Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

PERCOBAAN VI

I. JUDUL : ANALISA GOLONGAN ALKALOID


II. TUJUAN : Untuk mengetahui adanya golongan alkaloid dalam
sampel secara kuantitatif.
III. LANDASAN TEORI

Alkaloid merupakan sekelompok metabolik sekunder dalam yang

mengandung nitrogen yang aktif secara farmakologis yang berasal dari

mikroba, tanaman, dan hewan. Dalam kebanyakan alkaloid atau

nitrogen merupakan bagian heterosiklik. Alkaloid secara sintesis

ditemukan asam amino. Kata alkaoid berasal dari kata alkalin uang

berati basa yang larut air. Sejumlah alkaloid alami dan turunannya telah

dikembangkan sebagai obat untuk mengobati berbagai macam penyakit

seperti morfin, reserpin, taksol. (Sarker,dkk,2009)

Alkaloid adalah senyawa heterosiklik yang mengandung atom N

dan bersifat basa. Dapat larut dalam asam membentuk garam

mengendap dengan reaksi mayer. Kebanyakan berasal dari atom,

namun adapula yang dibuat misalnya: Antipirin, pyrimidin,

amfomorfin, dll. (Pandean,2014)

Pada tahun 1086, Mayer Lexikon memberikan batasan alkaloid

sebagai berikut: Alkaloid terjadi secara karakteristik dalam tumbuhan

dan sering dikenal karena aktivitas fisiologinya alkaloid mengandung

karbon, hidrogen dan nitrogen dan pada umumnya mengandung atom

oksigen. Dalam banyak hal mereka prinsip alkali. Walaupun banyak

1
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

mirip merupakan pengewalian dari definisi tersebut, terutama setelah

berkembangnya penelitian tentang alkaloid. Definisi tersebut masih

dapat digunakan. (Analisis,1994)

Analisa dalam menentukan adanya golongan alkaloid yaitu

sebagai berikut:

a. Analisa modern
Menggunakan kromatografi kertas, spektrograsi terutama

alkaloid opium seperti morfin.


b. Analisa umum
menggunakan isolasi dengan pelarut yang cocok:
Menentukan alkaloid
Menyatakan dengan reaksi utama kristal
c. Pengocokan
Alkaloid sebagai basanya tidak larut dalam air sebagai garamnya

larut baik dalam air. Sebaiknya pelarutnya adalah pelarut organik

seperti eter, pengocokan dilakukan pada pH 2,7,10, dan 14


(HMF:AIS Preaparandi, 1984)

IV. Alat dan Bahan

A. Alat-alat yang digunakan

1. Cawan porselin
2. Gegep kayu
3. Hot plate
4. Lampu bunsen
5. Pipet tetes
6. Rak tabung
7. Sendok tanduk

2
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

8. Tabung reaksi
9. Timbangan digital

B. Bahan-bahan yang digunakan

1. Aquadest
2. Air brom
3. Asam sulfanilat
4. Asam asetat
5. Beta naftol 1%
6. CH3COOH 1%
7. Cu Asetat 4,5%
8. FeCl3 1%
9. HCl 10%
10. H2O2 3%
11. Iodium 0,1 N
12. KMnO4 0,1 N
13. H2SO4
14. NaOH 4 N
15. NaNO2 1%
16. NH4OH 10%
17. HCl
18. P.DAB 20%

3
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

V. PEMBUATAN REAGEN

1. Pereaksi larutan H2SO4 4N 100 ml

g 1000
x xn
N= Mr v

g 1000
x x2
4 = 98 100

4.98 .100
=19,6 g
g = 2000

2. Pereaksi NaOH 4N 100 ml

g 1000
x xn
N= Mr v

g 1000
x x1
4 = 40 100

4.40 .100
=16 g
g = 1000

3. Pembuatan P.DAB 20% dalam CH3OH 100 ml

4
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

x
x 100
%w = y

x
x 100
20% = 100

x = 20 g

4. Pembuatan HCL 10% 100 ml

%1.v1 = %2.v2

10%.100 = 37%.v2

1000
=27,02ml
V2 = 37

5. Pembuatan HCL 25 % 100 ml

%1.v1 = %2.v2

25%.100 = 37%.v2

2500
=92,59 ml
V2 = 37 .

6. FeCl3 4,5 % 25 ml

x
x 100
%w = y

5
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

x
x 100
4,5% = 25

100% = 11,25

11,25
=1,12 g
x = 100

%1.v1 = %2.v2

4,5%.v1 = 1%.25

25
=5,35 ml
V1= 4,5

7. KI 5% 25 ml

x
x 100
%w = y

x
x 100
5% = 25

125
% = 100

x = 1,25 g

6
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

VI. PROSEDUR KERJA

A. Pembuatan H2SO4 4 N 100 ml


1. Ditimbang H2SO4 19,6 g, lalu dimasukkan kedalam gelas kimia

kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest (bebas CO 2),

dikocok.
2. Dipindahkan ke labu ukur 100 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.

