Anda di halaman 1dari 10

RUMAH SAKIT MERAPIKAN TEMPAT TIDUR TANPA PASIEN DI ATAS TEMPAT

UMUM DAERAH TIDUR


MALINAU
(LOGO RS) No. Dokumen No.Revisi Halaman

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS

dr.Agustine Asie, Sp.B


NIP.19750817 200212 2 005
PENGERTIAN Merapikan ranjang agar nyaman dan sesuai untuk pasien rawat inap
TUJUAN 1. Memberikan kenyamanan istrahat
2. Mempertahankan lingkungan unit yang bersih dan rapi
3. Mengurangi transmisi mikroorganisme
4. Efisiensi waktu, materi,dan usaha
5. Membudayakan kebersihan
6. Mengobservasi pasien dan mencegah komplikasi
7. Memobilisasi pasien
8. Menyediakan ranjang yang rapi dan tidak kusut sehingga
mengurangi sumber iritasi kulit
KEBIJAKAN Merapikan tempat tidur tanpa pasien diatas tempat tidur dilakukan
oleh tenaga keperawatan yang kompeten di bidang tersebut
PROSEDUR 1. Nilai kondisi umum pasien
2. Jelaskan pada pasien perlunya dan tujuan merapikan ranjang
dan apa yang harus dilakukan pasien
3. Periksa apakah perlu mengganti kain linen dan ambil kain
linen bersih sesuai keperluan
4. Berikan privasi
5. Geser perabotan menjauhi tempat tidur
6. Tempatkan nampan pada lemari disamping ranjang. Letakkan
keranjang linen disamping ranjang.
7. Tempatkan kursi di bagian ujung kaki ranjang dan letakkan
kain linen bersih diatasnya dengan urutan yang terbalik
8. Bantu pasien untuk keluar dari tempat tidur (bila tidak ada
kontraindikasi) dan duduk nyaman pada kursi atau bangku di
dekat ranjang
9. Turunkan bagian kepala ranjang. Posisikan ranjang dalam
posisi datar dan turunkan jeruji di bagian pinggir ranjang
10. Lepaskan jam tangan dan cuci tangan
11. Matikan kipas angin
12. Pindahkan bantal dan letakkan di atas kursi atau bangku
dengan ujung yang terbuka berlawanan dengan arah pintu
masuk kamar
13. Pindahkan barang-barang pasien dari atas ranjang, dari dalam
sarung bantal, dari bawah bantal, dari bawah ranjang, dll.
14. Berdiri disamping ranjang
15. Lepas sprei dari semua sisi ranjang dimulai dari bagian kepala
sampai kaki ranjang. Bergeraklah sekeliling ranjang secara
sistematis.
16. Bungkus kain linen satu-persatu dan letakkan kedalam
keranjang linen kotar bila tidak akan digunakan kembali
17. Bila kain linen akan digunakan kembali
Lepaskan selimut mulai dari bagian kaki ranjang,
kibaskan, lipat dan letakkan di atas kursi
Angkat handuk, kibaskan, dan letakkan dengan rapi di
atas kursi
Ambil bantal, pegang dengan bagian ujung yang
terbuka menghadap kebawah, kibaskan dan letakkan di
atas kursi. Bila sarung bantal kotor, lepaskan dan
letakkan ke dalam keranjang kotor.
Lipat sprei atas diatas ranjang menjadi empat lipatan.
Pegang kedua ujung sprei, kibaskan secara perlahan
kedalam keranjang kotor kemudian letakkan di atas
kursi.
