Anda di halaman 1dari 25

CAIRAN KETUBAN

(Liquor amnii)
8 MEI 2014 TECKYAFIFAH12
A. Ciri-ciri cairan ketuban

Air ketuban berwarna putih keruh, berbau amis dan berasa manis. Memiliki
pH 7,2 dengan massa jenis 1,008 (Prawirohardjo, 2009). Komposisinya terdiri
atas 98% air, sisanya albumin, urea, asam uric, kreatinin, sel-sel epitel,
rambut lanugo, verniks kaseosa dan garam anorganik. Kadar protein kira-kira
2,6% gr/liter, terutama albumin. Selain itu, cairan ketuban mengandung
lesitin dan sfingomielin yang berguna untuk mengetahui apakah paru-paru
janin sudah matang, sebab peningkatan kadar lesitin merupakan tanda
bahwa permukaan alveolus diliputi oleh zat surfaktan. Ini merupakan syarat
bagi paru-paru untuk berkembang dan bernafas (Mochtar, 2012).

B. Fungsi cairan ketuban

Menurut Mochtar (2012), Sadler (2009) dan Prawirohardjo (2009) cairan


ketuban memiliki fungsi selama proses kehamilan dan persalinan, yaitu:

1. Untuk proteksi janin


2. Mencegah perlekatan janin dengan amnion
3. Agar janin dapat bergerak dengan bebas
4. Regulasi terhadap panas dan perubahan suhu
5. Menambah suplai cairan janin, dengan cara ditelan atau diminum,
yang kemudian dikeluarkan melalui kencing janin
6. Meratakan tekanan intra-uterin
7. Membersihkan jalan lahir bila ketuban pecah menjelang persalinan
8. Meredam guncangan
9. Menghambat bakteri karena mengandung zat seperti folat dan seng
10. Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup lancer dan
perputarannya cepat kira-kira 350-500 cc/hari.
C. Asal cairan ketuban

Menurut Mochtar (2012) dan Prawirohardjo (2009) air ketuban dapat berasal
dari:

1. Kencing janin (fetal urine) setelah 20 minggu.


2. Transudasi dari darah ibu
3. Sekresi dari epitel selaput amnion
4. Asal campuran (mixed origin)

D. Perubahan volume cairan ketuban selama kehamilan

Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1000-1500 cc


(Mochtar, 2013). Jumlah cairan ketuban meningkat dari sekitar 30 ml pada
minggu ke-10 kehamilan, 200 ml pada minggu ke-16 menjadi 450 ml pada
minggu ke-20, 1000 ml pada minggu ke-28, menjadi 900 ml pada minggu ke-
36, 800 ml pada minggu ke-40 kemudian menurun sampai kurang dari 200ml
pada minggu ke-42 (Sadler, 2009; Cunningham, 2013).

E. Kelainan volume cairan ketuban

1. Oligohidramnion: Volume cairan ketuban kurang dari 400 ml (Sadler,


2009)
2. Polihidramnion/Hidramnion: Volume cairan ketuban lebih dari 2000 ml
(Cunningham, 2013).

Ciri-Ciri Kimiawi
Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1000-1500 cc. Air ketuban
berwarna putih keruh, berbau amis, dan berasa manis. Reaksinya agak alkalis atau
netral, dengan berat jenis1,008. Komposisinya terdiri atas 98% air, sisanya albumin,
urea, asam urik, kreatinin, sel-sel epitel, rambut lanugo, verniks caseosa, dan
garam anorganik. Kadar protein kira-kira 2,6% g per liter, terutama albumin.
Dijumpainya lesitin dan sfingomielin dalam air ketuban amat berguna untuk
mengetahui apakah paru-paru janin sudah matang, sebab peningkatan kadar lesitin
merupakan tanda bahwa permukaan paru-paru (alveolus) diliputi oleh zat surfaktan.
Ini merupakan syarat bagi paru-paru untuk berkembang dan bernafas. Cara
penilaiannya adalah dengan cara menghitung rasio L/S. Bila persalinan berjalan
lama atau ada gawat janin atau letak janin sungsang, maka akan kita jumpai warna
air ketuban yang keruh kehijauan, karena telah bercampur dengan mekoneum.

Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara
ibu dan anak sebal2iknya. Pertumbuhan Plasenta makin lama makin bear dan luas, umumnya
mencapai pembentukan lengkap pada usia kehamilan sekitar 16 minggu. Jiwa anak tergantung
plasenta, baik tidaknya anak tergantung pada baik buruknya plasenta. Plasenta merupakan organ
sementara yang menghubungkan ibu dengan janin. Plasenta memproduksi beberapa hormon
penting dalam kehamilan yaitu Human Chorionic Gonatropin (HCG) dan Human Plasenta
Lactagen (PHL).

Plasenta berbentuk bulat seperti cakram dengan diameter sekitar 22 cm, rata-rata tebalnya
2,5 cm dengan berat sekitar 470 gram.Plasenta menempel pada rahim ibu dan terhubung
dengan calo bayi melalui tali pusat. Saat persalinanplasenta normal akan segera lahir 30
menit setelah bayi lahir. Pertumbuhan dan perkembangan calon bayi saat masih di dalam
rahim sangat bergantung pada plasentanya.

