Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

PROSES PENGOLAHA AIR DAN UTILITAS PABRIK

TAHAP-TAHAP PROSES PENGOLAHAN AIR TANAH

DISUSUN OLEH
Ade Raman Santosa 1504103010007
Exel Leonardo D 1504103010039
Anis Kardisa 1504103010030
Furqanul Huda 1504103010113

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS


SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2016
BAB I
PENDAHULUAN

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai
planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita
mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur
mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya.
Beberapa sumber air yang bisa digunakan sebagai bahan baku air bersih adalah air sumur,
mata air, air sungai dan air laut. Namun seringkali ditemui air sumur atau sumber air lainnya
telah keruh, kotor, berbau. Selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya
menjernihkan air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai.
Masalah yang paling menonjol pada air sumur adalah bau busuk dan warna kuning karat
berbau logam. Di perkotaan umumnya air berbau busuk karena tanahnya sudah banyak
tercemar limbah organik. Secara alami, warna kuning atau bau logam dikarenakan air banyak
mengandung besi (Fe), Mangan (Mn), dan alumunium (Al) atau logam lain yang
membahayakan kesehatan.
Aerasi dan filtrasi dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif solusi menurunkan
kandungan kation yang terlarut terutama ketiga kation di atas. Konstruksinya terbuat dari dua
buah drum yang bagian dalamnya telah di cat anti karat.
Air yang berada di wilayah jenuh di bawah permukaan tanah disebut air tanah. Secara
global, dari keseluruhan air tawar yang berada di planet bumi lebih dari 97 % terdiri atas air
tanah. Tampak bahwa peranaan air tanah di bumi sangat penting. Air tanah dapat dijumpai
dihampir semua temmpat di bumi. Ia dapat ditemukan di bawah gurun pasir yang paling
kering sekalipun. Demikian juga di bawah tanah yang membeku karena tertutup lapisasn
salju atau es. Sumbangan terbesar air tanah berasal dari daerah arid dan semi-arid serta
daerah lain yang mempunyai formasi geologi paling sesuai untuk penampungan air tanah.
Dengan semakin berkembangnya industry serta pemukiman dengan segala fasilitasnya seprti
lapangan golf, kolam renang, maka ketergantungan manusian pada air tanah menjadi semakin
terasakan. Namun demikian, patut disayangkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air tanah
yang semakin meningkat tersebut , cara pengambilan air tanah seringkali tidak sesuai dengan
prinsip-prinsip hidrologiyang baik sehingga seringkali menimbulkan dampak negative yang
serius terhadap kelangsungan dan kualitas sumber daya air tanah.Dampak negative
pemanfaatan air tanah yang berlebihan seperti pencemaran sumur-sumur penduduk, terutama
yang berdekatan dengan aliran sungai yang menjadi sarana pembuangan limbah pabrik.

Air di bumi yang meliputi air laut, air danau, dan air sungai akan mengalami penguapan yang
disebabkan oleh pemanasan sinar matahari. Dalam hidrologi,penguapan dari badan air secara
langsung disebut evaporasi. Penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan
disebut transpirasi. Jika penguapan dari permukaan air bersama-sama dengan penguapan dari
tumbuh-tumbuhan disebut evapotranspirasi.Penguapan air dari dedaunan dan batang pohon
yang basah disebut intersepsi. Hujan dalam istilah hidrologi disebut presipitasi yakni tetes air
dari awan yang jatuh kepermukaan tanah.

Hujan yang turun ke permukaan bumi jatuh langsung kepermukaan tanah,permukaan


air danau,sungai,laut,hutan,atau perkebunan. Air yang meresap ke tanah akan terus sampai
kedalaman tertentu dan mencapai permukaan air tanah(ground water) yang
disebut perkolasi. Jika aliran tanah muncul atau keluar akan menjadi mata air (spring). Mata
air yang keluar dengan cara rembesan disebut seepage.

BAB II PEMBAHASAN

A. AIR TANAH

Air tanah adalah air yang berada pada lapisan di bawah permukaan tanah. Kedalaman air
tanah di tiap tempat tidak sama karena dipengaruhi oleh tebal atau tipisnya lapisan
permukaan di atasnya dan kedudukan lapisan air tanah tersebut. Kedalaman air dapat
dilihat dari sumur-sumur yang digali oleh penduduk. Permukaan bagian atas air itu lebih
preatik.

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan
tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan
kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting
terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan
rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah,
ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai 70%. Sebenarnya di bawah
permukaan tanah terdapat kumpulan air yang mempersatukan kumpulan air yang ada di
permukaan. Kumpulan air inilah yang disebut air tanah.

B. MACAM MACAM AIR TANAH

Ada bermacam-macam jenis air tanah.

1. Menurut letaknya, air tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu air tanah permukaan
(Freatik) dan air tanah dalam.

Air tanah permukaan (Freatik) adalah air tanah yang terdapat di atas lapisan tanah /
batuan yang tidak tembus air (impermeable). Air yang ada di sumur-sumur, sungai, danau dan
rawa termasuk jenis ini.

Air tanah dalam, adalah air tanah yang terdapat di bawah lapisan tanah/ batuan yang
tidak tembus air (impermeable). Untuk memperoleh air tanah jenis ini harus dilakukan
pengeboran. Sumur bor atau artesis merupakan salah satu contoh sumur yang airnya berasal
dari air tanah dalam.
Diantara lapisan kedap dan tak kedap air terdapat lapisan peralihan. Air tanah pada lapisan
tak kedap mempengaruhi gerak aliran air. Jika lapisan yang kurang kedap terletak di atas dan
di bawah suatu tubuh air, maka akan menghasilkan lapisan penyimpanan air yaitu air tanah
yang tak bebas. Tekanan dari air tanah tak bebas bergantung pada keberadaan tinggi suatu
tempat dengan daerah tangkapan hujannya. Pada daerah yang air tanahnya lebih rendah
daripada permukaan air di daerah tangkapan hujan, air akan memancar keluar dari sumur
yang dibor. Sumur demikian disebut sumur freatis.

