Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN
Pelayanan hemodialisa harus diselenggarakan secara baik dengan memenuhi
kriteria ketenagaan yang memadai untuk menunjang pelayanan yang menjamin
keselamatan pasien. Pada dasarnya kegiatan hemodialisa harus dilakukan oleh petugas
yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang memadai serta memperoleh
kewenangan untuk melaksanana kegiatan di bidang yang menjadi tugas atau tanggung
jawabnya.
Informasi dan alur pelayanan menggambarkan hubungan kerja melalui garis
kewenangan dan tanggung jawab, komunikasi dan alur kerja dari pelayanan hemodialisa.
Hal ini akan menjamin masing-masing petugas memperoleh pengertian mengenai tugas
dan fungsi yang diharapkan
Hubungan antar pribadi dan antar unit kerja baik antara tenaga hemodialisa dengan
sesamanya, dengan unit kerja lain merupakan mekanisme komunikasi yang harus
berlangsung dengan baik.
Oleh karena itu, disusunlah buku pedoman pengorganisasian unit hemodialisa ini
sebagai acuan bagi staf dan pelaksana di unit hemodialisa, maupun unit terkait lainnya
yang berada di rumah sakit.

2. TUJUAN
3. Tujuan Umum
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rumah sakit.
4. Tujuan Khusus
a. Memudahkan bagi pemberi jasa pelayanan hemodialisa dalam memberikan
pelayanan yang bermutu dan professional.
b. Setiap pemberi jasa pelayanan hemodialisa dapat bekerja berdasarkan visi, misi,
nilai dan tujuan rumah sakit.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah Rumah Sakit Harapan Jayakarta


Pada tahun 1985 Yayasan Sunda Kepala mulai membangun sarana kesehatan di
Jalan Bekasi Timur Raya No. 6 Km.18, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung,
Kotamadya Jakarta Timur. Rumah sakit dibangun pada areal tanah seluas 4400 m2 dengan
luas bangunan 2800 m2. Rumah sakit mulai beroperasi tepatnya pada bulan Februari
1987 dengan nama Rumah Sakit Harapan Mulia yang disahkan dengan Surat Keputusan
Ketua Harapan Mulia Nomor 71/SKEP-KA/VIII/1987.
Pada tanggal 28 Januari 1989, Rumah Sakit Harapan Mulia berganti nama
menjadi Rumah Sakit Harapan Jayakarta. Dan ditahun 1991 izin operasional pertama
rumah sakit didapatkan melalui surat keputusan Menteri Kesehatan Nomor
0693/YANMED/RSKS/PA/SK/VII/91. Nama Rumah Sakit Harapan Jayakarta baru
disahkan kemudian ditahun 2002 melalui Akta Notaris No. 215 oleh Notaris Tadjudin, SH
pada tanggal 13 Agustus 2002 seiring dengan pengesahan peralihan pengelolaan ke PT.
Intitama Sunda Kelapa melalui Akta Notaris Agus Madjid, SH No.54 & 55 tanggal 13
Agustus 2002.
Pada tanggal 24 November 2006 kepemilikan rumah sakit berubah dari Yayasan
Sunda Kelapa menjadi PT. NAWINDO sesuai dengan Akta Notaris Agus Madjid, SH
No.55 Tanggal 24 November 2006. Yang kemudian diikuti dengan keluarnya Surat Izin
Penyelenggaraan Perpanjangan I kepada PT. NAWINDO untuk menyelenggarakan
Rumah Sakit Umum dengan nama Rumah Sakit Harapan Jayakarta pada tahun 2007.
Surat Izin tersebut disahkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.YM.02.04.3.5.2050 tanggal 03 April 2007. Dan di tahun 2012 Rumah Sakit Harapan
Jayakarta mendapatkan Surat Izin Operasional Tetap Perpanjangan II berdasarkan
Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor
3851/2012 tentang Izin Operasional Tetap Perpanjangan Ke II (dua) Rumah Sakit
Harapan Jayakarta.
Pada tahun 2015, Rumah Sakit Harapan Jayakarta berdasarkan Keputusan Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Nomor 783 Tahun 2015 berubah kelas menjadi
rumah sakit kelas C. Dan hingga saat ini Rumah Sakit Harapan Jayakarta masih
memberikan pelayanan terbaiknya di bidang kesehatan.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


