Anda di halaman 1dari 5

Dayatriana

Artikel Farmasi
Muthalib
O1A1 15 014
2015A

NIKOTIN Agen Pengancam


Kesehatan Jantung
(Penyebab JANTUNG
KORONER)

Nikotin adalah senyawa alkaloid toksis yang


dipisahkan dari tembakau dan merupakan senyawa amin
tersier yang dikenal sebagai 1-metil-2-pirolidin (3-piridin).
Nikotin dalam keadaan murni tidak berwarna, berupa minyak
cair mudah menguap. Sifat racun keras yang dimiliki nikotin
dapat menyebabkan kelumpuhan saraf. Nikotin yang terbawa
dalam aliran darah dapat mempengaruhi berbagai bagian
tubuh. Nikotin dapat mempercepat denyut jantung (dapat
mencapai 20 kali lebih cepat dalam satu menit dari keadaan
normal), menurunkan suhu kulit sebanyak satu atau dua
derajat karena penyempitan pembuluh darah kulit, dan
menyebabkan hati melepaskan gula ke dalam aliran darah.

Jantung merupakan organ paling vital bagi kehidupan


manusia. Fungsi utama jantung adalah mengalirkan darah ke
seluruh organ tubuh dan membawa makanan bagi sel-sel
organ tubuh. Selanjutnya, darah akan mengalir kembali ke
jantung, lalu dialirkan kembali ke tubuh. Proses ini terjadi
secara terus-menerus. Penyakit pembuluh darah jantung
atau sering juga disebut dengan penyakit jantung koroner
(PJK) timbul akibat adanya arteriosklerosis di arteri koronaria
yang mengalirkan darah ke otot jantung.
JANTUNG KORONER

Penyakit Jantung Koroner Akan tetapi kejadian pada


merupakan salah satu bentuk dari perempuan akan meningkat setelah
penyakit kardiovaskuler (penyakit menopause sekitar usia 50 tahun. Hal
jantung dan pembuluh darah) yang ini disebabkan karena hormon
menjadi penyebab kematian nomor estrogen memiliki efek proteksi
satu di dunia. Menurut Badan terhadap terjadinya arterosklerosis.
Kesehatan Dunia (WHO), 60% dari Bertambahnya usia akan
seluruh penyebab kematian penyakit menyebabkan meningkat pula
jantung adalah penyakit jantung penderita PJK, karena pembuluh
koroner (PJK). Organisasi kesehatan darah mengalami perubahan
dunia (WHO) juga telah progresif dan berlangsung secara
mengemukakan fakta bahwa Penyakit terus menerus dalam jangka waktu
Jantung Koroner (PJK) merupakan yang lama. Perubahan yang paling
epidemi modern dan tidak dapat dini dimulai pada usia 20 tahun pada
dihindari oleh faktor penuaan. pembuluh arteri koroner. Arteri lain
Penyakit Jantung Koroner (PJK) mulai bermodifikasi hanya setelah
menggambarkan suatu penyakit yang usia 40 tahun, terjadi pada laki-laki
berat, dengan mortalitas tinggi serta umur 35-44 tahun dan meningkat
merupakan suatu keadaan gawat dengan bertambahnya umur.
darurat jantung dengan manifestasi
Faktor-faktor yang memicu
klinis berupa keluhan perasaan tidak
seseorang
enak atau nyeri dada yang disertai
menderita PJK Antara lain:
dengan gejala lain sebagai akibat
1. Faktor yang tidak dapat
iskemia miokard.
dikendalikan: Keturunan, Umur
Penyakit jantung koroner
(makin tua risiko makin besar),
adalah penyakit jantung yang
Jenis kelamin (pria mempunyai
disebabkan oleh kerusakan arteri
risiko lebih tinggi dari pada wanita
koroner, mulai dari terjadinya
(wanita risikonya meningkat
arterosklerosis maupun yang sudah
sesudah menopouse).
terjadi penimbunan lemak atau plak 2. Faktor yang dapat dikendalikan:
pada dinding arteri koroner, baik Dislipidemia, Tekanan darah tinggi
disertai gejala klinis ataupun tanpa (hipertensi), Merokok, Penyakit
gejala. Diabates Mellitus, Stres,
Angka kejadian pada laki-laki Kelebihan berat badan dan
jauh lebih banyak dibanding obesitas.
pada perempuan.

