Anda di halaman 1dari 23

B. J.

Habibie
Pada saat lengsernya Soeharto setelah menjadi Presiden RI selama kurang lebih 32 tahun,
Indonesia baru memiliki dua Presiden dalam hampir 53 tahun. Setelah itu, Presiden-Presiden
silih berganti dengan amat cepat. Habibie yang menggantikan Soeharto bertahan hampir 18
bulan. Penunjukan Habibie sebagai Presiden dipandang banyak pihak sebagai perpanjangan
era kekuasaan Soeharto yang tidak sah. Alhasil Habibie menjadi sasaran banyak demonstrasi,
namun Habibie ketika itu mengejutkan para pengritiknya. Masa jabatan Habibie sejak awal
ditandai pengakuan pragmatis dan juga keyakinannya bahwa harus memerintah secara
reformis, sebab kalau tidak bisa saja terjadi revolusi (Bacharuddin Jusuf Habibie, 2006: 57-
59). Habibie memunculkan sejumlah keputusan emansipatif yang mengagetkan. Di antaranya
kebebasan partai politik, pemilihan umum parlementer, pelepasan tahan politik, tawaran
referendum kepada penduduk Timor-Timor, penghapusan undang-undang subversi, undang-
undang pers baru, undang-undang otoritas peradilan baru dan berbagai keputusan tentang
HAM. Sayangnya MPR menolak pidato pertanggungjawabannya, sehingga Habibie harus
turun pada Oktober 1999 dan tidak dapat dipilih kembali.
Abdurrahman Wahid
Habibie digantikan pemimpin muslim yang memiliki karakter berbeda namun terdapat
beberapa kesamaan dengan Habibie, yakni sama-sama eksentrik dan tidak bisa diprediksi.
Abdurrahman Wahid, seorang tokoh bangsa yang kecerdikan politiknya tidak diimbangi
kemampuan fisik yang prima. Gus Dur yang cerdik dalam taktik, tapi kacau dalam strategi.
Gus Dur membiarkan ambisinya yang meluap-luap mengalahkan kesehatannya yang kurang
baik. Kepribadiannya yang impulsif, ditambah kabinet "Persatuan Nasional" yang terpecah-
belah, parlemen yang bermusuhan, dan negara yang lemah, membuat Gus Dur mengalami
kegagalan. Upaya Gus Dur membangun masyarakat yang lebih terbuka dan toleran tidak
berhasil banyak, di antaranya pada awal 2000 menghapuskan pelarangan penyebaran
"Komunisme, Marxisme dan Leninisme" yang ditetapkan MPRS sejak 1966 kurang
mendapat respon. Sebelum akhir jabatannya, Gus Dur berupaya membubarkan parlemen,
namun Juli 2001 Gus Dur harus menerima kenyataan untuk meninggalkan Istana Negara.
Megawati Soekarno Putri
Pengganti Gus Dur adalah Wakilnya sendiri, yaitu Megawati Soekarno Putri. Banyak
pengamat politik ketika itu menjuluki Megawati sebagai sosok "polos namun peragu". Masa
kepresidenan Megawati yang diawali dengan agenda reformis segera mandek akibat dibebani
kewajiban mempertahankan kekuasaan militer yang dirasakan, selain itu juga dipengaruhi
faktor-faktor lain seperti keengganannya menghadapi tatanan yang sudah mapan,
nasionalismenya yang blak-blakan, konfrontasionis, unitaris, serta statismennya yang tanpa
kompromi. Megawati kurang memiliki agenda jelas, selain keinginannya untuk bertindak
demi rakyat biasa yang tertindas serta keinginannya kembali ke nilai-nilai Pancasila serta
UUD 1945 yang telah diselewengkan Rezim Soeharto. Megawati kurang memahami
bagaimana caranya mengusahakan pemulihan ekonomi Indonesia yang diperlukan. Megawati
menderita kekalahan yang memilukan dari seorang mantan Menterinya sekaligus mantan
Jendral di pemilihan Presiden langsung tahun 2004 yang pertama kali diselenggarakan di
Indonesia. Kekalahan itu mungkin meninggalkan luka mendalam di hati Megawati, hingga
dirinya tidak mau hadir pada upacara pelantikan Presiden dan menghilang untuk sementara
dari dunia politik.
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presiden pengganti Megawati menampilkan citra yang
berbeda. Lebih terukur dan penuh perhitungan. Semisal ketika SBY mencopot Ryamizard
Ryacudu yang berhaluan keras dari jabatan Panglima TNI dan menjinakan sikap permusuhan
tentara terhadap perundingan perdamaian di Aceh. Sikap SBY yang terlalu hati-hati
terkadang merugikan SBY sendiri secara politis dan kadang-kadang tersaingi Wakil Presiden
Jusuf Kalla yang ketika itu juga memiliki kharisma dan berjiwa pengusaha. SBY dikatakan
sebagai Presiden RI yang memiliki masa jabatan paling lama dibandingkan dengan Presiden
lain di era reformasi ini. Pada pemilu 2009 kemarin, SBY yang berpasangan dengan
Boediono terpilih kembali selama satu periode, yakni hingga tahun 2014. Selama akhir Orde
Baru dan reformasi bergulir hingga kini, gangguan yang diterima bangsa Indonesia dari
segala bidang cukup banyak. Di awali dengan kerusuhan etnis, hilangnya kepercayaan rakyat
terhadap negara karena bencana ekonomi, hingga munculnya buah kehampaan dari era
reformasi menimbulkan kecemasaan banyak pihak mengenai masa depan, bentuk, identitas
dan kapasitas negara RI. Setengah abad lebih setelah mencapai kemerdekaan, negara
Indonesia mengalami pasang surut dalam mencapai tujuan karena para pemimpin (dalam arti
luas) yang kurang memiliki komitmen mensejahterakan rakyat. Pertarungan, kekerasan, dan
perseteruan baik dalam bidang politik atau bidang yang lain bukan sebagai sarana untuk
memperkuat pemahaman akan apa yang diwakilkan Indonesia atau menyatukan bangsa
Indonesia, melainkan semakin memperlebar jurang kesenjangan antar saudara sebangsa ini.
Satu hal lagi yang menambah bangsa Indonesia kehilangan martabat dan semangat itu datang
pada akhir tahun 2002 ketika Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia atas
Indonesia dalam perkara kepemilikan dua pulau kecil (Sipadan dan Ligitan). Semoga
momentum kebangkitan nasional ini menjadi wahana Bangsa Indonesia untuk kembali
kepada karakter, jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia yang mulai rapuh.

