Anda di halaman 1dari 46

Unit Operasi III

Referensi:
1. Transport Processes and Unit Operation by Christie J.Gean Koplis
2. Mass-Transfer Operation by Robert E.Treybal
3. Principles of Unit Operation by A. S. Foust5
4. Unit Operation Of Chemical Engineering by Mc.Cabe

Pendahuluan
Proses perpindahan massa digunakan untuk memisahkan komponen dari
campuran didasarkan pada perpindahan massa dari satu fasa homogen ke fasa yang
lain. Tidak seperti pemisahan mekanik , metode ini mengunakan perbedaan
tekanan uap atau kelarutan, tidak menggunakan perbedaan berat atau ukuran.
Gaya dorong untuk perpindahan massa adalah konsentrasi atau gradien
konsentrasi. Proses perpindahan massa terdiri dari operasi-operasi seperti distilasi,
penyerapan gas (absorpsi), dehumidifikasi , ekstraksi cairan , pencucian (leaching),
kristalisasi, dan lain-lain.

Fungsi dari distilasi adalah untuk memisahkan suatu komponen, dengan cara
penguapan, campuran cairan yang bercampur dan kemampuan menguap suatu
substansi dalam satu komponen atau beberapa kasus dalam beberapa komponen.

Dalam absorpsi gas uap yang dapat larut diserap melalui cairan dimana gas terlarut
lebih larut atau kurang larut dari campuran dengan gas inert.

Dalam dehumidifikasi cairan murni sebagian dihilangkan dari gas inert atau gas
terbawa dari kondensasi. Biasanya gas yang terbawa hampir tidak larut dalam
cairan.
Dalam ekstraksi cair, kadang-kadang disebut ekstraksi pelarut, suatu campuran dari
dua buah komponen ditambahkan suatu pelarut yang larut sempurna atau lebih
dari komponen-komponen dalam campuran. Campuran yg diproses disebut
rafinat sedamgkan pelarut yang kaya kompenen yang diinginkan disebut ekstrak.

Dalam ekstraksi padat, atau leaching, bahan terlarut larut dilarutkan dengan suatu
pelarut cair di dalam campuran dengan padatan inert. Bahan larut atau larutan yang
dinginkan dapat dipisahkan dari pelarutnya dengan cara kristalisasi atau evaporasi.

Kristalisasi digunakan untuk memperoleh bahan didalam pemurnian yang baik dari
sebuah kristal yang seragam dan baik. Karena pembentukan Kristal dapat
memisahkan zat terlarut dari suatu larutan dan memisahkan impuritisnya

Terminologi dan Simbol-simbol

Secara konvensional proses menunjukkan bahwa ada dua buah aliran sebagai fasa
L dan fasa V. ini juga untuk menunjukkan aliran yang memiliki misalnya densitas
tinggi adalah fasa L dan densitas yang rendah adalah Fasa V. Dikecualikan dalam
ekstraksi cair,dimana rafinat selalu adalah fasa L dan ekstraknyai fasa V.

Terminologi untuk aliran dalam operasi perpindahan massa

Operasi Fasa Uap (V) Fasa Cair (L)


Distilasi Uap Cairan

Absorpsi Gas, Dehumidifikasi Gas Cairan

Ekstraksi cairan Ekstrak Rafinat

Leaching Cairan Padatan


Kristalisasi Larutan Induk Kristal

Masalah transfer massa dapat diselesaikan dengan dua metode berbeda, satu
menggunakan konsep tahap kesetimbangan , yang lainnya berdasarkan proses laju
difusi. Pilihan metode tergantung pada jenis peralatan operasi yang dilakukan.

Persamaan umum perpindahan molekul sebagai berikut:

Gaya Dorong
Laju proses perpindahan = Tahanan

Difusi Molekuler

Difusi molekul atau transportasi molekul dapat didefinisikan sebagai


perpindahan atau gerakan molekul individu melalui cairan secara acak. Pada
gambar 1 proses difusi molekul ditunjukkan secara skematis. Ditampilkan jalan
acak molekul A menyebar melalui molekul B dari titik (1) ke titik (2). jika ada
lebih banyak molekul A didekat titik (1) dari pada (2), kemudian, karena molekul
menyebar secara acak di kedua arah, molekul A akan lebih berdifusi dari titik (1)
ke titik (2) dari titik (2) ke titik (1). Difusi dari molekul A adalah dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah.
Gambar 1 diagram proses difusi molekul

*Persamaan umum hukum Ficks dapat ditulis sebagai berikut:

Keterangan:

J*A = flux molar komponen A di dalam arah z (kgmol A/ m2)

DAB = difusi molekul dari molekul A ke dalam molekul B (m2/s)

CA = konsentrasi A (kgmol/m3)

z = tahanan difusi (m)

C = konsentrasi total A dan B (kgmol A+B/m3)

XA = fraksi mol A

*Perpindahan massa secara turbulen dengan c konstan:


M = difusi perpindahan massa secara turbulen (m2/s)

Contoh :

Campuran gas He dan N2 terkandung dalam pipa pada suhu 298 K dan tekanan
total 1 atm yang konstan. Di salah satu ujung pipa pada titik 1 yaitu P A1 (tekanan
parsial He) adalah 0,60 atm dan ujung yang lainnya PA2 = 0,20 atm. Panjang pipa
adalah 0,2 m. Hitunglah fluks dari He pada keadaan steady state jika D AB dari
campuran He - N2 adalah 0687 x 10 -4 m2 / s (0.687 cm2 / s).

Penyelesaian :

R = 82,057 x 10 -3 m3 atm / kg mol K


*Koefisien Perpindahan Massa Konvektif*

Ketika cairan yang mengalir di luar permukaan padat dalam sebuah gerakan
konveksi paksa, kita dapat mengungkapkan tingkat perpindahan massa konvektif
dari permukaan cairan tersebut, dengan persamaan sebagai berikut:

NA = KC (CL1 CLi)

Dimana Kc = koefisien mass transfer (m/s)

CL1 = konsentrasi fluida (kg mol A / m3)

CLi = konsentrasi fluida di permukaan padatan

*Difusi Molekuler Dalam Fasa Gas*

- Difusi Equimolar Dalam Gas

Pada Gambar 2, diagram diberikan dua gas A dan B pada tekanan total konstan P
dalam dua ruangan besar dihubungkan dengan tabung dimana difusi molekuler
terjadi pada keadaan steady state. Tekanan parsial PA1>PA2 dan PB1< PB2. Molekul A
berdifusi ke kanan dan B ke kiri. untuk kondisi steady state, total fluks adalah:

NA + NB = N
x

Difusi A J*A :

NA = NXA + A J*A

CA dCA
D AB
NA = ( NA + NB ) C dZ

Untuk B

CB d CB
D BA
NB = ( NA + NB ) C dZ

dCA d CB
D AB D BA
dz = dz
x x

Atau A J*A = - A J*B


P=P A + P B C=C A +C B , D AB=D BA


karena konstan, maka itu mengikuti

Koefisien difusivitas DAB untuk gas A terdifusi Kedalam gas B itu sama seperti
DBA Untuk gas B terdifusi ke A.

