Anda di halaman 1dari 32

PT QUALITY INDONESIA

Laporan Keuangan / Financial Statements


31 Desember 2015 Dan 2014 Dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 Dan /
December 31, 2015 And 2014 And January 1, 2014/December 31, 2013 And
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2015 Dan 2014 /
For The Years Ended December 31, 2015 And 2014
Dan Laporan Auditor Independen / And Independent Auditors Report
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.

PT QUALITY
LAPORAN INDONESIA
POSISI KEUANGAN PT QUALITY
STATEMENTS INDONESIA
OF FINANCIAL POSITION
31 Desember 2015 Dan 2014 December 31, 2015 And 2014
Dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 (Disajikan And January 1, 2014/December 31, 2013
dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan Kembali - Catatan 2 /


As Restated - Note 2)
1 Januari 2014/
31 Desember 2015 31 Desember 2014 31 Desember 2013 /
Catatan / / December 31, / December 31, January 1, 2014/
Notes 2015 2014 December 31, 2013
ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Cash on hand and in


Kas dan bank 2,4,22,23 689.944.919 663.743.050 1.086.083.276 banks
Piutang usaha 2,5,22,23 4.117.447.299 4.265.631.893 3.302.933.651 Trade receivables
Piutang lain-lain 2,22,23 268.509.737 322.277.112 261.307.112 Other receivables
Persediaan 2,6 14.498.684.214 8.618.071.932 10.112.766.970 Inventories
Hewan ternak produksi
Breeding flocks
berumur pendek 2,7 971.327.993 1.208.216.827 475.122.454
Biaya dibayar di muka Prepaid expenses
dan uang muka 2 19.738.340 61.473.651 56.534.672 and advances

Jumlah Aset Lancar


20.565.652.502 15.139.414.465 15.294.748.135 Total Current Assets

ASET TIDAK NON-CURRENT


LANCAR ASSETS

Aset pajak tangguhan Deferred tax assets


bersih 2,3,10c 621.424.410 555.524.570 714.554.161 net
Aset tetap bersih 2,3,8 3.209.600.528 3.312.672.729 3.080.834.952 Fixed assets net
Piutang pihak berelasi - - 193.500.000 Due from related party
Uang jaminan 2,22,23 75.376.652 75.376.652 90.376.653 Security deposit

Jumlah Aset Tidak Total Non-current


Lancar 3.906.401.590 3.943.573.951 4.079.265.766 Assets

JUMLAH ASET 24.472.054.092 19.082.988.416 19.374.013.901 TOTAL ASSETS


STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) December 31, 2015 And 2014
31 Desember 2015 Dan 2014 And January 1, 2014/December 31, 2013
Dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 (Expressed in Rupiah, unless otherwise
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan stated)
lain)

(Disajikan Kembali - Catatan 2/


As Restated - Note 2)
1 Januari 2014/
31 Desember
Catatan / 31 Desember 2015 31 Desember 2014 2013 / January 1,
Notes / December 31, / December 31, 2014/ December
2015 2014 31, 2013 LIABILITIES AND
LIABILITAS DAN EQUITY
EKUITAS

LIABILITAS CURRENT
JANGKA PENDEK LIABILITIES

Utang usaha 2,9,22,23 Trade payables


Pihak ketiga 213.753.305 186.810.389 277.208.371 Third parties
Pihak berelasi 21 26.006.242.383 23.212.987.475 21.911.700.825 Related parties
Utang lain-lain 2,22,23 756.767.650 593.087.192 437.543.881 Other payables
Utang pajak 3,10a 914.707.319 18.759.008 12.980.131 Taxes payable
Beban masih harus
dibayar 2,12,22,23 526.702.562 456.422.285 522.041.003 Accrued expenses
Utang angsuran 2,11,22,23 35.492.208 106.602.207 155.353.767 Installment payables

Jumlah Liabilitas Total Current


Jangka Pendek 28.453.665.427 24.574.668.556 23.316.827.978 Liabilities

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Financial Statements which
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. are an integral part of the financial statements.
1
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.

PT QUALITY INDONESIA PT QUALITY INDONESIA


LIABILITAS JANGKA NON-CURRENT
PANJANG LIABILITIES

Utang angsuran setelah Long-term of


dikurangi bagian yang installment
jatuh tempo dalam satu payables net of
tahun 2,11,22,23 - 35.492.208 - current maturities
Utang pihak berelasi - 2.111.459.565 4.213.849.171 Due to related parties
Liabilitas imbalan pasca Catatan / Post-employment
kerja 2,3,13 2015
1.436.428.302 Notes
459.886.765 2014 152.594.636 benefit obligation
PENJUALAN BERSIH 48.931.315.984 2,15 59.715.081.865 NET SALES
Jumlah Liabilitas Total Non-current
Jangka
BEBAN Panjang
POKOK PENJUALAN 1.436.428.3
(42.177. 02
085.666 2.606.838.538 (56.750.4.366.443.8
2,16 006.665 ) 07 Liabilities
COST OF GOODS SOLD

LABA KOTOR
JUMLAH LIABILITAS 6.754.230.318 2.965.075.200 GROSS PROFIT
29.890.093.729 27.181.507.094 27.683.271.785 TOTAL LIABILITIES

Beban penjualan
EKUITAS (500.537.024 2,18 (663.261.146) SellingEQUITY
expenses
General and
Beban umum dan
Modal saham administrasi
nilai (2.042.581.321 2,19 (1.870.391.564) administrative expenses
nominal Rp 9.130 per
saham Other
Shareoperating
capital
Penghasilan
Modal dasarusaha lainnya - bersih
400.000 80.768.511 2,20 161.280.370 income
Rp 9,130 parvalue
net
saham INCOME
Authorized FROM
400,000
LABA
ModalUSAHA
ditempatkan dan 4.291.880.484 592.702.860 OPERATIONS
shares issued and
disetor penuh 100.000 fully paid 100,000
Penghasilan keuangan 3.806.096 2 3.864.233 Finance income
saham 14 913.000.000 913.000.000 913.000.000 shares
Defisit
Beban keuangan (6.331.039.637
(19.337.165 ) (9.011.518.678)
2 (9.222.257.884)
(15.753. 515) FinanceDeficit
costs

JUMLAH
LABA DEFISIENSI
SEBELUM PAJAK TOTAL CAPITAL
INCOME BEFORE
MODAL (5.418.0 39.637
15 ) (8.098.518.678) (8.309.257.884) DEFICIENCY
PENGHASILAN 4.276.349.4 580.813.578 INCOME TAX
JUMLAH LIABILITAS
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2,3 INCOMETOTAL LIABILITIES
TAX EXPENSE
DAN EKUITA
Kini 24.472.054.092
(892.341.500 19.082.988.416
10b 19.374.013.901
- ANDCurrent
EQUITY
Tangguhan (126.457.339 10c STATEMENTS OF
(211.790.786 ) PROFIT OR LOSS Deferred
Jumlah Beban Pajak LAPORAN LABA RUGI DAN AND OTHER COMPREHENSIVE
Total Income Tax Expense
Penghasilan PENGHASILAN
- Bersih KOMPREHENSIF
(1.018.798.839 INCOME
(211.790For
.786The
) Years Ended Net
LAIN December 31, 2015 And 2014 (Expressed in
Untuk
LABA BERSIH Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-
TAHUN Rupiah, unless otherwiseNETstated)
INCOME FOR THE
BERJALAN tanggal YEAR
3.257.550.576 369.022.792
31 Desember 2015 Dan
PENGHASILAN KOMPREHENSIF 2014 OTHER COMPREHENSIVE
LAIN (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan INCOME
lain) Item that will not be
Pos yang tidak akan reclassified to profit or
direklasifikasi ke laba rugi loss
Remeasurements of post-
Pengukuran kembali imbalan pasca employment benefit
Kerja (769.428.716 2,13 (211.044.781) obligation
Pajak penghasilan terkait 192.357.179 2,10c 52.761.195 Related income tax
RUGI KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN, SETELAH ) LOSS FOR
DIKURANGI PAJAK (577.071.537 (158.283.586) THE YEAR, NET OF TAX

TOTAL COMPREHENSIVE
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF INCOME FOR THE
TAHUN BERJALAN 2.680.479.039 ) 210.739.206 YEAR

)
)

)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Financial Statements which
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. are an integral part of the financial statements.
2
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.

PT QUALITY INDONESIA PT QUALITY INDONESIA

)
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS For The Years Ended
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal December 31, 2015 And 2014 (Expressed in
31 Desember 2015 Dan 2014 Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Modal Saham / Saldo Laba / Jumlah Ekuitas /


Share Capital Retained Earnings Total Equity

Balance as of
Saldo 1 Januari 2014 January 1, 2014
(Disajikan Sebelumnya) 913.000.000 (9.695.041.859 ) (8.782.041.859) (Previously Reported)

Efek dari adopsi PSAK Effect adoption of PSAK


No 24 - 472.783.977 472.783.977 No. 24

Balance as of
Saldo 1 Januari 2014 913.000.000 (9.222.257.882) (8.309.257.882) January 1, 2014
(Disajikan Kembali) (As Restated)

Laba bersih Net income


tahun 2014 - 369.022.792 369.022.792 for the year 2014

Rugi komprehensif Other comprehensive


lain - (158.283.586) (158.283.586) loss

Balance as of
Saldo 31 Desember 2014 913.000.000 (9.011.518.676) (8.098.518.676) December 31, 2014

Laba bersih Net income


tahun 2015 - 3.257.550.576 3.257.550.576 for the year 2015

Rugi komprehensif Other comprehensive


lain - (577.071.537) (577.071.537) loss

Balance as of
Saldo 31 Desember 2015 913.000.000 (6.331.039.637) (5.418.039.637) December 31, 2015

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Financial Statements which
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. are an integral part of the financial statements.
3
STATEMENTS OF CASH FLOWS
LAPORAN ARUS KAS For The Years Ended December
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31, 2015 And 2014
31 Desember 2015 Dan 2014 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2015 2014
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Laba sebelum pajak penghasilan 4.276.349.415 580.813.578 Income before income tax
Penyesuaian untuk: Adjustment to:
Penyusutan 586.094.549 599.734.623 Depreciation
Imbalan kerja 207.112.822 109.391.348 Employees benefits expenses
Perubahan dalam aset dan liabilitas Changes in operating assets and
operasi: liabilities:
Piutang usaha 148.184.594 (962.698.242) Trade receivables
Piutang lain-lain 53.767.375 (60.970.000) Other receivables
Persediaan (5.880.612.282 1.494.695.038 Inventories
Hewan ternak produksi 236.888.834 ) (733.094.371) Breeding flocks
Biaya dibayar di muka dan uang Prepaid expenses and
muka 41.735.311 (4.938.979) advances
Utang usaha 304.194.889 1.210.888.668 Trade payables
Utang lain-lain 708.738.259 155.543.312 Other payables
Utang pajak 11.713.811 5.778.877 Taxes payable
Beban masih harus dibayar 70.280.277 (65.618.718) Accrued expenses
Pembayaran imbalan kerja
karyawan Payment of employees benefits
- (13.144.000)
Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by
Aktivitas Operasi 764.447.854 2.316.381.132 Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM


INVESTASI INVESTING ACTIVITES
Penurunan uang jaminan - 15.000.001 Decrease deposits
Acquisition of
Perolehan aset tetap fixed assets
369.202.348 (414.972.400)
Kas Bersih Digunakan untuk Net Cash Used in Investing
Aktivitas Investasi 369.202.348 (399.972.400) Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM


PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Increase in due from related
Kenaikan piutang pihak berelasi parties
- 193.500.000
Kenaikan (penurunan) utang pihak Increase (decrease) in due to
berelasi 404.543.370 (2.102.389.606) related parties
Pembayaran utang angsuran (106.602.207 (429.859.352) Payment for installment payables
Kas Bersih Diperoleh dari )
(Digunakan untuk) Aktivitas Net Cash Provide by (Used in)
Pendanaan Financing Activities
297.941.163 (2.338.748.958)

NET INCREASE
KENAIKAN (PENURUNAN)
(DECREASE) IN CASH ON
BERSIH KAS DAN BANK
26.201.869 (422.340.226) HAND AND IN BANKS

CASH ON HAND AND IN BANKS


KAS DAN BANK PADA AT THE BEGINNING OF
AWAL TAHUN 663.743.050 1.086.083.276 YEAR

CASH ON HAND AND IN BANKS


KAS DAN BANK PADA AT THE END OF
AKHIR TAHUN 689.944.919 663.743.051 YEAR

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Financial Statements which
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan are an integral part of the financial statements.
4
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.

