Anda di halaman 1dari 33

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN................................................................................ 2
KATA PENGANTAR........................................................................................ 3
DAFTAR ISI.................................................................................................. 4
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ 6
DAFTAR TABEL............................................................................................. 7
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 8
1.1. Latar Belakang............................................................................... 8
1.2. Tujuan Penelitian............................................................................ 9
1.3. Pembatasan Masalah......................................................................9
1.4. Sistematika Penulisan..................................................................10
BAB II LANDASAN TEORI..........................................................................11
2.1. Pengukuran Waktu Kerja...............................................................11
2.2. Jenis-jenis Pengukuran Waktu Kerja..............................................12
2.2.1. Pengukuran Waktu Kerja Secara Langsung............................12
2.2.2. Pengukuran Waktu Kerja Secara Tidak Langsung...................12
2.3. Metode Stopwatch Time Study.....................................................13
2.3.1. Kecukupan Data.....................................................................13
2.3.2. Keseragaman Data.................................................................14
2.4. Metode Work Sampling.................................................................14
2.4.1. Delay Ratio-Study Terhadap Kerja Operator dalam Satu Hari
Kerja 15
2.4.2. Penentuan Jumlah Sampel Pengamatan yang Dibutuhkan.....15
2.4.3. Penentuan Tingkat Ketelitian untuk Pengamatan yang
diharuskan.......................................................................................... 16
2.4.4. Penggunaan Tabel Acak dalam Sampling Kerja......................17
2.4.5. Penetapan Frekuensi Pengamatan.........................................17

2
2.4.6. Pemakaian Peta Kontrol dalam Sampling Kerja......................18
2.4.7. Waktu Standard Untuk Sampling Kerja...................................18
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA....................................19
3.1. Pengumpulan Data.......................................................................19
3.1.1. Profil Perusahaan...................................................................19
3.2. Struktur Organisasi Perusahaan...................................................20
3.3. Breakdown Elemen Pekerjaan......................................................21
3.4. Data Waktu Siklus........................................................................21
3.5. Pengolahan Data..........................................................................24
3.5.1. Perhitungan rata-rata Waktu Siklus........................................24
3.5.2. Pengujian Statistik.................................................................25
3.5.3. Penentuan RF dan allowance.................................................26
BAB IV....................................................................................................... 33
ANALISA MASALAH.................................................................................... 33
BAB V........................................................................................................ 34
KESIMPULAN DAN SARAN..........................................................................34
5.1. KESIMPULAN................................................................................. 34
5.2. SARAN.......................................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 35

3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 delay ratio study
.................................................................. 15

Gambar 2.2 Rumus Penentuan Jumlah sample


Pengamatan .................. 16

4
DAFTAR TABEL

5
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perencanaan suatu produk diperlukan waktu dan kinerja agar produk yang
dihasilkan bermutu dengan menjamin kualitas produk tersebut. Perancangan kerja
pada umumnya bertujuan untuk mencari cara kerja yang lebih mudah, lebih cepat,
serta menghindari pemborosan-pemborosan material, waktu, tenaga dan lain
sebagainya. Perancangan ini dibutuhkan agar kinerja operatormampu bekerja dengan
baik, dan menghemat waktu secara efisien. Peringkat Kinerja Operator (Performance
Ratting) merupakan cara untuk mengukur hasil kinerja seoarang operator yaitu
dengan melakukan pengukuran waktu, agar dicapainya suatu sistem kerja yang baik
dalam tahap bekerja yang wajar dan normal. Pengukuran kinerja operator dapat
membantu dalam menganalisa dan memperbaiki waktu kerja operator dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja operator
dalam perakitan propeller yaitu dengan melakukan pengukuran waktu kerja.
Pembuatan produk ini bertujuan untuk mengetahui kinerja seorang operator dalam
menyelesaikan dengan melakukan pengukuran waktu. Selain itu, dalam pembuatan
produk ini mudah dirakit, murah dan dalam pekerjaannya membutuhkan waktu yang
singkat dalam pengerjaannya, artinya terjangkau untuk dijadikan salah satu simulasi
serta produk ini mudah untuk dipasarkan
Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu
penyelesaianya berlangsung paling singkat. Ukuran sukses dari suatu sistem produksi
dalam industri biasanya dinyatakan dalam bentuk besarnya produktivitas atau
besarnya output dan input yang dihasilkan. Dalam hal ini ukuran kerja manusia
merupakan faktor utama yang menentukan usaha peningkatan produktivitas industri.
Dalam pengukuran produktivitas biasanya selalu dihubungkan dengan keluaran
secara fisik, yaitu produk akhir yang dihasilkan. Oleh karena itu untuk mendapatkan
hasil yang terbaik untuk ukuran kerja manusia dibutuhkan Pengukuran waktu kerja.
Pengukuran waktu adalah usaha untuk menentukan lama kerja yang dibutuhkan

