Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anion merupakan ion bermuatan negatif. Dalam analisa anion dikenal adanya analisa
pendahuluan yang meliputi analisa kering dan analisa basah. Analisa kering meliputi pemeriksaan
orgaleptis (warna, bau, rasa) dan pemanasan analisa basah adalah analisa dengan melarutkan zat-zat
dalam larutan. Analisa basah meliputi pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan filtrasi
atau penyaringan, dan pencucian endapan. Dalam analisa anion juga ada uji anion saling
2 2
mengganggu misal CO dan SO , dan NO3-, dan lain-lain.
3 3
Analisa anion adalah analisa yang bertujuan untuk menganalisa adanya ion dalam sampel.
Sifat-sifat anion ada 3 (tiga), yaitu sifat-sifat asam-basa, sifat redoks, dan kesetimbangan larutan.
Sedangkan analisa kualitatif untuk mengetahui jenis unsur atau ion yang terdapat dalam suatu
sampel. Penggolongan kation atau anion dilakukan untuk memudahkan analisa kualitatif anorganik.
Dalam hal ini untuk memudahkan mencari pereaksi untuk mengidentifikasikannya, karena kation
suatu golongan tidak diketahui dalam suatu campuran, maka dapat dianalisis dengan mudah degan
cara menambahkan reaksi dengan kondisi tertentu, sehingga dapat terpisah pada tiap golongan.

B. Rumusan Masalah

1) Dasar Penggolongan Anion


2) Identifikasi Anion
3) Reaksi penggolongan Anion
BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Dasar Penggolongan Anion

Dalam suatu reaksi, terdapat ion positif dan ion negatif, ion positif disebut kation, dan ion positif
disebut negatif, dan anion biasanya dari golongan VII A. Anion yang sering dilakukan meliputi 11
anion yang paling umum, yaitu anion sulfide, sulfit, karbonat, nitrit, iodide, bromida, klorida, fosfat,
kromat, nitrat, dan sulfat.
Anion itu sendiri digolongkan menjadi dua, penggolongan anion ini berdasarkan reaksi dengan zat
tertentu, yaitu
Golongan A
Golongan B

Anion golongan A adalah jenis golongan anion yang dapat menguap bila bereaksi dengan asam ,
yaitu
Golongan anion yang menghasilakn gas bila bereaksi dengan asam klorida encer dan asam
sulfat encer seperti : karbonat, sulfit, tiosulfat, nitrit, Hypoklorit, sianida dan sianat
Golongan anion yang menghasilkan gas bila bereaksi dengan asam sulfat pekat seperti semua
anion A(1) dan Fluorida, Klorida, Bromida, Iodida, Nitrat, Borat, Format, Asetat, dan
Oksalat, Perklorat, Permanganat: Bromate, Heksacyanoferrat(II) dan (III), Tiosianat, Tartrat,
dan Sitrat

Anion golongan B adalah kelompok anion yang bereaksi di dalam larutan, yaitu
Anion yang menghailkan reaksi pengendapan (endapan) bila bereaksi di dalam larutannya
misalnya sulfa, Fosfat, Sussinat, Arsenat, Kromat, Silikat, Salisilat, Fosfit, Hipofosfit,
Arsenit, Dikromat, dan Benzoat.
Anion yang menghasilkan reaksi oksidasi dan reaksi reduksi bila bereaksi di dalam
larutan seperti Manganat, Permanganat, Kromat, Dikromat.

Tabel golongan A dan B anion

No Anion Golongan A Anion Golongan B


1 Karbonat, Sulfit, Tiosulfat, Sulfida, Nitrit, Sulfat, Fosfat, Sussinat, Arsenat, Kromat,
Hypoklorit, Sanida dan Sianat Silikat, Salisilat, Fosfit, Hipofosfit, Arsenit,
Dikromat, dan Benzoat.
2 Semua anion A(I) dan Fluorida, Klorida, Manganat, Permanganat, Kromat,
Bromida, Format, Asetat, dan Oksalat, Perklorat, Dikromat.
Permanganat: Bromate, Heksacyanoferrat (II)
dan (III), Tiosianate, Tartrat, dan Sitrat

Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya :


Anion sederhana seperti : O2-, F, CN , I, Cl, Br,
2
Anion okso diskret seperti : NO3, , CO3, NO2,
SO 4
Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi
Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang
berbasis bangat seperti oksalat

2 | Analisa Anion
Penggolongan anion berdasarkan sifat-sifat reaksi yaitu :
1. Ion pereduksi
Dua ml larutan ekstrak soda diasamkan dengan H2SO4 encer berlebih, kemudian
tambahkan 2-3 tetes KMnO4 0,02 N. Apabila warna KmnO4 pucat atau hilang, menandakan
adanya ion pereduksi misalnya : Sulfit, tiosianat, Nitrit, Sianida, Tiosulfit, Bromida, iodide,
arsen, besi (II) sianida. Apabila pemucatan atau hilangnya warna KMnO4 setelah diadakan
pemanasan maka larutan mengandung : Oksalat, formiat, tartrat.

2. Ion pengoksidasi
Dua ml larutan ekstrak soda ditambahkan 1 ml HCl pekat dan 2 ml larutan jenuh
MnCl2 apabila terbentuk warna hitam (coklat) menandakan ion-ion pengoksidasi misalnya,
nitrat, nitrit, klorat, bromat, iodat, kromat, permanganate, dan besi (II) sianida.

3. Sedikit larutan ekstrak soda diasamkan dengan HCl 2 N kemudian ditambahkan dengan
larutan BaCl2, apabila terbentuk endapan putih, berarti ada ion sulfat.

