Anda di halaman 1dari 19

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA

PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. MOEWARDI


SURAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Di ajukan oleh

DIAN RAHMAWATI
J210080122

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 1
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA


PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA

Dian Rahmawati *
Bd. Sulastri, S.Kp., M.Kes **
Endang Zulaicha, S.Kp***

Abstrak

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk


mengetahui derajat kesehatan disuatu negara seluruh dunia. Demikian pula di
Indonesia memiliki prevalensi 34 per seribu kelahiran, dan di Surakarta mencapai
11,86 per seribu kelahiran. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya
kematian bayi adalah persalinan preterm. Penelitian ini bertujuan mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya persalinan preterm di RSUD Dr.
Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pendekatan case control yang bersifat retrospectif. Populasi penelitian adalah
semua ibu yang melahirkan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2011
berjumlah 169 populasi kasus dan 1607 populasi kontrol. Sampel penelitian
sebanyak 126 yang terdiri dari 63 sampel kasus dan 63 sampel kontrol dengan
teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa dokumentasi. Pengujian
analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Sedangkan analisis Multivariat
menggunakan uji Regresi Logistic. Kesimpulan penelitian adalah: (1) terdapat
hubungan anemia terhadap persalinan preterm, (2) tidak terdapat hubungan usia
ibu terhadap persalinan preterm, (3) terdapat hubungan jarak kelahiran terhadap
persalinan preterm, (4) terdapat hubungan paritas terhadap persalinan preterm
dan (5) faktor yang paling dominan mempengaruhi persalinan preterm di RSUD
Dr. Moewardi Surakarta adalah anemia.

Kata kunci: anemia, usia ibu, jarak kelahiran, paritas, persalinan preterm.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 2
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

THE FACTORS AFFECTING SUCH PRETERM LABOR AT


DR. MOEWARDI GENERAL HOSPITAL OF SURAKARTA

Dian Rahmawati *
Bd. Sulastri, S.Kp., M.Kes **
Endang Zulaicha, S.Kp***

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) is one of the indicators to determine the health
of a country around the world. Similarly in Indonesia has a prevalence of 34 per
thousand births, and in Surakarta reached 11.86 per thousand births. One of the
factors that caused the death of a baby is preterm labor. This study aims to
determine the factors that influence the occurrence of preterm birth in hospitals
Dr. Moewardi Surakarta. This research is a descriptive study with case-control
approach that is retrospectively. The study population was all women who gave
birth in hospitals Dr. Moewardi Surakarta in 2011 amounted to 169 cases and
1607 control population. Research sample comprised 126 samples from 63
cases and 63 control samples by purposive sampling technique. The research
instrument in the form of documentation .Testing the bivariate analysis using Chi
square test. While multivariate analysis using Logistic regression. Conclusions of
research are: (1) there is a relationship of anemia on preterm labor, (2) there was
no correlation of maternal age on preterm labor, (3) there is a relationship to
preterm birth spacing, (4) there is a relationship of parity against preterm delivery
and (5) the most dominant factor influencing preterm labor in hospitals Dr.
Moewardi Surakarta is anemia.

Keywords: anemia, maternal age, birth spacing, parity, preterm labor.

.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 3
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

PENDAHULUAN potensi generasi akan datang,


Angka Kematian Bayi (AKB) kelainan mental dan beban ekonomi
merupakan salah satu indikator bagi keluarga serta bangsa secara
untuk mengetahui derajat kesehatan menyeluruh. Pada kebanyakan
disuatu negara seluruh dunia. AKB kasus, penyebab pasti persalinan
di Indonesia masih sangat tinggi, preterm tidak diketahui (Joseps,
menurut hasil Survei Demografi 2010).
Kesehatan Indonesia (SDKI) bahwa Persalinan preterm merupakan
AKB di Indonesia pada tahun 2009 masalah besar karena dengan berat
mencapai 34/1000 KH (kelahiran janin kurang dari 2500 gram dan
hidup). Apabila dibandingkan umur kurang dari 37 minggu, maka
dengan target dalam Millenium alat-alat vital (otak, jantung, paru,
Development Goals (MDGs) ke-4 ginjal) belum sempurna, sehingga
tahun 2015 yaitu 23/1000 KH, mengalami kesulitan dalam adaptasi
ternyata AKB di Indonesia masih untuk tumbuh dan berkembang
sangat tinggi (BAPPENAS, 2010). dengan baik (Sujiatini, 2009).
AKB di Provinsi Jawa Prawirohardjo (2010)
Tengah tahun 2009 sebesar menjelaskan bahwa persalinan
10,25/1.000 kelahiran hidup, angka preterm merupakan hal yang
kematian ini meningkat bila berbahaya karena mempunyai
dibandingkan dengan tahun 2008 dampak yang potensial
sebesar 9,17/1.000 kelahiran hidup meningkatkan kematian perinatal.
(Profil Kesehatan Provinsi Jawa Dari sudut medis secara garis besar
Tengah, 2009). 50% partus prematurus terjadi
Data dari Dinas Kesehatan spontan, 30% akibat Ketuban Pecah
Kota Surakarta (2010) AKB Dini (KPD) dan sisanya 20%
meningkat menjadi 11,86/ 1000 KH dilahirkan atas indikasi ibu/janin.
dari tahun 2009 sebanyak Rumah Sakit Umum Daerah
10,74/1000 KH. Penyebab kematian (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta
bayi tersebut antara lain BBLR adalah rumah sakit milik pemerintah
(34%), asfiksia (24%), infeksi (23%), Provinsi Jawa Tengah yang terletak
prematur (11%), dan lain-lain (8%). di kota Surakarta, disamping itu juga
Dari data Depkes RI (2005), sebagai rumah sakit rujukan untuk
jumlah persalinan preterm di wilayah Kotamadya Surakarta dan
Indonesia mengalami kenaikan pada sekitarnya. Sehingga terdapat
tahun 2004 dari 1,74% naik menjadi berbagai macam kasus penyakit,
1,84% pada tahun 2005. termasuk juga kasus patologi
Persalinan preterm merupakan kebidanan.
hal yang berbahaya karena potensial Data yang didapat dari study
meningkatkan kematian perinatal pendahuluan di RSUD Dr. Moewardi
sebesar 65%-75%, umumnya tanggal 5 Juli 2012, pada tahun
berkaitan dengan berat bayi rendah 2011 terdapat 169 (10,5%) kasus
yaitu beratnya kurang dari 2.500 persalinan preterm dari 1.607
gram. Berat bayi rendah dapat persalinan normal.
disebabkan oleh kelahiran preterm Berdasarkan fenomena di atas
dan pertumbuhan janin yang peneliti ingin mengetahui faktor-
terhambat, keduanya sebaiknya faktor yang mempengaruhi
dicegah karena dampaknya yang terjadinya persalinan preterm di
negatif; tidak hanya kematian RSUD Dr. Moewardi Surakarta..
perinatal tetapi juga morbiditas,
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 4
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