Air tanah freatik terdapat pada formasi lapisan batuan porous yang menjadi pengikat air tanah
dengan jumlah yang cukup besar. Kedalaman lapisan freatik tergantung pada ketebalan
lapisan batuan di atasnya.

2. Menurut asalnya air tanah dapat dibedakan menjadi air tanah yang berasal dari atmosfer
(angkasa) dan air tanah yang berasal dari dalam perut bumi.

Air tanah yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu air tanah ber asal
dari hujan dan pencairan salju.

Air tanah yang berasal dari dalam bumi misalnya air tanah turbir (yaitu air tanah yang
tersimpan di dalam batuan sedimen) dan air tanah juvenil yaitu air tanah yang naik dari
magma bila gas-gasnya dibebaskan melalui mata air panas.

C. WILAYAH AIR TANAH

Ada 4 wilayah air tanah yaitu:

1. Wilayah yang masih terpengaruh udara.

Pada bagian teratas dari permukaan bumi terdapat lapisan tanah yang mengandung air.
Karena pengaruh gaya berat (gravitasi), air di wilayah ini akan bebas bergerak ke bawah.
Tumbuh-tumbuhan memanfaatkan air pada lapisan ini untuk menopang kelangsungan
hidupnya.

2. Wilayah jenuh air.

Wilayah inilah yang disebut dengan wilayah kedalaman sumur. Kedalaman wilayah ini
tergantung pada topografi, jenis tanah dan musim.

3. Wilayah kapiler udara.

Wilayah ini merupakan peralihan antara wilayah terpengaruh udara dengan wilayah jenuh air.
Air tanahnya diperoleh dari proses kapilerisasi (perembesan naik) dari wilayah jenuh air.

4. Wilayah air dalam.

Wilayah ini berisikan air yang terdapat di bawah tanah/batuan yang tidak tembus air.
D. JENIS JENIS AIR

1. Air Tanah

adalah air yang berada di bawah permukaan tanah. Air tanah dapat dibagi lagi menjadi dua,
yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.

2. Air tanah preatis

Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada
di atas lapisan kedap air / impermeable.

3. Air Tanah Artesis

Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap
air.

4. Air Permukaan

Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat
oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain
sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

Perairan Darat

Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa,
danau, sungai, dan lain sebagainya.

Perairan Laut

Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut
yang berada di laut.

E. CEKUNGAN AIR TANAH ( CAT)

Adanya krisis air akibat kerusakan lingkungan, perlu suatu upaya untuk
menjaga keberadaan/ ketersediaan sumber daya air tanah, salah satunya dengan memiliki
suatu sistem monitoring penggunaan air tanah yang dapat divisualisasikan dalam data spasial
dan atributnya. Dalam Undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air tanah disebut
Cekungan Air Tanah(CAT) yang didefinisikan sebagai suatu wilayah yang dibatasi oleh batas
hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbunan, pengaliran
dan pelepasan air tanah berlangsung. Menurut Danaryanto, dkk. (2004), CAT di Indonesia
secara umum dibedakan menjadi dua buahyaitu CAT bebas (unconfined aquifer) dan CAT
tertekan (confined aquifer ). CAT ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total
besarnya potensi masing-masing CAT adalah :

CAT Bebas : Potensi 1.165.971 juta m/tahun


CAT Tertekan : Potensi 35.325 juta m/tahun

Elemen CAT adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah, jadi seakan-
akan merupakan kebalikan dari air permukaan.

F. SIRKULASI

Lapisan di dalam bumi yang dengan mudah dapat membawa atau menghantar air
disebut lapisan pembawa air, pengantar air atau akufir, yang biasanya dapat merupakan
penghantar yang baik yaitu lapisan pasir dan kerikil, atau di daerah tertentu, lava dan batu
gamping.

Penyembuhan atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat
curah hujan, yang sebagian meresap kedalam tanah, bergantung pada jenis tanah dan batuan
yang mengalasi suatu daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau
kecil, ada tanah yang jarang dan ada tanah yang kedap. Kesarangan (porositip) tidak lain
ialah jumlah ruang kosong dalam bahan tanah atau batuan, biasanya dinyatakannya dalam
persen. Bahan yang dengan mudah dapat dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau
batuan merupakan ukuran mudah atau tidaknya bahan itu dilalui air.

Pasir misalnya, adalah bahan yang lulus air melewati pasir kasar dengan kecepatan
antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil,tetapi dalam kerikil lebih
besar.

G. MACAM-MACAM AKIFER

Akifer dapat dibedakan sebagai berikut:

1). Akifer bebas,

yaitu akifer yang terletak di atas di lapisan yang kedap air. Akifer ini sering disebut juga
dengan unconfined aquifer. Akifer bebas terbentuk ketika tinggi muka air tanah (water table)
menjadi batas atas zona tanah jenuh. Tinggi muka air tanah berfluktuasi tergantung pada
jumlah dan kecepatan air hujan yang masuk ke dalam tanah, pengambilan air tanah dan
permeabilitas tanah.

