Anda di halaman 1dari 13

1.

MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN

Puasalah kamu maka kamu akan sehat (Summu tasihu). Secara


logika mungkin hadis ini sulit diterima akal karena orang yg sehat
membutuhkan makanan, tapi ternyata setelah diselidiki oleh ahli-ahli
kesehatan, dengan berpuasa, cairan otak akan turun dan melakukan
penggantian terhadap sel-sel yg telah tua dan mati, hingga
memberikan kesegaran dan kesehatan pada tubuh.

Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein


alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian
chronobiological menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh
terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh,
hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang
meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi
peningkatan kesehatan manusia.

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa


amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat
marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat.
Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan
pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner,
meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah
ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah
pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah.
Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit
pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke
dan lainnya.

Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik,
namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi
perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang
terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh
terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru
sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola
makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino
penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-
tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk
membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang
menggumpal di dalam hati.

Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan


mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat
dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit
diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam
kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa,
kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah,
jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang
penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada
bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol,
diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan


adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan,
membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan,
mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut. Termasuk
manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk
dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa
mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat
serta mengakibatkan kelengahan.

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif


meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan
kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi
perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa
ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini
berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh
darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu
fungsi dan kerja sel darah merah.

Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem


kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi
pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel
darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat.
Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL),
tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein
yang memberikan pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.

Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan


kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum
puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung
dan pembuluh darah.

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat


puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan
di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon
sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan
berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup
jangka panjang.

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-


laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon
testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH),
Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa
bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon
hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis.

Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh


puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau
rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral
(netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang
sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi
bakteri. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan
penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual
laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan
(testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi
perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu.
Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang
berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan
kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari
setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat
pesat melebihi sebelumnya.

Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada


seribu penderita kelainan mental termasuk sizofrenia. Ternyata
dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang
bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa
Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan,
melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual
kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih


tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan
fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah
kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran
semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of
Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu,
terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres
mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai
remarkable.

Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran


darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena
setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan
berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu
syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam
menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu
syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum
mampu menikah dengan berpuasa.

Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret


menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat
fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas
berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan


bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental
selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-
kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan.
Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan
kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa
selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut
dengan neuroglial cells. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan
penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit,
akan dimakan oleh sel-sel neuroglial ini.

Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang


psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan
pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr.
Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan
memantau otak mereka dengan alat yang disebut functional
Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Hasil pemantauan itu
menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas
motor cortex yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D.,


seorang kepala laboratorium neuroscience di NIHs National Institute
on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang
tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari
penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil
penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi
masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak
pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus
peremajaan sel-sel otak. Bagaimana, tertarik untuk sehat, ayo
semangat jalankan ibadah puasa Ramadhan dan puasa sunnah
lainnya.

2.12 Tips Tetap Bugar Selama Bulan Ramadhan

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan


(P2PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS,
DTM&H, DTCE, menyampaikan 12 Tips Tetap Bugar Selama Bulan
Ramadhan bagi penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti
diabetes, hipertensi, penyakit jantung, asma, dan PPOK (Penyakit
Paru Obstruktif Kronik), yaitu :

Pertama, berbuka puasa dengan air putih dan makanan manis


yang berasal dari buah-buahan, kurma dan lain-lain.

Kedua, setiap kali berbuka puasa dan sahur, hidangan minimal


harus ada salah satu jenis yang berasal dari 4 kelompok makanan,
yaitu: Makanan Pokok (beras, jagung, roti, ubi, dll), Lauk-Pauk
(kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil
olahannya, dll), Sayur (semua jenis sayur-sayuran), dan Buah
(semua jenis buah-buahan). Khusus untuk buah, makan 1 kali (1
porsi) lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur. Hindari
merokok saat berbuka/waktu puasa dan waktu sahur.

Ketiga, hindari makan makanan terlalu asin setiap hari, baik pada
saat berbuka puasa maupun sahur.

Keempat, hindari makan makanan tinggi lemak setiap hari, baik


pada saat berbuka puasa maupun sahur.

Kelima, perbanyak minum air putih 8 10 gelas mulai buka puasa


sampai waktu sahur.

