Anda di halaman 1dari 59

INFEKSI VIRUS DENGUE

diagnosis dan tatalaksana klinis

Parwati Setiono Basuki


Divisi Infeksi & Pediatri Tropis
Bagian/UPF Ilmu Kesehatan Anak
FK Unair/ RSU Dr Soetomo
PANDUAN SEBAGAI ACUAN

Dengue guidelines for Comprehensive guidelines


diagnosis,treatment, for prevention and control
prevention and control. of Dengue and Dengue
New edition 2009 Hemorrhagic Fever.
revised and expanded.
2011 Pedoman diagnosis dan
Handbook for clinical
tatalaksana infeksi virus
management of dengue.
dengue pada anak. UKK
WHO, TDR for research on
infeksi dan penyakit tropis
diseases of poverty 2012
IDAI 2014

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 2


PENDAHULUAN

Di 6 rumah sakit pendidikan selama tahun


2008-2012 jumlah kasus 137469, 154855,
156086, 65725, 90245 dengan kematian
berkisar antara 0,80-0,89%
Menurut klasifikasi klinis penderita dari
tahun 2008-2013 terdiri atas DD 5931
(kematian 0,8%), DBD 5844 (0,36%), SSD
2165 (7,81%)
UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia 2014
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 3
pendahuluan
Diagnosis infeksi virus dengue pada stadium dini
merupakan tantangan. Keluhan/ gejala pada infeksi
dengue dapat dijumpai pada penyakit lain.
Tatalaksana kasus infeksi virus yang cepat dan tepat
mengurangi morbiditas-mortalitas. Terapi simtomatis dan
suportif
Perjalanan penyakit infeksi virus dengue seringkali
kurang diperhatikan
merupakan pedoman utama untuk diagnosis -
tatalaksana
Kapan perlu pemeriksaan penunjang
Kapan cairan harus diberikan dan kapan harus
dikurangi/ distop
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 4
PENDAHULUAN

Diperlukan observasi bukan hanya setiap


hari, namun setiap jam: perhatikan hari
sakit keberapa

Penting
Mengetahui kapan saat fase kritis tiba
Mengetahui saat time of fever
defervescence untuk membedakan
antara DD dan DBD
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 5
TOPIK BAHASAN:

Manifestasi dan perjalanan klinis infeksi virus


dengue
Diagnosis infeksi virus dengue
Tata laksana klinis infeksi virus dengue

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 6


PENDAHULUAN

Topik bahasan:

langkah-langkah menuju diagnosis klinis


infeksi virus dengue pada anak, mencakup
manifestasi dan perjalanan klinis infeksi
virus dengue, indikator/prediktor infeksi
virus dengue fase dini
tatalaksana klinis infeksi virus dengue
pada anak
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 7
DIAGNOSIS KLINIS
INFEKSI VIRUS
DENGUE

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 8


DIAGNOSIS INFEKSI VIRUS DENGUE

Perubahan patofisiologi utama


pada DHF

Kebocoran plasma
Gangguan hemostasis

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 9


PERJALANAN KLINIS INFEKSI VIRUS DENGUE

Hari sakit

Suhu tubuh

Reabsorpsi
dehidrasi Syok
Masalah klinis potensial Perdarahan
Kelebihan
cairan

Gangguan organ

trombosit
Gambaran laboratoris
hematokrit

Serologi dan virologi viremia

Fase penyakit demam kritis konvalesen


bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 10
Sumber: WHO 2009
DIAGNOSIS BANDING SAAT FASE
FEBRIS

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 11


Suggested dengue case classification and levels
of severity (WHO 2009)

Criteria for dengue warning signs Criteria for severe dengue


Probable dengue: Warning signs* Severe plasma leakage
Live in/travel to dengue endemic area. abdominal pain / tenderness leading to:
Fever and 2 of the following criteria: Persistent vomiting shock (DSS)
nausea, vomiting clinical fluid accumulation fluid accumulation with
rash Mucosal bleed respiratory distress
aches and pains lethargy, restlessness severe bleeding
Tourniquet test positive liver enlargement > 2 cm
as evaluated by clinician
leukopenia Laboratory: increase in HCT
any warning sign* concurrent with rapid severe organ involvement
decrease in platelet count liver: AST or ALT 1000
Laboratory-confirmed dengue CNS: impaired consciousness
important when no sign of plasma *(requiring strict observation Heart and other organs
leakage and medical intervention)

