Anda di halaman 1dari 11

Fenyakit kulit akibat kerja yang disebabkan agen biologi

fisik dan agen biologi kimia.

Penyakit kulit non eksim di karenakan bahan biologi


fisik dan bahan kimia di tempat kerja di diskusikan d
capter ini. Eksim yang berhubungn dengan trauma juga
dimasukan.
Penyakit kulit dikarenakan bahan biologi.
Pekerja di pusat kesehatan, peayanan makanan,
kebersihan, dan pekerjaan luar mempunyai resiko
mendapatkan penyakit kulit. Pada tabel 2.1.2 diberikan
beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan
meningkatnya beberapa penyakit.
Menentukan kepastian hubungan antara pekerjaan dan
infeksi spesifik di kulit tidak selalu mudah. Isolasi
laboratorium dari organisme yang in efektif, bantuan
dari anamnesa dan pemeriksaan fisik sangat
membantu.

INFEKSI BAKTERI
Infeksi stafilokokus dan streptokotus. Infeksi bakteri
sekunder dikarenakan stafilokokus dan streptokokus
merupakan komplikasi yang umum pada abrasi,
laserasi, luka bakar, dan luka tusuk. Tukang jagal dan
tukang daging lebih mudah untuk terkena goresan dan
garukan yang terinfeksi, paronikia, abses dan
limpamitis. Folikunitis dan abses d bawah kulit biasanya
terdapat pada petani dan pekerja konstruksi. Pekerja di
lingkungan yang panas, lembab dan kotor atau pekerja
yang dekat dengan orang yang terinfeksi contohnya
perawat, pegawai salon juga mempunyai resiko. Pekerja
yang behubungan dengan baja juga mempunyai resiko.
Peningkatan dari bakteri yang resisten beberapa obat
bisa terdapat kesulitan dalam pengbatan.

ANTRAKS
Antraks disebabkan oleh bacilus antraksis biasanya
terdapat di kambing, kuda, domba, dan herbifora liar.
Pekerja agrikultular, peternak, tukang jagal, tukang
daging bisa ter infeksi oleh hewan yang sakit. Bulu
yang terkontaminasi, rambut domba, dan tulang bisa
menginfeksi pekerja tersebut di atas. Pembuat karpet,
tukang cat juga beresiko. Serpihan antraks sangat
infeksius yang mana membuat organisme ini agen
yang di inginkan untuk perang kimia. Pekerja
laboratorium juga mendapat resiko.

INFEKSI MIKOBAKTERIAL
Kutaneus tuberculosis. Tuberculosis ferukosakutis
sebuah papul atau plak yang tumbuh lambat
disebabkn oleh inokulasi dari mikobakterium
tuberculosis atau embo.bofis, dilaporkan patologis dan
perawat mayat, dokter bedah, dokter hewan, petani,
dan tukang jagal juga terdapat resiko, walaupun jarang.
Infeksi Nontuberculosis mikobakterial m.matrinum
menyebabkan granuloma di kolam renang atau
akuarium, sebuah infeksi granulomatosa terdapat pada
orang yang sering memancig dan pembersih tengki
akuarium, juga pada pembersih kolam renang dan
dokter bedah.

BRUCELOSIS
Brucelosis adalah penyakit yang di tularkan dari kontak
dengan hewan yang terinfeksi atau meminum susu
yang tidak di pasterisasi atau prodk susu tersebut,
petani, peternak, pengumpul daging, dokter hewan dan
pekerja laboratorium mempunyai resiko penyakit
tersebut. Pernah terdapat laporan epidemi yang
disebabkan penyakit ini dikarenakan mencium kultur
dari bakteri tersebut.