6
seorang operator dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat
kecepatan kerja yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu.
CV Marra Multi Suksesmerupakan perusahaan yang hasil produk utama
berupa komponen-komponen kendaraan roda dua, seperti Piston Hidrolic. Kondisi
nyata yang sekarang terjadi pada CV Marra Multi Suksesadalah proses pengerjaan
yang dilakukan oleh operator belum dilakukan dengan efektif dan efisien, sehingga
menyebabkan waktu operasi yang lama. Antara lain adalah gerakan-gerakan yang
tidak memberi nilai tambah yang dilakukan oleh operator. Maka untuk mengatasi
masalah tersebut akan dilakukan pengukuran waktu baku untuk metode kerja yang
sekarang.

1.2. Tujuan Penelitian

Penulisan laporan Praktikum Pengukuran Waktu Kerja ini bertujuan untuk


memberikan pemahaman mengenai materi yang dibahas didalamnya. Berikut ini
adalah tujuan dari pembuatan laporan Praktikum Pengukuran Waktu Kerja.

1. Mengukur estimasi biaya-biaya untuk upah pekerja.


2. Mampu menggunakan dan memanfaatkan hasil pengukuran waktu kerja untuk
melakukan perbaikan dan pengaturan kerja.
3. Mengetahui perencanaan kebutuhan tenaga kerja (man power planning).
4. Menghitung waktu standar dari elemen-elemen pekerjaan tertentu.
5. Mengetahui indikasi output yang mampu dihasilkan oleh seorang operator.

1.3. Pembatasan Masalah

Berbagai hal yang menjadi bahan pertimbangan agar tidak menyimpang dari
permasalahan yang ada dalam pembuatan Laporan Praktikum Pengukuran Waktu
Kerja ini. Pembatasan terhadap pembuatan Laporan Praktikum Pengukuran
Waktu Kerja ini menetapkan batasan-batasan yaitu sebagai berikut :

1. Pengerjaan dan pengambilan data di CV Marra Multi Sukses pada tanggal 25


Oktober 2016, Pukul 08:00-17:00.
2. Pengerjaan produk yang dilakukan adalah untuk pengukuran kinerja operator
yaitu pembuatan Piston hidrolic.
3. Metode penyesuaian yang digunakan yaitu metode stopwatch time study.

1.4. Sistematika Penulisan

7
BAB I - PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penelitian,


pembatasan masalah, dan sistematika penulisan mengenai praktikum
pengantan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi tentang teori pengukuran waktu kerja (langsung
dan tidak langsung), metode Stopwatch Time Study&Work Sampling,
Pengujian StatistikKenormalan, keseragaman, dan kecukupan data
(dengan teknik sub grup).

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pada bab ini berisi tentang pengumpulan data seperti profil


perusahaan, breakdown elemen pekerjaan, dan data waktu siklus
berdasarkan hasil pengukuran. Serta pengolahan data seperti perhitungan
waktu siklus rata-rata per elemen pekerjaan, pengujian statistik
(kenormalan, keseragaman, dan kecukupan data), penentuan RF (Rating
Factor) dan allowance, perhitungan waktu normal dan waktu standar,
serta perhitungan output standar.

BAB IV ANALISIS MASALAH

Pada bab ini berisi tentang analisis waktu standar, serta usulan
improvement atau perbaikan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil pengolahan data dan
analisis masalah, serta saran dalam rangka penerapan metode kerja yang
telah diusulkan.