LANDASAN TEORI dari risiko demografik, risiko medis,


risiko kehamilan saat ini, risiko
Tinjauan Pustaka perilaku dan lingkungan.
Penelitian yang dilakukan Krisnadi (2009) menjelaskan
oleh Judith, et.al. 2010. Antenatal bahwa faktor-faktor yang
Steroids in Preterm Labour for The mempengaruhi persalinan preterm
Prevention of Neonatal Deaths Due adalah sebagai berikut:
to Complications of Preterm Birth. Usia Ibu
Dengan hasil penelitian yaitu terapi Persalinan preterm
steroid antenatal sangat efektif meningkat pada usia ibu < 20 dan >
dalam mencegah kematian neonatal 35 tahun, ini disebabkan karena
dan morbiditas, namun tetap pada pada < 20 tahun alat reproduksi
cakupan rendah/negara menengah. untuk hamil belum matang sehingga
Jika sepenuhnya ditingkatkan, dapat merugikan kesehatan ibu
intervensi ini dapat menghemat maupun perkembangan
hingga 500.000 kehidupan neonatal dan pertumbuhan janin.
per tahun. Sedangkan pada umur > 35 tahun
Penelitian oleh AR Shahid, juga dapat menyebabkan persalinan
et.al. 2010. Hypomagnesaemia in preterm karena umur ibu yang sudah
Pregnancy: A predictor of Preterm resiko tinggi (Suririnah, 2008).
Labour. Hasil penelitian Krisnadi, dkk (2009)
menunjukkan konsentrasi menjelaskan bahwa ibu hamil
magnesium serum yang rendah dengan usia muda yaitu kurang dari
pada kehamilan, memiliki peran 20 tahun peredaran darah menuju
dalam patofisiologi persalinan serviks dan uterus belum sempurna
preterm. hal ini menyebabkan pemberian
Sedangkan penelitian yang nutrisi pada janin berkurang.
dilakukan oleh Dole, et.al. 2003. Demikian juga peredaran darah
Maternal Stress and Preterm Birth. yang kurang pada saluran genital
Dengan hasil penelitian yaitu ada menyebabkan infeksi meningkat
hubungan antara kecemasan saat sehingga juga dapat menyebabkan
hamil dengan kelahiran preterm. persalinan preterm meningkat.
Sedangkan menurut
Tinjauan Teoritik Kristiyanasari (2010), ibu hamil
Persalinan preterm atau dengan usia di atas 35 tahun juga
partus prematur adalah persalinan berisiko karena terjadi penurunan
yang terjadi pada kehamilan kurang fungsi dari organ akibat proses
dari 37 minggu (antara 20 37 penuaan. Adanya kehamilan
minggu) atau dengan berat janin membuat ibu memerlukan ekstra
kurang dari 2500 gram (Sujiatini, energi untuk kehidupannya dan juga
2009). kehidupan janin yang sedang
Menurut Bobak (2005) dikandungnya. Selain itu pada
penyebab terjadinya persalinan proses kelahiran diperlukan tenaga
preterm sekitar 50% kelahiran yang lebih besar dengan kelenturan
preterm tidak diketahui. Namun, dan elastisitas jalan lahir yang
sepertiga persalinan preterm terjadi semakin berkurang.
setelah KPD. Faktor risiko Pekerjaan ibu
persalinan dan kelahiran preterm Wanita hamil tetap dapat
telah teridentifikasi dengan bekerja namun aktivitas yang
beberapa kategori. Kategori ini terdiri dijalaninya tidak boleh terlalu berat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 5
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Istirahat untuk wanita hamil Hb. Pertambahan berat badan


dianjurkan sesering mungkin. selama hamil sekitar 10 - 12 kg,
Seorang wanita hamil disarankan dimana pada trimester pertama
untuk menghentikan aktivitasnya pertambahan kurang dari 1 kg,
apabila mereka merasakan trimester kedua sekitar 3 kg, dan
gangguan dalam kehamilan. trimester ketiga sekitar 6 kg.
Pekerjaan yang membutuhkan Pertambahan berat badan ini juga
aktivitas berat, berdiri dalam jangka sekaligus memantau pertumbuhan
waktu lama, pekerjaan dalam janin. Pengukuran LILA
industri mesin, atau pekerjaan yang dimaksudkan untuk mengetahui
memiliki efek samping lingkungan apakah ibu menderita Kurang Energi
harus dimodifikasi (Sulistyawati, Kronis (KEK), sedangkan
2009). pengukuran Hb untuk mengetahui
Aktivitas fisik juga kondisi ibu apakah menderita
mempengaruhi kebutuhan nutrisi anemia gizi. Di Indonesia batas
wanita hamil. Apabila wanita tidak ambang LILA dengan resiko KEK
dalam kondisi sehat, aktivitas yang adalah 23,5 cm (Kristiyanasari,
keras dapat menyebabkan 2010).
pengalihan glukosa dari janin dan Kondisi sosio-ekonomi
plasenta ke otot-otot ibu untuk Tingkat sosial ekonomi
pembentukan energi. Ini juga dapat terbukti sangat berpengaruh
menyebabkan hipoksia janin karena terhadap kondisi kesehatan fisik dan
aliran darah melalui plasenta psikologis ibu hamil. Pada ibu hamil
dialihkan ke ibu, sehingga suplai dengan tingkat sosial ekonomi yang
oksigen berkurang (Bobak, 2005). baik, otomatis akan mendapatkan
Status Gizi kesejahteraan fisik dan psikologis
Maulana (2010) menjelaskan yang baik pula. Status gizipun akan
bahwa kekurangan gizi tentu saja meningkat karena nutrisi yang
akan menyebabkan akibat yang didapatkan berkualitas, selain itu ibu
buruk bagi ibu dan janin. Ibu dapat tidak akan terbebani secara
menderita anemia, sehingga suplai psikologis mengenai biaya
darah yang mengantarkan oksigen persalinan dan pemenuhan
dan makanan pada janin akan kebutuhan sehari-hari setelah
terhambat, sehingga janin akan bayinya lahir (Sulistyawati, 2009).
mengalami gangguan pertumbuhan Ekonomi seseorang sangat
dan perkembangan. Janin harus mempengaruhi dalam pemilihan
segera dilahirkan, agar tidak terjadi makanan yang dikonsumsi sehari-
hipoksia janin. Apabila sampai harinya. Seorang dengan ekonomi
terjadi, maka akan mengakibatkan yang tinggi kemudian hamil maka
kematian janin. kemungkinan besar gizi yang
Status gizi ibu hamil dibutuhkan tercukupi ditambah lagi
menentukan berat bayi yang adanya pemeriksaan kehamilan
dilahirkan, pemantauan gizi ibu membuat gizi ibu semakin terpantau
hamil sangatlah penting dilakukan. (Kristiyanasari, 2010).
Ada beberapa cara yang dapat Riwayat persalinan sebelumnya
digunakan untuk mengetahui status Kusnadi, dkk (2009)
gizi ibu hamil antara lain memantau menjelaskan bahwa ibu yang
pertambahan berat badan selama mempunyai riwayat satu kali
hamil, mengukur Lingkar Lengan persalinan preterm sebelumnya
Atas (LILA), dan mengukur kadar akan meningkatkan risiko untuk
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 6
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