2) Akifer terkekang,

yaitu akifer yang terletak di antara dua lapisan yang kedap air. Akifer ini sering disebut
dengan confined aquifer. Akifer terkekang terbentuk ketika air tanah dalam dibatasi oleh
lapisan kedap air sehinngga tekanan di bawah lapisan kedap air tersebut lebih besardari pada
tekanan atmosfer. Pada gmbar a menunjukan bahwa sumur atau pipa yang dibuat sampai
kedalaman akifer terkekang, tinggi permukaan air akan naik melebihi lapisan kedap air yang
memisahkan kedua akifer di atas. Apabila ujung atas sumur atau pip berada di bawah
permukaan pizometrik (pizometrik surface), yaitu permukaan abstrak dengan tingkat tekanan
hidrostatik sama dengan tekanaan hidrostatik di dalam akifer dan merupakan merupakan
perpanjangan dari tinggi muka air tanah terkekang, maka air tanah akan keluar dari daru
ujung atas sumur atau pipa tersebut. Sebaliknya, apabila ujung atas pipa berada di atas
permukaan pizometrik, maka air tanah tidak akan keluar dari ujung sumur atau pipa
melainkan berada pada ketinggian permukaan pizometrik. Pada sumur dalam artesis tinggi
muka air tanah menunjukkan tinggi permukaan pizometrik pada daerah tersebut.

3) Akifer menggantung,

yaitu akifer yang berada di atas akifer bebas dan berukuran kecil. Akifer ini sering disebut
dengan purched aquifer.

Gambar. Akifer bebas dan akifer terkekang

H. MANFAAT AIR TANAH

a. Kebutuhan rumah tangga, yaitu untuk mandi, mencuci, memasak, dan air minum.

b. Irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bor di daerah Indramayu, Jawa
Barat.

c. Perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri, misalnya industri tekstil
dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain-lain

d. Merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi.

e. Merupakan penyedia air bersih secara alami.

f. Untuk meyediakan air bagi hewan dan tumbuhan.

I. KELEBIHAN AIR TANAH

Kelebihan air tanah dari pada air permukaan yaitu:

1. Lebih steril karena tidak terkontaminasi oleh organism penyebab penyakit.

2. Tersimpan pada lapisan batuan pada kedalaman tertentu di bawah permukaan tanah.

3. Temperaturnya relative constant.

4. Tersedia di banyak tempat meskipun musim kemarau.


J. PENCEGAHAN AGAR AIR TANAH TETAP LESTARI

Hal- hal yang perlu dicegah agar air tetap lestari:

1. Penggunaan air tanah yang berlebihan.

2. Kepadatan penduduk atau pemukiman yang berlebihan.

3. Perusakan hutan

4. Penebangan liar

5. Pembuangan limbah.

K. KARAKTERISTIK AKIFER

Formasi geologi tertentu, baik yang terletak pada zona bebas ( unconfined aquifer) maupun
zona terkekang ( confined aquifer) dapat memberikan pengaruh tertentu terhadap
keberadaaan air tanah. Dengan demikian, karakteristik akifer mempunyai peranaan yang
menentukan dalam proses pembentukan air tanah.

Tipe Akiifer

Dalam menentukan kesesuaian formasi geologi untuk tujuan pengisisan air tanah, beberapa
factor harus diperhatikan terutama mengenai tipe akuifer, karakteristik zona tanah tidak jenuh
dan karakteristik air zona jenuh. Untuk studi kelayakan atau penelitian yang menekankan
proses dan mekanisme pengisian air tanah, karakteristik formasi geologi atau akuifer yang
relevan untuk dipelajari yaitu:

1. Tipe formasi batuan, karena jenis batuan akan menentukan tingkat permeabilitas akifer.

2. Kondisi tekanaan hidrolik dalam tanah, yakni untuk menentukan apakah air tanah
berada di zona bebas atau zona terkekang.

3. Kedalaman permukaan potensiometrik di bawah permukaan tanah , terutama di daerah


sekitar daerah pelepasan atau pengambilan air.

Zona akifer

Untuk usaha-usaha pengisian kembali air tanah melalui proses peningkatan infiltrasi tanah
serta reklamasi air tanah, maka kedudukan akifer dapat dipandang dari dua sisi yang berbeda,
yaitu:

1. Zona akifer tidak jenuh

adalah suatu zona penampungan air di dalam tanah yang terletak di atas permukaan air tanah
( Water table) baik dalam keadaan alamiah (permanen) atau sesaat setelah berlangsungnya
periode pengambilan air tanah. Zona ini merupakan zona penyimpan air tanah yang paling
berperan dalam mengurangi kadar pencemaran air tanah. Oleh karena itu zona ini sangat
penting untuk usaha-usaha reklamasi dan sekaligus pengisian kembali air tanah

2. Zona akifer jenuh

adalah zona penampung air tanah yang berada di bawah permukaan air tanah kecuali zona
penampung air tanah yang sementara jenuh dan berada di bawah daerah yang sedang
mengalami pengisian air tanah. Zona ini berfungsi untuk pemasok air tanah dalam jumlah
yang lebih besar serta mempunyai kualitas air yang lebih baik.

L. PERGERAKAN AIR

Air tidak akan bergerak ke pasir sampai lempung menjadi jenuh. Air bergerak ke liat
setelah kontak dengan liat, tetapi karena liat menggerakan air lambat yang terbentuk di atas
lapisan liat .Dengan memahami konsep pergerakan air tanah, ada dua hal yang relevan untuk
dibicarakan yaitu:

1. pengmbilan air tanah

Ketika permukaan air tanah menurun sebagai akibat kegiatan pengambilan air tanah, akan
terbentuk cekungan permukaan air tanah. Keadaan ini akan menyebabkan selisih tinggi
permukaan air antara lokasi pipa dan tempat di sekeliling pipa tersebut (hydraulic gradient)
cukup besar untuk menaikkan air keluar melalui pipa dengan laju sesuai denagn kekuatan
pompa yang digunakan.

2. Drainase air tanah

Sistem pembuangan air tanah yang sering digunakan adalah dua saluran pembuang air tranah
yang sering digunakan adalah dua saluran pembuang air berpenutup yang sejajar ditempatkan
di dalam tanah. Apabila penutup saluran tersebut dibuka, menyebabakan permukaan air tanah
turun.