8
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengukuran Waktu Kerja

Pengukuran Waktu Kerja yaitu suatu usaha untuk menentukan lama kerja
yang dibutuhkan seorang operator (terlatih dan qualified) dalam menyelesaikan
suatu pekerjaan yang spesifik padatingkat kecepatan kerja yang normal dalam
lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu. Pengukuran kerja mencakup pengukuran
waktu, tenaga, ongkos, efek psikologis dan efek fisiologis bila suatu metode kerja
dijalankan.Pengukuran kerja merupakan pengukuran yang paling praktis dalam
menentukan kinerja suatu metode kerja.Pengukuran waktu dilakukan untuk
mengukur waktu siklus, yang akan menjadi dasar pengukuran waktu normal. Waktu
siklus adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu produk/kegiatan dari
awal sampai akhir kerja. Waktu normal adalah waktu siklus yang telah dilakukan
rating agar kondisi normal dapat dicapai. Waktu normal merupakan dasar bagi
penentuan waktu baku. Rating factor mencakup keterampilan, usaha, kondisi kerja
dan konsistensi. Waktu baku / waktu standar (standard time) adalah waktu normal
yang telah memperhitungkan allowance. Allowanceterdiri atas: personal,
menghilangkan fatique dan unavoidable delay.

Pengukuran waktu kerja ada 2 yaitu pengukuran waktu kerja secara langsung
(pengamat berada di tempat kerja) seperti pengukuran dengan stopwatch&
pengukuran work sampling. Dan pengukuran waktu keja tidak langsung
(menggunakan tabel standar) seperti pengukuran dengan data waktu baku,
pengukuran dengan work factor system, pengukuran dengan methods time
measurement. Kelebihan Pengukuran waktu kerja secara langsung yaitu praktis,
mencatat waktusaja tanpa harusmenguraikan pekerjaan ke dalam elemen-elemen
pekerjaannya.Kekurangan pengukuran waktu kerja secara langsung yaitu dibutuhkan
waktu lebih lama untuk memperoleh data waktu yang banyak tujuannya hasil
pengukuran yang teliti dan akurat, biaya lebih mahal karenaharus pergi ke
tempatdimana pekerjaanpengukuran kerja berlangsung.Adapun kelebihan
Pengukuran tidak langsung yaitu waktu relatif singkat hanya mencatat elemen-

9
elemengerakan pekerjaan satu kali saja, biaya lebih murah. Kekurangan pengukuran
waktu kerja secara tidak langsung yaitu belum ada data waktu gerakanberupa tabel-
tabel waktugerakan yg menyeluruh dan rinci, tabel yang digunakan adalah untuk
orang eropa tidak cocok untuk orang Indonesia, dibutuhkan ketelitian yang tinggi
untuk seorang pengamat pekerjaan karena akan berpengaruh terhadap hasil
perhitungan, data waktu gerakan harusdisesuaikan dgn kondisipekerjaan. Misal:
elemen pekerjaan kantor tidak sama dengan elemen pekerjaan pabrik.

2.2. Jenis-jenis Pengukuran Waktu Kerja

Jenis-jenis pengukuran waktu kerja ada 2 yaitu pengukuran waktu kerja secara
langsung dan pengukuran waktu kerja secara tidak langsung.

2.2.1. Pengukuran Waktu Kerja Secara Langsung

Pengukuran waktu kerja secara langsung yaitu pengamat berada di tempat


kerja untuk melakukan pengukuran. Contoh pengukuran waktu kerja secara langsung
yaitu pengukuran dengan stopwatch dan pengukuran work sampling. Kelebihan
Pengukuran waktu kerja secara langsung yaitu praktis, mencatat waktusaja tanpa
harusmenguraikan pekerjaan ke dalam elemen-elemen pekerjaannya.Kekurangan
pengukuran waktu kerja secara langsung yaitu dibutuhkan waktu lebih lama untuk
memperoleh data waktu yang banyak tujuannya hasil pengukuran yang teliti dan
akurat, biaya lebih mahal karenaharus pergi ke tempatdimana pekerjaanpengukuran
kerja berlangsung.

2.2.2. Pengukuran Waktu Kerja Secara Tidak Langsung

Pengukuran waktu kerja secara tidak langsung yaitu pengamat melakukan


pengukuran dengan menggunakan tabel standar. Contoh pengukuran waktu kerja
secara tidak langsung yaitu pengukuran dengan data waktu baku, pengukuran dengan
work factor system, pengukuran dengan methods time measurement. Kelebihan
pengukuran waktu kerja secara tidak langsung yaitu waktu relatif singkat hanya
mencatat elemen-elemen gerakan pekerjaan satu kali saja, biaya lebih murah.
Kekurangan pengukuran waktu kerja secara tidak langsung yaitu belum ada data
waktu gerakan berupa tabel-tabel waktu gerakan yg menyeluruh dan rinci, tabel yang
digunakan adalah untuk orang eropa tidak cocok untuk orang Indonesia, dibutuhkan

10
ketelitian yang tinggi untuk seorang pengamat pekerjaan karena akan berpengaruh
terhadap hasil perhitungan, data waktu gerakan harus disesuaikan dgn kondisi
pekerjaan. Misal: elemen pekerjaan kantor tidak sama dengan elemen pekerjaan
pabrik.

