesi Selatan.
perhatian khusus terutama karena enzim ini
sangat berpotensi diaplikasikan dalam
bidang pangan. METODE PENELITIAN
Pemilihan Mikroorganisme
Pada proses industri, reaksi suhu Mikroorganisme yang digunakan dalam
tinggi sangat diminati karena dapat penelitian ini adalah isolat Bacillus

2
substillis yang diisolasi dari sumber air penangas air pada suhu 100C selama 20
panas Makula Tana Toraja Sulawesi Selatan. menit. Selanjutnya didinginkan dalam air es
Biakan dipelihara serta diperbanyak pada hingga suhu larutan sama dengan suhu
media agar. kamar. Setelah dingin ditambahkan 1 mL
reagen arsenomolibdat dan 5 mL air suling
Media lalu dikocok hingga bercampur rata.
Media agar yang digunakan adalah yeast Diamkan pada suhu kamar selama 30 menit.
ekstrak 0,05%, NaCl 0,1%, bakto agar 1,5%, Absorbansi larutan diukur dengan
amonium sulfat 0,7%, CaCl2 0,01% K2HPO4 spektrofotometer UV-VIS pada max (660
0,01% MgSO47H2O0,01% dan amilum 2%. nm). Sebagai kontrol 1 mL ekstrak enzim
Komposisi media produksi terdiri dari amilase dipanaskan sampai mendidih lalu
amonium sulfat 0,7%, yeast ekstrak 0,05%, ditambahkan 1 mL pati 2% dan 1mL larutan
bakto tripton 0,01%, NaCl 0,1%, CaCl2 buffer fosfat pH 7,0 dan selanjutnya
0,01% K2HPO4 0,01% MgSO47H2O0,01% pengerjaan sama dengan pengujian aktivitas
dan amilum 0,5%. enzim.
Untuk mengetahui kadar glukosa hasil
Fermentasi hidrolisis pati oleh enzim dihitung dengan
Inokulum yang telah disiapkan dimasukkan menggunakan kurva kalibrasi larutan standar
secara aseptik ke dalam media fermentasi glukosa pada berbagai konsentrasi 0,02;
lalu diinkubasi selama 20 100 jam pada 0,04; 0,06; 0,08; 0,1 mol/ml. Perhitungan
suhu 50 0C menggunakan shaker inkubator aktivitas enzim dilakukan dengan
dengan kecepatan 180 rpm (untuk mensubstitusikan absorbansi larutan yang
mengetahui waktu produksi optimum diperoleh pada pengujian aktivitas enzim ke
amilase). Cairan fermentasi yang dalam persamaan regresi kurva kalibrasi
mengandung enzim amilase dipisahkan dari larutan standar glukosa. Aktivitas enzim
selnya dengan sentrifuse pada kecepatan yang diperoleh dinyatakan dalam unit/mL,
3500 rpm selama 30 menit.Filtrat enzim dimana 1 unit adalah aktivitas enzim yang
yang didapat diuji aktivitasnya. menghasilkan 1mol glukosa perjam pada
kondisi percobaan.
Uji Aktivitas Amilase (Sudarmadji, 1984)
Pengukuran Kadar Protein dengan
Perinsip uji aktivitas enzim amilase Metode Lowry(1951).
didasarkan pada perhitungan gula pereduksi Komposisi reagen Lowry B adalah
dari hasi hidrolisis pati dengan metode Na2CO3 2% dalam NaOH 0,1 N : CuSO4 1%
Nelson-Somogy. Sebanyak 1 mL larutan : Natriun-kalium-Tartrat (100 : 1 :1) dan
pati 2% dan 1 mL buffer fosfat pH 7,0 , reagen Lowry A adalah larutan asam
ditambahkan 1 mL larutan ekstrak enzim phospho-tungstic-phospho-molybdic (folin)
amilase, dinkubasi pada suhu 50oC selama : aquades (1 : 1). Kadar protein diukur
60 menit, setelah itu dinonaktifkan pada dengan menggunakan BSA (Bovine Serum
suhu 100oC selama 5-10 menit. Dinginkan, Albumin) sebagai standar dan diukur dengan
selanjutnya ditentukan kadar glukosanya menggunakan spektrofotometer pada
dengan metode Nelson-Somogy yakni ke panjang gelombang maksimum. Sebanyak
dalam tabung reaksi dimasukkan 1 mL 1 mL enzim amilase ditambah 2,5 mL
campuran enzim tersebut kemudian larutan Lowry B, diinkubasi pada suhu 250C
ditambahkan 1 mL reagen Nelson-somogy. selama 10 menit.Selanjutnya ditambahkan
Kemudian dipanaskan kembali dalam 0,25 mL Lowry A dan diinkubasi kembali