PT QUALITY INDONESIA PT QUALITY INDONESIA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal For The Years Ended
31 Desember 2015 Dan 2014 December 31, 2015 And 2014 (Expressed in
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum The Companys and General Information

PT Quality Indonesia (Perusahaan) didirikan dalam PT Quality Indonesia (the Company) was established
rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing within the framework of Foreign Capital Investment
No. 1 tahun 1967 yang diperbaharui dengan Undang- Law No.1 year 1967 as amended by Law No.11/1970
undang No.11 tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris based on Notarial Deed No. 23 of Noor Kholis Adam,
Noor Kholis Adam, S.H., M.H., No. 23 tanggal S.H., M.H., dated May 31, 2006. The deed of
31 Mei 2006. Akta pendirian Perusahaan telah establishment was approved by the Minister of Law
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak and Human Rights of the Republic of Indonesia in
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat his Decision Letter No. W7-01732HT.01.01-TH.2007
Keputusannya No. W7-01732HT.01.01-TH.2007 dated February 21, 2007. The Companys Articles of
tanggal 21 Februari 2007. Anggaran Dasar Association has been amended several times,
Perusahaan telah mengalami beberapa kali most recently by Notarial Deed No. 25 of
perubahan, terakhir dengan Akta No. 25 Achmad Bajumi, S.H., M.H., dated February 12, 2013
tanggal 12 Februari 2013 yang dibuat di hadapan concerning the change of the Companys Board of
Notaris Achmad Bajumi, S.H., M.H., antara lain Directors and Board of Commisioner. This
mengenai perubahan susunan Dewan Direksi amendment has been registered by the Minister of
dan Dewan Komisaris Perusahaan. Perubahan Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
tersebut telah diterima dan dicatat dalam with Letter No. AHU-0028124.AH.01.09.TH.2013
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik dated April 2, 2013.
Indonesia No. AHU-0028124.AH.01.09.TH.2013
tanggal 2 April 2013.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan,


ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama dalam According to Article 3 of the Companys Articles of
bidang pembibitan dan budidaya itik. Perusahaan Association, the Companys scope of activities
berkedudukan di Jakarta dan memulai kegiatan cultivation and duck breeding. The Company is
operasi pada tahun 2007. domiciled in Jakarta and started its commercial
operations in 2007.

Komisaris, Direksi dan Karyawan Commissioners, Directors and Employees

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, susunan As of December 31, 2015 and 2014, the composition
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah of the Companys Boards of Commissioners and
sebagai berikut: Directors are as follows:

Presiden Komisaris President Commissioner


Lau Chia Nguang
Komisaris Commissioner
Adriaan Ferdinand Oroh

Presiden Direktur Lau Joo Keat President Director


Direktur Sespriansyah Director

Penerbitan Laporan Keuangan Issuance of Financial Statements

Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk These financial statements have been authorized to
diterbitkan oleh Dewan direksi, selaku pihak yang be published by board of directors, who responsible
bertanggung jawab atas penyusunan dan in preparation and completion of financial statements
penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal on March 23, 2016.
23 Maret 2016.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan Compliance with Financial Accounting Standards
(SAK) (SAK)

Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai The financial statements have been prepared and
dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan presented in accordance with Indonesian Financial
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Accounting Standards (SAK) which comprise of the
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan Standards and Interpretations issued by the Financial
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Accounting Standard Board of the Indonesian
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI). Institute of Accountants.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Basis of Preparation of Financial Statements


Laporan keuangan disusun atas dasar akrual, kecuali The financial statements, except for the statements of
untuk laporan arus kas. Laporan keuangan tersebut cash flows, are prepared under the accrual basis of
disajikan dengan menggunakan konsep biaya accounting. The measurement basis is the historical
historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang cost, except for certain accounts which are measured
disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana on the bases as described in the related accounting
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing policies.
akun tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan The statements of cash flows are prepared using the
metode tidak langsung di mana penerimaan serta indirect method which receipts and payments of cash
pengeluaran arus kas diklasifikasikan ke dalam flow are classified into operating, investing and
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. financing activities.

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang Functional currency and presentation currency used
digunakan di dalam penyusunan laporan keuangan ini in the preparation of these financial statements is
adalah Rupiah. Rupiah.

Penerapan Standar dan Interpretasi Baru dan Adoption Of New and Revised Standards and
Revisi Interpretation

Perusahaan telah mengadopsi untuk pertama kalinya The Company have adopted for the first time
beberapa PSAK dan ISAK baru dan revisi yang wajib the several new and revised PSAK and ISAK that are
untuk aplikasi efektif 1 Januari 2015. Perubahan mandatory for application effective January 1, 2015.
kebijakan akuntansi Perusahaan telah dilakukan Changes to the Companys accounting policies have
seperti yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan been made as required in accordance with the
transisi dalam standar masing-masing dan transitional provisions in the respective standards and
interpretasi. interpretation.

Perusahaan telah menerapkan perubahan PSAK No. 1 The Company have applied the amendments to
(Revisi 2013), "Penyajian Laporan Keuangan". PSAK PSAK No. 1 (Revised 2013), Presentation of
No. 1 (Revisi 2013) memperkenalkan pengelompokan Financial Statements. PSAK No. 1 (Revised 2013)
item yang disajikan dalam pendapatan komprehensif introduces a grouping of items presented in other
lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi di comprehensive income. Items that will be reclassified
masa depan harus disajikan secara terpisah dari item to profit or loss at a future point in time have to be
yang tidak akan direklasifikasi. Perubahan-perubahan presented separately from the items that will not be
ini hanya mempengaruhi penyajian dan tidak memiliki reclassified. The amendments affect presentation
dampak pada posisi keuangan atau kinerja only and have no impact on the Companys financial
Perusahaan. position or performance.

Di antaranya PSAK dan ISAK baru dan revisi, PSAK Among these new and revised PSAK and ISAK,
No. 24 (Revisi 2013), "Imbalan Kerja" memiliki dampak PSAK No. 24 (Revised 2013), Employee Benefits
yang signifikan terhadap laporan keuangan has significant impact on the Company financial
Perusahaan sehubungan dengan pengakuan, statements in relation to the recognition,
pengukuran, penyajian dan pengungkapan imbalan measurement, presentation and disclosure of post-
pasca kerja. Perubahan kebijakan akuntansi employment benefits. The changes in the Companys
Perusahaan adalah sebagai berikut: accounting policies include the following:
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING POLICIES (continued)
(lanjutan)

Penerapan Standar dan Interpretasi Baru dan Adoption Of New and Revised Standards and
Revisi (lanjutan) Interpretation (continued)
(1) Semua keuntungan dan kerugian aktuaria (1) All actuarial gains and losses are recognized
segera diakui melalui pendapatan komprehensif immediately through other comprehensive
lainnya, maka menghilangkan "pendekatan income, hence eliminate the corridor approach
koridor" yang diizinkan di versi PSAK No. 24 permitted in the previous version of PSAK
sebelumnya. No. 24.
(2) Biaya jasa lalu diakui secara langsung dalam (2) Past service costs are recognized immediately in
laba rugi. profit or loss.
(3) Biaya bunga dan pengembalian yang diharapkan
dari aset program diganti dengan jumlah bunga (3) Interest cost and expected return on plan assets
bersih yang dihitung dengan menggunakan tarif are replaced with net interest amount that is
diskon pada liabilitas/aset imbalan pasti. calculated by applying the discount rate to the
defined benefit liability/asset.

Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi The Company have applied PSAK No. 24 (Revised
2013) secara retrospektif pada periode berjalan sesuai 2013) retrospectively in the current period in
dengan ketentuan transisi yang ditetapkan dalam accordance with the transitional provision set out in
standar revisi. Laporan posisi keuangan periode the revised standard. The statements of financial
komparatif yang disajikan, 1 Januari 2014/ position of the earliest comparative period presented,
31 Desember 2013, 31 Desember 2014 dan angka January 1, 2014/December 31, 2013,December 31,
perbandingan telah disajikan kembali dengan tepat. 2014 and the comparative figures have been
Penyesuaian yang dihasilkan dari perubahan appropriately restated. The adjustments that resulted
kebijakan akuntansi di atas dirangkum dalam tabel from the above changes in accounting policies are
berikut: summarized in the following table:

1 Jaunari 2014 / 1 Jaunari 2014 /


31 Desember 2013 / 31 Desember 2013 /
January 1, 2014/ January 1, 2014/
December 31, 2013 December 31, 2013
(Disajikan sebelumnya / Penyesuaian / (Disajikan kembali /
Previously Reported) Adjustments Restated)

Aset Assets
Aset pajak Deferred tax
Tangguhan 872.148.818 (157.594.657 ) 714.554.161 Assets
Liabilitas Liabilities
Liabilitas imbalan Post-employment
pasca kerja 782.973.268 (630.378.632 ) 152.594.636 benefit obligation
Ekuitas Equity
Defisit (9.695.041.859 ) 472.783.977 (9.222.257.882 ) Deficit
Laba rugi Profit or loss
General and
Beban umum dan administrative
Administrasi 1.972.126.432 (101.734.868 ) 1.870.391.564 expenses
Beban pajak Deferred
tangguhan (106.437.812 ) (105.352.974) (211.790.786 ) tax expenses

Penghasilan Other
komprehensif comprehensive
lain income
Pengukuran Remeasurements of
kembali imbalan post-employment
pasca kerja - 99.579.513 99.579.513 benefit obliogation
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(lanjutan) POLICIES (continued)

