Anda di halaman 1dari 34

Panduan Praktikum Biologi Perikanan

TATA TERTIB PRAKTIKUM

PRAKTIKUM LABORATORIUM
1. Praktikan wajib datang 15 menit sebelum praktikum dimulai.
2. Berpakaian rapi (kemeja/kaos berkerah) dan sepatu tertutup
3. Menggunakan jas laboratorium lengkap dan rapi dengan nama masing-masing praktikan
(dari kain atau nametag).
4. Masuk dengan tertib dan menempati tempat sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
5. Menjaga ketertiban dan ketenangan selama praktikum berlangsung.
6. Praktikan hanya diperbolehkan membawa buku panduan dan alat tulis (pensil, bolpoint,
penghapus, penggaris, kalkulator, dll).
7. Test (pre test ataupun post test) diadakan sebelum atau sesudah praktikum.
8. Tidak ada praktikum susulan (inhole).

LAPORAN PRAKTIKUM
1. Laporan dikerjakan per individu.
2. Laporan praktikum menggunakan teknik penulisan ilmiah dengan prinsip ABC (Accurate,
Brief and Clear).
3. Laporan diserahkan sesuai jadwal yang telah disepakati, laporan yang terlambat
pengumpulannya dikurangi nilai.

UJIAN AKHIR PRAKTIKUM (UAP)


Praktikan dapat mengikuti UAP, apabila semua Laporan Praktikum sudah di ACC dan kartu
kendali terisi serta tidak memiliki tanggungan terhadap laboratorium selama praktikum
dilaksanakan.

Pelanggaran terhadap tata tertib ini akan ditindak semestinya


Hal-hal lain yang belum tercantum dalam, tata tertib ini diatur kemudian.

Tim Asisten

1
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

JADWAL PRAKTIKUM

PRAKTIKUM MATERI WAKTU


Seksualitas
Tingkat Kematangan Gonad
I
Food and Feeding Habit
Hubungan Panjang dan Berat
Fekunditas
II
Awal Daur Hidup

2
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

DAFTAR ISI

Hal

TATA TERTIB PRAKTIKUM ...................................................................................................... 1

JADWAL PRAKTIKUM ............................................................................................................. 2

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 3

1. SEKSUALITAS ..................................................................................................................... 4

2. KEMATANGAN GONAD ....................................................................................................... 6

3. FOOD AND FEEDING HABIT............................................................................................... 8

4. HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT .................................................................................. 11

5. FEKUNDITAS........................................................................................................................ 13

6. AWAL DAUR HIDUP.............................................................................................................. 16

CONTOH LAMPIRAN ............................................................................................................... 20

FORMAT LAPORAN.................................................................................................................. 28

DAFTAR NAMA ASISTEN BIOLOGI PERIKANAN ................................................................... 31

3
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

1. SEKSUALITAS

1.1 MAKSUD DAN TUJUAN


1.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah :
1. Mengetahui secara makroskopis organ-organ baik secara eksternal maupun secara internal.
2. Mengetahui gambaran secara morfologi dan anatomi organ seksualitas pada ikan.

1.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mampu mengetahui dan mempraktekkan secara makroskopis organ-organ baik secara
eksternal maupun secara internal.
2. Mampu mengidentifikasi gambaran secara morfologi dan anatomi organ reproduksi ikan.

1.2 SEKSUALITAS
Seksualitas pada ikan yang dikatakan ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ
penghasil sperma, sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur.
Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ secara langsung
berhubungan dengan proses reproduksi, yaitu ovarium dengan pembuluh pada kan betina dan
testis dengan pembuluh pada ikan jantan. Sifat seksual sekunder adalah tanda-tanda luar yang
dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina

1.3 ALAT DAN BAHAN


1.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Dissecting set - Serbet - Aquarium
- Papan penggaris - Gelas plastik - Seser
- Nampan - Kamera

1.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Ikan Nila - Kertas saring
- Ikan Hias - Air
- Tissue

4
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

1.4 PROSEDUR KERJA

Ikan Nila

- ditusuk medula oblongata


- diamati organ seks sekunder
- dibedah dibagian perut
- diamati letak, bentuk gonad dan digambar gonad
- dimasukkan semua data yang diamati dalam form

Hasil

Ikan Hias

- diamati organ dan ciri-ciri seks sekunder (jantan atau betina)


- digambar dan difoto
- dimasukkan semua data yang diamati dalam form

Hasil

5
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

2. TINGKAT KEMATANGAN GONAD

2.1 MAKSUD DAN TUJUAN


2.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah :
1. Mengetahui secara makroskopis organ reproduksi secara internal.
2. Mengetahui cara identifikasi organ seks primer dari ikan, baik bentuk dan perkembangan
gonad.
3. Mengetahui gambar dan anatomi organ seksualitas pada ikan.

