Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kasus

ORCHITIS

Oleh

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH SEPANJANG SIDOARJO
2017
IDENTITAS PENDERITA
I. DATA PRIBADI
- Nama : Tn. T
- Jenis Kelamin : Laki-laki
- Umur : 56 tahun
- Alamat : Perum Barungu
- Status : Menikah
- Agama : Islam
- MRS : 10 -03- 2017
- No RMK : 018084

II. ANAMNESIS
A. Keluhan Utama
Testis kiri bengkak.
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan testis kiri bengkak sejak 2 minggu sebelum
masuk rumah sakit. Pembengkakan awalnya sebesar bola pingpong,
kemudian makin lama semakin membesar. Pembengkakan tidak hilang
timbul baik pada posisi tidur, berdiri, maupun pada saat mengejan.
Pembengkakan disertai rasa nyeri yang menjalar sampai selangkangan.
Nyeri juga dirasakan saat BAK. Keluar nanah dan darah saat BAK
disangkal. BAB dalam batas normal. Mual dan muntah disangkal. Demam
dirasakan 1 hari sebelum masuk rumah sakit.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat dengan keluhan yang sama disangkal
- Riwayat trauma daerah genitalia disangkal
- Riwayat penyakit menular seksual disangkal
- Riwayat gondongan disangkal
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat dengan keluhan yang sama disangkal

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. Keadaan Umum
- Kesadaran : Compos mentis
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Respirasi : 20 x/menit
- Nadi : 86x/menit
- Suhu : 38oC
B. Status Generalis
- Kepala : Conjungtiva tidak anemis, sklera tak ikterik
- Leher : JVP tak meninggi, KGB tidak membesar
- Thoraks : Bentuk dan gerak simetris
- Paru-paru : VBS normal, kiri = kanan, ronkhi -/-, wheezing -/-
- Jantung : Bunyi jantung S1-S2 reguler, Bunyi tambahan (-)
- Abdomen : Datar, lembut, BU + normal, NTE (-), hepar dan lien
tidak teraba membesar,KGB inguinal tidak membesar
- Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2, edema (-)
C. Status Lokalis (Regio Gentalia)
- Skrotum sinistra tampak lebih besar dari kanan
- Skrotum kiri tampak hiperemis, teraba lunak, dan panas
- Permukaan skrotum kiri tampak rata.
- Prehn test (+)
- Transluminasi (-)

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


A. Laboratorium
Darah Lengkap
Komponen Nilai Satuan Nilai
Rujukan
HGB 13.2 g/dL 13.0 18.0
RBC 4.22 106/uL 4.5 5.5
HCT 39.4 % 40.0 50.0
WBC 21.98 103/uL 4.0 11.0
- Eo 0.0 %
01
- Baso 0.1 %
- Neut 86.2 % 01
- Lymph 8.4 %
50 70
- Mono 5.3 %
20 40
28
PLT 293 103/uL 150 400

B. USG Testis
Tidak dilakukan.

V. DIAGNOSIS BANDING
- Orchitis sinistra
- Tumor testis sinistra
- Hernia skrotalis sinistra
- Hidrokel
- Epididimitis
- Torsio testis sinistra

VI. DIAGNOSIS KERJA


Orchitis sinistra
VII. PENATALAKSANAAN
A. Tatalaksana Awal
Ketoprofen supp
B. Tatalaksana lanjutan
- Rawat inap
- IVFD RL 1000cc/24 jam
- Injeksi amoxicillin+K clavulanate 3 x 1 amp
- Injeksi antrain 3 x 1 amp
- Tamsulosin HCl 2 x 1
- USG testis

VIII. PROGNSOSIS
TINJAUAN PUSTAKA

I. DEFINISI DAN ETIOLOGI


A. DEFINISI
Orchitis merupakan peradangan satu atau kedua testis, ditandai dengan
pembengkakan dan nyeri. Keadaan ini sering disebabkan oleh parotitis,
sifilis, atau tuberculosis (Hartanto, 2008).
B. ETIOLOGI
Penyebab orchitis bisa piogenik bakteria, gonokokokus, basil tuberkal,
atau virus seperti paramiksovirus, penyebab dari gondongan (parotitis).
Sekitar 20% dari orchitis timbul sebagai komplikasi dari gondongan
(parotitis) setelah pubertas (Baradero, 2006).
Menurut Price, 2005 virus adalah penyebab orchitis yang paling sering.
Orchitis parotiditis adalah infeksi virus yang paling sering terlihat,
walaupun imunisasi untuk mencegah parotiditis pada masa anak-anak telah
menurunkan insiden. 20-30% kasus parotiditis pada orang dewasa terjadi
bersamaan dengan orchitis, terjadi bilateral pada sekitar 15% pria dengan
orkitis parotiditis. Pada laki-laki pubertas atau dewasa, biasanya terdapat
kerusakan tubulus seminiferus dengan resiko infertilitas, dan pada
beberapa kasus, terdapat kerusakan sel-sel leydig yang mengakibatkan
hipogonadisme difesiensi testosterone. Orchitis paroditisis jarang terjadi
pada laki-laki prapubertas, namun bila ada, dapat diharapkan kesembuhan
yang sempurna tanpa disfungsi testiskular sesudahnya. Virus lain yang
dapat menyababkan orchitis dan memberikan gambaran klinis yang sama
adalah : virus Coxsakie B, Varisela, dan mononukleosis.
Orchitis bakterial piogenik disebabkan oleh bakteri (Escherichia coli,
Klebsiella pneumonia, Pseudmonas aeruginosa) dan infeksi parasitik
(malaria, filariasis, skistosomiasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi
riketsia yang ditularkan pada epididimitis. Seseorang dengan orchitis
parotiditis terlihat sakit akut dengan demam tinggi, edema, peradangan
hidrokel akut, dan terdapat nyeri skrotum yang menyebar ke kanalisis
inguinalis. Komplikasinya termasuk infark testis, abses, dan terdapatnya
pus dalam skrotum.
Orchitis granulomaktosa dapat disebabkan oleh sifilis, penyakit
mikrobakterial, aktinomikosis, penyakit jamur, mycobacterium
tuberculosis, dan mycobacterium leprae. Infeksi dapat menyebar melalui
funikulus spermatikus menuju testis. Penyebaran selanjutnya melibatkan
epididimis dan testis, kandung kemih, dan ginjal.