Penerapan Standar dan Interpretasi Baru dan Adoption Of New and Revised Standards and
Revisi (lanjutan) Interpretation (continued)
31 Desember 2014 / 31 Desember 2014 /
December 31, 2014 December 31, 2014
(Disajikan sebelumnya / Penyesuaian / (Disajikan kembali /
Previously Reported) Adjustments Restated)
Aset Assets
Aset pajak Deferred tax
tangguhan 801.717.120 (246.192.550 ) 555.524.570 asset
Liabilitas Liabilities
Liabilitas imbalan Post-employment
pasca kerja 1.444.656.967 (984.770.202 ) 459.886.765 benefit obligation
Ekuitas Equity
Defisit (9.750.096.330 ) 738.577.652 (9.011.518.678 ) Deficit
Laba rugi Profit or loss
General and
Beban umum dan administrative
administrasi 2.435.827.915 (565.436.351 ) 1.870.391.564 expenses

Manfaat pajak Deferred


tangguhan (70.431.698 ) (141.359.088 ) (211.790.786 ) tax benefit
Penghasilan Other
komprehensif comprehensive
lain income
Pengukuran Remeasurements of
kembali imbalan post-employment
pasca kerja - (158.283.586 ) (158.283.586 ) benefit obligation
Selain itu, penerapan standar dan interpretasi baru In addition, the adoption of the following new and
dan revisi berikut tidak menimbulkan perubahan yang revised standard and interpretation did not result in
mendasar terhadap kebijakan akuntansi perusahaan, substantial change to the Companys accounting
dan tidak memiliki efek material terhadap jumlah yang polish at the material effect on the amount reported
dilaporkan untuk periode keuangan berjalan atau for the current or prior financial periods:
sebelumnya:

PSAK No. 4 (Revisi 2013), "Laporan Keuangan PSAK No. 4 (Revised 2013), Separate Financial
Tersendiri" Statements
PSAK No. 15 (Revisi 2013), "Investasi pada PSAK No. 15 (Revised 2013), Investments in
Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama" Associates and Joint Ventures
PSAK No. 46 (Revisi 2014), Pajak Penghasilan PSAK No. 46 (Revised 2014), Income Tax
PSAK No. 48 (Revisi 2014), Penurunan Nilai
Aset PSAK No. 48 (Revised 2014), Impairment of
PSAK No. 50 (Revisi 2014), Instrumen Assets
Keuangan: Penyajian PSAK No. 50 (Revised 2014), Financial
PSAK No. 55 (Revisi 2014), Instrumen Instruments: Presentation
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK No. 55 (Revised 2014), Financial
PSAK No. 60 (Revisi 2014), Instrumen Instruments: Recognition and Measurement
Keuangan: Pengungkapan PSAK No. 60 (Revised 2014), Financial
PSAK No. 65, Laporan Keuangan Konsolidasi Instruments: Disclosures
PSAK No. 66, Pengaturan Bersama PSAK No. 65, Consolidated Financial
PSAK No. 67, Pengungkapan Kepentingan Statements
dalam Entitas Lain PSAK No. 66, Joint Arrangements
PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar PSAK No. 67, Disclosure of Interests in Other
ISAK No. 26, Pengukuran Kembali Derivatif Entities
Melekat PSAK No. 68, Fair Value Measurement
ISAK No. 26, Remeasurement of Embedded
Derivatives.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING POLICIES (continued)
(lanjutan)

Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Transactions with Related Parties


Sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010),
Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, suatu pihak Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak
dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki berelasi diungkapkan dalam Catatan 21 atas
kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara laporan keuangan.
kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung)
atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
operasional) atas pihak lain dalam mengambil
keputusan keuangan dan operasional.
In accordance with PSAK No. 7 (Revised 2010), Related
Party Disclosures, parties are considered to be related if
one party has the ability to control (by way of ownership,
directly or indirectly) or exercise significant influence (by way All significant transactions with related parties are
of participation in the financial and operating policies) over disclosed in Note 21 to the Financial Statements.
the other party in making financial and operating decisions.

Instrumen Keuangan Financial Instruments

Aset Keuangan Financial Assets


Aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya All financial assets are recognized and derecognized
pada tanggal perdagangan di mana pembelian atau on trade date where the purchase or sale of a
penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang financial asset is under a contract whose terms
mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam jangka require delivery of the financial asset within the
waktu yang ditetapkan oleh keadaan pasar. timeframe established by the market concerned.

Perusahaan dapat mengklasifikasikan aset The Company may classifies its financial assets in
keuangannya dalam kategori berikut: (i) aset the following categories: (i) financial assets at fair value
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii)
(ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi held to maturity investment and (iv) available for sale
yang dimiliki hingga jatuh tempo dan (iv) aset keuangan financial assets.
yang tersedia untuk dijual.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, As of December 31, 2015 and 2014, the Company only
Perusahaan hanya memiliki aset keuangan yang had financial assets classified as loans and
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan receivables. Loans and receivables are non-
piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah derivative financial assets with fixed or determinable
aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran payments that are not quoted in an active market. They
tetap atau telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di are included in current assets for maturities shorter
pasar aktif. Aset keuangan tersebut diklasifikasikan than twelve months; otherwise, they are classified as
sebagai aset lancar apabila jatuh tempo kurang dari dua non-current assets. The Company loans and
belas bulan, jika tidak, diklasifikasikan sebagai aset receivables comprised of cash on hand and in banks,
tidak lancar. Pinjaman yang diberikan dan piutang trade receivables, other receivables and security
Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, deposits as presented in the statement of financial
piutang lain-lain dan uang jaminan sebagaimana position.
disajikan pada laporan posisi keuangan.

Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya Loans and receivables are initially recognized at fair
diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi value plus transaction costs and subsequently
dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang measured at amortized cost using the effective interest
diamortisasi dengan menggunakan metode suku rate method less any impairment. Financial assets are
bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Aset derecognized when the rights to receive cash flows
keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk from the assets have ceased to exist or have been
menerima arus kas dari aset telah berakhir atau telah transferred and the Company has transferred
ditransfer dan Perusahaan telah secara substansial substantially all risks and rewards of ownership.
mentransfer seluruh risiko dan manfaat kepemilikan.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING POLICIES (continued)
(lanjutan)

Instrumen Keuangan (lanjutan) Financial Instruments (continued)

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities


Perusahaan dapat mengklasifikasikan liabilitas The Company may classifies its financial liabilities
keuangannya dalam dua kategori (i) pada nilai wajar into two categories (i) at fair value through profit or loss
melalui laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang and (ii) financial liabilities measured at amortized cost.
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, pada saat liabilitas tersebut dilepaskan atau
Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan yang dibatalkan atau kadaluarsa.
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi yang
meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban masih harus
dibayar, utang pihak berelasi dan utang angsuran.
Setelah pengakuan awal yaitu sebesar nilai wajar
ditambah biaya transaksi, Perusahaan mengukur
seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya
As of December 31, 2015 and 2014, the Company only had transaction costs, the Company measures all
financial liabilities measured at amortized cost that financial liabilities at amortized cost using effective
comprised of trade payables, other payables, accrued interest rate method. Financial liabilities are
expenses, due to related parties and installment payable. derecognized when the obligation under the liability
After the initial recognition which is at fair value plus is discharged or cancelled or expired.

Saling Hapus antar Instrumen Keuangan Offsetting Financial Instruments


Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan Financial assets and liabilities are offset and the net
nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan, amount is presented in the statement of financial
jika dan hanya jika, 1) Perusahaan saat ini memiliki hak position when, and only when, 1) the Company
yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan currently has a legally enforceable right to offset the
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan recognized amounts and 2) intends either to settle on a
2) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk net basis, or to realize the asset and settle the liability
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya simultaneously.
secara simultan.

Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets


Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, At each statement of financial position date,
manajemen menguji apakah terdapat bukti obyektif management assesses whether there is any
bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan objective evidence that a financial asset or a group of
mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau financial assets is impaired. A financial asset or a
kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan group of financial assets is impaired and impairment
kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya losses are incurred, if and only if, there is an
jika, terdapat bukti obyektif penurunan nilai. objective evidence of impairment.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan For financial asset measured at amortized cost, loss
diamortisasi, kerugian penurunan nilai diukur is measured as the difference between the assets
sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dengan nilai carrying amount and the present value of estimated
kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan future cash flows discounted at original effective
menggunakan suku bunga efektif pada saat pengakuan interest rate of the financial assets. The carrying
awal dari aset tersebut. Jumlah tercatat aset tersebut amount of the asset shall be reduced either directly
dikurangi baik secara langsung maupun melalui or through the use of an allowance account. The
penggunaan akun penyisihan. Jumlah kerugian yang amount of the loss is recognized in the profit or loss.
terjadi diakui dalam laporan laba rugi.

Manajemen untuk pertama kali akan menentukan Management initially assesses whether objective
apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai secara evidence of impairment exists individually for
individual atas aset keuangan yang signifikan secara financial assets that are individually significant. If the
individual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai Company determines that no objective evidence of
penurunan nilai aset keuangan secara individual, impairment exists for an individually assessed financial
terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, asset whether significant or not, it includes the asset in
maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok a group of financial assets with similar credit risk
aset keuangan dengan karakteristik risiko kredit yang characteristics and collectively assesses them for
serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif. impairment.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING POLICIES (continued)
(lanjutan)

Persediaan Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih Inventories are stated at the lower of cost or net
rendah antara biaya atau nilai realisasi bersih. Biaya realizable value. The cost of inventories includes all
perolehan persediaan terdiri dari seluruh biaya costs of purchase and other costs incurred in
pembelian, biaya konversi dan biaya-biaya lain yang bringing the inventories to their present location and
timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan condition. The cost is determined using the first-in-
lokasi saat ini. Biaya dihitung dengan menggunakan first-out method. Net realizable value is the estimated
metode masuk pertama keluar pertama (first-in-first- out selling price in the ordinary course of business less the
method). Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga estimated costs necessary to make the sale.
penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan The provision for obsolescence of inventories is
berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan determined based on the conditions and net
persediaan pada akhir tahun. realizable value of the inventories.

Hewan Ternak Produksi Berumur Pendek Breeding Flocks


Hewan Ternak Produksi Berumur Pendek yang berupa dapat diklasifikasikan sebagai itik yang telah
itik pembibit nenek dan induk. Hewan Ternak Produksi menghasilkan dan itik yang belum menghasilkan.
Breeding flocks consist of grand parent stock and parent breeding live stock and unproductive breeding live
stock. Breeding flocks can be classified as productive stock.

Hewan ternak produksi yang belum menghasilkan dinilai Unproductive breeding livestock are stated at
berdasarkan biaya perolehan ditambah dengan biaya acquisition cost plus accumulated growing costs.
yang terjadi selama masa pertumbuhan. Biaya The accumulated costs of unproductive breeding live
perolehan ditambah dengan akumulasi biaya yang stock are reclassified to productive breeding live stock
terjadi selama masa pertumbuhan tersebut akan at optimal production age. In general, unproductive
direklasifikasi ke masa produksi pada saat mencapai breeding flocks reach optimal production age after 26
usia produksi. Pada umumnya masa produksi adalah weeks.
setelah berumur 26 minggu.