2.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mampu mendemonstrasikan secara makroskopis organ reproduksi ikan.
2. Mampu mengidentifikasikan organ seks primer dan mampu menentukan tingkat kematangan
gonad.

2.2 TINGKAT KEMATANGAN GONAD


Tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum, 1968)
I. Dara. Organ seksual sangat kecil berdekatan dibawah tulang punggung. Testes dan ovarium
transparan, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu. Telur tidak terlihat dengan mata
biasa.
II. Dara Berkembang. Testes dan ovarium jernih, abu-abu merah. Panjangnya setengah atau
lebih sedikit dari panjang rongga bawah. Telur satu persatu dapat terlihat dengan kaca
pembesar.
III. Perkembangan I. testes dan ovarium bentuknya bulat telur, berwarna kemerah-merahan
dengan pembuluh kapiler. Gonad mengisi kira-kira setengah ruang ke bagian bawah. Telur
dapat terlihat seperti serbuk putih.
IV. Perkembangan II. Testes berwarna putihkemerah-merahan. Tidak ada sperma kalau bagian
perut ditekan. Ovarium berwarna orange kemerah-merahan. Telur jelas dapat dibedakan,
bentuknya bulat telur. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah.
V. Bunting. Organ seksual mengisi organ bawah. Testes berwarna putih, keluar tetesan
sperma ketika ditekan perutnya. Telur bentuknya bulat, beberapa dari padanya jernih dan
masak.
VI. Mijah. Telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan perut. Kebanyakan telur berwarna
jernih dengan beberapa yang berbentuk bulat telur tinggal di dalam ovarium.
VII. Mijah/Salin. Gonad belum kosong sama sekali. Tidak ada telur yang bulat telur.
VIII. Salin. Testes dan ovarium kosong dan berwarna merah. Beberapa telur sedang ada dalam
keadaan dihisap kembali.
IX. Pulih Salin. Testes dan ovarium berwarna jernih, abu-abu sampai merah.

6
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

2.3 ALAT DAN BAHAN


2.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Dissecting set - Papan penggaris - Kamera
- Timbangan Sartorious - Nampan - Aquarium
- Timbangan analitik - Serbet - Seser

2.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Ikan Nila
- Tissue
- Kertas saring
- Air

2.3 PROSEDUR KERJA

Ikan Nila

- ditusuk medula oblongata


- ditimbang berat tubuh (W t) dalam gram dengan timbangan analitik
- diukur panjang total (TL) dalam mm dari ikan
- dibedah dibagian perut
- diamati, digambar, dan difoto anatomi organ dalam dan letak gonad
- diambil gonad

Gonad

- ditentukan TKG-nya menurut Kesteven (Bagenal and Braum,1968)


- difoto dan digambar gonad
- ditimbang berat gonad (Wg) dalam gram
- dihitung nilai GI dan GSI dengan rumus:

GSI =

GI =
- dimasukkan semua data yang diamati pada form

Hasil

7
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

3. FOOD AND FEEDING HABIT

3.1 MAKSUD DAN TUJUAN


3.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah :
1. Mengetahui kebiasaan makan dan variasi makanan ikan, dapat dilihat dari hubungan
ekologi antar organisme perairan.
2. Mengetahui isi (fitoplankton dan zooplankton) dari alat percernaan makanannya.
3. Mengetahui jenis ikan berdasarkan kebiasaan makan dan variasi makanannya.

3.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mampu mempraktekkan cara pengambilan dan perhitungan plankton yang ada di dalam
lambung ikan.
2. Mampu membedakan jenis ikan berdasarkan makanan yang dimakan.

3.2 FOOD AND FEEDING HABIT


Makanan merupakan faktor yang menentukan bagi populasi, pertumbuhan dan kondisi
ikan. Sedangkan macam makanan satu spesies ikan biasanya bergantung kepada umur, tempat
dan waktu.
Dasar dari studi kebiasaan makanan ialah mempelajari isi dari alat pencernaan
makanannya. Hasil dari studi ini dapat diketahui apakah ikan itu sebagai pemakan plankton, ikan
buas, bentuk makanan pokoknya serta makanan kesukaan yang lainnya. Oleh karena itu ilmu-limu
yang sangat membantu studi kebiasaan makanan ialah Planktonologi, Tanaman air, Invertebrata
dan Sistematika ikan.