Sumber Referensi:
Bacharuddin Jusuf Habibie. 2006. Detik-Detik yang Menetukan: Jalan Panjang Indonesia
Menuju Demokrasi. Jakarta: THC Mandiri.

Elson, R.E. 2008. The Idea of Indonesia: Sejarah Pemikiran dan Gagasan. Jakarta: Serambi.
Agus Prasetyo /agusprasetyo PPKn UMS. Kota Boyolali. Membumi dan Membumi...
Selengkapnya...

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agusprasetyo/perjalanan-presiden-kita-di-era-
reformasi_5500c97da33311376f512347

Orde Reformasi
1998gus durhabibimegawatireformasisoeharto

Lahirnya orde reformasi di Indonesia di tandai oleh mundurnya Soeharto sebagai Presiden RI
pada tanggal 21 Mei 1998.Penyebabnya adalah krisis moneter yang melanda Indonesia sejak
pertengahan juli 1997.

Krisis moneter memicu terjadinya kemerosotan ekonomi secara meluas.pemutusan hubungan


kerja(PHK)tampak terjadi dibanyak tempat.Harga Sembilan bahan pokok(sembako)yang
menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari melambung tinggi bahkan sempat terjadi
kelangkaan.

Krisis moneter

Krisis moneter terjadi di korea selatan,Filipina,Thailand,Malaysia dan Indonesia. jika


dibandingkan dengan Negara-negara asia tersebut Indonesia sangat merasakan dampak paling
buruk,hal itu disebabkan fondasi perekonomian Indonesia rapuh praktik
KKN(koropsi,kolusi,nepotisme)dan monopoli ekonomi mewarnai pembangunan ekonomi
Indonesia.CRONY CAPITALISME istilah untuk pembangunan ekonomi Indonesia selama
perjalanan orde baru.

Krisis moneter mengakibatkan kerawanan kondisi social dan kerentahan terhadap ancaman
kerusuhan dan aksi kekerasan.Faktanya aksi-aksiyang dilakukan massa secara sporadic dan
bersifat local kemudian berubah menjadi gerakan moral atas kepeloporan mahasiswa.berawal
dari gerakan moral,aksi bergesre memasuki ranah politik,yaitu menuntut Soeharto mundur
dari tahta keprasidenan

1. Kronologis Jatuhnya Kekuasaan Soeharto

Golkar sebagai pemenang pemilu 1997 mencalonkan kembali Soeharto sebagai presiden
periode 1998-2003.Terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden melalui SU(siding
umum)MPR yang berlangsung 1-11 maret 1998,justru memperparah gejolak
krisis.gelombang aksi mahasiswa silih berganti menyuarakan

tuntutan gerakan reformasi,sebagai berikut:

1.Bubarkan Orde Baru dan Golkar

2.Hapuskan Dwifungsi ABRI

3.Hapuskan KKN

4.Tegakkan supresimasi hukum ,HAM,dan demokrasi.

Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998
Tuntutan gerakan reformasi oleh mahasiswa menimbulkan bentrok dengan pihak aparat
keamanan hingga terjadi peristiwa tragis,yaitu Tragedi Trisakti.peristiwa penembakan
terhadap massa mahasiswa di Universitas Trisakti pada tanggal 12 mei 1998 mengakibatkan
tewasnya 4 orang mahasiswa Trisakti dan puluhan korban luka parah.

Pasca peristiwa Trisakti dan kerusuhan massa memicu gerakan mahasiswa yang berpusat di
Jakarta untuk mulai melancarkan aksi yang lebih besar.Mahasiswa pun berdatangan ke
gedung DPR/MPR RI dengan tuntutan utama yaitu segera dilakukan sidang istimewa
MPR(SI MPR)dan pencabutan mandat MPR kepada presiden Soeharto. Karena kuatnya
tuntutan mahasiswa,maka pada tanggal 20 mei 1998 pimpinan DPR berdasarkan hasil
konsultasi memutuskan akan segera menggelar SI MPR jika presiden tidak mengundurkan
diri.

Tanggal 21 mei 1998,di istana merdeka Jakarta ,presiden Soeharto menyatakan


berhenti,setelah 32 tahun ,7 bulan dan 3 minggu masa kekuasaanya sebagai Presiden
RI.Mahkama Agung (MA)mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden
yang sebelumnya menjabat Wakil residen.pengalihan kekuasaan dilakukan sesuai dengan
pasal 8 UUD 1945.

1. Masa Kepimipinan B.J HABIBIE

Pengangkatan B.J Habibie sebagai presiden RI KE-3 Memunculkan kontroversi di


masyarakat.di lain pihak yang kontra terhadap pengankatan B .J Habibie menganggap bahwa
Habibie sebagai kelanjutan dari era soeharto dan pengangkatanya dianggap tidak
konstitusional.