Difusi pada keadaan steady state melalui sebuah gas B yang tidak berdifusi.

Untuk kasus difusi yang melalui sebuah stagnan untuk gas B yang tidak terdifusi
pada keadaan steady state itu sering terjadi. Pada kasus satu lapisan pembatas pada
akhir difusi itu kedap air untuk komponen B, jadi ini tidak dapat dilalui. Sebagai
contoh, apabila Amonia (A) yang diserap melalui Udara (B) kedalam air. Pada fasa
gas, karena udara tidak dapat larut sepenuhnya kedalam air, hanya ammonia yang
terdifusi (apabila kita mengabaikan penguapan dari air), hingga,
N B =0, N A=konstan.
(lihat gambar 3)

1 NA NH3 (A)

Z2 Z1 Air (B)

Cairan

Gambar 3
Tetapkan tekanan total (Pt) konstan, C = Pt/RT

DAB Pt Pt PA 2
ln
NA = RT Pt PA 1

Z = Z2 Z1

Sehingga,

Pt PA2 = PB2 , Pt PA1 = PB1 , PB2 PB1 = PA1 PA2

DAB Pt PA 1PA 2 PB 2
ln
NA = R T PB 2PB 1 PB 1

( PtPA 2 )
( PtPA 1 )

ln
PA 1PA 2

DAB Pt
( PA 1PA 2)
NA = R T ( Z 2Z 1 ) PBm

Contoh :

Oksigen (A) berdifusi ke dalam karbon monoksida (B) dalam keadaan steady state
temperature 0 C. Tekanan parsial dari oksigen pada jarak 2,0 mm, adalah masing
masing 1300 pada ttk 1 dan 6500 N/m2 ttk dua. Diffusivitas untuk campuran 1,87
x 10-5 m2/s. Hitumglah laju diffusivitas dari oksigen dalam kmol/s . m2.

Penyelesaian :
PB 1PB 2
PB1
PBM = ln( )
PB2

Pt = 105 N/m2 , PA1 = 1.3 x 103 N/m2

PA2 = 6500 N/m2

PB1 = Pt PA1

= 105 N/m2 13 x 103 N/m2

= 87 x 103 N/m2

PB2 = Pt PA2

= 105 N/m2 6500 N/m2

= 93,5 x 103 N/m2

( 8793,5 ) (103)
PBM = 87
ln( )
93,5

= 90.200 N/m2

DAB Pt
( PA 1PA 2)
NA = R T Z PBm

( 1,87 x 105 ) ( 105 ) ( 136,5 )(10 3)


= 8,314 ( 273 ) ( 0,002 ) (90,2 x 103 )
= 2,97 x 10-5 kmol/m2 . s

- Difusi sepanjang variasi area Cross-Sectional

Di beberapa situasi area A itu bervariasi. Kemudian dapat di definisikan NA sebagai

NA '
NA = A

Dimana NA adalah kg mol yang berdifusi per detik atau kg.mol/s.

Pada keadaan steady, NA akan konstan tetapi tidak untuk variasi daerah A.

1. Diffusi pada bola


Situasi ini sering muncul dalam kasus-kasus seperti penguapan setetes cairan.
Sebagai contoh, diffusi nutrien untuk organisme mikro berbentuk bola dalam
cairan. Gambar 4 menunjukkan sebuah bola pada radius r 1 m pada medium gas
yang tidak terbatas. Komponen (A) pada tekanan parsial PA1 pada permukaan
berdifusi ke sekitar medium stagnan (B), dimana PA2 = 0 pada jarak yang jauh
(asumsi keadaan steady).
A= 4 r2

Persamaan diatas disusun ulang dan diintegrasi antara r1 dan beberapa poin r2
untuk jarak yang jauh
Karena r2 > r1, 1/r1 ` 0

Persamaan ini bisa disederhanakan lagi: jika PA1 lebih kecil dibandingkan

dengan Pt ( fase gas ), PBM Pt. Demikian juga, keadaan 2r1 = D1, diameter,
dan CA1 = PA1 / RT,

Persamaan ini bisa juga digunakan untuk fasa cair

Gambar 4

2. Difusi melewati saluran untuk daerah cross sectional yang tidak seragam
Pada Gambar 5, komponen A berdifusi dalam keadaan steady melewati saluran
melingkar yang runcing seperti yang ditunjukkan pada poin 1 radius r 1 dan
pada poin 2 radius r2.
Gambar 5

Untuk A yang berdifusi melewati stagnan B,

Radius r bisa dihubungkan pada posisi z :


Contoh:

Sebuah naftalen berbentuk bola mempunyai radius 2,0 mm disuspensi pada


volume udara pada 318 K dan 1,01325 x 105 Pa (1 atm). Temperatur permukaan
naftalen diasumsikan pada 318 K dan tekanan uap pada 318 K adalah 0,555
mmHg. DAB dari naftalen

Di udara pada suhu 318K adalah 6,92.10-6m2/s. hitunglah laju evaporasi


napthalena dari permukaan.

Penyelesaian:

PB1 = Pt PA1

PB2 = Pt PA2

PA1 = (0.555/760) (1.01325x105) = 74.0 Pa

PA2 =0

PB1 = 1.01325x105 74.0 = 1.01251x105 Pa

PB2 = 1.01325x105 0 = 1.01325x105 Pa

PB 1 + P B 2 ( 1.0125+1.01325 ) x 105
PBM = =
2 2

= 1.0129x105 Pa

D AB P t ( P A 1P A 2 )
N A 1=
RT r 1 PBM

( 6.92 x 106 )( 1.01325 x 105 ) (74.00 )



8.314 ( 318 ) ( 2/1000 ) ( 1.0129 x 105 )
= 9.68x10-8 kg.mol A/s.m2

*Koefisien Difusi Untuk Gas*

Diffusifitas , atau koefisien difusi, D adalah suatu sifat pada suatu system yang
bergantung pada temperature, tekanan dan bahan.