Metode yang digunakan :


1. Jumlah
Menjumlahkan semua organisme yang ada dalam pencernaan, kemudian dibandingkan satu
diantara yang lain.
2. Frekuensi Kejadian
Secara prinsip sama dengan metode jumlah, namun ikan yang perutnya kosong juga
diperhitungkan dan dinyatakan dengan satuan persen.
Contoh :
Jumlah ikan yang diamati sebanyak 100 ekor, 20 ekor diantaranya perutnya kosong,
sedangkan sisanya terdapat organisme A, B, C, dan D
Organisme A terdapat pada 10 ekor : 10/80 x 100% = 12,5 %
Organisme B terdapat pada 70 ekor : 70/80 x 100% = 87,5 %
Organisme C terdapat pada 40 ekor : 40/80 x 100% = 50 %
Organisme D terdapat pada 80 ekor : 80/80 x 100% = 100%

8
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

3. Volumetrik
Perhitungan jenis makanan berdasarkan volume makanan ikan yang berada di alat
pencernaan
4. Gravimetrik
Penentuan berdasarkan berat jenis masing masing organisme
Perhitungan
Zooplankton
XB = WL x b % XB = b x 100 %
WI a+b

Rata-rata
X total b = XB1 + XB2 + + XBn
n

Phytoplankton
XA = WL x a % XA = a x 100 %
WI a+b

Rata-rata
X total a = XA1 + XA2 + + XAn
n

3.3 ALAT DAN BAHAN


3.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
- Timbangan - Mikroskop - Nampan
sartorius - Obyek glass - Serbet
- Timbangan - Cover glass - Dissecting set
analitik - Papan - Kamera
- Handtally penggaris
counter

3.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Ikan Nila
- Kertas saring
- Tissue
- Air

9
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

3.3 PROSEDUR KERJA

Ikan Nila

- ditusuk medula oblongata


- ditimbang berat tubuh (W) dalam gram dengan timbangan analitik
- diukur panjang total (TL) dalam cm dari ikan
- diamati dan ditentukan jenis ikan berdasarkan morfologi (gigi dan mulut)
- dibuka bagian perut dengan alat sectio
- difoto
- dicari dan diambil lambung

Lambung

- ditimbang berat lambung keseluruhan (WL) dalam gram dengan timbangan sartorius
- dipotong lambung sebagian pada bagian pangkal
- diambil dan ditimbang lambung sebagian (WI) dalam gram dengan timbangan
sartorius

Lambung Sebagian

- dicacah dan dibuat preparat


- diamati di mikroskop dan dihitung jumlah zooplankton dan fitoplankton
- dimasukkan semua data yang diamati pada form

Hasil

10
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

4. HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT

4.1 MAKSUD DAN TUJUAN


4.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah mengetahui hubungan panjang dan berat untuk
menentukan pertumbuhan ikan dalam populasi alami.

4.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah mampu mendemonstrasikan teknik-teknik pengukuran
untuk menentukan pertumbuhan ikan.

4.2 HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT


Berat ikan dapat dianggap sebagai suatu fungsi dari panjangnya, dan hubungan panjang
berat ini hampir mengikuti hukum kubik yang dinyatakan dengan rumus :
W = aL3 Dimana : W = berat
L = panjang
a = konstanta
Dengan asumsi bahwa bentuk dan berat ikan tetap. Tetapi karena ikan itu tumbuh dimana
bentuk tubuh, panjang dan beratnya selalu berubah, maka hubungan tersebut berubah sebagai
berikut :
W = aLb Dimana : a dan b adalah konstanta
Transformasi ke dalam bentuk linier untuk memudahkan mencari nilai konstanta :
log W = log a + b log L
Rousefell dan Evenhart (1960) dan Lagler (1961) :
Apabila N = jumlah individu ikan yang sedang dihitung, maka untuk mendapatkan nilai a,
menggunakan rumus :

[ log W log L ] [ log L log L log W ]


2

Log a =
N log L log L
2 2

a = antilog log (a)

Untuk mencari nilai b (slope) menggunakan rumus : b=


log W ( N log a)
log L
Kemungkinan Untuk Mendapatkan Nilai b
1. b > 3
Terjadi apabila pertumbuhan berat lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan panjangnya.
2. b < 3
Pertumbuhan panjang lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan beratnya.
3. b = 3
Pertumbuhan panjang dan beratnya seimbang.
b </> 3 dinamakan pertumbuhan ALLOMETRIK
b=3 dinamakan pertumbuhan ISOMETRIK

11
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

4.3 ALAT DAN BAHAN


4.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Papan penggaris - Timbangan analitik
- Nampan - Serbet
- Alat sectio

4.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Ikan Nila - Benang kasur
- Belut - Tissue
- Udang Galah

4.4 PROSEDUR KERJA

Ikan

- ditusuk medulla oblongata


- ditimbang berat tubuh (W) dalam gram dengan timbangan analitik
- diukur panjang total (TL) dalam cm dan lingkar tubuh (Girth) dalam cm dari ikan
- dimasukkan semua data yang diamati dalam form

Hasil

Belut
- ditusuk medulla oblongata
- ditimbang berat tubuh (W) dalam gram dengan timbangan analitik
- diukur panjang total (TL) dalam cm dan lingkar tubuh (Girth) dalam cm dari belut
- dimasukkan semua data yang diamati dalam form

Hasil

Udang
- ditimbang berat tubuh (W) dalam gram dengan timbangan analitik
- diukur panjang tubuh (TL) dalam cm dan lingkar tubuh (Girth) cm dari udang
- dimasukkan semua data yang diamati dalam form

HASIL

12
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

5. FEKUNDITAS

5.1 MAKSUD DAN TUJUAN


5.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah praktikan mengetahui jumlah produksi telur pada ikan
sampel.