Enam bulan setelah pengangkatan B J Habibie diadakan sidang istimewa pada tanggal 10-13
November 1998 guna mempersiapkan jalan bagi liberalisasi politik,termasuk pemilu
demokratis yang akan diadakan pada 7 juni 1999.Pada tanggal 13 november 1998 tuntutan
gerakan mahasiswa terhadap lembaga SI MPR mencapai puncaknya. Gerakan
mahasiswa memperkeras tuntutannya,dan mereka berkeinginan untuk menduduki kembali
gedung DPR/MPR RI. Mereka terhalang oleh pengamanan yang ketat aparat keamanan
sehingga terjadi bentrok fisik,yang dipicu oleh privokasi oknum kelompok tertentu. Kejadian
berlangsung di sekitar jembatan Semanggi sehingga dikenal dengan Tragedi Semanggi

Pada era Presiden Habibie,timor timur yang menjadi provinsi ke-27,memisahkan diri dari
NKRI Terlepasnya timor timur menjadi factor utama penolakan MPR atas pidato
pertanggungjawabanya pada bulan oktober 1999 dan B J Habibie akhirnya mengundurkan
diri dari bursa calon presiden.

Pada 7 juni 1999 diadakan pemilu yang pertama kali setelah reformasi bergulir,yaitu pemilu
yang dianggap paling demokratis jika dibandingkan dengan pemilu pemilu
sebelumnya.dengan prinsip luber dan jurdil,yang di ikuti oleh 48 partai yang telah lolos
verifikasi dan memenuhi syarat menjadi OPP(organisasi peserta pemilu)dari 141 partai
politik yang mendeklarasiakan pendirianya dan mendaftarkan di Depdagri. Pemenang
pertama pemilu 1999 adalah PDI-P pimpinan Megawati. Golkar menjadi nomer 2
,posisi ke3 diduduki PKB yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid,urutan ke4 adalah PPP
dan urutan ke5 adalah PAN pimpinan Amien Rais. Sisa suara yang cukup kecil terbesar ke 43
partai lainnya, tidak satu partai pun yang memperoleh mayoritas mutlak. Hasil pemilu ini
menunjukkan Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap
pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil.

Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998,
masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian
kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang
menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta
menyebabkan 217 korban luka luka

MPR yang terbentuk melalui hasil pemilu 1999 antara lain berhasil menetapkan
GBHN,melakukan amandemen pertama terhadap UUD 1945,serta memilih presiden dan
wakil presiden.Pada tanggal 20 oktober 1999,MPR berhasil memilih K.H.Abdurrahman
Wahid sebagai presiden keempat dalam sejarah ketatanegaraan Republik Indonesia dan sehari
kemudian memilih Megawati Soekarnoputri sebagain presiden.

Megawati Soekarnoputri yang mempunyai peluang terbesar untuk tampil sebagai presiden
,Berbagai isu dan manuver politik menerjang ,sehingga gagal menduduki posisi presiden.
Saat itu ada slogan asal bukan Mega (ABM)yang dihembuskan parpol saingan PDI-P menjadi
senjata pamungkas untuk memotong laju politik Megawati.akhirnya manuver politik yang
digalang Amie Rais melalui poros tengah (PAN,PK,PBB,PPP)yang terdiri dari parpol-parpol
islam berhasil mengantarkan K.H.Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI ke empat.

1. Masa Kepemimpinan Abdurrahman Wahid

Terpilihnya Abdurrahman Wahid-Megawati secara legalitas formal telah menandakan


lahirnya periode baru.pada tanggal 20 oktober1999 Era orde baru atelah dinyatakan berakhir
dan digantikan Orde Reformasi.Orde Reformasi membuat rakyat menaruh harapan besar
akan terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Pasangan Gus Dur Megawati sebenarnya
dinilai ideal dilihat dari aspek wawasan. pasangan ini membentuk Kabinet Persatuan
Nasional yang dilantik tanggal 28 oktober1999. Terlepas dari adanya kekecewaan karena
dihapuskanya Departemen Penerangan dan Departemen sosial,kabinet ini mendapat
dukungan dari berbagai kalangan. Pada masa orde baru persoalan yang sangat menonjol
adalah masalah korupsi, kolusi, nepotisme(KKN), pemulihan ekonomi, masalah BPPN,
kinerja BUMN,pengendalian inflasi,mempertahankan kurs rupiah,masalah jaringan
pengamanan sosial(JPS),munculnya masalah disintegrasi,konflik etnis antar umat
beragama,penegakan hukum,dan penegakan hak asasi manusia(HAM).

Belum genap 100 hari berkuasa dan belum tuntasnya penyelesaian persoalan-persoalan
peninggalan

orde baru,pemerintah Gusdur dihadapkan pada persoalan-persoalan kebijakannya yang dinilai


banyak

kalangan sangan kontrovesial ,kebikannya:

Pencopotan Kaporli Jendral pol.Roesmanhadi yang dianggap orangnya habibie

Pencopotan kapuspen Hankam Mayjen TNI Sudrajat yang dilatari oleh pernyataannya
bahwa presiden bukan pangti TNI

Pencopotan Wiranto debagai Menko polkam dilator belakangi oleh hub.yang tidak
harmomis antara Wiranto dan gusdur.