Fungsi plasenta ialah mengusahakan janin tumbuh dengan baik.


Untuk pertumbuhan ini di butuhkan adanya penyaluran zat asam,
asam amino, vitamin dan mineral dari ibu ke janin, dan
pembuangan CO2 serta sampah metabolisme janin ke peredaran
darah ibu.

Dapat di kemukakan bahwa fungsi plasenta adalah :


1. Sebagai alat yang memberi makanan pada janin (nutritif)
2. Sebagai alat yang mengeluarkan bekas metabolisme
(ekskresi)
3. Sebagai alat yang memberi zat asam, dan mengeluarkan
CO2 (respirasi)
4. Sebagai alat yang membentuk hormon
5. Sebagai alat menyalurkan berbagai antibodi ke janin, dan
6. Mungkin hal-hal yang belum di ketahui.

D. TAHAP-TAHAP PEMBENTUKAN PLASENTA

1. Stadium berongga (lacunar stage)

Pada hari 8-9, perkembangan trofoblas sangat cepat, dari


selapis sel tumbuh menjadi berlapis-lapis. Terbentuk
rongga-rongga vakuola yang banyak pada lapisan
sinsitiotrofoblas (selanjutnya disebut sinsitium) yang
akhirnya saling berhubungan.

2. Sirkulasi uteroplasenta/sistem sirkulasi feto-maternal

Pertumbuhan sinsitium ke dalam stroma endometrium


makin dalam kemudian terjadi perusakan endotel kapiler
di sekitarnya, sehingga rongga-rongga sinsitium (sistem
lakuna) tersebut dialiri masuk oleh darah ibu, membentuk
sinusoid-sinusoid. Peristiwa ini menjadi awal
terbentuknya sistem sirkulasi uteroplasenta/sistem
sirkulasi feto-maternal.

Antara lapisan dalam sitotrofoblas dengan selapis sel


selaput Heuser, terbentuk sekelompok sel baru yang
berasal dari trofoblas dan membentuk jaringan
penyambung yang lembut, yang disebut mesoderm
ekstraembrional. Bagian yang berbatasan dengan
sitotrofoblas disebut mesoderm ekstraembrional
somatopleural, kemudian akan menjadi selaput korion
(chorionic plate).Bagian yang berbatasan dengan selaput
Heuser dan menutupi bakal yolk sac disebut mesoderm
ekstraembrional splanknopleural. Menjelang akhir minggu
kedua (hari 13-14), seluruh lingkaran blastokista telah
terbenam dalam uterus dan diliputi pertumbuhan
trofoblas yang telah dialiri darah ibu. Meski demikian,
hanya sistem trofoblas di daerah dekat embrioblas saja
yang berkembang lebih aktif dibandingkan daerah
lainnya.

3. Terbentuknya rongga selom ekstraembrional


(extraembryonal coelomic space) atau rongga korion
(chorionic space)

Di dalam lapisan mesoderm ekstraembrional juga


terbentuk celah-celah yang makin lama makin besar dan
bersatu, sehingga terjadilah rongga yang memisahkan
kandung kuning telur makin jauh dari sitotrofoblas.
Rongga ini disebut rongga selom ekstraembrional
(extraembryonal coelomic space) atau rongga korion
(chorionic space).

Di sisi embrioblas (kutub embrional), tampak sel-sel


kuboid lapisan sitotrofoblas mengadakan invasi ke arah
lapisan sinsitium, membentuk sekelompok sel yang
dikelilingi sinsitium disebut jonjot-jonjot primer (primary
stem villi). Jonjot ini memanjang sampai bertemu dengan
aliran darah ibu.

4. Terbentuknya tali pusat

Pada awal minggu ketiga, mesoderm ekstraembrional


somatopleural yang terdapat di bawah jonjot-jonjot
primer (bagian dari selaput korion di daerah kutub
embrional), ikut menginvasi ke dalam jonjot sehingga
membentuk jonjot sekunder (secondary stem villi) yang
terdiri dari inti mesoderm dilapisi selapis sel sitotrofoblas
dan sinsitiotrofoblas.

Menjelang akhir minggu ketiga, dengan karakteristik


angiogenik yang dimilikinya, mesoderm dalam jonjot
tersebut berdiferensiasi menjadi sel darah dan pembuluh
kapiler, sehingga jonjot yang tadinya hanya selular
kemudian menjadi suatu jaringan vaskular (disebut jonjot
tersier/tertiary stem villi).

Selom ekstraembrional/rongga korion makin lama makin


luas, sehingga jaringan embrional makin terpisah dari
sitotrofoblas/selaput korion, hanya dihubungkan oleh
sedikit jaringan mesoderm yang kemudian menjadi
tangkai penghubung (connecting stalk). Mesoderm
connecting stalk yang juga memiliki kemampuan
angiogenik, kemudian akan berkembang menjadi
pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan
menjadi tali pusat.