B. Sarana Dan Prasarana
Rumah Sakit Harapan Jayakarta berdiri di lokasi yang mudah dijangkau oleh
masyarakat karena terletak di depan jalan raya besar. Lokasi ini mudah dicapai karena
ada beberapa akses jalan maupun transportasi umum yang melewatinya.
Rumah Sakit Harapan Jayakarta dilengkapi dengan areal parkir yang terdiri dari
dua areal yang berbeda, yaitu areal parkir untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda
empat. Kapasitas cakupannya adalah +50 kendaraan roda dua/motor dan 30 kendaraan
roda empa /mobil.
Untuk ketersediaan utilitas publik, Rumah Sakit Harapan Jayakarta menyediakan
sarana air bersih dari air tanah dan PAM, sarana listrik menggunakan PLN dengan jumlah
daya 164 KVA. Sementara untuk pengelolaan kesehatan lingkungan dilengkapi dengan
persyaratan pengendalian dampak lingkungan antara lain studi kelayakan dampak
lingkungan yang ditimbulkan oleh rumah sakit terhadap lingkungan disekitarnya yaitu
berupa implementasi Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UKL-UPL), yang selanjutnya dilaporkan setiap 6 (enam) bulan
(KepmenKLH/08/2006); fasilitas pengelolaan limbah padat infeksius yang bekerjasama
dengan PT. Jalan Hijau dan noninfeksius (sampah domestik); fasilitas pengolahan
limbah cair (Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL); dan fasilitas pengelolaan limbah
cair logam berat atau radioaktif yang juga dikelola oleh PT. Jalan Hijau.
Rumah Sakit Harapan Jayakarta pun telah menjalani uji kebisingan dan asap dan
dinyatakan bahwa bebas dari kebisingan dan asap sehingga dapat memfasilitasi
kebutuhan pasien akan udara bersih dan lingkungan yang tenang.
Rumah Sakit Harapan Jayakarta terdiri dari 2 lantai, yaitu :
1. Lantai 1, terdiri dari : Unit rawat inap (Kelas VVIP, VIP, Kelas I, Kelas II, Kelas III,
Isolasi), Ruang Tindakan, Kamar Bayi dan Ruang Kebidanan, Ruang VK, Ruang
Perinatologi, Penunjang Laboratorium, Penunjang Radiologi, Unit Rawat Jalan (6
ruang), Unit Farmasi, Kamar Operasi, Unit Gawat Darurat (UGD), Unit Hemodialisa,
Unit Rekam Medis, Tempat pendaftaran pasien, Kasir, Unit Gizi, Nurse Station, Ruang
ganti perawat, Gudang Linen, Gudang Oksigen, Lobby Tengah dan Depan, Toilet
Umum dan pasien, Ruang panel listrik, Ruang Pengawas Cleaning Service dan
Mushola.
2. Lantai 2, terdiri dari : Unit Rawat Jalan (1 ruang), Ruang Pertemuan, Ruang Dewan
Pengawas, Ruang Tim ICT, Ruang Tamu, Ruang sekretariat, Ruang Manager SDM-
Umum, Ruang Tim Public Relations, Ruang Kanit Keperawatan, Ruang Manager
Penunjang Medis, Ruang Direktur Utama PT. Nawindo, Ruang Direktur RS Harapan

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


Jayakarta, Gudang Logistik Umum, Ruang UPSRS, Bagian Keuangan, Toilet
karyawan, Dapur/pantry dan Gudang Teknik.

C. Peralatan Kesehatan
Peralatan medis yang tersedia di Rumah Sakit Harapan Jayakarta diantaranya
adalah USG 2D, USG 3D/4D, EKG, Patient Monitor, Defibrilator, Nebulizer, Suction
Pump, Sterilisator, Tens, SWD, Diatermi, Analisasi Kimia Darah, Analisa Hematologi,
Mikroskop, Mesin X-Ray, Ventilator, Incubator, Fototherapi dan peralatan standar medis
lainnya.

D. Produk Pelayanan RS Harapan Jayakarta


Saat ini, produk pelayanan kesehatan yang tersedia di Rumah Sakit Harapan
Jayakarta adalah sebagai berikut:
1. Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam
Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Harapan Jayakarta melayani pasien
selama 24 jam. Pelayanan gawat darurat didukung oleh tenaga medis dengan
sertifikat Advance Trauma Live Saving dan Advance Cardiac Live Saving serta
tenaga perawat dengan sertifikat Basic Live Saving. Unit gawat darurat ditunjang
dengan 2 area tindakan terpisah antara Emergency Surgery dan Emergency Non-
Surgery dengan jumlah tempat tidur sebanyak 5 tempat tidur.
2. Pelayanan Rawat Jalan
Rumah Sakit Harapan Jayakarta menyediakan 10 jenis pelayanan rawat jalan
yang dibuka untuk umum. Pelayanan kunjungan rawat jalan dibuka mulai pukul
06.00 21.00 WIB.
Adapun pelayanan Rawat Jalan terdiri dari:
a) Klinik Umum
b) Klinik Gigi dan Mulut
c) Klinik Spesialis, meliputi: Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anak, Spesialis
Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Bedah, Spesialis Orthopaedi, Spesialis
Paru, Spesialis Saraf, Spesialis Mata.