4. Sedikit larutan ekstrak soda diasamkan dengan HCl encer, kemudian ditambahkan dengan
larutan CaCl2 dan dipanaskan diatas penangas air, apabila terbentuk endapan putih, berarti
ada ion-ion : fosfat, arsenat, borat, oksalat, sitrat, dan tartrat.

Anion-anion dapat dipisahkan kedalam golongan utama, tergantung pada kelarutan garam perak,
garam kalsium atau garam barium, dan garam zink. Proses yang dilakukan dibagi menjadi:
a. Proses yang melibatkan identifikasi zat mudah menguap yang diperoleh pada pengolahan
dengan asam-asam:
Gas dilepaskan kedalam HCl encer atau H2SO4 encer; karbonat, hidrogen karbonat
(bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida dan sianat.
Gas atau uap asam dilepaskan dengan H2SO4 pekat. Meliputi zat-zat dari (I)
ditambah zat yang berikut : flourida, heksaflourosulfat, klorida, bromida, iodida,
nitrat, klorat (bahaya), perklorat, permanganat (bahaya), bromat, borat,
heksasianofenat (III), tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat dan sitrat.
b. Proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan.
Reaksi pengendapan yaitu sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat,
arsenit, kromat, dikromat, silika, heksaflourosilikat, salisilat, benzoate dan suksinat.
Reaksi oksidasi dan reduksi dalam larutan yaitu manganat, permanganate, kromat,
dan dikromat.

Umumnya anion dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:


2 2 3 2 2 2
1) Golongan sulfat : SO , SO , PO , Cr2 O , BO2-, CO , C2 O , As
4 3 4 4 3 4
3

O4
2) Golongan halida : Cl-, Br-, I-, S2-
3) Golongan nitrat : NO3-, NO2-,C2H3O2-

Garam BaSO4, BaSO3, Ba2(PO4)3, BaCr2O4, Ba(BO2)2, BaCO3, BaC2O4, Ba3(AsO4)2 tidak
larut dalam air kondisi basa, sedangkan garam barium anion lainnya mudah larut. Berdasarkan sifat
tersebut maka pemisahan dan identifikasi untuk golongan sulfat dapat dilakukan dengan.
penambahan pereaksi BaCl2. Kecuali barium kromat yang berwarna kuning, garam barium lainnya
berwarna putih.
Jika larutan sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak nitrat maka hanya
golongan anion halida yang akan mengendap sebagai garam perak, yaitu: AgCl (putih), AgBr
(kuning), AgI (kuning muda), Ag2S (hitam). Anion yang tidak menunjukkan uji yang positif untuk
3 | Analisa Anion
kedua golongan diatas kemungkinan mengandung anion golongan nitrat. Jika sampel Jika larutan
sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak nitrat maka hanya golongan anion
halida yang akan mengendap sebagai garam perak, yaitu: AgCl (putih), AgBr (kuning), AgI (kuning
muda), Ag2S (hitam).

Anion yang tidak menunjukkan uji yang positif untuk kedua golongan di atas kemungkinan
mengandung anion golongan nitrat. Jika sampel mengandung beberapa kation maka uji pendahuluan
diatas tidak cukup untuk menentukan ada atau tidaknya suatu anion. Karena itu. setelah pengujian
pendahuluan dilakukan maka perlu juga dilakukan uji spesifik untuk tiap anion.

Reaksi Penentuan Anion


Reaksi pengendapan yaitu sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit,
kromat, dikromat, silika, heksaflourosilikat, salisilat, benzoate dan suksinat.
Reaksi oksidasi dan reduksi dalam larutan yaitu manganat, permanganate, kromat, dan
dikromat.

Cara pengenalan anion tidak begitu sistematik seperti pada pengenalan kation. Salah satu cara
penggolongan anion adalah pemisahan anion berdasarkan kelarutan garam-garam perak garam-
garam kalsium, barium dan seng. Selain itu ada cara penggolongan anion menurut Bunsen, Gilteath
dan Vogel. Bunsen menggolongkan anion dari sifat kelarutan garam perak dan garam bariumnya,
warna, kelarutan, garam alkali, dan kemudahan menguapnya. Gilreath menggolongkan anion
berdasarkan pada kelarutan garam-garam Ca, Ba, Cd dan peraknya sedangkan
Vogel menggolongkan anion didasarkan pada proses yang digunakan pemiriksaan anion
berdasarkan reaksinya dalam larutan. Pemeriksaan anion yang menguap bila diolah dengan HCl
encer atau H2S04 encer, dan anion yang membentuk gas bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4
pekat. Demikian pula pememriksaaan berdasarkan reaksi dalam larutan dibagi dua yaitu anion yang
diperiksa dengan reaksi redoksnya. Pemeriksaan anion meliputi lanjutan analisis pendahuluan,
analisis anion dari zat asal dan analisis anion dengan menggunakan larutan ekstra soda. Dari analisis
pendahuluan (data kelarutan) dan pengetahuan tentang kation yang ada dapat memberikan petunjuk
tentang anion yang mungkin ada atau tidak ada dalam larutan cuplikan .