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 12


Manifestasi Klinis infeksi Dengue
10000

9000 1000

Tabel 2.1. Insiden ISK pada anak

400

500 95
5

1-2
93

Sumber: WHO. Comprehensive guidelines for preventionbimtek


and control of dengue
tatalaksana andMadiun
DBD dengue 10-2-2016
haemorrhagic fever revised and expanded 2011 13
Derajat dan spektrum klinis IVD
DF/DHF Grade Signs and symptoms Laboratory

DF Fever with 2 of the followings Leukopenia WBC 5000/mm3


Headache Thrombocytopenia ( platelet count
Retroorbital pain < 150000/mm3)
Myalgia Rising haematocrit (5-10%)
Arthralgia/bone pain No evidence of plasma loss
Rash
Hemorrhagic manifestations
No evidence of plasma leakage

DHF I Fever and hemorrhagic manifestation Thrombocytopenia


(positive tourniquet test) and < 100000 cells/mm3 ; hematocrit rise 20%
evidence of plasma leakage
DHF II As in grade I plus spontaneous Thrombocytopenia
bleeding < 100000 cells/mm3 ; hematocrit rise 20%

DHF* III As in grade I or II plus circulatory Thrombocytopenia


failure < 100000 cells/mm3 ; hematocrit rise 20%
Weak pulse, narrow pulse pressure (
20 mmHg); hypotension, restlessness
DHF* IV As in grade III plus profound shock Thrombocytopenia
with undetectable BP and pulse < 100000 cells/mm3 ; hematocrit rise 20%

WHO. Comprehensive guidelines forprevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever revised and
expanded. 2011 bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 14
DENGUE FEVER
2 di antara
Nyeri kepala.
Demam Nyeri retro-orbital.
Myalgia.
Artralgia/nyeri tulang.
Ruam.
Salah satu:
Manifestasi perdarahan.
serologi pada sampel serum tunggal: titer 1280 Lekopenia (5000 sel/mm3).
dng uji HI yg sebanding titer IgG ELISA, atau tes Trombositopenia (<150 000
antibodi IgM positif sel/mm3).
Hidup dalam lokasi dan waktu yang sama dgn
DHF terkonfirmasi
hematokrit (5 10%)
Tidak ada tanda plasma leakage

probable
WHO 2011
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 15
DENGUE FEVER
1 di antara
Isolasi virus dengue dari serum,
likuor atau bahan otopsi.
4 kali serum IgG (secara uji HI)
probable atau IgM anti dengue.
Deteksi virus dengue atau antigen
u
dlm jaringan, serum atau likuor
secara imunohistokimia,
immunofluoresens atau ELISA.
Deteksi dengue virus genomic
sequences secara reverse
transcription-polymerase chain
reaction.

confirmed
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 WHO 2011 16
Curve of Temperature in DF

Time of fever defervescence

emp

Clinical improvement
Increased appetite

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 17 Day of illness


Curve of Temperature in DHF

Time of fever defervescence

emp No clinical improvement, weak,


unconscious, cold arms, dyspnea,
decreased urine volume,
no appetite

Shock

18
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016
Day of illness
DENGUE HEMORRH FEVER
Semua kriteria harus terpenuhi
demam / anamnesa demam 2-7 hr

Demam
perdarahan (1):
Turniket pos
ptekie, ekimose, purpura
perdrh mukosa, gusi, tempat
suntikan
trombositopenia
tanda kebocoran plasma
Salah satu: Supportive serology on single (permeabilitas kapiler ) (1):
serum sample: titre1280 HI sebanding IgG hematokrit 20% sesuai
titre ELISA IgM antibody test. + usia-jenis kelamin
Hidup dalam lokasi dan waktu yang sama hematokrit 20% pasca
dgn DHF terkonfirmasi terapi cairan dibanding awal
efusi pleura, asites,
hipoproteinemia

probable
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 19
Who 2011
DENGUE HEMORRH FEVER
1 di antara