Mengeluarkan pengumuman tentang adanya menteri-menteri Kabinet Persatuan nasional


yang

terlibat KKN.
Gusdur menyetujui nama Papua sebagai pengganti Irian jaya pada akhir desember 1999.
Dalam sikap pro dan kontra atas kepemimpinan Gusdur muncul kasus Bruniegate.yang
mengakibatkan kredibilitas rakyat terhadap gusdur turun drastis dan puncak kekecewaan
DPR terbukti dengan dikeluarkannya Memorandum 1buat presiden gusdur pada tanggal 1
februari 2001 yang disusul dengan Memorandum II pada tanggal 30 april 2001.presiden
gusdur terkenal dengan sikapny yang controversial,bukan memberi laporan tetapi
memgeluarkan maklumat yang isinya membekukan lembaga MPR dan DPR. Puncak
jatuhnya Gus dur dari kursi kepresidenan terjadi ketika MPR atas usulan DPR mempercepat
sidang istimewa MPR.yang menilai presiden Gus Dur telah melanggar Tap
No.VII/MPR/2000,karena menetapkan Komjen (pol)Chaerudin sebagai pemangku sementara
jabatan Kapolri.

Pada sidang Istimewa tanggal 23 juli 2001,Megawati Soekarno putri terpilih sebagai Presiden
RI menggantikan gus dur berdasarkan TAP MPR No.3 Tahun 2001.dan Hamzah Has ketua
umum PPP terpilih sebagai wakil presiden RI.

1. Masa Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri

Megawati dilantik menjadi presiden pada tanggal 23 juli 2001. Pada pemerintahanya banyak
persoalan yang harus dihadapi salah sutunya pemulihan ekonomi dan penegakan
hukum.kebijakan-kebijakan

untuk mengatasi persoalan tersebut:

Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$5,8 miliar pada pertemuan paris Club
ke-3 tanggal 12 april 2002.

Melalui kebijakan pemulihan keamanan,situasi Indonesia menjadi tenang.presiden


megawati berhasil menaikkan pendapatan per kapita cukup signifikan.

Memperbaiki kinerja ekspor

Berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Presiden megawati merupakan peletak


dasar ke arah kehidupan demokrasi. Yang di tandai dengan keberhasilannya melaksanakan
pemilu 2004 yang berlangsung aman dan damai.

Untuk pertama kalinya Indonesia melaksanakan pemilu sebanyak 2 kali yaitu untuk
memilih anggota legislative dan memilih presiden secara langsung. Pemilu 2004 yang
diselenggarakan pada 5 april 2004 diikuti oleh 24 partai politik. Setelah
melaksanakan pemilu legislative, dilanjutkan dengan pemilihan Calon presiden dan wakil
presiden yang mencalonkan diri antara lain Megawati-Hasyim Muzadi didukung oleh PDIP,
Wiranto-Salahudin Wahid didukung partai golkar,Amien Rais- Siswono didukung partai
Amanat Nasional, Hamzah Haz-Agum gumelar di dukung partai persatuan pembangunan,
Susilo Bambang Yudhoyono Jusuf kalla didukung partai Demokrat.pemilu di
menangkan oleh pasangan SBY-jusuf kalla dan Mega Hasyim,akhirnya dilaksanakan pemilu
putaran ke2 yang dimenangkan oleh pasangan SBY jusuf kalla.
1. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)

Susilo bambang yudhoyono dilantik sebagai presiden ke-6 Republik Indonesia pada tanggal
20 oktober 2004,kebijakan yang ditembuh pada masa pemerintahan susilo bambang
yudhoyono:

Ketika dilantik sebagai presiden,ekspor hingga oktober 2004 menjadi naik jika
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2003.

Kebijakan soal aceh ditunjukkan oleh presiden dengan memperpanjang status darurat
sipil.

Pelunasan utang terhadap IMF pada bulan oktober 2006 dilaksanakan dalam dua
tahap

Pada masa pemerintahanya presiden SBY menaikkan harga BBM sebanyak tiga kali.

Kenaikan harga BBM dilakukan guna mengurangi subsidi BBM.

Pada masa pemerintahannya dilaksanakan pemelihan umum yang dilaksanakan dari pemilu
legislatif dan pemilihan presiden secara langsung.

1. Pemilu legislatif 2009

Dilaksanakan pada tanggal 9 april 2009.yang di ikuti oleh partai Presiden SBY peserta
pemilu yang semakin banyak dan beragam yang terdiri dari 40 partai politik yang terdiri dari
34 partai politik dan 6 partai politik local.

2. Pemilihan presiden 2009

Dilaksanakan pada tanggal 8 juli 2009.tiga pasang capres dan cawapres turut bersaing untuk
menuju kepresidenan.ternyata dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan
Budiono dengan satu putaran

1. Reformasi dan Dampaknya bagi kehidupan Masyarakat

Reformasi adalah perubahan terhadap nilai-nilaiyang mendasari kinerja system


pemerintahan. Reformasi diindonesia di topang oleh pilar-pilar penegakan supremasi
hukum,HAM,dan demokratisasi. Setelah reformasi bergulir sampai sekarang sebenarnya
tujuan reformasi yang sebenarnya belum tercapai dan tidak banyak membawa perubahan
yang berarti bagi kehidupan bangsa ini. Yang terlihat mei 1998-2001 sudah terjadi pergantian
presiden sebanyak 3kali, yaitu Habibie, Gus Dur, Megawati. Pergantian pemimpin nasional
dalam kuun waktu yang singkat disebut euphoria.dalam pemilu 1999 tidak ada satu parpol
pun yang menyajikan program perubahan UUD 1945 yang ditawarkan pada rakyat. Hasil
amademen terhadap UUD 1945 oleh MPR hasil pemilu 1999 dapat mengakibatkan hal-hal:

Hasil amandemen terhadap UUD 1945(pasal 2 ayat 1dan pasal 3)telah membuat MPR
tidak lagi mempunyai tugas rutin.