mendapat persalinan preterm lagi jarak minimal antara kelahiran 2


sebesar 2,2 kali, dan bila pernah tahun (Setianingrum, 2005).
mengalami tiga kali persalinan Proses pengembalian kondisi
preterm risikonya meningkat sampai setelah persalinan tidak hanya
4,9 kali. selesai setelah nifas berakhir, akan
Paritas tetapi membutuhkan waktu yang
Paritas adalah banyaknya lebih panjang sehingga dibutuhkan
kelahiran hidup yang dipunyai oleh rentang waktu yang cukup bagi
seorang wanita (BKKBN, 2006). organ-organ tubuh untuk dibebani
Paritas dapat dibedakan menjadi dengan proses kehamilan dan
primipara dan multipara persalinan lagi (Asiyah dkk, 2010).
(Prawirohardjo, 2010). Antenatal care
Resiko kesehatan ibu dan Pelayanan antenatal care
anak meningkat pada persalinan merupakan upaya peningkatan
pertama, keempat dan seterusnya. untuk menjaga kesehatan ibu pada
Kehamilan dan persalinan pertama masa kehamilan. Pelayanan
meningkatkan resiko kesehatan antenatal mencakup banyak hal
yang timbul karena ibu belum yang meliputi anamnesis,
pernah mengalami kehamilan pemeriksaan fisik, pemeriksaan
sebelumnya, selain itu jalan lahir laboratorium atas indikasi serta
baru akan dicoba dilalui janin. intervensi dasar dan khusus. Hal ini
Sebaliknya jika terlalu sering meliputi konseling gizi, pemantauan
melahirkan rahim akan menjadi berat badan, penemuan
semakin lemah karena jaringan penyimpangan kehamilan ,
parut uterus akibat kehamilan pemberian intervensi dasar seperti
berulang. Jaringan parut ini pemberian imunisasi Tetanus
menyebabkan tidak adekuatnya Toksoid (TT) dan tablet zat besi
persediaan darah ke plasenta serta mendidik dan memotivasi ibu
sehingga plasenta tidak mendapat agar dapat merawat dirinya selama
aliran darah yang cukup untuk hamil dan mempersiapkan
menyalurkan nutrisi ke janin persalinan (Depkes RI, 2005).
akibatnya pertumbuhan janin Pemeriksaan kehamilan
terganggu (Depkes RI, 2004). Hal sangatlah penting untuk memonitor
tersebut akan meningkatkan resiko pertumbuhan dan perkembangan
terjadinya persalinan preterm. bayi dalam kandungan serta
Jarak kelahiran menemukan kelainan atau
Menurut anjuran yang komplikasi secara dini sehinggga
dikeluarkan oleh Badan Koordinasi dapat diatasi secepatnya. Selain itu
Keluarga Berencana (BKKBN) jarak ANC ( Antenatal care) juga sarana
kelahiran yang ideal adalah 2 tahun informasi bagi ibu hamil untuk
atau lebih. Jarak kelahiran yang mendapatkan saran dan informasi
pendek akan menyebabkan seorang tentang kehamilan dan persalinan
ibu belum cukup untuk memulihkan sehingga menjadi lebih memahami
kondisi tubuhnya setelah tentang apa yang terjadi selama
melahirkan. Hal ini merupakan salah kehamilan dan persalinan (Suririnah,
satu faktor penyebab kelemahan 2008).
dan kematian ibu serta bayi yang Menurut Suririnah (2008)
dilahirkan, bahwa risiko proses pemeriksaan kehamilan harus
reproduksi dapat ditekan apabila dilakukan secara berkala, yaitu :
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 7
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