3. Pelayanan Rawat Inap Umum


Pelayanan rawat inap terdiri dari 55 tempat tidur terdiri dari ruang perawatan
yaitu VVIP 1 tempat tidur, VIP 1 tempat tidur, Kelas I 4 tempat tidur, Kelas II 13
tempat tidur, Kelas III 29 tempat tidur, Isolasi 3 tempat tidur dan perawatan bayi
sakit 4 tempat tidur. Untuk bayi baru lahir diterapkan perawatan gabung, sehingga

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


jumlah tempat tidur adalah 16 tempat tidur sesuai dengan jumlah tempat tidur
perawatan kebidanan.
4. Pelayanan Intensive
Ruang perawatan yang memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien yang
membutuhkan penanganan medis yang intensif dengan jumlah tempat tidur sebanyak
2 tempat tidur.
5. Pelayanan Kamar Bersalin (VK)
Pelayanan dokter ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Bidan yang
berpengalaman yang dilengkapi dengan peralatan untuk menolong persalinan dengan
jumlah tempat tidur sebanyak 1 (satu) tempat tidur.
6. Pelayanan Kamar Operasi (OK)
Apabila terdapat kasus medis yang memerlukan pertolongan pembedahan,
maka dapat dilakukan di kamar operasi yang dilengkapi dengan peralatan dan
ditangani langsung oleh tim medis ahli. Pelayanan kamar operasi terdiri dari 2 kamar.
Kegiatan bedah yang dilayani adalah Bedah Kandungan dan Kebidanan, Bedah
Umum, Bedah Orthopedi dan Mata.
7. Unit Fisioterapi
Unit Fisioterapi melayani pasien dengan kasus-kasus yang memerlukan
pertolongan tenaga fisioterapis guna memulihkan kondisi pasien.
8. Pelayanan Hemodialisa
Ruang untuk melakukan cuci darah bagi pasien dengan kasus-kasus tertentu.
Terdiri dari 10 (sepuluh) tempat tidur.
9. Pelayanan Medical Check Up (MCU)
Pelayanan medical check up ditujukan untuk pasien yang ingin mengetahui
kondisi kesehatannya secara keseluruhan, yang tersedia saat ini adalah medical check
up pemeriksaan dasar, terdiri dari : pemeriksaan fisik, hematologi lengkap, fungsi
ginjal, fungsi hati, radiologi.

10. Unit Laboratorium


Pelayanan unit laboratorium dibuka 24 jam untuk mendukung penegakan
diagnosa dokter terhadap kasus tertentu sesuai indikasi.
11. Unit Radiologi
Pelayanan unit radiologi dibuka 24 jam untuk mendukung penegakkan
diagnosa dokter terhadap kasus tertentu sesuai indikasi. Pelayanan radiologi yang
disediakan berupa foto X-Ray.
12. Unit Farmasi
Unit Farmasi melayani 24 jam. Pelayanan farmasi dilengkapi dengan berbagai
jenis obat untuk resep yang berasal dari pasien Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26
13. Pelayanan Ambulance
Jumlah mobil ambulance yang dimiliki oleh Rumah Sakit Harapan Jayakarta
pada saat ini sebanyak 1 unit.

BAB III
VISI, MISI, NILAI DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT HARAPAN JAYAKARTA

A. VISI
Menjadi rumah sakit pilihan pertama bagi pekerja dan rujukan masyarakat di wilayah
Jakarta Timur.

B. MISI
1. Memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagi pekerja, keluarga, dan
masyarakat dengan unggulan layanan trauma terpadu.
2. Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) profesional yang mengedepankan nilai-
nilai yang menjadi landasan RSHJ.
3. Ikut berperan serta pada kegiatan-kegiatan dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
4. Membangun jejaring dan/atau aliansi strategi dengan berbagai institusi lain
khususnya di wilayah Jakarta Timur.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


C. NILAI-NILAI
1. Safe (Aman)
Mengedepankan keamanan dan keselamatan, baik bagi tenaga kesehatan maupun
bagi pasien dan masyarakat.