Banyaknya metode percobaan yang berbeda telah digunakan untuk menentukan


difusifitas molecular untuk pencampuran gas biner.

Untuk sepasang molekul nonpolar pendekatan yang masuk akal untuk kekuatan
adalah fungsi Lennard-jones.

DAB = Difusivitas (m2/s)

T = Temperature absolut (K)

MA,MB = Berat molekul A dan B (kg/Kmol)

Pt = Tekanan absolut (atm)

, AB = Tumbukan yang tidak terpisahkan berdasarkan potensi Lennard-


D

jones.

AB = diameter tombukan rata-rata

Persamaan di atas relatif rumit untuk digunakan dan sering beberapa konstanta
seperti RAB tidak tersedia atau sulit untuk diperkirakan. maka, metode empiris semi
penuh, jauh lebih nyaman mudah untuk digunakan. persamaannya adalah:
Dimana vA = jumlah kenaikan volume yang struktural (tabel 1)

Metode ini dapat digunakan untuk campuran gas nonpolar atau campuran polar -
nonpolar.

Tabel 1. Atomic Diffusion Volumes for use with the fuller.

Atomic and structural diffusion volume increments, v


C 16,5 (Cl) 19,5
H 1,98 (S) 17,0
O 5,48 Aromatic ring -20,2
(N) 5,69 Heterocyclic ring -20,2
Diffusion volumes for simple molecules, v

H2 7,07 CO 18,9
He 2,88 CO2 26,9
N2 17,9 N2O 35,9
O2 16,6 NH3 14,9
Air 20,1 H2 O 12,7
Ar 16,1 (CCl2F2) 114,8
Kr 22,8 (SF6) 69,7
(Xe) 37,9 (Cl2) 37,7
Ne 5,59 (BR2) 67,2
(SO2) 41,1

Contoh:
Normal butanol (A) difusi melalui udara (B) pada 1 atm abs. Dengan
menggunakan Fuller method. Hitung difusivitas untuk suhu berikut dan
membandingkan dengan data eksperimen.

(a) Untuk 0oC


(b) Untuk 25,9oC
(c) Untuk 0oC dan 2,0 atm abs

Penyelesaian:

a) T = 0oC = 273oK

Dari tabel 1:

MA (butanol) = 74,1 (C4H9OH)

MB (udara) = 29

vA = 4 (16,5) + 10 (1,98) + 1 (5,48)

= 91,28 (butanol)

vB = 20,1 (udara)
1
1 1
DAB=
1,00 107 T 1,75 ( +
Ma Mb ) 2

1 2
[ ]
1
3 3
Pt ( a ) + ( b )

1
1 1

1,0 107 ( 273 )
1,75
( +
74 29 ) 2

1 2
[ ]
1
3 3
1,0 ( 91,28 ) + ( 20,1 )

6 2
7,73 x 10 m / s
b) T = 273 + 25,9 = 298,9oK
6 2
DAB = 9,05 x 10 m /s

c) Tekanan total P = 2,0 atm


6 2
DAB = 7,73 x 10 m /s (1,0 / 2,0)
6 2
= 3,865 x 10 m /s

*Difusi Molekular pada Liquid*

Difusi molekul dalam cairan jauh lebih lambat dibandingkan dengan gas. Molekul
dalam cairan yang sangat dekat apabila dibandingkan dengan gas yang di difusi
dalam cairan, perbedaan penting dari difusi gas adalah bahwa difusivitas seringkali
sangat bergantung pada konsentrasi komponen yang menyebar.

1. Steady state diffusion of A through non diffusing B


NA = konstan, NB = 0, di mana:
D AB
NA ( ) av ( X A1 X A2 )
zX BM M

XB 2XB 1
XB 2
Dimana XBM = ln ( )
XB 1

Di mana XA1 +XB1 = XA2 + XB2. Untuk larutan encer XBM mendekati 1.0 dan
persamaan di atas disederhanakan menjadi

DAB (C A1CA 2)
Na Z 2Z 1

2. Steady- State Equimolal Counterdiffusion


NA = -NB = constan

DAB DAB
NA = Z ( CA1-CA2) = ( )
Z M av (XA1-XA2)

Contoh

Hitung laju difusi dari acetic acid (A) melewati sebuah film dari air yang tidak
berdifusi (B) larutan 1 mm pada 17C di mana konsentrasi pada arah yang
berlawanan dari film, masing-masing berurut 9 dan 3 % berat asam. Diffusifitas
dari asam asetat dalam larutan adalah 0.95 x 10 -9 m2/s

Solution : basic 1kg dari larutan

Z= 0,001 m

MA= 60,03

MB =18,02

Densitas dari 9%larutan adalah 1012 kg/m3

0,09/60,03
XA1 = (0,09/60,03+0,91 /18,02) = 0,0288 fraksi mol

XB1 = 1- 0,0288 = 0,9712 fraksi mol air

1 kg
M1 = (0,09/60,03+0,91 /18,02)k . mol

= 19,21 kg/kmol
1012
= =52,7 kmol /m 3.
M 19.21

Densitas dari 3 % larutan adalah 1003,2 kg/m3.

0,03 /60,03
XA2 = (0,03/60,03+0,97 /18,02)

= 0,0092 mol fraksi asam asetat

XB2 = 1- 0,0092 = 0,9908 mol fraksi air.