a) Setiap 4 minggu sekali anemia yang menyertai komplikasi


selama kehamilan 28 minggu lain misalnya pre-eklamsi dapat
b) Setiap 2 minggu sekali menyebabkan gagal jantung
selama kehamilan 28 36 kongestif.
minggu Preeklamsi adalah sindrom
c) Setiap minggu atau satu kali spesifik kehamilan berupa
seminggu selama kehamilan berkurangnya perfusi organ akibat
36 minggu sampai masa vasospasme dan aktivasi indotel.
melahirkan. Selain dari waktu Eklamsi adalah terjadinya kejang
yang telah ditentukan di atas pada wanita dengan preeklamsi
ibu harus memeriksakan diri yang tidak dapat disebabkan oleh
apabila terdapat keluhan lain hal lain. Keadaan ini mempunyai
yang merupakan kelainan pengaruh langsung terhadap
yang ditemukan. kualitas janin karena terjadi
Penyakit kehamilan penurunan aliran darah ke plasenta
Ketuban Pecah Dini (KPD) menyebabkan janin kekurangan
adalah keadaan pecahnya ketuban nutrisi sehingga terjadi gangguan
sebelum persalinan. Salah satu pertumbuhan janin (Cuningham,
komplikasi dari KPD adalah 2004).
meningkatkan resiko prematuritas Perdarahan Antepartum
dan komplikasi perinatal serta meningkatkan resiko persalinan
neonatal, termasuk 1-2% risiko preterm, hal ini
kematian janin. KPD juga dikarenakan perdarahan yang hebat
menyebabkan oligohidromnion yang pada ibu sehingga ibu dan janin
akan menekan tali pusat sehingga membutuhkan penanganan cepat
terjadi asfiksia dan hipoksia pada supaya ibu tidak mengalami anemia
janin dan membuat nutrisi ke janin dan janin tidak mengalami hipoksia.
berkurang serta pertumbuhannya Upaya untuk penanganan tersebut
terganggu (Krisnadi dkk, 2009). adalah melahirkan janin walaupun
Anemia pada saat kehamilan usia kehamilan masih preterm
dapat mengakibatkan efek buruk (Manuaba, 2007)
pada bayi dan ibunya. Anemia
mengurangi suplai oksigen pada
metabolisme ibu karena kurangnya Kerangka Konsep
hemoglobin yang mengikat oksigen V. Bebas V. Terikat
dan mengakibatkan efek tidak 1. Anemia
langsung pada ibu dan bayi antara 2. Usia ibu Persalinan
lain, kerentanan ibu terhadap infeksi, 3. Jarak Kelahiran Preterm
4. Paritas
kematian janin, kelahiran preterm
dan bayi berat lahir rendah
(Prawiroharjdo, 2010). Gambar 1 Kerangka Konsep
Menurut Bobak (2005),
anemia menyebabkan penurunan Hipotesis
kapasitas pembawa oksigen. Ha :
Jantung berupaya mengkompensasi 1. Ada pengaruh anemia terhadap
kondisi ini dengan meningkatkan persalinan preterm di RSUD Dr.
curah jantung. Upaya ini Moewardi Surakarta
meningkatkan kekebasan kerja 2. Ada pengaruh usia ibu terhadap
jantung dan menekan fungsi persalinan preterm di RSUD Dr.
ventrikular. Dengan demikian, Moewardi Surakarta
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 8
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

3. Ada pengaruh jarak kelahiran RSUD Dr. Moewardi Surakarta


terhadap persalinan preterm di tahun 2011. Sampel penelitian 63
RSUD Dr. Moewardi Surakarta kelompok kasus dan 63 kelompok
4. Ada pengaruh paritas terhadap kontrol dengan teknik purposive
persalinan preterm di RSUD Dr. sampling.
Moewardi Surakarta
Instrumen Penelitian
Ho : Penelitian ini menggunakan alat
1. Tidak ada pengaruh anemia ukur berupa cheklist data rekam
terhadap persalinan preterm di medis.
RSUD Dr. Moewardi Surakarta
2. Tidak ada pengaruh usia ibu Analisis Data
terhadap persalinan preterm di Pengujian analisis bivariat
RSUD Dr. Moewardi Surakarta dilakukan dengan teknik Uji Chi
3. Tidak ada pengaruh jarak Square.Sedangkan uji multivariat
kelahiran terhadap persalinan menggunakan Uji Regresi Logistic.
preterm di RSUD Dr. Moewardi
Surakarta HASIL PENELITIAN
4. Tidak ada pengaruh paritas
terhadap persalinan preterm di Karakteristik Responden
RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Pendidikan
100%
METODELOGI PENELITIAN
80%
60.3%
Persentase

Rancangan Penelitian 60%


Jenis penelitian ini adalah 36.5%34.9%
deskriptif dengan menggunakan 40% Preterm
20.6% 19.0%
pendekatan case control yang 20% 11.1% 9.5%
7.9% Aterm
bersifat Retrospective. Dengan
kata lain, efek (penyakit atau status 0%
kesehatan) diidentifikasi pada saat SD SMP SMA PT
ini, kemudian faktor risiko
diidentifikasi adanya atau terjadinya TingkatPendidikan
pada waktu yang lalu (Notoatmodjo,
2010). Grafik 1. Distribusi Pendidikan
Persalinan preterm Responden
diidentifikasi sekarang (ibu yang Distribusi tingkat pendidikan
telah melahirkan preterm), responden menunjukkan pada
sedangkan anemia, usia ibu, jarak persalinan preterm distribusi tertinggi
kelahiran, paritas dilakukan selama adalah SMP sebanyak 23 responden
hamil. (36,5%).Sedangkan pada persalinan
aterm distribusi tertinggi adalah SMA
Populasi dan Sampel sebanyak 38 responden (60,3%)
Populasi dalam penelitian ini
adalah 169 populasi kasus: semua
ibu yang melahirkan preterm di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada
tahun 2011 dan 1607 populasi
kontrol: ibu yang melahirkan aterm di
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 9
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Pekerjaan Anemia
100% 100%
80% 73.0% 80% 69.8%

Persentase
Persentase 65.1% 60.3%
60% 60%
39.7%
34.9% 40% 30.2%
40% 27.0% Preterm
Preterm 20%
20%
0% Aterm
Aterm
0%
Anemia Tidak
Bekerja Tidak Anemia
Bekerja
PekerjaanResponden Kejadian Anemia
Grafik 4. Distribusi anemia
Grafik 2. Distribusi Pekerjaan Grafik 4 menunjukkan bahwa
Responden distribusi anemia pada persalinan
Distribusi karakteristik preterm yaitu sebanyak 44
pekerjaan responden menunjukkan responden (69,8%) mengalami
pada persalinan preterm distribusi anemia dan 19 responden (30,2%)
tertinggi adalah ibu yang bekerja tidak mengalami anemia.
yaitu sebanyak 46 responden Sedangkan pada persalinan aterm
(73,0%).Sedangkan pada persalinan yaitu 25 responden (39,7%)
aterm distribusi tertinggi adalah 41 mengalami anemia dan 38
responden (65,1%) ibu yang bekerja. responden (60,3%) tidak mengalami
anemia.
Analisis Univariat
Usia Ibu
Persalinan
100% 77.8%
100% 100%
Persentase

