Anda di halaman 1dari 6

Sleman, 29 Mei 2006

Hal : Gugatan Perbuatan

Melawan Hukum Kepada:

Yth. Ketua Pengadilan Negeri Sleman

Jalan KRT Pringgodiningrat Nomor 1


Sleman

di tempat

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Andhika Putra

Umur : 22 Tahun

Pekerjaan : Wirausaha

Alamat : Jalan Badak Nomor 2 Solo ; Selanjutnya mohon disebut sebagai


PENGGUGAT

Dengan ini hendak mengajukan gugatan kepada :

I. Nama : Perusahaan Pemkab Sleman cq PD. Argajasa


Alamat : Jalan Indah Nomor 2 Sleman ; Selanjutnya mohon disebut sebagai
TERGUGAT I

II. Nama : Harno


Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Karyawan PD Argajasa
Alamat : Desa Pager Gunung RT.01/V, Kecamatan Prambanan, Kabupaten
Klaten ; Selanjutnya mohon disebut sebagai TERGUGAT II

III. Nama : Jono


Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Karyawan PD Argajasa
Alamat : Desa Gunung Rejo RT.02/II, Kecamatan Duwet, Kabupaten
Magelang ; Selanjutnya mohon disebut sebagai TERGUGAT III

Adapun mengenai duduk perkaranya adalah sebagai berikut :

