Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lingkungan permukiman dan perumahan merupakan kebutuhan dasar


manusia dan juga merupakan determinan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan
hampir separuh hidup manusia akan berada di rumah, seingga kualitas rumah akan
berdampak terhadap kondisi kesehatannya (Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, 1999). Rumah seharusnya menjadi tempat yang bebas dari gangguan, rasa
kebersamaan. Rumah yang sehat mampu melindungi dari panas dan dingin yang
ekstrim, hujan dan matahari, angin, hama, bencana seperti banir dan gempa bumi,
serta polusi dan penyakit (Wicaksono, 2009). Rumah sehat menurut Departemen
KesehatanRepublik Indonesia (2005), merupakan bangunan tempat tinggal yang
memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air
bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang
baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari
tanah.

Kondisi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi kesehatan merupakan


faktor fisik resiko penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit berbasis
linkungan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kondisi rumah yang tidak sehat
mempunyai hubungan terhadap kejadian penyakit. Penelitian Wahyuni (2005)
menemukan bahwa balita yang menderita demam berdarah 64% bertempat tinggal dii
rumah yang mempunyai sarana pembuangan air yang tidak memenuhi syarat.
Yuwono (2008) menemukan lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat
merupakan faktor risiko terjadinya pneumonia pada balita. Wulandari (2009)
menemukan sanitasi rumah yang buruk dapat menyebabkan balita terkena diare.

1
Fasilitas-fasilitas lain yang ada di lingkungan permukiman juga sangat
menunjang kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya. Dengna adanya fasilitas-
fasilitas tersebut kita dapat mengetahui bahwa lingkungan permukiman tersebut baik
atau tidak untuk kesehatan masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

Hal ini mendasari penulis melakukan identifikasi sanitasi Permukiman Desa


Demansari khususnya RW 04, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen untuk
mengetahui Sanitasi Pemukiman yang ada di wilayah desa tersebut

B. Tujuan

Tujuan di adakannya Survey Sanitasi Permukiman di wilayah desa


Demangasari Rw 04 , Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen adalah untuk menilai
apakah sanitasi permukiman yang ada di wilayah desa tersebut baik atau tidak untuk
keadaan kesehatan fisik maupun mental masyarakatnya. Sedangkan tujuan khususnya
adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sanitasi Permukiman pada semester lima
ini.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang ada pada laporan ini adalah sebagai
berikut:

Bagaimana keadaan demografi desa Demangsari Rw 04, Kecamatan Ayah,


Kabupaten Kebumen?
Apa saja fasilitas-fasilitas yang ada di RW 04?
Bagaimana kondisi rumah responden yang ada di daerah rw 04 desa
Demangsari?
D. Manfaat
1. Bagi Pemerintah

2
Manfaat bagi Pemerintah setempat adalah inspeksi sanitasi permukiman ini
dapat menjadi acuan dalam hal pembenahan desa agar menjadi sebuah desa
yang baik dalam hal sanitasinya.

2. Bagi Institusi

Institusi dapat mengukur tingkat pengetahuan seorang mahasiswa dari praktik


inspeksi sanitasi ini sehingga institusi dapat dengan jelas memberikan nilai
yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa tersebut.

3. Bagi Mahasiswa

Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana permasalahan yang ada di sebuah


permukiman dan mencoba untuk mengatasinya. Sehingga pengetahuan
mahasiswa tersebut dengan sendirinya akan bertambah.

3
BAB II

HASIL

A. Gambaran Umum

Nama ketua RW : Bpk. Jayus

Lokasi Penelitian :RW. 04, desa Demangsari Kecamatan Ayah


Kabupaten Kebumen

Nama pemeriksa : Vivi Kusumastuti

Tanggal Pemeriksaan : 30 November 2014

Letak Geografis :

Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulurejo


Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bulurejo
Sebelah utara berbataasan dengan RW 05
Sebelah Timur berbatasan dengan RW 03

Desa Demangsari berada di Kecamatan Ayh Kabupaten Kebumen. Wilayah


Desa Demangsari merupakan area seluas 296.550 Ha, Desa Demangsari terdiri dari 4
( Empat ) Dusun, 10 RW dan 28 RT yaitu :
1. Dusun I Wil Kademangan ( 3 RW terdiri dari 7 RT ) terletak disebelah
Timur
2. Dusun II Wil Wanasari Lor ( 2 RW terdiri dari 7 RT ) terletak disebelah
Utara
3. Dusun III Wil Wanasari Kidul (2 RW terdiri dari 6 RT) terletk disebelah
Barat
4. Dusun IV Wil Kabuatan (3 RW terdiri dari 7 RT) terletak disebelah Selatan
Dalam lingkungan regional Desa Demangsari terletak pada jalan alternatif
menuju ke Jakarta apabila terjadi kemacetan antara Tambak sampai Buntu.

4
Secara Administrasi Desa Demangsari merupakan salah satu dari 18 ( Delapan
belas) desa diwilayah kecamatan Ayah yang bisa dikatakan sebagai ibukota
Kecamatan karena Di Desa Demangsari terdapat Instansi-instansi penting seperti
Kantor Camat Ayah, BUMN dan lain-lain. Jarak tempuh Dari Kantor Desa ke Kantor
Kecamatan 0,5 Km sedangkan Jarak Desa Ke Pusat Kabupaten 45 Km ditempuh
dalam waktu 1 Jam.
Secara Administratif Wilayah Desa Demangsari mempunyai batas-batas antara
lain :
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Candirenggo
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kedungweru dan Kabupaten
Banyumas
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Jatijajar
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulurejo dan Desa Kedungweru

Iklim Desa Demangsari, sebagaimana desa-desa lain diwilayah Indonesia


mempunyai iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh
langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Demangsari, Kecamatan Ayah
Iklim merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan
tanaman. Iklim bersama -sama dengan tanah dan makhluk hidup ( manusia, hewan
dan vegetasi ) akan saling berinteraksi dalam kurun waktu tertentu dan akan
menetukan kondisi lingkungan hidup suatu wilayah. Desa Demangsari termasuk
beriklim tropis dan terbagi menjadi 2 ( dua ) musim yaitu musim kemarau dan musim
penghujan.