Isolasi virus dengue dari


CSF atau sampel otopsi
probable 4X lipat IgG HI atau
IgM antibodi virus dengue.
Deteksi virus dengue atau
antigen dlmujaringan,
serum atau likuor secara
immunohistokimia,
immunofluoresen / ELISA
Deteksi genomik virus
dengan PCR
confirmed
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 WHO 2011 20
DENGUE SHOCK SYNDROME
TANDA SYOK

Takikardi, akral dingin, CRT


memanjang
Nadi lemah, letargi , kadang
diikuti perfusi otak
DHF Tekanan Nadi 20 mmHg
Hipotensi
<5 tahun: Tekanan Sistole
<80 mmHg
>5 tahun: 80- 90 mmHg

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 21


Tanda dan Gejala Syok Terkompensasi

Takikardia

Takipnea

Tekanan nadi < 20 mmHg

Waktu pengisian kapiler (capillary refill time / CRT) > 2 detik

Kulit dingin

Produksi urin menurun, < 1ml/kgBB/jam

Anak gelisah

Pedoman
bimtek diagnosis
tatalaksana DBDdan tatalaksana
Madiun 10- infeksi virus dengue pada anak. UKK infeksi dan penyakit
tropis IDAI 2014 22
2-2016
Tanda dan Gejala Syok Dekompensasi

Takikardia

Hipotensi (sistolik dan diastolik turun)

Nadi cepat dan kecil

Pernapasan Kussmaul atau hiperpnea

Sianosis

Kulit lembab dan dingin

Profound shock: nadi tidak teraba dan tekanan darah


tidak terukur
bimtek tatalaksana
Pedoman DBDdan
diagnosis Madiun 10-
tatalaksana infeksi virus dengue pada anak. UKK infeksi dan penyakit 23
2-2016
tropis IDAI 2014
Non-specific constitutional symptoms in dengue virus infection
symptom DHF (%)
Injected pharynx 98.9
vomiting 57.9
constipation 53.3
Abdominal pain 50.0
headache 44.6
Generalized lymphadenopathy 40.5
Conjunctival injection 32.8
cough 21.5
restlessness 21.5
rhinitis 12.8
Maculopapular rash 12.1
Myalgia/arthralgia 12
Enanthema 8.3
Abnormal reflex 6.7
Diarrhea 6.4
Palpable spleen (infants < 6 mos) 6.3
coma 3.0

Source:
bimtekNimmannitya S.,
tatalaksana DBD et al.,10-American Journal of Tropical Medicine and Hygiene,
Madiun
24
2-2016
1969, 18:954-971
Umumnya berhubungan dengan
Kasus infeksi dengue dengan
keterlibatan beberapa organ
unusual manifestation tidak
seperti hati, ginjal, jantung dan
jarang juga dijumpai pada anak
sistem neurologis

Expanded Dengue
Syndrome

Dapat terjadi pada infeksi dengue Berhubungan dengan ko-infeksi,


yang disertai perembesan plasma ko-morbiditas, atau komplikasi
maupun tanpa perembesan prolonged shock disertai
plasma kegagalan organ.

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 25


MANIFESTASI UNUSUAL
(EXPANDED DENGUE SYNDROME)

26
Gejala neurologi Ensefalopati/ensefalitis, meningitis aseptik,
perdarahan/trombosis intrakranial, kejang, mental confusion,
kaku kuduk, mono-/poli-neuropati, guillain barre syndrome,
mielitis
Gejala gastro-intestinal Hepatitis/gagal hati fulminan, acalculous cholecystitis,
pankreatitis akut, febrile diarrhea

Renal Hemolytic uremic syndrome

Kardiak Miokarditis, gangguan konduksi, perikarditis

Respiratorik ARDS, perdarahan paru

Limforetikuler spontaneous splenic rupture, lymphnode infarction

Mata Perdarahan makula. Impaired visual acquity. Optic neuritis

Lain lain Postinfectious fatigue syndrome, depresi, halusinasi,


psikosis, alopecia
Dpt bersamaan coinfections, comorbidities atau
komplikasi prolonged shock.