Setelah kita mengetahui segala tentang penyakit jantung koroner, selanjutnya kita
akan membahas kandungan rokok dan bahayanya serta
pengaruh keberadaan zat toksik Nikotin terhadap timbulnya penyakit jantung
koroner.
Kandungan Rokok dan
Bahayanya

Dalam asap rokok


terkandung tiga zat
kimia yang paling
berbahaya, yaitu tar,
nikotin, dan karbon
monoksida. Di samping
ketiga senyawa tersebut,
asap rokok juga
mengandung senyawa
piridin, amoniak,
karbondioksida, keton,
aldehida, cadmium,
nikel, zink, dan nitrogen
oksida.

Tar atau getah tembakau adalah campuran beberapa zat hidrokarbon.


Nikotin adalah komponen terbesar dalam asap rokok dan merupakan zat aditif.
Karbon monoksida adalah gas beracun yang mempunyai afinitas kuat terhadap
hemoglobin pada sel darah merah sehingga membentuk karboksihemoglobin.
Asap yang dihembuskan pada saat merokok dapat dibedakan atas dua,
yaitu asap utama dan asap samping. Asap utama merupakan bagian asap
tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping
merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas dan dapat dihirup oleh
orang lain yang berada diruangan yang sama dan dikenal sebagai perokok pasif.
Dari ribuan jenis bahan kimia yang terdapat dalam rokok, 40 jenis diantaranya
bersifat karsinogenik dan telah diidentifikasi antara lain: benzo(a)pyrene, cadmium,
nikel, zink, karbon monoksida, cairan pembersih lantai, dan nitrogen oksida, dimana
bahan toksis ini banyak terdapat pada asap samping. Karbon monoksida lima kali
lipat lebih banyak terdapat pada asap samping, benzo(a)pyrene tiga kali lipat, dan
ammonia lima puluh kali lipat jumlahnya dalam asap samping. Bahan-bahan
tersebut dapat bertahan lama beberapa jam dalam ruangan setelah kegiatan
merokok dihentikan. Oleh karena itu, asap rokok yang terdapat di udara dapat
meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung.
Bahan toksis yang terkandung dalam asap rokok kemudian dihirup oleh
perokok dan dikeluarkan dari ujung rokok yang terbakar atau dihembuskan perokok
mempunyai pengaruh terhadap kesehatan manusia walaupun kadar toksisnya lebih
rendah karena pengenceran (dilusi) di udara sehingga kanker paru di kalangan
orang sehat yang tidak merokok merupakan akibat yang paling serius. Penyakit lain
yang disebabkan oleh asap rokok adalah peningkatan infeksi saluran pernafasan,
gejala alergi, sakit dada, sakit kepala, mual, radang mata, dan hidung. Pemaparan
secara tidak sengaja terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam asap rokok dapat
mempengaruhi perkembangan janin wanita hamil yang merokok serta bayi ibu
menyusui yang merokok. Banyak dari bahan tersebut yang dapat menembus
plasenta dan mencapai fetus, juga dapat mempengaruhi air susu ibu. Akibat yang
ditimbulkan oleh pemaparan ini antara lain: anak lahir mati, keguguran, kelahiran
bayi secara prematur, berat bayi lahir rendah, dan pertumbuhan anak terganggu.
Mekanisme Toksikan Nikotin pada
Jantung