TULAREMIA
Tularemia disebabkan oleh francisella tularensis bakteri
batang gram negatif ini ditularkan oleh kutu, lalat rusa.
Hewan yang biasanya di hinggai termasuk kelinci liar,
tupai, burung, kambing, berang berang, tikus beberapa
anjing dan kucing. Tularemia biasanya terdapat di
pemburu, tukang jagal, pekerja yang menangani bulu
buluan dan pekerja laboratorium ini sangat mudah
menular, dan penanganan lebih lanjut harus dilakukan
untuk menangani kulit dan jaringan yang terinfeksi.
ERISIPELOID
Selalu merupakan infeksi yang disebabkan oleh
erisipelotrixs rusiopatilae sebuah bakteri gram negatif
yang menginfeksi ikan air segar dan air asin, bebek,
ayam, kalkun, dan bebrapa hewan ternak lain seperti
domba. Tukang jagal, tukang mancing dan pemasok
ikan biasanya terkena penyakit tersebut.

INFEKSI VIRUS
Infeksi karena Herpes simpleks merupakan penyakit
infeksi kulit akibat kerja oleh virus yang paling sering.
Infeksi karena HSV tipe 1 atau 2 biasanya terdapat
pada pekerjaan yang mendapat pajanan dari secret
mulut atau respirasi yang terinfeksi. Dokter gigi,
asisten dokter gigi, perawat, respiratologi yang
biasanya mudah terkena dan herpes withlow adalah
yang paling sering. Infeksi dari HSV tipe 1 setelah
terjadi kecelakaan terkena jarum juga dilaporkan.
Herpes labialis juga sering pada pemain alat musik
tiup. Infeksi HSV d permukaan tubuh seorang pegulat
dan pemain rugbi dikenal sebagai herpes gladiatorum.
Di pusat kesehatan penggunaan sarung tangan,
kacamata dan masker merupakan pencegahan paling
baik untuk mengurangi insidensi dari penyakit tersebut.
Hepatitis dan HIV infection.
Kecelakaan tertusuk jarum merupakan sebuahfaktor
resiko yang paling di kenal oleh semua pekerja medis,
membuat mereka beresikoterkena penyakit infeksi
melalui darah. Rata rata terkena virus HIV pada saat
mengenai kulit sekitar 0,3%. Untuk hepatitis B resiko
klinis jika darah positif setelah tertusuk jarum sekitar
2229 %, resiko nya menjadi 1-6% jika darah yang
posistf pada hepatitis B merupakan anti gen tetapi
negatif terhadap hepatitits anti gen. 95% pekerja medis
mendapatkan vaksinasi hepatitis B membuat
erkurangnya infeksi hepatitits pada tahun 1983 1985.
Rata rata insiden anti hepatitis C setelah terjadi
kecelakaan tertusuk jarum adalah 1,8%. Data yang
paling akurat pada kecelakaan tertusuk jarum dari
prosfektif studi yang mana menyatakan sekitar
insidensi antara 562-839 kecelakaan per 100 pekerja
medis per tahun. Perawat paling bnyak berkontak
dengan pasien dan tidak mengejutkan jika perawat
paling bnyak menderita penyakit ini. Evaluasi sesegera
mungkin dari pekerja yang terkena sangat di butuhkan
untuk mengetahui hubungan antara paparan dan
kebutuhan pencegahan setelah terkena (ARV untuk
HIV, Imunoglobulin dan Vaksinasi untuk virus Hepatiti
B ). Pengurangan dari kecelakaan tertusuk jarum
dengan penggunaan sistem tanpa memakai jarum atau
menggunakan jarum dengan keamanan paling baru
telah di laporkan. Sistem tanpa jarum menyediakan
alternatif pada penggunaan jarum dan mengurangi
resiko terkenanya kecelakaan tertusuk jarum.
Contohnya pengobtan Intavena dengan menggunakan
kateter port atau penghubung dengan menggunakan
kanula yang tumpul atau penghuung yang bukan jarum
lainnya, dan jet injection sistem yang mengirim cairan
obat melalui kulit tanpa penggunaan jarum.
Viral Warts.
Tukang daging, peternakan ayam dan ikan mempunyai
revalensi yang tinggi terkena veruka. Yang mana
disebabkan karena adanya luka kecil saat bekerja, HPV
7 dikabarkan yang paling serig pada psien pasien ini.
Moluskum Kontagiosum.
Pegulat profesional dan petinju yang paling sering
menderita penyakit ini.
ORF.
Orf disebabkan olah varakso virus endemik di kambing
dan domba. Dan dengan muda tertular ke manusia
dengan kontak secara langsung. Dokter hewan, petani,
penggembala mempunyai resiko.