1 kg
M2 = (0,03/60,03+0,97 / 18,02)

1003,2
= =54,5 kmol/m 3.
M 18,40

52,7+ 54,5
( )
M av = 2 = 53,6 kmol/m3

XB 2 XB1 0.099080,9712
XBM = ln XB2XB 1 = ln 0,99080,9712

= 0,980

DAB
NA = Z (XBM ) M () av (XA1-XA2)

0,95 x 109 (
53,6 )
= 0,001(0,98) (0,00288-0,0092)

= 1.018 x 10 -6 kmol/m2.s
*Difusitas Dari Liquid*

Teori dari difusi pada liquid tidak sebanyak data dari hasil eksperimental seperti
pada difusi gas.
Dimensional dari difisivitas liquid sama saja dengan gas, panjang2/waktu. Tidak
sama pada kasus pada gas, bagaimanpun juga, variasi dari difusitas liquid
dipengaruhi oleh konsentrasi.
Untuk larutan encer berupa larutan nonelektrolit, hubungan empirik dari Wilke dan
Chang dapat ditulis sebagai berikut.
(117,3 10 18) )(M B ) 0,5 T
D AB
v 0A,6

Di mana DAB = difusifitas dari zat A dalam larutan yang sangan encer dalam
pelarut B, m2/s
MB = berat molekul dari pelarut, kg/kmol
= viskositas larutan, kg/m.s
vA = volume molal dari pelarut pada titik didih normal, m3/kmol
= 0,0756 untuk air sebagai larutan encer.
= faktor asosiasi dari pelarut
= 2,26 untuk air sebagai pelarut
= 1,9 untuk methanol sebagai pelarut
= 1,5 unruk etanol sebagai pelarut
= 1,0 untuk pelarut yang tidak terasosiasi, seperti benzene dan
etil eter

Contoh:
Hitunglah difusifitas dari mannitol, CH2OH(CHOH)4CH2OH, C6H14O6, dalam
larutan encer dengan air sebagai pelarut pada suhu 20C. bandingkan dengan hasil
dari observasi, 0,56 x 10-9 m2/s.
Penyelesaian:
Dari data volume atom dan molekular,
vA = 0,0148(6) + 0,0037(14) + 0,0074(6) = 0,185
untuk air sebagai pelarut, = 2,26, Mb = 18,02, T = 293 K. Untuk larutan encer,
viskositas dapat digunakan untuk air 0,001005 kg/m.s.
(117,3 10 18) )( 2,26 18,02) 0,5 293
D AB 0,6
0,601 10 9 m 2 / s
0,001005(0,185)

Hitung difusifitas dari mannitol dalam larutan encer dengan air sebagai pelarut
pada suhu 70C dan dibandingkan dengan hasil dari observasi, 0,56 x 10-9 m2/s.
Penyelesaian pada suhu 20C, hasil observasi DAB = 0,56 x 10-9 m2/s dan = 1,005
10-3 kg/m.s. Pada suhu 70C, viskositas dari air adalah 0,4061 10 -3 kg/m.s. dan
diindikasikan bahwa DAB/T harus konstan:
D AB (0,4601 10 3 ) (0,56 10 9 )(1,005 10 3 )

70 273 20 273

DAB = 1,62 x 10-9 m2/s

*Koefisien Perpindahan Massa*

Untuk keadaan steady state, perpindahan massa yang melewati fluida yang stagnan
dapat digunakan persamaan sebelumnya yang dapat digunakan untuk memprediksi
laju perpindahan massa yang melewati suatu ketebalan film dapat diketahui.
Bagaimanapun, ini bukan lah situasi utama, karena pada kebanyakan laju dari
operasi perpindahan massa pada aliran turbulen diinginkan untuk meningkatkan
laju dari transfer per unit area. Atau untuk menolong terjadinya disperse dari suatu
fluida ke fluida lainnya dan membuat lebih banyak luas antar permukaan.
Untuk perpindahan massa yang turbulen dengan c konstan
NA = KC (CA1-CA2)
Di mana:
KC didefinisikan sebagai laju dari perpindahan massa per unit area per
perbedaan konsentrasi
Konsentrasi dapat dinyatakan dalam mol/volume atau fraksi mol

NA mol cm m
K c= = = or
2
C A 1C A 2 s , cm , mol /cm 3
s s

N A =N B
Eqiumolar

YA
Dimana Adalah fraksi mol dalam phasa gas

XA
adalah fraksi mol dalam fasa cair

Koefisien mass-transfer keseluruhannya dapat ditulis satu sama lain

C A1 C
Y A 1= dan Y A 2= A 2
C C
N B =0,
perpindahan dari A melalui B yang tidak berpindah ,

Konversi antara Koefesien perpindahan massa

Pt P
Gas : F=K 'C C=K 'C =K C BM =K 'C Pt =K G PBm=K y y
RT RT

K 'y =K C y BM C=K G y BM P t

Cairan : F = Kc.C = KLC = KLc = KL XBM C = KL P/M = Kx = kx XBM.

Satuan SI

Kc, KL, Kc, KL m/s


Kx, Ky, Kx, Ky kg mol
s. m2.fraksimol
kg mol kg mol

KG, KG s . m . pa s . m2 . atm
2

Contoh :

Suatu volume gas murni (B)yang sangat besar pada tekanan 2 atm mengalir dari
atas permukaan (A) uap murni. Permukaan Cairan (A) menjadi basah. Apabila
tekanan parsial permukaan (A) adalah tekanan uap (A) pada suhu 298 k adalah
0.20 atm. Harga ky bernilai 6.78 x 10-5 kg mol/s. m2. fraksi mol. Hitunglah NA,
(laju penguapan) dan juga nilai dari Ky dan KG.

Penyelesaian :
Hal ini terjadi dari A difusi melalui B, NB = 0

PAI = 0.20 atm, PA2 = 0

YA1 = PAI /Pt= 0.20 / 2.0 = 0.10, yA2 = 0

a. NA = Ky ( yAI yA2 )
k' y
KyyBM = Ky = ky = y BM

B 2 / y B1
y


YBM= ln
y B 2 y
B1


yB1 = 1 - yA1 = 1 0.10 = 0.90
yB2 = 1 yA2 = 1 0 = 1.0

1.00.90
=0,95
yBM = ln (1.0/0.90)

6.78 x 105 mol 2


ky = =7.138 x 105 kg . m . fraksi mol
0.95 s

NA = ky( yA1 yA2 ) = 7.138 x 10-5 ( 0.10 0 ) = 7.138 x 10-6 kg mol/s.m2

b. KGyBMPt = KyyBM
Ky
KG = Pt

7.138 x 105 mol 2


KG = =3.569 x 105 kg . m . atm
2.0 atm s
*Teori Penetrasi dari Perpindahan Massa*

Teori penetrasi menggunakan pernyataan untuk laju transisi dari difusi menjadi
ketebalan massa relatif dari fluida dengan konsentrasi konstan pada permukaan.