Beberapa kelarutan garam-garam dan anion-anion dengan di identifikasi sebagai berikut:


1) Ion klorida (Cl-)
Garan-garam yang mengandung ion klorida umumnya larut dalam larut dalam air dan
asam kuat encer, kecuali AgCl (berwarna putih). Hg2Cl2 (berwarna putih) dan PbCl2
(berwarna putih), khusus PbCl2 mudah larut dalam air panas. Sedangkan AgCl larut dalam
amonia encer.
2) Ion bromida (Br-)
Garam-garam yang mengandung ion bromida kebanyakan mudah larut dalam air dan
asam kuat encer. Kecuali AgBr (berwarna kuning), HgBr2 (berwarna putih) dan PbBr2
(berwarna putih) khusus PbBr2 mudah larut dalam air panas.
3) Ion iodida (I-)
Garam- garam yang mengandung ion iodida umunya larut dalam air dan asam
kuat encer, kecuali AgI (berwarna kuningg muda), Hg2I2 (berwarna kuning) PbI2 (berwarna
kuning) dan HgI2 (berwarna merah). khusus PbI2 larut dalam air panas.
2
4) Ion sulfat ( SO )
4
Garam-garam yang mengandung ion sulfat umunya larut dalam air dan asam kuat
encer kecuali CaSO4, SrSO4, BaSO4, dan PbSO4 dengan semuanya berwarna putih. Dalam
larutan BaCl2 membentuk endapan putih. BaSO4 yang larut dalam HCl encer panas, asam
nitrat encer, larut dalam HCl pekat panas. Ion sulfat merupakan sejenis anion poliatom
dengan rumus empiris SO42- dengan massa molekul 96.06 satuan massa atom; ia terdiri dari
4 | Analisa Anion
atom pusat sulfur dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahidron. Ion sulfat
bermuatan cas dua negatif dan merupakan basa konjugat ion hidrogen sulfat (bisulfat),
HSO4-, yaitu bes konjugat asam sulfat, H2SO4. Terdapat sulfat organik seperti dimetil sulfat
yang merupakan senyawa kovalen dengan rumus (CH3O)2SO2, dan merupakan ester asam
sulfat.

Ciri-ciri : Kebanyakan sulfat sangat larut dalam air. Kecuali dalam kalsium sulfat, stronsium
sulfat dan barium sulfat, yang tak larut. Barium sulfat sangat berguna dalam analisis
gravimetri sulfat: penambahan barium klorida pada suatu larutan yang mengandung ionsulfat.
Kelihatan endapan putih, yaitu barium sulfat menunjukkan adanya anion sulfat.
Ion sulfat bisa menjadi satu ligan menghubungkan mana-mana satu dengan oksigen
(monodentat) atau dua oksigen sebagai kelat atau jembatan. Contoh ialah
molekul logam netral kompleks PtSO4P(C6H5)32, di mana ion sulfat berperan sebagai ligan
bidentat. Ikatan oksigen-logam dalam molekul sulfat kompleks mempunyai ciri kovalen.
Pengaruh terhadap alam sekitar: Sulfat berwujud sebagai zat mikroskopik (aerosol) hasil dari
pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa. Apa yang dihasilkan menambah keasaman
atmosfer dan mengakibatkan hujan asam.
5) Ion Sulfit (SO3 2-)
Garam-garam yang mengandung ion sulfit umunya sukar larut dalam air kecuali
garam yang berpasangan dengan kation Na+, K+, dan NH+ endapan dengan berbentuk
berwarna putih. Hanya sulfit dari logam alkali dan dari ammonium larut dalam air; sulfit dari
logam lainnya larut sangat sedikit atau tidak larut. Hydrogen sulfit dari logam alkali
larut dalam air; hydrogen sulfit dari logam alkali tanah hanya dikenal dalam larutan.
6) Ion nitrat (NO3-)
Garam-garam yang mengandung ion nitrat semuanya mudah larut dalam asam
kuat encer. identifikaasi dapat dilakukan dengan tes cincin coklat.
7) Ion nitrit (NO2-)
Garam-garam yang mengandung ion nitrit. Semuanya larut dalam air kecuali
perak nitrit yang sedikit larut dalam air.

B. Identifikasi Anion

Identifikasi anion meliputi analisis pendahuluan, analisis anion dari zat asal dan analisis anion
dengan menggunakan larutan ekstra soda. Untuk reaksi kering pemeriksaan anion dalam sampel
yang masih berbentuk zat biasanya dilakukan dengan menggunakan larutan Ekstrak Soda (ES).
Larutan ekstrak soda dibuat dengan memasak cuplikan dalam larutan jenuh natrium karbonat selama
10 menit, lalu disaring. Filtrat yang diperoleh disebut ekstrak soda (ES). Karena ES suasana basa
maka larutan ES ini tidak dipergunakan tanpa pengaturan suasana yang tepat. Biasanya sebelum
digunakan ditambahkan dulu asam.
Identifikasi anion dibagi menjadi beberapa tahap, diawali dengan uji pendahuluan untuk
mengetahui adanya ion pereduksi, pengoksidasi, deteksi dari kelompok anion dan sifat anion
terhadap asam sulfat pekat. Kemudian tes khusus anion berdasarkan perubahan-perubahannya pada
senyawa-senyawa tertentu.

Proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap yang diperoleh
pada pengolahan dengan asam-asam (A), dibagi 2 yaitu :
Anion yang membentuk gas bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4 encer
Anion yang membentuk gas bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4 encer meliputi
karbonat, higrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida dan
sianat

Anion yang membentuk gas atau uap bila diolah dengan H2SO4 pekat

5 | Analisa Anion
Anion yang membentuk gas atau uap bila diolah dengan H2SO4 pekat meliputi Sulfat,
peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silikat, heksafluoro
silikat, salisilat, benzoat, suksinat, fluorida, heksafluorosilikat, klorida, bromida, iodida, nitrat,
klorat (BAHAYA), perklorat, permanganat (BAHAYA), bromat, borat, heksasionaferat (II),
heksasionaferat (III), tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat, dan sitrat.

Proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan (B) yaitu :


Anion yang diperiksa dengan pengendapan
Anion yang diperiksa dengan pengendapan meliputi Sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit,
hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silikat, heksafluoro silikat, salisilat, benzoat dan
suksinat.