5.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mampu mendemonstrasikan secara makroskopis organ-organ baik secara eksternal maupun
secara internal.
2. Mampu mendapatkan telur ikan, serta mengetahui cara menghitung telur ikan.

5.2 FEKUNDITAS
Fekunditas adalah semua telur-telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan.
Menurut Effendie (1997), macam-macam fekunditas yaitu fekunditas individu, fekunditas relatif,
fekunditas total. Kegunaan dari fekunditas antara lain sebagai bagian studi sistematik atau studi
mengenai dinamika populasi, produktivitas, dan potensi reproduksi suatu ikan. Dalam bidang
budidaya, telur yang dihasilkan oleh ikan pada waktu pemijahan secara alami atau buatan jelas
kegunaannya terutama dalam persiapan fasilitas budidaya ikan tersebut keperluan selanjutnya.
Pada dasarnya pekerjaan yang berhubungan dengan fekunditas ikan ada 3 macam yaitu 1. cara
mendapatkan telur 2. cara mengawet telur 3. cara menghitung telur.
Cara mendapatkan telur yaitu dengan cara stripping dan pengangkatan ovari. Cara
stripping yaitu dangan mengeluarkan telur ikan dari tubuh induk dengan memberikan tekanan
yang halus sepanjang ujung perut menuju ke lubang orogenital, sedangkan cara pengangkatan
ovari adalah cara mengambil telur dengan cara mengangkat seluruh gonad ikan (ikan mati).
Cara mengawetkan telur dilakukan menggunakan cairan formalin, larutan dan pendinginan.
Tujuan dari pengawatan ini adalah telur dapat digunakan pada waktu yang lainnya.
Cara menghitung telur dilakukan dengan beberapa metode yaitu secara langsung, metode
volumetrik, metode gravimetrik, dan metode gabungan (volumetrik, gravimetrik dan
jumlah/langsung).
Menghitung telur secara langsung adalah dengan mengeluarkan semua telur yang berada
pada ovarium, kemudian dihitung secara langsung, hal ini bisa dilakukan apabila jumlah telur tidak
banyak. Penghitungan dengan metode volumetrik adalah menghitung telur berdasarkan volume
dengan metode gelas ukur. Penghitungan dengan metode gravimetrik adalah menghitung telur
berdasarkan pada berat telur. Penghitugan telur berdasarkan metode gabungan adalah
menghitung dengan menggunakan dari ketiga metode (langsung/jumlah, volumetrik dan
gravimetrik) dengan tujuan untuk mengeliminir kesalahan apabila berat telur tidak sama dengan
volume telur (keragaman telur).

13
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

5.3 ALAT DAN BAHAN


5.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Timbangan - Alat sectio - Mangkok
analitik - Loupe - Nampan
- Serbet - Beaker glass - Handtally counter
- Cawan petri - Gelas ukur - Pipet tetes

5.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Ikan lele betina - NaCl Fisiologis
- Tissue - Kertas saring

5.4 PROSEDUR KERJA


5.4.1 Cara Mendapatkan Telur

Induk Betina

- ditimbang (W0) gram


- diukur panjang ikan (TL) cm
- dilakukan pengangkatan ovari
- ditimbang (Wt) gram
- didapatkan berat telur

Hasil

5.4.2 Cara Menghitung Telur


a) Metode Volumetrik

Gelas Ukur

- diisi dengan NaCl Fisiologis pada batas volume tertentu


- dimasukkan gonad ke dalam beaker glass yang berisi Natrium Fisiologis
- dihitung selisih antara volume gelas ukur yang berisi telur dan volume air dalam gelas
ukur sebelum diisi telur (V)
- diambil gonad sebagian dan ditimbang menggunakan timbangan analitik

Gonad Sebagian

- diukur dengan metode volumetrik seperti di atas (v)


- dihitung jumlah telur sebagian (x)
- dihitung nilai fekunditasnya (X)
X:x=V:v

Hasil

14
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

b) Metode Gravimetrik

Gonad

- diambil gonad/telur dari ikan sampel


- ditimbang semua gonad/telur dengan timbangan analitik (G)
- diambil gonad/telur

Gonad Sebagian

- ditimbang dengan timbangan sartorius (g)