Hasil amandemen terhadap UUD 1945 telah menempatkan DPR sebagai pemegang
supremasi hokum tanpa ada yang menghalanginya.

Hasil amandemen terhadap UUD 1945 tentang pelaksaan pemilihan presiden secara
langsung oleh rakyat bisa berdampak pada terjadinya konflik hotizontal.

UUNo 31 tahun 2002 tentang parpol pun tidak mengatur seorang pimpinan parpol yang
terpilih dan

diangkat sebagai pejabat republik harus melepaskan jabatan diparpolnya.Selama orde


Reformasi

bergulir Dwifungsi ABRI tidak lepas pula dari perhatian untuk Reformasi.

Masa Reformasi adalah era keterbukaan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat terhadap

perkembangan politik maupun kritik terhadap kinerja dan aparatur Negara.Era keterbukaan
dan

kebebasan untuk menyampaikan aspirasi berdampak pada banyaknya aksi-aksi unjuk rasa
terhadap

kinerja dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.Reformasi sebagai era


keterbikaan

banyak dimaknai oleh masyarakat sebagai kebebasan yang berlebihan.terjadinya peristiwa-


peristiwa:

1) Gerakan Aceh Merdeka(GAM)

Pada desember 1976 sebagian rakyat aceh menggabungkan dalam gerakan aceh merdeka
yang di pimpin oleh Teuku Hasan Tiro yang masih keturunan Cik Di Tiro pahlawan aceh
yang tak pernah meyerah dan mengibarkan bendera aceh serta menentukan 4 desember
sebagai hari kemerdekaan aceh. masyarakat aceh pada umumnya dan GAM khususnya
terhadap pemerintah RI. Upaya mengakhiri konflik di aceh antara RI dan GAM dengan di
tandatanganinya Nota Kesepakatan RI- GAM pada tanggal 15 Agustus 2005, di GAM
Helsinki, Finlandia. Yang dilakukan oleh menteri hokum dan HAM, Hamid awalludin
sebagai wakil dari pemerintah RI dan pimpinan GAM Malik Mahmud.

2) Organisasi Papua Merdeka


Mengumumkan pembentukan suatu pemerintahan papua barat yang merdeka dan
meningkatkan perlawanan gerilya melawan pemerintah Indonesia.Dewan presidium papua
yang diketuai oleh Theys Hiyo Eluay menyenggarakan kongres rakyat papua(mei-juni 2000)
dan menetapkan tanggal 1 desember memjadi hari kemerdekaan papua barat.
Usaha-usaha pemisahan irian jaya ini terjadi karena rakyat irian mersa diperlakukan tidak adil
oleh pemerintah RI dan merasa di anggap sebagai warga Negara nomer dua,serta kakayaan
alam irian jaya dieksploitasi bukan untuk kepentingan rakyat irian jaya sendiri.

3) Peledakan Bom Peristiwa ini jerjadi di berbagai tempat salah satunya pada tanggal12
oktober 2002, Paddys Club dan Sari Club dikawasan Kuta Bali menjadi sasaran
pengeboman. Dampak peristiwa itu adalah menurunnya jumlah wisatawan mancanegara yang
berkunjung ke bali. Banyak Negara asing mengeluarkan Travel Warning yaitu larangan bagi
warga negaranya berkunjung ke Indonesia. Hal itu sangat merugikan Indonesia karena devisa
Negara turun.

Polisi berhasil menangkap pelaku peledakan bom bali yaitu Amrozi, Ali gufron dan Imam
samudra. Pengeboman kembali terjadi di J.W. Mariott Jakarta (5 agustus 2003) dan ledakan
bom didepan Kedubes Australia(9september 2004) yang dikenal dengan Bon Kuningan. Yang
di duga pelakunya Dr.Azahari Husin dan Noordin M.Top Upaya POLRI untuk lebih
mengantisipasi dan mengatasi aksi terorisme, mendorong PORLI membentuk satuan khusus
Anti terror pada 26 agustus 2009 yang di namakan Detasemen Khusus 88 Anti terror atau
Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara republic Indonesia untuk penanggulangan
teroris di Indonesia.pasukan ini dilatih khusus untuk menangani segala macam
terror,termasuk terror bom.

4) Kerusuhan Sara Ketika reformasi struktur masyarakat Indonesia mengalami perpecahan


social atau

politik atas dasar suku ,agama,ras,maupun golongan(SARA). Konflik seperti di ambon


,poso,sambas,dan sampit disebabkan oleh pembangunan di masa orde baru
yang salah dalam menerapkan kebijakan ekonomi,politik,social,dan budaya
sehingga menimbulkan berbagai masalah pembangunan seperti kemiskinan,kesenjangan
ekonomi,pendapatan,dan lain-lain. Di reformasi konflik memimiliki beberapa

pola:

Pola pertentangan antara penduduk asli dan pendatang seperti: konflik di sambas
Kalimantan barat), sampit (Kalimantan tengah). Sampit adalah ibu kota Kabupaten
Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah, Indonesia. Sampit merupakan salah satu
permukiman tertua di Kabupaten Kotawaringin Timur, nama kota ini sudah ada disebut di
dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 maupun di dalam Hikayat Banjar
yang bagian terakhirnya ditulis pada tahun 1663. [1] Pada tahun 2001, di kota ini terjadi
kerusuhan etnis antara suku Madura dengan Dayak. Dalam kerusuhan tersebut, lebih dari 400
orang tewas dan 40.000 orang harus mengungsi