Hewan ternak produksi yang telah menghasilkan Productive breeding flocks are stated at cost at the
dinilai berdasarkan biaya perolehan pada saat time of reclassification from unproductive breeding
direklasifikasi dari itik yang belum menghasilkan dan flocks and are amortized over the economic lives of
dikurangi dengan biaya amortisasi itik yang ditentukan the breeding flocks considering residual value.
berdasarkan standar produksi selama masa produktif itik
yang bersangkutan dengan memperhitungkan nilai sisa.

Perusahaan melakukan penghapusan langsung The Company directly write-off the breeding flock
terhadap hewan ternak produksi setiap bulan bersamaan every month with actual computation of breeding
dengan penghitungan aktual atas hewan ternak flocks. The amount written-off is recorded under
produksi. Beban penghapusan tersebut dicatat di akun Depletion and Unproductive Duck in cost of goods
Beban Deplesi dan Itik Afkir pada beban pokok sold account in the current year.
penjualan tahun berjalan.

Biaya Dibayar di Muka Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa Prepaid expenses are amortized over their beneficial
manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan periods using the straight-line method.
metode garis lurus.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(lanjutan) POLICIES (continued)

Aset Tetap Fixed Assets

Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada At initial recognition, fixed assets are measured at
biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya cost which includes the purchase price, borrowing
pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan costs and other costs directly attributable to bring
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan the asset to the location and condition necessary.
kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, After initial recognition, the Company use the cost
Perusahaan menggunakan model biaya di mana model in which all fixed assets are measured at cost
seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan less accumulated depreciation and any accumulated
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi impairment losses.
kerugian penurunan nilai (jika ada).

Biaya pengurusan legal awal yang terjadi untuk Initial legal costs incurred to obtain legal rights are
memperoleh hak-hak pengurusan legal diakui sebagai recognized as part of the acquisition cost of
bagian dari biaya perolehan tanah, dan biaya ini tidak the land, and these costs are not depreciated. Costs
disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan related to renewal of land rights are recognized as
perpanjangan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak intangible assets and amortized during the period of
berwujud dan diamortisasi selama periode hak atas the land rights.
tanah.

Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah Subsequent cost are included in the assets
tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, carrying amount or recognized as a separate asset,
sebagaimana mestinya, apabila kemungkinan manfaat as appropriate, when it is probable that future
ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset economic benefits associated with the item will flow
tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya to the Company and the cost of the item can be
tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat reliably measured. The carrying amount of the
komponen yang diganti tidak diakui selama tahun replaced part is derecognized during the financial
berjalan pada saat terjadinya. Biaya perbaikan dan year in which they are incurred. All other repairs
pemeliharaan dibebankan ke laba rugi. and maintenance are charged to profit or loss.

Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus Depreciation is calculated using straight-line
(straight-line method) untuk mencatat jumlah method to write off the depreciable amount over
penyusutan selama estimasi manfaat ekonomis aset their estimated useful lives as follows:
tetap sebagai berikut:

Tahun / Years
Prasarana tanah : 20 : Land improvements
Bangunan : 20 : Buildings
Mesin dan peralatan : 4-8 : Machinery and equipment
Kendaraan : 8 : Vehicles
Perabot dan perlengkapan : 4 : Furniture and fixtures

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode The estimated useful lives, residual value and
penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan depreciation method of fixed assets are reviewed at
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut each year end with the effect of any changes in
berlaku prospektif. accounting estimates accounted for on a
prospective basis.

Item aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat An item of fixed assets is derecognized upon
dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa disposal or when no future economic benefits are
depan yang diharapkan dari penggunaan atau expected from its use or disposal. Any gain or loss
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari arising from derecognition of the asset, calculated
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai as the difference between the net disposal
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan proceeds and the carrying amount of the item, is
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi recognized in profit or loss in the year the item is
pada tahun aset tersebut itu dihentikan derecognized.
pengakuannya.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(lanjutan) POLICIES (continued)

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan Impairment of Non-financial Asset

Aset yang dikenakan amortisasi dinilai untuk Assets that are subject to amortization are assessed
penurunan nilai apabila peristiwa atau perubahan for impairment when events or changes in
keadaan terjadi yang mengindikasikan bahwa jumlah circumstances occur which indicate tha the carrying
tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai amount may not be recoverable. Decline in value is
diakui untuk jumlah di mana jumlah tercatat aset recognized for the amount by which the assets
melebihi jumlah terpulihkan. carrying amount exceeds the recoverable amount.

Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi Recoverable amount is the higher amount between
antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual the assets fair value less costs to sell or value in use.
dan nilai pakai. Untuk tujuan menguji penurunan nilai, For the purposes of assessing impairment, assets are
aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang grouped at the lowest levels for which there are
menghasilkan arus kas terpisah diidentifikasi (unit separately identifiable cash flows (cash-generating
penghasil kas). units).

Aset non-keuangan yang mengalami penurunan yang Non-financial assets that suffered an impairment are
ditelaah untuk kemungkinan pembalikan dari reviewed for possible reversal of the impairment at
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal each reporting date.
pelaporan.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Revenue and Expense Recognition


Pendapatan terdiri atas nilai wajar dari imbalan yang Revenue comprises the fair value of the consideration
diterima atau piutang atas penjualan barang dalam received or receivable for the sale of goods in the
kegiatan biasa dari Perusahaan. Pendapatan ordinary course of the Company activities. Revenue
ditunjukkan bersih pajak pertambahan nilai, retur, is shown net of value added tax, returns, rebates and
potongan harga dan diskon. Pendapatan diakui discount. Revenue is recognized to the extent that it
apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan is probable that the economic benefits will flow to the
mengalir kepada Perusahaan dan pendapatan Company and the revenue can be reliably measured.
tersebut dapat diukur secara andal.

Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat Revenue from the sale of physical goods is
risiko yang signifikan dan kepemilikan telah dialihkan recognized when the significant risks and rewards of
kepada pelanggan. Hal ini biasanya pada saat ownership have been transferred to the customer.
barang telah dikirim dan pelanggan telah menerima This is usually taken as the time when the goods are
barang. delivered and the customer has accepted the goods.

Pendapatan bunga diakui berdasarkan proporsi Interest income is recognized on a time-proportion


dengan menggunakan metode suku bunga efektif. basis using the effective interest rate method.

Beban dicatat saat terjadinya (accrual basis). Expenses are recognized when incurred (accrual
basis).

Transaksi dan Saldo Mata Uang Asing Foreign Currency Transactions and Balances
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Transactions in foreign currencies are recorded in the
Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat functional currency (Rupiah) based on prevailing
transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi exchange rates at time the transactions are made. At
keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata the statement of financial position date, monetary
uang asing disajikan ke dalam mata uang Rupiah assets and liabilities denominated in foreign
berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang currencies are adjusted to reflect the middle rates of
berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs exchange quoted by Bank Indonesia prevailing at that
yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada usaha date. The resulting gains or losses are credited or
tahun berjalan. charged to current operations.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, kurs As of December 31, 2015 and 2014, the exchange
yang digunakan untuk $AS 1 masing-masing adalah rate used for US$ 1 was Rp 13,795 and
sebesar Rp 13.795 dan Rp 12.440. Rp 12,440, respectively.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(lanjutan) POLICIES (continued)

Imbalan Kerja Karyawan Employees Benefits

Perusahaan mencadangkan imbalan pasca kerja The Company provides defined post employment
imbalan pasti untuk karyawan berdasarkan dengan benefits to its employees in compliance with Labor
Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak Law No. 13/2003. No funding has been made to this
terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan defined benefit plan.
dengan program imbalan pasti ini.

Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan The Company net obligation in respect of the defined
pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pasca benefit plan is calculated as the present value of the
kerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi post-employment benefit obligation at the end of the
nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan reporting period less the fair value of plan assets, if
liabilitas imbalan pasca kerja dilakukan dengan any. The post-employment benefit obligation is
menggunakan metode Projected Unit Credit dalam determined using the Projected Unit Credit Method
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir with actuarial valuations being carried out at the end
periode pelaporan. of each reporting period.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja, Remeasurements of post-employment benefit
meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) obligation, comprise of a) actuarial gains and losses,
imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, b) the return of plan assets, excluding interest, and c)
dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, the effect of asset ceiling, excluding interest, are
tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan recognized immediately in the other comprehensive
komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran income in the period in which they occur.
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode Remeasurements are not reclassified to profit or loss
berikutnya. in the subsequent periods.

Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari The Company recognizes the (1) service costs,
biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan comprising of current service cost, past-service cost,
atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan and any gain or loss on settlement, and (2) net
atau beban bunga neto di laba rugi pada saat interest expense or income immediately in profit or
terjadinya. loss.

Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari The Company recognizes the (1) service costs,
biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap comprising of current service cost, past-service cost,
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) and any gain or loss on settlement, and (2) net
penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada interest expense or income immediately in profit or
saat terjadinya. loss.

Pajak Kini Current Tax


Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah Current tax asset (liability), which is determined by
ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada) the amount of the expected refund (or payable to) the
otoritas perpajakan yang dihitung menggunakan tarif tax authorities, is calculated using tax rates (and tax
pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku laws) that have been enacted or substantively
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal enacted at the statement of financial position date.
laporan posisi keuangan.

Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang Management periodically evaluates the amount
dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan reported in the Annual Tax Return (SPT) in relation to
(SPT) terkait dengan keadaan di mana peraturan the circumstances in which the applicable tax
pajak yang berlaku memerlukan interpretasi dan, jika regulations are subject to interpretation and, if
diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas necessary, the management will calculate
jumlah yang mungkin timbul. the amount of fees that may arise.

Pajak Tangguhan Deferred Tax


Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode Deferred tax is recognized using the liability method
liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak on temporary differences arising between the tax
aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya bases of assets and liabilities and their carrying
padatanggal pelaporan. amount for reporting purposes at the end of the
reporting period.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING POLICIES (continued)
(lanjutan
Pajak Penghasilan (lanjutan) Income Tax (continued)
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua Deferred tax liabilities are recognized for all taxable
perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak temporary differences. Deferred tax assets are
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer recognized for all deductible temporary differences
yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal dan and for the carryforward of unused tax losses and
kredit pajak yang tidak terpakai sejauh realisasi atas unused tax credits to the extent the realization of
manfaat pajak tersebut dimungkinkan. Jumlah tercatat such tax benefit is probable. The carrying amount of
aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir deferred tax assets is reviewed at the end of each
periode pelaporan dan diturunkan apabila itu tidak lagi reporting period and reduced to the extent that it is no
kemungkinan jumlah laba fiskal memadai akan longer probable that sufficient taxable profit will be
tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua available to allow all or part of the deferred tax assets
aset pajak tangguhan. Pengakuan aset pajak to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are
tangguhan dinilai ulang pada akhir periode pelaporan reassessed at the end of the reporting period and are
dan diakui sejauh yang telah menjadi probable bahwa recognized to the extent that it has become probable
laba fiskal pada masa mendatang akan that future taxable profits will allow the deferred tax
memungkinkan aset pajak tangguhan untuk assets to be recovered.
dipulihkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan Deferred tax assets and liabilities are measured at
menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan the tax rates that are expected to apply to the year
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas when the asset is realized or the liability is settled
diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan based on tax rates (and tax laws) that have been
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial enacted or substantively enacted at the statement of
telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi financial position date.
keuangan.

Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam Deferred tax is charged to or credited in profit or loss,
laporan laba rugi komprehensif, kecuali bila except when it relates to items charged to or credited
berhubungan dengan transaksi dibebankan atau directly in equity, in which case the deferred tax is
dikreditkan langsung ke ekuitas, dalam hal pajak also charged to or credited directly in equity.
tangguhan tersebut juga dibebankan atau dikreditkan
langsung ke ekuitas.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling Deferred tax assets and liabilities can be offset if, and
hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat only if, 1) there is a legally enforceable right to offset
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling the current tax assets and liabilities and 2) the
hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset deferred tax assets and liabilities relate to the same
serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan taxable entity and the same taxation authority.
pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN DAN 3. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS


ASUMSI ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan The preparation of the Companys financial


mengharuskan manajemen untuk membuat statements requires management to make
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang judgments, estimates and assumptions that affect the
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari reported amounts of revenues, expenses, assets and
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan liabilities, and the disclosure of contingent liabilities,
pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir at the end of the reporting year. Uncertainty about
tahun pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi these assumptions and estimates could result in
dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan outcomes that require a material adjustment to the
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset carrying amount of the asset or liability affected in
dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya. future years.
3. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN DAN ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
ASUMSI (lanjutan)

Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Judgments in the Application of Accounting


Akuntansi Policies

Pertimbangan yang memiliki pengaruh paling The following judgments are made by
signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam management in the process of applying the
laporan keuangan berikut ini dibuat oleh manajemen Companys accounting policies that have
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi the most significant effects on the amounts
Perusahaan: recognized in the financial statements:

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification of Financial Assets and Financial
Liabilities
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan The Company determines the classifications of
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas certain assets and liabilities as financial assets and
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi financial liabilities by judging if they meet the
yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014).
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas Accordingly, the financial assets and financial
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi liabilities are accounted for in accordance with the
Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2 atas Companys accounting policies as disclosed in Note 2
laporan keuangan. to the financial statements.

Pajak Penghasilan Income Tax


Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan The Company recognize liabilities for expected
badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat corporate income tax issues based on estimates of
tambahan pajak penghasilan badan. Jumlah tercatat whether additional corporate income tax will be
bersih utang pajak penghasilan badan diungkapkan due. The carrying amount of corporate income taxes
dalam Catatan 10a atas laporan keuangan. payable is disclosed in Note 10a to the financial
statements.

Aset pajak tangguhan diakui sepanjang besar Deferred tax assets are recognized to the extent that
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan it is probable that taxable profit will be available
tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dapat against which the deferred tax assets can be utilized.
digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen Significant management estimates are required to
disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak determine the amount of deferred tax assets that can
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat be recognized, based upon the likely timing and
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan the level of future taxable profits together with
strategi perencanaan pajak masa depan. Jumlah future tax planning strategies. The carrying amount
tercatat aset pajak tangguhan tercatat Perusahaan of the Company deferred tax assets is disclosed in
diungkapkan dalam Catatan 10c atas laporan Note 10c to the financial statements.
keuangan.

Sumber Estimasi Ketidakpastian Estimated Sources of Uncertainty


Asumsi utama masa depan dan sumber utama The key assumptions concerning the future and
estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan other key sources of uncertainty of estimation at the
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang reporting date that have a significant risk of causing
material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas material adjustments to the carrying amounts of
untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. assets and liabilities within the next financial year are
Manajemen mendasarkan asumsi dan estimasi pada disclosed below. The management based its
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan assumptions and estimates on parameters available
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan when the financial statements were prepared.
masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar Existing circumstances and assumptions about
atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan future developments may change due to market
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat changes or circumstances arising beyond
terjadinya. the control of the Company. Such changes are
reflected in the assumptions when they occur.
3. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN DAN ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
ASUMSI (lanjutan)

Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan) Estimated Sources of Uncertainty (lanjutan)

Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Fixed Assets


Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan The costs of fixed assets are depreciated on
menggunakan metode garis lurus berdasarkan a straight-line basis over their estimated useful
taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen lives. Management estimates the useful lives of
mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap these fixed assets to be within 4 to 20 years, which
antara 4 sampai dengan 20 tahun, yang merupakan are common life expectancies applied in
umur yang secara umum diharapkan dalam the industries where the Company conductsits
industri di mana Perusahaan menjalankan businesses. Changes in the expected level of
bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan usage and technological development could impact
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa the economic useful lives and the residual values of
manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya these assets, and therefore future depreciation
biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. charges could be revised.

Jumlah tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 8 atas laporan
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 keuangan.
The carrying amount of the Companys fixed assets as of
December 31, 2015 and 2014 is disclosed in Note 8 to the
financial statements.

Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Post Employment Benefit Obligation
Karyawan

Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang The determination of the Company long-term
Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi liabilities for employees benefits is dependent on its
aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk actuarial selection of certain assumptions. Those
antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji assumptions include among others, discount rates,
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, future annual salary increase, annual employee
tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat turn-over rate, disability rate, retirement age and
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi mortality rate. Actual results that differ from the
yang ditetapkan Perusahaan dicatat sesuai dengan Company assumptions are accounted in
kebijakan yang dimaksudkan dalam Catatan 2 atas accordance with the policies as mentioned in
laporan keuangan. Note 2 to the financial statements.

Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi While the management believes that its
tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan assumptions are reasonable and appropriate,
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan significant differences in the Companys actual
dalam asumsi yang ditetapkan Manajemen dapat experiences or significant changes in
mempengaruhi secara material liabilitas pasca the Companys assumptions may materially affect
imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih. its post-employment benefit obligation and net
Jumlah tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan employee benefits expense. The carrying amount of
kerja karyawan Perusahaan diungkapkan di Catatan the Companys post-employment benefit obligation
13 atas laporan keuangan. is disclosed in Note 13 to the financial statements.

4. KAS DAN BANK 4. CASH ON HAND AND IN BANKS


Rincian kas dan bank adalah sebagai berikut: The details of cash on hand and in banks are as
follows:

2015 2014
Kas 42.401.465 42.787.037 Cash on hand
Bank Cash in banks
PT Bank Central Asia Tbk 641.468.047 613.781.814 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Jasa Jakarta 6.075.407 6.186.514 PT Bank Jasa Jakarta
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 987.685 PT Bank CIMB Niaga Tbk
Jumlah 689.944.919 663.743.050 Total
5. TRADE RECEIVABLES THIRD PARTIES
5. PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA
As of December 31, 2015 and 2014, this
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, account represents trade receivables from third
akun ini merupakan piutang usaha dari pihak ketiga parties amounted to Rp 4,117,447,299 and
masing-masing sebesar Rp 4.117.447.299 dan Rp 4,265,631,893, respectively.
Rp 4.265.631.893.
Management believes there are no significant
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko concentrations of credit risk in trade receivables from
terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha third parties.
dari pihak ketiga.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti Management believes that there is no objective
objektif penurunan nilai dan seluruh saldo piutang evidence of impairment and the entire trade
usaha tersebut dapat tertagih sehingga tidak receivables are collectible, accordingly no provision
diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang. for impairment was provided.

6. PERSEDIAAN 6. INVENTORIES
Rincian persediaan adalah sebagai berikut: The details of inventories are as follows:

2015 2014
Barang jadi Finished goods
Itik olahan 13.702.378.980 7.818.288.469 Processed ducks Telur
tetas 631.215.620 627.269.343 Hatching eggs
Sub-jumlah 14.333.594.600 8.445.557.812 Sub-total
Bahan baku 127.856.621 145.943.653 Raw materials
Bahan penolong 37.232.993 26.570.467 Indirect material

Jumlah 14.498.684.214 8.618.071.932 Total


Tidak ada penyisihan penurunan nilai persediaan No provision for decline in value of inventories
yang dibentuk karena manajemen berpendapat was provided since the management believes
bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak that the carrying amount of inventories does not
melebihi realisasi bersihnya. exceed its net realizable value.

7. HEWAN TERNAK PRODUKSI 7. BREEDING FLOCKS

Rincian hewan ternak produksi adalah sebagai The details of breeding flocks are as follows:
berikut:

2015 2014

Telah menghasilkan (masa produksi) Productive (production age)


Saldo awal 589.316.630 151.036.015 Beginning balance
Reklasifikasi dari itik belum Reclassification from
menghasilkan 2.178.315.656 1.863.989.876 unproductive breeding flocks
Beban deplesi dan itik afkir Depletion and unproductive
(lihat Catatan 16) (2.195.395.197 ) (1.425.709.261) duck (see Note 16)
Saldo akhir 572.237.089 589.316.630 Ending balance

Belum menghasilkan
(masa pertumbuhan) Unproductive (growth age)
Saldo awal 618.900.197 324.086.439 Beginning balance
Kapitalisasi biaya 1.958.506.363 2.158.803.634 Capitalization of expense
Reklasifikasi ke itik Reclassification to productive
telah menghasilkan (2.178.315.656 ) (1.863.989.876) breeding flocks
Saldo akhir 399.090.904 618.900.197 Ending balance
Jumlah 971.327.993 1.208.216.827 Total
7. HEWAN TERNAK PRODUKSI (lanjutan) 7. BREEDING FLOCKS (continued)
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat Based on managements review, there are no events
kejadian atau perubahan keadaan yang or changes in circumstances which may indicate
mengindikasikan adanya penurunan nilai hewan impairment in value of breeding flocks as of
ternak produksi - berumur pendek pada tanggal December 31, 2015 and 2014.
31 Desember 2015 dan 2014.

