Anda di halaman 1dari 20

ALKOHOL DAN FENOL

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa
kimia yang molekulnya mengandung karbon kecuali karbida, karbonat,
dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia
organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak,
dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia. Di
antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa
alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon
aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin
benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon
dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus
berulang.
Senyawa-senyawa organik dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat
kelarutannya dalam sejumlah pelarut dan larutan tertentu. Senyawa
dikatakan larut apabila 0,1 gram padatan atau 0,2 ml cairan dapat
larut dalam 3 ml pelarut. Secara umum senyawa organik dapat
diklasifikasikan berdasarkan kelarutan dalam pelarut organik.
Senyawa polar akan larut dalam senyawa polar dan senyawa
nonpolar akan larut dalam senyawa nonpolar. Dalam kelarutan
senyawa organik dengan suatu larutan dapat memberikan informasi
tentang klasifikasi larutan yang bersifat asam dan larutan yang bersifat
basa.
Dari sifat kelarutan suatu senyawa dapat diklasifikasikan kedalam
suatu senyawa polar dan nonpolar. Jika suatu senyawa organik yang
tidak dapat larut dalam air tetapi dapat larut dalam larutan 10% NaOH,
maka dapat dikatakan bahwa senyawa tersebut lebih asam daripada
air dan mempunyai gugus fungsional asam. Gugus fungsional sebagai
ciri utama suatu senyawa organik yang pada dasarnya dapat diketahui
secara jelas dengan mengelompokkan molekul-molekul tersebut
saling berkaitan sehingga sulit untuk membahas suatu gugus

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

fungsional tanpa menyinggung gugus fungsional yang lainnya. Tetapi


secara sederhana dapat dikatakan bahwa gugus fungsional adalah
suatu atom-atom, gugus atom dalam suatu senyawa organik yang
boleh dikatakan paling menentukan sifat zat tersebut.
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud dari percobaan ini adalah :
- Untuk mempelajari sifat fisika dan kimia alkohol dan fenol
- Membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
- Untuk mengetahui kelarutan alcohol dan fenol dalam air dan n-
heksana
- Untuk dapat membedakan antara Alkohol primer,sekunder,dan
tersier
- Untuk mengetahui reaksi alcohol dan fenol dengan Na2CO3 dan
NaHCO3
- Untuk mengetahui reaksi alcohol dan fenol dengan FeCl3

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Umum
Alkohol dan Fenol yang disebut sebagai alkohol aromatik
mempunyai rumus struktur R-OH. Dimana pada alkohol (alkohol
alifatik) R adalah gugus alkil. Sedangkan perbedaan nya dengan fenol

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

adalah gugus R nya adalah gugus aril (Benzena yang kehilangan 1


atom H atau -C6H5)

CH3 CH2 OH

Fenol Etanol (alkohol)

Alkohol dapat dibagi menjadi alkohol primer, sekunder dan tersier


berdasarkan posisi gugus hidroksil (-OH) pada atom C.

R-CH2-OH R2-CH-OH R3C-OH

Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier

Alkohol banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya


etanol digunakan sebagai pelarut sterilisasi alat kedokteran, campuran
minyak harum dan lainnya. Fenol (fenil alkohol) mempunyai
substituen pada kedudukan orto, meta atau para. Fenol berguna
dalam sintesis senyawa aromatis yang terdapat dalam batu bara.
Turunan senyawa fenol (fenolat) banyak terjadi secara alami sebagai
flavonoid alkaloid dan senyawa fenolat yang lain. Contoh dari
senyawa fenol adalah eugenol yang merupakan minyak pada
cengkeh. Dengan rumus strukturnya: (Fessenden, 1986)

a. Reaksi alkohol dan Fenol

Alkohol
Bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Bereaksi dengan oksidator kuat


Alkohol primer membentuk aldehida kemudian oksidasi
lanjut membentuk asam karboksilat
Alkohol sekunder membentuk keton
Alkohol tersier tidak bereaksi
Bereaksi dengan logam atau hidrida reduktor kuat reduktor
kuat seperti Na atau NaH membentuk R-ONa (Ntrium
alkoksida)
Etanol dengan asam kuat membentuk etilen dan air
Bereaksi dengan asam halida membentuk alkil halida
Bereaksi dengan PX3 membentuk alkil halida
Bereaksi dengan asam sulfat membentuk alkil hidrosulfat

b. Fenol

Bereaksi dengan asam nitrat membentuk p-nitrofenol


Bereaksi dengan gas halogen membentuk 2,4,6
trihalofenol
Bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH membentuk
garam natrium fenoksida
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga
disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung
alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan
sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau
grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan
dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol.
Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih
luas lagi. Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang
umum untuksenyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-
OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada
atom hidrogen dan/atau atom karbonlain ( Marappung, 1987).
A. STRUKTUR
Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada
karbonhibridisasi sp3. Ada tiga jenis utama alkohol - 'primer',
'sekunder, dan 'tersier'. Nama-nama ini merujuk pada jumlah karbon

