Anda di halaman 1dari 3

Hebefrenik (afek tidak tepat, berpikir tidak terorganisir dan perilaku regresif)

3. Pasif dan aktif ambivalent

Fragmentasi biasanya mengikuti hancurnya kontrol yang sebelumnya digunakan untuk


menahan konflik yang direpres. Tidak mampu menahan kekuatan yang memecah belah,
pasien ini hancur, tenggelam dalam lautan gelombang kenangan dan perasaan bertentangan
yang sekarang dimunculkan dalam banjir verbalisasi kacau serta emosi dan tindakan yang
aneh. Dalam kasus mereka, stereotip sikap dan tingkah laku menyeringai sering menandakan
upaya lemah untuk menahan impuls atau untuk meredam kebingungan dan
ketidakharmonisan yang mereka rasakan.

Manik Depresif : tipe depresif (perasaan depresi berat, mental dan penghambatan
motorik, dapat berkembang menjadi stupor)

Mengalami perasaan yang mendalam, mengkontraskan secara nyata dengan kerataan


emosional tanpa ekspresi; kesuraman dan kekesalan mendalam jelas disampaikan saat ia
duduk (merosot) dengan alis berkerut, tubuh membungkuk dan kepala berpaling ke bawah
dan jauh dari tatapan orang lain, yang dipegang di tangannya seperti beban yang
memberatkan.

Pasien depresif mengalami penurunan berat badan dan terlihat kuyu dan kekeringan.
Kebiasaan malam hari, mereka mengikuti pola karakteristik terbangun setelah dua atau tiga
jam tidur, berubah gelisah, memiliki pikiran tertindas (tertekan) dan mengalami ketakutan
yang meningkat dari hari yang baru. Mereka melaporkan adanya ketakutan samar pada
bencana yang akan datang, menyuarakan perasaan tidak berdaya, rasa bersalah menyebar atas
kegagalan di masa lalu dan kepasrahan atas nasib dan tanpa harapan. Yang perlu dicatat
depresif paling sering terjadi pada kepribadian pasif dependent.

1. Pasif dependen
Pasif dependent sangat rentan terhadap gangguan ini; aktif dependen hanya sedikit
kurang rentan. Kedua pola memanifestasikan gejala ini dengan respon yang pada
dasarnya sama dalam dalam menanggapi pemicu, terutama kehilangan atau
kehilangan yang diantisipasi dari sumber penting dependen rasa aman mereka seperti
kematian orang tua atau kehilangan pekerjaan yang tetap. Depresi mereka seringkali
merupakan respon yang logis tapi terlalu ekstrim untuk merespon peristiwa nyata atau
berpotensi mengancam. Dalamnya respon dan sifat untuk menyerah pada kekesalan
mendalam, bahkan sebelum kesulitan muncul, jelas menunjukkan adanya kerentanan
kepribadian yang tidak biasa.
Terlepas dari keaslian mood depresi, kepribadian dependen tidak mengorbankan
tujuan coping mereka dalam keadaan teratur. Mereka menampilkan penyesalan dan
gravitasi dalam suasana hati mereka untuk mencari perhatian, dukungan dan
pemeliharaan dari orang lain. Selain itu, coping aims mereka memungkinkan mereka
untuk menghindari tanggung jawab yang tak tertahankan dan memberi mereka
kenyamanan dan keamanan dari dependen yang cacat.
2. Pasif dan aktif ambivalen
Tidak tahan dengan beberapa frekuensi depresi, lebih khas, mereka bersandar ke arah
bentuk ekspresi depresi gelisah. Dalam bentuk retardasi, ambivalent telah berhasil
mendapatkan ukuran kontrol atas konflik batin mereka dan impuls bermusuhan. Ini
mereka lakukan dengan memutar perasaan mereka ke dalam, yaitu dengan mengambil
kebencian mereka atas diri mereka sendiri (menyalahkan diri sendiri). Jadi, mereka
bertahan dalam menyuarakan rasa bersalah dan penghinaan diri untuk kegagalan
mereka, tindakan antisosial, perasaan dan pikiran merendahkan. Pada gangguan
depresi mereka menghukum diri, dengan berhasil menyembunyikan impuls
bertentangan mereka yang sebenarnya, mencari penebusan dan meminta
pengampunan untuk perilaku masa lalu mereka dan kecenderungan bawah sadar yang
dilarang. Selain itu, sakitnya mereka membutuhkan dukungan dan pengasuhan dari
orang lain. Dengan cara yang lebih halus juga berfungsi sebagai sarana untuk
melampiaskan kebencian licik dan kemarahan tersembunyi. Kondisi mereka tak
berdaya dan protes mereka dengan menghina diri sendiri membuat orang lain merasa
bersalah dan membebani orang lain dengan tanggung jawab dan kesengsaraan yang
ekstra.

Manik Depresif : tipe manic (kegembiraan yang berlebihan, banyak bicara dan larinya
ide)

Ada kegembiraan, energi penuh semangat dan suasana hati riang. Selanjutnya, ide
mereka dan hiperaktifnya, cenderung dihubungkan bukan pada kenyataan. Memiliki logika
yang dapat dimengerti dan diwarnai oleh suasana hati yang konsisten, keramahan dan
pengertian yang membangkitkan perasaan simpati dan niat baik dari pihak lain. Euforia
cenderung, meskipun sebentar, dapat mempengaruhi orang lain dengan keramahan mereka
dan optimisme yang menggebu. Banyak yang sangat pintar dan cerdas, mengumbar
permainan kata dan sajak dan bermain trik lucu dan jahat. Namun, humor dan kenakalan
mereka mulai mambuat yang lain cepat bosan karena terus-menerus dan kualitas humornya
yang semakin irasional dengan sosialisasi yang dipaksa. Pasien ini sering menampilkan
keangkuhan yang menjengkelkan dan sifat ekspansif diri juga.

1. Aktif dependen
Sangat rentan terhadap gangguan ini karena konsisten dengan karakteristik coping
style mereka yang suka berteman. Dihadapkan dengan kecemasan pemisahan parah
atau mengantisipasi penurunan atau hilangnya persetujuan sosial, kepribadian ini
mungkin hanya mengintensifkan strategi kebiasaan mereka hingga mencapai
kesesuaian yang agak dipaksakan dan panik dalam masa euforia kegembiraan.
2. Pasif dependen
3. Pasif independen
4. Aktif dan pasif detach