2.3. Metode Stopwatch Time Study

Dalam konteks pengukuran waktu kerja, metode stopwatch time study


merupakan teknik pengukuran waktu kerja dengan menggunakan stopwatch
sebagai alat pengukur waktu kerja yang ditunjukkan dalam penyelesaian suatu
aktifitas yang diamati. Waktu yang berhasil diukur dan dicatat kemudian
dimodifikasikan dengan mempertimbangkan tempo kerja operator dan
menambahkannya dengan allowances.

Untuk kelancaran kegiatan pengukuran dan analisis nantinya, maka selain


stopwatch sebagai timing device diperlukan time study form untuk mencatat data
waktu yang diukur tersebut. Selain mencatat waktu juga harus mencatat segala
informasi yang berkaitan dengan aktifitas yang diukur tersebut seperti sketsa
gambar layout area kerja, kondisi kerja (kecepatan kerja mesin, gambar produk,
nama operator, dll) dan deskripsi yang berkaitan dengan elemental breakdown.

Langkah-langkah pengukuran waktu dengan stopwatch yaitu :

1. Lakukan standardisasi metoda kerja


2. Bagi menjadi elemen pekerjaan
3. Lakukan pengukuran pendahuluan
4. Tentukankeseragaman dan kecukupan data
5. Hitung waktu siklus
6. Tentukan rating factor
7. Hitung waktu normal
8. Tentukan allowance
9. Hitung waktu baku

2.3.1. Kecukupan Data

Uji kecukupan data digunakan untuk menentukan bahwa jumlah sampel data
yang diambil telah cukup untuk proses inverensi/pengolahan data pada proses
selanjutnya.

Menetapkan jumlah observasi yg seharusnya dibuat (N):

11
Dengan 95% convidence level dan 5% degree of accuracy, maka:

N X 2 X 2
1
2 N
N'
2
40 N X 2 X 2
N'


X
X 2 X
0,05

0,05 =

2.3.2. Keseragaman Data

Uji keseragaman data dimaksudkan untuk menentukan bahwa populasi data


sampel yang digunakan memiliki penyimpangan yang normal dari nilai rata-
ratanya pada tingkat kepercayaan tertentu.

2.4. Metode Work Sampling

Pengukuran waktu dengan metode work sampling adalah suatu teknik untuk
menentukan sejumlah pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses
atau pekerja/operator, secara acak.

Kegunaan dari metode work sampling yaitu :

1. Untuk mengukur Delay Ratio dari sejumlah mesin, operator atau


fasilitas kerja lainnya
2. Menetapkan tingkat kinerja dari operator selama waktu kerjanya
berdasarkan waktu-waktu dimana operator bekerja atau tidak bekerja
3. Menentukan waktu baku dari suatu proses/operasi kerja

Langkah-langkah pengukuran waktu dengan work sampling yaitu :

1. Pengamatan pendahuluan
2. Penentuan jumlah sample dan jadwal kunjungan
3. Lakukan pengukuran pendahuluan
4. Tentukan keseragaman dan kecukupan data

12
5. Hitung waktu siklus
6. Tentukan rating factor
7. Hitung waktu normal
8. Tentukan allowance
9. Hitung waktu baku

2.4.1. Delay Ratio-Study Terhadap Kerja Operator dalam Satu Hari Kerja

Gambar 2.1 Delay Ratio Study

Waktu yang dipakai untuk kerja = 36/48 x 100 % = 75 %

Waktu menganggur (idle) = 12/48 x 100 % = 25 %

2.4.2. Penentuan Jumlah Sampel Pengamatan yang Dibutuhkan

Banyaknya pengamatan yg harus dilakukan dalam sampling kerja


dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan tingkat ketelitian

Rumus:

13
Gambar 2.2 Rumus Penentuan Jumlah Sample Pengamatan

Keterangan :

S= Tingkat ketelitian yang dikehendaki (dalam desimal).

P= % Terjadinya kejadian yang diamati (dalam desimal).

N = Jumlah pengamatan yang harus dilakukan untuk sampling kerja.

K = Konstanta (besarnya tergantung dr tingkat kepercayaan yang


diambil).