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

yang terikat pada karbon C-OH. Alkohol primer paling sederhana


adalah metanol. Alkohol sekunder yang paling sederhana adalah 2-
propanol, dan alkohol tersier paling sederhana adalah 2-metil-2-
propanol.

B. NAMA SISTEMIK
Dalam sistem tatanama IUPAC, nama-nama senyawa alkana
kehilangan akhiran "e" dan diganti dengan "ol",
contohnya metana menjadi metanol dan etanamenjadi etanol. Ketika
dibutuhkan, posisi dari gugus hidroksil dapat diketahui dari nomor
diantara nama alkana dan "ol": 1-propanol untuk CH3CH2CH2OH,2-
propanol untuk CH3CH(OH)CH3. Jika ada gugus fungsi yang lebih
tinggi (seperti aldehida, keton, atau asam karboksilat, maka
awalannya adalah "hidroksi Penggunaan tatanama IUPAC dipakai di
publikasi-publikasi ilmiah dan diperlukan identifikasi detail terhadap
substansi tersebut. Pada konteks lainnya, alkohol biasanya disebut
dengan gugus alkil ditambah dengan kata "alkohol",
misalnya metil alkohol, etil alkohol. Propil alkohol dapat disebut n-
propil alkoholatau isopropil alkohol, tergantung dari dimana gugus
fungsinya berikatan, berikatan pada karbon pertama atau kedua pada
rantai propana (Rasyid, 1989) .
Nama Umum/Trivial/Perdagangan
Rumus kimia Nama IUPAC Nama umum
Alkohol monohidrik
CH3OH Metanol Alkohol kayu
C2H5OH Etanol Alkohol gandum
C3H7OH Isopropil alkohol Alkohol gosok
C5H11OH Pentanol Amil alkohol
C16H33OH 1-Heksadekanol Cetil alkohol
Alkohol polihidrik
C2H4(OH)2 1,2-etadienol Etilen glikol
C3H5(OH)3 1,2,3-propatrienol Gliserol
C4H6(OH)4 1,2,3,4-butatetraenol Eritritol
C5H7(OH)5 1,2,3,4,5-pentapentanol Xylitol

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

C6H8(OH)6 1,2,3,4,5,6-heksaheksanol Mannitol, Sorbitol


C7H9(OH)7 1,2,3,4,5,6,7-heptaheptanol Volemitol
Alkohol alifatik tidak tersaturasi
C3H5OH Prop-2-ene-1-ol Alil alkohol
C10H17OH 3,7-Dimethylocta-2,6-dien-1-ol Geraniol
C3H3OH Prop-2-in-1-ol Propargil alkohol
Alkohol alisiklik
C6H6(OH)6 Cyclohexane-1,2,3,4,5,6-geksol Inositol
C10H19OH 2 - (2-propyl)-5-methyl-cyclohexane-1-ol Mentol

B. FENOL

Senyawa dengan suatu gugus OH yang terikat pada cincin


aromatik Rumus kimianya : C6H5OH Jadi fenol adalah nama
spesifik untuk hidroksibenzena dan merupakan nama umum untuk
kelompok senyawa yang diturunkan hidroksi benzena. Fenol atau
asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang
memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan
strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan
cincin fenil.
Fenol (fenil alcohol) merupakan zat padat yang tidak berwarna
yang mudah meleleh dan terlarut baik didalam air. Dalam mencoba
keasaman reaksi dalam zat-zat kimia seperti asam asetat, dan lain-
lain banyak digunakan indicator, indicator seperti kertas lakmus.
Fenol yang diketahui fungsinya sebagai zat desinfektan yang
umum dipakai orang. Berbeda dengan alcohol alifatik, fenol sebagai
alcohol aromatic mempunyai sifat yang berbeda. Dalam air fenol
sedikit terionisasi menghasilkan ion H+ dengan Ka = 10-10.
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml.
ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar
S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat


melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion
tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O yang dapat
dilarutkan dalam air.
Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih
asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH,
di mana fenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama,
alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan
ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan
oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif
melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya (Marham,
2010).
Fenol dapat digunakan sebagai antiseptik seperti yang
digunakan Sir Joseph Lister saat mempraktikkan pembedahan
antiseptik. Fenol merupakan komponen utama pada anstiseptik
dagang, triklorofenol atau dikenal sebagai TCP (trichlorophenol).
Fenol juga merupakan bagian komposisi beberapa anestitika oral,
misalnya semprotan kloraseptik. Fenol berfungsi dalam pembuatan
obat-obatan (bagian dari produksi aspirin, pembasmi rumput liar,
dan lainnya. Selain itu fenol juga berfungsi dalam sintesis senyawa
aromatis yang terdapat dalam batu bara. Turunan senyawa fenol
(fenolat) banyak terjadi secara alami sebagai flavonoid alkaloid dan
senyawa fenolat yang lain. Contoh dari senyawa fenol adalah
eugenol yang merupakan minyak pada cengkeh (Suminar, 1990).
2.2 Uraian Bahan
a. Alkohol (Ditjen, POM edisi III,1979 : 65)
Nama Resmi : AETHANOLUM
Sinonim : Alkohol
Rumus Molekul : C2H6O
Rumus Struktur : H H

H----- C---------------C-----OH

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

H H
Berat Molekul : 46,07
Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudah menguap,
dan mudah bergerak, bau khas dan rasa
panas
Kelarutan : Hampir larut dalam larutan
b. Air Suling (Ditjen POM edisi III 1979 )
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Air Suling / aquadest
RM/BM : H2O / 18,02
Pemerian : Cairan jernih, Tidak berwarna, Tidak
berasa, tidak berbau
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : sebagai pereaksi
c. Amyl Alkohol (Ditjen POM 1979:641)
Nama Resmi : AMYL ALKOHOL
Nama Lain : Amyl alcohol
RM/BM : C16H33OH/242,4
Rumus struktur : CH3-(CH2)14-CH2-OH
Pemerian : Kristal putih,mengikat, rasa seperti
lemak Kelarutan : Tidak larut dalam air ,larut dalam
d. Asam asetat (Ditjen POM edisi III 1979 : 41)
Nama Resmi : ACIDUM ACETIUM
Nama Lain : Asam asetat
RM/BM : CH3COOH / 60,05
Pemerian : cairan jernih, tak berwarna, bau busuk,
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air (95%)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutu rapat
e. FeCl3 ( Ditjen POM edisi III 1979 : 659)
Nama Resmi : FERRI CHLORIDA
Nama Lain : Besi (III) Klorida

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

RM/BM : FeCl3 / 162,5


Pemerian : Hablur atau serbuk hablur, hitam
kehijauan, bebas warna jingga dari
garam hidrat yang telah berpengaruh
oleh kelembapan
Kelarutan : Larut dalam air
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai pereaksi

f. Fenol (Ditjen POM edisi III 1979:484)


Nama resmi : PHENOLUM
Nama lain : Fenol
RM / BM : C6H5OH
Pemerian : Hablur bentuk jarum atau massa hablur,
tidak .
Kelarutan : Larut dalam bagian air, mudah larut dalam
etanol,dalam kloroform P. dalam eter P, dalam
gliserol P dan dalam minyak lemak
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari
cahaya, di tempat sejuk
Kegunaan : Antiseptikum ekstern
g. Methanol ( Ditjen POM edisi III 1979 : 706)
Nama Resmi : METANOL
Nama lain : Metanol
RM/BM : CH3OH/34,00
Rumus Struktur : CH3-OH
Pemerian : Cairan tidak berwarna, gliserin, bau khas
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, cairan jernih
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup
Kegunaan : Sebagai pereaksi
h. n-heksana (Ditjen POM edisi III 1979 : 283)
ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar
S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Nama resmi : HEXAMINUM