Perubahan pada konsentrasi dengan jarak dan waktu ditentukan oleh persamaan
berikut :
2
C A C
=D AB 2 A
t z

Kondisi batasnya adalah

CA=
{ C Ao untuk t=0
C Ai pada z=0, t >0

Fluks rata-rata daripada interval waktu 0 sampai t adalah


t
1 C Ai C A D AB t dt
N A , AV = N
t 0 A
dt=
t

t 0 12
t

2
D AB
t
(C Ai C A ) (*)

NA
kc= ..............................(**)
C AiC A

Menggabungkan pers.(*) dan (**) memberikan koefisien perpindahan panas rata-


rata daripada waktu t :


k c =2
D AB
t
=1,13
t
D AB
Sebuah bentuk alternatif dari teori penetrasi dikembangkan oeh Danckwerts, yang
menganggap kasus dimana senyawa-senyawa dari fluida pada sebuah transfer
permukaan adalah secara acak diganti dengan bentuk fluida segar aliran bulk.

Koefisien perpindahan rata-rata :

k c = D AB . s

Dimana s adalah laju fraksional dari pembaharuan permukaan (s-1 ).

Koefisien untuk perpindahan massa melalui area yang diketahui

Pada bagian ini, hubungan-hubungan diberikan untuk perpindahan massa diantara


fluida-fluida dimana area A telah diketahui.

- Analisis Dimensional
Dari mekanisme perpindahan massa, bisa diketahui bahwa koefisien k akan
bergantung pada difusivitas DAB, dan pada variable-variabel yang mengatur
karakter dari aliran fluida yaitu, laju v, viskositas , densitas dan diameter D.
Bentuk dari permukaan transfer
k =f (D AB , D , v , , )

Analisis dimensional adalah


k'C DG
= 1 ( , )
v D AB

Dimana : G = v

Nst = 1 ( NRE, NSC )


Persamaan ini juga sering digunakan dalam bentuk dari factor J D yang
berhubungan dengan KC seperti berikut :
2/3
K C
JD = V (
DAB )
Pada umum nya, JD adalah fungsi dari NRE

- Perpindahan massa untuk aliran turbulen dalam pipa.

Untuk aliran turbulen untuk Dv/ atau DG/ diatas 2100 untuk gas atau cairan
yang mengalir dalam pipa.
0.83 0.33
D Kc PBM D Dv
Nsh = KC DAB = Pt DAB = 0.023 ( ) (
DAB )
Sebuah bentuk alternatif dari hubungan yang diperoleh dengan membagi
persamaan diatas dengan NRE NSC untuk memberikan faktor JD yang ditunjukkan
oleh Chilton dan Colburn menjadi sama dengan f/2, dimana f adalah faktor
gesekan pada pipa halus.
f
JD = 2 = 0.023 NRE -0.2

Perbandingannya ditunjukkan pada persamaan ini adalah umum untuk panas dan
perpindahan massa pada peralatan yang sama hubungan dengan sedikit lebih
akurat untuk aliran pipa sudah ditunjukkan untuk jarak yang berbeda dari nomor
Schmidt. Data untuk evaporasi dari beberapa cairan dalam dinding basah
berhubungan dengan eksponen sedikit lebih tinggi.

Untuk keduanya baik Reynold dan Schmidt numbers

Nsh = 0.023 NRE0.81 NSC0.44

Sebuah hubungan untuk perpindahan massa pada Schmidt number yang tinggi
(430 ke 100,000) adalah

Nsh = 0.0096 NRE0.913 NSC0.346


Contoh

(a) Berapa ketebalan efektif untuk film gas untuk evaporasi pada air ke udara
pada sebuah kolom dinding basah berdiameter 2-in pada bilangan Reynold
20.000 dan suhu 40C ?
(b) Ulangi perhitungan untuk evaporasi dari etanol pada kondisi yang sama.
Pada 1 atm, difusivitas adalah 0.288 cm 2/s untuk air pada udara dan 0.145
cm2/s untuk etanol pada udara.

Penyelesain

Untuk udara pada 40C


29 273.16
= 22.410 313.16 = 1.129 10-3 g/cm-3

= 0.0186 Cp

1.86 x 104
= 1.129 x 103 = 0.165 cm2/s

(a) Untuk sistem udara-air

0.165
NSC = DAB = 0.288 = 0.573

Nsh = 0,023 . NRe 0,81 . NSc 0,44


= 0,023 . (10.000)0,81 . (0,573)0,44
= 31,3

Pada Teori Lapisan Film, Kc = DAB / x .


Dimana Nsh = Kc . D / DAB
Maka,
Nsh = Kc . D / DAB
Nsh = DAB / x . D / DAB
Nsh = D/x
x = D / Nsh
= 2 / 31,3
= 0,064 in

b. Untuk sistem Udara-Ethanol, Nsc = 0,165 / 0,145 = 1,14

Nsh = 0,023 . NRe 0,81 . NSc 0,44


= 0,023 . (10.000)0,81 . (1,14)0,44
= 42,3
Maka,
x = D / Nsh
= 2 / 42,3
= 0,047 in

*Perpindahan Massa Pada Bidang Datar dengan Aliran Paralel*


Perpindahan massa dan proses penguapan pada suatu cairan (liquids) dari suatu
bidang permukaan yang datar menuju ke suatu aliran yang mengalir merupakan
bagian penting dari proses pengeringan bahan anorganik dan biologis, pada proses
evaporasi pelarut (solven) dari tumbuh-tumbuhan, untuk suatu plate pada
terowongan angin (wind tunnels), untuk gas-gas atau proses evaporasi suatu cairan
(liquids) pada dalam fasa gas dan untuk aliran laminar.

JD = 0,664 . NRe 0,5


Bilangan Sherwood ( Nsh) :
Kc . L / DAB = Nsh
Nsh = 0,664 . NRe 0,5 . NSc 1/3
Dimana L merupakan panjang plat sesuai arah aliran.