100% 80% 63.5%


Persentase

80% 60% 36.5%


60% 40% 22.2%
40% 20%
20% 0% Preterm
0%
Usia Usia Aterm
Preterm Aterm Resiko Non
Persalinan Resiko
UsiaIbu
Grafik 3. Distribusi Persalinan
Responden Grafik 5. Distribusi Usia Responden
Grafik 3 menunjukkan bahwa Grafik 5 menunjukkan bahwa
jumlah responden yang preterm dan distribusi usia ibu pada persalinan
aterm adalah sama, yaitu masing- preterm yaitu sebanyak 23
masing 63 responden (100%). Hal responden (36,5%) usia resiko dan
ini menunjukkan bahwa jumlah 40 responden (63,5%) usia non
sampel pada kelompok kasus dan resiko. Sedangkan pada persalinan
kelompok kontrol adalah sama. aterm yaitu sebanyak 14 responden
(22,2%) usia resiko dan 49
responden (77,8%) usia non resiko.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 10
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Jarak Kelahiran Analisis Bivariat

100% 1. Hubungan Anemia Terhadap


Persentase 80% 63.3% 57.1% Persalinan Preterm di RSUD Dr.
60% 42.9% Moewardi Surakarta
31.7% Tabel 2. Hubungan Anemia
40%
20% Preterm terhadap Persalinan Preterm di
0% RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Aterm
<2 2 Persalinan
tahun tahun Total
Anemia Preterm Aterm
JarakKelahiran Frek % Frek % Frek %
Anemia 44 34,9 25 19,8 69 54,8
Grafik 6. Distribusi Jarak Kelahiran Tidak 19 15,1 38 30,2 57 45,2
Grafik 6 menunjukkan bahwa anemia
Total 63 50,0 63 50,0 126 100
distribusi jarak kelahiran pada
persalinan preterm yaitu sebanyak 2 =11,565
43 responden (63,3%) merupakan p-value
=0,001
jarak kelahiran < 2 tahun dan 20 kep Ho
responden (31,7%) jarak kelahiran =ditolak
2 tahun. Sedangkan pada persalinan
aterm yaitu sebanyak 27 responden Berdasarkan tabel 2
(42,9%) merupakan jarak kelahiran hubungan anemia terhadap
< 2 tahun dan 36 responden (57,1%) persalinan preterm di RSUD Dr.
jarak kelahiran 2 tahun. Moewardi Surakarta
menunjukkan adanya
Paritas kecenderungan bahwa
responden yang mengalami
100% anemia cenderung mengalami
persalinan preterm. Kesimpulan
Persentase

80% 63.5% 60.3%


60% 39.7%36.5% tersebut terlihat dari distribusi
40% responden yang mengalami
20% anemia sebagian besar yaitu 44
0% Preterm
orang (34,9%) mengalami
Aterm persalinan preterm dan sisanya
25 responden (19,8%)
mengalami persalinan aterm.
Sedangkan pada responden
Paritas
yang tidak mengalami anemia
sebagian besar mengalami
Grafik 7. Distribusi Paritas
persalinan aterm yaitu sebanyak
Grafik 7 menunjukkan bahwa
38 responden (30,2%) dan
distribusi paritas pada persalinan
sisanya 19 responden (15,1%)
preterm yaitu sebanyak sebanyak 40
mengalami persalinan preterm.
responden (63,5%) merupakan
Hasil pengujian hubungan
primipara dan 23 responden (36,5%)
anemia terhadap persalinan
multipara. Sedangkan pada
preterm di RSUD Dr. Moewardi
persalinan aterm yaitu sebanyak 25
responden (39,7%) merupakan Surakarta diperoleh nilai 2hit
primipara dan 38 responden (60,3%) sebesar 11,565 dengan p-value
multipara. = 0,001. Kesimpulan uji adalah
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 11
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

H0 ditolak, sehingga dapat Surakarta diperoleh nilai 2hit


disimpulkan ada hubungan yang sebesar 3,099 dengan p-value =
signifikan anemia terhadap 0,078. Kesimpulan uji adalah H0
persalinan preterm di RSUD Dr. diterima, sehingga dapat
Moewardi Surakarta. disimpulkan tidak ada hubungan
yang signifikan usia ibu
2. Hubungan Usia Ibu Terhadap terhadap persalinan preterm di
Persalinan Preterm di RSUD Dr. RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Moewardi Surakarta
Tabel 3. Hubungan Usia Ibu 3. Pengaruh Jarak Kelahiran
terhadap Persalinan Preterm di Terhadap Persalinan Preterm di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Persalinan Tabel 4. Pengaruh Jarak
Total
Usia Preterm Aterm Kelahiran terhadap Persalinan
Frek % Frek % Frek % Preterm di RSUD Dr. Moewardi
Usia resiko 23 18,3 14 11,1 37 29,4 Surakarta
Usia non 40 31,7 49 38,9 89 70,6 Persalinan
resiko Jarak Total
Preterm Aterm
Total 63 50,0 63 50,0 126 100 kelahiran
Frek % Frek % Frek %

2 =3,099
=0,078
< 2 tahun 43 34,1 27 21,4 70 55,6
p-value = Ho diterima 2 tahun 20 15,9 36 28,6 56 44,4
kep
Berdasarkan tabel 3 Total 63 50,0 63 50,0 126 100
pengaruh usia terhadap 2
persalinan preterm di RSUD Dr. P-value
=8,229
= 0,004
Moewardi Surakarta = Ho
Ket
menunjukkan tidak adanya ditolak
kecenderungan bahwa
responden yang memiliki usia Berdasarkan tabel 4
resiko memiliki kecenderungan pengaruh jarak kelahiran
mengalami persalinan preterm terhadap persalinan preterm di
dibandingkan ibu dengan usia RSUD Dr. Moewardi Surakarta
non resiko. Hal tersebut menunjukkan adanya
ditunjukkan pada ibu yang kecenderungan bahwa
memiliki usia resiko distribusi responden yang memiliki jarak
tertingginya adalah persalinan kelahiran < 2 tahun memiliki
preterm yaitu sebanyak 23 kecenderungan mengalami
responden (18,3%) dan 14 persalinan preterm
responden (11,1%) mengalami dibandingkan ibu dengan jarak
persalinan aterm. Sedangkan kelahiran 2 tahun. Hal tersebut
pada ibu yang memiliki usia non ditunjukkan pada ibu yang
resiko distribusi tertingginya memiliki jarak kelahiran < 2
adalah mengalami persalinan tahun distribusi tertingginya
aterm yaitu sebanyak 49 adalah persalinan preterm yaitu
responden (38,9%) dan 40 sebanyak 43 responden (34,1%)
responden (31,7%) mengalami dan 27 responden (21,4%)
persalinan preterm. mengalami persalinan aterm.
Hasil pengujian hubungan Sedangkan pada ibu yang
usia ibu terhadap persalinan memiliki jarak kelahiran 2
preterm di RSUD Dr. Moewardi tahun distribusi tertingginya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 12
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