B. Hasil
1. Permukiman

5
Poin akhir dari penilaian permukiman di RW 04 desa Demangsari,
Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen adalah sebesar ..... fasilitas yang ada di
Rw 04 adalah :
NO Fasilitas jumlah
1 Mushola 2
2 Masjid 1
3 Warung dan Toko Sembako 5
4 Posyandu 1
5 Paud 1
6 Tempat Cucian Motor 3
7 Penggilingan padi 1
8 Pos Kamling 3

2. Rumah Sehat
- Hasil inspeksi sanitasi
Berikut adalah hasil dari skore penilaian terakhir dari masing-masing
responden.
Nama KK Jumlah penilaian keterangan
Tn. W 990 Rumah Tidak Sehat
Tn. L 776 Rumah Tidak Sehat
Tn. R 896 Rumah Tidak Sehat
Tn. AR 851 Rumah Tidak Sehat
Tn. BW 958 Rumah Tidak Sehat
Tn. SP 988 Rumah Tidak Sehat
Tn. T 807 Rumah Tidak Sehat
Tn. S 958 Rumah Tidak Sehat
Tn. G 896 Rumah Tidak Sehat
Tn. KR 813 Rumah Tidak Sehat
Dari data diatas, dinyatakan bahwa seluruh responden yang saya periksa
masuk kategori rumah tidak sehat. Hal ini dikarenakan bahwa batasan skore
untuk menjadikan rumah tersebut sehat, paling rendah harus memiliki skore
1200 jika dibawah poin tersebut maka akan langsung dinyatakan bahwa
rumah tersebut tidak sehat. Waalaupun begitu terdapat 1 (satu) rumah yang
memiliki poin tertinggi yaitu sebesar 990 yaitu milik Tn. W. Walaupun tidak

6
masuk kategori rumah sehat, tetapi kebersihan maupun fasilitas rumah sehat
yang ada di sana telah cukup memnuhi syarat.
Untuk rumah dengan poin terendah dimiliki oleh Tn. L dengan poin
sebesar 776. Hal tersebut sangat buruk mengingat pada saat wawancara,
responden mengaku memiliki penyakit asma.
Bila di jabarkan dari 10 sampel rumah yang ada di RW 04 desa
Demangsari maka, akan terbentuk tabel sebagai berikut.
- Keadaan langit-langit
Dari 10 rumah yang saya periksa menggunakan cheklist yang ada di
dapatkan hasil , 7 rumah tidak memiliki langit langit yang berarti langsung
terhubung dengan atap. Sedangkan yang memiliki langit-langit tetapi ada kotoran
dan sulit dibersihkan terdapat 2 rumah dan sisanya terdapat langit-langit dan
tidak rawan kecelakaan.
variabel Jumlah Rumah Prosentase (%)
Tidak ada 7 70%
Ada kotoran, sulit dibersihkan 2 20%
dan rawan kecelakaan
Ada, bersih dan tidak rawan 1 10%
kecelakaan
Total 10 100%

- Membersihkan rumah dan halaman

Dari 10 responden yang saya periksa, didapatkan bahwa sebesar 100% dari
seluruh responden membersihkan rumah dan halaman mereka setiap hari.

Variabel Jumlah rumah Prosentase


Tidak permah dibersihkan 0 0
Kadang-kadang 0 0
Setiap hari dibersihkan 10 100%
Total 10 100%

7
- Membuang tinja bayi dan balita ke jamban

Dari 10 responden yang ada saya periksa, hampir 100% dari total keseluruhan
responden membuang tinja balita ke jamban atau tidak ada bayi maupun balita di
rumah tersebut.

Variable Jumlah rumah Prosentase


Dibuang ke sungai 0 0
Kadang-kadang ke jamban 0 0
Setiap hari dibuang ke 10 100%
jamban / no baby
Total 10 100%

- Mambuang sampah ke tampat sampah

Hampir 100% dari total responden yang saya periksa, 100% membuang
sampah mereka ke kebun secara sembarangan atau juga membuat lubang ddi
kebun mereka.

Variabel Jumlah rumah Prosentase


Dibuang ke sungai atau 10 100%
kebun./ kolam/
semabarangan
Kadang-kadang dibuang 0 0
ke tempat sampah
Setiap hari dibuang ke 0 0
tampat sampah
Total 10 100%

- Menempatkan kandang ternak/piaraan

8
Sebanyak 60% dari total keseluruhan responden menempatkan ternak mereka
secara terpisah dengan jarak < 10 meter dari rumah mereka. Sedangkan sisanya
menempatkan ternak menempel atau berhimpit dengan dinding rumah mereka.

Variabel Jumlah rumah Prosentase


Di dalam rumah - -
Menempel di dinding / 4 40%
berhimpit dengna rumah
Terpisah dengan rumah 6 60%
<10 meter
Terpisah dengna rumah 0 0
>10 meter atau tidak
punya kandang ternak
Total 10 100%

BAB III

PEMBAHASAN

A. Permukiman

Rw. 04 termasuk dalam kategori Permukiman yang.... Sehat Fasilitas yang


ada di Rw 04 desa Demangsari adalah:

a. Mushola dan Masjid.

Mushola dan masjid yang ada di wilayah RW 04 berjumlah 3 buah


dengan penjabaran mushola terdapat 2 buah dan masjid terdapat 1 buah.
Posisi masjid dan mushola yang ada strategis, kapasitas tempat mencukupi

9
jamaah yang datang, terhindar dari bencana (banjir) karena tempatnya
yang cukup tinggi, serta tidak dekat dengan tempat hiburan seperti dikostik.

Permasalahan yang sering muncul di mushola dan masjid adalah alat


sholat yang jarang dicuci sehingga berjamur dan berdebu.

Saran dari permasalahan ini adalah mungkin pengurus mushola


maupun masjid yang ada di RW 04 secara bergilir membentuk jadwal
bulanan yang akan mencuci karpet sajadah dan mukena maupun sarung
yang ada di masjid tersebut.

b. Warung dan Toko Semabako

Terdapat 5 buah warung dan toko sembakau di daerah RW 04. Di RT


01 terdapat 1 buah toko sembako yng cukup besar. Lalu di RT 02 terdapat 2
buah warung.

Posisi warung ada di setiap kelompok 50 keluarga dan jarak


maksimumnya adalah 300 mter. Masalah yang ada di warung-warung
tersebut biasanya berupa penataan produk makanan dan produk lainya
kadang tercampur sehingga di khawatirkan dapat mengkontaminasi produk
dari makanan. Selain itu biasanya tikus sangat senang berada di sekitar
warung karena terdapat banyak makanan. Sehingga sangat
mengkhawatirkan karena tikus merupakan hewan pemabwa penyakit.