2. Meaningful (Berarti)
Keberadaan RSHJ dirasakan sangat berarti bagi masyarakat sekitarnya, sehingga
pelayanan harus penuh dedikasi dan profesionalitas.

3. Autonomy (Mandiri)
Selalu berupaya mandiri dan memiliki tanggung jawab dalam tiap bentuk tugas dan
pelayanan bagi pasien dan keluarga.

4. Respect (Hormat)
Menampilkan rasa hormat dan kepedulian bagi tiap pasien dan keluarga.

5. Trust (Percaya)
Menjalankan segala sesuatunya dengan didasari saling percaya, sehingga dapat
menjadi rumah sakit terpercaya.

Di samping nilai-nilai dasar tersebut, Rumah Sakit Harapan Jayakarta juga


menjadikanQuality (Kualitas), Accelerate (Percepatan) dan Flexibility (Fleksibilitas)
sebagai fokus dan cara kerja.

D. TUJUAN
Tujuan Rumah Sakit Harapan Jayakarta adalah :
1. Tujuan Umum RS Harapan Jayakarta adalah menjadi SMARTHospital (Rumah
Sakit Cerdas) yang tercermin dari nilai-nilai rumah sakit serta pusat pelayanan
trauma dan rujukan masyarakat Jakarta Timur.
2. Tujuan Khusus RS Harapan Jayakarta adalah:
a. Meningkatnya mutu pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditentukan
b. Terciptanya lingkungan kerja yang harmonis, dinamis dan penuh kekeluargaan

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


c. Tersusunnya perencanaan pengelolaan pelayanan didasarkan pada hasil
penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Harapan Jayakarta

E. MOTO
Kesehatan anda adalah kepuasan kami (Your Health is Our Satisfaction).

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


: Garis Komando
BAB V
Unit / Sub Unit Penunjang Medis
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA
1. Radiologi
2. Laboratorium
3. Fisioterapi
4. Farmasi
P e d o m a n P e n g o r g a n i s a s i a n U n i t H e m o d i a l i s a5. IPSRS
Page 26
6. Rekam Medik
BAB VI
URAIAN JABATAN

A. KEPALA UNIT HEMODIALISA

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


1. Nama Jabatan : Kepala Unit Hemodialisa
2. Atasan Langsung : Manager Pelayanan Medis dan Keperawatan
3. Tanggung Jawab :
Secara Struktural bertanggung jawab kepada Manager Pelayanan Medis dan
Keperawatan terhadap hal-hal :
a. Mengelola Unit Hemodialisa sesuai prosedur operasional
b. Kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaan dan pencapaian
program di Unit Hemodialisa
c. Kebenaran dan ketepatan kelancaran operasional kegiatan Unit
Hemodialisa
4. Tugas :
Memimpin, mengelola, mengawasi, mengkoordinasi dan mengendalikan tanggung
jawab pelaksana kegiatan pelayanan di Unit Hemodialisa sesuai standart pelaksanaan
prosedur
5. Wewenang :
Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Unit Hemodialisa mempunyai wewenang,
antara lain ;
a. Memberi pertimbangan kepada Kepala Rumah Sakit melalui Manager
Pelayanan Medis dan Keperawatan dalam pengelolaan Unit Hemodialisa.
b. Memberi pertimbangan dalam penilaian kinerja karyawan, rencana rotasi,
mutasi setiap karyawan di Unit Hemodialisa.
c. Memberi pertimbangan dalam perencanaan investasi dan pengembangan
untuk Unit Hemodialisa
6. Sifat Jabatan : non shift
7. Pendidikan : Dokter Spesialis Penyakit Dalam
8. Uraian Jabatan :
a. Melaksanakan Fungsi Perencanaan, meliputi :
1) Merencanakan dan membuat program kerja di Unit
Hemodialisa
2) Merencanakan kebutuhan tenaga baik dalam jumlah
maupun kualifikasi.
3) Menyusun rencana anggaran belanja di Unit
Hemodialisa