3
pada 250C selama 30 menit dengan sesekali dengan akuades sampai volume 100 mL,
dikocok, kemudian absorbansi diukurpada dipanaskan sampai mendidih. Selanjutnya
maksimum BSA (630 nm) yang telah didinginkan, larutan ini digunakan sebagai
ditentukan dengan spektrofotometer UV-Vis. substrat.
a.Hidrolisis substrat oleh enzim
1. Karakterisasi enzim amilase
amilase
a. Penentuan suhu optimum enzim
Enzim, substrat dan bufer fosfat 0.1 M Di dalam tabung reaksi dimasukkan
pH 7,0 dicampur dan diinkubasi selama 1 mL larutan enzim amilase, ditambahkan
60 menit pada kisaran suhu 20oC, 25oC, 0,25 mL larutan CoCl2 sehingga konsentrasi
30oC, 35oC, 40 oC, dan 45oC kemudian ion logam Co2+ di dalam campuran adalah
dilakukan pengujian aktivitas amilase 10 mM, kemudian dikocok. Ditambahkan
pada setiap perubahan suhu sehingga 0,75 mL buffer fosfat pH 6,4 dan 0,5 mL
diperoleh aktivitas amilaseoptimum pada larutan substrat (masing-masing dikerjakan
suhu tertentu. untuk tepung tapioka 1%, tepung sagu 1%,
tepung jagung 1% dan sebagai kontrol
b. Penentuan pH optimum enzim
digunakan pati standar 1%). Diinkubasi
Enzim, substrat dan bufer sitrat 0.1 M
dalam inkubator pada suhu 35oC selama 60
dan bufer posfat 0,1 M pada berbagai
kisaran pH 5,8; 5,8; 6,0; 6,2; 6,4; 6,6 dan menit,kemudian dipanaskan pada suhu
7,0 dicampur dan diinkubasi selama 60 100oC selama 10 menit untuk inaktivasi .
menit pada suhu optimum (yang telah Setelah itu didinginkan dan diukur kadar
dicapai pada perlakuan a diatas) glukosanya.
kemudian dilakukan pengujian aktivitas b.Pengukuran glukosa hasil hidrolisis
amilase pada setiap perubahan pH
sehingga diperoleh aktivitas Pengukuran kadar glukosa hasil hidrolisis
amilaseoptimum pada pH tertentu. menggunakan metode Nelson Somogyi,
sama dengan penentuan aktivitas enzim
c. Pengaruh ion logam terhadap
amilase.
aktivitas enzim
Untuk mengetahui jenis logam yang
berperan sebagai aktivator atau inhibitor, HASIL DAN PEMBAHASAN
maka campuran enzim, substrat, dan
bufernya ditambahkan berbagai jenis
Produksi Enzim. Berdasarkan hasil
logam seperti: MgCl2; CaCl2; CoCl2;
penelitian sebelumnya, kondisi optimum
NiCl2; dan ZnCl2pada konsentrasi 1.0
proses fermentasi dilakukan pada suhu 500
mM dan 10 mM. Kemudian diinkubasi
C, di shakerdi dalam shaker incubator yang
selama 60 menit (seperti pada penentuan
berkecepatan180 rpm selama 72 jam. Cairan
suhu dan pH optimum). Selanjutnya
fermentasi yang diperoleh dipisahkan dari
dilakukan pengukuran aktivitas enzim
selnya dengan cara disentrifugasi pada
amilase.
kecepatan 3500 rpm, suhu 40C selama 30
2. Penggunaan ekstrak kasar amilase menit,sehingga diperoleh ekstrak enzim
hasil isolasi dalam menghidrolisis kasar.
masing-masing substratnya.
Masing-masing substrat yaitu tepung Karakterisasi enzim amilase
tapioka, tepung sagu dan tepung jagung a. Penentuan suhu optimum enzim
ditimbang 1 gram kemudian dilarutkan