2.4.3. Penentuan Tingkat Ketelitian untuk Pengamatan yang diharuskan

Contoh:

Dari studi pengamatan terhadap Automatic Screw Machine didapat hasil sbb:

- Pengamatan untuk mesin dalam kondisi kerja : 2.600

- Pengamatan untuk mesin dalam kondisi menganggur : 1.400

Total pengamatan : 4.000

Maka:

1400
%waktu menganggur ( p ) = x 100 =35
4000

14
S x 0,35=2
0,35(10,35)
4000

S 0,043atau 4,3

2.4.4. Penggunaan Tabel Acak dalam Sampling Kerja

Tabel acak digunakan terutama untuk menetapkan waktu setiap harinya


dimana pengamatan harus dilakukan.
Misal data dari tabel acak berikut 97 14 97 95 06 70 99 00, maka angka
pertama dapat diasumsikan sebagai penunjuk jam, angka kedua dan ketiga
sebagai penunjuk menit dimana pengamatan harus dilakukan.
Jadi 971 diartikan 09.71 WIB, yaitu waktu dimana kita harus melakukan
pengamatan, sedangkan 497 diartikan 04.97 WIB (05.37 WIB), dimana waktu
ini diabaikan karena berada diluar jam kerja pabrik. Demikian seterusnya,
dengan cara yang sama maka waktu-waktu pengamatan dapat ditentukan.
Jika 30 kali pengamatan harus dilakukan setiap harinya, maka sebangak 50
angka harus didapatkan dari tabel random.

2.4.5. Penetapan Frekuensi Pengamatan

Frekuensi pengamatan tergantung pada jumlah pengamatan yang


diperlukan dan waktu yang tersedia untuk pengumpulan data yang
direncanakan.

Misal diketahui bahwa :

Pengamatan harus dilakukan sebanyak 3.600 kali dan


Rencana diselesaikan dalam 30 hari Waktu tersedia

Maka:

Tiap 1 hari akan memerlukan 3.600/30 =120 kali pengamatan

Jadi pengamat harus melakukan pengamatan sebanyak 120 kali per 1


hari kerja secara random (dipilih dari tabel angka random).

15
2.4.6. Pemakaian Peta Kontrol dalam Sampling Kerja

Rumus : Batas Kontrol ( BK ) =p k p(1 p)


N

Keterangan : p = Presentase terjadinya kejadian rata-rata (dalam


desimal).

N = Jumlah pengamatan per siklus waktu kerja.

2.4.7. Waktu Standard Untuk Sampling Kerja

Rumus Waktu standar per unit produk:

Total waktu ( jam ) x Waktu bekerja ( ) x RF( ) 100


x
Jumlah produk yang dihasilkan 100 %Allowance

16
BAB III

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

3.1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan


dalam rangka mencapai tujuan penelitian.Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk
hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian.Jawaban
itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah
dibutuhkan pengumpulan data.

3.1.1. Profil Perusahaan

Nama Perusahaan : CV Marra Multi Sukses


Pendiri : Dwi Andri Yanto
Tahun berdiri : Tahun 2013
Alamat perusahaan :Jl. Asem Raya No.97 RT.002 / 006 Kel.
Mustika Sari Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi
Luas pabrik : 200m2
Bidang Usaha Perusahaan : General Tranding, Machinning, Stamping,
Fabrikasi, Jig, Dies & Enggineering
Jumlah karyawan : 8 Tenaga kerja
Jenis perusahaan : Industri kecil Manufaktur

Jam kerja karyawan pada CV Marra Multi Sukses non shift dapat dilihat pada
Tabel 3.1

Tabel 3.1 Waktu Kerja Karyawan

S Hari Kerja Jam Kerja Keterangan


Shift
1 Senin s/d Kamis 08.00 - 17.00 WIB Jam kerja pokok
12.00 - 12.45 WIB Jam istirahat 1

17
15.30 - 15.45 WIB Jam istirahat 2
Jumat 07.30 - 17.00 WIB Jam kerja pokok
11.30 - 13.00 WIB Jam istirahat 1
15.30 - 15.45 WIB Jam istirahat 2
Sabtu LIBUR Keterangan

3.2. Struktur Organisasi Perusahaan

CV. Marra Multi Sukses didirikan pada tanggal 10 Januari 2013 ,dan berada di Jl.
Asem Raya No.97 RT.002 / 006 Kel. Mustika Sari Kec. MustikaJaya, Kota Bekasi.
Dengan luas tanah 200 m2 dan luas bangunan 100 m2 dan di ketuai (di pimpin)
oleh bapak dwi andri yanto . CV. Marra Multi Sukses memiliki 7 orang karyawan
yang terdiri dari asisten manager dan 6 buah karyawan.