5. Sirkulasi feto-maternal

Setelah infiltrasi pembuluh darah trofoblas ke dalam


sirkulasi uterus, seiring dengan perkembangan trofoblas
menjadi plasenta dewasa, terbentuklah komponen
sirkulasi utero-plasenta. Melalui pembuluh darah tali
pusat, sirkulasi utero-plasenta dihubungkan dengan
sirkulasi janin. Meskipun demikian, darah ibu dan darah
janin tetap tidak bercampur menjadi satu (disebut sistem
hemochorial), tetap terpisah oleh dinding pembuluh
darah janin dan lapisan korion.

Dengan demikian, komponen sirkulasi dari ibu (maternal)


berhubungan dengan komponen sirkulasi dari janin (fetal)
melalui plasenta dan tali pusat. Sistem tersebut
dinamakan sirkulasi feto-maternal.

6. Plasenta dewasa

Pertumbuhan plasenta makin lama makin besar dan luas,


umumnya mencapai pembentukan lengkap pada usia
kehamilan sekitar 16 minggu. Plasenta dewasa /
lengkap yang normal:
1. Bentuk bundar/oval
2. Diameter 15-25 cm, tebal 3-5 cm
3. Berat rata-rata 500-600 g
4. Insersi tali pusat (tempat berhubungan dengan
plasenta) dapat di tengah / sentralis, di samping /
lateralis, atau di ujung tepi / marginalis,
5. Di sisi ibu, tampak daerah2 yang agak menonjol
(kotiledon) yang diliputi selaput tipis desidua basalis
6. Di sisi janin, tampak sejumlah arteri dan vena besar
(pembuluh korion) menuju tali pusat. Korion diliputi oleh
amnion
7. Sirkulasi darah ibu di plasenta sekitar 300 cc/menit
(20 minggu) meningkat sampai 600-700 cc/menit
(aterm).
Proses Pembentukan Plasenta

PENDAHULUAN

Plasenta adalah bagian kehamilan yang penting. Dimana plasenta memiliki


peran berupa transport zat dari ibu ke janin, penghasil hormon yang berguna
selama kehamilan, serta sebagai barier. Melihat pentingya peranan dari plasenta
maka bila terjadi kelainan pada plasenta akan menyebabkan kelainan pada janin
ataupun gangguan pada proses persalinan.

Plasenta berasal dari penggabungan vili korionik dan endometrium uterus.


Plasenta berbentuk bundar dengan diameter 15 sampai 20 cm dan tebal lebih
kurang 2,5 cm. Beratnya rata-rata 500 gram. Umumnya plasenta berbentuk lengkap
pada kehamilan lebih kyrang 16 minggu.letak plasenta umumnya di depan atau di
belakang dinding uterus, agak keatas kearah fundus uteri.

Plasenta merupakan organ penting bagi janin, karena sebagai alat pertukaran
zat antara ibu dan bayi atau sebaliknya. Plasenta berbentuk bundar atau hampir
bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram.
Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilankurang dari 16 minggu
dengan ruang amnion telah mengisi seluruh Cavum uteri.

Plasenta terletak di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas


kearah fundus uteri, dikarenakan alasan fisiologis, permukaan bagian atas korpus
uteri lebih luas, sehingga lebih banyak tempat untuk
berimplementasi. Plasenta berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi
koriales atau jonjot chorion dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal
dari desiduabasalis.

Plasenta mempunyai dua permukaan, yaitu permukaan fetal dan maternal.


Permukaan fetal adalah permukaan yang menghadap ke janin, warnanya keputih-
putihan dan licin. Hal ini disebabkan karena permukaan fetal tertutup oleh amnion,
di bawah nampak pembuluh-pembuluh darah. Permukaan maternal adalah
permukaan yang menghadap dinding rahim, berwarna merah dan terbagi oleh
celah-celah yang berasal dari jaringan ibu. Jumlah celah pada plasenta dibagi
menjadi 16-20 kotiledon.

Gambar 1. Permukaan plasenta


Penampang plasenta terbagi menjadi dua bagian yang terbentuk oleh
jaringan anak dan jaringan ibu. Bagian yang terdiri dari
jaringan anak disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion,pembuluh
darah janin, korion dan villi. Bagian dari jaringan ibu disebut piring desidua atau
piring basal yang terdiri dari desidua compacta dan desidua spongiosa.

Gambar 2. Struktur plasenta

FUNGSI PLASENTA

Fungsi plasenta adalah mengusahakan janin tumbuh dengan baik. Untuk


pertumbuhan ini dibutuhkan adanya penyaluran zat asam, asam amino, vitamin
dan mineral dari ibu ke janin, dan pembuangan CO2 serta sampah metabolisme
janin ke peredaran darah ibu.

Plasenta juga dapat dilewati kuman-kuman dan obat-obatan tertentu.


Penyaluran zat makanan dan zat lain dari ibu ke janin dan sebaliknya harus
melewati lapisan trofoblas plasenta.

Berikut ini adalah fungsi dari plasenta diantaranya :

1. Nutrisi : memberikan bahan makanan pada janin

2. Ekskresi : mengalirkan keluar sisa metabolisme janin

3. Respirasi : memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin

4. Endokrin :menghasilkan hormon-hormon : hCG, HPL, estrogen,progesteron, dan


sebagainya (cari / baca sendiri).

5. Imunologi : menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin

6. Farmakologi : menyalurkan obat-obatan yang mungkin diperlukan janin, yang


diberikan melalui ibu.