Untuk Gas dengan bilangan reynold (NRe ) 15.000 300.000 :

JD = 0,036 . NRe 0,2

Data percobaan (experimental) untuk Liquids dikorelasikan sekitar 40% dengan


bilangan reynold (NRe ) 600 50.000m :

JD = 0,99 . NRe 0,5

*Perpindahan Massa pada Aliran yang Melewati Bola*


Untuk aliran melewati suatu bola (spheres) dengan bilangan reynold yang sangat
rendah NRe = D . v . / , Dimana Bilangan Sherwood, Nsh = Kc . D / DAB ,
Nilainya harus mendekati 2,0 . Hal ini dapat ditunjukan pada pers. berikut ini :

NA = 2 DAB / D . ( CA1 CA2)


Dimana Kc untuk dilute solution adalah

Kc= 2 DAB / D
Maka,

NA = 2 DAB / D . ( CA1 CA2)


= Kc . (CA1 CA2)
Kc . D / DAB = Nsh = 2.0
Untuk cairan dan Bilangan Reynolds antara 20 sampai 2000 :
Nsh = 2 + 0.95 NRe0.50 NSc1/3
Untuk cairan dan Bilangan Reynolds antara 2000 17000 :
Nsh = 0.4347 NRe0.62 NSc1/3
Untuk cairan dan Bilangan Reynolds antara 20 sampai 2000 :
Nsh = 2 + 0.95 NRe0.50 NSc1/3
Untuk cairan dan Bilangan Reynolds antara 2000 17000 :
Nsh = 0.4347 NRe0.62 NSc1/3

Contoh
Volumebesar air murnipada 26,1 C
mengalirsejajardenganpiringdatarasambenzoatpadat, di mana L = 0,244 m di
arahaliran. kecepatan air 0,061 m / s. kelarutanasambenzoatdalam air adalah
0,02948 kg mol / m3. difusivitasasambenzoatadalah 1,245 x 10 ^ -9 m2 / s.
menghitungmassa - koefisienperpindahan Kc danfluks Na.

Solusi
Karena sini larutan inicukupencer , darisifatfisik air saat 26.10C :

: 8.71 x 10-4 kg/m.s (Pa.s)


: 996 kg/m3

8.71 x 104
NSc= . D AB = 996(1.245 x 109) = 702

LV 0.244(0.061)(996)
NRe= = 8.71 x 104 = 1.700 x 104

JD = 0.99 NRe-0.5 = 0.99 ( 1.700 x 104)-0.5= 0.00758


KC '
=
JD = V NSc2/3

Kc = JD . V (NSc-2/3)
Kc = 0.00758 ( 0.0610)(702) -2/3
= 5.85 x 10-6 m/s

Pada kasus ini, difusi untuk komponen A melalui non diffusi komponen B , N B = 0.
Sehingga Kc
KC '
NA = Xbm (CA1 CA2) = Kc (CA1 CA2)

Karena larutan sangat encer, XBM ~ 1.0 dan Kc~ Kc. Dan, CA1 = 2.948 x 10-2 kg
mol/ m3 (kelarutan) dan CA2 = 0.
NA = (5.85 x 10-6)(0.02948 0)
= 1.726 x 10-7 kg mol / s.m2

*Teori Dua-Film*

Pada proses pemisahan yang ada, bahan harus terdifusi dari satu fasa ke fasa yang
lain, dan laju difusi kedua fasa tsb mempengaruhi laju keseluruhan perpindahan
massanya.
Dalam teori dua film, ditemukan oleh Whitman, kesetimbangan di asumsi terjadi
pada interface, dan tahanan terhadap perpindahan massa yang ditambahkan pada
dua fasa tsb akan mendapatkan tahanan keseluruhan, peristiwa ini berlaku juga
untuk penghantar panas. Tahanan keseluruhan berbanding terbalik dengan kofesien
keseluruhan, yang mudah digunakan untuk menghitung desain daripada koefisien
individual.
Perpindahan massa antara fasa lebih kompleks dari pada perpindahan panas,
peristiwa ini terjadi karena konsentrasi atau fraksi mol larutan susah berdifusi
karena berlawanan pada interface.
Contoh, didalam distilasi campuran biner, y A* lebih besar dari pada xA, dan
gradient dekat dengan permukaan drpd gelembung seperti yang ditunjukkan pada
gambar a.
Untuk absorpsi gas yang terlarut, fraksi mol didalam cairan pada alat penghubung
lebih besar dari pada didalam gas, seperti yang ditunjukkan pada gambar b.

Dalam teori dua film, laju perpindahan ke interface diatur sama dengan laju
perpindahan dari interface :

r = kx (xA- xAi) = kx (xAi - xA) (*)


r = ky (yAi- yA) = kx (yA - yAi) (**)

laju ini juga diatur sama dengan koefisien keseluruhan Ky dikali kekuatan
pendorong keseluruhan (y*A yA) dimana y*A adalah komposisi uap yang akan
berada dalam kesetimbangan dengan bagian terbesar komposisi liquid XA:
r = Ky (y*A yA)

Untuk memperoleh Ky dalam hubungan ky dan kx persamaan di atas disusun


ulang dan hubungan (y*A yA) diganti dengan (y*A yAi) + (yAi yA):
1 Y A Y A Y A Y Ai Y Ai Y A
Ky = r = r + r (***)

Persamaan (*) dan (**) sekarang digunakan untuk menggantikan r dalam


dua hubungan terakhir persamaan (***):

Ai A
X A X Y Ai X
1
= kx + k y
Ky
Y A Y Ai Y AiY A

Jika (y*A yAi)/ (xA xAi) = m1

1 m1 1
Ky = kx + k y (a)

Menggabungkan hasil persamaan (*) dan (**) dengan

yA - yAi kx

x A - x Ai ky
=

Dengan cara yang sama, x*A adalah suatu ukuran dari yA dan dapat digunakan
untuk menentukan koefisien keseluruhan Kx
1 1 1
Kx m2 ky kx
= + ..(b)

Dimana : m1 adalah kemiringan CM (gbr. )

m2 adalah kemiringan MD (gbr. )

Ky adalah keseluruhan fase gas koefisien mass-transfer

Kx adalah keseluruhan fase cair koefisien mass-transfer

Persamaan (a) dan (b) menyebabkan hubungan antara resistensi mass-transfer :

resistensi dalam fase gas 1 / ky


total resistensi kedua fase 1/ K y
=

Resistan di fasa liquid 1/kx

Total resistan di keduafasa 1/Kx

Rasio persamaan diatas akan konstan hanya jika kurva kesetimbangan adalah garis
lurus. Karenanya, rasio resistan individual sampai resistan total dapat bervariasi
dari titik ketitik sepanjang unit.
Jika m1 kecil (kurva distribusi kesetimbangan sangat datar), sehingga pada saat
kesetimbangan tercapai, hanya sedikit konsentrasi zat A yang ada dalam gas yang
dapat memberikan konsentrasi besar dalam liquid (solute A dapat larut dalam
liquid), syarat m1/kx menjadi tidak signifikan (dapat diabaikan), dan resistan yang
lebih besar direpresentasikan dengan 1/ky, sehinggapersamaan diatas menjadi:

1 1 atau (y*A yA) = (yAi yA)


Ky ky

Dengan cara yang sama, saat m2 sangat besar, solute A tidak larut dalam liquid,
dengan nilai kx dan ky yang hamper sama, (1/m2Ky) menjadikecil, dan

1 1 atau (xA x*A) = (xA xAi)


Kx kx
*Fasa Kesetimbangan*

Batas untuk perpindahan massa tercapai jika dua fasa setimbang dan terdapat
perpindahan dari bahan. Untuk proses yang sederhana (praktis), yang memiliki laju
produksi yang layak, kesetimbangan harus dihindari, sebagai laju dari perpindahan
massa pada sebuah titik sebanding dengan gaya dorong yang merupakan
permulaan kesetimbangan pada titik itu. Untuk menghitung driving force,
pengetahuan dari kesetimbangan diantara fasa merupakan dasar penting.