MANAGE
R

Asisten
manager

karyawan
karyawan karyawan karyawan
karyawan

Gambar 3.1

struktur organisasi CV. Marra Multi Sukses

18
3.3. Breakdown Elemen Pekerjaan
Berikut ini adalah breakdown elemen pekerjaan berdasarkan
pengamatan stopwatch time study di CV. Marra Multi Sukses :

No Breakdown elemen kerja


1 Mensetting benda kerja pada mesin bubut
2 Meratakan permukaan benda kerja
3 Membentuk pola piston pada batang cylinder
4 Meroughing batang cylindersehingga bentuk piston
5 Menghaluskan benda kerja dengan pahat finishing
6 Memotng piston yang sudah jadi
7 Membuat lubang pada piston
8 Membuat ulir pada batang cylinder
9 Merakit cylinder rod dan piston
10 Mengecek hasil piston dan cylinder rod

3.4. Data Waktu Siklus


Data waktu siklus pengamatan pertama

n waktu siklus
o elemen pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mensetting benda kerja
1 di mesin bubut 45 46 45 45 44 46 45 46 45 44
meratakan permukaan
benda kerja (proses
2 facing ) 63 62 63 64 62 63 62 63 64 64
membentuk pola
piston pada batang
3 cylinder 25 26 25 27 24 25 26 25 25 26
meroughing batang
cilinder sehingga 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
4 menjadi bentuk piston 5 4 4 5 4 5 3 4 5 5
menghaluskan benda
kerja dengan pahat
5 finishing 72 73 72 72 72 73 73 72 73 72

19
memotong piston yang
6 sudah jadi 51 51 52 51 52 51 52 52 51 51
membuat lubang pada
7 piston 35 34 34 35 36 35 36 34 35 34
membuat ulir pada
8 batang cylinder 41 40 40 40 41 40 41 42 40 41
merakit cylinder rod
9 dengan piston 45 46 45 46 45 46 45 44 46 45
1 mengecek hasil piston
0 dan cylinder rod 30 32 31 34 31 32 30 31 32 31

Data waktu siklus pengamatan ke dua


N waktu siklus
o elemen pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mensetting benda kerja
1 di mesin bubut 46 45 45 46 45 44 46 46 45 44
meratakan permukaan
benda kerja (proses
2 facing ) 64 65 64 66 64 65 67 64 65 64
membentuk pola
piston pada batang
3 cilinder 24 23 26 25 24 25 25 24 25 24
meroughing batang
cilinder sehingga 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
4 menjadi bentuk piston 6 4 5 5 5 6 4 5 6 4
menghaluskan benda
kerja dengan pahat
5 finishing 73 72 73 74 73 72 72 74 73 73
memotong piston yang
6 sudah jadi 53 52 53 51 53 53 53 52 53 52
membuat lubang pada
7 piston 35 35 34 32 34 33 35 32 35 34
membuat ulir pada
8 batang cilinder 43 42 42 43 44 42 43 43 44 42
merakit cylinder rod
9 dengan piston 46 45 46 46 47 45 46 45 44 45

20
1 mengecek hasil piston
0 dan cylinder rod 32 31 32 31 33 32 31 31 31 32

Data waktu siklus pengamatan ke tiga

N Waktu Siklus
o elemen pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mensetting benda kerja
1 di mesin bubut 46 45 46 44 47 45 46 44 46 45
meratakan permukaan
benda kerja (proses
2 facing ) 62 63 62 63 64 63 62 64 63 63
membentuk pola
piston pada batang
3 cilinder 26 24 24 24 25 25 24 26 25 24
meroughing batang
cilinder sehingga 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
4 menjadi bentuk piston 4 5 4 5 6 6 5 5 4 5
menghaluskan benda
kerja dengan pahat
5 finishing 73 72 74 73 74 72 74 73 73 72
memotong piston yang
6 sudah jadi 52 53 52 54 52 53 52 54 52 52
membuat lubang pada
7 piston 35 34 35 36 34 35 36 33 34 35
membuat ulir pada
8 batang cilinder 42 43 41 42 41 43 42 41 42 41
merakit cylinder rod
9 dengan piston 46 45 44 45 46 44 45 45 46 45
1 mengecek hasil piston
0 dan cylinder rod 31 32 31 33 32 31 31 33 31 32

