Anda di halaman 1dari 5

-1-

Kepala Desa Banjaran


Kabupaten Majalengka

PERATURAN DESA BANJARAN


NOMOR: 06 TAHUN 2015

TENTANG
PENYERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA MILIK DESA DESA BANJARAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


Kepala Desa Banjaran,
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (1)
Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2015 tentang Badan Usaha
Milik Desa Desa Banjaran perlu membentuk Peraturan Desa
tentang Penyertaan Modal pada Badan Usaha Milik Desa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Desa tentang
Penyertaan Modal Pada Badan Usaha Milik Desa Desa
Banjaran;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan
Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-
undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan
Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan
mengubah Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan
Propinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 2851);
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5495);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014
tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 213, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan
-2-

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang


Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5717);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah diubah terakhir
kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5864);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014
tentang Pedoman Teknis Penyusunan Perdes (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2091);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093);
8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015
Tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan
Keputusan Musyawarah Desa (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 159);
9. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015
Tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, dan
Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 296);
10. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015
tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun
2016, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2015 tentang
Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 786);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 2 Tahun
2015 tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka
-3-

Tahun 2015 Nomor 2);


12. Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Badan Usaha
Milik Desa Desa Banjaran (Lembaran Desa Banjaran Tahun
2015 Nomor 05 )

Dengan Kesepakatan Bersama


BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BANJARAN
dan
KEPALA DESA BANJARAN

MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN DESA TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA DESA
BANJARAN

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain,
selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki
batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati
dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain
dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
3. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah
lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan
wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan
secara demokratis.
4. Badan Usaha Milik Desa Desa Banjaran, selanjutnya disebut BUMDesa,
adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh
Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang
dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk
sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
5. Kekayaan Desa yang dipisahkan adalah kekayaan milik desa baik barang
bergerak maupun tidak bergerak yang dikelola oleh BUMDES.
6. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah
antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat
yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati
hal yang bersifat strategis.
7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDes, adalah
rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.
8. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk
-4-

mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan,


pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
(1) Penyertaan Modal dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi, social
dan/atau manfaat lainnya.
(2) manfaat ekonomi, social dan/atau manfaat lainnya sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) meliputi :
a. keuntungan sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu berupa deviden,
bunga dan pertumbuhan nilai BUMDesa;
b. peningkatan berupa jasa dan keuntungan bagi hasil penyertaan modal
sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu;
c. peningkatan penerimaan desa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat
langsung dari penyertaan modal desa;
d. peningkatan penyerapan tenaga kerja sejumlah tertentu dalam jangka waktu
tertentu sebagai akibat langsung dari penyertaan modal desa; dan/atau
e. peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai akibat dari penyertaan modal
desa.

Pasal 3
Penyertaan Modal Pemerintah Desa bertujuan untuk :
a. pengembangan usaha dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat;
b. memperkuat struktur modal;
c. mencukupi modal dasar;
d. meningkatkan pendapatan asli desa.

BAB III
PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH DESA

Pasal 4
(1) Besarnya Penyertaan Modal Pemerintah Desa Banjaran pada Badan Usaha Milik Desa
Desa Banjaran adalah sebesar Rp. 1.474.180.000,00 (Satu Milyar empat ratus tujuh
puluh empat juta seratus delapan puluh ribu Rupiah).
(2) Penyertaan Modal Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
selanjutnya ditetapkan dalam RPJMDes Desa Banjaran dan di jabarkan secara
rinci dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa secara bertahap sesuai
dengan kemampuan keuangan desa, meliputi :
a. Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 135.810.000,- (seratus tiga puluh lima
juta delapan ratus sepuluh ribu rupiah)
-5-

b. Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 203.342.000,- (duaratus tiga jutatiga


ratus empat puluh dua ribu rupiah)
c. Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 286.108.000,- (dua ratus delapan puluh
enam juta seratus delapan ribu rupiah)
d. Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 154.874.000,- (seratus lima puluh empat
juta delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah)
e. Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 375.640.000,- (tiga ratus tujuh puluh
lima juta enam ratus empat puluh ribu rupiah)
f. Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp. 318.406.000,- (tiga ratus delapan belas
juta empat ratus enam ribu rupiah)
(3) Pelaksanaan penyertaan modal pemerintah desa kepada BUMDesa sebagamana
dimaksud pada ayat (1), disesuaikan dengan rencana kerja BUMDesa dan
kemampuan keuangan desa.
(4) Nilai penyertaan modal berupa barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
akan dihitung dan di nilai dalam bentuk uang.

BAB VII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 5
Pada saat Peraturan Desa ini mulai berlaku, ketentuan mengenai Penyertaan Modal
Kepada Badan Usaha Milik Desa dalam Peraturan Desa Nomor 03 Tahun 2014
dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 6
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa
ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Banjaran.

Ditetapkan di : BANJARAN
Tanggal : 23 Maret 2015
KEPALA DESA BANJARAN

EFEN SUPRAI, S.Pd

Diundangkan di : BANJARAN
Pada tanggal : 03 April 2015
SEKRETARIS DESA,

EMAN SUHERMAN

BERITA DESA BANJARAN TAHUN 2015 NOMOR 1./E

Anda mungkin juga menyukai