Terjadinya pertentangan social berdimensi agama,antara islam dan Kristen Yang


disebabkan oleh faktor eksternal yaitu berkaitan dengan konflik elit baik di tingkat pusat dan
tingkat local,ulah para provokator dan pengaruh informasi global melalui media massa.
http://geheimniser.com/orde-reformasi/

Soeharto dikenal sebaga satu-satunya Presiden di Indonesia yang memiliki masa jabatan
terlama yaitu sekitar 32 Tahun. Dikenal dengan sebutan "Bapak Pembangunan" dan
merupakan Presiden Kedua Indonesia setelah Soekarno, Soeharto di bawah pemerintahannya
sukses mengantarkan Indonesia menjadi negara Swasembada dimana sektor dibidang
pertanian amat berkembang dengan pesatnya melalui Program Rapelitanya. Tulisan kali ini
akan mengulas tentang profil atau biografi presiden Soeharto. Mantan Presiden Indonesia
kedua ini dilahirkan di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921 dari rahim seorang
ibu yang bernama Sukirah dan ayah beliau yang merupakan seorang pembantu lurah dalam
bidang pengairan sawah dan juga sekaligus seorang petani yang bernama Kertosudiro.

Ketika berumur delapan tahun Soeharto mulai bersekolah tetapi ia sering berpindah-pindah
sekolah. Awalnya ia sekolah di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean kemudian ia pindah ke
SD Pedes dikarenakan keluarganya pindah ke Kemusuk, Kidul. Setelah itu kemudian
ayahnya Kertosudiro memindahkan Soeharto ke Wuryantoro. Beliau kemudian dititipkn dan
tinggal bersama Prawirohardjo seorang mantri Tani yang menikah dengan adik perempuan
Soeharto.

Ditahun 1941 tepatnya di Sekolah Bintara, Gombong di Jawa Tengah, Soeharto terpilih
sebagai Prajurit Telatan, sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi seorang tentara atau
militer. kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 setelah Indonesia merdeka, Soeharto
kemudian resmi menjadi anggota TNI.

Setelah itu kemudian Soeharto menikahi Siti Hartinah atau Ibu Tien yang merupakan anak
seorang Mangkunegaran pada tanggal 27 Desember 1947 dimana usia Soeharto etika itu 26
tahun dan Siti Hartinah atau Ibu Tien berusia 24 tahun.

Dari pernikahannya kemudian ia dikarunia enam orang anak yaitu Siti Hardiyanti Hastuti,
Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan
Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jalan panjang dan berliku dilalui Soeharto ketika merintis karier militer dan juga karier
politiknya. Dalam bidang militer Soeharto memulainya dengan pangkat sersan tentara KNIL,
dari situ ia kemudian menjadi Komandan PETA pada zaman penjajahan Jepang, setelah itu ia
menjabat sebagai komandan resimen berpangkat mayor kemudian menjabat komandan
batalyon dengan pangkat Letnan Kolonel.

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang dikenal sebagai Serangan
Umum 1 Maret 1949, itu merupakan peristiwa yang menjadi catatan penting dalam sejarah
bangsa ketika resmi merdeka dari penjajahan bangsa Belanda selama tiga setengah abad.
Banyak versi mengatakan bahwa Peranan Soeharto ketika merebut Yogyakarta yang waktu
itu sebagai Ibukota Republik Indonesia dalam Serangan Umum 1 Maret tidak bisa
dipisahkan.

Tujuan dari serangan umum 1 Maret adalah menunjukan pada dunia internasional tentang
eksistensi dari TNI (Tentara Nasional Indonesia) ketika itu dalam membela Bangsa
Indonesia. Dalam kepemimpinannya, Soeharto berhasil merebut kota Yogyakarta dari
cengkraman penjajah Belanda pada waktu itu.

Pada waktu itu beliau juga menjadi pengawal dari Panglima Besar Jendral Sudirman. Dalam
operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda ketika itu beliau yang menjadi panglima
Mandala yang dipusatkan di Makassar.

Ketika peristiwa G-30-S/PKI meletus pada tanggal 1 Oktober 1965, Soeharto kemudian
bergerak cepat mengambil alih kendali pimpinan Angkatan Darat ketika itu dan kemudian
mengeluarkan perintah yang cepat untuk mengatur dan mengendalikan keadaan negara yang
kacau akibat dari kudeta oelh PKI.

Setelah peristiwa G-30-S/PKI, Soeharto kemudian menjabat sebagai Panglima Angkatan


Darat menggantikan Jendral Ahmad Yani yang gugur di tangan PKI. Selain sebagai Panglima
Angkatan Darat, Soeharto juga menjabat sebagai Pangkopkamtib yang ditunjuk oleh Presiden
Soekarno pada waktu itu.

Puncak karier Soeharto ketika ia menerima Surat Perintah Sebelas Maret atau yang dikenal
sebagai "Supersemar" oelh Presiden Soekarno pada bulan maret 1966 dimana tugasnya
adalah mengendalikan keamanan dan juga ketertiban negara yang kacau setelah kudeta yang
dilakukan oleh PKI dan mengamalkan ajaran Besar Revolusi Bung Karno.

Setelah peristiwa G-30-S/PKI keadaan politik dan juga pemerintahan Indonesia makin
memburuk, kemudian pada bulan maret 1967 dalam sidang istimewa MPRS yang kemudian
menunjuk Soeharto sebagai Presiden Kedua Republik Indonesia yang menggantikan Presiden
Soekarno, dimana pengukuhan dilakukan pada Maret 1968.