Saran dari saya adalah, pengelompokan baang harus lebih diperhatikan


lagi lalu membuat kondisi warung tersebut anti tikus. Misalnya dengan
penempatan predator maupun penggunaan kawat kasa di setiap lubang-
lubang ventilasi yang ada.

c. Posyandu dan PAUD

10
Posyandu dan PAUD berada di salah satu rumah warga di RW 04.
Banyak dari penduduk yang melakukan kegiatan posyand setiap satu bulan
sekali sedangkan untuk PAUD dilakukan 7 hari dalam seminggu.

d. Penggilingan Padi

Hanya ada 1 penggilingan padi di RW 04. Penggilingna padi ini


beroperasi setiap hari untuk menggiling padi para petani yang ada disekitar
Desa Demangsari.

Permasalahan yang sering terjadi di tempat penggilingan padi adalah


banyaknya debu yang berterbangan di dalam ruangan penggilingan
sehingga para pekerja kebanyakan mengidap penyakit sistem pernafasan
karena banyak debu yang terhirup kedalam paru-paru. Lalu banyak tikus
yang berkeliaran karena banyaknya makanan yang ada.

Saran dari saya adalah sebaiknya terdapat sistem penyehatan udara


seperti pemberian spraying untuk mengikat debu agar tidak berterbangan di
udara. lalu untuk ventilasi yang ada sebaiknya di beri kawat kasa untuk
mencegah tikus masuk kedalam ruangan.

e. Tempat pencucian Motor

Tempat pencucian motor di Wilayah RW 04 terdapat 3 tempat. 2


tempat berada di RT 02 sedangkan yang lainnya berada di RT 01.

Permasalahan yang ada biasanya adalah lantai di tempat pencucian


motor kotor dan licin sehingga pekerja dapat tergelincir dan mengalami
kecelakaan kerja. Lalu selain itu, air limbah yang ada tidak diolah dan
membuat lingkungan tercemar.

11
Saran dari saya adalah sebaiknya lantai tempat pencucian motor di
buat kasar dan para pekerja harus memakai sepatu boot anti slip sehingga
para pekerja tidak mudah terpeleset. Pemakaian alat pelindung diri seperti
masker, sepatu boot dan sarung tangan juga sangat penting. Lalu sebaiknya
air limbah yang ada di olah dengan sebaik-baiknya sehingga tidak
mencemari lingkungan.

f. Pos Kamling

Pos kamling yang ada di RW 04 berada di setiap RT . tetapi


kebanyakan tidak dipakai karena kegiatan ronda yang tidak berjalan
sepenuhnya. Kegiatan ronda hanya berjalan pada saat akan diadakan
pemilu atau pun pada hari-hari besar yang ada di Desa Demangsari.

Masalah yang sering terjadi di wilayah RW 04 Desa Demangsari adalah


jika pada saat musim hujan tiba, sebagian wilayah RW 04 terutama yang memiliki
ketinggian yang rendah akan terendam banjir. Air yang datang ke wilayah
permukiman bukan hanya berasal dari air sungai yang meluap tetapi karena
limpahan air dari areal persawahan yang ada di pinggiran desa.

Kebanyakan bila telah terjadi banjir, maka penyakit seperti gatal-gatal


akan mudah menyerang para warga. Belum lagi karena kebanyakan warga
membuang sampahnya di lubang yang ada di pekarangan mereka, pada saat banjir
tiba maka sampah akan ikut mengapung terbawa aliran air dan membuat lebih
banyak sumber penyakit. Banyaknya warga yang berternak ayam maupun bebek
dan kambing, membuat air banjir yang ada di daerah tersebut bertambah kotor
dan banyak membawa kuman penyakit.

Keanekaragaman pekerjaan dan pendidikan di RW 04 juga sangat


mempengaruhi tingkat kesehatan penduduk desa ini. Kebanyakan penduduk desa

12
adalah para petani padi sehingga penyakit yang banyak diderita di desa ini juga
berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Masalah lain yang sering terjadi di RW 04 adalah masalah sampah dan air.
Jika musim kemarau kebanyakan sumur-sumur akan kering dan warga
kekurangan air bersih. Sedangkan untuk masalah sampah, kebanyakan warga
masih banyak menumpuk sampah mereka di kebun dan kemudian dibakar.
Padahal jika dibakar maka akan menghasilkan gas yang berbahaya karena
kebanyakan sampah warga adalah sampah plastik.

B. Rumah Sehat

Berikut adalah penjabaran dari survey rumah sehat yang saya lakukan di desa
Demangsari RW 04, kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

1. Rumah Tn. W

Di rumah tuan W, secara keseluruhan rumah beliau sudah memenuhi


syarat-syarat kesehatan yan ada. Tetapi walaupun begitu, nilai akhir cheklis
milik rumah Tn.W hanya sebesar 990 poin saja. Hal itu dikarenakan oleh
beberapa bagian rumah Tn W yang tidak memenuhi syarat kesehatan
seperti :

- Menempatkan kandang ternak menempel dengan dinging rumah.


Tepatnya disebelah kamar tidur. Sehingga debu akibat
pembusukan kotoran dapat langsung masuk ke dalam kamar tidur.
Padahal kotoran ayam sangatlah potensial untuk tempat hidup
kuman penyakit. Jadi, harus benar0benar ditangani dengan benar.
- Membuang sampah di kebun. Walaupun dalam membuang sampah
tidak sembarangan, tetapi mereka membuang sampah di sebuah
lubang yang ada di kebun mereka sehingga secara tidak langsung
mereka mencemari lingkungan kebun juga.

13
- Untuk pembuangan air limbah, mereka menggunakan saluran
terbuka dan di resapkan ke selokan terbuka sehingga
menimbulkan bau dan dapat menjadi tempat hidup vektor maupun
binatang pengganggu dan akhirnya akan menyebabkan masalah
kesehatan.
2. Rumah Tn. L

Rumah Tn. L merupakan rumah dengan nilai paling akhir yang rendah
yaitu sebesar 776 poin saja. Sehingga jauh dari kata sehat. Tn. L sendiri
mengidap penyakit Asma sehingga dengan nilai cheklist yang seperti itu
tidak mengherankan jika salah satu penghuninya memiliki penyakit asma.
Masalah yang ada di rumah Tn. L adalah sebagai berikut:

- Tidak terdapat langit-langit di rumah beliau. Rumah adat yang ada


di daerah RW 04 desa Demgnasari Kecamatan Ayah Kabupaten
Kebumen bernama Rumah Bandung. Struktur rumahnya besar dan
tanpa langit-langit. Sehingga kebanyakan rumah di tempat tersebut
tidak memiliki langit-langit.
- Tidak ada jrndela di ruang keluarga. Sehingga kondisi ruangan
gelap dan harus dibantu dengan pencahayaan dari lampu.
- Dengan tidak adanya jendela ruang keluarga, mengakibatkan
pencahyaan di ruangan tersebut tidak jelas dan sulit untuk
digunakan membaca. Sehingga dengna begitu kelembapan rumah
menjadi sangat lembab dan banyak jamur yang tumbuh dan
mengakibatkan penyakit saluran pernafasan.
- Untuk ventilasi dapur sendiri kurang dari 10% luas lantai.
- Tn.W tidak memiliki jamban melainkan hanya sebuah kotak yang
terdapat tempat untuk jongkok di bagian pinggir kolam sehingga
bila ingin BAB tinggal jongkok diatas kolam.
- Saluran air limbah yang ada juga langsung Dibuang ke kolam
sehingga sering menimbulkan bau yang tidak sedap.
3. Rumah Tn. R

14
Nilai akhir dari perhitungan cheklist dari rumah Tn. R adalah 896 poin.
Masuk dalam area rumah tidak sehat. Hal-hal yang membuat rumah ini tidak
sehat adalah sebgai berikut:

- Tidak adanya langit-langit karena model rumah adat yang tidak


menggunakan langit-langit rumah.
- Dinding rumah tidak tembok melainkan menggunakan bambu saja
dan beberapa menggunakan papan. Hal ini sangat rentan di
lubangi oleh tikus sehingga dapat dengna mudah masuk ke
dalamnya.
- Luas ventilasi dapur dan lubang asap dapur kurang dari 10% dari
luas lantai. Padahal bahan bakar yang digunakan adalah kayu
bakar yang memiliki asap yang cukup banyak bila di bakar.
Sehingga dapur menjadi pengap untuk bernafas. Bahan dinding
yang menggunakan bambu juga dapat dengan mudah terbakar bila
tidak hati-hati dalam proses memasak.
- Saularna air limbah di salurkan ke dalam selokan terbuka
sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan sebagai sumber
penularan penyakit. Dan tentunya mencemari lingkungan
- Sarana pembuangan sampah berada di sebuah lubang yang digali
di sekitar pekarangan. Tanpa tutup sehingga dapat menjadi tempat
perindukan vektor dan binatang pengganggu yang membawa
kuman penyakit. Hal tersebut juga membuat estetika lingkungna
tersebut berkurang keindahannya serta mencemari lingkungan.
- Jendela kamar tidur dibuka kadang-kadang karena profesi
penghuni adalah petani , maka pada saat pagi dan sore hari
berangkat kesawah dan tidak ada orang di rumah sehingga jendela
tidak dibuka demi keamanan rumah tersebut.
- Kandang ternak terletak <10m dari rumah sehingga debu dan bau
yang berasal dari kandang ternak sering tercium hingga rumah.

15
Adanya kandang ternak juga memancing lalat untuk datang
sehingga sangat mudah untuk menyebarkan sumber penyakit.
4. Rumah Tn. AR

Rumah Tn. AR memiliki poin akhir sebesar 851 poin. Walaupun nilai
cheklistnya tergolong tinggi tetapi rumah Tn. R tergolong dalam rumah yang
tidak sehat. Hal ini disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

- Langit-langit rumah yang tidak ada.


- Ventilasi dan luabang asap dapur yang kurang dari 10% sehingga
ruangan dan dapur pengap. Hal tersebut dapat memicu adanya
penyakit saluran pernafasan. Karena kelembapan yang ada di
ruangan udara lembab dan udara tidak dapat bersirkulasi dengna
baik.
- Jendela ruang keluarga dan kamar tidur kadang-kadang dibuka.
Sehingga cahaya tidak dapat masuk kedalam ruangan.
- Tempat sampah yang ada di dalam ruangna tidak terdapat tutup
dan pembuangan akhir dari sampah tersebut adalah di pekarangan
yang dimiliki Tn. AR. Bila sudah penuh maka sampah tersebut di
bakar. Padahal sampah yang paling banyak adalah sampah plastik
yang jika dibakar akan menimbulkan racun bila terhirup oleh
manusia.
- Kandang ternak yang ada terpisah dengan rumah dengan jarak <
dari 10 meter sehingga dapat menyebabkan sumber penyakit.
5. Rumah Tn. BW

Rumah Tn. Bw memiliki poin akhir cheklist sebesar 958 poin. Nilai
ini sebanding dengan masalah yang ada di rumah Tn. BW. Masalah
tersebut adalah:

- Tidak adanya langit-langit di dalam rumah Tn. BW.


- Lantai yang dimiliki oleh Tn. Bw adalah plester yang mudah
berdebu yang tidak terbuat dari semen.

16
- Saluran pembuangan air limbah disalurkan kedalam selokan yang
terbuka sehingga dapat mencemari lingkungan dan bau yang
dihasilkan dapat mengganggu orang-orang yang ada di sekitarnya.
- Sampah yang ada di buang ke pekarangan dan jika sudah penuh
dibakar.
- Kandang ternak yang ada menempel dengan dinding rumah
sehingga sangat beresiko sebagai sumber penularan penyakit.
6. Rumah Tn. SP

Rumah tuan SP memiliki skore akhir cheklist sebanyak 988 poin.


Merupakan skore yang lumayan tinggi tetapi masih dibawah batas karena
belum memenuhi syarat kesehatan yang ada. Hal-hal yang membuat rumah
TN SP masuk kedalam golongan rumah tidak sehat karena hal-hal sebagai
berikut:

- Sarana pembuangna air limbah di resapkan ke selokan terbuka


sehinggga dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan bau yang
tidak sedap.
- Sarana pembuangan sampah di masukan kedalam lubang yang ada
di pekarangan dan tidak kedap air sehingga mencemari lingkungan
dan dapat menjadi tempat sumber penyakit.
- Kandang ternak menempel di dinding rumah sehingga sangat
berpotensi untuk menyebabkan penyakit.
7. Rumah Tn. T

Rumah Tn. S memiliki poin sebanyak 807. Masalah yang terjadi di rumah
Tn S adalah sebagai berikut:

- Langit-langit rumah TN. T terdapat banyak kotoran dan rawan


kecelakaan
- Tembok Rumah Tn. T berupa bambu.
- Luas ventilasi dan lubang asap dapur rumah Tn. T kurang dari 10%
luas lantai

17
- Saluran peresapan air limbah menggunakan saluran terbuka yang
diresapkan ke dalam kolam.
- Sarana pembuangan sampah dibuang kedalam lubang yang ada di
pekarangan.
- Jendela ruang keluarga tidak pernah dibuka sehingga ruang
keluarga dalam keadaan pengap.
- Kandang ternak diletakan kurang dari 10 meter dari rumah.
8. Rumah Tn. S