Keenam, asap rokok membahayakan diri anda dan orang-orang


sekitar anda, hentikan merokok sekarang juga. Bulan Puasa
merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok, sehingga pada
bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku
tersebut.

Ketujuh, lakukan aktivitas fisik yang memungkinkan.

Kedelapan, tidak minum minuman beralkohol.

Kesembilan, atasi stres antara lain dengan memperdalam agama


dan memperbanyak ibadah.
Kesepuluh, kontrol tekanan darah secara rutin bagi penderita
hipertensi, kontrol gula darah secara teratur bagi penyandang
Diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular
lainnya.

Kesebelas, kenali tanda-tanda penyakit, baik hipertensi,


hipoglikemi dan gejala penyakit tidak menular lainnya. Kenali juga
tanda-tanda kegawatdaruratan penyakit tidak menular yang
mungkin terjadi.

Ke dua belas/terakhir, bila diperlukan obat-obatan seperti


untuk Hipertensi, Diabetes, Asma dan Penyakit Paru Obstruktif
Kronik (PPOK) sesuaikan jadwal minum obat selama bulan puasa,
misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur, serta minum
secara teratur sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan. Diskusikan
dengan dokter / petugas kesehatan anda.

3.Tips Puasa Sehat dan Bugar

Selain beberapa tips dari Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. H.


Hardinsyah, MS, dalam bukunya Powerful Shaum Sehat dan
Bugar, memberikan Tips agar puasa yang kita jalankan dapat
berjalan dengan baik, sehat dan bugar. Apa dan Bagaimana Tips
Puasa Sehat dan Bugar ala Prof yang satu ini?. Berikut ini beberapa
tips berpuasa sehat dari beliau:

Pahami kesehatan tubuh dan niat karena Allah

Utamakan makanan padat gizi

Aneka makanan

Selalu segerakan berbuka

Air penting bagi tubuh, minum yang cukup


Sahur diakhirkan jelang imsak

Enyahkan rasa kantuk

Hindari yang serba terlalu

Atur kegiatan dan istirahat yang cukup

Timbang berat badan

Tips Puasa Bugar

Pilih Olaharaga ringan

Upayakan pagi hari atau setelah subuh

Ajak teman atau keluarga

Sediakan waktu yang cukup

Awali dengan pemanasan (Warming-up)

Bila perlu, gunakan alat bantu

Usahakan tidak terkena terik matahari

Gunakan prinsip cooling-down

Atasi stres dan tidur siang sejenak

Resapi dan syukuri manfaatnya


4.Panduan Puasa Sehat Sebaiknya Diikuti
Hingga Akhir Ramadan

Memasuki separuh bulan puasa, biasanya sebagian orang cenderung


tidak memperhatikan pola konsumsi makanan sehari-hari. Padahal
menjaga asupan nutrisi seimbang sangat diperlukan hingga puasa
berakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemkes) merekomendasikan beberapa


anjuran makanan saat puasa, yang dihubungkan dengan hasil
penelitian Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) oleh
Balitbangkes Kemkes yang datanya selesai dianalisis tahun ini.

Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, bagi orang


sehat pada dasarnya tidak ada larangan untuk mengonsumsi jenis
makanan tertentu, yang penting jangan berlebihan. Sedangkan
untuk mereka yang sedang sakit, pola makan disesuaikan dengan
jenis penyakitnya.

Menu makanan dalam keadaan puasa tetap mengikuti prinsip


seimbang dan beraneka ragam, yaitu terdiri dari 50 - 60 persen
karbohidrat, 25 persen lemak, 15 persen protein dari total kebutuhan
energi, vitamin dan mineral sesuai kebutuhan setiap orang.

Porsi makan sahur yang dianjurkan adalah 1/3 dari kebutuhan kalori
sehari dan tidak terlalu kenyang, sedangkan 2/3-nya dikonsumsi
setelah berbuka puasa, dengan makan bertahap atau tidak
sekaligus.

Tidak disarankan, saat buka puasa kita makan berlebihan dengan


hidangan tidak seimbang, karena dapat mengganggu sistem
pencernaan yang mendadak harus bekerja ekstra setelah seharian
dalam keadaan kosong, kata Tjandra di Jakarta, Minggu (5/7).