Lepaskan sprei pengangkut, kibaskan dan lipat menjadi
empat bagian dan letakkan di atas kursi
Bersihkan perlak dengan kain lap dari bagian atas
sampai bawah, gulung dan letakkan di atas kursi
Lipat sprei bawah secara memanjang dengan kedua
ujung bagian kepala saling menyentuh dan kedua ujung
bagian kaki saling menyentuh sehingga menjadi 4
bagian
18. Bersihkan permukaan atas matras dengan kain lap kering dari
bagian kepala sampai bagian kaki dan buang kotorannya ke
dalam nampan ginjal.
19. Lipat matras dari atas ke bawah dan bersihkan permukaan
dasar matras dengan kain lap kering
20. Bersihkan bagian kepala dan setengah badan depan dengan
kain basah
21. Sekarang lipat matras dari bawah keatas, bersihkan permukaan
dasar matras dan badan dipan dari bagian tengah kebagian
kaki seperti yang sudah disebutkan diatas
22. Simpan lap dan posisikan matras kembali ke posisi datar
23. Letakkan sprei bawah ditengah-tengah ranjang
24. Buka sprei bawah dan buat sematan pada setiap ujungnya
mulai dari bagian ujung-ujung kepala sampai ke bagian ujung-
ujung kaki lalu selipkan pada sisi tersebut dari bagian kepala
sampai kaki. Lebarkan kaki sedikit dan tekuk lutut anda
ketimbang membungkukkan badan ketika menyelipkan seprei
kebawah ranjang
25. Buka perlak dan letakkan seprei pengangkat di atasnya.
Selipkan keduanya pada sisi tempat anda berdiri. Selipkan
bagian tengah terlebih dahulu lalu bagian ujung kepala dan
terakhir bagian ujung kaki
26. Pindah ke sisi lain ranjang, kencangkan sprei bawah dan buat
sematan pada ujung-ujung kepala dan kaki (jika sprei tidak
cukup panjang, sematan hanya dibuat pada ujung kepala.
Biarkan ujung kaki sprei sejajar dengan ujung kaki ranjang).
Ketika menyelipkan sprei, tarik sprei dengan kedua tangan.
27. Selipkan perlak dan sprei pengangkut bersamaan pada pinggir
dan ranjang
28. Letakkan sprei atas dalam bentuk 4 lipatan di atas ranjang,
dengan bagian ujung kepala sprei berada sejajar dengan ujung
kepala ranjang. Buka sprei tersebut.
29. Letakkan selimut di atas, 15 sampai 20 cm di bawah ujung atas
matras. Tutupi selimut dengan bagian atas sprei
30. Buatlah lipatan untuk jari kaki sekitar 15 cm dari bagian
bawah matras
31. Selipkan sprei atas dan selimut secara bersamaan pada bagian
kaki ranjang dan buat sematan yang di modifikasi yang
memungkinkan bagian pinggirnya untuk menggantung bebas
32. Ganti sarung bantal dan posisikan bantal dengan bagian ujung
yang terbuka berlawanan arah dengan posisi pintu masuk
kamar
33. Letakkan atau ikatkan handuk pada bagian ujung kepala
ranjang (handuk mandi, waslap, dan handuk muka).
34. Bersihkan bagian dalam dan luar lemari dan rapikan barang-
barang pasien.
35. Simpan kembali alat
36. Cuci tangan.
UNIT TERKAIT 1. Ruang rawat inap
2. Ruang rawat intensif