M. PROSES TERBENTUKNYA AIR TANAH

Untuk lebih memahami proses terbentuknya air tanah, pertama kali kita harus
mengetahui gaya-gaya yang mengakibatkan terjadinya gerakan air di dalam tanah. Uraian
tentang infiltrasi secara lengkap menunjukkan proses dan mekanisme perjalanan air di dalam
tanah. Semakin dalam permukaan tanah, maka jumlah dan ukuran por-pori tanah menjadi
semakin kecil. Ketika air tersebut mencapai tempat yang lebih dalam, air tersebut sudah tidak
berperan dalam proses evaporasi atau transpirasi. Keadaan tersebut menyebabakan
terbentuknya wilayah jenuh di bawah permukaan tanah, yang dikenal dengan sebutan air
tanah.
N. ASAL AIR TANAH

Air tanah berasal dari air hujan yang meresap melalui berbagai media peresapan, antara lain:
1. Rongga-rongga dalam tanah akibat pencairan berbagai kristal yang membeku pada musim
dingin.
2. Rongga-rongga dalam tanah yang dibuat binatang (cacing dan rayap).
3. Retakan-retakan pada lapisan tanah yang terjadi pada musim kemarau, dan pada waktu
musim hujan menjadi sangat basah dan becek, seperti tanah liat dan lumpur.
4. Pori-pori tanah yang gembur atau berstruktur lemah akan meresapkan air lebih banyak.
5. Rongga-rongga akibat robohnya tumbuh-tumbuhan yang berakar besar.

O. KEDALAMAN AIR TANAH

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan kedalaman air tanah adalah sebagai
berikut.
1. Permeabilitas tanah adalah tingkat kemampuan lapisan batuan atau kemampuan tanah
dalam menyerap air. Hal ini ditentukan oleh besar kecilnya pori-pori batuan penyusun tanah.
Semakin besar pori-pori batuan, semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut.
Lapisan batuan yang tidak dapat ditembus air disebut lapisan kedap air atau impermeable dan
yang dapat ditembus air disebut lapisan lolos air atau permeable.
2. Kemiringan lereng atau topografi curam menyebabkan air yang lewat sangat cepat
sehingga air yang meresap sangat sedikit.

P. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN AIR TANAH

Keuntungan air tanah yaitu:

a. Pada umumnya bebas dari bakteri pathogen

b. Dapat dipakai tanpa pengolahan lebih lanjut.

c. Paling praktis dan ekonomis untuk mendapatkan dan membaginya

d. Tempat penampungann air yang alami.

Kerugiannya yaitu:

a. Air tanah sering kali mengandung banyak mineral-mineral seperti Fe, Mn, Ca dll

b. Biasanya membutuhkan pemompaan untuk menariknya ke permukaan.


(Wardhana,1995).
Q. KERUSAKAN AIR TANAH

Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti
kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam
mempengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja perlu dicermati
secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa
faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:
1. Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan
pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
2. Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara
memperoleh sumber air.
3. Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam
pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.

R. PELESTARIAN AIR TANAH

Untuk menjaga agar kelestarian air tanah tetap terjamin, maka perlu diperhatikan hal-hal
berikut ini.
1. Konsep reduce (menghemat) yaitu penggunaan air tanah yang diatur sesuai kebutuahan.
Untuk menyiram tanaman tidak mengunakan air tanah sebaiknya menggunakan air
permuakan(sungai/danau/waduk).
2. Konsep reuse (menggunakan) yaitu menggunakan air tanah yang sesuai dengan kebutuhan
dan tidak berlebihan serta penggunaan lahan dalam suatu daerah aliran sungai harus
diperhitungkan dampak dan manfaatnya.

3. Konsep recovery (mefungsikan) yakni memfungsikan kembali tampungan-tampungan air


dengan cara melestarikan keberadaan situ dan danau serta menjaga fungsi hutan agar tidak
menimbulkan ketimpangan tata air.

4. Konsep recycle (mengelolah) adalah mengolah air limbah menjadi air bersih dengan
menggunakan metode kimiawi sehingga layak digunakan lagi dan memperketat pelaksanaan
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) khususnya terhadap air tanah.
5. Konsep recharge (mengisi) adalah konsep memasukkan air hujan ke dalam tanah dan ini
dapat dilakukan dengan cara membuat sumu resapan atau lubang biopori.

S. SYARAT MEMBUAT SALURAN AIR

Persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat saluran air tanah terbuka adalah sebagai
berikut:

1. Lebar dan kedalaman dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan aliran tidak besar
(biasanya kurang dari 0,1 m/dt)
2. Kedalaman saluran sebaiknya lebih dari 1 m (lebih diutamakan 1,5 m) untuk mencegah
atau menurunkan besarnya penetrasi cahaya matahari dan dengan demikian mencegah
tumbuh dan berkembangnya ganggang dan tumbuhan air lainnya yang dapat menghambat
aliran air.

3. Kemiringan tebing saluran harus diusahakan sekecil mungkin agar tebing saluran
menjadi lebih mantap.

4. Untuk saluran air dalam, di atas tebing saluran sebaiknya disisakan tanah rata
( horizontal embankment) selebar 0,5 1 m untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan
saluran air.

T. FLUKTUASI TINGGI AIR TANAH

Fluktuasi tinggi muka air tanah secara alamiah akan mengalami keadaan
keseimbangan. Tinggi muka air tanah akan mengalami fluktuasi karena dua hal, yaitu adanya
kegiatan pengambilan air tanah untuk konsumsi manusia, industry dan pertanian dan adanya
pemasokan air tanah di daerah-daerah resapan. Fluktuasi tinggi muka air tanah juga terjadi
seiring dengan adanya pergantian musim.