Rumah Tn. S memiliki poin akhir sebesaar 958. Masalah-masalah yang ada
di rumah Tn. S adalah sebagai berikut:

- Tidak ada langit-langit di rumah TN. S


- Sarana pembuangan sampah di rumah Tn. S menggunakan lubang
sampah yang ada di pekarangan.
- Kandang ternak milik Tn. S berada menempel tepat di tembok
kamar rumah Tn. S sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
9. Rumah Tn. G

Rumah tuan G memiliki skore akhir sebanyak 896 poin. Skore ini cukup
rendah dikarenakan hal hal sebagai berikut:

- Tidak adanya langit-langit di dalam rumah Tn. G, karena bangunan


rumah berupa rumah adat.
- Tembok berupa bilik bambu
- Lubang adap dapur kuran gdari 10% dari luas lantai
- Saluran air limbah disalurkan ke selokan terbuka.
- Sampah dibuang kedalam luabang yang ada dipekarangan.
- Kandang ternak berada kurang dari 10 meter dari rumah.
10. Rumah Tn, KR

Rumah Tn . KR memiliki poin sebesar 813 . Hal-hal yang membuat rumah ini
memiliki nilai yang rendah karena :

- Tidak adanya langit-langit di dalam rumah


- Dinding rumah terbuat dari bilik bambu

18
- Pencahayaan kurang jelas walaupun di waktu siang. Sehingga
memerlukan pnerangan tambahan
- SPAL dibuang ke selokan terbuka.
- Kandang ternak terpisah dari rumah dengan jarak < 10 meter dari
rumah.

19
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil survey yang saya lakukan adalah , bahwa di desa
Demangsari Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen khususnya di RW 04 masih
banyak hal-hal yang berdasarkan sanitasi permukiman yang harus dibenahi untuk
kesehatan dan kesejahteraan warga yang ada di dalamnya.

Fasilitas yang ada di RW 04 cukup lengkap walaupun belum ada balai


pertemuan RW tetapi hal tersebut tidak cukup berpengaruh karena kebanyakan warga
memilih jika terdapat masalah yang perlu diselesaikan dapat diumumkan pada acara
rutin RW yaitu pada saat arisan maupun acara yang lainya.

Masalah yang banyak dihadapi oleh warga , kebanyakan berupa masalah


pengolahan limbah yang ada di di wilayah mereka. Tetpai hal tersebut dapat diatasi
bila warga kompak untuk menangani masalah tersebut.

Masalah yang banyak ditemukan di perumahan warga adalah seperti kurangnya


ventilasi yang ada di ruangan, tidak adanya langit-langit, luabang asap dapur yang
kurang, dan penaganan limbah cair maupun padat serta penempatan kandang ternak.

B. Saran

Saran dari saya untuk permasalahan yang banyak terjadi di daerah RW 04 Desa
Demangsari, Kecamatna Ayah, Kabupaten Kebumen adalah :

- Harus ada sosialisasi dan pemicuan tentang manfaat yang akan


didapatkan bila kita berhasil memisahkan sampah organik dan anorganik.

20
- Sistem pembuangna air limbah harusnya dibuat sedemikian rupa agar
tidak mencemari lingkungan sekitar .

DAFTAR PUSTAKA

http://youngyongs.blogspot.com/2012/12/sanitasi-perumahan-pemukiman-dan-
tempat_1.html

http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=147204

http://digilib.ump.ac.id/download.php?id=3091

21
LAMPIRAN

Lampiran 1

Gambar 1. Kamar tidur salah satu Gambar 2. Dapur responden yang


responden yang bersebelahan dengan memiliki luabang asap dapur
kandang ayam kurang dari 10% luas lantai

Gambar 3. Teras salah satu rumah Gambar 4. Salah satu gambaran


resonden yang penuh dengan barang rumah responden

22
Gambar 5. Salah satu rumah adat yang Gambar 6. Salah satu sumur warga
dimiliki oleh salah satu responden yang ditumbuhi lumut

Gambar 7. Langit-langit rumah salah satu


warga yang masih terbuat dari bambu dan
terdapat banyak kotoran
Gambar 8. Salah satu dapur warga

Gambar 9. Salah satu tempat BAB


responden

23
Gambar 12. Pos Kamling yang
Gambar 11. Masjid di RW 04
beralih fungsi menjadi tempat
jemuran

Gambar 13. Penggilingan padi Gambar 14. Salah Satu Warung di


RT 02/ 04

Gambar 15. Salah satu Warung di RT Gambar 16. Jalan

01/04

24
Gambar 17. Sungai Sangon

Gambar 18. Peta RW 04 dilihat dari Google map (yang dibatasi garis merah)

25
Lampiran 2

I. DATA UMUM

1. Nama Permukiman : RW 04
2. Alamat Permukiman : Ds. Demangsari , Ayah, Kebumen,
54473
3. Jumlah rumah :
4. Nama Pemeriksa :Vivi Kusumastuti
5. Tanggal pemeriksaan : 30 November 2014
6. No. Ijin :-

II. DATA KHUSUS

Berilah Tanda () pada kolom 3 sesuai dengan kondisi yang


diperiksa.

Kolam 4 besarnya nilai setiap criteria, kolom 5 nilai akhir dari


kondisi yang diperiksa sesuai keadaan.

Nilai
Nila
No Variabel Kriteria Penilaian akhi
i
r
1 2 3 4 5
I FASILITAS PSIKOLOGIS
A. Lokasi [ ] Strategis, dekat dengan pusat 5
kegiatan pelayanan, transportasi mudah,
aman, terhindar dari bahaya.
[ ]strategis, dekat dengan pusat 4
kegiatan pelayanan, transportasi mudah,
tidak aman, tidak terhindar dari bahaya
[v ]Strategis, dekat dengan pusat 3 3
kegiatan pelayanan, transportasi sulit,
tidak aman, tidak terhindar dari bahaya.
[]Kurang strategis, tidak dekat dengan 2

