Anda di halaman 1dari 4

Nama Operator : Amalia Kautsaria

Nama Pasien : Chyello Exsel Andika


Nomor RM : 6473
Pembimbing : drg. Kuni R. Andini, Sp.Ort

KONTROL 1

1. Ringkasan
a. Diagnosis
Maloklusi kelas I Angle dengan protrusi dan berdesakan
anterior posterior RA dan berdesakan anterior RB disertai
pergeseran garis median RB serta modifikasi Dewey kelas I
tipe I (gigi anterior berdesakan).

b. Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan gigi depannya berantakan,
pasien ingin giginya dirapikan. Pasien belum pernah
mendapat perawatan ortodontik sebelumnya.

c. Overjet : Normal (3,5 mm) kecuali normal pada


gigi 12 (2,5mm) dan 21,22 (3.0 mm)
d. Overbite : Nomaal (2,0 mm) kecuali
bekurang pada gigi 42 (1.5 mm)
Kurva spee : Datar; kanan (1.5 mm), kiri (1.5 mm)
e. Diskrepansi Model :

RA RB
Tempat yang tersedia/ available 75.8 70.8 mm
space
Tempat yang dibutuhkan/ required 78.1 72.1 mm
space
Jumlah Kelebihan / kekurangan -2.3 -1.3 mm
tempat

f. Kemungkinan Etiologi Maloklusi


Faktor Keturunan : Ibu gigi
depan maju dan gigi rahang bawah
berantakan
Kehilangan Prematur :
Kehilangan premature gigi 54, 52, 62,
64
Letak Benih Salah : Gigi 21,32, 31, 41
Lain-lain :Kariesgigi 84
2. Macam Perawatan
Perawatan ortodonti menggunakan piranti ortodonti lepasan RA dan RB
tanpa dilakukan pencabutan
3. Rencana Perawatan
Piranti ortodonti lepasan RA
1) Busur labial dengan lup U dari 13-23
2) Sekrup ekspansi transversal untuk koreksi
kekurangantempat
3) Klamer adam pada 16 dan 26
4) Peninggian gigit posterior pada 14-16 dan
24-26
Piranti ortodonti lepasan RB
1) Busur labial dengan lup u dari 33-44.
2) Sekrup ekspansi transversal untuk koreksi
kekurangan tempat.
3) Klamer adampada gigi 46 dan 36.
4. Apa yang sudah dilakukan
Insersi piranti ortodonti lepasan RA dan RB pada 18 Mei 2016.
Rahang Atas : - aktivasi sekrup
ekspansi transversal. Sudah diputar 4 putaran (1
kali putaran sebesar putaran) selama 3 bulan.
Rahang Bawah : - aktivasi sekrup ekspansi
transversal. Sudah diputar 3 putaran (1 kali
putaran sebesar putaran) selama 3 bulan.

Analisa Model Sebelum Perawatan Kontrol 1 Perubahan


Overjet Gigi 12 (4.4 mm) Gigi 12 (4.4 mm) 0 mm
Gigi 11 (4.6 mm) Gigi 11 (4.6 mm) 0 mm
Gigi 21 (6.4 mm) Gigi 21 (6.4 mm) 0 mm
Gigi 22 (3.9 mm) Gigi 22 (3.9 mm) 0 mm
Overbite Gigi 12 (3.3 mm) Gigi 12 (2.6 mm) -0.7 mm
Gigi 11 (4.3 mm) Gigi 11 (3.7 mm) -0.6 mm
Gigi 21 (4.3 mm) Gigi 21 (3.7 mm) -0.6 mm
Gigi 22 (4.9 mm) Gigi 22 (3.5 mm) -1.4 mm
Relasi C kanan Tidak ada relasi Tidak ada relasi -
Relasi C kiri Tidak ada relasi Tidak ada relasi -
Relasi M kanan Neutroklusi Neutroklusi -
Relasi M kiri Neutroklusi Neutroklusi -
Gigi 21rotasi Distolabialrotasieksentri Distolabialrotasieksentri -
s s
Gigi 44 rotasi Mesiolingual rotasi Mesiolingual rotasi -
sentris sentris
Diskrepansi -2.3 mm -1.4 mm +0.9mm
Rahang Atas
Diskrepansi -1.3 mm +0.4 mm +1.7 mm
RahangBawah
5. Apa yang Akan dilakukan

Melanjutkan penggunaan piranti ortodonti lepasan RA dan RB.

Piranti ortodonti lepasan RA


1) Busur labial denganlup U dari 13-23.
2) Sekrup ekspansi transversal untuk koreksi
kekurangantempat(pasif).
3) Klamer adam pada 16 dan 26.
4) Peninggian gigit posterior pada 14-16 dan
24-26
Piranti ortodonti lepasan RB
1) Busur labial dengan lup u dari 33-44.
2) Sekrup ekspansi transversal untuk koreksi
kekurangan tempat.
3) Klamer adampada gigi 46 dan 36..