Menurutnya, bahan makanan sumber karbohidrat sangat penting


dikonsumsi saat sahur, karena berfungsi menyediakan energi selama
puasa. Kesimpulan SKMI menunjukkan, rata-rata masyarakat
Indonesia mengonsumsi karbohidrat 280 gram (gr) sehari. Jumlah ini
setara dengan sekitar tiga centong nasi.

Untuk kebutuhan puasa dua kali makan, jumlah ini sudah cukup
untuk memenuhi kebutuhan energi yang berasal dari karbohidrat
makanan pokok. Sebaiknya, pilih juga makanan manis yang
mengandung serat, seperti buah-buahan dan kurma.

Menurut Tjandra, karbohidrat kompleks yang mengandung banyak


serat lebih baik dikonsumsi saat sahur ,karena dicerna dengan lebih
lambat dan menyediakan energi lebih panjang, sehingga membuat
kenyang lebih lama.

Sebagai contoh, pilihlah mengonsumsi nasi merah atau roti gandum


dibandingkan nasi putih, karena nasi merah atau roti gandum
dicerna lebih lambat dibandingkan dengan nasi putih, ujarnya.

Menurut hasil penelitian SKMI, konsumsi makanan sumber protein


masyarakat Indonesia adalah daging unggas dan ikan, rata-rata
sebesar 123 gr. Selain itu, masyarakat Indonesia mengonsumsi
protein nabati dari kacang dan polong dan produk olahannya
sebesar 56,7 gr.

Kelompok makanan ini merupakan sumber protein yang kaya akan


asam-asam amino esensial. Asam amino sangat penting untuk
regenerasi sel dan daya tahan tubuh yang sangat diperlukan tubuh,
terutama selama berpuasa.

Protein dari ikan, ayam, daging, telur atau kedelai, lama dicerna oleh
tubuh, sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Kekurangan
konsumsi protein membuat tubuh terasa lemas dan lesu.

Konsumsi makanan yang harus ditingkatkan selama berpuasa,


menurut Tjandra, adalah sayuran dan buah. Penelitian SKMI juga
menunjukkan, saat ini rata-rata konsumsi penduduk buah dan
sayuran sangat rendah, yaitu hanya 91 gr per hari.

Sayuran dan buah mengandung serat yang tinggi, sehingga lambat


dicerna dan membuat rasa kenyang yang lebih lama. Selain itu,
buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin dan mineral, karena
berfungsi membantu metabolisme zat gizi lainnya.

Di samping itu, jelas Tjandra, sedapat mungkin kurangi konsumsi


gorengan, makanan bersantan atau tinggi lemak lainnya saat
berbuka, karena sulit dicerna. Sebaiknya, hindari makanan yang
mengandung kafein, seperti kopi dan teh berlebihan karena bersifat
diuretik atau mengeluarkan air dari tubuh.

5.TIPS BERPUASA BAGI PENDERITA PENYAKIT


TIDAK MENULAR

Bagi umat muslim, berpuasa selama satu bulan di Bulan Ramadhan


adalah wajib. Bagaimana berpuasa bagi penderita penyakit tidak
menular seperti maag, hipertensi, stroke, jantung koroner, diabetes
mellitus dan lain-lain?

Menurut dr. Yusharmen D. Comm. H, MSc, Direktur Pengendalian


Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, ada beberapa tips
agar ibadah puasa berjalan lancar. Setiap kali berbuka dan sahur,
hidangan minimal harus ada salah satu jenis yang berasal dari 4
kelompok makanan, yaitu makanan pokok (beras, jagung, ubi, roti),
lauk-pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan
hasil olahannya), sayur (semua jenis sayur-sayuran), dan buah
(semua jenis buah-buahan). Khusus untuk buah, makanlah 1 kali lagi
setelah shalat tarawih atau menjelang tidur.

Selanjutnya hindari makan makanan asin baik saat sahur ataupun


berbuka, makanan asin seperti telur asin, ikan asin, kecap asi, kripik
kentang, keju, daging kaleng, saos tomat, saos cabe, termasuk
bumbu penyedap makanan seperti MSG.