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


4) Merencanakan kebutuhan dan melakukan maintenance
sarana dan prasarana di Unit Hemodialisa
b. Melaksanakan Fungsi Penggerak dan Pelaksanaan, meliputi :
1) Berperan serta dalam memberikan pembinaan karyawan agar :
a) Terlaksananya peningkatan mutu di Unit Hemodialisa
b) Terlaksananya program kerja di Unit Hemodialisa
c) Pelaksanaan program orientasi tenaga baru di Unit Hemodialisa dapat
berjalan lancar.
2) Bekerja sama dengan Manager Pelayanan Medis dan Keperawatan agar
penyelenggaraan rapat berkala dapat berjalan secara konsisten.
3) Berperan serta dalam :
a) Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data tentang ketenagaan,
sarana dan prasarana serta data pelaksanaan pelayanan.
b) Pembuatan dan pemeriksaan buku laporan jaga di Unit Hemodialisa.
4) Mengadakan kerja sama yang baik dengan semua kepala
bagian, kepala Unit dan kepala Sub Unit di Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
c. Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Pengendalian, Penilaian, dengan berperan
serta dalam :
1) Mengendalikan pelaksanaan kebijakan dan peraturan/tata tertib pelayanan di
Unit Hemodialisa yang berlaku.
2) Mengendalikan pendayagunaan tenaga di Unit Hemodialisa secara efektif
dan efisien.
3) Menilai mutu pelayanan di Unit Hemodialisa
4) Mengendalikan pendayagunaan peralatan/alkes/bahan/obat-obatan/alat
kantor secara efektif dan efesien.
5) Penilaian terhadap sikap/perilaku serta kinerja tenaga-tenaga yang berada di
bawah tanggung jawabnya.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


B. WAKIL KEPALA UNIT HEMODIALISA
1. Nama Jabatan : Wakil Kepala Unit Hemodialisa
2. Atasan Langsung : Kepala Unit Hemodialisa
3. Tanggung Jawab :
Secara struktural Koordinator Unit Hemodialisa bertanggung jawab pada kepala Unit
Hemodialisa, kepala bagian penunjang medis, terhadap pelaksanan, pencapaian,
kelancaran program operasional pelayanan medis di Unit Hemodialisa.
4. Tugas :
Memimpin, mengawasi dan mengkoordinasi pelaksana program kegiatan pelayanan
medis di Unit Hemodialisa
5. Wewenang :
Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Kepala Unit Hemodialisa mempunyai
wewenang, antara lain :
a) Memberi masukan kepada Kepala Unit Hemodialisa, Manager Pelayanan
Medis dan Keperawatan dalam pengelolaan Unit Hemodialisa.
b) Mengelola memberi pertimbangan dalam penilaian kinerja karyawan,
rencana rotasi, mutasi setiap karyawan di Unit Hemodialisa.
c) Memberi pertimbangan dalam perencanaan investasi dan pengembangan
untuk Unit Hemodialisa.
6. Sifat Jabatan : non shift
7. Pendidikan : S1 Keperawatan
8. Uraian Jabatan :
a. Melaksanakan Fungsi Perencanaan, meliputi :
1) Merencanakan dan membuat program kerja di Unit
Hemodialisa
2) Merencanakan kebutuhan tenaga baik dalam jumlah maupun
kualifikasi.
3) Menyusun Rencana Anggaran Belanja di Unit Hemodialisa
4) Merencanakan kebutuhan dan melakukan maintenance sarana
dan prasarana di Unit Hemodialisa
b. Melaksanakan Fungsi Penggerak dan Pelaksanaan,
meliputi :
1) Berperan serta dalam memberikan pembinaan karyawan agar :

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


a) Terlaksananya peningkatan mutu di Unit Hemodialisa
b) Terlaksananya program kerja di Unit Hemodialisa
c) Pelaksanaan program orientasi tenaga baru di Unit Hemodialisa dapat
berjalan lancar.
d) Bekerja sama dengan Kepala Unit Rawat Jalan agar penyelenggaraan
rapat berkala dapat berjalan secara konsisten.
2) Berperan serta dalam :
a) Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data tentang ketenagaan,
sarana dan prasarana serta data pelaksanaan pelayanan.
b) Pembuatan dan pemeriksaan buku laporan jaga.
c) Mengadakan kerja sama yang baik dengan semua Kepala Bagian,
Kepala Unit dan Kepala Sub Unit di Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
c. Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Pengendalian,
Penilaian, dengan berperan serta dalam :
1) Mengendalikan pelaksanaan kebijakan dan peraturan/tata tertib pelayanan di
Unit Hemodialisa yang berlaku.
2) Mengendalikan pendayagunaan tenaga di Unit Hemodialisa secara efektif
dan efisien.
3) Menilai mutu pelayanan di Unit Hemodialisa
4) Mengendalikan pendayagunaan peralatan/alkes/bahan/obat-obatan/alat
kantor secara efektif dan efesien.
5) Penilaian terhadap sikap/perilaku serta kinerja tenaga-tenaga yang berada di
bawah tanggung jawabnya.