RUMAH SAKIT MENERIMA PASIEN BARU DARI INSTALASI GAWAT


UMUM DAERAH DARURAT (IGD)
MALINAU No. Dokumen No.Revisi Halaman
(LOGO RS)
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :
Direktur RS

dr.Agustine Asie, Sp.B


NIP.19750817 200212 2 005
PENGERTIAN Menerima pasien masuk rumah sakit untuk rawat inap: observasi,
investigasi, diagnosis, terpai, dan perawatan.
TUJUAN 1. Menyambut pasien dan membina hubungan yang positif
dengan pasien dan kerabat dekat.
2. Memberikan penanganan dan perawatan pada kondisi akut
3. Orientasi pasien terhadap lingkungan dan pelayanan rumah
sakt
4. Mendapatkan data awal pasien lewat anamnesis dan
pemeriksaan fisik
5. Bekerjasama dengan pasien dalam perencanaan dan
pemberian perawatan yang komprehensif
KEBIJAKAN Menerima pasien baru dari IGD dilakukan oleh tenaga keperawatan
yang kompeten di bidang tersebut
PROSEDUR 1. Turunkan ranjang dan buka selimut pada bagian kepala
ranjang
2. Atur perabotan di kamar agar mudah di jangkau dari
tempat tidur
3. Kumpulkan peralatan khusus seperti peralatan penghisap,
oksigen, tiang infus dll dan pastikan semua alat tersebut
berfungsi
4. Sambut pasien dan keluarganya dengan ramah. Identifikasi
pasien dengan menggunakan lembar rawat inap. Periksa
kelengkapan seperti uang muka, unit dan kamar yang
ditentukan
5. Perkenalkan diri anda dan tuntun pasien serta keluaganya
ke kamar yang telah ditentukan
6. Persiapkan rekam medis pasien disertai dengan semua
informasi yang diperlukan seperti nama, nomor rumah
sakit, unit, kamar, atau nomor ranjang pada setiap rekam
medis
7. Periksa surat permohonan izin rawat inap apakah sudah di
tandatangani oleh pasien atau keluarganya. Ambil rekam
medis pasien yang lama bila diperlukan dari departemen
rekam medis.
8. Periksa berat badan pasien, tanda vital dan hasilnya di catat
9. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik sederhana serta
amati kondisi umum pasien
10. Orientasi pasien terhadap susunan bangsal seperti stase
perawat, kamar perawatan, toilet, dan fasilitas kamar
mandi, tempat mengambil air minum, lemari pasien, bel,
dapur, dll serta orientasikan pula pasien terhadap rutinitas
ruangan perawatan
11. Jelaskan mengenai fasilitas yang tersedia seperti kantin,
makanan, telepon, apotik, peraturan keselamatan terkait
kebakaran, kecelakaan dll.
12. Jelaskan peraturan rumah sakit terkait jam besuk, kartu
pengunjung, penunggu pasien di ruangan, dan larangan-
larangan di ruangan
13. Mintalah keluarga pasien untuk meninggalkan kamar
pasien kecuali mereka mau membantu pasien melepas
pakaian. Tutup pintu dan tirai.
14. Mandikan pasien saat masuk rumah sakit bila diperlukan
dan berikan pakaian rumah sakit
15. Mulai berikan perawatan yang tidak memerlukan instruksi
dokter bila diperlukan, seperti kompres dingin, kompres
hangat, dll.
16. Lakukan anamnesis keperawatan yang lengkap tentang
pemeriksaan fisik sesuai peraturan setiap rumah sakit
17. Ambil bahan-bahan pemeriksaan seperti urine, darah, atau
lainnya bila belum di ambil sebelumnya
18. Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur atau terapi
yang dijadwalkan untuk jam jaga atau hari berikutnya dan
jawab pertanyaan pasien terkait prosedur tersebut
19. Sarankan pasien untuk meletakkan barang-barang berharga
di rumah. Bila pasien lebih memilih untuk menimpan
sendiri, catat apa saja barang-barang tersebut pada sebuah
kertas dan mintakan tanda tangan pasien atau keluarga
pasien. Letakkan barang-barang tersebut pada tempat yang
aman
20. Pastikan bel barada dalam jangkauan pasien, ranjang
direndah kan, dan pinggiran tempat tidur di naikkan
21. Cuci tangan
22. Catat anamnesis dan hasil pemeriksaan pada formulir yang
sesuai
23. Beritahu dokter terkait kedatangan pasien dan laporkan
hasil pemeriksaan yang abnormal
24. Beritahu bagian gizi terkait kedatangan pasien dan jenis
makanan yang dipesan
25. Catat pada catatan rawat inap hal-hal berikut : tanggal,
waktu, kedatangan pasien di bangsal/ruang perawatan,
usia, cara pasien tiba, keluhan utama penyakit pasien,
variasi tanda vital, dan kelainan lainnya seperti ulkus
dekubitus, ruam, dll, orientasi yang telah diberikan dan
tanda tangan perawat.
UNIT TERKAIT 1. Ruang rawat inap
2. Ruang rawat intensif