adalah mengalami persalinan preterm yaitu sebanyak 40


aterm yaitu sebanyak 36 responden (31,7%) dan 25
responden (28,6%) dan 20 responden (19,8%) mengalami
responden (15,9%) mengalami persalinan aterm. Sedangkan
persalinan preterm. pada ibu yang memiliki
Hasil pengujian hubungan multipara distribusi tertingginya
jarak kelahiran terhadap adalah mengalami persalinan
persalinan preterm di RSUD Dr. aterm yaitu sebanyak 38
Moewardi Surakarta diperoleh responden (30,2%) dan 23
nilai 2hit sebesar 8,229 dengan responden (18,3%) mengalami
p-value = 0,004. Kesimpulan uji persalinan preterm.
adalah H0 ditolak, sehingga Hasil pengujian hubungan
dapat disimpulkan ada paritas terhadap persalinan
hubungan yang signifikan jarak preterm di RSUD Dr. Moewardi
kelahiran terhadap persalinan Surakarta diperoleh nilai 2hit
preterm di RSUD Dr. Moewardi sebesar 7,150 dengan p-value =
Surakarta. 0,007. Kesimpulan uji adalah H0
ditolak, sehingga dapat
4. Hubungan Paritas Terhadap disimpulkan ada hubungan yang
Persalinan Preterm di RSUD Dr. signifikan paritas terhadap
Moewardi Surakarta persalinan preterm di RSUD Dr.
Tabel 5. Hubungan Paritas Moewardi Surakarta.
terhadap Persalinan Preterm di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta Analisis Multivariat
Tabel 6. Hasil Uji Regresi Logistic
Persalinan
Total Pengaruh Anemia, Jarak Kelahiran
Paritas Preterm Aterm
dan Paritas terhadap Persalinan
Frek % Frek % Frek %
Preterm
Primipara 40 31,7 25 19,8 65 51,6
Variabel B Wald p-value Exp (B)
Multipara 23 18,3 38 30,2 61 48,4 Step 1 Anemia 1,265 10,429 0,001 3,542
Total 63 50,0 63 50,0 126 100 Jarak kelahiran 0,683 0,475 0,490 1,979
Paritas 0,388 0,154 0,694 1,474
2 = 7,150
Constant -3,391 15,232 0,000 0,034
p-value = 0,007 Step 2 Anemia 1,249 10,322 0,001 3,486
kep = Ho ditolak Jarak kelahiran 1,042 7,161 0,007 2,834
Constant -3,311 15,515 0,000 0,036
Berdasarkan tabel 5
hubungan paritas terhadap Berdasarkan hasil uji regresi
persalinan preterm di RSUD Dr. logistic variabel yang paling dominan
Moewardi Surakarta mempengaruhi persalinan preterm
menunjukkan adanya dapat ditinjau dari nilai explanatory B
kecenderungan bahwa (exp B). Nilai exp B variabel anemia
responden yang memiliki sebesar 3,486 lebih besar daripada
primipara memiliki nilai exp B variabel jarak kelahiran
kecenderungan mengalami yang sebesar 2,834. Berdasarkan
persalinan preterm analisis tersebut, maka disimpulkan
dibandingkan ibu dengan bahwa variabel anemia merupakan
multipara. Hal tersebut faktor yang paling dominan
ditunjukkan pada ibu yang berpengaruh terhadap persalinan
memiliki primipara distribusi
tertingginya adalah persalinan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 13
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

preterm di RSUD Dr. Moewardi prematur akibat anemia adalah


Surakarta. dengan pemeriksaan rutin sejak
Pembahasan masa kehamilan dini melalui
antenatal care. Sebuah
Analisis Bivariat pemeriksaan yang dapat
1. Hubungan Anemia Terhadap membantu calon orang tua untuk
Persalinan Preterm di RSUD Dr. mendapatkan, mendiagnosa,
Moewardi Surakarta. kecenderungan bayi lahir cacat
Hasil pengujian hubungan atau normal sehingga jika ada
anemia terhadap persalinan kemungkinan ketidaknormalan
preterm di RSUD Dr. Moewardi pada janin, calon orang tua serta
Surakarta diperoleh nilai 2hit dokter yang menangani dapat
sebesar 11,565 dengan p-value = segera mengambil tindakan
0,001. Kesimpulan uji adalah H0 (Manuaba, 2010).
ditolak, sehingga dapat
disimpulkan ada hubungan yang 2. Hubungan Usia Ibu Terhadap
signifikan anemia terhadap Persalinan Preterm di RSUD Dr.
persalinan preterm di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Moewardi Surakarta. Hasil pengujian hubungan
Prevalensi anemia di usia ibu terhadap persalinan
dunia masih sangat tinggi, preterm di RSUD Dr. Moewardi
terutama di Negara- negara Surakarta diperoleh nilai 2hit
sedang berkembang termasuk sebesar 3,099 dengan p-value =
Indonesia. Menurut WHO (2008), 0,078. Kesimpulan uji adalah H0
prevalensi kejadian anemia di diterima, sehingga dapat
dunia antara tahun 1992 sampai disimpulkan tidak ada hubungan
2005 sebanyak 24,8 persen dari yang signifikan usia ibu terhadap
total penduduk dunia (hampir dua persalinan preterm di RSUD Dr.
milyar penduduk dunia). Moewardi Surakarta.
Sedangkan Prevalensi anemia di Hasil penelitian ini tidak
Jawa Tengah sendiri adalah sesuai dengan pendapat
57,7%, angka ini masih lebih Manuaba (2009) yaitu usia
tinggi dari angka nasional yakni dibawah 20 tahun dan diatas 35
50,9% (Profil Kesehatan Jawa tahun merupakan usia yang
Tengah, 2009). dianggap resiko dalam masa
Dalam penelitian ini, kehamilan. Kehamilan pada usia
jumlah responden melahirkan kurang dari 20 tahun panggul dan
preterm yang mengalami anemia rahim masih kecil dan alat
lebih banyak dibandingkan tidak reproduksi yang belum matang.
anemia. Hal ini sesuai dengan Pada usia diatas 35 tahun,
penelitian yang dilakukan oleh kematangan organ reproduksi
Zhang, et.al. (2009) bahwa mengalami penurunan
berdasarkan analisis data dibandingkan pada umur 20-35
sekunder dari studi kohort tahun. Hal ini dapat
prospektif terdapat hubungan mengakibatkan timbulnya
yang signifikan antara ibu yang masalah-masalah kesehatan
mengalami anemia selama hamil pada saat persalinan dan
dengan persalinan preterm. beresiko terjadi cacat bawaan
Hal yang paling penting janin.
dalam mencegah persalinan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 14
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Usia non resiko pada (2005) yang mengatakan bahwa