Milkers Nodul.
Para Pacinia Virus yang menginfeksi sapi dan
menghasilkan luka di mulut sapi bisa tertular ke petani
dan dokter hewan menyebabkan Mikers Nodul.
Monkey Poxs.
KLB Monkey Poxs di amerika Serikat 2003 diketahui
berasal dari pengerat Afrika eksotik yang terinfeksi
yang melarikan diri dan menghasilkan infeksi sekunder
kepada anjing di rumah dan di toko hewan. Pajanan
pada anjing yang terinfeksi menyebabkan terinfeksinya
37 orang oleh Monkey Poxs, pekerjaan orang orang ini
adalah penjual hewan eksotis, pemilikhewan
pemeliharaan dan dokter hewan. Walaupun penularan
manusia ke manusia sangat rendah CDC
merekomendasikan pencegahan kontak dengan orang
yang terinfeksi dari dahak nya. Vaksinasi Small Poxs
direkomendasikan pada petugas kesehatan yang
bertugas langsung dengan pasien yang dikonfirmasi
dengan penyakit ini.
Infeksi Jamur.
Infeksi kulit Dermatovites sering terdapat pada petani
dan peternak. Infeksi pada trikopiton rubrum dan
t.mentagropites yang paling sering terlihat, bisanya
pada para pekerja yang sering berkeringat.
Mikrosporun Dipseum T.Mentagropites dan T.Perukosum
menyebabkan infeksi di bidang agri kultural dan
pekerjaan luar lainnya. M.Kanis menginfeksi dokter
hewan dan pekerja laboratorium. Psioterafi yang
melakukan hidro terapi juga lebih mudah terkena
infeksi kulit karena jamur. Tinea Korporis yang tidak
biasa menginfeksi seorang peneliti berupa Artoderma
Benhamiae telah dilaorkan.
Ifeksi karena Kandida Albikan paling sering membuat
kulit pekerja membuat kulit yang lembab contohnya
seperti pekerja yang memakai sarung tangan untuk
wkatu yang lama. Pekerja makanan, perawat, asisten
dokter gigi, pencuci piring dan pekerja loundry
mempunyai resiko.

SPOROTRIKOSIS
Sporotikosis disebabkan oleh Sporotrixs Schencei
biasanya didapatkan melalui luka tusuk oleh duri kayu
kecil, biasanya terdapat pada petani, perawat, dan
pekerja kehutanan. Tukang kebun yang menggunakan
Media Spagnumos juga memiliki resiko
Kromoblastomikosis sebuah mikosis yang dalam yang
biasanya diikiuti oleh adanya luka tusuk atau trauma
yang lainnya saat sedang memanen pialopora,
hormadendum, dan vonsecaea spesies yang tidak
sengaja masuk ke jaringan pekerja agrikultural dan
pekerja lapangan lainnya memiliki resiko.

MISETOMA MADURAPUT
Misetoma Maduraput disebabkan oleh spesies jamur
dan Aktomisetes yang biasanya terdapat pada petani
dan pekerja luar yang berjalan tanpa alas kaki.

BLASTOMIKOSIS
Yang mempunyai resiko terkena Blstomikosis adalah
pekerja agrikultural, pekerja hutan, pekerja konstruksi,
petani, dan orang orang yang bekerja dengan alat alat
berat.
COCIDIO MIKOSIS
Cocidio Mikosis didapatkan melalui inhalasi udara kotor
yang di dalam nya terdapat Cociodes Imitis. Petani,
pekerja konstruksi dan alat alat berat dan pekerja
laboratorium mempunyai resiko.

Penyakit Kulit karena Parasit.