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016


WHO 2011 - modifikasi
MANIFESTASI UNUSUAL (EXPANDED DENGUE
SYNDROME)
Gejala neurologi 27
Kejang dan penurunan kesadaran.
pada syok berat, syok berkepanjangan disertai perdarahan,
DBD tanpa syok disebabkan ensefalitis/ ensefalopati
Perdarahan masif Akibat gagal multiorgan: disfungsi hati dan ginjal, hipoksia
yang berhubungan syok berat dan berkepanjangan, asidosis
metabolik, trombositopenia.
Perdarahan internal/tersamar saluran cerna bila setelah
evaluasi klinis dan pemberian cairan adekuat dijumpai :
Syok refrakter disertai hemoglobin dan hematokrit rendah
atau mengalami penurunan hemoglobin dan hematokrit
Tekanan sistolik dan diastolik sudah meningkat namun
nadi masih cepat
penurunan hematokrit >10% selama pemberian cairan
Infeksi ganda Perlu dicurigai bila setelah terlewati fase syok dan fase
kritis masih terdapat demam
Contoh: diare akut, pneumonia, campak, cacar air,
demam tfoid, difteri, infeksi saluran kemih, infeksi kulit
Miokarditis Disfungsi kontraktilitas miokard pada syok berkepanjangan,
disebabkan asidosis metabolik, hipokalsemia, kardiomiopati.
Dapat terjadi pada kelebihan cairan, edema paru
Kelainan ginjal Gagal ginjal akut pada fase terminal syok yg tdk teratasi dng
baik

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 WHO 2011, UKK 2014 - modifikasi
KOMPLIKASI INFEKSI VIRUS DENGUE

Dengue Hemorrhagic Fever


Dengue fever Profound/prolonged shock asidosis
metabolik, perdarahan hebat akibat DIC,
gagal multiorgan seperti disfungsi hepatik
DF disertai dan renal
Penggantian cairan berlebihan selama
perdarahan dapat fase kebocoran plasma efusi masif
menyertai penyakit gangguan respiratorik, kongesti paru aktif
dasar ulcus pepticum, dan/atau gagal jantung
Terapi cairan berlarut-larut pasca fase
trombositopenia dan kebocoran plasma edema paru atau
trauma gagal jantung, terutama bila terjadi
reabsorpsi cairan ekstravasasi
Profound/prolonged shock + terapi cairan
tidak tepat gangguan metabolik/elektrolit.
(hipoglikemia, hiponatremia, hipokalsemia,
hiperglikemia) unusual manifestations,
encephalopathy
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-
28
2-2016
KOMPLIKASI INFEKSI VIRUS DENGUE

Gangguan elektrolit

Kelebihan cairan Hiponatremia: fase kritis, akibat


pemberian cairan infus larutan
(fluid overload): hipotonis yang tidak adekuat
Pada fase kritis dan Hipokalsemia: fase kritis, akibat
konvalesens perembesan kalsium mengikuti
Ditandai sembab pada albumin masuk rongga pleura
kelopak mata, distres atau peritonel
napas, edema paru Hipokalemia: fase konvalesens,
disebabkan kondisi stres dan
diuretik

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-


29
2-2016
indikator/prediktor
ivd fase dini

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 30


Indikator diagnosis dini DBD

Demam dan muka Hari sakit Sens (%) Spes (%)


kemerahan 1 73,3 93,3
(facial flushing) tanpa
pilek 2 90,5 89,2
Kalayanarooj (1999) 3 85,5 87,9

Hari sakit Sens (%) Spes (%)


Uji tourniquet
1 53,3 75,8
2 90,6 77,8
3 98,7 74,2

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 31


INFEKSI VIRUS DENGUE FASE DINI

Demam < 72 jam tanpa fokus jelas + flushing


Prediktor Sensitivity Specificity % PPV % NPV %
IVD %

RL pos + 74,21 85,5 83,1 77,53


lekopenia

RL pos 89,04 48,04 62,45 83,25

lekopeni 91,19 59,82 68,56 87,51

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 32


Teeraratkul(1990)

prediktor ivd Sensitivitas% Spesifisitas% PPV%


Flushing/conjunctivitis tanpa 83.1 90 88.9.
pilek/coryza

Flushing/conjunctivitis tanpa 100 100


pilek/coryza + hepatomegali +
bleeding tendency

Flushing/conjunctivitis tanpa 97.1 97.2


pilek/coryza + turniket pos

Flushing/conjunctivitis tanpa Masing2 Masing2


pilek/coryza + lekosit10.000, 94,7%, 100%, 91,8%,
HCT 40% atau limfosit atipik dan 100% 100% dan
400 sel/ mm3 100%