Masa pemerintahan presiden Soeharto dikenal dengan masa Orde Baru dimana kebijakan
politik baik dalam dan luar negeri diubah oleh Presiden Soeharto. Salah satunya adalah
kembalinya Indonesia sebagai anggota PBB (Perserikatan Bangsa Bansa) pada tanggal 28
September 1966 setelah sebelumnya pada masa Soekarno, Indonesia keluar sebagai anggota
PBB.

Soeharto Menjadi Presiden Indonesia Kedua


Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Pengucilan politik dilakukan
terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal
dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang
dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak.

Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru bahkan
sebagian yang terkait atau masih pendukung dari Partai PKI dihabisi dengan cara dieksekusi
massal di hutan oleh militer pada waktu itu. Program pemerintah Soeharto diarahkan pada
upaya penyelamatan ekonomi nasional, terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi.

Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-
barang tidak melonjak terus. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana
dan prasarana ekonomi. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi
berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya
masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Program stabilsasi ini dilakukan dengan cara membendung laju inflasi. Dan pemerintahan
Soeharto berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968, tetapi harga bahan
kebutuhan pokok naik melonjak.

Sesudah dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968, pemerintah mengalihkan
kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya
sandang, pangan, dan kurs valuta asing. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil

Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia, maka langkah selanjutnya
yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan nasional.
Pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui
Pembangunan Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang.

Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Setiap
Pelita memiliki misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat
Indonesia. Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun.

Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang


meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara. Pembangunan nasional
dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD
1945.

Pada masa orde baru, pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan
terlalu signifikan selama 32 tahun. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses
menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi.

Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan
terutama dalam hal anggaran negara. Pada masa pemerintahan orde baru, kebijakan
ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut
didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah.

Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi
Pembangungan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pemerataan
pembangunan. Dari keberhasilannya inilah sehingga Presiden Soeharto kemudian disebut
sebagai "Bapak Pembangunan".

Titik kejatuhan Soeharto, ketika pada tahun 1998 dimana masa tersebut merupakan masa
kelam bagi Presiden Soeharto dan masuknya masa reformasi bagi Indonesia, Dengan
besarnya demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa serta rakyat yang tidak puas akan
kepemimpinan Soeharto serta makin tidak terkendalinya ekonomi serta stabilitas politik
Indonesia maka pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.05 WIB Pak Harto membacakan pidato
"pernyataan berhenti sebagai presiden RI setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya.

Soeharto telah menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun. Sebelum


Advertisement

dia mundur, Indonesia mengalami krisis politik dan ekonomi dalam 6 sampai 12 bulan
sebelumnya. BJ Habibie melanjutkan setidaknya setahun dari sisa masa kepresidenannya
sebelum kemudian digantikan oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1999. Kejatuhan Suharto
juga menandai akhir masa Orde Baru, suatu rezim yang berkuasa sejak tahun 1968 atau
selama 32 Tahun.
Wafatnya Presiden Soeharto
Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008.
Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan
Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai
27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol.
Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan
menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27
Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.

Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP
menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung
jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal.

Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju
Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.

Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan
iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu
rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan
Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1).

Sementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf
Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan
pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor
Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam
atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.

Jasa Jasa Soeharto Sebagai Presiden dan Kontroversinya


Jika direnungkah banyak jasa-jasa besar yang dilakukan Soeharto untuk pembangunan dan
perkembangan Indonesia dimata dunia Internasional, sebagan rakyat yang pernah hidup di
zaman Presiden Soeharto menganggap zaman Soeharto merupakan zaman keemasan
ndonesia.

Karena harga-harga kebutuhan pokok yang murah dimasa itu yang berbanding terbalik
dengan zaman sekarang ini, pertumbuhan ekonomi yang stabil, Presiden Soeharto berhasil
merubah wajah Indonesia yang awalnya menjadi negara pengimpor beras menjadi negara
swasembada beras dan turut mensejahterahkan petani. Sektor pembangunan dimasa Presiden
Soeharto dianggap paling maju melalui Repelita I sampai Repelita VI.

Keamanan dan kestabilan negara yang terjamin serta menciptakan kesadaran nasionalisme
yang tinggi pada masanya. Di bidang kesehatan, upaya meningkatkan kualitas bayi dan masa
depan generasi ini dilakukan melalui program kesehatan di posyandu dan KB, sebuah upaya
yang mengintegrasikan antara program pemerintah dengan kemandirian masyarakat.

Di jamannya, program ini memang sangat populer dan berhasil. Banyak ibu berhasil dan
peduli atas kebutuhan balita mereka di saat paling penting dalam periode pertumbuhannya.
itulah sekelumit jasa-jasa atau prestasi dari presiden Soeharto meskipun disamping jasa-
jasanya tersebut banyak juga kegagalan di pemerintahannya seperti Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme di masanya, pembangunan yang tidak merata antara pusat dan daerah sehingga
memunculkan kecemburuan dari daerah seperti Papua.

Dari banyaknya jasa presiden Soeharto tersebut sehingga banyyak yang mengusulkan
Soeharto sebagai pahlawan nasional Indonesia. Terlepas dari sejumlah pihak yang masih
mempermasalahkan sejumlah kasus hukum Soeharto, fakta di dalam sejarah Indonesia
menunjukkan bahwa Soeharto memiliki jasa besar kepada Indonesia.

Perjuangan Soeharto untuk Indonesia yang tercatat dalam buku sejarah bangsa ini, antara
lain, pada masa revolusi fisik antara 1945 hingga 1949, pascarevolusi fisik antara 1962
hingga 1967 dan masa kepemimpinannya sebagai presiden

Sosok Soeharto masih menjadi kontroversi hingga saat ini. Rakyat kecil mengingatnya
sebagai pahlawan yang menyediakan bensin murah dan beras yang bisa dijangkau. Mereka
yang ketika itu tak bersentuhan dengan politik dan pergerakan, akan langsung mengangguk
setuju jika ditanya zaman Soeharto lebih enak.