7. Proteksi : barrier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat-zat toksik (tetapi akhir2 ini
diragukan, karena pada kenyataanya janin sangat mudah terpapar infeksi /
intoksikasi yang dialami ibunya).

SIRKULASI PLASENTA
kapilar janin pada percabangan terminal vili korionik (korion frodosum) dibasahi
dengan darah maternal dalam sinus darah desidua basalis endometrium
uterus.permukaan jaringan janin dan maternal dipisahkan oleh ruang intervilus.

o Di sisi maternal, darah memasuki ruang intervilus dari ateriol maternal yang terkikis.
Darah arteri maternal kaya akan oksigen dan nutrien.

o Di sisi janin, darah memasiki vili dari arteri umbilikus. Darah arteri umbilikus miskin
akan oksigen dan kadar CO2 serta produk buangannya tinggi.

Setelah pertukaran gas, nutrien, dan produk buangan antara darah maternal dan
janin dalam kapiler vili, darah kaya oksigen dan nutrien kembali ke janin melalui
vena umbilikus. Darah maternal kembali melalui vena uterus.

Darah janin dan maternal memiliki hubungan yang dekat, tetapi tidak memiliki
hubungan langsung. Perpindahan zat antara darah janin dan maternal adalah
melalui difusi, transpor aktif, dan pinositosis.

Menjelang akhir kehamilan, plasenta memungkinkan antibodi maternal memasuki


sirkulasi janin. Antibodi memberikan imunitas pasif sementara pada janin.

Obat-obatan, alkohol, polutan lingkungan, virus, dan agens penyebab penyakit


lainnya masuk dengan bebas dari sirkulasi maternal ke sirkulasi janin. Sebagai zat
ini disebut teratogen atau agens yang dapat menyebabkan defek lahir.

PEMBENTUKAN PLASENTA

Saat sinsitiotrofoblas menembus desidua, sinsitiotrofoblas menghasilkan


human chorionic gonadotropin-hCG yang berfungsi agar corpus luteum tetap
memproduksi estrogen dan progesteron untuk mempertahankan kehamilan. Pada
beberapa bagian desidua, sinsitium mengadakan invasi pada dinding arteri spiralis
yang berada diantara desidua sehingga menjadi arteri berdinding tebal yang
memungkinkan bertambahnya aliran darah.

Pembuluh darah tersebut rapuh dan mudah pecah sehingga membentuk


lakuna yang berisi darah. Pada kehamilan normal, proses diatas berlangsung
lengkap pada kehamilan 20 22 minggu.

Bila proses ini tidak berlangsung secara normal, kemungkinan akan terjadi
penyakit hipertensi dalam kehamilan pada perjalanan kehamilan selanjutnya.
Dengan proliferasi lebih lanjut, tonjolan trofoblas bentuknya menjadi bentukan
seperti telapak tangan dan pembuluh darah terbentuk dalam inti mesodermal (villi
chorialis). Villi terdapat diseluruh permukaan blastosis. Dengan semakin
membesarnya blastosis, desidua superfisial (desidua kapsularis ) akan tertekan dan
kehamilan semakin mengembang kearah dalam cavum uteri.

Pada hari ke 19, seluruh hasil konsepsi sudah terbungkus dengan villi
chorialis, sebagian villi chorialis menempel pada desidua (anchoring villi) dan
sebagian besar mengapung bebas dalam lakuna darah. Pada stadium ini, penetrasi
kedalam desidua berhenti akibat pengaruh imunologis atau mekanisme kimiawi.
Terjadi pembentukan lapisan kolagen dimana arteri dan vena spiralis akan
melakukan penembusan. Oleh karena pasokan darah terutama dibagian permukaan
konseptus, maka dibagian tersebut villi chorialis akan tumbuh lebih cepat
membentuk cabang-cabang dan disebut sebagai chorion frondusum. Villi chorialis
dibagian lain akan mengalami degenerasi dan membentuk chorion leave.

Chorion frondusum akan membentuk plasenta dan pembentukan plasenta lengkap


pada hari ke 70 pasca fertilisasi seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar. Hubungan antara chorionic sac, amnion dan embrio dengan


endometrium, rongga uterus pada awal kehamilan. Pada gambar terlihat embrio
pada kehamilan 10 minggu terhitung sejak hari pertama haid terakhir.

Gambar. Ruang intervilus. Kotiledon janin dapat dilihat dan memperlihatkan


pancaran darah arterial. Aliran darah mengalir kedalam vena secara bertahap

Zigot adalah nama untuk ovum yang telah dibuahi. Dalam beberapa jam dan
masih didalam tubafallopi, zigot mengalami serangkaian pembelahan yang disebut
mitosis. Pada pembelahan sel jenis ini inti (nukleus) membelah menjadi dua,
sehingga terbentuk 2 sel baru,masing-masing mengandung 1 perangkat kromosom
yang identik.Pembelahan ini merupakan cara dihasilkannya seluruh sel tubuh
kecuali gamet(ovum dan sperma).