RUMAH SAKIT MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI


UMUM DAERAH RODA ATAU SEBALIKNYA
MALINAU
(LOGO RS) No. Dokumen No.Revisi Halaman

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS

dr.Agustine Asie, Sp.B


NIP.19750817 200212 2 005
PENGERTIAN Membantu memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi,begitu
sebaliknya
TUJUAN 1. Memungkinkan perubahan posisi tanpa menimbulkan cedera
2. Menjaga posisi tubuh yang baik
KEBIJAKAN Memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya
dilakukan oleh tenaga keperawatan yang kompeten di bidang tersebut
PROSEDUR 1. Jelaskan prosedurnya kepada pasien dan instruksikan apa yang
harus dilakukannya
2. Bantu pasien duduk pada tepi ranjang. Posisikan kursi pada
sudut 450 terhadap ranjang atau paralel terhadap ranjang
3. Lebarkan kaki anda
4. Tekuk lutut dan pinggul anda segaris dengan lutut pasien
5. Masukkan tangan melewati bawah aksila pasien dan letakkan
tangan pada skapula
6. Bantu pasien berdiri pada hitungan ketiga sambil meluruskan
pinggul dan lutut Anda
7. Berputar pada kaki yang paling jauh dari kursi
8. Instruksikan pasien untuk duduk bila sudah merasakan tempat
duduk pada kursi pada bagian belakang lututnya
9. Instruksikan pasien untuk menggunakan lengan kursi untuk
topangan bila ada
10. Tekuk pinggul dan lutut Anda serta dudukkan pasien dikursi
roda
11. Posisikan pasien dengan benar pada posisi duduk
UNIT TERKAIT 1. Instalasai gawat darurat
2. Poliklinik
3. Ruang rawat inap
4. Ruang rawat intensif

RUMAH SAKIT MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANKAR


UMUM DAERAH ATAU SEBALIKNYA
MALINAU
(LOGO RS) No. Dokumen No.Revisi Halaman

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS

dr.Agustine Asie, Sp.B


NIP.19750817 200212 2 005
PENGERTIAN Memindahkan pasien yang tidak berdaya dari tempat tidur ke brankar
atau dari brankar ke tempat tidur
TUJUAN
KEBIJAKAN Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankar dan sebaliknya
dilakukan oleh tenaga keperawatan yang kompeten di bidang tersebut
PROSEDUR 1. Jelaskan prosedurnya kepada pasien dan apa yang harus
dilakukannya
2. Atur tempat tidur pasien sebagai persiapan untuk pemindahan
a. Atur ranjang agar berada dalam posisi datar
b. Naikkan ranjang / brankar yang menjadi tempat asal pasien
sedikit lebih tinggi
c. Pastikan roda tempat tidur dan brankar terkunci
d. Keluarkan selipan sprei pengangkut dari kedua sisi tempat
tidur
3. Geser pasien ke tepi tempat tidur dan posisikan brankar
a. Gulung sprei pengangkut ke sisi pasien
b. Posisikan pasien ke tepi tempat tidur dan selimuti pasien
dengan sprei
c. Posisikan brankar paralel terhadap tempat tidur di samping
pasien dan kunci rodanya
4. Posisikan diri Anda untuk pemindahan
a. Perawat pertama berlutut di atas ranjang pada sisi yang
jauh dari brankar
b. Kedua perawat yang lain menjangkau pasien dari sebrang
brankar dengan memegang sprei pengangkut; satu pearwat
pada area kepala dan dada, menopang kepala dan leher dan
perawat yang lain menopang pinggang dan paha
5. Pindahkan pasien dengan hati-hati ke brankar :
a. Rapatkan tubuh Anda ke brankar secara serempak dengan
anggota staf yang lain
b. Gulung sprei pengangkut rapat ke pasien
c. Instruksikan pasien untuk menekuk leher dan kepalanya
selama proses pemindahan bila memungkinkan. Letakkan
lengan pasien di atas dada
d. Fleksikan pinggul Anda dan tarik pasien di atas sprei
pengangkut secara serempak ke arah atas brankar.
6. Buat pasien merasa nyaman, buka kunci roda brankar dan
pindahkan brankar menjauhi tempat tidur
7. Naikkan jeruji pada tepi brankar dan atau kencamgkan tali
pengikat di atas pasien