Keseimbangan alamiah kuantitas air tanah dapat diubah dengan cara dsebagai berikut:

1. Meningkatkan debit aliran (pengambilan) air tanah, terutama untuk irigasi atau industry.

2. Pemasokan air tanah melalui pembuatan bangunan- bangunan permanen air hujan.

3. Memperbanyak bangunan-bangunan drainase yang merupakan saluran pembuangan air


sisa irigasi

4. Perubahan tata guna lahan ke arah keadaan yang kondusif terhadap peningkatan usaha
pasokan air tanah atau denagn kata lain memeperluas daerah resapan air tanah ( groundwater
recharge area)

BAB III

PROSES PENJERNIHAN AIR TANAH

Persyaratan fisik ditentukan oleh faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan
kimiawi ditentukan oleh konsentrasi bahan kimia seperti Arsen, Chlor, Tembaga, Cyanida,
Besi, Mangan dan sebagainya. Persyaratan bakteriologis ditentukan baik oleh
mikroorganisme patogen, maupun non patogen.
Air tanah (sumur) merupakan sumber air bersih terbesar yang digunakan. Kendala yang
sering ditemui dalam menggunakan air tanah adalah kandungan Zat Besi (Fe) dan Mangan
(Mn) yang terdapat dalam air baku (biasanya >5-7 mg/L), dimana standar yang telah di
tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 907/Per/Menkes/VII/ 2002
tentang air minum yaitu sebesar 1,0 mg/L.
Aeras
i

TEKNIS AERASI
Proses ini merupakan suatu usaha penambahan konsentrasi oksigen yang
terkandung dalam air, agar proses oksidasi untuk mengubah bentuk kation
berjalan dengan baik.
Dalam praktiknya terdapat 2 cara untuk menambahkan oksigen ke dalam air,
yaitu :
a. Memasukkan udara ke dalam air

Yaitu proses memasukkan udara atau oksigen murni ke dalam air limbah melalui
benda berpori atau nozzle. Nozzle diletakkan di bagian tengah sehingga akan
meningkatkan kecepatan kontak gelembung udara tersebut dengan air, dan
proses pemberian oksigen akan berjalan lebih cepat. Oleh karena itu, biasanya
nozzle ini diletakkan di dasar bak aerasi. Udara yang dimasukkan berasal dari
udara luar yang dipompakan ke dalam air oleh pompa tekan.

b. Memaksa air ke atas untuk berkontak dengan oksigen


Yaitu cara mengontakkan air dengan oksigen melalui pemutaran balingbaling yang
diletakkan pada permukaan air limbah. Akibat dari pemutaran ini, air akan terangkat ke atas
dan terjadi kontak dengan udara.

c. Menyebarkan air dengan udara di atas lempengan tipis, melalui tetesan air kecil (waterfall
aerator), atau dengan pencampur air dengan gelembung-gelembung udara.
d. Mengontakkan air dengan udara melalui proses terjunan bertahap (cascade cycling).

Adapun besi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki besi adalah akibat dari beberapa
kondisi, di antaranya :
1. Pengaruh pH yang terlalu rendah (asam), dapat melarutkan logam besi.
2. Akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya logam besi.
3. Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air.
4. Pengaruh tingginya temperatur air akan melarutkan besi-besi dalam air.
5. Kuatnya daya hantar listrik akan melarutkan besi.
6. Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Kelarutan Fe dalam Air:

1. Kedalaman Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam
tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan
membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin
tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.
2. pH
pH air akan terpengaruh terhadap kesadahan kadar besi dalam air, apabila pH air rendah
akan berakibat terjadinya proses korosif sehingga menyebabkan larutnya besi dan logam
lainnya dalam air, pH yang rendah kurang dari 7 dapat melarutkan logam. Dalam keadaan pH
rendah, besi yang ada dalam air berbentuk ferro dan ferri, dimana bentuk ferri akan
mengendap dan tidak larut dalam air serta tidak dapat dilihat dengan mata sehingga
mengakibatkan air menjadi berwarna,berbau dan berasa.

3. Suhu
Suhu adalah temperatur udara. Temperatur yang tinggi menyebabkan menurunnya
kadar O2 dalam air, kenaikan temperatur air juga dapat mengguraikan derajat kelarutan
mineral sehingga kelarutan Fe pada air tinggi.
4. Bakteri besi
Bakteri besi (Crenothrix, Lepothrix, Galleanella, Sinderocapsa dan Sphoerothylus) adalah
bakteri yang dapat mengambil unsur besi dari sekeliling lingkungan hidupnya sehingga
mengakibatkan turunnya kandungan besi dalam air, dalam aktifitasnya bakteri besi
memerlukan oksigen dan besi sehingga bahan makanan dari bakteri besi tersebut. Hasil
aktifitas bakteri besi tersebut menghasilkan presipitat (oksida besi) yang akan menyebabkan
warna pada pakaian dan bangunan. Bakteri besi merupakan bakteri yang hidup dalam
keadaan anaerob dan banyak terdapat dalam air yang mengandung mineral. Pertumbuhan
bakteri akan menjadi lebih sempurna apabila air banyak mengandung CO2 dengan kadar
yang cukup tinggi.

5. CO2 agresif
Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang terdapat dalam air. Berdasarkan
bentuk dari gas Karbondioksida (CO2) di dalam air, (CO2) dibedakan menjadi : CO2 bebas
yaitu CO2 yang larut dalam air, CO2 dalam kesetimbangan, CO2 agresif. Dari ketiga bentuk
Karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam air, CO2 agresif-lah yang paling berbahaya
karena kadar CO2 agresif lebih tinggi dan dapat menyebabkan terjadinya korosi sehingga
berakibat kerusakan pada logam-logam dan beton. Menurut Powell CO2 bebas yang asam
akan merusak logam apabila CO2 tersebut bereaksi dengan air karena akan merusak logam.
Reaksi ini dikenal sebagai teori asam, dengan reaksi sebagai berikut :

2 Fe + H2CO3 FeCO3 + 2 H+ 2 FeCO3 + 5 H2O +1/2 O2 2 Fe(OH)2 + 2 H2CO3


Dalam reaksi di atas dapat dilihat bahwa asam karbonat tersebut secara terus-menerus akan
merusak logam, karena selain membentuk FeCO3 sebagai hasil reaksi antara Fe dan H2CO3,
selanjutnya FeCO3 bereaksi dengan air dan gas oksigen (O2) menghasilkan zat 2 FeOH dan
2H2CO3 dimana H2CO3 tersebut akan menyerang logam kembali sehingga proses
pengrusakan logam akan berjalan secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan yang
semakin lama semakin besar pada logam tersebut.