4
Pada Gambar 1 menunjukkan 0.012
bahwa aktivitas enzim amilase mengalami
peningkatan sampai pada suhu 350C (suhu 0.01

Aktivitas (Unit/mL)
optimum) dengan aktivitas 0,0114U/mL 0.008
.Setelah melewati suhu optimum, terjadi
penururan aktivitas enzim pada suhu 400C 0.006
dengan aktivitas 0,0066U/mL dan pada suhu 0.004
45 0C aktivitas enzim amilase 0,002 U/mL.
Kenaikan aktivitas enzim disebabkan karena 0.002
kenaikan energi kinetika molekul-molekul 0
yang bereaksi.Akan tetapi apabila suhu tetap 10 15 20 25 30 35 40 45 50
dinaikkan terus, energi kinetika molekul- Suhu (C)
molekul enzim menjadi besar sehingga
memecahkan ikatan-ikatan sekunder yang
mempertahankan enzim dalam bentuk Gambar 1. Pengaruh suhu terhadap aktivitas
aslinya, akibatnya struktur sekunder dan enzim amilase dari Bacillus subtilis yang diisolasi
tersier hilang sehingga aktivitas enzim dari sumber air panas Makula
menurun. Adanya perubahan suhu juga akan
mempengaruhi ikatan hidrogen atau b. Penentuan pH Optimum
interaksi hidrofobik yang berperanan dalam Variasi pH dilakukan pada suhu
menjaga konformasi molekul enzim. optimum.Kondisi pH berpengaruh terhadap
Perubahan konformasi akan mempengaruhi aktivitas enzim. Pada Gambar 2
sisi aktif dari enzim, kondisi panas tertentu menunjukkan bahwa aktivitas enzim amilase
menyebabkan ikatan hidrogen tersebut akan mengalami peningkatan sampai pada pH 6,4
putus. Putusnya satu ikatan hidrogen akan (pH optimum) dengan aktivitas 0,002662
menyebabkan mudahnya pemutusan ikatan U/mL, kemudian mulai menurun pada pH
hidrogen selanjutnyadalam rantai 6,6 dengan aktivitas 0,002162 U/mL dan
polipeptida tersebut, sehingga protein enzim menurun lagi pada pH 7,0 dengan aktivitas
mengalami denaturasi (Whitaker, enzim 0,0009 U/mL. Perubahan muatan
1972).).Penelitian yang dilakukan Asad dkk pada molekul enzim dapat mempengaruhi
(2011) berhasil mengisolasi bakteri aktivitas, baik dengan perubahan struktur
penghasil amilase dari sumber air panas maupun dengan perubahan muatan pada
berbeda dan memperoleh suhu optimum residu asam amino yang berfungsi mengikat
pada suhu 50 oC. Dari hasil penelitian ini substrat. Misalkan suatu enzim bermuatan
menunjukkan bahwa enzim yang sama negatif bereaksi dengan suatu substrat
mempunyai suhu optimum yang berbeda. bermuatan positif membentuk kompleks
enzim-substrat, kemudian pada nilai pH
rendah enzimakan diprotonasi dan
kehilangan muatan negatifnya. Hal yang
sama pada pH tinggi substrat akan
terionisasi dan kehilangan muatan positifnya
(Murray dkk., 2009). Perubahan ion H+ yang
ada dalam larutan enzim memberikan efek
pada bagian katalitik dan konformasi
enzim.Kondisi pH terlalu rendah atau terlalu
tinggi menyebabkan terjadinya perubahan

5
konformasi enzim, sehingga aktivitas enzim Penambahan logam CoCl2, MgCl2,
menurun.pH optimum yang diperoleh NiCl2, dan CaCl2, baik pada konsentrasi 1
hampir sama dengan pH optimum yang mM maupun pada konsentrasi 10 mM dapat
diperoleh (Sutiamiharja, 2009) dari bakteri meningkatkan aktivitas enzim amilase,
yang diisolasi pada sumber air panas sehingga bersifat aktivator. Untuk
Gurukinayan Karo Sumatera Utara yaitu pH konsentrasi 1 mM penambahan logam
optimum adalah pada pH 6. CoCl2, MgCl2, NiCl2, dan CaCl2 berturut-
turut dapat meningkatkan aktivitas amilase
0.003000 masing-masing 33,88 %; 45,38 %; 20,33 %
0.002500
dan 58,21%, sedangkan untuk konsentrasi
Aktivitas (Unit/mL)