Morula dihasilkan dengan reproduksi yang berlanjut dari sel-sel zygot


sehingga menyerupai buah murbei.Pembelahan sel ini dibantu oleh progesteron dari
korpus luteum yang bersama-sama dengan estrogen menyiapkan endometrium
untuk menerima ovum yang telah dibuahi pada stersebutum 8 sel,morula ini
memnpunyai diameter kira-kira 2mm dan mengandung lebih dari 1000 macam
protein.Morula ini masih berada dalam cangkangnya,dan di topang oleh
sitoplasmanya sendiri yang mengandung progesteron.Enam sampai tujuh hari
setelah vertilisasi,morula yang sedang tumbuh ini mendekati endometrium yang
berada dalam fase sekresi.Morula tersebut mulai masuk endometrium dengan sifat-
sifat imfasifnya sendiri yang berinteraksi dengan permukaan dinding dalam uterus
yang lengket.

Pada akhir minggu pertama,sejumlah sel inner pada morula mulai mengalami
disentegrasi,meninggalkan ruang yang terisi cairan.Sel ini sekarang disebut
blastokist.

Blastokist terdiri atas :

1. Masa sel dalam yang akan berkembang untuk membentuk fetus dan membran
plasenta yang disebut amnion.

2. Trofoblast adalah lapisan luar sel-sel tunggal dan dari lapisan ini akan mulai
tumbuh struktur yang menyerupai akar yang disebut villi korion primitif.

Sejumlah struktur ini membentuk plasenta dan sisanya mengalami atrofi untuk
membentuk membran korion yang mengelilingi saccus amniie dan melapisi
uterus.Perkembangan tahap ini dicapai 7-10 hari setelah konsepsi dan sekarang
mulai mengadakan implantasi kedalam uterus.Endometrium ini dalam fase
sekretorik siklus menstruasi.

Pada hari ke 10 setelah konsepsi,blastokist tertanam sempurna didalam


endometrium yang sekarang disebut desidua.

Pada hari ke 14 berkembang jonjot-jonjot seperti jari,yang disebut villi korion


primitif,dari trofoblast dan tentunya mengalami proliferasi sampai villii korion
tersebut menutupi seluruh permukaan korion pada akhir minggu ke 3.Secara
serentak pembuluh darah embrional mulai terbentuk dalam mesoderm masa sel
dalam.

Villi korion primitif

Masing-masing fillus tersusun atas 1 lapis sel yang disebut stiotrofoblast yang
dikelilingi oleh sel-sel sinsitiotrofoblast.Ruang-ruang diantaranya karena kedua
struktur mengadakan erosi yang makin dalam kedalam desidua,disebut spatinim
choriodeciduale villi akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah meternal saat
struktur tersebut mengerosi jaringan endometrium,dan ruang-ruang tersebut
dengan demikian akan terisi dengan darah maternal.Bahan-bahan kimia dari darah
maternal secara difusi melintasi dinding villi dan membantu memberi nutrien
jaringan yang sedang berkembang didalam masa sel dalam.

Minggu ke 3

Selama minggu ke 3 terjadipercabangan villi korion primitif.Cabang-cabang ini


disebut villi korion primitif sekunder dan didalamnya terbentuk pembuluh
darah.Disebut korion tersier apabila pembuluh darah telah terbentuk, dan
pembuluh darah ini berhubungan dengan pembuluh darah embrional di dalam body
stalk (pedunculus allantoicus). Pembuluh di dalam tangkai ini berkembang untuk
membentuk dua arteria umbilicalis dan satu vena umbilicalis untuk fetus.

Sejumlah villi corion terus terkubur lebih dalam desidua dan disebut villi anchorales
( anchoring villi ). Villi anchorales ini tidak mengandung pembuluh darah karena
fungsinya hanya untuk menstabilkan plasenta yang sedang berkembang. Villi yang
lain dipercabangkan dari sini, dan ruang-ruang antara villi ini disebut spatia
intervillosa.

Di dalam uterus, endometrium hamil yang kemudian disebut desidua, sekarang


mengalami diferensiasi menjadi tiga daerah :

1. Desidua basalis, terletak dibawah daerah tempat villi chorion mula-mula terkubur.

2. Desidua capsularis, terletak di atas saccus embryonalis.

3. Desidua vera ( parietalis ), menutupi sisa cavitas uteri.

Minggu ke 8

Sampai minggu ke-8 kehamilan, villi korion mengelilingi seluruh saccus


embryonalis. Kemudian terjadi perubahan lebih lanjut.

Chorion laeve : karena masa sel dalam terus bertambah besar, maka decidua
capsularis terus menerus terdorong keluar kedalam capitas uteri sampai desidua
tersebut terletak berdekatan dengan desidua vera. Saat chorion laeve terletak pada
permukaan dalam decidua capsularis, maka korion ini juga melapisi capitas uteri
dan berkembang untuk membentuk membran plasenta yang disebut korion.

Korion frondosum : pada desidua basalis, dimana pemasokan darah yang banyak
dipertahankan, villi ini terus menerus memperbanyak diri dan berkembang dengan
cepat. Villi yang tertanam dalam di dalam desidua basalis akan terikat erat pada
kehamilan 12 minggu, sehingga menstabilkan plasenta yang sedang berkembang.
Villi yang lain membentuk percabangan keluar yang memungkinkan darah
maternal beredar secara bebas diantara villi tersebut untuk memberikan makan
( nutrien ) bagi pertumbuhan plasenta dan fetus lebih lanjut.