Anion yang diperiksa dengan reaksi redoksnya


Anion yang diperiksa dengan reaksi redoksnya meliputi Manganat, Permanganat, kromat dan
dikromat.

Uji Pendahuluan Terhadap Identifikasi Anion


Dilakukan deteksi terhadap anion, dengan menggunakan ekstrak soda:
a. Deteksi terhadap adanya anion anion asam yang mudah menguap
b. Deteksi terhadap anion-anion pengoksidasi
c. Deteksi terhadap anion-anion pereduksi
d. Deteksi terhadap anion-anion golongan sulfat
e. Deteksi terhadap anion-anion golongan klorida

PROSEDUR IDENTIFIKASI ANION GOLONGAN SULFAT


5 mL larutan sampel buat suasana netral atau sedikit basa dengan mengatur pH dengan
penambahan NH3 6 M atau HCl 6M tetes demi tetes sampai larutan bersifat basa.
Tahap 1.Test terhadap hadirnya karbonat.
5 mL larutan sampel tambahkan 1 mL 1 M BaCl2. Setelah diaduk, campurandisentrifus,
kemudian cuci padatan dengan 3 mL air. Selanjutnya tambah 1 mL 6 M HCl. Jangan diaduk
campuran ini, tetapi biarkan, setelah beberapa detik, bila karbonat hadir akan ada gelembung-
gelembung gas pada permukaan padatan, CO2. Jika tidak ada gelembung, karbonat tidak ada.
Tahap 2. Test terhadap hadirnya sulfat.
1 mL larutan sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan 1mL 6 M HCl.
Tambahkan beberapa tetes 1 M BaCl2 dan aduk dengan baik. Jika sulfat hadir, endapan putih dari
BaSO4 akan terbentuk.
Tahap 3.Test terhadap hadirnya kromat.
Jika larutan sampel tidak berwarna, hal ini pertanda kromat tidak ada. Jika kuning atau
orange hal itu mungkin. 1mL larutan sampel tambahkan 1 mL 6 M HNO3. Kemudian tambahkan
beberapa tetes 3% H2O2.Pewarnaan biru, yang bisa jadi cepat, pertanda hadirnya kromat. Jika
larutan diasamkan menghasilkan warna hijau atau biru, hal ini pertanda ion kromat direduksi menjadi
Cr3+.
Tahap 4. Test terhadap hadirnya fosfat.
1 mL larutan sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi, tambahkan 1 mL 6 M HNO3.
tambahkan 1 mL 0,5 M (NH4)2MoO4 dan aduk. Masukkan tabung reaksi ke dalam penangas air 2
menit. Angkat dan biarkan selama 10 menit, endapan kuning dari ammonium phosphomolibdat, yang
bisa jadi agak lambat menunjukkan kehadiran fosfat.
Tahap 5.Test terhadap hadirnya sulfit.
Untuk konfirmasi hadirnya sulfit, tambahkan 1 mL 6 M HCl dan 1 mL BaCl2 ke dalam 1 mL
sampel. Aduk larutan dengan baik, sentrifus untuk mengendapkan sulfat sebagai BaSO4. Dekantasi
larutan kedalam tabung reaksi yang bersih, tambahkan 1 mL 3% H2O2. Aduk larutan beberapa detik.
Jika sulfit hadir, sulfit akan dioksidasi menjadi sulfat baru diendapkan sebagai BaSO4.
Tahap 6.Test terhadap kehadiran oksalat.
6 | Analisa Anion
Tambahkan 0,5 mL 6 M asam asetat ke dalam 1 mL larutan sampel di dalam tabung
reaksi. Kemudian tambahkan 1 mL CaCl2. Aduk larutan dengan baik selama beberapa menit. Jika
endapan putih terbentuk, hal ini mengidentifikasikan hadirnyaoksalat. Sentrifus endapan, dekantasi
dan cuci dua kali dengan 4 mL air. Sentrifus dan buang air cucian. Tambahkan 1 mL 3 M H2SO4 ke
padatan dan letakkan diatas penangas air beberapa menit. Tambahkan 2 atau 3 tetes 0,02 M KMnO4.
Jika oksalat hadir, warna ungu segera hilang.
Prosedur Analisis Anion Golongan Klorida
Tahap 1. Tes terhadap Hadirnya Sulfida
Dalam tes pendahuluan yang pertama mudah untuk menentukan bila ada sulfida dari bau H2S
yang khusus. Akan tetapi hal ini dapat terlindungi, khususnya oleh SO2 dari sulfit.Jika ragu-ragu,
tambahkan 1 mL larutan sampel dengan 0,1 M AgNO3 tetes demi tetes dan aduk. Jika sulfida hadir
cairan akan segera gelap, endapan coklat atau hitam dari Ag2S. Jika sulfida tidak ada, tetapi ion
halida hadir, endapan perak halida yang terbentuk.
Tahap 2
Siapkan sampel unknown 5 mL dalam gelas kimia 50 mL. Tambahkan 1 mL 3 M H2SO4,
didihkan larutan beberapa menit. Jika sampel mengandung sulfida, kemungkinan belerang akan
mengendap. Pindahkan larutan kedalam tabung reaksi, sentrifus endapannya. Dekantasi dan cuci
padatannya. Tambahkan air untuk menganalisis anion golongan klorida yang masih tersisa.
Tahap 3. Tes terhadap Hadrinya Iodida
1 mL larutan pada tahap 2 masukkan dalam tabung reaksi, tambahkan tetes demi tetes 1 M
KNO2. Jika jodida hadir, larutan akan segera berwarna kuning atau oranye, Karena I2 terbentuk Ke
dalam larutan ini tambahkan 1 mL heksan. Tutup tabung dan aduk. Jika I2 ada, lapisan heksan akan
berwarna ungu. Lapisan air tidak berwarna.
Tahap 4. Tes terhadap Hadirnya Tiosianat
1mL sampel pada tahap 2 masukkan ke dalam tabung reaksi, tambahkan 1 mLair, aduk
kemudian tambahkan dua tetes 0,1 M Fe(NO3)3. Jika tiosianat hadir, maka warna akan menjadi
oranye atau merah, karena terbentuk ion kompleks besi tiosianat.
Tahap 5. Tes terhadap Hadirnya Bromida Dan Klorida
Sampel yang tersisa pada tahap ke 2 masukkan dalam gelas kimia 50 mL. Tambahkan 0,2 g
K2S2O8, kalium peroksidisulfat, putar dan campur. Tutup gelas kimia dengan gelas arloji, panaskan
campuran. Jika jodium ada, cairan akan berwarna kuning dalambeberapa detik, kemudian berwarna
oranye bila I2 banyak, setelah kelihatan uap jodium berwarna violet pada gelas kimia. Pada saat itu
pemanasan dihentikan. Dinginkan gelas kimia beberapa menit. Pindahkan ke kertas saring yang telah
diberi satu tetes indikator fuchsin.
Tempatkan kembali untuk dipanaskan. Warna larutan menjadi tidak berwarna. Jika brom
hadir, larutan akan berwarna kuning. Bila uap brom banyak pada kertas saring, warna fuchsin akan
berubah dari merah ke violet. Perubahan warna ini menandakan larutan mengandung brom. Panaskan
lebih lanjut, pertahankan cairan pada titik didihnya. Warna akan hilang. Didihkan kira-kira 10 detik,
setelah warna hilang. Pindahkan kertas saring dan tambahkan 3 mL air pada gelas kimia. Kemudian
tambahkan 5 tetes 0,1 M AgNO3. Jika klorida hadir akan terjadi endapan putih dari AgCl.