C. PERAWATA PELAKSANA HEMODIALISA


1. Nama Jabatan : Perawat Pelaksana Hemodialisa
2. Atasan Langsung : Wakil Kepala Unit Hemodialisa
3. Tanggung Jawab :
Secara struktural perawat pelaksana Unit Hemodialisa bertanggung jawab pada
Wakil Kepala Unit Hemodialisa terhadap pelaksanan, pencapaian, kelancaran
program operasional pelayanan medis di Unit Hemodialisa.
4. Tugas :

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


Bertanggung jawab dan berwenang dalam melaksanakan perawatan hemodialisis di
Ruang Hemodialisa

5. Wewenang :
Dalam melaksanakan tugasnya Perawat pelaksanan di Unit Hemodialisa mempunyai
wewenang, antara lain :
a) Melaksanakan proses kerja Hemodialisis pra,intra dan post hemodialisa
Unit hemodialisa sesuai standart prosedur operasional.
b) Memberi pertimbangan kepada wakil kepala unit hemodialisa tentang
program program pelayanan yang bermutu di Unit Hemodialisa.
c) Memberi usulan dalam perencanaan,pengembangan pelayanan yang baik
dan benar di Unit Hemodialisa.
6. Sifat Jabatan : shift
7. Pendidikan : S1 Keperawatan / DIII Keperawatan
8. Uraian Tugas :
a. Menyiapkan peralatan dalam keadaan siap pakai sesuai kebutuhan antara lain:
1) Mesin hemodialisa
2) Cairan dialisat
3) Dializer
4) Selang darah untuk hemodialisa (AVBL/Blood Tubing Set for Dialisis)
5) Infus set steril
6) AV fistula/abocath, steril no G 14/ G 15/ G 16
7) Obat-obatan sesuai kebutuhan
b. Menyiapkan dan memantau sarana air siap pakai sehubungan dengan
pelaksanaan hemodialysis
c. Memberikan perawatan pada saat sebelum hemodialisa:
1) Menerima pasien untuk hemodialisa
2) Memeriksa kelengkapan administrasi pasien hemodialisis (surat ijin, hasil
pemeriksaan laboratorium, dll
3) Memberikan penjelasan secara umum tentang hemodialisis kepada pasien
dan keluarganya
4) Memberikan Informed Concent pada pasien khususnya dalam aspek
keperawatan

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


5) Menimbang berat badan.
6) Mengukur tanda-tanda vital: Tekanan Darah, nadi, pernafasan dan suhu

d. Memberikan perawatan kepada pasien intra Hemodialisa:


1) Mengatur posisi pasien
2) Pemasangan sarana hubungan sirkulasi ekstra corporeal
3) Observasi tanda vital setiap jam pada keadaan tertentu dilakukan secara
terus menerus
4) Observasi masalah yang timbul selama hemodialisa, dicatat dan dilaporkan
kepada dokter
5) Memantau kelancaran sirkulasi darah setiap jam dan sewaktu-waktu
6) Memantau kelancaran mesin dan cara kerja sesuai program yang ditentukan
7) Memantau dan melakukan heparinisasi sesuai program
8) Observasi lokasi penusukan inlet dan outlet setiap jam, dicatat dan
dilaporkan
9) Memberikan obat sesuai program pengobatan
10) Membarikan diit sesuai program diit
11) Membantu pasien pada waktu BAB dan BAK. Menolong pasien pada waktu
muntah
12) Menimbang ulang berat badan bila diperlukan pada waktu hemodialisa
berlangsung
e. Memberikan perawatan kepada pasien pasca hemodialisa
1) Mengakhiri hemodialisis
2) Mengukur tanda vital: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan
3) Observasi perdarahan
4) Menekan luka tusukan sampai perdarahan berhenti
5) Menutup luka bekas tusukan dengan kassa
6) Menimbang ulang berat badan sesuai dengan program dan hasilnya dicatat
di formulir hemodialisis
7) Memberikan penyuluhan sesuai kebutuhan
8) Membersihkan, desinfeksi, merapikan dan menyimpan mesin hemodialisa

