Anda di halaman 1dari 1

Nocturnal dari Indonesia tengah

Tarsius siau

Sebagian dari kita tidak kenal bahkan tidak tahu sama hewan satu ini,
tarsius adalah.
Tarsius Siau merupakan hewan endemik yang hanya bisa dijumpai di
pulau Siau, Sulawesi Utara. Meskipun diduga juga terdapat di beberapa
pulau kecil di sekitar pulau Siau. Pulau Siau merupakan salah satu pulau dalam
gugusan Pulau Sangihe yang terletak di sebelah Utara ujung Pulau Sulawesi. Pulau Siau
termasuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Sekitar 150 Km sebelah Timur Laut
dari Kota Manado. Pulau ini merupakan satu-satunya habitat asli dari Tarsius tumpara.
.
Tarsius siau dikenal sebagai Siau Island Tarsier dalam bahasa Inggris.
Sedangkan nama ilmiah (nama latin) salah satu anggota famili Tarsiidae
dari genus Tarsius ini adalah Tarsius tumpara. Kata tumpara merupakan
bahasa daerah Siau untuk menyebut tarsius
Pada tahun 2008 dideskripsikan tarsius Siau yang dianggap bestatus kritis dan
terdaftar dalam 25 primata paling terancam oleh Conservation International dan
IUCN/SCC Primate Specialist Group tahun 2008
Ciri-ciri dan Diskripsi Tarsius Siau. Seperti halnya
jenis tarsius lainnya, tarsius siau (Tarsius tumpara) mempunyai bulu abu-
abu gelap dengan bintik-bintik coklat. Pun Tarsius siau memiliki ekor
panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan
dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki
kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar. Mata Tarsius siau
pun sangat besar dan memiliki kepala yang unik karena mampu berputar
hingga 180 derajat ke kanan dan ke kiri layaknya burung hantu.
Habitat, Populasi, dan Konservasi. Tarsius siau (Tarsius tumpara)
merupakan hewan endemik yang hanya dijumpai di pulau Siau, Sulawesi
Utara. Dimungkinkan primata imut namun langka ini juga terdapat di
beberapa pulau kecil di dekat pulau Siau.