26
pusat kegiatan pelayanan, transportasi
sulit, aman, terhindar dari bahaya.
[ ]Tidak strategis, tidak dekat dengan 1
pusat kegiatan pelayanan, transportasi
sulit, tidak aman, tidak terhindar dari
bahaya.
B. Kondisi [ ] Kemiringan tanah maksimal 15%, 5
Geologis/Topo sangat mudah dibuat drainase, mudah di
graf dirikan bangunan.
[ v ] Kemiringan tanah max 15%, mudah 4 4
dibuat drainase, mudah di dirikan
bangunan.
[ ] Kemiringan tanah max 15%, agak 3
susah dibuat drainase, mudah di dirikan
bangunan.
[ ] Kemiringan >15%, mudah dibuat 2
drainase, sulit didirikan bangunan.
[ ] Kemiringan >15%, susah dibuat 1
drainase, sulit didirikan bangunan.
II FASILITAS UMUM
A. Jalan (Lokal)
1. Pembagian [ ] Jalan penghubung ling perumahan 5
jalan min(13x6x1)m, jalan poros ling
perumahan min(11x4,5x1)m, jalan ling
perumahan I min(7,5x3,5)m, jalan ling
perumahan II min(3,5x1,5)m, jalan ling
perumahan III min(3,5x0,5)m.
[ ] Jalan penghubung ling perumahan 4
min(11x6x1)m, jalan poros ling
perumahan min(9x4,5x1)m, jalan ling
perumahan I min(5,5x3,5)m, jalan ling
perumahan II min(1,5x1,5)m, jalan ling
perumahan III min(1,5x0,5)m.
[ v ] Jalan penghubung ling perumahan 3 3
min(10x6x1)m, jalan poros ling
perumahan min(8x4,5x1)m, jalan ling
perumahan I min(4,5x3,5)m, jalan ling
perumahan II min(1x1,5)m, jalan ling
perumahan III min(1x0,5)m.
[ ] Jalan penghubung ling perumahan 2
min(9x6x1)m, jalan poros ling

27
perumahan min(7x4,5x1)m, jalan ling
perumahan I min(3x2)m, jalan ling
perumahan II min(1x0,5)m.
[ v ] Jalan penghubung ling perumahan 1
min(8x6x1)m, jalan poros ling
perumahan min(6x4,5x1)m, jalan ling
perumahan I min(2x1)m,
2. Konstruksi [ ] bahan yang digunakan kuat, tidak 5
Jalan dimungkinkan terdapat genangan air,
rata, tidak menimbukan kecelakaan
[ v ] bahan kuat, tidak terdapat 4 4
genangan air, tidak rata, tidak
menimbulkan kecelakaan
[ ] bahan kuat, tidak terdapat genangan 3
air, tidak rata, memungkinkan terjadinya
kecelakaan
[ ] bahan kuat, terdapat genangan air, 2
tidak rata, memungkinkan terjadinya
kecelakaan
[ ] bahan tidak kuat, terdapat genangan 1
air, tidak rata, memungkinkan terjadinya
kecelakaan
B. Air Bersih
1. Penyediaan Air [ ] kuantitas(perkotaan 150 l/org/hari, 5
Bersih pedesaan 60 l/org/hari, kran umum 30
l/org/hari), kualitas (tidak berbau, tidak
berasa, tidak berwarna), memenuhi
persyaratan mikrobiologi
[ ] kuantitas(perkotaan 150 l/org/hari, 4
pedesaan 60 l/org/hari, kran umum 30
l/org/hari), kualitas (tidak berbau, tidak
berasa, tidak berwarna), memenuhi
persyaratan mikrobiologi
[ v ] kuantitas(perkotaan 150 l/org/hari, 3 3
pedesaan 60 l/org/hari, kran umum 30
l/org/hari), kualitas (tidak berbau, tidak
berasa, tidak berwarna), memenuhi
persyaratan mikrobiologi
[ ] kuantitas(perkotaan 150 l/org/hari, 2
pedesaan 60 l/org/hari, kran umum 30
l/org/hari), kualitas (tidak berbau, tidak

28
berasa, tidak berwarna), memenuhi
persyaratan mikrobiologi
[ ] kuantitas(perkotaan 150 l/org/hari, 1
pedesaan 60 l/org/hari, kran umum 30
l/org/hari), kualitas (tidak berbau, tidak
berasa, tidak berwarna), memenuhi
persyaratan mikrobiologi
C. Air Limbah
1. Pengolahan air [ ] ukuran pipa min 200mm,sambungan 5
limbah pipa rapat air,pipa dilengkapi lubang
pemeriksa, ada pengolahan air limbah.
[ ] Ukuran pipa min 200mm , 4
sambungan pipa rapat air, pipa
dilengkapi lubang pemeriksa, tidak ada
pengolahan air limbah.
[ ] Ukuran pipa min 200mm, sambungan 3
pipa rapat air, tdk dilengkapi lubang
pemeriksa, tidak ada pengolahan air
limbah.
[ ] ukuran pipa min 200mm, sambungan 2
pipa tdk rapat air, tdk dilengkapi lubang
pemeriksa, tdk ada pengolahan air
limbah.
[ v ] ukuran pipa <200mm, sambungan 1 1
pipa tdk rapat air,tdk dilengkapi lubang
pemeriksa, tdk ada pengolahan air
limbah.
2. Pembuangan [ ] Saluran pembuangan tertutup, 5
air hujan frekuensi intensitas curah hujan
2tahunan, dihubungkan kedalam badan
penerima(kolam, sungai dll)
[ ] Saluran pembuangan 4
tertutup,frekuensi intensitas curah hujan
2tahunan, tdk dihubungkan ke badan air.
[ ] Saluran pembuangan tetutup, 3
frekuensi intensitas curah hujan <2
tahunan, tdk dihubungkan ke badan air.
[ ] Saluran terbuka, frekuensi intensitas 2
curah hujan <2tahunan,dihubungkan ke
badan air.
[v] Saluran terbuka, frekuensi intensitas 1 1

29
curah hujan <2tahunan, tdk dihubungkan
ke badan air.
D. Pembuangan sampah
1. Pengumpulan [ ] tempat sampah kuat, permukaan 5
sampah dalam rata, terdapat tutup, mudah
dibersihkan, ada disetiap rumah.
[ ] tempat sampah kuat, permukaan 4
dalam rata, terdapat tutup, tdk mudah
dibersihkan, ada disetiap rumah.
[ ] tempat sampah kuat, permukaan 3
dalam rata, tdk terdapat tutup, tdk
mudah dibersihkan, ada disetiap rumah.
[ ] tempat sampah kuat, permukaan 2
dalam tdk rata, tdk terdapat tutup, tdk
mudah dibersihkan, ada disetiap rumah.
[ v ] tempat sampah tdk kuat, 1 1
permukaan dalam tdk rata, tdk terdapat
tutup, tdk mudah dibersihkan, tdk ada
disetiap rumah.
2. Pengangkutan [ ] terdapat gerobak/mobil 5
dan pengangkutan sampah, pengangkutan
pebuangan dari setiap rumah mak 2hr sekali,
sampah pengangkutan dilengkapi tutup, dibuang
ke TPA.
[ ]terdapat gerobak/mobil pengangkutan 4
sampah, pengangkutan dilakukan mak
2hr sekali, pengangkutan dilengkapi
tutup, tdk dibuang ke TPA.
[ ]terdapat gerobak/mobil pengangkutan 3
sampah, pengangkutan dilakukan mak
2hr sekali, tdk dilengkapi tutup, tdk
dibuang ke TPA.
[ ]terdapat gerobak/mobil pengangkutan 2
sampah, pengangkutan dilakukan >2hr,
tdk dilengkapi tutup, tdk dibuang ke TPA.
[ v ]tdk terdapat gerobak/mobil 1 1
pengangkutan sampah, pengangkutan
dilakukan >2hr,tdk dilengkapi tutup,tdk
dibuang ke TPA.
III FASILITAS KESEHATAN
A. Penyediaan [ ] terdapat puskesmas pembantu, 5