Beberapa macam dari kesetimbangan penting dalam perpindahan massa. Pada


semua situasi, dua fasa yang terlibat, dan semua kombinasi dikontakkan kecuali
dua fasa gas atau dua fasa solid.

Kesetimbangan diantara dua fasa pada situasi yang diberikan, terbatas pada aturan
fasa dimana:

F=CP+2

Dimana: F = Jumlah dari derajat kebebasan

C = Jumlah dari komponen

P = Jumlah dari fasa

Pada paragraf berikut, kesetimbangan digunakan dalam perpindahan massa untuk


menganalisa ketentuan dari aturan fasa. Biasanya ada dua fasa, dan juga F = C.

Jumlah dari derajat kebebasan, atau variasi F, adalah jumlah dari variabel intensif
independent, seperti temperatur, tekanan, dan konsentrasi yang nilainya harus
tetap untuk menentukan keadaan setimbang pada sistem.

Dalam sistem dua komponen, oleh karena itu, F = 2. Jika tekanan adalah tetap,
hanya satu variabel -konsentrasi fase cair, misalnya- dapat diubah secara
independen: komposisi temperatur dan gas fase (jika dua fase cair dan gas) harus
diikuti. Untuk sistem seperti data kesetimbangan disajikan dalam diagram
komposisi suhu yang berlaku pada tekanan konstan, atau dengan memplot Ye,
yang konsentrasi fase V terhadap resiko Xe, komposisi fase L. Dengan memplot
tersebut maka disebut kurva kesetimbangan. Jika ada lebih dari dua komponen.
Hubungan kesetimbangan tidak bisa diwakili oleh kurva tunggal.

*Distilasi*

Asumsi bahwa ada dua komponen, sehingga C = 2, P = 2 dan F = 2. Kedua


komponen yang ditemukan di kedua fase. Ada empat variabel: tekanan, suhu dan
konsentrasi komponen A dalam fase cair dan uap (konsentrasi komponen B yang
kurang dari komponen A). Jika tekanan tetap, hanya satu variabel, misalnya, Cair -.
Konsentrasi fase, dapat diubah secara independen dengan mengikuti fase suhu dan
uap konsentrasi tetap : satu konsentrasi dapat dipilih sebagai variabel independen
yang tersisa. Kemudian, konsentrasi lainnya dapat ditentukan, dan kurva
kesetimbangan ye vs xe dapat diplot. Semua titik pada kurva berkenaan dengan suhu
dan tekanan yang sama. Data kesetimbangan untuk berbagai suhu juga dapat
ditentukan dalam bentuk grafik kelarutan, di mana tekanan parsial zat terlarut
dalam fase gas diplot sebagai koordinat.

*Adsorpsi *
Pada adsorpsi gas, terdiri atas tiga komponen dimana hanya ada satu komponen
yang dapat ditransfer dan ada dua fase; maka F = 3. Pada umumnya, pada
suhu dan tekanan yang tetap, maka konsentrasi komponen A dalam fase cairan atau
gas. Konsentrasi A pada adsorben, dalam kesetimbangan dengan fase cairan,
kemudian ditentukan oleh hubungan kesetimbangan. Plot kesetimbangan ye vs xe ,
sering dalam bentuk dimensi, yang dibuat untuk suhu konstan tertentu dan disebut
dengan isotherm.
*Dehumidifikasi

Kelarutan gas pembawa dapat diabaikan. Dimana ada dua komponen, gas
pembawa dan cairan yang mudah menguap, sehingga nilai C = P = 2 dan F = 2.
Satu fase cairan murni dan satu variabel suhu, tekanan dan konsentrasi uap dalam
fase V. Apabila tekanan konstan, baik suhu maupun konsentrasi fase uap dapat
bervariasi dengan nilai variabel lain, sehingga plot suhu vs konsentrasi
memberikan hubungan keseimbangan.
*Ekstraksi Cair*
Jumlah minimum komponen adalah 3, sehingga F = 3. Ketiga komponen tersebut
dapat muncul pada kedua fase. Variabelnya adalah suhu, tekanan, dan empat
konsentrasi. Baik suhu ataupun tekanan dapat dianggap konstan, dan dua atau lebih
konsentrasi yang digunakan sebagai variabel independen. Tekanan biasanya
diasumsikan konstan, kemudian suhu divariasikan . Hubungan antara variabel-
variabel ini didapat dari berbagai metode grafis.

*Pencucian (Leaching)*
Dua kondisi yang ada dalam pencucian. di pertama, pelarut yang ada lebih dari
cukup untuk melarutkan semua zat terlarut, dan pada kesetimbangan semua zat
terlarut dalam larutan. Kemudian ada dua fasa solid dan larutan Jumlah
komponennya 3 dan F = 3. Variabel suhu, tekanan dan konsentrasi zat terlarut
dalam cairan. Semua merupakan independen variabel. Dalam kondisi kedua,
pelarut yang tersedia tidak cukup untuk melarutkan semua zat terlarut, dan
kelebihan zat terlarut tetap sebagai fase padat dalam kesetimbangan dengan cairan.
kemudian, p=3, sehingga F = 2.Variabelnya adalah suhu, tekanan, dan konsentrasi
l arutan jenuh. Jika tekanan tetap, maka konsentrasi tergantung pada suhu.
Hubunganya adalah kurva solubilitas.
* Kesetimbangan - Tahap Operasi *

Satu kelas perangkat transfer massa terdiri dari rakitan unit individu, atau
panggung, yang saling berhubungan sehingga bahan yang diproses melewati setiap
tahap pada gilirannya_ Kedua aliran bergerak berlawanan melalui perakitan; setiap
stage dibawa ke dalam kontak, dicampur, dan dipisahkan. Sistem multi stage
tersebut disebut kaskade.