10 mM berturut-turut 82,75 % ;44,56 %


0.002000 ;67,86 %; dan 70,53 %. Untuk logam ZnCl2
0.001500 baik pada konsentrasi 1 mM maupun pada
konsentrasi 10 mM menurunkan aktivitas
0.001000 enzim, sehingga bersifat inhibitor. Hasil
0.000500 penelitian yang dilakukan oleh (Setiasih
dkk,2006) memperoleh bahwa penambahan
0.000000 logam CaCl2 pada enzim amilase yang
5.65.8 6 6.26.46.66.8 7 7.27.4
diisolasi dari bakteri termofilik SW2 dapat
pH meningkatkan aktivitas enzim -amilase dan
penambahan logamZnCl2 menurunkan
Gambar 2. Pengaruh pH terhadap aktivitas aktivitas enzim amilase.
amilase dari B. substilis yang Sebagian besar enzim memerlukan
diisolasi dari sumber air panas senyawa lain yang bukan protein dalam
Makula bioaktivitasnya. Salah satu zat yang dapat
berfungsi sebagai aktivator atau inhibitor
c. Pengaruh Ion-ion Logam dalam proses katalisis enzim adalah ion
Pada Gambar 3 menunjukkan bahwa logam. Pada konsentrasi tertentu ion logam
enzim amilase tanpa adanya penambahan dapat meningkatkan aktivitas enzim
logam merupakan kontrol yang memiliki (aktivator) dan dapat pula menurunkan
aktivitas relatif 100%. aktivitas enzim (inhibitor).Ion logam
tersebut dapat berfungsi sebagai kofaktor
200.00 Aktivitas relatif bagi enzim karena dapat berperan dalam
Aktivitas Relatif (%)

(%) 1 mM pengikatan enzim dengan substrat untuk


150.00
Aktivitas relatif menstabilkan konformasi aktif enzim
100.00 (%) 10 mM
(Palmer, 1991).
50.00
2. Penggunaan enzim ekstrak kasar
0.00 (crude enzyme) amilase dalam
menghidrolisis masing-masing
substratnya.

Gambar 3.Pengaruh logam terhadap Hasil penggunaan enzim ekstrak


aktivitas amilase dari B. kasar amilase dalam menghidrolisis masing-
substilis yang diisolasi dari masing substrat yang digunakan yaitu pati
sumber air panas Makula

6
singkong, pati jagung dan pati sagu dapat keasaman optimum berturut-turut pada 35
o
dilihat pada Gambar 4. C dan pH 6,4. Sebagai tambahan, penelitian
ini berhasil mengidentifikasi pengaruh ion-
ion logam yang bersifat aktivator yaitu:
CoCl2, MgCl2, NiCl2, dan CaCl2dan yang
bersifat inhibitor ZnCl2.Enzim ekstrak kasar
100.00 hasil isolasi dapat menghidrolisis masing-
Aktivitas relatif (%)