1. Bahwa pada tanggal 14 Mei 2006, Penggugat berekreasi ke tempat wisata di Kaliurang
dengan mengendarai sepeda motor barunya merek Suzuki Thunder 2005 Nomor Polisi B 090
K seharga Rp 25.000.000,00 ( dua puluh lima juta rupiah ) ;
2. Bahwa sepeda motor Penggugat tersebut dipakirkan di Tlogonirmolo dengan membayar biaya
parkir sebesar Rp 1000,00 ( seribu rupiah ) dan diberi karcis tanda parkir, yang terdiri diri dari
dua buah, yaitu satu karcis untuk pemilik motor dan satu karcis lagi ditempelkan atau
dilekatkan pada motor Penggugat;
3. Bahwa di dalam karcis kendaraan bermotor tersebut tertulis kata-kata sebagai berikut : Bea
pemakaian tempat pemberhentuan Tlogonirmolo Kaliurang, sekali parkir Rp 1000,00
( seribu rupiah ) , Mintalah karcis kepada Petugas: , Telitilah kendaraan dan barang-
barang anda sebelum dan sesudah parkir. Kehilangan barang kendaraan tanggungan
pemilik sendiri: Nomor karcis : 04764;
4. Bahwa di dalam karcis kendaraan bermotor tersebut terdapat Klausula Baku yang menyatakan
: Kehilangan barang kendaraan tanggungan pemilik sendiri.
Pencantuman tulisan seperti di atas pada karcis atau lokasi parkir yang berisi pernyataan
bahwa tidak bertanggung jawab atas kehilangan berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU No. 8
Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) pencantuman klausula baku oleh
pelaku usaha yang menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha adalah dilarang, dan
berdasarkan Pasal 18 ayat (3) UUPK klausula tersebut dinyatakan batal demi hukum.
Bahwa keberadaan Klausula Baku, tidak mencerminkan keseimbangan perlindungan hukum
bagi konsumen. Konsumen selalu dalam kondisi dilemahkan dan hanya bisa menerima
keadaan yang dipaksakan pelaku usaha. Kondisi ini bertentangan dengan Asas Kesepakatan
sebagai salah satu syarat sahnya perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-
undang Hukum Perdata;
5. Bahwa keberadaan Klausula Baku, menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya
Tergugat atas usaha yang sedang mereka jalankan. Karena menurut Pasal 18 ayat (1) huruf a
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen:
Pelaku usaha (perusahaan tempat parkir) dalam menawarkan barang/atau jasa yang
ditujukan untuk diperdagangkan, dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada
setiap dokumen dan/atau perjanjian (dalam hal ini karcis tanda bukti parkir) apabila:
a) Menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Penggunaaan tempat parkir
termasuk dalam perjanjian penitipan barang, sehingga menurut Pasal 1706 KUHPerdata,
perusahaan pengelola tempat parkir harus menjaga barang yang dititipkan pada areal
miliknya dengan baik, sebaik barang miliknya sendiri. ;
6. Bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005, areal parkir di Tlogonirmolo,
Kaliurang tersebut dikelola oleh Tergugat I, yaitu Perusahaan Pemkab Sleman dengan nama
PD. ARGAJASA dengan menugaskan karyawan perusahaan yang bernama Harno selaku
Tergugat II yang beralamat di Desa Pager Gunung RT. 01/V, Kecamatan Prambanan,
Kabupaten Klaten, dan Jono selaku Tergugat III yang beralamat di Desa Gunung Rejo RT.
02 /II, Kecamatan Duwet, Kabupaten Magelang;
7. Bahwa karyawan yang ditugaskan oleh perusahan PD. Argajasa pada hari di mana motor
suzuki Thunder milik Penggugat hilang adalah Harno yang selanjutnya mohon disebut
sebagai Tergugat II dan Jono yang selanjutnya mohon disebut sebagai Tergugat III ;
8. Bahwa ketika kejadian kehilangan terjadi Penggugat sudah mencari-cari sepeda motor
miliknya namun tidak juga ditemukan. Padahal karcis tanda parkir masih dipegang oleh
Penggugat, namun motornya sudah tidak ada. Yang berarti dapat disimpulkan bahwa motor
milik Penggugat hilang ditempat parkir;
Oleh hal itu, terbukti Tergugat II dan Tergugat III telah membiarkan sepeda motor Penggugat
di bawa keluar areal parkir tanpa pemeriksaan karcis parkir. Artinya, sikap ketidaktelitian dan
ketidakhati-hatian tergugat membuat tergugat melanggar kewajiban hukumnya untuk
menjamin keamanan kendaraan milik penggugat;
9. Bahwa Penggugat melapor ke Polisi Sektor Pakem atas kehilangan sepeda motor miliknya
tersebut. Dan keesokan harinya, Penggugat dengan membawa karcis tanda parkir ke Pimpinan
PD. Argajasa selaku pengelola parkir unruk meminta pertanggung jawaban atas hilangnya
sepeda motor miliknya, dan meminta ganti rugi sebesar Rp 25.000.000,00 ( dua puluh lima
juta rupiah ) atau sepeda motor yang setara dengan sepeda motor miliknya;
10. Bahwa Tergugat I menolak permintaan ganti rugi yang diminta Penggugat dengan alasan
bahwa perusahaan tersebut bertindak di bidang perpakiran dan bukan di bidang penitipan
barang kendaraan bermotor;
11. Bahwa sesuai dengan hal-hal yang sudah dipaparkan diatas, sesuai dengan Pasal 1365 Kitab
undang-undang Hukum Perdata yang menyatakan :
Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada
orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena
kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.
Maka, sesuai dengan fakta yang ada, telah terjadi perbuatan
onrechtsmatige daad atau biasa dikenal dengan perbuatan melawan
hukum. Di mana hal-hal yang dialami Penggugat dalam mengajukan