penelitian ini merupakan yang jarak kelahiran yang pendek yaitu
banyak terjadi persalinan kurang dari 2 tahun akan
preterm. Hal ini didukung dengan menyebabkan seorang ibu belum
penelitian Argana dkk (2004) cukup waktu untuk memulihkan
yang menunjukan bahwa rata- kondisi tubuhnya setelah
rata kadar Hb wanita usia 20-35 melahirkan sebelumnya. Ibu
tahun besarnya 11,4 g/dL dan masih harus menyusui dan
prevalensi anemia sebesar memberikan perhatian pada anak
65,3%. Dari sampel yang yang dilahirkan sebelumnya,
menderita anemia, 53,3% sehingga kondisi ibu yang lemah
tergolong tingkat anemia ringan ini akan berdampak pada
dan 12% anemia sedang. kesehatan janin dan berat badan
Selain itu menurut lahirnya.
pendapat Sulistyawati (2009) Selain itu penelitian ini
yang menyatakan bahwa juga sesuai dengan hasil
kehamilan pada usia >35 tahun penelitian Irmawati (2010) yaitu
memiliki berbagai segi positif ibu yang jarak kelahiran kurang
yaitu kepuasan peran sebagai dari 24 bulan beresiko 2,56 kali
ibu, merasa lebih siap menjadi untuk melahirkan preterm
ibu, pengetahuan mengenai dibandingkan dengan ibu jarak
perawatan kehamilan dan bayi kelahiran lebih dari 24 bulan.
lebih baik, rutin melakukan
pemeriksaan kehamilan, status 4. Hubungan Paritas Terhadap
ekonomi lebih baik. Persalinan Preterm di RSUD Dr.
Untuk mencegah Moewardi Surakarta
terjadinya persalinan preterm Hasil pengujian hubungan
terhadap semua usia ibu hamil paritas terhadap persalinan
diperlukan pemeriksaan preterm di RSUD Dr. Moewardi
kehamilan yang teratur minimal 4 Surakarta diperoleh nilai 2hit
kali untuk mendeteksi sebesar 7,150 dengan p-value =
kemungkinan komplikasi 0,007. Kesimpulan uji adalah H0
kehamilan (Prawiroharjdo, 2010). ditolak, sehingga dapat
disimpulkan ada hubungan yang
3. Hubungan Jarak Kelahiran bermakna paritas terhadap
Terhadap Persalinan Preterm di persalinan preterm di RSUD Dr.
RSUD Dr. Moewardi Surakarta Moewardi Surakarta.
Hasil pengujian hubungan Dalam penelitian ini dapat
jarak kelahiran terhadap diketahui bahwa ibu yang
persalinan preterm di RSUD Dr. berpotensi mengalami persalinan
Moewardi Surakarta diperoleh preterm hampir setengahnya
nilai 2hit sebesar 8,229 dengan p- terjadi pada multipara, hal ini
value = 0,004. Kesimpulan uji sesuai dengan hasil penelitian
adalah H0 ditolak, sehingga dapat Irmawati (2010) yaitu ibu yang
disimpulkan ada hubungan yang melahirkan ank pertama akan
signifikan jarak kelahiran mengurangi terjadinya persalinan
terhadap persalinan preterm di preterm sebesar 0,56 kali
RSUD Dr. Moewardi Surakarta. dibandingkan dengan yang
Hasil penelitian ini sesuai melahirkan anak lebih dari satu.
dengan pendapat Bobak et. al.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 15
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Hasil penelitian ini juga 4. Terdapat pengaruh paritas


sesuai dengan Tangtub (2010) terhadap persalinan preterm di
yaitu primipara memiliki resiko RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
1,91 kali terjadinya preterm Dalam penelitian ini dapat
dibandingkan multipara. diketahui bahwa ibu yang
berpotensi mengalami
Analisis Multivariat persalinan preterm hampir
Dalam penelitian ini anemia setengahnya terjadi pada
sebagai faktor yang paling dominan multipara.
mempengaruhi persalinan preterm di 5. Faktor yang paling dominan
RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Hal mempengaruhi persalinan
ini ditinjau dari nilai explanatory B preterm di RSUD Dr. Moewardi
(exp B) variabel anemia sebesar Surakarta adalah anemia.
3,486 lebih besar daripada nilai exp
B variabel jarak kelahiran 2,834. Saran
Hasil penelitian ini sesuai dengan 1. Bagi institusi pendidikan
hasil penelitian Nadhifah, dkk (2012) Hasil penelitian ini dapat
yaitu faktor yang paling digunakan sebagai bahan
mempengaruhi seorang bayi lahir referensi dalam
preterm adalah kadar hemoglobin mengembangkan kurikulum
ibu. pendidikan keperawatan
mengenai faktor- faktor yang
SIMPULAN DAN SARAN mempengaruhi persalinan
preterm, sehingga dapat
Simpulan menambah pengetahuan dan
1. Terdapat pengaruh anemia pemahaman bagi mahasiswa
terhadap persalinan preterm di ilmu keperawatan.
RSUD Dr. Moewardi Surakarta. 2. Bagi rumah sakit
Dalam penelitian ini jumlah Bagi tenaga kesehatan baik
responden melahirkan preterm tenaga medis maupun
yang mengalami anemia lebih paramedis untuk selalu
banyak dibandingkan tidak meningkatkan pelayanan
anemia. kesehatan terhadap pelayanan
2. Tidak terdapat pengaruh usia pemeriksaan kehamilan untuk
ibu terhadap persalinan preterm mencegah terjadinya persalinan
di RSUD Dr. Moewardi preterm.
Surakarta. Hasil penelitian ini 3. Bagi masyarakat
menunjukkan bahwa persalinan Hasil penelitian ini dapat
prematur tidak selalu terjadi digunakan untuk menambah
pada ibu yang berusia risiko, informasi bagi masyarakat.
tetapi juga dapat terjadi pada Serta diharapkan agar
ibu yang berusia tidak berisiko. masyarakat rutin dalam
3. Terdapat pengaruh jarak melakukan pemeriksaan
kelahiran terhadap persalinan antenatal care untuk memantau
preterm di RSUD Dr. Moewardi kondisi ibu dan janin, sehingga
Surakarta. Hasil penelitian ini persalinan preterm dapat
menunjukkan bahwa jumlah dicegah.
jarak kurang dari dua tahun 4. Bagi peneliti lain
lebih banyak daripada jarak Bagi peneliti lain perlu dilakukan
lebih dari dua tahun. penelitian lebih mendalam
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 16
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