7
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

B. Pembuatan NaOH 4 N 100 ml


1. Ditimbang NaOH 16 g, lalu dimasukkan kedalam gelas kimia

kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest (bebas CO 2),

dikocok.
2. Dipindahkan ke labu ukur 100 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.
C. Pembuatan P.DAB 20%
1. Ditimbang DAB 20 g, lalu dimasukkan kedalam gelas kimia

kemudian dilarutkan dengan etanol.


2. Dipindahkan ke labu ukur 100 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.
D. Pembuatan HCL 10 % 100 ml
1. Dipipet HCL 27,02 ml, lalu dilarutkan dengan aquadest kedalam

gelas kimia, dikocok.


2. Dipindahkan ke labu ukur 100 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.
E. Pembuatan HCL 25% 100 ml
1. Dipipet HCL 92,59 ml, lalu dilarutkan dengan aquadest kedalam

gelas kimia, dikocok.


2. Dipindahkan ke labu ukur 100 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.
F. Pembuatan FeCl3 4,5% 25 ml
1. Dipipet FeCl3 5,55 ml, lalu dilarutkan dengan aquadest kedalam

gelas kimia, dikocok.


2. Dipindahkan ke labu ukur 25 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.
G. Pembuatan KI 5% 25ml

8
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

1. Ditimbang KI 1,25 g, lalu dimasukkan kedalam gelas kimia

kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest (bebas CO 2),

dikocok.
2. Dipindahkan ke labu ukur 25 ml dan dicukupkan volumenya

dengan aquadest sampai tanda batas.


3. Dikocok dan diberi etiket.

VII. DATA PENGAMATAN

Pereaksi Hasilreaksi Kesimpulan


PAPAVERIN

1. Dengan H2SO4 Kuning, merah +Papaverin


2. Frohde
3. Mandelin lemah +Papaverin
4. Marquis
5. Bosman Hijau ungu +Papaverin
Larutandalam H2SO4 e + sedikit
Biru +Papaverin
KMnO4 + CHCl3, kocok..
Ungu coklat +Papaverin

Ungu violet
CHININ

1. Fluorescenci Fluorescence biru + Chinin


+As. Asetat + HCl + H2SO4
2. Reaksi talleicholin
Lar. Dalam as. Asetat encer + 1
Hijau zamrud + Chinin
tetes air brom + NH4OH

berlebih..
3. Reaksi Herapathit
Campur air, alkohol, As.asetat

sama banyak + sedikit H2SO4

9
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

dansedikit aqua iod sampai agak

kekuningan
Cara : zat + 1 tetes pereaksi

INH

1. Lar. Zatdalam CH3OH+ pereaksi Merah + INH

DAB 20% dalam CH3OH +

beberapa tetes HCl 10%

2. Reaksi mikroskopik

a. Asam pikrat a.
b. Diagendorf
b. Endapan coklat + INH

Kristal

dibawah

microskop

COFFEIN

1. + h2sO4encer + KI. Endapan kuning + Coffein

lemah

2. Mayer Kuning lemah + Coffein


3. Reaksi murexid
Zat + KCl3 sama banyak + 1 tetes Ungu mudah + Coffein

H2O2 3% dan 1 tetes HCl 25%

panaskan diatas water bath sampai

kering (gunakan gelas arloji)

letakkan terbalik diatas uap

ammonia
4. Sublimasi

10
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

5. + HgCl2.

Jarum-jarum + Coffein

panjang + Coffein

AMINOPHYLIN

1. + H2O + Cu Asetat.. Endapan putih +Aminophylin


+ mayer
Ungu

2. + H2O +HCl, saring, cuci dengan


Endapan putih
air dingin, keringkan +Aminophylin

theophylin
Uji terhadap theophylin :
a. Murexid

b. Zat + parri +NH4OH


Ungu +Aminophylin

c. + Air brom
Merah +Aminophylin

d. Reaksi Kristal theophylin


- Bounchardat Kuning hilang +Aminophylin

- Lar. HgCl2
Zat + HgCl2, dipanasi..

Seperti batang
+Aminophylin

+Aminophylin

11
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

Seperti Kristal

halus

EPHEDRIN

1. Reaksi iodoform Bauiodium + Ephedrin


Lar. Zat dalam air + 1 mL NaOH

4N + lar. Iod 0,1 N sampai kering

dipanaskan 50c..bau
2. Reaksi chendankao
Zat + 1 mL H2O + 1 tetes CuSO4 +
Ungu muda + Ephedrin
1 mL NaOH 4 N + eter, kocok
dengan lapisan
3. Lar. Zat + H2SO4 + NaCl + 6 tetes
eter diatasnya ada
NaOH 0,1N panasi diatas water
endapan biru
bath..dingin
4. Zat + As. Sulfanilat + NaNO2 Merah/pink + Ephedrin

Jingga + Ephedrin
ANTALGIN

1. Mayer Kuning lemah + Antalgin


2. +FeCl3
Biru kemudian + Antalgin
3. Zat + HCl 4 N dipanaskan +
kuning
NaNO2 + beta naftol dalam
Endapan jingga + Antalgin
NH4OH
4. Bouchardat