Polemik soal gelar pahlawan bagi Soeharto pun masih penuh perdebatan. Sebagian setuju,
sebagian menolak mentah-mentah. Sebagian menganggap Soeharto pahlawan pembangunan
dan penyelamat Pancasila. Sebagian lagi menganggap Soeharto berlumuran darah atas
berbagai aksi pembantaian selama peralihan Orde Lama ke Orde Baru dan seterusnya.

1. Biografi Presiden Pertama, Ir. Soekarno (1945-1966)

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang


Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Presiden pertama Republik
Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni
1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi
Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga
istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati,
Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu,
sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto
mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD
hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto,
politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere
Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa
nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS
(Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia
berhasil meraih gelar Ir pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional
lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda,
memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan
kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau
menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun
dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan
sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende,
Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta
memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1
Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya
Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945
Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

2. Biografi Presiden Kedua, Soeharto (1966-1998)


Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Soeharto adalah Presiden
kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921.
Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam
pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula
disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran
ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak
Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik
perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah
pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947,
Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkimpoian Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di
Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra
dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati
Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan
politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL,
kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan
batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari
tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar
Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan
Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai
Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima
Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan
ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa
MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku
Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam
kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

residen RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008.
Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan
Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai
27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

3. Biografi Presiden Indonesia Ketiga, Habibie (1998-1999)

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang


Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Presiden ketiga Republik
Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni
1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil
Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun
Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan
Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat
tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang
punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia
pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya
meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare
School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-
pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.
Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung
(Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun
1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie
menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor
kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak
sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi
Theodore van Karman Award, itu kembali dari habitat-nya Jerman, beliau selalu menjadi
berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar
doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu
bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi
panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10


perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah
oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto
menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai
akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka.
Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara
biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan
pesawat terbang :
* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
Helikopter BO-105.
Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
Beberapa proyek rudal dan satelit.

4. Biografi Presiden Indonesia Keempat, Abdurrahman Wahid (1999-2001)


Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Gus Dur adalah putra
pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada
tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan darah biru. Ayahnya,
K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asyari, pendiri jamiyah Nahdlatul Ulama
(NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng
Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang,
K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi
Rais Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur
merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.

Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat
sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta.
Dengan demikian suasana baru telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-
dengan berbagai bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus
berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri
bagi seorang anak bernama Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai
berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di
rumahnya.

Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan
mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab
terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke
daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang
pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa
diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh
tersendiri dalam kehidupannya.

Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan
perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di
Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar,
novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya
cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-
dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini
senang pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran jika Gus Dur
pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang
ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan
apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun
1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat
inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal
di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir.
Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu
Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkimpoiannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.

5. Biografi Presiden Indonesia Kelima, Megawati (2001-2004)

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Presiden Republik Indonesia
ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat
sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan
Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga
proklamator, Soekarno dan Fatmawati.

Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro
dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki
Pratama.
Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama
pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan
bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan
pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya
bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil
Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan
suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi
menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.

Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya,
dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua
Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972). Kendati lahir dari keluarga politisi
jempolan, Mbak Mega panggilan akrab para pendukungnya tidak terbilang piawai
dalam dunia politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan
lawan politiknya. Beliau bahkan dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah politik,
yakni baru pada tahun 1987. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya
sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk
mendongkrak suara.

Masuknya Megawati ke kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan


keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. Trauma politik keluarga itu ditabraknya.
Megawati tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI, walau tergolong tidak banyak
bicara. Ternyata memang berhasil. Suara untuk PDI naik. Dan beliau pun terpilih menjadi
anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta
Pusat.

Tetapi, kehadiran Mega di gedung DPR/MPR sepertinya tidak terasa. Tampaknya, Megawati
tahu bahwa beliau masih di bawah tekanan. Selain memang sifatnya pendiam, belaiu pun
memilih untuk tidak menonjol mengingat kondisi politik saat itu. Maka belaiu memilih lebih
banyak melakukan lobi-lobi politik di luar gedung wakil rakyat tersebut. Lobi politiknya,
yang silent operation, itu secara langsung atau tidak langsung, telah memunculkan terbitnya
bintang Mega dalam dunia politik. Pada tahun 1993 dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP
PDI. Hal ini sangat mengagetkan pemerintah pada saat itu.

6. Biografi Presiden Keenam, Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)


Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang

Biografi presiden indonesia dari pertama sampai sekarang - Susilo Bambang Yudhoyono
adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden
pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20
September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di
Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan
Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu.
Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau
dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak
dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi
Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara,
Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk
di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi
Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama
menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah
sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras,
SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk
Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun
1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY
pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama
(PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau
mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang,
Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan
Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan,
SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat
lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia,
AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983)
dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank
Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung
(1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort
Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.
Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif
Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas
Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Berikut ini data lengkap tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Agama : Islam
Jabatan : Presiden Republik Indonesia ke-6
Istri : Kristiani Herawati, putri ketiga (Alm) Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono
Ayah : Letnan Satu (Peltu) R. Soekotji
Ibu : Sitti Habibah
Pendidikan :
* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
* Jungle Warfare School, Panama, 1983
* Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
* Kursus Komando Batalyon, 1985
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
* Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
- See more at: http://indrasmansamapin.blogspot.co.id/2014/11/Biografi-presiden-indonesia-
dari-pertama-sampai-sekarang.html#sthash.bzS32YFs.dpuf