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Komunikasi diartikan dengan hubungan antar pribadi dan antar unit kerja lain baik
antara tenaga hemodialisa dengan sesamanya, dengan unit kerja instansi lain, pengguna jasa
maupun mitra kerjanya.
1. Komunikasi Intern
a. Horizontal : tenaga hemodialisa harus memiliki kesempatan cukup untuk bertukar
pikiran mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan pekerjaannya dengan sesama
petugas di ruang yang sama atau bidang yang lain.
b. Vertikal : sesuai hierarkinya, tenaga hemodialisa harus memiliki kesempatan
berkonsultasi tentang pekerjaannya dengan kepala ruangan, dan kepala rumah sakit
2. Komunikasi ekspertis
Sesuai dengan wewenangnya, penanggung jawab hemodialisa harus dapat memberikan
uraian tugas sesuai keahlian kepada pemakai jasa pelayanan hemodialisa
3. Komunikasi ekstern
Sesuai dengan tugasnya, tenaga hemodialisa harus memiliki kesempatan bertukar pikiran
dan informasi dengan petugas lain yang terkait misalnya dokter ruangan, instalasi
farmasi, IPSRS dan lain-lain

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


SKEMA TATA HUBUNGAN INTERNAL

HD

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Pada dasarnya kegiatan hemodialisa harus dilakukan oleh petugas yang memiliki
kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang memadai, serta memiliki kewenangan untuk
melaksanakan kegiatan di bidang yang menjadi tugas atau tanggung jawabnya.
Pemenuhan kebutuhan jenis, dan jumlah tenaga hemodialisa dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan.
1. Ketenagaan Unit Hemodialisa

No Jabatan Pengaturan Jadwal


1 Kepala Unit Hemodialisa Pagi
2 Wakil Kepala Unit Hemodialisa Pagi
3 Perawat Pelaksana Pagi dan Sore

Jumlah petugas di unit hemodialisa 8 orang, yang terdiri dari :


a. Kepala Unit Hemodialisa : 1 orang
b. Wakil Kepala Unit Hemodialisa : 1 orang
c. Perawat Pelaksana : 7 orang

2. Kualifikasi Personil
Kualifikasi personil unit hemodialisa
a. Kepala Unit Hemodialisa : Spesialis Penyakit Dalam
b. Wakil Kepala Unit Hemodialisa : lulusan S1 Keperawatan
c. Perawat Pelaksana : S1 Keperawatan / DIII
Keperawatan

3. Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)


Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di Unit Hemodialisa di RS
Harapan Jayakarta umumnya diperlukan pembinaan/pengembangan kompetensi tenaga
pelaksana.
Pembinaan/pengembangan dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan.
Tujuan pendidikan dan pelatihan adalah :
a. Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelaksanaan tugas dapat
meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja
b. Menambah pengetahuan wawasan perawat pelaksana :
Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26
1) Pendidikan
Perawat pelaksana berdasarkan kompetensi harus berpendidikan minimal DIII
Keperawatan
2) Pelatihan
Pelathan untuk peningkatan kompetensi petugas di Unit Hemodialisa
dilaksanakan melalui :
a) Pelatihan internal yaitu program pelatihan yang diselenggarakan oleh
RS Harapan Jayakarta setiap 6 bulan sekali.
b) Pelatihan eksternal yaitu program pelatihan yang diselenggarakan
oleh pihak luar RS Harapan Jayakarta diantaranya ; pelatihan hemodialisa.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Orientasi adalah merupakan waktu yang harus dijalani untuk mengenal dan memahami
peranan atau kedudukan seseorang dalam organisasi dengan budaya organisasi yang ada dan
dengan karyawan yang ada di dalamnya terkhusus dengan sistem dan proses kerja yang ada di
bagian tersebut.

Pengelompokkan orientasi dibagi menjadi 2:


1. Orientasi Umum
Merupakan program pengenalan calon karyawan baru dalam memasuki dunia kerja yang
sebenarnya, dalam hal ini organisasi rumah sakit secara umum/menyeluruh.
2. Orientasi Khusus
Program mempersiapkan seorang karyawan baru/lama yang menjalani mutasi, untuk
mampu melaksanakan tugas sesuai standart dimana dia ditempatkan.

Cara melaksanakan kegiatan


1. Orientasi Umum, berupa :
a. Sejarah dan Struktur Organisasi Rumah Sakit
b. Visi Misi Rumah Sakit
c. Falsafah dan Tujuan Rumah Sakit
d. Sistem Manajemen Mutu Rumah Sakit
e. K3RS (Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit) dan Kewaspadaan Bencana
f. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
g. Keselamatan Pasien Rumah Sakit
h. Hak dan Kewajiban Karyawan
i. Peraturan dan Kebijakan Umum tentang Kepegawaian

2. Orientasi Khusus
a. Struktur organisasi dan uraian tugas di bagian dimana dia ditempatkan
b. SPO yang membantu pelaksanaan tugas dimana dia ditempatkan
c. Kebijakan mutu/sasaran mutu dan pencapaiannya diunit kerja dimana dia
ditempatkan.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


d. Materi yang bersifat praktek/langsung kerja
e. Mengenalkan alur dan proses kerja dibagian dimana dia ditempatkan sampai sedetil
mungkin

BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

1. PERTEMUAN RUTIN / BERKALA


a. Operan shift / handover
b. Merupakan pertemuan antar perawat hemodialisa pada saat pergantian shift kerja di
unit hemodialisa.