Endapan jingga + Antalgin

12
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

CODEIN

1. Pereaksi frohde Hijau + Codein


2. Mandelin
3. Marquis Biru + Codein

Ungu + Codein

VIII.PEMBAHASAN

13
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

Pada percobaan ini, dilakukan uji/identifikasi terhadap golongan

alkaloid. Senyawa alkaloid memiliki ciri khusus yaitu adanya unsur N

pada cincin hetersiklik. Senyawa obat yang digunakan untuk identifikasi

alkaloid pada percobaan ini ialah papaverin, chinin, isoniatida, coffein,

aminophyllin, epedrin, antalgin, dan codein.

Papaverin ialah senyawa golongan alkaloid yang bersifat basa dan

berwujud padat. Warna papaverin, putih dan radanya pahit. Papaverin

ialah jenis senyawa golongan alkaloid sejati. Penetapan identifikasi ini

dapat dilakukan mengingat bahwa rumus molekul dan rumus bangunnya.

Pada papaverin, terdapat unsur N didalam cincin heterosikliknya.

Dikatakan wujudnya padat karena ada unsur O dirumus bangun papaverin.

Dikatakan bersifat basa karena terdapat gugus alifatik pada rumus

bangunnya.

Chinin adalah senyawa golongan alkaloid yang bersifat basa dan

berwujud padat. Warrnanya putih dan rasayna sangat pahit. Chinin adalah

jenis senyawa golongan alkaloid sejati. Kesimpulan diatas diperoleh

berdasarkan rumus bangun dari chinin. Pada rumus bangun chinin terdapat

unsur N didalam cincin heterosiklik. Terdapat unsur O pada rumus

bangun chinin yang menandakan chinin positif berwujud padat. Sifat basa

dari chinin dapat dilihat dari gugus`alifatik yang terdapat pada rumus

bangun.

14
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

Isoniazida adalah senyawa golongan alkaloid yang bersifat basa

dan berwujud padat. Warnanya putih pucat dan rasanya sedikit pahit.

Isoniazida adalah jenis senyawa golongan alkaloid sejati. Esimpulan ini

diperoleh berdasarkan pada rumus bangun dari isoniazida.

Coffein adalah senyawa golongan alkaloid yang bersifat basa dan

berwujud padat. Warnanya putih dan rasanya pahit. Coffein adalah jenis

senyawa golongan alkaloid sejati. Coffein dalam rumus bangunnya

memiliki unsur N pada cincin heterosiklik., memiliki unsur O dan

memiliki gugus alifatik yang menandakan kepositifan sifat basa-nya.

Aminophyllin adalah senyawa golongan alkaloid yang bersifat

basa dan wujudnya padatan/serbuk. Warnanyaputih dan rasanya agak pahit

. aminophyllin adalah jenis senyawa golongan alkaloid sejati. Kesimpulan

ini diperoleh berdasarka rumus bangun dari aminophyllin.

Ephedrin adalah senyawa golongan alkaloid yang bersifat basa dan

berwujud padatan /serbuk. Warnanya putih kecoklatan dan rasanya sangat

pahit. Ephedrin adalahnsatu-satunya senyawa golongan proto alkaloid .

dikatakan proto alkaloid karena unsur N ada pada diluar cincin

heterosiklik. Kesimpulan diatas didasarkan pada rumus bangunnya.

Antalgin adalah senyawa senyawa golongan alkaloidyang bersifat

basa dan berwujud padatan/serbuk. Warnanya putih tulang dan rasanya

pahit cepat hilang. Antalgin ialah senyawa jenis alkaloid sejati.

15
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

Cedein memiliki sifat yang keseluruhan sama dengan antalgin ,

kecuali rasa. Rasa codein agak lebih pahit dari antalgin.

IX. Penutup

A. Kesimpulan
1. Reaksi umum alkaloid terbagi 2 yaitu cara pengendapan meliputi,

pereaksi mayer, bouchardat, asam pikrat 1% dan asam fosfo

molibdat, kemudian dengan cara pewarnaan yaitu pereaksi H 2SO4,

frohde, marquis, mandelin.


2. Adapuns ampel yang didapatkan hasil positif yaitu papaverin, chinin,

coffein, coddein, aminophylin, antalgin dan efedrin.


3. Pada sampel efedrin semua reaksi positif terjadi.

B. Saran
Diharapkan pada para praktikan dengan melakukan praktikum

agar bekerja dengan hati-hati dan cermat agar hasil yang diperoleh sesuai

dengan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar.Chairil.Dkk. 1994. PENGANTAR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK.

Yogyakarta :Gadjah Mada.

16
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI-1 DIPLOMA - III

Pandean fransisca, 2014. PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI :

kendari. Bina husada.

Sasker, anggit. 2009. KIMIA UNTUK MAHASISWA FARMASI .Yogyakarta :

Pustaka belajar.

17