- dihitung semua telur yang telah ditimbang (x)
- dihitung nilai fekunditasnya
X:x=G:g

Hasil

c) Metode Gabungan (Volumetrik, Gravimetrik, dan Jumlah)

Gonad

- diambil gonad/telur dari ikan sampel


- ditimbang semua gonad/telur dengan timbangan analitik (G)
- diambil gonad/telur

Gonad Sebagian

- ditimbang dengan timbangan analitik (Q)


- dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi air 10 cc (V)
- diaduk sampai rata
- diambil sebanyak 1 cc F=GxVxX
- dihitung telurnya (X) Q

- dihitung nilai fekunditasnya

Hasil

15
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

6. AWAL DAUR HIDUP

6.1 MAKSUD DAN TUJUAN


6.1.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah:
1. Praktikan dapat mengetahui cara pemijahan ikan secara buatan.
2. Mengetahui perkembangan embrio ikan secara mikroskopis.

6.1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mampu mempraktekkan cara pemijahan secara buatan pada ikan.
2. Mampu mengidentifikasi gambaran secara morfologi pada perkembangan embrio ikan secara
mikroskopis.

6.2 PERKEMBANGAN EMBRIO


Awal periode embrio dimulai dari pembuahan telur oleh sperma dan berakhir setelah
semua organ tubuh terbentuk hamper sempurna dan mulai menetas. Selama pembentukan organ
tersebut dimulai dari pengerasan chorion, hal ini menunjukkan bahwa telur mengadakan
perlindungan untuk menjaga gangguan dari luar selama pembentukan organ berjalan. Pada waktu
akan menetas kekerasan chorion menurun kembali. Hasil dari pembelahan membentuk dua
macam sel yaitu blastoderm dan periblast.
Yang dimaksud dengan masa pengeraman adalah saat telur setelah dibuahi sampai
menetas, dimana selama waktu tersebut didalam telur terjadi proses-proses embriologis.
Pembelahan telur teleolecithal dinamakan meroblastik dimana kuning telur tidak ikut membelah.
Lama pengeraman ikan tergantung dari spesies dan beberapa factor. Faktor luar terutama
mempengaruhi suhu, oksigen, dan cahaya. Pada table dibawah menunjukkan masa pengeraman
dari beberapa spesies ikan (Hora and Pillay, 1962).
Tabel: Masa pengeraman beberapa spesies
No. Spesies Masa Pengeraman
1. Gurami (Osphronemous gouramy) 30 -36 jam
2. Bandeng (Chanos chanos) 24 jam
3. Sepat (Trichogaster trichopterus) 24 jam
4. Sepat siam (Trichogaster pectoralis) 36- 48 jam
5. Betok (Anabas testudineus) 24 jam
6. Tambakan (Helostoma temmincki) 24 jam
7. Mujaer (Tilapia mozambica) 3 - 5 hari
8. Gabus (Ophiocephalus striatus) 2 4 hari
9. Mas (Cyprinus carpio) 2 3 hari

Perkembangan Larva Ikan Hiu Tawar


Larva ikan hiu tawar yang baru menetas adalah transparan, tidak berpigmen, alat
renangnya belum sempurna dan mempunyai ukuran panjang sekitar 3 mm. Satu sampai dua jam

16
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

setelah menetas, mulai aktif dan bergerak secara vertical sampai ke permukaan air kemudian
turun dan selanjutnya naik lagi secara berulang-ulang ( Ling et al., 1966; Varikul dan Boonsom,
1968 ). Larva tertarik pada cahaya yang sedang, tetapi cenderung menghindari cahaya matahari
ayng kuat secara langsung ( Ling et al., 1966).
Varikul dan Boonsom (1968) mengamati bintik pigmen kecil di sekitar kantung telur muali
nampak kira-kira enam jam setelah menetas dan sekitar 12 jam kemudian terlihat pigmen mata.
Pada 21 jam setelah menetas, sungut tampak dan tumbuh dengan cepat. Mulut mulai terbuka kira-
kira dua hari setelah menetas. Pada hari ketiga kantung telur hamper habis terserap dan larva
o
sudah mulai berenang secara horizontal. Kira-kira 14 hari setelah menetas, pada suhu 23 C
o
sampai 29 C larva ikan hiu air tawar sudah menyerupai bentuk ikan dewasa.
Larva ikan hiu air tawar bersifat kanibal, tidak aktif mencari makan tetapi bergerak aktif
dengan mulut terbuka. Jika ada larva lain yang menyentuh mulutnya, maka mulut segera tertutup
dan korbannya ditelan sedikit demi sedikit. Sifat kanibal ini muncul apabila kuning telur telah habis
terserap, kepadatannya tinggi dan ketersediaan pakan tidak mencukupi (Hardjamulia, et al., 1981).
Tabel: Perkembangan larva ikan hiu tawar, Pangasius hypopthalmus (Varikul dan Boonsom, 1968)
Waktu Setelah Ukuran
Perkembangan Stadia
Penetasan (mm)
- Larva yang baru menetas 2,98
6 jam Syaraf mata dan pendengaran sudah dibentuk. Pada kantung 4,55
kuning telur tampak pigmen
12 jam Peningkatan pigmen pada kantung kuning telur, jantung kelihatan 4,91
14 jam Pigmen mata sudah terbentuk, jantung mulai berdenyut 4,91
22 jam Sungut, mulut, dan saluran pencernaan terbentuk, selaput ekor 5,03
melebar
1 hari Mulut berkembang, sungut memanjang 5,57
2 hari Mulut terbuka, gigi berkembang, pigmen badan sudah nampak, 6,16
selaput ekor lebih melebar
3 hari Kuning telur hampir terserap habis, gigi palatin berkembang penuh, 6,80
sungut memanjang, sirip adipose terbentuk
4 hari Pigmen terakumulasi pada bagian bawah tubuh, selaput ekor 6,93
melekuk
6 hari Selaput sirip ekor secara perlahan muncul, sirip punggung dan sirip 9,79
anus mulai terbentuk
14 hari Hiu tawar mulai fase muda, menyerupai ikan dewasa 13,36