30
YanKes puskesmas, tempat praktek dokter,
rumah bersalin, dan apotik.
[ ] terdapat puskesmas pembantu, 4
puskesmas, tempat praktek dokter,
rumah bersalin, tetapi tidak terdapat
apotik.
[ ] terdapat puskesmas pembantu, 3
puskesmas, tempat praktek dokter,
tetapi tidak ada rumah bersalin dan
apotik.
[ ] terdapat puskesmas pembantu, 2
puskesmas, tetapi tidak ada tempat
praktek dokter, rumah bersalin dan
apotik.
[ ] tdk terdapat puskesmas pembantu, 1 1
puskesmas, tempat praktek dokter,
rumah bersalin, dan apotik.
IV FASILITAS NIAGA
A. Warung [ v ] terdapat 1 warung untuk kelompok 5 5
50 keluarga, jarak maksimum 300m.
[ ] terdapat 1 warung, untuk kelompok 4
50 keluarga,tetapi jaraknya >300m.
[ ] terdapat 1 warung, untuk kelompok 3
>50 keluarga, jaraknya max 300m.
[ ] terdapat 1 warung, untuk kelompok 2
>50 keluarga, jaraknya >300m.
[ ] tdk terdapat warung. 1
B. Pertokoan [v ] terdapat min 1 pertokoan lengkap 5 5
dengan kebutuhan sehari2, mudah
dijangkau, jarak max 500m.
[ ] terdapat min 1 pertokoan lengap 4
dengan kebutuhan sehari2, mudah
dijangkau, tetapi jaraknya >500m.
[ ] terdapat min 1 pertokoan lengkap 3
dengan kebutuhan sehari2, tetapi sulit
dijangkau dan jaraknya >500m.
[ ] terdapat min 1 pertokoan tetapi tdk 2
lengkap dengan kebutuhan sehari2, sulit
dijangkau, dan jaraknya >500m.
[ ] tidak terdapat pertokoan. 1
C. Pasar [ ] terdapat min 1 pasar, bersih, 5

31
lengkap, mudah dijangkau.
[ ] terdapat min 1 pasar, bersih, 4
lengkap, tetapi tidak mudah dijangkau.
[ ] terdapat min 1 pasar, bersih, tetapi 3
tidak lengkap dan sulit dijangkau.
[ ] terdapat min 1 pasar, kotor, tidak 2
lengkap dan sulit dijangkau.
[ v] tidak ada pasar 1 1
V FASILITAS PEMERINTAH DAN PELAYANAN UMUM
A. [ ] terdapat hansip, balai pertemuan, 5
A parkir umum, kakus umum.
A. Peleyanan Umum [ ] terdapat hansip, balai pertemuan, 4
parkir umum, tetapi tidak terdapat kakus
umum.
[ ] terdapat hansip,balai pertemuan, 3
tetapi tidak terdapat parkir umum dan
kakus umum.
[ ] terdapat hansip, tetapi tdk ada balai 2
pertemuan, parkir umum, dan kakus
umum.
[ v ] tidak terdapat hansip, balai 1 1
pertemuan, parkir umum, kakus umum.
B. Pelayanan Pemerintah
B. [ ] terdapat kantor kelurahan, pos polisi, 5
a kantor pos pembantu, pos pemadam
1. Tingkat Kelurahan kebakaran, parkir umum dan kakus
( kelompok 6000 umum.
keluarga) [ ] terdapat kantor kelurahan, pos polisi, 4
kantor pos pembantu, tdk ada pos
pemadam kebakaran, parkir umum dan
kakus umum.
[ ] terdapat kantor kelurahan, pos polisi, 3
tetapi tidak ada kantor pos pembantu,
pemadam kebakaran, parkir umum, dan
kakus umum.
[ ] terdapat kantor kelurahan, tetapi 2
tidak terdapat pos polisi, kantor pos
pembantu, pos pemadam kebakaran,
parkir umum dan kakus umum.
[ ] tidak ada kantor kelurahan, pos 1
polisi, kantor pos pembantu, pos

32
pemadam kebakaran, parkir umum dan
kakus umum.
C. [ ] ada kantor kec, kantor polisi,kantor 5
a pos cabang, kantor telepon cabang, Pos
2. Tingkat pemadam kebakaran, Parkir umum dan
Kecamatan kakus umum,Gardu listrik.
( kelompok 24000 [ ] ada kantor kec, kantor polisi,kantor 4
keluarga) pos cabang, kantor telepon cabang,
Parkir umum dan kakus umum,Gardu
listrik,tapi tidak ada pos pemadam
kebakaran.
[ ] ada kantor kec, kantor polisi,kantor 3
pos cabang, kantor telepon cabang,
kakus umum,Gardu listrik,tapi tidak ada
pos pemadam kebakaran dan parkir
umum
[ ] ada kantor kec, kantor polisi,kantor 2
pos cabang, kantor telepon
cabang,Gardu listrik,tapi tidak ada pos
pemadam kebakaran, parkir umum, dan
kakus umum.
[ ] tidak ada kantor kec, kantor 1
polisi,kantor pos cabang, kantor telepon
cabang, Pos pemadam kebakaran, Parkir
umum dan kakus umum,Gardu listrik.
VI FASILITAS PERTIBADATAN
A. Lokasi [ v ] strategis, kapasitas tempat 5
mencukupi jamaah yang datang,
terhindar dari bencana (banjir,dll), tidak
dekat dengan tempat
hiburan(diskotik,karoke,dll)
[ ] strategis, kapasitas tempat kurang 4
mencukupi jamaah yang datang,
terhindar dari bencana (banjir,dll),tidak
dekat dengan tempat
hiburan(diskotik,karoke,dll)
[ ]kurang strategis, kapasitas tempat 3
kurang mencukupi jamaah yang datang,
terhindar dari bencana (banjir,dll),tidak
dekat dengan tempat
hiburan(diskotik,karoke,dll)