21
3.5. Pengolahan Data

3.5.1. Perhitungan rata-rata Waktu Siklus


Rata-rata waktu siklus pengamatan pertama

n waktu siklus rata-


o elemen pekerjaan rata
1 mensetting benda kerja di mesin bubut 45,1
2 meratakan permukaan benda kerja (proses facing ) 63
3 membentuk pola piston pada batang cilinder 25,4
meroughing batang cilinder sehingga menjadi bentuk
4 piston 124,4
5 menghaluskan benda kerja dengan pahat finishing 72,4
6 memotong piston yang sudah jadi 51,4
7 membuat lubang pada piston 34,8
8 membuat ulir pada batang cilinder 40,6
9 merakit cylinder rod dengan piston 45,3
1
0 mengecek hasil piston dan cylinder rod 31,4

Rata-rata Waktu siklus pengamatan kedua

n waktu siklus rata-


o elemen pekerjaan rata
1 mensetting benda kerja di mesin bubut 45,2
2 meratakan permukaan benda kerja (proses facing ) 64,8
3 membentuk pola piston pada batang cilinder 24,5
meroughing batang cilinder sehingga menjadi bentuk
4 piston 125
5 menghaluskan benda kerja dengan pahat finishing 72,9
6 memotong piston yang sudah jadi 52,5
7 membuat lubang pada piston 33,9
8 membuat ulir pada batang cilinder 42,8
9 merakit cylinder rod dengan piston 45,5
1
0 mengecek hasil piston dan cylinder rod 31,6

22
Rata-rata waktu siklus pengamatan ketiga

n waktu siklus rata-


o elemen pekerjaan rata
1 mensetting benda kerja di mesin bubut 45,4
2 meratakan permukaan benda kerja (proses facing ) 62,9
3 membentuk pola piston pada batang cilinder 24,7
meroughing batang cilinder sehingga menjadi bentuk
4 piston 124,9
5 menghaluskan benda kerja dengan pahat finishing 73
6 memotong piston yang sudah jadi 52
7 membuat lubang pada piston 34,7
8 membuat ulir pada batang cilinder 41,8
9 merakit cylinder rod dengan piston 45,1
1
0 mengecek hasil piston dan cylinder rod 31,7

3.5.2. Pengujian Statistik

3.5.2.1. Kenormalan Data

3.5.2.2. Keseragaman

x
x i

x =
18660,92 =
10 1866

x 2
i x

N

23
= (18660,921866 )

10

= 1679,4

3.5.2.3. Kecukupan

3.5.3. Penentuan RF dan allowance


Menentukan RF :

1. Apabila pekerja dinyatakan bekerja terlalu cepat yaitu bekerja di atas


kewajaran (normal) maka RF 100%
2. Apabila pekerja dinyatakan bekerja terlalu lambat yaitu bekerja di bawah
batas kewajaran (normal) maka RF 100%
3. Apabila pekerja dinyatakan bekerja secara normal maka RF = 100%
menentukan RF (Rating Factor) menggunakan metoda Westing House.

24
MetodePenentuan Rating Fector (RF) berdasarkanpengamatan di CV
MarraMulti Sukses :

1. Good Skill (C1) : + 0.06


2. Good Effort (C1) : + 0.05
3. Good Condition(C) : + 0.02
4. Excellent Consistency : + 0.03
+

+ 0.16

25
Maka RF : 1 + 0.18 = 1.16

Menentukan Allowance
Personal : 25 menit/hari
Fatigue : 15 menit/hari
Allowance _ Time x100%
Waktu _ efektif
Unavoidable Delay : 20 menit/hari

Allowance (%) :

25 15 20
x100%
480

: 12,5%

perhitungan waktu normal dan waktu standar

menentukan waktu normal

waktu normal = waktu siklus x P

26
Pengamatan Pertama

waktu
N siklus rata- rating waktu
o Elemen pekerjaan rata faktor normal
mensetting benda kerja
1 di mesin bubut 45,1 11,6 523,16
meratakan permukaan
benda kerja (proses
2 facing ) 63 11,6 730,8
membentuk pola
piston pada batang
3 cilinder 25,4 11,6 294,64
meroughing batang
cilinder sehingga
4 menjadi bentuk piston 124,4 11,6 1443,04
menghaluskan benda
kerja dengan pahat
5 finishing 72,4 11,6 839,84
memotong piston yang
6 sudah jadi 51,4 11,6 596,24
membuat lubang pada
7 piston 34,8 11,6 403,68
membuat ulir pada
8 batang cilinder 40,6 11,6 470,96
merakit cylinder rod
9 dengan piston 45,3 11,6 525,48
mengecek hasil piston
10 dan cylinder rod 31,4 11,6 364,24
Jumlah 6192,08