Nama lain : Heksamina
RM/BM : C6H12N4 / 140,19
Pemerian : hablur mengkilap, tidak berwarna atau serbuk
hablur putih, tidak berbau, rasa membakar
manis kemudian agak pahit. Jika di
panaskan dalam suhu 260 menyublim.
Kelarutan : larut dalam 1,5 bagian air, dalam 12,5 ml
etanol (95 %) P dan dalam lebih kurang 10
bagian kloroform P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : antiseptikum
I. 2-propanol (Ditjen POM edisi III 1979 : 685)
Nama Resmi : ISOPROPANOL
Nama lain : Propan-2-ol
RM / BM : CH3CH3.CHOH.CH3 / 0,784
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, bau khas
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air
J. Uraian Bahan NaHCO3 (Ditjen, POM edisi III,1979 : 424)
Nama Resmi : NATRII SUBCARBONAS
Sinonim : Natrium Bikarbonat
RM : NaHCO3
BM : 84,01
Pemerian : Serbuk putih atau hablur monoklin kecil,
tidak berbau, rasa asin
Kelarutan : Larut dalam 11 bagian air, praktis tidak larut
dalam etanol (95%)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Antasidum
K. Uraian Bahan Na2CO3 (Ditjen, POM edisi III,1979 : 400)
Nama Resmi : NATRII CARBONAS
ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar
S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Sinonim : Natrium Karbonat


RM : Na2CO3
BM : 124,00
Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk putih
Kegunaan : Zat tambahan
Kelarutan : Mudah larut dalam air, larut di air mendidih
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

2.3 Prosedur Kerja (Anonim,2017)


A. Kelarutan dalam air dan n-heksana
1. Siapkan dua buah tabung
2. Pada tabung reaksi pertama isi dengan 0,5 ml air dan pada
tabung kedua di isi 0,5 ml heksana
3. Masing masing tabung tambahkan dengan setetes methanol
4. Kocok dan perhatikan kelarutannya
5. Kerjakan kegiatan tersebut 1-4, dengan mengganti methanol
dengan amil alcohol
6. Kocok dan perhatikan kelarutannya
7. Setelah itu amil alcohol ganti dengan fenol
B. Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier
1. Siapkan tiga buah tabung reaksi
2. Masing masing tabung isi dengan 1 ml pereeaksi Lucas
3. Kemudian tambahkan 3 5 tetes alcohol primer pada tabung
pertama, 3 5 tetes alcohol sekunder pada tabung kedua, dan 3
5 tetes tersier
4. Kocok dan biarkan selama 3 5 menit
5. Perhatikan perubahan yang terjadi dan catat
6. Kerjakan percobaan tersebut dengan menggunakan fenol
C. Beberapa Reaksi Alkohol dan Fenol Reaksi dengan Na2CO3 dan
NaHCO3
1. Siapkan tiga buah tabung reaksi
2. Tabung pertama diisi dengan Amyl alcohol, pada tabung kedua
dengan fenol, dan pada tabung ketiga isi dengan asam asetat
(sebagai pembanding) masing masing 1 ml
3. Masing masing tabung reaksi tambah dengan 0,5 ml Na2CO3
4. Kocok dan biarkan selama 3 5 menit
5. Perhatikan perubahan dan catat
6. Kerjakan seperti 1 5 (ganti Na2CO3 dengan NaHCO3)

D. Reaksi dengan FeCl3


1. Siapkan tiga buah tabung reaksi

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

2. Pada tabung pertama isi dengan methanol, pada tabung kedua isi
dengan amil alkohol, dan pada tabung ketiga isi dengan fenol
masing masing 1 ml
3. Kedalam masing masing tabung reaksi tambahkan beberapa
tetes FeCl3
4. Catat perubahan yang terjadi

BAB 3
METODE KERJA
3.1 Alat Praktikum
Dalam pratikum ini alat yang digunakan yaitu tabung reaksi. Pipet
volume berukuran 10 cm3 dan rak tabung
3.2 Bahan Praktikum.