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 33


DIAGNOSIS LABORATORIUM

Uji laboratorium:
Isolasi virus
karakteristik serotipik/ genotipik
Deteksi asam nukleat virus
Deteksi antigen virus
NS1 antigen, diagnosis dini (hari 1 3 sakit)
Deteksi serum respons imun/ uji serologi serum imun
IgM dan IgG, ( hari ke 5 sakit)
Analisis parameter hematologis/ biokimia
Dengue NS1 Antigen

Xu, H., et al (2006), Serotype 1- Specific Monoclonal Antibody-Based Antigen


Capture Immunoassay for Detection of Circulating Nonstructural Protein NS1:
Implicatons for Early Diagnosis and Serotyping of Dengue Virus Infections.
Journal of Clinical Microbiology; Aug; 2872-2878

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 35


IMUNOGLOBULIN ( IgM DAN IgG )
HUBUNGAN VIREMIA IgM SUHU

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 36


MUNCULNYA IgM DAN IgG PADA PASIEN
YANG TERINFEKSI VIRUS DENGUE

IgM IgG Interpretasi


(+) (-) Infeksi primer
(+) (+) Infeksi sekunder
(-) (+) Tersangka infeksi sekunder
(-) (-) Tidak ada infeksi
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 37
Gambar . Kinetik NS-1 antigen dengue serta IgM dan IgG anti-dengue pada infeksi
primer dan sekunder

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 38


Parameter hematologi/ biokimia

Parameter hematologi
Lekosit
Trombosit
hematokrit
Peningkatan ensim hati
AST pada 90% DD/DBD
AST > 60 U PPV 80% untuk diagnosis IVD
AST biasanya 200U, AST 2-3 kali ALT

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 39


TATALAKSANA
INFEKSI VIRUS DENGUE

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 40


Skrining Tersangka Infeksi Dengue di Triase

Demam 2-7 hari mendadak tinggi kontinua, nyeri kepala, mialgia,


artralgia, nyeri retroorbital, manifestasi perdarahan (spontan/rumple
leede), leukosit < 4.000/mm, dan kasus DBD di lingkungan.
Umum Menolak makan dan minum
Muntah persisten
Warning Signs DBD Nyeri perut hebat, hepatomegali yang nyeri tekan,
letargi, gelisah, akumulasi cairan,hematokrit awal
tinggi,demam turun tetapi keadaan anak memburuk
Tanda & Gejala Syok Terkompensasi dan Dekompensasi
Tanda dan Gejala Ensefalitis-ensefalopati, perdarahan hebat
Keterlibatan Organ / seperti melena, hematemesis, hematoskesia,
Expanded Dengue hematuri, urin berwarna gelap (hemoglobinuria),
Syndrome gangguan jantung, gagal ginjal akut, Haemolytic
uraemic syndrome
Indikasi Sosial Rumah jauh / tidak ada orang tua/wali yang dapat
diandalkanuntuk merawat anak di rumah

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-


41
2-2016
Skrining Tersangka Infeksi Dengue di Triase

Umum, Warning Signs DBD, Tanda & Gejala Syok, Tanda dan Gejala,
Keterlibatan Organ /Expanded Dengue, Syndrome, Indikasi Sosial

TIDAK YA

Rawat Jalan:
Nasihat kepada orang tua

Rawat Inap:
- Demam Dengue
Apakah Terdapat: - Demam Berdarah Dengue
YA
Warning signs? - Demam Berdarah Dengue
dengan Syok
- Expanded Dengue Syndrome
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-
42
2-2016
Nasihat Kepada Orang Tua Untuk Pasien Rawat Jalan

Anak harus istirahat


Cukup minum (air putih, susu, jus buah, cairan elektrolit isotonis, air
tajin) ditandai frekuensi buang air kecil tiap 4-6 jam
Parasetamol 10 mg/kgBB/kali apabila suhu >38oC interval 4-6 jam,
hindari aspirin/NSAID/Ibuprofen. Berikan kompres hangat.
Harus kembali berobat setiap hari & dinilai petugas kesehatan
sampai melewati fase kritis, mengenai: pola demam, jumlah cairan
yang masuk dan keluar, tanda-tanda perembesan plasma &
perdarahan, serta pemeriksaan darah perifer lengkap.
Segera dibawa ke rumah sakit jika: pada saat suhu turun keadaan
anak memburuk, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tangan &
kaki dingin dan lembab, letargi atau gelisah, tampak lemas,
perdarahan (misalnya BAB berwarna hitam atau muntah hitam),sesak
nafas, tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam atau kejang.