Minggu ke 14

Pada minggu ke-14 kehamialn, stuktur plasenta berkembang penuh dan


plasenta tersebut menempati kira-kira sepertiga dinding uterus. Dari akhir minggu
ke-8 kehamilan, plasenta primitif telah mensekresi estrogen, progesteron, dan
relaksin.

Gonadotropin korion, dari kehamilan minggu ke-9, pada saat villi chorion
tertanam di dalam dinding uterus, maka dihasilkan hormon yang disebut
gonadotropin korion ( chorionic gonadotrophin atau Hcg ). Fungsi hormon hCG
adalah meragsang pertumbuhan korpus luteum dan sekresi hormon korpus luteum,
dan dengan demikian memelihara kehamilan sampai plasenta dapat berfungsi
sempurna.

Gonadotripin korion disekresi dalam jumlah yang makin meningkat sampai


akhir kehamilan trimester pertama, dan setelah itu sekresinya menurun. Karena
hormon ini hanya di produksi oleh trofoblast dan di ekresi didalam urine, maka
adanya hormon ini di dalam analisis urine merupakan petunjuk positif adanya
kehamilan, dan kenyataan ini dipakai sebagai dasar untuk uji kehamilan secara
imunologis.

Minggu ke 16

Dari minggu ke-16 dan seterusnya, maka jumlah dan ukuran pembuluh darah
fetal meningkat, sedangkan dinding villinya menjadi lebih tipis, sehingga selama
trimester tengah ( midtrimester ), permeabilitas plasenta pada kenyataanya
meningkat.walaupun demikian, selama 4 minggu kehamilan, vasa tersebut
berkurang lagi karena terdapat deposit (timbunan) fibrin di dalam jaringan-jaringan
ini
Minggu ke 20

Setelah minggu ke 20,plasenta terus bertambah luas, tetapi tidak bertambah


tebal, sampai pada kehamilan cukup umur ( aterm ) diameternya kira-kira 23 cm,
merupakan organ yang bulat,datar,dengan ketebalan 2 cm di bagian
tengahnya,tetapi lebih tipis di tepi-tepinya.

KESIMPULAN

Plasenta atau tembuni adalah suatu organ dalam kandungan pada masa
kehamilan.Pertumbuhan dan perkembangan plasenta penting bagi pertumbuhan
dan perkembangan janin. Plasenta merupakan organ yang luar biasa. Plasenta
berasal dari lapisan trofoblas pada ovum yang dibuahi, lalu terhubung dengan
sirkulasi ibu untuk melakukan fungsi-fungsi yang belum dapat dilakukan oleh janin
itu sendiri selama kehidupan intrauterin. Keberhasilan janin untu hidup tergantung
atas keutuhan dan efisiensi plasenta.

Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat
pertukaran zat antara ibu dan anak atau sebaliknya. Jiwa anak tergantung pada
plasenta. Baik tidaknya anak tergantung pada baik burunya faal plasenta

Fungsi plasenta diantaranya adalah sebagai tempat pertukaran produk


produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin,serta
produksi hormon, diantaranya menghasilkan hormon steroid.Hormon steroid paling
penting yang di produksi plasenta adalah estrogen dan progesteron yang
konsentrasinya meningkat selama kehamilan.

Plasenta manusia memiliki diameter rata rata 22cm , berat rata rata 470
gram,dan rata - rata tebal (pada bagian tengah plasenta)2,5cm.
Korion

Korion terbentuk dari trofoblast yang diliputi oleh mesoderm. Korion yang hanya terdiri satu lapisan,
menjadi dua lapisan yaitu:

1. Lapisan langhans atau cytotrofoblast


2. Lapisan synsititium atau synsitiotrofoblast
Lapisan langhans atau cytotrofoblast

Lapisan langhans atau cytotrofoblast yaitu lapisan dalam yang berhubungan dengan mesoderm dan
terdiri sel-sel yang batasnya jelas.

Lapisan synsititium atau synsitiotrofoblast

Lapisan synsititium atau synsitiotrofoblast yaitu lapisan luar yang berhubungan dengan
lapisandesidua yang terdiri dari protoplasma sel dan inti sel tanpa batas-batas sel.

Korion berdiferensiasi dan tumbuh pesat antara hari ke-9 dan 20. Korion
mengeluarkan cairanenzim yang mencairkan sel-sel desidua dan pembuluh darah, mengeluarkan
cabang-cabang pada seluruh permukaannya dan sekitar desidua menjadi villi choriallis.

Korion yang melekat pada desidua basalis dan tumbuh subur disebut chorion frondusum. Sebaliknya villi
yang banyak, makin berkurang dan akhirnya menghilang. Hal ini disebabkan oleh desidua kapsularis
sangat sedikit mengandung pembuluh darah, sehingga kurang makanan , yang berakibat korion menjadi
gundul disebut chorion leave.