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Adapun bahan yang digunakan dalam pratikum ini antara lain Air
suling, Alcohol , Amyl alkohol , Asam asetat , FeCl3 Fenol ,
Methanol, NaHCO3 , Na2CO3 n-Heksana dan 2-propanol
3.3 Cara Kerja
Kelarutan dalam air dan n-heksana
1. Disiapkan dua buah tabung
2. Pada tabung reaksi pertama di isi dengan 0,5 ml air dan pada
tabung kedua di isi 0,5 ml heksana
3. Masing masing tabung di tambahkan dengan setetes methanol
4. Di Kocok dan perhatikan kelarutannya
5. Di Kerjakan kegiatan tersebut 1-4, dengan mengganti methanol
dengan amil alcohol, propanol dan fenol
Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier
1. Di Siapkan tiga buah tabung reaksi
2. Masing masing tabung diisi dengan 1 ml pereeaksi Lucas
3. Kemudian ditambahkan 3 5 tetes alcohol primer pada tabung
pertama, 3 5 tetes alcohol sekunder pada tabung kedua
4. Di Kocok dan dibiarkan selama 3 5 menit
5. Perhatikan perubahan yang terjadi dan dicatat
6. Di Kerjakan percobaan tersebut dengan menggunakan fenol
Reaksi dengan beberapa alcohol dan fenol dengan Na2CO3 dan
NaHCO3
1. Di Siapkan tiga buah tabung reaksi
2. Tabung pertama diisi dengan Amyl alcohol, pada tabung kedua
di isi dengan fenol, dan pada tabung ketiga diisi dengan asam
asetat (sebagai pembanding) masing masing 1 ml
3. Masing masing tabung reaksi ditambah dengan 0,5 ml
Na2CO3
4. Di Kocok dan di biarkan selama 3 5 menit
5. Perhatikan perubahan dan di catat
6. Kerjakan seperti 1 5 (diganti Na2CO3 dengan NaHCO3)
Reaksi dengan FeCl3
1. Di Siapkan tiga buah tabung reaksi
2. Pada tabung pertama diisi dengan methanol, pada tabung kedua
diisi dengan amil alkohol, dan pada tabung ketiga diisi dengan
fenol masing masing 1 ml
3. Kedalam masing masing tabung reaksi ditambahkan beberapa
tetes FeCl3
4. Di Catat perubahan yang terjadi

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
a. Kelarutan dalam air dan n-heksana
Alkohol /fenol Kelarutan Dalam Air Kelarutan dalam n-
heksana keterangan Metanol Larut jernih. Methanol lebih cepat
larut dalam air daipada dalam n-heksana. Amil alkohol Larut
sempurna di dalam air, dan dalam n-heksana larut jernih.
Propanol larut jernih pada air dan n-heksana dan fenol larut
jernih dalam air dan n-heksana
b. Alkohol Primer, sekunder, dengan pereaksi lucas
Metanol larut jernih dan terbentuk 1 fase, begitupun dengan
propanol dan fenol larut jernih dan terbentuk 1 fase, sedangkan
pada amil alkohol tidak larut, keruh dan terbentuk 2 fase
c. Beberapa reaksi alkohol dan fenol dengan Na2CO3 dan
NaHCO3
Metanol larut jernih dan terbentuk 1 fase, begitupun dengan
propanol dan fenol larut jernih dan terbentuk 1 fase, sedangkan
pada amil alkohol tidak larut, keruh dan terbentuk 2 fase
d. Reaksi dengan FeCl3

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Metanol bereaksi dengan FeCl3 dengan menghasilkan warna


kuning muda (larut) begitupun dengan propanol bereaksi
dengan FeCl3 dengan menghasilkan warna kuning muda (larut),
sedangkan pada fenol terjadi perubahan warna yaitu ungu tua
(larut), akan tetapi pada amyl alkohol tidak terjadi reaksi dan
terbentuk 2 fase (tidak larut).
4.2 Pembahasan
Alkohol adalah senyawa yang mempunyai rumus umum :R-
OH dimana R adalah gugus alkil atau alkil tersubtitusi. Gugus
ini dapat merupakan rantai terbuka, rantai tertutup (siklis) dan
dapat mempunyai ikatan rangkap atau mengikat gugus
aromatik. Sebagai turunan alkana dan maupun air, alkohol
dapat menyerupai sifat keduanya. Alkohol lebih rendah
mempunyai sifat yang menyerupai air karena gugusan hidroksil
(-OH) mengambil bagian yang lebih besar dalam molekulnya.
Sedangkan alkohol yang lebih tinggi terutama yang menyerupai
sifat-sifat alkana hanya sedikit larut dalam air. Tetapi lebih
mudah larut dalam pelarut organik.
Pada pratikum kali ini kita akan melihat reaksi alcohol dan fenol
dalam air, n-heksana, alkkohol primer (Metanol), alcohol
sekunder (2 propanol), Na2CO3, NaHCO3, dan dalam FeCl3.
Pada percobaan kelarutan dalam air dan n-heksana
pereaksi-pereaksi yang digunakan yaitu metanol, amil alkohol,
dan fenol. Untuk reaksi dengan air, semuanya larut sempurna
dalam air. Untuk kelarutan dalam n-heksana methanol dan
fenol larut sempurna dalam air, tamyl alkoholpun begittu namun
pada amyl alcohol terjad 2 fase berbeda antara polar dan non
polar. Tejadinya 2 fase tersebut karena adanya perbedaan
bobot jenis antara kedua senyawa.
Pada percobaan kelarutan alcohol primer dan sekunder pada
pereaksi lucas, yang mana alcohol primer disisi yang dipakai
ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar
S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

adalah methanol dan alcohol sekunder adalah 2 propanol.