Terdapat peningkatan insidensi dari Kutaneus
Leismaniasis di tentara Amerika yang di kirim ke Asia
atau tempat yang endemi Leismaniasis. Larva dari
Ankilostoma Bazilines dan Nikator Americanus
menyebabkan Creeping Erusion pada pegawai
agrikultural, pemancing, pekerja gorong gorong,
pengawas kolam renang, pegawai kabin, dan para
penjaga danau, dan kolam lebih mudh terkena
Swimmer Itch disebabkan Cercariae dari sebuah
Sistosoma. Terdapat laporan swimmer Itch setelah
membersihkan aquarium. Doger Bank Itch biasanya
terdapat di pemancing dan pekerja kabin di utara laut
yang biasa terkena Briozoan Akiomedium Gelatinosum.

Sengatan serangga, gigitan dan Investasinya.


Gigitan lebah, tawon, semut, kutu, lipan dan kaki seribu
biasanya menyebabkan penyakit kulit akibat kerja.
Pekerja luar, juru masak, peternak ayam, pekerja
restoran vegetarian, pekerja restoran dan pekerja kabin
bisa terkena gigitan serangga tersebut. Epidemi
Scabies biasanya terdapat di rumah lansia, rumah sakit
dan fasilitas kesehatan yang sudah berumur. Penyakit
Lyme ditularkan melalui gigitan serangga yang bisa
mengenai pekerja luar, pemotong kayu, peternak, dan
pekerja konstruksi di area liar.

Penyakit kulit disebabkan karena Agen Fisik

Kelainan kulit disebabkan trauma mekanis.


Kulit bisa terkena Friksi, tekanan, goresan, laserasi dan
abrasidi tempat kerja. Trauma mekanis yang berulang
contohnya adanya tekanan berintensitas rendah atau
trauma mekanis yang paling sering bisa menyebabkan
hiperpigmentasi dan likenifikasi,da apabila terdapat
tekanan yang lebih tinggi lagi bis menyebabkan
hiperkratosis dan pembentukan kalus. Proses Shealing
bisa menyebabkan erosi dan ulserasi. Tekanan yang
tinggi dan lama bisa menyebabkan hiperpigmentasi
dan penebalan sesuai dengan karakteristik pekerjaan.
Selain kalus bekas karena pekerjaan bisa terdapat
perubahan warna Telangi Ektasis Tato dan Deformitas.
Perubahan pakaian pelindung khusus nya pemilihan
sarung tangan yang lebih besar dapat mengurangi
insidensi bekas akibat pekerjaan. Pada musisi, kelainan
yang timbul dan lokasi dari lesi kulit biasanya sesuai
dengan instrumen yang digunakan. Pada atlet, trauma
berulang dari lari dapat menyebabkan tumit
menghitam atau Talon Noir seperti ada belang belang
dan Jogger Stoe. Kalus bisa muncul dikarenakan adanya
tekanan yang tinggi dan dihubungkan dengan adanya
depermitas tulang, bentuk kaki yang kurang bagus dan
alas kaki yang tidak sesuai. Sebuah grup baru penyakit
kulit dihubungkan dengan penggunaan komputer yang
lama yang menyebabkan taruma berulang ( Mousing
Kalus ) dan tekanan yang berkepanjangan ( Computer
Palms ) sudah d jelaskan. Kelainan kulit pada pasien
seperti Psoriasis dan Liken Planus bisa menyebabkan
kelainan kulit akibat pekerjaan yang lebih parah.
Dermatitits yang disebabkan oleh priksi dan tekanan
bisa menyebabkan adanya alergi. Tangan yang enderita
Hyper Kratosis Eczema adalah Kronic Hyper Kratosis,
Dermatitis Fisura termasuk pada tangan terlihat pada
pekerja yang melakukan pekerjaan manual termasuk
friksi dan tekanan berulang. Pulpitis yang merupakan
dermatitis kering, berluka dan sakit yang bisa terlihat
dijari terutama pada wanita biasanya terdapat pda
pekerjaan domestik. Kondisi yang serupa bisa terlihat
pada orang yang alergi Akrilates yang mana adanya
parastesia di laporkan. Post traumatic Eczema adalah
dermatitis yang terdapat di trauma kotaneus. Eczema
biasanya berkembang dalam bebrapa minggu pada
onset akut dan bisa menetap pada waktu yang lama.
Kerusakan pada fungsi kulit kemungkinan
menyebabkan percepatan dari eczema.