8. ASET TETAP 8. FIXED ASSETS


Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

2015

Penambahan / Pengurangan / Saldo Akhir /


Additions Deductions Ending Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Prasarana tanah 554.363.690 - 554.363.690 Land infrastructure
Bangunan 2.005.212.885 50.885.000 - 2.056.097.885 Building
Machinery and
Mesin dan peralatan 2.286.413.203 389.326.400 - 2.675.739.603 equipment
Kendaraan 1.141.899.750 32.000.000 - 1.173.899.750 Vehicle
Perabot dan perlengkapan 242.725.930 10.810.948 - 253.536.878 Furniture and fixture
Jumlah 6.230.615.458 483.022.348 - 6.713.637.806 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Prasarana tanah 5.732.497 1.218.185 - 6.950.682 Land infrastructure
Bangunan 1.040.845.985 126.876.485 - 1.167.722.470 Building
Machinery and
Mesin dan peralatan 1.526.060.370 287.663.245 - 1.813.723.615 equipment
Kendaraan 154.676.955 143.737.469 - 298.414.424 Vehicle
Perabot dan perlengkapan 190.626.922 26.599.165 - 217.226.087 Furniture and fixture

Jumlah 2.917.942.729 586.094.549 - 3.504.037.278 Total


Nilai Buku Bersih 3.312.672.729 3.209.600.528 Net Book Value

2014
Saldo Awal /
Beginning Penambahan / Pengurangan / Saldo Akhir /
Balance Additions Deductions Ending Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Prasarana tanah 554.363.690 - - 554.363.690 Land infrastructure
Bangunan 1.976.590.385 28.622.500 - 2.005.212.885 Building
Machinery and
Mesin dan peralatan 2.036.608.053 249.805.150 - 2.286.413.203 equipment
Kendaraan 602.730.000 539.169.750 - 1.141.899.750 Vehicle
Perabot dan perlengkapan 228.750.930 13.975.000 - 242.725.930 Furniture and fixture
Jumlah 5.399.043.058 831.572.400 - 6.230.615.458 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Prasarana tanah 4.514.312 1.218.185 - 5.732.497 Land infrastructure
Bangunan 890.755.948 150.090.037 - 1.040.845.985 Building
Machinery and
Mesin dan peralatan 1.226.061.484 299.998.886 - 1.526.060.370 Equipment
Kendaraan 34.404.892 120.272.063 - 154.676.955 Vehicle
Perabot dan perlengkapan 162.471.470 28.155.452 - 190.626.922 Furniture and fixture

Jumlah 2.318.208.106 599.734.623 - 2.917.942.729 Total


Nilai Buku Bersih 3.080.834.952 3.312.672.729 Net Book Value
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal Depreciation for the years ended December 31, 2015
31 Desember 2015 dan 2014, beban penyusutan and 2015, which entirely charged to factory overhead
masing-masing sebesar Rp 586.094.549 dan amounted to Rp 586,094,549 and Rp 599,734,623
Rp 599.734.623 dibebankan pada beban pabrikasi respectively (see Note 17).
(lihat Catatan 17).

Rincian perolehan aset tetap untuk tahun yang The details of the acquisition of fixed assets for the
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 years ended December 31, 2015 and 2014 are as
dan 2014 adalah sebagai berikut: follows:
8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

2015 2014
Pembayaran kas 369.202.348 414.972.400 Cash payment
Penambahan melalui utang Additions through
angsuran 113.820.000 416.600.000 installment payable
Jumlah 483.022.348 831.572.400 Total
Kendaraan yang dibiayai melalui utang angsuran As of December 31, 2015 vehicle financed are
pada tanggal 31 Desember 2015 dijadikan sebagai pledged as collateral for installment payables by the
jaminan untuk utang angsuran oleh Perusahaan (lihat Company (see Note 11).
Catatan 11).

Manajemen berpendapat bahwa jumlah tercatat dari Management believes that the carrying amount of
seluruh aset tetap Perusahaan dapat dipulihkan, fixed assets of the Company can be recovered,
sehingga tidak diperlukan adanya penurunan nilai accordingly no provision for impairment in value on
atas aset tetap tersebut. fixed assets were provided.

9. UTANG USAHA 9. TRADE PAYABLES

Rincian utang usaha adalah sebagai berikut: The details of trade payables are as follows:

2015 2014
Pihak ketiga 213.753.305 186.810.389 Third parties
Pihak berelasi (lihat Catatan 21) 26.006.242.383 25.324.447.040 Related parties (see Note 21)
Jumlah 26.219.995.688 25.511.257.429 Total

10. PERPAJAKAN 10. TAXATIONS

a. Utang Pajak a. Taxes Payable

2015 2014
Pajak Penghasilan Income taxes
Pasal 4 ayat (2) 21.419.231 10.578.284 Article 4 (2)
Pasal 21 8.347.137 8.029.279 Article 21
Pasal 23 300 113.600 Article 23
Pasal 29 884.234.500 - Article 29
Pajak Pertambahan Nilai 706.151 37.845 Value Added Tax
Jumlah 914.707.319 18.759.008 Total

b. Pajak Penghasilan Badan b. Corporate Income Taxes


Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Reconciliation between income before income
penghasilan menurut laba rugi serta akumulasi tax, as shown in profit or loss and accumulated
rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada fiscal losses for the years ended December 31,
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah 2015 and 2014 are as follows:
sebagai berikut:

2015 2014
Laba sebelum pajak
penghasilan menurut Income before income tax
laba rugi 4.276.329.673 580.813.578 per profit or loss
Perbedaan temporer: Temporary differences:
Imbalan kerja karyawan 207.112.822 96.247.348 Employees benefits
Penyusutan (4.089.871) (4.109.600) Depreciation
Perbedaan permanen: Permanent differences:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan 264.520.720 270.213.805 Non-deductible expenses
Penghasilan bunga (3.806.096) (3.864.233) Interest income
10. PERPAJAKAN (lanjutan) 10. TAXATIONS (continued)
b. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan) b. Corporate Income Taxes (continued)

2015 2014
Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income
- tahun berjalan 4.740.067.248 939.300.898 - current year
Akumulasi rugi fiskal Accumulated fiscal losses at
awal tahun - (2.818.854.444) beginning of the year
Rugi fiskal yang tidak Fiscal loss which is unable
dapat dikompensasi (1.170.701.238) - to compensate
Taksiran pajak penghasilan Estimated taxable income
(akumulasi rugi fiskal) (accumulated of fiscal
akhir tahun 3.569.366.010 (1.879.553.546) losses) end of the year
Beban pajak penghasilan
kini berdasarkan pada Income tax expense
rugi 892.341.502 - current
Dikurangi pajak penghasilan Less prepaid
di muka (8.107.000) - income taxes
Utang pajak penghasilan 884.234.500 - Income tax payable

c. Pajak Tangguhan c. Deferred Tax


Rincian aset pajak penghasilan tangguhan The details of deferred income tax assets as are
sebagai berikut: follows:
Manfaat Pajak
2015 Penghasilan Tangguhan
Yang Dibebankan Pada
Pendapatan
Manfaat (Beban) Pajak
Komprehensif Lainnya /
Penghasilan Tangguhan
Deferred Income Tax Saldo
Yang Dibebankan Pada
Expenses Charged to Akhir /
Laba Rugi / Deferred
Other Comprehensive Ending
Saldo Awal / Income Tax Benefit
Beginning (Expense) Charged to

Balance Profit or Loss Income Balance

Penyusutan (29.335.508 ) (1.022.467 ) - (30.357.975 ) Depreciation


Liabilitas Post-employment
imbalan benefits
pasca kerja 114.971.691 51.778.205 192.357.179 359.107.075 obligation
Rugi fiskal 469.888.387 (177.213.077) - 292.675.310 Fiscal loss
Aset pajak
tangguhan - Deferred tax
Bersih 555.524.570 (126.457.339 ) 192.357.179 621.424.410 asset - net

2014
Manfaat Pajak
Penghasilan Tangguhan
Manfaat (Beban) Pajak Yang Dibebankan Pada
Penghasilan Tangguhan Pendapatan
Yang Dibebankan Pada Komprehensif Lainnya /
Laba Rugi / Deferred Deferred Income Tax Saldo
Saldo Awal / Income Tax Benefit Expenses Charged to Akhir /
Beginning (Expense) Charged to Other Comprehensive Ending
Balance Profit or Loss Income Balance

Penyusutan (28.308.109 ) (1.027.399 ) - (29.335.508 ) Depreciation


Liabilitas Post-employment
imbalan benefits
pasca kerja 38.148.659 24.061.837 52.761.195 114.971.691 obligation
Rugi fiskal 704.713.611 (234.825.224 ) - 469.888.387 Fiscal loss
Aset pajak
tangguhan - Deferred tax
Bersih 714.554.161 (211.790.786 ) 52.761.195 555.524.570 asset - net
10. PERPAJAKAN (lanjutan) 10. TAXATIONS (continued)

c. Pajak Tangguhan (lanjutan) c. Deferred Tax (continued)


Aset dan liabilitas pajak tangguhan disesuaikan Deferred tax asset and liability will be adjusted
dengan tarif pajak yang berlaku pada periode with accepted tax rate at period when asset
ketika aset direalisasikan dan liabilitas realized and liability settled based on applied tax
diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang akan rate.
ditetapkan.

Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa The management of the Company believes that
aset pajak tangguhan di atas dapat terpulihkan di the above deferred tax assets are recoverable in
masa yang akan datang. the future.

11. UTANG ANGSURAN 11. INSTALLMENT PAYABLE

Rincian utang angsuran adalah sebagai berikut: The details of installment payable are as follows:

2015 2014
PT Dipo Star Finance - 50.799.467 PT Dipo Star Finance
PT Bank Jasa Jakarta 35.492.208 91.294.948 PT Bank Jasa Jakarta
Jumlah 35.492.208 142.094.415 Total
Bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 35.492.208 106.602.207 Less current maturities
Bagian jangka panjang - 35.492.208 Long-term portion
Utang tersebut dijamin dengan aset yang dibiayai These payables are secured by assets purchased
(lihat Catatan 8). (see Note 8).

12. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 12. ACCRUED EXPENSES


Rincian beban masih harus dibayar adalah sebagai The details of accrued expenses are as follows:
berikut:

2015 2014
Listrik dan air 54.226.227 46.822.869 Electricity and water
Jamsostek 20.430.390 18.226.112 Workers social security scheme
Lain-lain 452.045.945 391.373.304 Others
Jumlah 526.702.562 456.422.285 Total

13. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS PASCA 13. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATION


IMBALAN KERJA
As of December 31, 2015 and 2014, the Company
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, accrued post-employment benefit obligation using the
Perusahaan mencatat liabilitas atas imbalan pasca Projected Unit Credit method based on internal
kerja karyawan menggunakan metode Projected calculation of management. The changes in the
Unit Credit melalui perhitungan internal manajemen. estimated liabilities for employees benefit are as
Perubahan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja follows:
karyawan adalah sebagai berikut:

2015 2014
Usia pensiun Tingkat : 55 tahun / 55 years 55 tahun / 55 years : Pension age
diskonto Tingkat : 9,19% per tahun / 9.19% per year 8,51% per tahun / 8,51% per year : Discount rates
kenaikan gaji : 8% 8% : Annual increase of salary
13. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) 13. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATION
(continued)
Perubahan pada liabilitas imbalan pasca kerja adalah The changes in the post-employment benefit
sebagai berikut: obligation are as follows:

2015 2014
Saldo awal 459.886.765 152.594.636 Beginning balance
Biaya jasa kini 168.042.682 96.672.334 Current service cost
Biaya bunga 39.070.140 12.719.014 Interest cost
Pembayaran manfaat - (13.144.000) Benefit paid
Pengukuran kembali kerugian Remeasurement actuarial
aktuarial 769.428.715 211.044.781 loss
Saldo akhir 1.436.428.302 459.886.765 Ending balance
Rekonsiliasi beban imbalan kerja karyawan adalah The details of employees benefits expense are as
sebagai berikut: follows:

2015 2014
Biaya jasa 168.042.682 96.672.334 Beginning balance
Biaya bunga 39.070.140 12.719.014 Current service cost
Beban yang diakui dalam Expense recognized in profit
Laba rugi (lihat Catatan 19) 207.112.822 109.391.348 or loss (see Note 19)
Pengukuran kembali kerugian Remeasurement actuarial
aktuarial 769.428.715 211.044.781 loss
Jumlah 976.541.537 320.436.129 Total

14. MODAL SAHAM 14. SHARE CAPITAL


Susunan pemegang saham Perusahaan pada The Companys shareholders composition as of
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai December 31, 2015 and 2014 are as follows:
berikut:

Persentase
Kepemilikan /
Jumlah Saham / Percentage of
Pemegang Saham / Shareholders Number of Shares Ownership Jumlah / Total
PT Leong Ayamsatu Primadona 70.000 70 % 639.100.000
Teoh Choon Khee 30.000 30 % 273.900.000
Jumlah / Total 100.000 100% 913.000.000

15. PENJUALAN BERSIH 15. NET SALES

Rincian penjualan adalah sebagai berikut: The details of sales are as follows:
2015 2014
Itik olahan 18.117.524.175 23.837.213.909 Processed ducks
Pakan ternak dan obat 14.952.102.000 19.087.820.000 Feed and medicine
Anak itik usia sehari 13.285.018.700 8.014.002.224 Daily old duck
Lain-lain 2.576.671.109 8.776.045.732 Others
Jumlah 48.931.315.984 59.715.081.865 Total
16. COST OF GOODS SOLD
16. BEBAN POKOK PENJUALAN
The details of cost of goods sold are as follows:
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai
berikut:

2015 2014
Persediaan awal bahan baku 145.943.653 74.665.021 Beginning balance of raw materials
Pembelian 41.105.114.029 49.560.140.207 Purchasing
Persediaan akhir bahan Ending balance of raw
baku (lihat Catatan 6) (127.856.621) (145.943.653) materials (see Note 6)
Pemakaian bahan baku 41.123.201.061 49.488.861.575 Raw materials used
Beban pabrikasi (lihat Catatan 17) 2.934.214.930 2.704.728.794 Factory overhead (see Note 17)
Upah buruh langsung 1.754.711.266 1.636.287.978 Direct labor
Beban deplesi dan itik afkir Depletion and unproductive
(lihat Catatan 7) 2.195.395.197 1.425.709.261 duck (see Note 7)
Jumlah biaya produksi 48.007.522.454 55.255.587.608 Total manufactured cost
Barang jadi: Finished goods:
Awal tahun 8.503.157.812 9.939.976.869 Beginning of the year
Akhir tahun (lihat Catatan 6) (14.333.594.600) (8.445.557.812) End of year (see Note 6)
Jumlah 42.177.085.666 56.750.006.665 Total

17. BEBAN PABRIKASI 17. FACTORY OVERHEAD


Rincian beban pabrikasi adalah sebagai berikut: The details of factory overhead are as follows:

2015 2014
Sewa 2.238.423.384 2.489.608.279 Rental
Penyusutan (lihat Catatan 8) 586.094.549 599.734.623 Depreciaton (see Note 8)
Listrik dan air 730.701.823 601.890.993 Electricity and water
Biaya pabrik 438.670.152 492.735.990 Factory overhead
Pengepakan 405.618.979 307.333.375 Packaging
Perbaikan dan pemeliharaan 260.540.680 185.590.420 Repairs and maintenance
Bahan bakar 72.228.348 65.042.484 Fuel
Transportasi dan perjalanan dinas 18.908.096 12.953.210 Transportation and travelling
Perizinan 68.377.891 53.192.684 License
Perlengkapan kantor 11.038.600 6.652.700 Office supplies
Telepon dan pos 8.002.757 7.914.294 Telephone and postage
Lain-lain (masing-masing di bawah Other (each belows
Rp 10.000.000) 54.116.030 40.883.376 Rp 10,000,000)
Kapitalisasi beban ke hewan ternak
produksi umur pendek (1.958.506.359) (2.158.803.634) Capitalization to breeding flocks
Jumlah 2.934.214.930 2.704.728.794 Total
18. BEBAN PENJUALAN 18. SELLING EXPENSES
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: The details of selling expenses are as follows:
2015 2014
Transportasi 219.876.075 225.250.728 Transportation
Perbaikan dan pemeliharaan 32.509.100 32.617.675 Repairs and maintenance
Telepon dan pos 5.633.000 5.909.260 Telephone and postage
Gaji 181.373.718 184.795.515 Salaries
Sewa 9.810.000 45.836.000 Rental
Lain-lain 51.335.131 168.851.968 Others

Jumlah 500.537.024 663.261.146 Total


19. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
19. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
The details of general and administrative expenses
Rincian beban umum dan adminitrasi adalah sebagai are as follows:
berikut:

2015 2014
Gaji 1.531.171.311 1.532.305.202 Salary
Imbalan kerja (lihat Catatan 13) 207.112.822 109.391.348 Employees benefits (see Note 13)
Perizinan 127.329.563 138.584.108 License
Asuransi 54.018.895 33.136.483 Insurance
Transportasi 59.829.174 31.504.983 Transportation
Jasa profesional 35.420.000 4.216.000 Professional fees
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (each belows
Rp 10.000.000) 27.699.556 21.253.440 Rp 10,000,000)
Jumlah 2.042.581.321 1.870.391.564 Total

20. PENDAPATAN USAHA LAINNYA - BERSIH 20. OTHER OPERATING INCOME - NET

Rincian pendapatan usaha lain-lain adalah sebagai The details of other operating income are as follows:
berikut:

2015 2014
Rugi selisih kurs - bersih (712.605) - Loss on foreign exchange - net
Lain-lain bersih 80.768.511 161.280.370 Others - net
Jumlah 80.055.906 161.280.370 Total

21. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG 21. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
BERELASI

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan In the normal course of business, the Company
transaksi dengan pihak berelasi, terutama penjualan, engage in transactions with related parties, primarily
pembelian dan transaksi keuangan lainnya. consisting of sales, purchases and other financial
transactions.

Sifat hubungan antara Perusahaan dengan pihak Nature of relationship between the Company with
pihak yang berelasi adalah: related parties consists of:

- PT Leong Ayamsatu Primadona (Pemegang - PT Leong Ayamsatu Primadona (Shareholder)


Saham)
- PT Malindo Feedmill Tbk (Ultimate Shareholder) - PT Malindo Feedmill Tbk (Ultimate Shareholder)
- PT Malindo Food Delight (Kesamaan Pemilikan) - PT Malindo Food Delight (Similar Ownership)
- PT Sehat Cerah Indonesia (Kesamaan - PT Sehat Cerah Indonesia (Similar Ownership)
Pemilikan)

2015 2014
Utang usaha pihak berelasi Trade payable related parties
PT Malindo Feedmill Tbk 24.146.561.710 21. 23.462.664.767
TRANSACTIONS WITH RELATED
PT Malindo PARTIES
Feedmill Tbk
21. TRANSAKSI DENGAN
PT Sehat Cerah IndonesiaPIHAK-PIHAK YANG 8.358.400 (continued)
10.460.000 PT Sehat Cerah Indonesia
BERELASI (lanjutan)
PT Malindo Food Delight 72.727.273 72.727.273 PT Malindo Food Delight
PT Leong Ayamsatu PT Leong Ayamsatu
Primadona 1.778.595.000 1.778.595.000 Primadona
Piutang dari pihak berelasi Perusahaan merupakan Due from related party of the Company consist of
Jumlah
pinjaman untuk keperluan operasional PT26Malindo
.006.242.383 25loan
.324.to
44PT
7.04Malindo
0 Total
Food Delight for its operational
Food Delight. activities.
Utang usaha Perusahaan kepada PT Malindo The Company's trade payables to PT Malindo
Feedmill Tbk sehubungan dengan pembelian pakan Feedmill Tbk related to purchase of feedmill.
makanan.

Utang pihak berelasi merupakan uang muka untuk Due to related party consists of advance payment for
keperluan operasional dan modal kerja, yang tidak operating expenses and working capital, which is has
dikenakan bunga, jaminan dan jangka waktu no interest, no collateral and no definite repayment
pembayaran yang pasti. schedule.

22. INSTRUMEN KEUANGAN 22. FINANCIAL INSTRUMENTS


Kecuali untuk uang jaminan, utang angsuran dan Except security deposit, installment payable and due
utang pihak berelasi, manajemen to related parties, the management considers that the
mempertimbangkan bahwa jumlah tercatat aset dan carrying amounts of the financial assets and financial
liabilitas keuangan yang diakui pada laporan posisi liabilities recognized in the statement of financial
keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh position approximate their fair values due to short-
tempo jangka singkat atas instrumen keuangan term maturities of these financial instruments.
tersebut.

Nilai wajar dari utang angsuran berdasarkan diskonto Fair value of installment payables is based on
arus kas masa depan yang disesuaikan untuk discounted future cash flows adjusted to reflect
mencerminkan risiko kredit Perusahaan dengan Companys credit risk using current market rates for
menggunakan harga pasar sekarang untuk instrumen similar instruments.
yang serupa.

Manajemen tidak dapat mengestimasikan arus kas Management cannot estimate the future cash flows
masa depan dari piutang dan utang pihak berelasi for due from and due to related parties, therefore the
dan uang jaminan karena nilai wajarnya tidak dapat fair value of due from and due to related parties and
diukur secara andal, sehingga diukur berdasarkan security deposit cannot be reliably measured and
biaya perolehannya. consequently, these are measured at cost.

Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan dan The Company have no financial assets and financial
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar pada liabilities which are measured at fair value as at
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. December 31, 2015 and 2014.

23. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 23. POLICY AND FINANCIAL RISK MANAGEMENT
KEUANGAN OBJECTIVES

Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan The main risks arising from financial instruments are
Perusahaan adalah, risiko mata uang, risiko kredit currency risk, credit risk and liquidity risk. Managing
dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk mengelola this risk has significantly increased by considering the
risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan changes in volatility financial markets both in
mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar Indonesia and international. The management
keuangan baik di Indonesia maupun internasional. reviews and approves policies for managing risks as
Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui summarized below:
kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang
dirangkum di bawah ini:

a. Risiko Mata Uang a. Currency Risk


Risiko mata uang adalah risiko di mana nilai Currency risk is the risk that the fair value or
wajar atau arus kas masa datang dari suatu future cash flows of a financial instrument will
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat fluctuate due to changes in foreign currency
perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur exchange rates. Exposure of the Company on
Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar exchange rate fluctuations mainly derived from
terutama berasal dari utang usaha. trade payables.
23. POLICY AND FINANCIAL RISK MANAGEMENT
23. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO OBJECTIVES (continued)
KEUANGAN (lanjutan)

b. Risiko Kredit kredit yang diberikan kepada pelanggan.