Kedua-duanya (methanol dan 2 propanol) larut, namun
methanol lebih cepat larut dari pada 2 propanol. Hal ini
disebabkan karena alkohol primer hanya mengikat satu atom C
sedangkan pada alkohol sekunder mengikat dua atom C.
Sehingga semakin panjang rantai karbon maka akan semakin
sulit bagi senyawa tersebut untuk bereaksi.
Pada reaksi dengan Na2CO3 dan NaHCO3 yang
menggunakan pereaksi amil alcohol , fenol dan asam asetat.
Semuanya larut sempurna namun pada amil alcohol + Na2CO3
terdapat gelembung, dan pada amil alcohol + NaHCO3
terbentuk 2 fase antara fase minyak dan fase air. Perbedaan
fase ini terjadi karena adanya perbedaan bobot jenis dari kedua
senyawa.
Jika methanol dilarutkan dengan larutan FeCl3 menghasilkan
warna kuning dan jika fenol dilarutkan dengan larutan FeCl3
menghasilkan warna ungu. Ini menandakan bahwa fenol
bersifat lebih asam dari pada alkohol. jika amil alcohol di
reaksikan dengan FeCl3 terbentuk 2 fase, dimana pada fase
pertama, Pada permukaan merupakan amil alcohol, dan pada
pada fase ke dua adalah FeCl3.ini karena alcohol + FeCl3 tidaj
larut sempuna. Salah satu sifat fisika dari alcohol adalah
bersifat polar. Semakin panjang gugus alkil dari suatu alcohol,
semakin berkurang pula kepolaran alkohl tesebut, begitu pula
sebaliknya. Kelarutan alcohol dalam air menjadi berkurang
dengan bertambah panjangnya rantai karbon. Hal inilah yang
kemudian menyebabkan alcohol yang memiliki rantai karbon
yang lebih panjang lebih mudah larut dalam n-heksana di
bandigkan dengan air. Atau dapat di katakana kelarutan alcohol
dalam pelarut nonpolar bertambah seiring dengan bertambah
panjangnya rantai karbon.
ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar
S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada praktikum kali ini kami dapat mempelajari sifat fisika dan
kimia alkohol dan fenol. Membedakan antara alkohol primer, sekunder
dan tersier, mengetahui kelarutan alcohol dan fenol dalam air dan n-
heksana, dapat membedakan antara Alkohol primer,sekunder,dan
tersier, mengetahui reaksi alcohol dan fenol dengan Na2CO3 dan
NaHCO3 dan mengetahui reaksi alcohol dan fenol dengan FeCl3
5.2 Saran
Kami sangat mengharapkan dari asisten paparan atau materi
yang akan diberikan sebaiknya lebih diperjelas dalam
praktikum,kemudian alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan
baik dan lengkap agar tidak menghambat proses jalannya praktikum.

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2017. Penuntun dan laporan praktikum Kimia Organik. UMI.
Makassar.
Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Depkes RI.
Fessenden R.J dan J.S.Fessenden. 1986. Kimia Organik edisi 3 jilid 1.
orth Publishers, INC, Belmont: USA.
Fessenden R.J dan J.S.Fessenden.1986. Kimia Organik edisi 3 jilid 2
.Worth Publishers, INC, Belmont: USA.
Marappung. 1987. Kimia Organik. Bandung : SHA Bandung.
Rasyid, Muhaidah. 1989. Kimia Organik 1. Badan Penerbit UNM :
Makassar.
Sitorus, Marham. 2010. Kimia Organik . Graha Ilmu : Yokjakarta.
Suminar, Hart.1990. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Erlangga:
Jakarta.

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

LAMPIRAN

Gambar Keterangan

1. Kelarutan dalam air dan n-


heksana

Gambar Keterangan

2. Alkohol primer, sekunder dan


tersier

Gambar Keterangan

3. Reaksi dengan FeCl3

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111
ALKOHOL DAN FENOL

Gambar Keterangan
4. Reaksi dengan Na2CO3

Gambar Keterangan

5. Reaksi dengan NaHCO3

ZUMRATUL INAYAH Naqli Akbar


S.Farm
15020140111