Kemudian kurangi juga memakan makanan tinggi lemak seperti sop


buntut, sate, pizza, burger, gorengan, kulit ayam, jerohan, kare, dan
sebagainya. Selain itu saat berbuka puasa disarankan untuk berbuka
dengan air hangat dan makanan manis yang berasal dari buah-
buahan seperti kurma, pisang, dan lain-lain. Serta tentu saja kita
harus memperbanyak minuman air putih (air mineral) dan menjauhi
minuman beralkohol.

Untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap bugar, lakukanlah olahraga


minimal 30 menit setiap hari atau paling kurang 3-4 hari dalam
seminggu. Olahraganya tidak perlu yang terlalu berat, cukup
olahraga ringan seperti jalan kaki, jalan cepat, lari-lari kecil, senam,
atau bersepeda saat menjelang waktu berbuka puasa atau setelah
shalat Subuh.

Bulan Ramadhan juga merupakan momentum yang tepat bagi para


perokok untuk memulai berhenti merokok, agar dibulan-bulan
berikutnya sudah mulai bisa mengurangi kecanduannya terhadap
nikotin dan hidup dengan lebih sehat Sementara untuk mengatasi
stress bisa dilakukan dengan cara memperdalam agama serta
memperbanyak ibadah-ibadah lain seperti berdzikir dan membaca
kitab suci Al-Quran.

Atur jadwal konsumsi obat-obatan untuk penderita penyakit seperti


darah tinggi dan kencing manis, misalnya saat berbuka puasa,
menjelang tidur atau ketika sahur. Minum obat-obat tersebut secara
teratur sesuai dengan anjuran dokter/petugas kesehatan.

6.Cara Berhenti Merokok Mulai Ramadhan dan


Seterusnya

Konsumsi rokok dapat menyebabkan gangguan penyakit seperti


gangguan pernapasan, gangguan kardiovaskuler (hipertensi, stroke
dan penyakit jantung koroner), kanker serta gangguan reproduksi
dan kehamilan, bukan hanya itu tetapi juga biaya hilangnya hari
atau produktivitas.

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan seseorang dengan


niat yang ihklas dan motivasi yang kuat sudah terlatih untuk tidak
merokok dari sejak terbit fajar hingga terbenam matahari selama
satu bulan penuh. Tentunya, perilaku yang baik ini diharapkan dapat
dilanjutkan setelah bulan Ramadhan

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. HM


Subuh, MPPM, menyebutkan cara dan langkah berhenti merokok
serta tips berhenti merokok:

Cara pertama, berhenti seketika. Jika hari ini masih merokok,


besok berhenti sama sekali. Cara ini yang besar kemungkinan
berhasilnya.

Cara kedua, penundaan. Tundalah saat merokok saat jam


berbuka puasa. Misalnya, pada hari permulaan rokok pertama
dihisap 1 jam setelah buka puasa. Pada hari kedua, rokok pertama
dihisap 2 jam setelah buka puasa, dan seterusnya hingga hari ke
empat berhenti sama sekali. Bila perlu, bisa juga masing masing
waktu dilakukan selama 2 hari, lalu 2 hari lagi bertahap mulai
merokok lebih terlambat 1 jam, dan seterusnya sampai berhenti
sama sekali.

Cara ketiga, pengurangan. Jumlah rokok yang dihisap setiap hari


dikurangi secara berangsur angsur dengan jumlah yang sama
sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan. Misalnya hari pertama
10 batang, lalu selang 1 atau 2 hari turun jadi 8 batang dan
seterusnya. Pola pengurangan rokok dan target tanggal berhenti
menjadi nol sudah harus ditetapkan sejak dini dan tidak lupa untuk
memberitahunkan kepada keluarga atau kerabat agar untuk
membantu mengingatkan. Sebagai contoh, tanggal yang dipilih
untuk memulai ialah pada 17 Ramadhan (Nuzulul Quran) atau
tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Berhenti merokok memiliki banyak manfaat untuk kesehatan antara


lain: perbaikan darah, denyut jantung dan aliran darah tepi setelah
20 menit berhenti merokok. Jika berhenti merokok selama 15 tahun,
maka risiko jantung dan stroke turun ke tingkat yang sama dengan
bukan perokok