Test terhadap golongan nitrat (NO3- )


5 mL sampel ditambah 1 mL 6 M NaOH dan campur kedalam gelas kimia 50 mL. Panaskan
campuran hingga mendidih, dan volume tinggal 1 atau 2 mL di dalam penangas air. Dalam beberapa
detik reaksi Al-NaOH akan menghasilkan gas H2, yang akan direduksi ion nitrat menjadi amonia.
Amonia dapat dideteksi melalui bau.

C. Reaksi Khusus pada penggolongan Anion

1. Reaksi ion talium (I)


Larutan kalium heksasiaonoferat (III) endapan coklat talium (III) hidroksida dalam
larutan basa
Tl+ + 2[Fe(CN)6]3- + 3OH- Tl(OH)3 + 2[Fe(CN)6]4-
7 | Analisa Anion
Dengan HCl encer akan membentuk endapan kuning TlCl
Dengan hidrogen sulfide akan membentuk endapan hitam yang tidak sempurna Tl2S
Dengan larutan kalium kromat akan membentuk endapan kuning Tl2CrO4
Dengan larutan amonium sulfide endapan hitam Tl2S , endapan teroksidasi setelah
terkena udara menjadi Tl2SO4
Dengan larutan natrium heksanitrokobalt akan membentuk endapan merah terang
Tl3[Co(NO2)6]
Larutan asam kloroplatinat akan membentuk endapan kuning muda Tl2[PtCl6]
Dengan larutan amonium sianat akan membentuk endapan putih TlSCN
2. TALIUM (III)
Dengan hidrogen sulfide direduksi menjadi talium (I)ndengan pengendapan belerang. Jika
asam dinetralkan Tl2S mengendap
3. TUNGSTAT
Dengan asam klorida encer akan membentuk endapan putih asam tungstate yang
berhidrat H2WO4.H2O
Dengan asam fosfat akan membentuk endapan putih asam H3[PO4(W12O36)].5H2O
Zink dan asam klorida akan membentuk endapan biru tungsten W2O5
Larutan besi (II) sulfat akan membentuk endapan coklat
Dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan kuning muda perak tungstate
yang larut dalam larutan amonia
4. MOLIBDENUM
Dengan asam klorida encer akan membentuk endapan putih atau kuning asam
molibdat H2MoO4
Dengan hidrogen sulfide akan membeentuk endapan coklat MoS3
Dengan zat-zat pereduksi akan mewarnai larutan biru (Mo3+) lalu hijau dan akhirnya
coklat
Dengan larutan amonium tiosianat pewarnaan kuning dalam larutan ditambahkan
asam klorida encer akan menjadi merah-darah setelah ditambahkan zink atau timah
(II) karena terbentuknya [Mo(SCN)6]3-
Dengan larutan natrium fosfat akan membentuk endapan kuning , amonium
fosfomolibdat
Dengan larutan kalium heksasianoferat(II) akan membentuk endapan coklat-
kemerahan molybdenum heksasianoferat(II)
5. PLATINUM
Dengan air raja akan melarutkan platinum dan terbentuk ion heksakloroplatinat (IV)
3Pt + 4HNO3+18HCl 3[PtCl6]2-+ 4NO + 6H+ +8H2O
Dengan kalium klorida akan membentuk endapan kuning heksakloroplatinat (IV)
K2[PtCl6]
Dengan hidrogen sulfat akan terbentuk endapan hitam PtS2
[PtCl6]2- + 2H2S PtS2 + 4H+ +6Cl-
Dengan zink, cadmium, magnesium atau alumunium akan mengendapkan platina
seperti bubuk halus
[PtCl6]2-+ 2Zn Pt + 2Zn2+ +6Cl-
Dengan hidrazina sulfat terjadi reduksi yang mudah dalam larutan amoniakal menjadi
platinum logam
[PtCl6]2- + N2H4 + 4NH3 Pt + N2 +4NH4+ + 6Cl-
Dengan larutan perak nitrat terbentuk endapan kuning Ag2[PtCl6]
Dengan kalium iodida akan terbentuk warna merah-kcoklatan atau merah yang kuat
dikarenakan [PtI6]2-