2. PERTEMUAN BULANAN DI UNIT HEMODIALISA


Merupakan pertemuan rutin internal unit hemodialisa, yang membahas tentang
pelaporan kegiatan di unit hemodialisa dalam bulan sebelummya serta adanya program-
program peningkatan mutu yang dapat dilakukan di unit hemodialisa, baik kepada
paseian maupun kepada para perawat hemodialisa.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


3. PERTEMUAN INSIDENTIL
Merupakan pertemuan yang tidak terjadwal yang diselenggarakan untuk membahas
permasalahan khusus dan insidentil sesuai dengan kondisi di lapangan. Pertemuan
dipimpin oleh kepala unit hemodialisa.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


BAB XI
PELAPORAN

1. PELAPORAN
a. Laporan kegiatan rutin harian/bulanan/triwulan/tahunan
1) Laporan kegiatan rutin harian
Laporan yang dibuat harian. Laporan Harian biasa dibikin oleh Perawat
Pelaksana ataupun Wakil Kepala Unit.
Laporan Harian berisi tentang
a) Jumlah kunjungan berdasarkan jenis pembayaran
b) Jumlah pemeriksaan berdasarkan jenis pembayaran
c) Jumlah pendapatan berdasarkan jenis pembayaran

2) Laporan kegiatan bulanan


Laporan yang dibuat secara bulanan. Wakil kepala unit hemodialisa
berkewajiban membuat laporan
a) Laporan Mutu Pelayanan Hemodialisa
Jumlah pasien
Jumlah pasien yang terpasang catheter double lumen dan pasien
dengan kejadian infeksi catheter double lumen
Jumlah pasien jatuh
Jumlah pembayaran berdasarkan jenis pasien
b) Sensus Harian
c) Laporan pemakaian darah
d) Laporan pemakaian BHP medis dan non medis

3) Laporan kegiatan tahunan


Laporan yang dibuat oleh Wakil Kepala Unit dalam bentuk tertulis setiap tahun
dan diserahkan kepada Direktur dan bagian SDM
Laporan tahunan berisi tentang :
a) Laporan pencapaian BOR
b) Laporan Mutu Pelayanan

b. Laporan hasil tindakan hemodialisa


c. Laporan pemantapan mutu yang diserahkan kepada tim mutu

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


2. PENYIMPANAN DOKUMEN
Setiap unit hemodialisa harus menyimpan dokumen-dokumen seperti berikut :
a. Surat permintaan / pengantar tindakan hemodialisa
b. Hasil laboratorium mengenai pasien hemodialisa
c. Jadwal waktu pasien hemodialisa
Prinsip penyimpanan dokumen :
Semua dokumen yang disimpan harus asli dan harus ada bukti asli yang ditanda
tangani oleh penanggung jawab hemodialisa.

3. PEMUSNAHAN DOKUMEN
Pemusnahan dokumen di Unit hemodialisa mengikuti prosedur pemusnahan dokumen di
unit rekam medis.

4. PENGENDALIAN DOKUMEN
a. Setiap 3 bulan sekali di data daftar dokumen terbaru yang mencantumkan semua
dokumen yang berlaku, revisi terbaru yang sah berikut penyebarannya (disebut juga
catatan Pengendalian dokumen).
b. Hanya Dokumen versi terbaru yang disediakan untuk penggunaan aktif pada tempat
di mana dokumen itu digunakan
c. Dokumen pengendalian mutu internal dan eksternal.

BAB XII
PENUTUP

Pedoman pengorganisasian unit hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Jayakarta

hendaknya dijadikan acuan bagi rumah sakit dalam pengelolaan dan pengembangan

ketenagaan.

Dibutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pimpinan rumah sakit agar mutu

pelayanan dan keselamatan pasien dapat senantiasa ditingkatkan dan dipertahankan sesuai

dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26


Pedoman Pengorganisasian Unit Hemodialisa Page 26