80.00 masing substrat yaitu pati sagu, pati


singkong dan pati jagung.
60.00
40.00
20.00 DAFTAR PUSTAKA
0.00
Sebayang F,.2005. Isolasi dan Pengujian
aktivitas enzim -amilase dari
Aspergillus niger dengan
menggunakan Media Campuran
Variasi Substrat Onggok dan Dedak.Jurnal
komunikasi Penelitian 17(5): 81-86.
Gambar 4. Hasil hidrolisis enzim amilase
pada berbagai substrat Setiasih S., Wahyuntari B., Trimillah,
Aprilliani D.2006. Karakterisasi
Dari Gambar 4 menunjukkan bahwa Enzim -Amilase Ekstrasel dari
enzim amilase hasil isolasi dapat Isolat Bakteri Termofi SW2.Jurnal
menghidrolisis tiga jenis substrat yang Kimia Indonesia.1(1):22-27
digunakan, yaitu pati sagu terhidrolisis
Haki, G. D., dan Rakshit, S. K., 2003.
92,36 %, pati singkong terhidrolisis 83,15 %
Developments in Industrially
dan pati jagung terhidrolisis 61,57 %.
Important Thermostable Enzymes a
Adanya perbedaan hasil hidrolisis oleh
Review, Journal Biosourche
enzim amilase hasil isolasi terhadap tiga
Technology, 39, 17-34.
jenis substrat yang digunakan disebabkan
oleh karena kandungan pati dari masing- Rasooli, I., Astaneh, S.D.A., Borna, H.,
masing substrat berbeda. Kandungan pati Barchini, K.A. 2008. A
jagung sekitar 71,33 % (Suarni dan Thermostable -amylase Producing
Widowati); pati singkong sekitar 83,49 % Natural Variant of Bacillus sp.
(Rachma,L., 2007) dan pati sagu sekitar Isolated from Soil in Iran. American
87,09 % (Saraswati dkk, 2004). Journal of Agricultural and
Biological Sciences 3 (3), 591-596.
Kesimpulan Akhdiya, A., 2003, Isolasi Bakteri Penghasil
Enzim Protease Alkalin Termostabil,
Karekterisasi terhadap ekstrak enzim kasar Procceding of ITB Engineering
amylase hasil isolasi dari bakteri Bacillus Science, 9(2), 129 159.
subtilis termofil telah berhasil dilakukan.
Diketahui bahwa enzim ini merupakan
enzim ekstrasel dengan suhu dan tingkat

7
Ginting, J., 2009, Isolasi dan Karakterisasi Murray, R.K., Granner, D.K., and Victor,
Enzim Amilase Kasar Termofilik R.W. 2009. Biokimia Harper.EGC
dari Sumber Air panas Semangat Penerbit Buku Kedokteran
Gunung Karo Sumatera Utara, Jakarta.68-69.
(online),
(http://repository.usu.ac.id/bitsream/ Sutiamiharja, N., 2009, Isolasi dan
123456789/5795/1/09E00799,pdf Karakterisasi Bakteri Termofilik
Diakses tanggal 20 Desember 2011). Penghasil Enzim Amilase dari
Gurukinayan Karo Sumatera Utara,
Raharjo, S., Noor, A. K. S., dan Ramadhan, (online),
L. M., 2010, Isolasi Enzim - (http://repository.usu.ac.id/bitsream/
amilase, Termostabil Dari Hasil 123456789/5795/1/09E00798,pdf,
Skrining Bakteri Termofilik Di diakses tanggal 8 Januari 2012).
Sumber Air Panas Sonai Sulawesi
Selatan, (online), Palmer, T, 1991. Understanding enzymes. Ellis
(http://www.unhalu.ac.id/new/wall.p harwood. Chichester, west Sussex.
hp? uh=detil-ki&id=295, Diakses England.
tanggal 7 Februari 2012).
Suarni dan S.Widowati, 2010, Struktur,
Sudarmadji, S., Haryono, B., dan Suhardi, Komposisi dan Nutrisi Jagung,
1996, Analisa Bahan Makanan dan (online),(http://balitsereal.litbang.dep
Pertanian, Liberty Yogyakarta tan.go.id/ind/images/stories/tigonal.p
Universitas Gadjah Mada, df, diakses 17 Nopember 2013).
Yogyakarta.
Rachma,L.,2007, Modifikasi Pati Alami dan
Lowry, O.H., Rossbrough, N.J., Farr, A.L., Pati Hasil Pemotongan Ranyai
and Randall, R. J. 1951. Protein cabang dengan Kombinasi Perlakuan
Measurement With The Folin Fisik/Kimia untuk Meningkatkan
Phenol Reagent. Journal of Biol. Kadar Pati Resisten pada Pati Ubi
Chem. 193: 265-275. Kayu (Manihot esculeuta), Skripsi
Jurusan THP, UB, Malang.
Whitaker, R.J. 1972. Principle of Enzymolo
Gy for the Food Sciences, Mergel Dekker Saraswati, Rosidah I., Hapsari D,Y., 2004.
inc, New York. 561-570. Pembuatan Glukosa Secara
Enzimatik dari Bahan Baku Pati
Asad, W., Asif, M., dan Ajaz, S., 2011, Sagu.Jurnal Teknik Kimia Indonesia.
Extracellular Enzyme Production By 3(1):56-63.
Indigenous Thermophilic Bacteria:
Partial Purification And
Characterizati on of -Amylase By ,
Bacillus sp. WA2, Pak. J. Bot., 43
(2),1045-1052.