VARIASI : menggunakan 3 perawat : semua berdiri pada sisi ranjang


yang sama
1. 3 perawat dengan tinggi badan yang sepantar berdiri
disamping pasien pada satu sisi tempat tidur dengan
menghadap ke arah tempat tidur. Brankar diposisikan pada 900
terhadap tempat tidur dan kunci rodanya
2. Condongkan tubuh, tekuk lutut. Letakkan lengan bawah di atas
tempat tidur dan selipkan tangan di bawah kepala dan bahu,
tubuh bagian atas, panggul, paha, dan tungkai bawah dengan
jari-jari tangan Anda memegang sisi lain tubuh pasien
3. Gulingkan pasien ke arah dada perawat
4. Pada hitungan ketiga pasien di angkat dan di dekap
menghadap dada perawat
5. Pada hitungan ketiga yang kedua kalinya, perawat melangkah
ke belakang dan berputar pada poros kaki menuju brankar.
Melangkahlah maju bila diperlukan
6. Pada hitungan ketiga letakkan pasien secara perlahan di
tengah-tengah brankar dengan menekuk lutut dan pinggul
sampai siku berada setinggi tepi brankar
7. Naikkan jeruji brankar/pasang tali pengikat serta posisikan
pasien.
UNIT TERKAIT 1. Instalasai gawat darurat
2. Ruang rawat inap
3. Ruang rawat intensif
4. Ruang operasi

RUMAH SAKIT MEMBANTU PASIEN DUDUK


UMUM DAERAH
MALINAU
(LOGO RS) No. Dokumen No.Revisi Halaman

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS

dr.Agustine Asie, Sp.B


NIP.19750817 200212 2 005
PENGERTIAN Membantu pasien untuk berpindah dari posisi berbaring ke posisi
duduk di atas tempat tidur
TUJUAN 1. Memungkinkan perubahan posisi tanpa menimbulkan cedera
2. Menjaga posisi tubuh yang baik
KEBIJAKAN Membantu pasien duduk dilakukan oleh tenaga keperawatan yang
kompeten di bidang tersebut
PROSEDUR 1. Jelaskan kepada pasien bahwa ia akan dibantu untuk duduk
2. Posisikan pasien pada posisi miring menghadap Anda pada
tepi tempat tidur dimana pasien akan duduk
3. Naikkan kepala tempat tidur setinggi mungkin yang dapat
ditoleransi oleh pasien
4. Berdiri didepan pinggul pasien dan berputar diagonal sehingga
Anda menghadap ke pasien dan ujung terjauh kaki ranjang
5. Lebarkan kaki Anda dengan satu kaki didekat kepala tempat
tidur didepan kaki yang lain
6. Letakkan lengan yang berada di dekat kepala tempat tidur di
bawah bahu pasien untuk menopang kepala dan leher pasien
7. Letakkan tangan yang lain pada paha pasien
8. Gerakkan tungkai bawah dan kaki pasien ke tepi tempat tidur
9. Memutar badan ke arah tungkai belakang, memungkinkan
tungkai atas pasien mengayun ke bawah
10. Pada saat yang sama, pindahkan tumpuan Anda ke tungkai
belakang dan bangunkan pasien
11. Tetap berdiri di depan pasien sampai keseimbangan tercapai
12. Topang kaki pasien di atas lantai atau di atas papan kaki
13. Rapikan pakaian pasien dan sprei ranjang
14. Periksa posisi dan kenyamanan pasien sesering mungkin atau
sesuai kebutuhan
15. Periksa tanda vital sesuai status kesehatan pasien

UNIT TERKAIT 1. Instalasai gawat darurat


2. Ruang rawat inap
3. Ruang rawat intensif
4. Poliklinik