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-


43
2-2016
TATALAKSANA
PENDERITA RAWAT INAP

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 44


TERAPI CAIRAN

PERIODE FEBRIS
secara umum asses sebagai dengue fever
terapi cairan oral / intravena rumatan
( FORMULA HOLLIDAY SEGAR )

PERIODE AFEBRIS
dengue fever dengan cairan rumatan
dengue hemorhagic fever dengan cairan
RL, plasma, pengganti plasma, darah
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 45
Terapi cairan

DENGAN PLASMA
TANPA PLASMA LEAKAGE
LEAKAGE
infus dengan :
infus cairan kristaloid
kristaloid
rumatan dgn formula
sol ringer laktat /
holliday segar :
asetat
d5 1/2 saline umur
koloid
3 tahun
plasma,
d5 1/4 saline umur
pengganti plasma,
< 3 tahun
darah (whole blood)
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 46
TANPA PLASMA LEAKAGE

TERAPI CAIRAN RUMATAN


formula Holliday - Segar

Berat Badan ( Kg ) Cairan Rumatan ( Volume )/ 24 jam


10 100 CC / Kg BB
10 20 1000 CC + 50 CC / Kg BB diatas 10 Kg
> 20 1500 CC + 20 CC / Kg BB diatas 20 Kg

Setiap derajat C kenaikan temperatur,


cairan dinaikkan 12 % dari kebutuhan rumatan

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 47


DENGAN PLASMA LEAKAGE
TATALAKSANA CAIRAN
Meskipun saat ini belum ada terapi spesifik, dengan
terapi suportif yang baik mortalitas DHF pada anak
dapat ditekan
Pada penderita tanpa syok, terapi cairan dpt diberikan
secara oral, pada DSS terapi parenteral esensial
Titrasi terapi cairan secara hati hati perlu, disertai sering
dilakukan penilaian kembali tanda tanda serta
perburukan syok atau terjadinya overload cairan
Pada kasus DSS pemberian kristaloid isotonik
mempunyai efektivitas yang sama dengan koloid, namun
apakah intervensi dini dengan koloid akan memperbaiki
outcome pada syok lanjut masih perlu diteliti

Moxon C, Wills B Adv Exp Med Biol 2008; 609: 131 - 144
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 48
CAIRAN UNTUK DBD
Calculation of M + 5% Deficit
Body weight 50 kgs
Maintenance:
M = (10 X 100 ml) +
10 kg I = 100 ml/ kg
(10 X 50 ml) +
10 kg II = 50 ml/kg
(30 X 20 ml)
> 20 kg = 20 ml/kg
= 1,000 + 500 + 600
= 2,100/day = 87 ml/hr
5% Deficit = 50 ml/kg
5% D = 50 X 50 ml
= 2,500
M+5%D = 2,100 + 2,500
= 4,600/day
= 4,600/24 hr = 191.67 ml/hr
= 191.67/50 kg = 3.83
ml/kg/hr
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 49
Kecepatan pemberian cairan intravena pada DBD tanpa syok Sumber: Kalayanarooj S, Nimmannitya S.
Guideline for Dengue & Dengue Haemorrhagic Fever Managemant. Bangkok Medical Publisher, Bangkok
2003.
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 50
Sindrom Syok Dengue Terkompensasi
Beri Oksigen 2-4 /menit
Periksa HCT, Kristaloid RL/RS 10-20 ml/kgBB dalam 60 menit