27
Pengamatan kedua

waktu
siklus rata- rating waktu
no elemen pekerjaan rata faktor normal
mensetting benda kerja di
1 mesin bubut 45,2 11,6 524,32
meratakan permukaan
benda kerja (proses
2 facing ) 64,8 11,6 751,68
membentuk pola piston
3 pada batang cilinder 24,5 11,6 284,2
meroughing batang
cilinder sehingga menjadi
4 bentuk piston 125 11,6 1450
menghaluskan benda
kerja dengan pahat
5 finishing 72,9 11,6 845,64
memotong piston yang
6 sudah jadi 52,5 11,6 609
membuat lubang pada
7 piston 33,9 11,6 393,24
membuat ulir pada batang
8 cilinder 42,8 11,6 496,48
merakit cylinder rod
9 dengan piston 45,5 11,6 527,8
mengecek hasil piston
10 dan cylinder rod 31,6 11,6 366,56
6248,9
Jumlah 2
Pengamatan ketiga

waktu rating
n siklus fakto waktu
o elemen pekerjaan rata-rata r normal
mensetting benda kerja di
1 mesin bubut 45,4 11,6 526,64
meratakan permukaan
2 benda kerja (proses facing ) 62,9 11,6 729,64

28
membentuk pola piston
3 pada batang cilinder 24,7 11,6 286,52
meroughing batang cilinder
sehingga menjadi bentuk 1448,8
4 piston 124,9 11,6 4
menghaluskan benda kerja
5 dengan pahat finishing 73 11,6 846,8
memotong piston yang
6 sudah jadi 52 11,6 603,2
membuat lubang pada
7 piston 34,7 11,6 402,52
membuat ulir pada batang
8 cilinder 41,8 11,6 484,88
merakit cylinder rod
9 dengan piston 45,1 11,6 523,16
1 mengecek hasil piston dan
0 cylinder rod 31,7 11,6 367,72
6219,9
Jumlah 2

Total Waktu Normal = 6192,08+6248,92+6219,92


= 18660,92

Perhitungan Waktu Standar = Waktu Normal * (1+Allowance)


= 18660,92* (1+0,10)
= 20900,23

Perhitungan waktu standar


menentukan output standar = 1
waktu standar
= 1
20900,23
= 4,7

29
3.5.3.

30
BAB IV

ANALISA MASALAH

Hasil pengukuran waktu kerja yang telah kami amati, yaitu :

1. Skill
Dari sisi Skill mendapatkan grade C1 (Good Skill) dengan mendapatkan hasil
perhitungan melebihi dari +0,15

2. Effort
Dari sisi Effort mendapatkan grade C1 (Good Effort) dengan mendapatkan
hasil perhitungan +0,05

3. Condition
Dari sisi Condition mendapatkan grade C (Good Condition) dengan hasil
perhitungan +0,02

4. Consistency
Dari sisi Consistency mendapatkan grade B (Excellent Consistency) dengan
hasil perhitungan +0,03

Kami menemukan hasil Waktu standarnya adalah 20900,23 dengan output standar
nya 4,7.

31
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. KESIMPULAN

Dari hasil ini diperoleh kesimpulan bahwa jumlah pengamatan yang


seharusnya dilaksanakan adalah sebesar 30 siklus pengamatan. Pengamatan yang
kami lakukan sebanyak 3 kali dengan data 10 data per- pengamatan. Agar hasil yang
diperoleh bisa sesuai dengan tingkat ketelitian dan keyakinan yang dikehendaki,
maka sudah selayaknya dilakukan penambahan jumlah siklus
pengamatan/pengukuran seperti yang diharuskan.

5.2. SARAN

32
DAFTAR PUSTAKA

Wignjosoebroto,S. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Guna


Media: 2000

http://ellery-frans.blogspot.co.id/2014/03/analisis-pengukuran-
kerja.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Time_and_motion_study

https://en.wikipedia.org/wiki/Stopwatch

http://www.economicsdiscussion.net/engineering-
economics/stop-watch-time-study-meaning-procedure-and-
equipment/21706

33