II. EPIDEMIOLOGI

III. FAKTOR RISIKO


Menurut Ulfiyah, 2012 faktor resiko pada orchitis ada dua yaitu:
1. Faktor resiko untuk orchitis yang tidak berhubungan dengan penyakit
menular seksual adalah :
a. Imunisasi gondongan yang tidak adekuat
b. Usia lanjut (lebih dari 45 tahun)
c. Infeksi saluran berkemih berulang
d. Kelainan saluran kemih
2. Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit menular
seksual adalah:
a. Berganti-ganti pasangan
b. Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan
c. Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya

IV. MANIFESTASI KLINIS


Menurut Price, 2005 tanda dan gejala orchitis berkisar dari
ketidaknyamanan ringan pada testikular dan edema hingga nyeri testicular
yang parah dan terbentuknya edema dalam waktu sekitar 4 hingga 6 hari
setelah awitan penyakit dengan demam tinggi, mual, dan muntah.
Gejala yang dirasakan meliputi nyeri pada testis hingga ke pangkal paha,
pembengkakan dan kemerahan pada testis, menggigil, dan demam yang dapat
bilateral atau unilateral, mual, muntah, nyeri saat buang air kecil dan nyeri
saat hubungan seksual, darah pada semen. Keadaan ini dapat berakibat steril
atau impotensi. Terapi terhadap inflamasi ini dengan istirahat di tempat tidur,
kompres panas atau hangat, dan antibiotik (bila perlu).
Berikut gejala dari orchitis, yaitu:
1. Orchitis ditandai dengan nyeri testis dan pembengkakan.
2. Nyeri berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai nyeri yang hebat.
3. Kelelahan / mialgia
4. Kadang-kadang pasien sebelumnya mengeluh gondongan
5. Demam dan menggigil
6. Mual
7. Sakit kepala
8. Pembesaran testis dan skrotum
9. Erythematous kulit skrotum dan lebih hangat.
10. Pembengkakan KGB inguinal
11. Pembesaran epididimis yang terkait dengan epididymo-orchitis

V. DIAGNOSA

VI. DIAGNOSA BANDING


VII. TATA LAKSANA
Pengobatan suportif: Bed rest, analgetik, elevasi skrotum. Yang paling
penting adalah membedakan orchitis dengan torsio testis karena gejala
klinisnya hampir mirip. Tidak ada obat yang diindikasikan untuk pengobatan
orchitis karena virus.
Pada pasien dengan kecurigaan bakteri, dimana penderita aktif secara
seksual, dapat diberikan antibiotik untuk menular seksual (terutama gonore
dan klamidia) dengan ceftriaxone, doksisiklin, atau azitromisin.

VIII. KOMPLIKASI
Menurut Price, 2005 komplikasi dari orchitis dapat berupa:
1. Testis yang mengecil (Atrofi)
2. Abses (Nanah) pada kantong testis
3. Infertilitas (Sulit memiliki keturunan), terutama jika orchitis terjadi
pada kedua testis.
Menurut Ulfiyah, 2012 komplikasi dari orchitis adalah:
1. Sampai dengan 60% dari testis yang terkena menunjukkan beberapa
derajat atrofi testis.
2. Gangguan kesuburan dilaporkan 7-13%.
3. Kemandulan jarang dalam kasus-kasus orchitis unilateral.
4. Hidrokel communican atau pyocele mungkin memerlukan drainase
bedah untuk mengurangi tekanan dari tunika.
5. Abscess scrotalis
6. Infark testis
7. Rekurensi
8. Epididimitis kronis
9. Impotensi tidak umum setelah epididimitis akut, walaupun kejadian
sebenarnya yang didokumentsikan tidak diketahui. Gangguan dalam
kualitas sperma biasanya hanya sementara.
10. Yang lebih penting adalah azoospermia yang jauh lebih tidak umum,
yang disebabkan oleh gangguan saluran epididimal yang diamati
pada laki-laki penderita epididimitis yang tidak diobati dan yang
diobati tidak tepat. Kejadian kondisi ini masih belum diketahui.

IX. PROGNOSIS
- Sebagian besar kasus orchitis karena mumps menghilang secara spontan
dalam 3-10 hari.
- Dengan pemberian antibiotik yang sesuai, sebagian besar kasus orchitis
bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.
PEMBAHASAN
KESIMPULAN