8 | Analisa Anion
Dengan larutan timah (II) klorida akan menyebabkan pewarnaan merah atau kuning
yang disebabkan oleh koloid platinum yang larut dalam etil asetat atau dalam eter
6. TELURIUM / TELURIT TeO32-
Dengan hidrogen sulfida akan membentuk endapan coklat TeS2
Dengan belerang dioksida akan membentuk pengendapan sempurna telerium dari
larutan asam klorida encer sebagai bubuk yang hitam
Dengan larutan besi (II) sulfat tidak terbentuk endapan
Dengan larutan timah (II) klorida telerium hitam diendapkan
Dengan asam klorida encer akan terbentuk endapan putih asam telurit H2TeO3
Dengan larutan barium klorida terbentuk endapan putih barium telurit BaTeO3
Dengan larutan kalium iodide akan membentuk endapan hitam TeI4
Uji asam hipofosfit
TeO42- + H2PO2- Te + PO43-+H2O
2TeO42- + 3H2PO2- 2Te + 3PO43- + 2H+ + 2H2O
7. TELURAT Te042-
Dengan asam klorida tidak ada endapan dalam keadaan dingin, didihkan endapan
asam telurit
TeO42- + 4HCl H2TeO3 + Cl2 +2Cl-+ H2O
Dengan barium klorida akan membentuk endapan putih barium telurat
Dengan larutan kalium iodide akan membentuk warna kuning sampai merah yang
diakibatkan dari heksaklorotelurat (VI)
Zat-zat pereeduksi membentuk endapan hitam Te saat dipanaskan
8. VANADAT
Dengan hidrogen sulfide tidak terbentuk endapan
Dengan zink, kadmium atau alumunium dalam larutan asam larutan berbubah menjadi
biru ion VO2+ lalu hijau ion V3+ dan kemudian lembayung ion V2+
Dengan larutan amonium sulfida larutan diwarnai bmerah anggur karena terbentuknya
tiovanadat
Dengan hidrogen peroksida akan terjadi pewarnaan merah
Dengan amonium klorida akan menghasilkan pemisahan Kristal-kristal amonium
vanadate yang tidak berwarna
Dengan larutan timbel asetat akan terbentuk endapan kuning timbel vanadate
Dengan larutan barium klorida akan membentuk endapan kuning barium vanadate
Dengan larutan tembaga sulfat akan membenntuk endapan hijau dengBan
metavanadat. Pirovanadat memberi endapan kuning
Larutan merkurium (I) nitrat terbentuk endapan putih merkurium (I) vanadate
Larutan amonium molibdat tidak terjadi endapan
9. Berelium
Dengan larutan amonia atau amonium sulfide akan membentuk endapan putih
Ba(OH)2
Dengan larutan natrium hidroksida akan membentuk endapan putih seperti gelatin ,
berilium hidroksida, yang mudah larut dalam zat pengendap berlebihan dengan
membentuk ion tetrahidroksoberilat [Be(OH)4]2-
Dengan larutan amonium karbonat akan membentuk endapan putih berilium karbonat.
Dengan larutan asam oksalat tidak terbentuk endapan\
Dengan larutan natrium tiosulfat tidak ada endapan
10. Titanium (IV)
Dengan larutan-larutan natrium hidroksida , amonia atau amonium sulfide akan
memberikan endapan seperti gelatin putih asam ortotitanat H4TiO4 atau Ti(OH)4