gugatan telah memenuhi unsur-unsur dari Perbuatan Melawan Hukum,
antara lain:
a. Adanya perbuatan melawan hukum; tidak hanya bertentangan dengan
undang-undang tetapi juga jika berbuat atau tidak berbuat sesuatu
yang memenuhi salah satu unsur :
1) Bertentangan dengan hak orang lain
Perbuatan yang telah dilakukan Para Tergugat telah melanggar hak
Penggugat. Yaitu, Penggugat masih membawa karcis parkir
kendaraannya, sehingga berhak memperoleh sepeda motornya
kembali seperti sedia kala.
b. Adanya kesalahan; unsur kesalahan artinya perbuatan dan akibat-
akibat yang dapat dipertanggungjawabkan kepada si pelaku.
Perbuatan yang telah dilakukan Tergugat II dan Tergugat III yang telah membiarkan
sepeda motor Penggugat di bawa keluar areal parkir tanpa pemeriksaan karcis parkir.
Artinya, sikap ketidaktelitian dan ketidakhati-hatian tergugat membuat para Tergugat
melanggar kewajiban hukumnya untuk menjamin keamanan kendaraan milik penggugat.
c. Adanya kerugian; kerugian yang timbul karena Perbuatan Melawan
Hukum. Tiap Perbuatan Melawan Hukum tidak hanya dapat
mengakibatkan kerugian uang saja, tetapi juga dapat menyebabkan
kerugian moriil atau idiil, yakni ketakutan, terkejut, sakit dan
kehilangan kesenangan hidup.
Perbuatan yang dilakukan Para Tergugat menimbulkan kerugian berupa
hilangnya sepeda motor merek suzuki Thunder milik PENGGUGAT
seharga Rp.25.000.000,00 ( dua puluh lima juta rupiah )
d. Adanya hubungan sebab akibat;
12. Bahwa berdasarkan Pasal 1366 KUHPerdata yang menyatakan :
Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang
disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga atas kerugian yang
disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.
Sesuai fakta bahwa Tergugat II dan Tergugat III sebagai karyawan dari
Tergugat I, telah membiarkan sepeda motor Penggugat di bawa keluar areal parkir tanpa
pemeriksaan karcis parkir. Artinya, sikap ketidaktelitian dan ketidakhati-hatian pada saat
melakukan kewajibannya telah lalai sehingga menyebabkan hilangnya
sepeda motor milik Penggugat;
13. Bahwa berdasarkan Pasal 1367 KUHPerdata yang menyatakan :
seseorang tidak hanya bertanggung jawab, atas kerugian yang
disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang
disebabkan perbuatan-perbuatan orang-orang yang menjadi
tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah
pengawasannya.
Sesuai fakta bahwa Tergugat I merupakan pengelola dari tempat parkir
Tlogonirmolo, sehingga Tergugat I bertanggung jawab atas perbuatan
orang-orang (Tergugat II dan Tergugat III) yang menjadi tanggungannya,
perbuatan Tergugat II dan Tergugat III telah lalai dalam menjalankan
tugasnya sehingga menimbulkan kerugian bagi Penggugat. Dan, hal
tersebut menjadi tanggung jawab dari Tergugat I;
14. Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung Nomor
3416/Pdt/1985 jo Putusan Mahkamah Agung Nomor 1367K/Pdt/2002,
Majelis Hakim berpendapat bahwa perparkiran merupakan perjanjian
penitipan barang, dengan begitu hilangnya kendaraan milik konsumen
menjadi tanggung jawab pengusaha parkir.
Pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 1367K/Pdt/2002, menyatakan
secara hukum, bahwa selama kendaraan milik Penggugat parkir/dititipkan
dengan sah di dalam area parkir yang dikelola oleh Tergugat adalah
merupakan tanggung jawab Tergugat sepenuhnya atas telah terjadinya
kehilangan.
Sehingga Dapat ditarik simpulan Tergugat I selaku pengelola dan Tergugat
II serta Tergugat III bertanggung jawab atas hilangnya sepeda motor milik
Penggugat. Dikarenakan pada kasus yang terjadi, karcis sebagai tanda sah
nya parkiran tersebut masih dibawa oleh Penggugat tetapi sepeda motor
sudah tidak ada di tempat. Maka dengan itu, para Tergugat harus
mengganti rugi sebesar Rp.25.000.000,00 ( dua puluh lima juta rupiah )
kepada Penggugat;
15. Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung Nomor
2078K/Pdt/2009 tentang kewajiban dan tanggung jawab pengelola parkir
untuk memberikan penggantian kepada konsumen pengguna jasa parkir
yang mengalami kehilangan /kerusakan dan kecelakaan di lokasi pelataran
parkir.
Maka, para Tergugat wajib mengganti kerugian yang dialami oleh
Penggugat sebesar Rp.25.000.000,00 ( dua puluh lima juta rupiah ) ;
16. Bahwa telah terjadi musyarawah untuk jalan damai bagi kedua
belah pihak. Namun, musyawarah tersebut menemui jalan buntu
sehingga, Penggugat memutuskan mengajukan gugatan Perbuatan
Melawan Hukum ke Pengadilan Negeri Sleman.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka PENGGUGAT mohon kepada Pengadilan Negeri
Sleman berkenan untuk memeriksa dan memutus perkara ini sebagai berikut :

PRIMER
1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya
2. Menyatakan menurut hukum, bahwa Para Tergugat yaitu Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat
III telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtsmatigedaad)
3. Menghukum para Tergugat untuk mengganti kerugian yang dialami Penggugat seharga
Rp.25.000.000,00 secara tunai maupun mengganti dengan sepeda motor yang seharga dengan
nilai tersebut.
4. Menghukum para Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini

SUBSIDER
Memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya

Hormat saya,
Andhika Putra