Untuk perpindahan massa, aliran memasuki setiap tahapan tidak harus dalam
keadaan setimbang dengan satu sama lain.

Dengan meninggalkan aliran biasanya tingkat ketidaksetimbangan bersifat jauh


lebih baik dibandingkan dengan aliran yang masuk.

Dekatnya jarak antara pendekatan kesetimbangan tergantung pada efektivitas


pencampuran dan perpindahan massa antara fase.

Untuk menyederhanakan desain kaskade, aliran meninggalkan setiap tahap yang


sering diasumsikan dalam kesetimbangan, yang menurut definisi, membuat setiap
tahap yang ideal. Sebuah koreksi faktor vs efisiensi diterapkan terlambat untuk
catatan untuk setiap penyimpangan yang sebenarnya dari kesetimbangan.

*Terminologiy For Stage Contact plants*

Proses flow diagram untuk proses stage countercuurent dapat dilihat pada fig.
Untuk menandakan alirannya dan konsentrasi yang menyinggung setiap plate,
semua aliran memulai dalam plate yang membawa bilangan unit sebagai garis
bawah. Jadi, untuk sistem dua komponen, yn+1 adalah fraksi mol dari komponen A
dalam fase v meninggalkan plate n+1, dan Ln adalah laju alir molal dari fase L
meninggalkan plate n+h.
~Kesetimbangan Material~

Dianggap porsi dari jeram yang mengandung plate L melalui n, ditujukkan oleh
bagian yang terlampir oleh garis putus-putus pada gambar. Input total dari material
ke bagian ini adalah La+Vn+1 mol/jam dan output total adalah Ln+Va mol/jam.
Membuat keseimbangan total keseluruhan semua plate:
La+Vn+1=Ln+Va
Untuk komonen A
LaXa+Vn+1 Yn+1=LnXa + XaVa
Menyelasaikan persamaan diatas bisa ditulis
ln VaYa La Xa
Yn+1= Xn+ Persamaan ini adalah persamaan garis operasi
Vn+ 1 Vn+ 1

untuk kolom; jika titik Xn Ya + 1 untuk semua tahap plate sudah diplot, garis yang
menghubungkan dua titik ini disebut garis operasi.

*FaseKonstan Ideal*
Fase ideal adalah sebuah standar untuk setiap fase ideal yang
mungkin dibandingkan. Dalam fase ideal, fase v yang berubah fase
ada di dalam kesetimbangan dengan fase L yang berubah fase yang
sama. Contohnya, jika fase n dalam fig Adalah sebuah fase ideal,
kosentrasinya ye memperlihatkan kesetimbangan antara fase fase.
Dalam sebuah fase plate column ideal juga disebut plate sempurna.
Untuk menggunakan fase ideal dalam desain diperlukan untuk
menerapkan factor koreksi, disebut dengan fase efisiensi atau plate
efisiensi, yang berhubungan dengan fase ideal ke fase actual.
-Menentukan jumlah fase ideal
Masalah yang umum terjadi adalah menurunkan jumlahfase ideal
yang dibutuhkan dalam suatu cascade actual untuk menutupi jarak
yang dibutuhkan dari konsentrasi Xa ke Xb atau equivalennya, ya ke
yb. Jika jumlah ini bisa dijumlahkan, dan jika informasi pada
efisiensi stage tersedia, jumlah dari fase actual bisa dihitung. Ini
adalah metode yang tidak bisa digunakan dalam mendesain cascade.
Sebuah metode simple dari menentukan jumlah dari fase ideal
ketika hanya ada dua komponen dalam setiap fase adalah sebuah
konsentrasi merupakan grafik konstruksi menggunakan diagram
garis operasi dan kurva kesetimbangan untuk satu gas absorber.
Akhir dari garis operasi adalah titik a, didapat titik a memiliki titik
koordinat (xa, ya), dan pada point b, titik koordinatnya (x b, yb). masalah untuk
menentukan tingkat nilai ideal untuk menyemurnakan konsentrasi fasa gas yang
diganti dari yb menjadi ya dan konsentrasi fasa cairan diganti dari xa menjadi xb
yang diselesaikan dibawah ini.
Gambar. Garis operasi dan garis kesetimbangan

Konsentrasi dari gas sisa pada tingkat paling atas, yang mana pada tingkat 1
adalah ya atau y1. Apabila tingkatan itu ideal, cairan sisa dan uap sisa berada pada
garis kesetimbangan. Jadi untuk poin (x1, y1) harus pada garis kurva
kesetimbangan. Fakta ini dibuktikan bahwa point m, didapat oleh perpindahan
garis horizontal dari point a menuju kurva garis kesetimbangan. Garis potong dari
point m adalah x1. Garis operasi sudah bisa digunakan sekarang. Semuanya
melewati titik-titik yang mempunyai beberapa tipe koordinat (x n, yn+1), dan
sehingga didapat x1, y2 didapat dari perpindahan garis vertical dari titik m ke garis
operasi pada titik n, koordinat-koordinatnya adalah (x1, y2).
Langkah atau segitiga ditentukan dengan a, m dan n mewakili satu stage ideal yang
pertama adalah colom ini.

Stage yang kedua berada pada diagram dengan mengulang kontruksi yang
sama, melewati secara horizontal pada kurva kesetimbangan di point O, didapatkan
koordinat- koordinat (x2, y2), dan secara vertical pada garis oprasi di point P
didapatkan koordinat (x2,y3).

Stage yang ketiga didapatkan dengan mengulangi kontruksi kembali


didapatkan segitiga pqb. Untuk situasi yang ditunjukkan pada figure, stage yang
ketiga adalah yang terakhir, ketika konsentrasi dari gas yang hilang dari stage
tersebut adalah yb, dan cairan yang hilang adalah xp, yang mana konsentrasi
termal yang diinginkan.ketiga stage ideal dibutuhkan untuk pemisahan ini.

Contruksi grafik tahap demi tahap mengutilitas secara alternative garis


operasi dan kesetimbangan untuk mendapatkan jumlah stage ideal telah di
aplikasikan pertama kalinya ke disain dari kolom yang dikoreksi, dan dikenal
sebagai metode Mc.Cabe Thiele.