Perusahaan melakukan hubungan usaha
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu hanya dengan pihak yang diakui dan
pihak atas instrumen keuangan akan gagal kredibel.
memenuhi kewajibannya dan menyebabkan
pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko
kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari
b. Credit Risk Company were derived from credits granted to
the customers. The Company conductsits
Credit risk is the risk where one of the parties on a business only with recognized and creditworthy
financial instrument will fail to meet its obligations, third parties.
leading to a financial loss. Credit risk faced by the

Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua It is the Company policy that all costumers who
pelanggan yang akan melakukan perdagangan wish to trade on credit terms are subject to credit
secara kredit harus melalui prosedur verifikasi verification procedures. In addition, receivable
kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang balance are monitored on an ongoing basis with
dipantau secara terus menerus untuk the objective that the Companys exposure to
mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. bad debts is not significant.

Kas dan bank ditempatkan di lembaga keuangan Cash on hand and in banks are placed with
yang memiliki aturan dan reputasi baik. financial institutions which are regulated and
reputable.

Pemaparan maksimal untuk risiko kredit diwakili The maximum exposure to credit risk is
oleh jumlah tercatat setiap jenis aset keuangan represented by carrying amount of each class of
dalam laporan posisi keuangan. financial assets in the statement of financial
position.

c. Risiko Likuiditas c. Liquidity Risk

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat Liquidity risk is the risk that the Company will
Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam encounter difficulty in meeting financial
memenuhi liabilitas keuangan karena obligations due to shortage of funds.
kekurangan dana.

Pemaparan Perusahaan terhadap risiko likuiditas The Companys exposure to liquidity risk arises
pada umumnya timbul dari ketidakcocokan jatuh primarily from mismatches of the maturities of
tempo aset keuangan dan liabilitas. financial assets and liabilities.

Perusahaan memantau likuiditas mereka dengan The Company monitors their liquidity needs by
memonitor jadwal pembayaran utang untuk closely monitoring schedule debt servicing
liabilitas keuangan, terutama utang usaha bank payments for financial liabilities, particularly the
dan pengeluaran kas operasional sehari-hari trade payable and their cash outflows due to day-
mereka. Manajemen juga terus menilai kondisi di to-day operations. Managements also
pasar keuangan peluang untuk memperoleh continuously assesses conditions in the financial
sumber pendanaan yang optimal. markets for opportunities to obtain optimal
funding sources.

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo The table below summarizes the maturity profile
liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan of the Company financial liabilities based on
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan contractual undiscounted payments as of
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. December 31, 2015 and 2014.
23. POLICY AND FINANCIAL RISK MANAGEMENT
23. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN OBJECTIVES (continued)
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

c. Risiko Likuiditas (lanjutan) c. Liquidity Risk (continued)

2015
Kurang Dari 1 Lebih dari Biaya
Tahun / 2 Tahun / Transaksi /
Less Than 1 1 2 Tahun / More Than Transaction Jumlah /
Year 1 2 years 2 Years Cost Total
Utang usaha Trade payables
Pihak ketiga 213.753.305 - - - 213.753.305 Third parties
Pihak berelasi 26.006.242.383 - - - 26.006.242.383 Related parties
Utang lain-lain 756.767.650 - - - 756.767.650 Other payables
Beban masih
harus dibayar 526.702.562 - - - 526.702.562 Accrued expenses
Utang angsuran 35.492.208 - - - 35.492.208 Installment payable

Jumlah 27.538.958.108 - - - 27.538.958.108 Total


2014
Kurang Dari 1 Lebih dari Biaya
Tahun / 2 Tahun / Transaksi /
Less Than 1 1 2 Tahun / More Than Transaction Jumlah /
Year 1 2 years 2 Years Cost Total
Utang usaha Trade payables
Pihak ketiga 186.810.389 - - - 186.810.389 Third parties
Pihak berelasi 25.324.447.040 - - - 25.324.447.040 Related parties
Utang lain-lain 593.087.192 - - - 593.087.192 Other payables
Beban masih
harus dibayar 456.422.285 - - - 456.422.285 Accrued expenses
Utang angsuran 106.602.207 35.492.208 - - 142.094.415 Installment payable
Utang pihak Due to related
berelasi 2.606.838.538 - - - 2.606.838.538 parties

Jumlah 29.274.207.651 35.492.208 - - 29.309.699.859 Total

24. KELANGSUNGAN USAHA 24. GOING CONCERN


Perusahaan mengalami defisiensi modal sebesar The Company has capital deficiency of
Rp 5.418.059.640 dan Rp 8.098.518.682 masing- Rp 5,418,059,640 and Rp 8,098,518,682 as at
masing pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. December 31, 2015 and 2014, respectively. In order
Dalam rangka mengatasi defisiensi modal dan to overcome the capital deficiency and improve
meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun yang performance in the coming year, the Company tries
akan datang, maka Perusahaan berusaha untuk to carry out efforts are as follows:
melaksanakan upaya-upaya sebagai berikut:
- Establish partnerships with local farmers so that
- Menjalin kemitraan dengan peternak lokal they can open up business opportunities in sales
sehingga dapat membuka peluang usaha dalam of seed of Day-Old Ducks (DOD), feed and
penjualan bibit Day-Old Ducks (DOD), pakan medicines.
dan obat-obatan. - Aggressive and sustained marketing activities
- Kegiatan pemasaran dilakukan secara agresif
dan berkelanjutan - Reinforcement of the sales team
- Penguatan tim penjualan

Pada tanggal 23 Maret 2016, PT Malindo Feedmill On March 23, 2016, PT Malindo Feedmill Tbk
Tbk (Ultimate Shareholder), telah mengkonfirmasi (Ultimate Shareholder) has confirmed that it will
bahwa akan terus memberikan dukungan keuangan provide continuing financial support to the Company
untuk melanjutkan kelangsungan usaha Perusahaan. to enable it to continue as a going concern.

Manajemen berkeyakinan bahwa rencana tersebut The management of the Company believes that
dapat dilaksanakan secara efektif. the plan can be implemented effectively.
25. ISSUANCE OF NEW AND REVISED FINANCIAL
25. PENERBITAN STANDAR AKUNTANSI BARU DAN ACCOUNTING STANDARDS
REVISI

DSAK-IAI telah menerbitkan beberapa standar akuntansi DSAK-IAI has issued the following new or revised
keuangan baru ataupun revisi yang akan berlaku efektif financial accounting standards which will be
atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang applicable to financial statements with annual periods
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015 sebagai beginning on or after January 1, 2015:
berikut:

1 Januari 2016 January 1, 2016

- Laporan Keuangan Tersendiri : Amandemen : - Equity Method in Separate Financial


tentang Metode Ekuitas dalam PSAK No. 4 Statements
Laporan Keuangan Tersendiri

- Investasi Pada Entitas Asosiasi dan : : - Investment in Associates and Joint


Ventura Bersama tentang Entitas Amandemen Ventures of Investment Entities: Applying
Investasi: Penerapan Pengecualian PSAK No. 15 the Consolidation Exception
Konsolidasi

- Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode Amandemen - Fixed Assets on Clarification of Acceptable
yang Diterima untuk Penyusutan dan : PSAK No. 16 : Methods of Depreciation and Amortization
Amortisasi
- Aset Tak Berwujud tentang Klarifikasi : Amandemen : - Intangible Assets on Clarification of
Metode yang Diterima untuk PSAK No. 19 Acceptable Methods of Depreciation and
Penyusutan dan Amortisasi Amortization
- Aset Tak Berwujud : PSAK No. 19 : - Intangible Assets
- Imbalan Kerja tentang Program (Penyesuaian / :
Amandemen - Defined Benefit Plans: Employee
Imbalan Pasti: Iuran Pekerja : Improvement
PSAK No. 242015) Contributions

- Kombinasi Keuangan
Laporan Bisnis Konsolidasian : PSAK No. 22 :
Amandemen - : Consolidated
- Business Combinations
Financial Statements of
tentang Entitas Investasi: Penerapan (Penyesuaian
PSAK No. 65 / Investment Entities: Applying in the
Pengecualian Konsolidasi Improvement 2015) Consolidation Exception

- Kebijakan
Pengaturan Akuntansi,
Bersama Perubahan
tentang : PSAK No. 25 :
Amandemen - Accounting
- Accounting Policies, of
for Acquisitions Changes
Interests in
in
Estimasi Akuntansi
Akuntansi dan Kesalahan
Akuisisi Kepentingan dalam (Penyesuaian
PSAK No. 66 / JointAccounting
OperationsEstimates and Errors
Operasi Bersama Improvement 2015)

- Pengungkapan Kepentingan Dalam : Amandemen : - Disclosure of Interest in Other Entities of


Entitas Lain tentang Entitas Investasi: PSAK No. 67 Investment Entities: Applying in the
Penerapan Pengecualian Konsolidasi Consolidation Exception

- Pungutan : ISAK No. 30 : - Levies

- Segmen Operasi : PSAK No. 5 : - Operating Segment


(Penyesuaian /
Improvement
2015)
- Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi : : - Related Party Disclosures
PSAK No. 7
(Penyesuaian /
Improvement
2015)
- Properti Investasi : : - Investment Property
PSAK No. 13
(Penyesuaian /
Improvement
- Aset Tetap 2015) : - Fixed Assets
:
PSAK No. 16
(Penyesuaian /
Improvement
2015)
25. ISSUANCE OF NEW AND REVISED FINANCIAL
25. PENERBITAN STANDAR AKUNTANSI BARU DAN ACCOUNTING STANDARDS (continued)
REVISI (lanjutan)

- Pembayaran Berbasis Saham PSAK No. 53 : - Share-Based Payment


: (Penyesuaian /
- Pengukuran Nilai Wajar Improvement 2015)
: - Fair Value Measurement
: PSAK No. 68
(Penyesuaian /
Improvement 2015)

1 Januari 2017 January 1, 2017

- Penyajian Laporan Keuangan tentang : Amandemen PSAK : - Presentation of Financial Statements


Prakarsa Pengungkapan No. 1 on Disclosure Initiative
- Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK - Interpretation on Scope of PSAK No.
13: Properti Investasi : ISAK No. 31 : 13: Investment Property

1 Januari 2018 January 1, 2018

- Aset Tetap: Agrikultur : Amandemen PSAK No. 16 : - Fixed Assets: Agriculture Bearer
Tanaman Produktif Plants

- Agrikultur : PSAK No. 69 : - Agriculture

Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari The Company is still evaluating the effects of those
amandemen dan penyesuaian pernyataan standar new and amendments and improvements to the
akuntansi keuangan baru dan interpretasi standar statements of financial accounting standards and new
akuntansi keuangan baru di atas dan belum dapat interpretation of financial accounting standards and
menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal have not yet determined the related effects on the
tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements.
secara keseluruhan.