Penyebab utama tingginya kadar besi dalam Air

1. Rendahnya pH Air Nilai pH air normal yang tidak menyebabkan masalah adalah 7. Air
yang mempunyai pH 7 dapat melarutkan logam termasuk besi.
2. Adanya Gas-gas Terlarut dalam Air. Yang dimaksud gas-gas tersebut adalah CO2 dan H2S.
Beberapa gas terlarut dalam air terlarut tersebut akan bersifat korosif.
3. Bakteri Secara biologis tingginya kadar besi terlarut dipengaruhi oleh bakteri besi yaitu
bakteri yang dalam hidupnya membutuhkan makanan dengan mengoksidasi besi sehingga
larut. Jenis ini adalah bakteri Crenotrik, Leptotrik, Callitonella, Siderocapsa dan lain-lain.
Bakteri ini mempertahankan hidupnya membutuhkan oksigen dan besi.

Metode Penurunan Kadar Besi (Fe)


1. Aerasi Ion Fe selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti
pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara Keberadaan ferri larutan dapat
terbentuk dengan adanya pabrik tenun, kertas, dan proses industri. Fe dapat dihilangkan dari
dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian
diikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan
menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air.
2. Sedimentasi Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang
tersuspensi dalam cairan karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses ini
sering digunakan dalam pengolahan air. Dalam proses sedimentasi partikel tidak mengalami
perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung.
Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan
dan gaya kelembaban (inersia) dalam cairan. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi
relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan
kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari
dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu
dalam air.
3. Filtrasi Proses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya
adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan anorganik yang berada
dalam air. Penghilangan zat padat tersuspensi denggan penyaringan memiliki peranan
penting, baik yang terjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan di
dalam instalasi

pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir yang mempunyai
sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak
larut dalam air.
Penanganan air sumur dengan kombinasi penanganan aerasi, filtrasi ataupun sedimentasi
mempunyai potensi penurunan yang signifikan. Menurut Djasio Sanropie, waktu
pengendapan (detention time) yang optimal pada bak sedimentasi air yang telah diaerasi,
biasanya diambil 3 jam (2-6 jam), yang mana mungkin dalam pengendapan kandungan Fe
hasil aerasi ini cukup dilakukan 1-2 jam. Agar mendapatkan basil yang tepat disarankan
untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang detention time untuk sedimentasi kadar Fe
yang optimal pada air sumur bor, sesuai dengan sumber airnya.
Didalam proses aerasi ada tiga bentuk yaitu multiplay tray, cascade aerator dan spray
aerator.

Multiple tray aerator terdiri dari suatu rangkaian baki yang disusun seperti rak (tray) dan
dilubangin pada bagian dasarnya. Air dialirkan dari puncak berupa air terjun kecil yang
kemudian didistribusikan secara merata pada masing-masing rak (tray)
Cascade aerator, pada dasarnya aerator ini terdiri atas 4 6 step/tangga, setiap step kira-kira
ketinggian 30 cm dengan kapsitas kira-kira 0,01 m3/detik/m2. Untuk menghilangkan gerakan
putaran (turbulence) guna menaikkan efesien aerasi, hambatan sering ditepi peralatan pada
setiap step. Keuntungan lain adalah tidak diperlukan pemeliharaan

Spray aerator yaitu secara menyemprotkan air ke udara dengan menggunakan pipa yang
dilengkapi dengan nossel. Ujung pipa berukuran diameter antara 25 45 mm, pipa-pipa
ditempatkan diatas kolam yang cukup luas untuk menampung semburan air

Beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam pengolahan dengan metode ini
sebagai berikut :
a. Sumber air baku berasal dari sumur (air tanah) dengan keadaan jernih namun
mengandung zat Fe ataupun Mn.
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk
mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk
membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya.

Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan
desinfektan. Tapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya
batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak
jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga
dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman.
Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan
dalam proses sterilisasi.

Walaupun kita sering menggunakan produk desinfektan, sebagian besar konsumen tentunya
belum mengenal jenis bahan kimia apa yang ada dalam produk tersebut. Padahal bahan kimia
tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan
fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan.

Setidaknya ada 10 kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal, yaitu

1. Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar


2. Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan kelembaban
3. Tidak toksik pada hewan dan manusia
4. Tidak bersifat korosif
5. Tidak berwarna dan meninggalkan noda
6. Tidak berbau/ baunya disenangi
7. Bersifat biodegradable/ mudah diurai
8. Larutan stabil
9. Mudah digunakan dan ekonomis
10. Aktivitas berspektrum luas

1.2 Desinfektan Air

Air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan tidak
dapat berlangsung. Air juga banyak mendapat pencemaran. Berbagai jenis pencemar air
berasal dari :

a. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya.

b. Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-


sumber lainnya.

Semua bahan pencemar diatas secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi
kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap air
dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan.
Masalah pencemaran serta efisiensi penggunaan sumber air merupakan masalah pokok. Hal
ini mengingat keadaan perairan-alami di banyak negara yang cenderung menurun, baik
kualitas maupun kuantitasnya.