6.3 ALAT DAN BAHAN


6.3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Timbangan analitik - Dissecting set - Aerator - Obyek glass
- Mangkok plastik - Kolam - Thermometer - Pipet tetes
- Spuit - Serbet - Mikroskop - Saringan teh
- Akuarium - Kamera digital - Heater aquarium - Pisau

17
Studying Biology Fisheries for ensure the conservation of fish and aquatic
resources
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

6.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Induk ikan lele jantan dan betina (resipien)
- Hormon Ovaprim (jantan ; 0,3 ml/kg & betina ; 0,5 ml/kg)
- NaCl Fisiologis
- Larutan Fertilisasi (4 gr garam + 3 gr Urea + dilarutkan dengan aquades sampai menjadi 1 L)
- Alkohol 70 %
- Tissue
- Aquadest
- Air

6.4 PROSEDUR KERJA


6.4.1 Proses Penyuntikan Induk Ikan Betina dan Striping
Induk Ikan Sebelum Disuntik

- ditimbang berat tubuh dengan timbangan analitik (dihitung sebagai W o)


- disuntik dengan spuit yang berisi larutan ovaprim + Natrium Fisiologis (1:2) dengan
teknik intramuscular (kanan & kiri)
- dihitung suhu air kolam (T)
- dihitung latency time (selang waktu antara waktu penyuntikan dengan striping) dengan

rumus =
Induk Ikan setelah Disuntik

- disediakan wadah
- di-stripping
- didapatkan telur
- permukaan wadah ditutup dengan plastik hitam

Hasil

6.4.2 Proses Penyuntikan Induk Ikan Jantan dan Pengambilan Sperma


Induk Ikan Setelah Disuntik
- ditimbang berat tubuh dengan timbangan analitik (dihitung sebagai W o)
- disuntik dengan spuit yang berisi larutan ovaprim + NaFis (1:2) dengan teknik
intramuscular (kanan & kiri)
- dimatikan dengan memotong bagian kepala ikan
- disectio bagian perutnya
- diambil gonadnya dan gonad dibersihkan dengan tissue
- dimasukkan wadah dan gonad dicacah + NaCl Fisiologis secukupnya
- didapatkan sperma

Hasil
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

6.4.3 Proses Pencampuran Telur dengan Sperma dan Penebaran Telur yang telah Terbuahi
ke dalam Aquarium
Telur dan Sperma

- dicampur lalu ditambahkan larutan fertilisasi pada mangkok


- dihomogenkan (dengan cara menggoyang mangkok)
- dibuang larutan fertilisasi yang tersisa di dalam mangkok percampuran
- dibilas dengan aquadest
- didapatkan telur yang sudah terbuahi

Telur yang Terbuahi

- ditebar dalam aquarium dan pada saringan yang telah disiapkan


- diamati suhu, dan difoto perkembangan telur pada mikroskop tiap 2 jam sampai telur
menetas
- diambil telur yang mati
- dimasukkan dalam form dan digambar bentuk perkembangan embrio

- dihitung Hatching rate =

Hasil
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

CONTOH LAMPIRAN
1. SEKSUALITAS
Morfologi Dan Anatomi Ikan Nila dan Ikan Hias

GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR

Form Data Karakteristik Seks (Sekunder)


No. Spesies Jenis Kelamin Ciri Khusus
Jantan ()
1
Betina ()

Jantan ()
2
Betina ()

Jantan ()
3
Betina ()