9 | Analisa Anion
Air endapan putih asam metatitanat
Dengan larutan natrium fosfat terbentuk endapan putih titanium fosfat Ti(HPO4)2
Zink, kadmium atau timah akan memberikan warna lembayung
Dengan reagensia kupferon akan membentuk endapan kuning garam titanium
Ti(C6H5O2N2)4
Dengan hidrgen peroksida pewarnaan merah-jingga yang diakibatkan oleh asam
peroksotitanat atau oleh ion peroksodisulfatotitanat (IV)
11. ZIRKONIUM
Dengan larutan natrium hidroksida akan membentuk endapan putih dan seperti gelatin
hidroksida Zr(OH)4 atau (ZrO2.xH2O) dalam keadaan dingin
Dengan larutan amonia atau amonium sulfide akan membentuk endapan hidroksida
yang putih
Dengan larutan natrium fosfat akan terbentuk endapan putih zirconium fosfat
Zr(HPO4)2 atau ZrO(H2PO4)2
Dengan hidrogen peroksida terbentuk endapan putih asam peroksozirkonat,
HOOZr(OH)3
Dengan larutan amonium karbonat akan terbentuk endapan putih zirconium karbonat
basa
Dengan larutan asam oksalat akan membentuk endapan putih zirconium oksalat
Dengan larutan amonium oksalat akan terbentuk endapan putih zirconium oksalat
yang akan larut dalam reagensia berlebihan
Dengan larutan kalium sulfat jenuh akan menghasilkan endapan putih
K2[ZrO(SO4)2] yang tidak larut dalam reagensia berlebihan
Dengan reagensia asam fenilarsonat akan membentuk endapan putih zirconium
fenilarsonat
Dengan reaksi asam n-propilarsonat
{CH3.CH2.CH2.AsO(OH)2}
Terbentuk endapan putih zirconium n-propilarsonat
Dengan larrutan kalium iodat akan terbentuk endapan putih zirconium iodat
Dengan reagensia alizarin-S terbentuk endapan merah yang sangat asam
Dengan reagensia asam p-dimetilaminobenzena-azo-fenilarsonat akan terbentuk
endapan coklat
12. Uranium
Dengan larutan amonia akan membentuk endapan kuning amonium diuranat
Dengan larutan natrium hidroksida akan membentuk endapan amorf kuning, natrium
diurunat, Na2U2O7 yang larut dalam amonium karbonat
Dengan hidrogen peroksida akan membentuk endapan kuning pucat, uranium
tetraoksidda yang larut dalam larutan natrium karbonat yang membentuk endapan
kuning tua
Dengan reagensia kupferon tidak terbentuk endapan
Dengan larutan natrium fosfat aka terbentuk endapan uranil fosfat
Dengan larutan amonium karbonat akan membentuk endapan putiih uranil karbonat
Dengan larutan kalium heksasianoferat (II) akan membentuk endapan coklat uranil
heksasianoferat (II)
13. Torium
Dengan larutan amonia,amonium sulfide atau natrium hidroksida akan membentuk
endapan putih torium hidroksida Th(OH)4
Dengan larutan amonium atau natrium karbonat akan terbentuk endapan putih
karbonat basa
Dengan larutan asam oksalat akan terbentuk endapan kristalin putih torium oksalat
10 | Analisa Anion
Dengan larutan kalium sulfat jenuh akan membentuk endapan putih garam kompleks
kalium tetrasulfatotorat (IV)
Dengan hidrogen peroksida akan terbentuk endapan putih torium heptoksida berhidrat
Th2O7.4H2O
Dengan larutan natrium tiosulfat akan membentuk endapan torium hidroksida dan
belerang dengan mendidihkan
Th4+ + 2S2O32- +2H2O TH(OH)4 + 2S +2SO2
Dengan larutan kalium iodat akan terbentuk endapan putih torium iodat
Dengan larutan kalium heksasianoferat (II) akan membentuk endapan putih
Th[Fe(CN)6]
Dengan larutan kalium fluoride terbentuk endapan putih ThF4
Dengan larutan asam sebasat jenuh akan terbentuk endapan putih torium sebasat
Dengan reagensia (NO2.C6H4COOH) akan membentuk endapan putih garam
Th(NO2.C6H4COO)4
14. SERIUM (III)
Dengan larutan amonium sulfidav akan terbentuk endapan putih serium (III)
hidroksida
Dengan larutan asam oksalat akan membentuk endapan putih serium (III) oksalat
Larutan natrium tiosulfat tidak membentuk endapan
Dengan larutan kalium sulfat jenuh akan membentuk endapan kristalin putih yang
mempunyai komposisi Ce2(SO4)3.3K2SO4
Dengan natrium bismutat mengubah bion serium (III) menjadi serium (IV) dalam
keadaan dingin
Dengan larutan amonium karbonat akan membentuk endapan putih serium (III)
karbonat
Dengan larutan amonium fluoride akan membentuk endapan putih seperti gelatin
serium (III)fluoride CeF3
Dengan kalium iodat akan membentuk endapan putih serium (II) iodat Ce(IO3)3
Dengan reagensia perak nitrat amoniakal
Ce(OH)3 + [Ag(NH3)2]+ + OH- = Ce(OH)4 + Ag + 2NH3
15. SERIUM (iv)
Dengan larutan amonia atau natrium hidroksida akan terbentuk endapan kuning
serium (IV)
Dengan asam oksalat atau amonium oksalat akan terjadi reduksi dengan pemanasan
menjadi serium (III) dan akhirnya serium (III) oksalat putih mengendap
Dengan larutan kalium sulfat jenuh tidak terbentuk endapan
Dengan zat-zat pereduksi merubah ion-ion serium (IV) menjadi serium (III)
Dengan larutan natrium tiosulfat
Warna kuning larutan dihilangkan dan belerang diendapkan
2Ce4+ + S2O32- + H2O 2Ce3+ + S +SO42- +2H=
Dengan larutan amonium fluoride warna kuning dihilangkan tidak dihasilkan endapan
Dengan larutan kalium iodat akan terbenttuk endapan putih serium (IV) iodat
Ce(IO3)4
Dengan reafgensia asam antranilat serium (IV) mengoksidasikan asam antranilat
menjadi suatu senyawa coklat

16. Emas
Hidrogen Sulfida
2[AuCl4]- + 3H2S Au2S + 2S + 6H+ + 8Cl-
Larutan asam okasalat
11 | Analisa Anion
2[AuCl4]- + 3(COO)2 2- 2Au + 6CO2 + 8Cl-
Larutan timah (II)
2[AuCl4]- + 4Sn2+ + 2H2O 2Au + Sn(OH)2 + 3Sn4+ + 2H+ + 8Cl
Hidrogen peroksida
2[AuCl4]- + 3H2O2 + 6OH- 2Au + 3O2 + 8Cl- + 6H2O

17. Paladium
Hidrogen sulfida: endapan hitam paladium(II) sulfida, PdS, dari larutan asam atau
netral.
Larutan natrium hidroksida: endapan seperti gelatin yang coklat-kemerahan, yaitu
oksida berhidrat, PdO.nH2O (ini mungkin tercemar dengan suatu garam basa)
Larutan amonia: endapan merah [Pd(NH3)4][PdCl4], yang larut dalam reagensia
berlebihan dengan memberi larutan ion [Pd(NH3)4]2+ yang tak berwarna.
Larutan kalium iodida: endapan hitam paladium(II) iodida, PdI2, dalam larutan netral,
yang larut dalam reagensia berlebihan dengan memeberi larutan coklat [PdI4]2-.
Dalam larutan asam, PdI hitam diendapkan.
Larutan Merkurium(II) sianida: endapan putih paladium(II) sianida, Pd(CN)2
(perbedaan dari platinum), yang sangat sedikit larut dalam asam klorida encer, mudah
larut dalam larutan kalium sianida dan dalam larutan amonia.
Reagensia pirol (pyrrole): Asam selenit mengoksidasikan pirol menjadi zat pewarna
biru yang komponen sisinya tak diketahui (biru pirol).
Amonium tiosianat dan asam klorida:
2SeO32- + SCN- + 4H+ 2Se + CO2 + NH4+ + SO42-

12 | Analisa Anion
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa penggolongan anion dapat diidentifikasi dengan beberapa cara.
Anion dibagi menjadi golongan sulfat, golongan halida, dan golongan nitrat.