Pada situasi darurat untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi sangatlah sulit.
Secara umum ada beberapa sumber air yang dapat kita gunakan secara langsung atau melalui
pengolahan sederhana dulu:

Mengenal Bahan Sebagai Desinfektan

GolonganAldehid
Bahan kimia golongan aldehid yang umum digunakan antara lain formaldehid,
glutaraldehid dan glioksal. Golongan aldehid ini bekerja dengan cara denaturasi dan umum
digunakan dalam campuran air dengan konsentrasi 0,5%. Daya aksi berada dalam kisaran
jam, tetapi untuk kasus formaldehid daya aksi akan semakin jelas dan kuat bila pelarut air
diganti dengan alkohol. Formaldehid pada konsentrasi di bawah 1,5% tidak dapat membunuh
ragi dan jamur, dan memiliki ambang batas konsentrasi kerja pada 0,5 ml/m3 atau 0,5 mg/l
serta bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Larutan formaldehid dengan
konsentrasi 37% umum disebut formalin dan biasa digunakan utuk pengawetan mayat.

Glutaraldehid memiliki daya aksi yang lebih efektif dibanding formaldehid, sehingga lebih
banyak dipilih dalam bidang virologi dan tidak berpotensi karsinogenik. Ambang batas
konsentrasi kerja glutaraldehid adalah 0,1 ml/m3 atau 0,1 mg/l.

Pada prinsipnya golongan aldehid ini dapat digunakan dengan spektrum aplikasi yang
luas, misalkan formaldehid untuk membunuh mikroorganisme dalam ruangan, peralatan dan
lantai, sedangkan glutaraldehid untuk membunuh virus. Keunggulan golongan aldehid adalah
sifatnya yang stabil, persisten, dapat dibiodegradasi, dan cocok dengan beberapa material
peralatan. Sedangkan beberapa kerugiannya antara lain dapat mengakibatkan resistensi dari
mikroorganisme, untuk formaldehid diduga berpotensi bersifat karsinogen, berbahaya bagi
kesehatan, mengakibatkan iritasi pada sistem mukosa, aktivitas menurun dengan adanya
protein serta berisiko menimbulkan api dan ledakan.

Golongan Alkohol

Golongan alkohol merupakan bahan yang banyak digunakan selain golongan aldehid.
Beberapa bahan di antaranya adalah etanol, propanol dan isopropanol. Golongan alkohol
bekerja dengan mekanisme denaturasi serta berdaya aksi dalam rentang detik hingga menit
dan untuk virus diperlukan waktu di atas 30 menit. Umum dibuat dalam campuran air pada
konsentrasi 70-90%.
Golongan alkohol ini tidak efektif untuk bakteri berspora serta kurang efektif bagi virus non-
lipoid. Penggunaan pada proses desinfeksi adalah untuk permukaan yang kecil, tangan dan
kulit. Adapun keunggulan golongan alkohol ini adalah sifatnya yangn stabil, tidak merusak
material, dapat dibiodegradasi, kadang cocok untuk kulit dan hanya sedikit menurun
aktivasinya bila berinteraksi dengan protein. Sedangkan beberapa kerugiannya adalah
berisiko tinggi terhadap api/ledakan dan sangat cepat menguap.

Golongan Pengoksidasi

Bahan kimia yang termasuk golongan pengoksidasi kuat dibagi ke dalam dua golongan yakni
peroksida dan peroksigen di antaranya adalah hidrogen peroksida, asam perasetik, kalium
peroksomono sulfat, natrium perborat, benzoil peroksida, kalium permanganat. Golongan ini
membunuh mikroorganisme dengan cara mengoksidasi dan umum dibuat dalam larutan air
berkonsentrasi 0,02%. Daya aksi berada dalam rentang detik hingga menit, tetapi perlu 0,5
2 jam untuk membunuh virus.

Pada prinsipnya golongan pengoksidasi dapat digunakan pada spektrum yang luas, misalkan
untuk proses desinfeksi permukaan dan sebagai sediaan cair. Kekurangan golongan ini
terutama oleh sifatnya yang tidak stabil, korosif, berisiko tinggi menimbulkan ledakan pada
konsentrasi di atas 15%, serta perlu penanganan khusus dalam hal pengemasan dan sistem
distribusi/transpor.

Golongan Halogen

Golongan halogen yang umum digunakan adalah berbasis iodium seperti larutan iodium,
iodofor, povidon iodium, sedangkan senyawa terhalogenasi adalah senyawa anorganik dan
organik yang mengandung gugus halogen terutama gugus klor, misalnya natrium hipoklorit,
klor dioksida, natrium klorit dan kloramin. Golongan ini berdaya aksi dengan cara oksidasi
dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam larutan air dengan
konsentrasi 1-5%. Aplikasi proses desinfeksi dilakukan untuk mereduksi virus, tetapi tidak
efektif untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi.

Umum digunakan sebagai desinfektan pada pakaian, kolam renang, lumpur air selokan.
Adapun kekurangan dari golongan halogen dan senyawa terhalogenasi adalah sifatnya yang
tidak stabil, sulit terbiodegradasi, dan mengiritasi mukosa.

Golongan Fenol

Senyawa golongan fenol dan fenol terhalogenasi yang telah banyak dipakai antara lain fenol
(asam karbolik), kresol, para kloro kresol dan para kloro xylenol. Golongan ini berdaya aksi
dengan cara denaturasi dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam
larutan air dengan konsentrasi 0,1-5%. Aplikasi proses desinfeksi dilakukan untuk virus,
spora tetapi tidak baik digunakan untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan
ragi. Umum digunakan sebagai dalam proses desinfeksi di bak mandi, permukaan dan lantai,
serta dinding atau peralatan yang terbuat dari papan/kayu.
Adapun keunggulang dari golongan-golongan fenol dan fenol terhalogenasi adalah sifatnya
yang stabil, persisten, dan ramah terhadap beberapa jenis material, sedangkan kerugiannya
antara lain susah terbiodegradasi, bersifat racun, dan korosif.