2.TINGKAT KEMATANGAN GONAD


Form Data Tingkat Kematangan Gonad Ikan Nila
KEL. TL (Cm) W (Gr) Jenis Kelamin Wg (gr) TKG GSI GI

Keterangan:
Jenis Kelamin : (0) tidak terdeteksi, (1) jantan, (2) betina
TKG : disesuaikan dengan Tingkat kematangan gonad menurut Kesteven

Form Data Karakteristik Seks (Primer dan Sekunder) dan TKG Ikan
Spesies:
Kel. Ikan ke TL (cm) W (Gr) SEX (gr) Wg (gr) TKG GSI GI
1
2
3

Morfologi Dan Anatomi Gonad Betina


Panduan Praktikum Biologi Perikanan

GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR

Morfologi Dan Anatomi Gonad Jantan


GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR

3. FOOD AND FEEDING HABIT


Form Data Kebiasaan Makan Ikan
Metode Frekuensi Kejadian
Plankton
Wt TL WL WI X XA XB
KLP (gr) (cm) (gr) (gr) Zoo Phyto (a + b) (%) (%)
(b) (a)

Zooplankton
XB = WL x b % XB = b x 100 %
WI a+b

Rata-rata
X total b = XB1 + XB2 + + XBn
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Phytoplankton
XA = WL x a % XA = a x 100 %
WI a+b

Rata-rata
X total a = XA1 + XA2 + + XAn
n

4. HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT


Morfologi dan Anatomi Ikan Nila
GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR

Data Hubungan Panjang dan Berat


Spesies :
Kelompok :
No. TL (cm) Girth (cm) W (gr)

Analisa Data
Kel. No.Ikan L Log L W Log W Log L x Log W (Log L)2
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Morfologi dan Anatomi Udang Galah


GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR

Data Hubungan Panjang dan Berat


Spesies :
Kelompok :
Kel. No. Udang TL (cm) Girth (cm) W (gr)

Analisa Data
Kel. No. Udang L Log L W Log W Log L x Log W (Log L)2

Morfologi dan Anatomi Belut


GAMBAR PRAKTIKUM KETERANGAN

GAMBAR LITERATUR
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Data Hubungan Panjang dan Berat


Spesies :
Kelompok :
Kel. No. Belut TL (cm) Girth (cm) W (gr)

Analisa Data
Kel. No. Belut L Log L W Log W Log L x Log W (Log L)2

5. FEKUNDITAS
ORGAN SEX INDUK BETINA ORGAN SEX INDUK JANTAN

GAMBAR INDUKAN IKAN

Form Data Fekunditas


Spesies:
Metode Volumetrik
No V v x X Keterangan
(cc) (cc) (butir) (butir)

Metode Gravimetrik
No G g x X Keterangan
(gr) (gr) (butir) (butir)
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Metode Gabungan
No G V X Q F Keterangan
(gr) (cc) (butir) (gr) (butir)

Hatching rate

Kelompok :

Gambar Ikan beserta Gonadnya


GAMBAR PRAKTIKUM IKAN JANTAN GAMBAR PRAKTIKUM IKAN BETINA

GAMBAR PRAKTIKUM GONAD IKAN GAMBAR PRAKTIKUM GONAD IKAN


JANTAN BETINA
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Gambar. 1 bagian luar dan dalam tubuh ikan

Bagian luar pada ikan

Bagian dalam (organ) pada ikan

Gambar. 2 Metode pengukuran panjang pada ikan dan udang

Pengukuran ikan
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

Pengukuran udang

Gambar. 3 Fase Perkembangan Telur Ikan Lele (Clarias gariepinus)

A B C D

E F G H

I J K L

Keterangan :
A : Awal pembelahan sel
B, C, D : Fase Morula
E, F, G : Fase Blastula
H, I, J, K : Fase Gastrula
L : Larva

FORMAT LAPORAN
1. SEKSUALITAS
1. PENDAHULUAN
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

1.1 Latar Belakang


1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan (Nila & Hias)
2.2 Pengertian Seksualitas
2.3 Sifat Seksualitas
2.4 Macam Seksualitas
2.5 Perbedaan Jenis Kelamin Berdasarkan Ciri Seksualitas Primer Dan Sekunder
2.5.1Perbedaan Jenis Kelamin Berdasarkan Ciri Seksualitas Primer
2.5.2 Perbedaan Jenis Kelamin Berdasarkan Ciri Seksualitas Sekunder

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
3.2 Bahan dan Fungsi
3.3 Skema kerja

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Data
4.2.1 Analisa Organ Seks Primer
4.2.2 Analisa Organ Seks Sekunder
4.3 Manfaat di Bidang Perikanan ( Menurut Prodi )