Merokok mempengaruhi Nikotin yang terbawa dalam


jantung dengan berbagai cara. aliran darah dapat mempengaruhi
Merokok dapat menaikkan tekanan berbagai bagian tubuh. Nikotin dapat
darah dan mempercepat denyut mempercepat denyut jantung (dapat
jantung sehingga pemasokan zat mencapai 20 kali lebih cepat dalam
asam kurang dari normal yang satu menit dari keadaan normal).
diperlukan agar jantung dapat Nikotin juga merangsang peningkatan
berfungsi dengan baik. Keadaan ini tekanan darah dan zat kimia yang
dapat memberatkan tugas otot terkandung dalam rokok dapat
jantung. Merokok juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat
menyebabkan dinding pembuluh Low Density Lipoprotein (LDL) dan
darah menebal secara bertahap yang menurunkan kadar kolesterol baik
menyulitkan jantung untuk memompa High Density Lipoprotein (HDL)
darah. Pada keadaan merokok, Bahan berbahaya nikotin yang
pembuluh darah di beberapa bagian terkandung dalam sebatang rokok
tubuh akan mengalami penyempitan, akan mengakibatkan terjadinya
dalam kondisi ini dibutuhkan tekanan penumpukan bahan nikotin pada
yang lebih tinggi supaya darah dapat jantung dengan begitu cara kerja
mengalir ke organ-organ tubuh jantung akan terganggu dan
dengan jumlah yang tetap. Untuk itu mengakibatkan aliran darah balik
jantung harus memompa darah lebih akan terhambat. Pada perokok lama
kuat, sehingga tekanan pada bahan nikotin sudah mengalami
pembuluh darah meningkat. Efek penumpukan pada jantung dengan
merokok akan mengakibatkan begitu prevelensi penderita penyakit
vasokonstriksi pada pembuluh darah jantung coroner terbanyak disebabkan
perifer dan pembuluh di ginjal oleh gaya hidup yang khususnya
sehingga terjadi peningkatan tekanan disebabkan oleh perokok aktif.
darah. Nikotin dalam rokok
Asap rokok terdiri dari 4000 menyebabkan mobilisasi katekolamin
bahan kimia dan 200 diantaranya yang dapat menambah reaksi
beracun, antara lain Carbon Monoxide trombosit yang menyebabkan
(CO) dan nikotin. CO yang dihasilkan kerusakaan pada dinding arteri.
oleh asap rokok dan dapat Mekanisme disfungsi endotel dan
menyebabkan pembuluh darah penurunan kemampuan dilatasi
menyempit, sehingga tekanan darah disebabkan karena efek nikotin. Selain
Referensi :
naik, dinding pembuluh darah dapat itu, nikotin juga memiliki efek
robek. Gas CO dapat pula pembentukan radikal bebas.
Malaeny, C.S., Mario K., dan Franly O., 2017, Hubungan Riwayat Lama
menimbulkan desaturasi pada Perkembangan aterosklerosis dimulai
hemoglobin, Merokok dan Kadar
menurunkan Kolesterolcedera
langsung Total dengan Kejadian
pada endotel, Penyakit
mungkin karena
Jantung Koroner
peredaran oksigen untuk jaringandi Poliklinik Jantung RSU Pancaran Kasih Gmim
produksi radikal bebas atau melalui
Manado,
seluruh tubuh e-Journal
termasuk Keperawatan,
miokard. CO toksik
Vol. 5 langsung
(1). dari komponen asap
menggantikan
Nururrahmah,tempat 2014, oksigen
Pengaruhdi Rokok rokok. Terhadap
Bahkan paparan singkat
Kesehatan danasap
hemoglobin, mengganggu pelepasan rokok telah diketahui
Pembentukan Karakter Manusia, Prosiding Seminar Nasional, Vol. dapat
oksigen, 1 (1). dan mempercepat mengaktifkan leukosit, merangsang
atherosclerosis (pengapuran atau pelepasan prokoagulan, faktor von
Susilo, C., 2015, Identifikasi Faktor Usia, Jenis Kelamin
Willebrand (vWFdengan
) dan Luas Infark
menyebabkan
penebalan dinding pembuluh darah).
Miokard pada Penyakit JantungkerusakanKoroner (Pjk) di Ruang ICCU RSD
endotel.
Dr. Soebandi Jember, The Indonesian Journal Of Health Science,
Vol. 6 (1).
Adi, L.T., 2008, Tanaman Obat dan Jus, AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Written By :
Dayatriana Muthalib