Amnion

Amnion membentuk dinding ruang amnion. Ruangan yang dilapisi oleh selaput janin (amnion dan
korion) berisi air ketuban (liquor amnii). Cairan amnion diproduksi oleh sel-sel dinding amnion. Cairan
amnion berwarna putih keruh, berbau amis, dan terasa manis. Reaksinya agak alkalis sampai netral
dengan berat jenis 1,008. Volume cairan amnion mencapai 1000-1500 cc (99% air dan 1%
glukosa, protein, garam mineral) pada akhir kehamilan. Cairan amnion terus bersirkulasi dan 1/3
volumenya tiap jam mengalir, sehingga urin ibu hamil meningkat.
Pertumbuhan janin menyebabkan ruangan amnion semakin membesar, amnion dan korion menjadi lisut,
tali penghubung bersama dengan yolk sac membentuk tali pusat. Bila tidak ada cairan amnion yang
memadai selama hamil, janin akan mengalami hipoplasia paru bahkankematian.

Kandungan cairan amnion antara lain: prolaktin, Alpha-feto protein, lesitin-sphingomielin,


sitokin, Interleukin-1-beta, prostaglandin dan Platelet-activing factor (PAF).
Fungsi amnion antara lain:

1. Melindungi janin dari trauma atau benturan dengan benda di luar uterus
2. Sebagai pembersih/pelicin jalan lahir
3. Menahan tekanan uterus
4. Menstabilkan suhu tubuh janin agar tetap hangat
5. Memungkinkan janin bergerak bebas
6. Tempat perkembangan muskuloskeletal
7. Menjaga perkembangan dan pertumbuhan normal dari paru-paru dan traktus gastro intestinal

Cairan amnion dapat diketahui dengan menggunakan kertas lakmus, secara makroskopis (berbau amis,
terdapat lanugo, verniks caseosa dan mekonium), secara mikroskopis (terdapat lanugo dan rambut) dan
secara laboratorium (kadar ureum rendah bila dibandingkan dengan air kemih).

EMBRIOGENESESIS

a. Perkembangan Minggu Ke-2


Setelah minggu pertama (hari 7-8), sel-sel trofoblas yang terletak di atas
embrioblas yang berimplantasi di endometrium dinding uterus,
mengadakan proliferasi dan berdiferensiasi menjadi dua lapis yang
berbeda :
1. Sitotrofoblas : Terdiri dari selapis sel kuboid, batas jelas, inti tunggal,
di sebelah dalam (dekat embrioblas)
2. Sinsitiotrofoblas : Terdiri dari selapis sel tanpa batas jelas, di sebelah
luar (berhubungan dengan stroma endometrium).
Unit trofoblas ini akan berkembang menjadi PLASENTA

Di antara massa embrioblas dengan lapisan sitotrofoblas terbentuk suatu


celah yang makin lama makin besar, yang nantinya akan menjadi
RONGGA AMNION.
Sel-sel embrioblas juga berdiferensiasi menjadi dua lapis yang berbeda :
1. Epiblas : selapis sel kolumnar tinggi, di bagian dalam, berbatasan
dengan bakal rongga amnion. Sel epiblas yang dekat dengan
sitotropoblas disebut denan dengan amnioblas.
2. Hipoblas : selapis sel kuboid kecil, di bagian luar, berbatasan dengan
rongga blastokista (bakal rongga kuning telur)
Emberioblast dalam bentuk ini disebut CAKRAM MUDIGAH. Unit sel-
sel blast ini akan berkembang menjadi JANIN

Selain perubahan diatas juga terjadi perubahan lain, yaitu :


Di antara epiblas sitotrofoblas terbentuk suatu celah yang disebut
RONGGA AMNION
Hipoblas membentuk selaput tipis yang memisahkannya dengan
sitotrofoblas yang disebut Membran Hauser/Membran Eksoselom
Dengan terbentuknya membran hauser maka terbentuk ruangan
antara hipoblas dan sitotrofoblas yang disebut rongga eksoselom /
kandung kuning telur primitif (Yolk Sack Primitif)
Terbentuk rongga pada sinsitiotrofoblas yang makin lama makin
membesar yang disebut Lakuna
Sedangkan pada endometrium , nampak pembuluh darah yang
terbuka karena bekas implantasi yang disebut Sinosoid
Sedangakan pada sitotropoblas terbentuk sel baru yang disebut
mesoderm ekstraembrional atau Lempeng Korion, yang nantinya akan
terbagi dua :
M.ekstraembrional SPANKNOPLEURAL (dibawah m.hauser)
M.ekstraembrional SOMATOPLEURAL (diatas sitotrofoblas)
Antara keduanya terbentuk ruang yang disebut Selom
ekstraembrional yang nantinya akan menjadi RONGGA KORION
Pada akhir minggu ke-2 lakuna dan sinosoid terhubung sehingga
terjadilah sirkulasi utero plasenta
Semakin lama rongga korion semakin membesar, sehingga
mendorong Yolk Sack Primitif dan menjadi yolk sac defenitif
Terbentuk tangkai penghubung yang menjadi lintasan mesoderm
ekstraembrional ke ruang korion