Golongan Garam Amonium Kuarterner

Beberapa bahan kimia yang terkenal dari golongan ini antara lain benzalkonium klorida,
bensatonium klorida, dan setilpiridinium klorida. Golongan ini berdaya aksi dengan cara
aktif-permukaan dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam
larutan air dengan konsentrasi 0,1%-5%. Aplikasi untuk proses desinfeksi hanya untuk
bakteri vegetatif, dan lipovirus. terutama untuk desinfeksi peralatannya.

Keunggulan dari golongan garam amonium kuarterner adalah ramah terhadap material, tidak
merusak kulit, tidak beracun, tidak berbau dan bersifat sebagai pengemulsi, tetapi ada
kekurangannya yakni hanya dapat terbiodegradasi sebagian. Kekurangan yang lain yang
menonjol adalah menjadi kurang efektif bila digunakan pada pakaian, spon, dan kain pel
karena akan terabsorpsi bahan tersebut serta menjadi tidak aktif bila bercampur dengan
sabun, protein, asam lemak dan senyawa fosfat.

Salah satu produk yang sudah dipasarkan dari golongan ini diklaim efektif untuk membunuh
parvovirus, di mana virus ini merupakan jenis virus hidrofilik yang sangat susah untuk
dimatikan dibandingkan virus lipofilik.

Golongan Biguanida

Bahan kimia yang sudah digunakan dari golongan ini antara lain klorheksidin. Klorheksidin
terkenal karena sangat ampuh untuk antimikroba terutama jenis bakteri gram positif dan
beberapa jenis bakteri gram negatif. Klorheksidin sangat efektif dalam proses desinfeksi
Staphylococcus aureaus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa, tetapi kurang baik
untuk membunuh beberapa organisme gram negatif, spora, jamur terlebih virus serta sama
sekali tidak bisa membunuh Mycoplasma pulmonis.

Zat-Zat Kimia Yang Digunakan

TAWAS

Tawas merupakan bahan koagulan yang paling banyak digunakan karena bahan ini paling
ekonomis, mudah diperoleh di pasaran serta mudah penyimpanannya. Jumlah pemakaian
tawas tergantung kepada turbidity (kekeruhan) air baku.Semakin tinggi turbidity air baku
maka semakin besar jumlah tawas yang dibutuhkan. Pemakain tawas juga tidak terlepas dari
sifat-sifat kimia yang dikandung oleh air baku tersebut. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Al2(SO4)3 2 Al+3 + 3(SO4)-2


Air akan mengalami :

H2O H+ + OH

Selanjutnya :

2 Al+3 + 6OH 2Al(OH)3

Selain itu akan dihasilkan asam :

3(SO4)-2 + 6H+ 3H2SO4

Dengan demikian makin banyak dosis tawas yang ditambahkan maka pH akan semakin
turun, karena dihasilkan asam sulfat sehingga perlu dicari dosis tawas yang efektif antara pH
5,8-7,4. Apabila alkalinitas alami dari air tidak seimbang dengan dosis tawas perlu
ditambahkan alkalinitas, biasanya ditambahkan

larutan kapur (Ca(OH)2) atau soda abu (Na2CO3). Reaksi yang terjadi :

Al2(SO4)3 + 3Ca(HCO3)2 2Al(OH3) + 3CaSO4 + 6CO2

Al2(SO4)3 + 3Na2CO3 + 3H2O 2Al(OH3) + 3Na2SO4 + 3CO2

Al2(SO4)3 + 3Ca(OH)2 2Al(OH3) + 3CaSO4

KAPUR

Pengaruh penambahan kapur (Ca(OH)2 akan menaikkan pH dan

Bereaksi dengan bikarbonat membentuk endapan CaCO3. Bila kapur yang

ditambahkan cukup banyak sehingga pH = 10,5 maka akan membentuk

endapan Mg(OH)2. Kelebihan ion Ca pada pH tinggi dapat diendapkan

dengan penambahan soda abu. Reaksinya :

Ca(OH)2 + Ca(HCO)3 2CaCO3 + 2H2O

2Ca(OH)2 + Mg(HCO3)2 2CaCO3 + Mg(OH)2 + 2H2O


Ca(OH)2 + Na2CO3 CaCO3 + 2NaOH

KLORIN

Klorin banyak digunakan dalam pengolahan air bersih dan air limbah

Sebagai oksidator dan desinfektan. Sebagai oksidator, klorin digunakan untuk


menghilangkan bau dan rasa pada pengolahan air bersih. Untuk

mengoksidasi Fe(II) dan Mn(II) yang banyak terkandung dalam air tanah

menjadi Fe(III) dan Mn(III).

Yang dimaksud dengan klorin tidak hanya Cl2 saja akan tetapi termasuk pula

asam hipoklorit (HOCl) dan ion hipoklorit (OCl), juga beberapa jenis kloramin

seperti monokloramin (NH2Cl) dan dikloramin (NHCl2) termasuk di dalamnya.

Klorin dapat diperoleh dari gas Cl2 atau dari garam-garam NaOCl dan Ca(OCl)2.Kloramin
terbentuk karena adanya reaksi antara amoniak (NH 3) baik anorganik maupun organik
aminoak di dalam air dengan klorin. Bentuk desinfektan yang ditambahkan akan
mempengaruhi kualitas yang didesinfeksi. Penambahan klorin dalam bentuk gas akan
menyebabkan turunnya pH air, karena terjadi pembentukan asam kuat. Akan tetapi
penambahan klorin dalam bentuk natrium hipoklorit akan menaikkan alkalinity air tersebut
sehingga pH akan lebih besar. Sedangkan kalsium hipoklorit akan menaikkan pH dan
kesadahan total air yang didesinfeksi.

Air hasil proses desinfeksi diletakan kedalam tangki penyimpanan untuk didistribusikan ke
penduduk