B. Saran

Lakukanlah prosedur identifikasi dengan baik dan benar agar anion yang ingin diidentifikasi
dapat terjawab dengan benar.

13 | Analisa Anion
SOAL & JAWABAN

2
1. Bagaimana cara mengetahui adanya ion CO dalam suatu sampel?
3

Jawab : Identifikasi secara kering dilakukan dengan mereaksikan dengan HCl encer,
kemudian muncul CO2, lalu gas CO2 tersebut dialirkan menuju tabung yang telah diisi
menggunakan air kapur, lalu gas CO2 tersebut akan mengngeruhkan air kapur tersebut

2. Suatu sampel ditambah larutan Pb(NO3)2 membentuk endapan kuning, ketika ditambah
larutan AgNO3, membentuk endapan merah coklat Permanganat, jika diasamkan dengan
asam sulfat p + H2O2 p dalam keadaan dingin atau dengan asam oksalat dalam keadaan panas,
warna ungu akan hilang. penambahan Asetat dengan asam sulfat P dan etanol 70% akan
memberikan bau etil asetat. Identifikasi tersebut ada apa saja anionnya?

Jawab : Cromat dan Dicromat

3. Bagaimana cara mengidentifikasi anion SO2- pada suatu sampel?

Jawab : Alirkan gas SO2 ke dalam larutan HNO3 encer, barium klorida dan sejumlah kecil
KMnO4 untuk endapan putih BaSO4.

4. Suatu sampel direaksikan dengan asam sulfat pekat, kemudian menghasilkan gelembung,lalu
larutan tersebut tidak berwarna, bau menusuk, asap putih pada udara lembab, lakmus biru
menjadi merah. anion apakah yang terdapat pada sampel?

Jawab: Cl-
5.
Suatu sampel dinyatakan tidak berbau dan tidak bewarna kemudian Dilakukan uji dengan
larutan I2, Larutan yang asalnya berwarna coklat ketika ditambahkan larutan sampel maka
larutan menjadi jernih, anion apakah itu?

Jawab:

14 | Analisa Anion
2
Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion Mn O 4 , CH3COO ,
2 2
Cr O 4 , Cr2 O7 , Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam

hal warna dan bau.


Maka Anion adalah Sulfit karena tiosulfit tereduksi menjadi tiosulfat. Dengan reaksi:
2
S2O3 + I2 2I + S4 O
6

Maka anion tersebut adalah positif Tiosulfit, S2O3.

6. Suatu sampel dinyatakan tidak berwarna tetapi berbau cuka kemudian dilakukan uji terhadap
larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih lalu dilakukan uji dengan larutan FeCl3
menghasilkan endapan berwarna jinggaanion apakah itu?

Jawab:
Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion MnO42-, CrO42-,
Cr2O72-, Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam hal warna.
Tetapi bau khas cuka dari ion CH3COOkemungkinan larutan ini mengandung anion
CH3COO.
Kemungkinan ion CH3COO karena ion tersebut menghasilkan endapan putih CH3COOAg
ketika direaksikan dengan AgNO3dengan reaksi :
CH3COO + AgNO3 CH3COOAg
Kemudian dilakukan uji dengan larutan FeCl menghasilkan endapan berwarna jingga.
Ion CH3COO akan menghasilkan endapan berwarna coklat ketika bereaksi dengan FeCl3.
Dengan reaksi :
6 CH3COO + 3Fe3+ + 2H2O [Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 2H+
[Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 4H2O 3Fe(OH)2CH3COO + CH3COOH +
H+

Maka anion tersebut adalah CH3COO.

7. Suatu sampel dinyatakan tidak berbau dan tidak berwana kemudian dilakukan uji dengan
Larutan Perak Nitrat menghasilkan endapan berwarna putih, anion apakah itu?

Jawab :
Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion MnO42-, CH3COO,
CrO42-, Cr2O72-, Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam hal
warna dan bau. Dan dengan dilakukan uji dengan Larutan Perak Nitrat menghasilkan
endapan berwarna putih, kemungkinan Anion adalah Cl. Dengan reaksi :

Cl + AgNO3 AgCl + NO3

Maka anionnya adalah Cl.

8. Suatu sampel dinyatakan tidak berbau dan berwarna ungu kehitaman lalu dilakukan uji
dengan larutan H2O2 menghasilkan larutan coklat kehitaman anion apakah itu?

Jawab
Dari keterangan diatas kemungkinan Larutan mengandung Anion MnO42- karena
larutan yang mengandung MnO42- akan berwarna ungu kehitaman. Untuk memastikan
dilakukan dengan uji dengan larutan H2O2

15 | Analisa Anion
Kesimpulannya anion tersebut adalah MnO42- karena MnO42- direaksikan dengan
H2O2 menghasilkan larutan Mangan yang berwarna coklat kehitaman dengan reaksi:
2 MnO42- + 5 H2O2 + 6H+ 5O2 + 2 Mn2+ + 8H2O

Maka anionnya adalah Permanganat, MnO42-.

16 | Analisa Anion

Anda mungkin juga menyukai