menggunakan observasi dan ________. 2005. Profil Kesehatan


wawancara mendalam selain Indonesia 2005. Jakarta:
kuisioner dengan menggunakan Depkes RI.
variabel lain sehingga lebih Dinkes Kota Surakarta. 2010. Profil
mendapatkan data yang lengkap. Dinas Kesehatan Kota
Surakarta. Diakses pada
tanggal 12 Oktober 2012 dari
DAFTAR PUSTAKA
http://www.dinkessurakarta.go.
AR Shahid, et.al. 2010. id.
Hypomagnesaemia in Dole, et.al. 2003. Maternal Stress
Pregnancy: A predictor of and Preterm Birth, Vol. 159.
Preterm Labour, Vol 9 No 1. American Journal of
Journal of Dhaka Medical Epidemiologyaje.oxfordjournal
College. s.org.
Argana, dkk. 2004. Vitamin C Irmawati. 2010. Pengaruh Anemia
Sebagai Faktor Dominan Ibu Hamil Dengan Terjadinya
Untuk Kadar Hemoglobin Pada Persalinan Prematur di Rumah
Wanita Usia 20 - 35 Tahun. Sakit Ibu dan Anak Budi
Vol.23 No.1. Jurnal Kedokter Kemuliaan Jakarta. Tesis FKM
Trisakti. UI: Jakarta.
Asiyah, dkk. 2010. Karakteristik Bayi Joseps. 2010. Catatan Kuliah
Berat Lahir Rendah (BBLR) Ginekologi dan Obstetri
Sampai Tribulan II Tahun 2009 (Obsgyen). Jogjakarta: Nuha
Di Kota Kediri, Vol. 1 No. 3. Medika.
Jurnal Penelitian Kesehatan Judith, et.al. 2010. Antenatal
Suara Forikes. Malang. steroids in Preterm Labour for
BAPPENAS. 2010. Laporan The Prevention of Neonatal
Pecapaian Tujuan Deaths Due to Complications
Pembangunan Mileniun di of Preterm Birth, Vol. 39.
Indonesia 2010. International Journal of
BKKBN. 2009. Gender dalam Epidemiology.
Kesehatan Reproduksi. Krisnadi, Sofie R. dkk. 2009.
Bobak, M., et.al. Unfavourable Birth Prematuritas. Bandung: Refika
Outcomes of the Roma Aditama.
Women in the Czech Republic Kristiyanasari, Weni. 2010. Gizi Ibu
and the Potential Explanations: Hamil. Yogyakarta: Nuha
A Population Based Study. Medika.
BMC Pub Health. Vol 106, No Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah
5. 2005.p 2461-2458 Obstetri. Jakarta: EGC.
Bobak, et.al. 2005. Buku Ajar ________. 2009. Memahami
Keperawatan Maternitas. Kesehatan Reproduksi
Jakarta: EGC. Wanita. Jakarta: EGC.
Cuningham, Gary. 2004. Obstetri ________. 2010. Ilmu Kebidanan,
Williams Edisi 21. Jakarta: Penyakit Kandungan dan KB
EGC. untuk Pendidikan Bidan. Edisi
Depkes RI. 2004. Profil Kesehatan 2. Jakarta: ECG.
Indonesia 2005. Jakarta: Maulana, Mirza. 2010. Panduan
Depkes RI. Lengkap Kehamilan:
Memahami Kesehatan
Reproduksi, Cara Menghadapi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Preterm Di RSUD 17
DR. Moewardi Surakarta (Dian Rahmawati)

Kehamilan, dan Kiat Zhang et.al. 2009. Maternal


Mengasuh Anak. Jogjakarta: Anaemia and Preterm Birth: a
Kata Hati. Prospective Cohort Study, Vol
Nadhifah, dkk. 2012. Analisis Faktor- 38. International Journal of
Faktor Yang Mempengaruhi Epidemiologyije.oxfordjournals
Bayi Lahir Prematur Dengan .org
Model Regresi Logistik Biner
* Dian Rahmawati: Mahasiswa S1
Menggunakan Metode Bayes. Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
Jurnal Gaussian. Diakses Tromol Post 1 Kartasura
pada tanggal 8 Oktober 2012
dari ** Bd. Sulastri, S.Kp., M.Kes:
http://www.ejournals1.undip.ac Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A
.id/index.php/gaussian Yani Tromol Post 1 Kartasura.
Notoatmojdo, S. 2010. Metodelogi ** Endang Zulaicha, S.Kp: Dosen
Penelitian Kesehatan. Jakarta: Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
PT. Rineka Cipta. Tromol Post 1 Kartasura
Prawiroharjdo, Sarwono. 2010. Ilmu
kebidanan. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono
prawirohardjo.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah. 2009. Diakses pada
tanggal 6 Juli 2012 dari http://
Sujiatini. 2009. Asuhan Patologi
Kehamilan. Jogjakarta: Nuha
Medika.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan
Kebidanan pada Masa
Kehamilan. Jakarta: Salemba
Medika.
Suririnah. 2008. Buku
Pintar Kehamilan dan
Persalinan. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Tangtub, E, Prechapanich, J,. 2010.
Retrospective Review of The
Relationship Between Parity
and Pregnancy Outcomes at
Sirirtaj Hospital. Sirirtaj
Medical Journal.
Wawan, A & M, Dewi. 2011. Teori &
Pengukuran, Sikap dan
Perilaku Manusia Dilengkapi
Contoh Kuesioner. Jogjakarta:
Nuha Medika.
Yanti. 2009. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan
Persalinan.Yogyakarta:
Pustaka Rihama.