YA Syok Teratasi TIDAK

IVFD 10ml/kgBB 1-2 jam Periksa A-B-C-S HCT, BGA, Glukosa, Ca, Perdarahan
Koreksi segera bila ditemukan asidosis,
hipogikemia, hipokalsemia
Tanda vital stabil
turunkan IVFD bertahap
HCT meningkat HCT menurun
7, 5, 3, dan 1,5
ml/kgBB/jam
Bolus kedua Kristaloid / Koloid Perdarahan
10-20 ml/kgBB 10-20 menit
Stop IVFD maksimal 48
jam setelah syok teratasi Tidak Jelas
Bila tidak teratasi
Koloid 10-20 ml/kgBB 10-20 Tranfusi darah
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-
menit, jika syok menetap
51
2-2016 dianjurkan tranfusi darah
Sindrom Syok Dengue Dekompensasi
Beri Oksigen 2-4 /menit
Bolus Kristaloid dan/atau Koloid 10-20 ml/kgBB dalam 10-20 menit
Periksa A-B-C-S: HCT, BGA, Glukosa, Kalsium

YA Syok Teratasi TIDAK

IVFD 10ml/kgBB 1-2 jam Koreksi segera asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia,


perhatikan nilai hematokrit

Tanda vital stabil HCT meningkat HCT menurun


turunkan IVFD bertahap
7, 5, 3, dan 1,5
ml/kgBB/jam Bolus kedua Kristaloid / Koloid Perdarahan
10-20 ml/kgBB 10-20 menit

Stop IVFD maksimal 48 Tidak Jelas


jam setelah syok teratasi Bila tidak teratasi
Koloid 10-20 ml/kgBB 10-20 Tranfusi darah
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-
menit, jika syok menetap
52
2-2016 dianjurkan tranfusi darah
Fluid Management in Dengue Hemorrhagic Fever
Dengue Expert Advisory Group

bimtek tatalaksana DBD Madiun 53


10-2-2016
TATALAKSANA
TERAPI SIMTOMATIS

antipiretik:
parasetamol, hindari asetosal dan ibuprofen
Encourage untuk makan, minum sesuai
kebutuhan: susu, juice buah, cairan elektrolit
obat obat suportive lainnya
kejang, antikonvulsan,
perdarahan gastrointestinal, H2 blocker
antibiotika tak diperlukan; kortikosteroid tak
terbukti bermanfaat
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 54
Kapan terapi cairan intravena dihentikan

Tanda-tanda berakhirnya plasma leakage;


Tekanan darah, nadi dan perfusi perifer
stabil;
hematokrit menurun disertai volume nadi
yang baik;
apireksia (tanpa penggunaan antipiretik)
selama lebih dari 2448 jam;
Gejala pencernaan/abdominal membaik;
Produksi urin membaik

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 55


Resiko tinggi:
penyakit lebih berat, komplikasi lebih banyak
bayi dan lanjut usia.
obesitas. kehamilan Penyakit jantung
ulcus pepticum. kongenital
menstruasi atau penyakit kronis seperti
perdarahan abnormal diabetes mellitus,
vagina hipertensi, asma, penyakit
penyakit hemolitik seperti jantung iskemia, gagal
defisiensi glucose-6- ginjal kronik, sirosis
hepatis.
28 phosphatase
dehydrogenase (G-6PD), Penderita dng terapi
thalassemia dan steroid atau NSAID
hemoglobinopati lain
WHO 2011
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 56
Penderita yang harus dirujuk
Hematokrit meningkat terus,
Bayi <1 tahun.
tidak ada larutan koloid
Obesitas.
Penderita dgn underlying
Wanita hamil
disease, misal Diabetes
Syok uncompensated /
mellitus, hipertensi, penyakit
berkepanjangan
jantung / penyakit hemolitik
Perdarahan hebat
overload cairan.
Syok berulang 2-3 kali
isolated/multiple organ
selama terapi
involvement
Tidak respons terapi
disertai manifestasi
konvensional
neurologis misal perubahan
kesadaran, semi koma,
koma, kejang
bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 57
PENUTUP

untuk menegakkan diagnosis


dan melakukan tatalaksana
infeksi virus dengue perlu diperhatikan fase-fase
mempunyai spektrum luas penyakit
fase awal gejala tidak khas
gejala klinis dan tatalaksana cairan perlu
laboratorium sederhana: dibatasi secukupnya sesuai
gejala GI, nyeri (aches - kebutuhan untuk menjamin
pain), turniket pos, sirkulasi efektif
lekopenia,trombositopenia
bentuk unusual, dengue penderita dengan resiko tinggi
pada bayi perlu diwaspadai perlu dirujuk ke senter dng
fasilitas memadai

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016 58


59

bimtek tatalaksana DBD Madiun 10-2-2016