33
[ ]kurang strategis, kapasitas tempat 2
kurang mencukupi jamaah yang datang,
beresiko terkena bencana
(banjir,dll),tidak dekat dengan tempat
hiburan(diskotik,karoke,dll)
[ ]tidak strategis, kapasitas tempat 1
kurang mencukupi jamaah yang datang,
beresiko terkena bencana (banjir,dll),
dekat dengan tempat
hiburan(diskotik,karoke,dll)
B. Konstruksi [v ] dinding berbahan 5
kuat(permanen),lantai kedap air,ventilasi
10% dari luas lantai
[ ] dinding semipermanen,lantai kedap 4
air,ventilasi 10% dari luas lantai
[ ] dinding berbahan 3
semipermanen,lantai kedap air,ventilasi
<10% dari luas lantai
[ ] dinding berbahan tidak 2
permanen,lantai kedap air,ventilasi
<10% dari luas lantai
[ ] dinding berbahan tidak 1
permanen,lantai tidak kedap air,tidak ada
ventilasi
VII FASILITAS [ ] terdapat gedung serbaguna untuk 5
REKREASI DAN kapasitas 6.000 klg dan gelanggang
KEBUDAYAAN remaja untuk kapasitas 24.000 klg
[ ] terdapat gedung serbaguna untuk 4
kapasitas 5.000 klg dan gelanggang
remaja untuk kapasitas 20.000 klg
[ ] terdapat gedung serbaguna untuk 3
kapasitas 4.000 klg dan gelanggang
remaja untuk kapasitas 16.000 klg
[ ] terdapat gedung serbaguna untuk 2
kapasitas 3.000 klg dan gelanggang
remaja untuk kapasitas 12.000 klg
[ ] terdapat gedung serbaguna untuk 1
kapasitas< 3.000 klg dan gelanggang
remaja untuk kapasitas <12.000 klg
VIII FASILITAS PENDIDIKAN
A. Taman Kanak [ ] terdiri dr ruang kls masing2 dpt 5

34
Kanak menampung 35 40 murid,dilengkapi dg
ruangan lain,pencapaian maksimum 50
m dari lokasi perumahan

[ ] terdiri dr ruang kls masing2 dpt 4


menampung 30 35 murid,dilengkapi dg
ruangan lain,pencapaian maksimum 50
m dari lokasi perumahan

[ ] terdiri dr ruang kls masing2 dpt 3


menampung 25 30murid,dilengkapi dg
ruangan lain,pencapaian cukup jauh lebih
dari 50 m tetapi masih terjangkau

[ ] terdiri dr ruang kls masing2 dpt 2


menampung 35 40 murid,dilengkapi dg
ruangan lain,pencapaian cukup jauh lebih
dari 50m tetapi masih dapat d jangkau

[ ] terdiri dr ruang kls masing2 dpt 1


menampung <20 murid,tidak dilengkapi
dg ruangan lain,lokasi jauh sehingga sulit
di jangkau.

B. Sekolah Dasar [ ] terdiri dari 6 ruang kls yg dpt 5


menampung 40 murid,dilengkapi dg
ruangan2 lain,pencapaian maksimum
1.000 m dr lokasi perumahan
[ ] terdiri dari 6 ruang kls yg dpt 4
menampung 35 murid,dilengkapi dg
ruangan2 lain,pencapaian maksimum
1.000 m dr lokasi perumahan

[ ] terdiri dari 6 ruang kls yg dpt 3


menampung 30 murid,dilengkapi dg
ruangan2 lain,pencapaian agak sulit lebih
dari 1.000m tetapi masih dapat di
jangkau.
[ ] terdiri dari 6 ruang kls yg dpt 2
menampung 30 murid,dilengkapi dg
ruangan2 lain,pencapaian agak sulit

35
[ ] terdiri dari < 6 ruang kls yg dpt 1
menampung <30 murid,dilengkapi dg
ruangan2 lain,lokasi sulit di jangkau
C. SLTP [ ] mudah dijangkau, terdapat tanda 5
keberadaannya, bersih, terdiri 6 ruang
kelas masing2 30 murid.
[ ] mudah dijangkau, terdapat tanda 4
keberadaannya, bersih, ruang kelas tidak
cukup dan muridnya <30 murid.
[ ] mudah dijangkau, terdapat tanda 3
keberadaannya, tidak bersih, ruang kelas
tidak mencukupi dan muridnya <30
murid.
[ ] mudah dijangkau, tidak terdapat 2
tanda keberadaannya, tidak bersih, ruang
kelas tidak mencukupi dan muridnya <30
murid.
[ ] sulit dijangkau, tidak terdapat tanda 1
keberadaannya, tidak bersih, ruang kelas
tidak mencukupi dan muridnya <30
murid.
[ ] tidak ada SLTP 0
D. SMA [ ] ruang kels mencukupi, terdapat 5
pembagian jurusan, mudah dijangkau,
terdapat tanda keberadaannya, bersih.
[ ] ruang kels mencukupi, terdapat 4
pembagian jurusan, mudah dijangkau,
terdapat tanda keberadaannya,tidak
bersih.
[ ] ruang kels mencukupi, terdapat 3
pembagian jurusan, mudah dijangkau,
tidak terdapat tanda
keberadaannya,tidak bersih
[ ] ruang kels mencukupi, terdapat 2
pembagian jurusan, sulit dijangkau
dijangkau, tidak terdapat tanda
keberadaannya,tidak bersih
[ ] ruang kels tdk mencukupi, terdapat 1
pembagian jurusan, sulit dijangkau, tidak
terdapat tanda keberadaannya,tidak
bersih

36
[ ] Tidak terdapat SMA 0
IX FASILITAS [ ] ada tempat OR, bersih, luas, ada 5
OLAHRAGA tanda keberadaannya, digunakan dengan
baik.
[ ] ada tempat OR, bersih, luas, ada 4
tanda keberadaannya, tidak digunakan
dengan baik.
[ ] ada tempat OR, bersih, luas, tidak 3
ada tanda keberadaannya, tidak
digunakan dengan baik.
[ v ] ada tempat OR, bersih, tidak luas, 2
tidak ada tanda keberadaannya, tidak
digunakan dengan baik.
[ ] ada tempat OR, tidak bersih, tidak 1
luas, tidak ada tanda keberadaannya,
tidak digunakan dengan baik.
[ ] tidak ada tempat OR 0
Jumlah nilai akhir 32

Penilaian : Jumlah nilai akhir x 10

Interpretasi hasil :

Permukiman sehat : 1068 1200

Permukiman tidak sehatn : < 1068

37