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Lampiran 1 : Gambar morfologi ikan, keterangan dan gambar literaturnya
Lampiran 2 : Gambar gonad jantan (testis) dan gonad betina (ovarium),
keterangan, dan literaturnya
Lampiran 3 : Gambar gonad ikan hermaphrodit
Lampiran 4 : Tabel data pengamatan
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

2. TINGKAT KEMATANGAN GONAD


1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan
2.2 Tahap Dan Gambar Perkembangan Gonad
2.3 Tingkat Kematangan Gonad
2.3.1 Menurut Kesteven
2.3.2 Menurut Takata
2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kematangan Gonad
2.5 Gonado Somatik Indeks (GSI)
2.6 Gonado Indeks (GI)

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
3.2 Bahan dan Fungsi
3.3 Skema kerja

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Data
4.2.1 Analisa TKG
4.2.2 Analisa GSI
4.2.3 Analisa GI
4.3 Manfaat di Bidang Perikanan (Menurut Prodi)

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Lampiran 1 : Gambar morfologi ikan, keterangan dan gambar literaturnya
Lampiran 2 : Gambar gonad jantan (testis) dan gonad betina ( ovarium),
keterangan, dan literaturnya
Lampiran 3 : Gambar gonad ikan hermaphrodit
Lampiran 4 : Tabel data pengamatan
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

3. FOOD AND FEEDING HABIT

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Food and Feeding Habits
2.2 Food and Feeding Habits Ikan Sampel
2.3 Penggolongan Ikan berdasarkan Food and Feeding
2.4 Penggolongan Ikan berdasarkan Tipe Usus (disertai gambar)
2.5 Food and Feeding berdasarkan Bentuk Morfologi Ikan
2.6 Rantai Makanan (disertai gambar)
2.7 Jaring Makanan (disertai gambar)

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsinya
3.2 Bahan dan Fungsinya
3.3 Skema Kerja (flow chart)

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Hasil
4.2.1 Analisa Hasil Kelompok
4.2.2 Analisa Hasil Seluruh Kelompok
4.3 Manfaat dari Praktikum

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Lampiran 1 : Data hasil pengamatan
Lampiran 2 : Perhitungan (% jumlah phytoplankton dan zooplankton)
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

4. HUBUNGAN PANJANG dan BERAT

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan
2.2 Pengertian Pertumbuhan
2.3 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
2.4 Pertumbuhan Allometrik dan Isometrik
2.5 Hubungan Panjang dan Berat

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
3.2 Bahan dan Fungsi
3.3 Skema Kerja (flow chart)

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Hasil
4.2.1 Analisa Hasil Kelompok
4.2.2 Analisa Hasil Seluruh Kelompok
4.3 Grafik Hubungan Panjang dan Berat
4.4 Analisa Grafik
4.5 Manfaat di Bidang Perikanan

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
-
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Lampiran 1 : Gambar morfologi ikan, keterangan dan gambar literaturnya
Lampiran 2 : Gambar morfologi udang, keterangan dan gambar literaturnya
Lampiran 3 : Gambar morfologi belut, keterangan dan gambar literaturnya
Lampiran 4 : Tabel data pengamatan dan perhitungan
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

5. FEKUNDITAS

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Sampel
2.2 Pengertian Fekunditas
2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fekunditas
2.4 Macam-Macam Fekunditas
2.5 Cara Mendapatkan Telur
2.6 Cara Menghitung Telur
2.7 Cara Mengawetkan Telur
2.8 Sifat-Sifat Telur
2.9 Hubungan Fekunditas Dengan Panjang Berat Ikan

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
3.2 Bahan dan Fungsi
3.3 Skema Kerja
3.3.1 Pengambilan Telur
3.3.2 Menghitung Telur

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Manfaat di Bidang Perikanan

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
Lampiran
Lampiran 1 : Gambar morfologi ikan sampel, keterangan dan gambar literaturnya
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

6. AWAL DAUR HIDUP

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi dan Morfologi
2.2 Ciri ciri Kematangan Gonad pada Ikan
2.2.1 Ikan Jantan
2.2.2 Ikan Betina
2.3 Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kematangan Gonad
2.4 Macam macam Hormon Pemicu Kematangan Gonad
2.5 Teknik Penyuntikan
2.6 Pengertian Pemijahan
2.7 Macam-Macam Pemijahan
2.8 Bagian-Bagian Telur (disertai gambar)
2.9 Fase Perkembangan Embrio Ikan dan Gambar

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
3.2 Bahan dan Fungsi
3.3 Skema Kerja

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Data
4.3 Analisa Hasil
4.4 Manfaat di Bidang Perikanan
4.5 Hubungan Awal Daur Hidup Dengan Fekunditas

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
Lampiran
Lampiran 1 : Gambar fase perkembangan embrio ikan, keterangan, literaturnya
Lampiran 2 : Tabel data pengamatan
Panduan Praktikum Biologi Perikanan

CATATAN MATERI PRAKTIKUM