b. Perkembangan Minggu Ke-3


Pada awal minggu ke-3 terbentuk villi atau jonjot dari sitotrofoblas
yang disebut Villi primer.
Peristiwa yang paling khas terjadi pada minggu ketiga adalah
Grastulasi, yaitu proses yang membentuk ketiga lapisan germinal pada
embrio.
Pembentukan grastula dimulai dengan pembentukan Primitif
Streak (garis primtif) pada permukaan epiblas. Bagian ujung kepala
garis primitif terdapat nodus primitif, didaerah ini sel-sel epiblas
bergerak masuk membentuk lapisan-lapisan sel baru, yaitu lapisan
mesoderm, endoderm dan ektoderm.
Villi primer semakin lama semakin berkembang dan terisi kapiler-
kapiler kecil.
Pada akhir minggu ke-3, terbentuk villi yang baru (Villi Tertier
yang berasal dari mesoderm

c. Masa Embriogenik
Selama perkembangan minggu keempat hingga ke delapan, suatu masa
yang dikenal sebagai masa embriogenik atau masa organogenesis.
masing-masing ketiga lapisan yang sudah dibentuk tadi membentuk
jaringan dan organ yang spesifik.
Lapisan ekstoderm membentuk organ dan struktur yang memelihara
hubungan dengan dunia luar, yaitu :
Susunan saraf pusat
Sisitem saraf tepi
Epitel sensorik telingan, hidung dan mata
Kulit, termasuk rambut dan kuku
Kelenjar hipofisis, kelenjar mamaae dan kelenjar keringan serta email
gigi
Lapisan mesoderm, membentuk miotom (jaringan otot), sklerotom
(tulang rawan dan tulang) dan dermatom (jaringan sub kutan kulit).
Mesoderm juga membentuk sistem pembuluh, yaitu jantung, pembuluh
nadi, pembuluh balik, pembuluh getah bening dan semua sel darah dan
sel getah bening. Disamping itu ia membentuk sistem kemih dan
kelamin, dan limpa serta korteks adrenal.
Lapisan endoderm menghasilkan lapisan epitel saluran pencernaan,
saluran pernafasan dan kandung kemih. Lapisan ini juga membentuk
parenkhim tiroid, kelnejar paratiroid, hati dan kelenjar pankreas.
Akhirnya lapisan epitel kavum timpanai dan tuba eustachius.
Sebagai akibat dari pembentukan sistem organ dan pertumbuhan sistem
saraf pusat yang cepat, cakram mudigah yang mula-mula datar mulai
melipat dengan arah sefalocaudal sehngga terbentuklah kepala dan ekor.
Cakram ini melipat dengan arah lintang, sehingga terdapat bentuk tubuh
yang bulat.
Ringkasan perkembangan pada masa embriogenik :
Minggu ke-4
Mulai terbentuk tabung SSP
Bentuk mudigah seperti huruf C
Muncul telinga primitif
Terbentuk vesikel optik
Muncul tonjolan anggota badan bagian atas dan bawah
Ekor mulai mengecil
Detak jantung jelas
Otak depan menonjol
Panjang kepala bokong (Crown-rump Length) = 4 6 mm
Minggu ke-5
Perkembangan pesat pada otak dan pembesaran kepala
Terbentuk tonjolan wajah
Tonjolan anggota bag atas berubah menjadi mirip dayung
Tonjolan bag.bawah seperti sirip
Panjang kepala badan 7 9 mm
Minggu ke-6
Sendi anggota badan berdiferensiasi
Tampak pancaran jari pada anggota badan atas
Mata lebih jelas
Kepala sangat besar
Respons refleks terhadap sentuhan
Panjang bokong kepala 11 14 mm
Minggu ke-7
Timbul lekukan yang bakal memisahkan jari-jari
Hati menonjol
Usus tumbuh pesat sebagian masuk ke dalam tali pusat
Panjang kepala bokong 16 18 mm
Minggu ke-8
Jari-jari tangan memisah
Tampak lekukan pada kaki
Ekor menghilang
Mulai osifikasi di anggota bagian bawah
Kepala lebih besar dari anggota yang lain
Kelopak mata menutup
Telinga bentuknya sudah khas
Genetalia eksterna tampak (tapi masih sulit di identifikasi
Panjang kepala bokong : 27 31 mm

d. Masa Janin
Masa janin/fetal meliputi masa pertumbuhan intrauterin antara usia
kehamilan minggu ke 8-12 sampai dengan sekitar minggu ke-40 (pada
kehamilan normal / aterm), di mana organisme yang telah memiliki
struktur lengkap tersebut melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan
yang pesat, sampai pada keadaan yang memungkinkan untuk hidup dan
berfungsi di dunia luar (ekstrauterin).
Ringkasan perkembangan janin :
Minggu 9 -12
Pertumbuhan panjang tubuh dan tungkai semakin pesat
Telinga terletak rendah
Terbentuk pusat osifikasi primer di kerangka, terutama tengkorak
dan tulang belakang
Pembentukan sel darah merah berpindah ke limpa
Usus kembali ke rongga abdomen
Urine mulai terbentuk
Minggu 13 -16
Pertumbuhan pesat
Gerakan tungkai terkoordinasi (tapi belum dirasakan ibu)
Osifikasi aktif
Gerakan mata lambat
Ovarium mengandung follikel de graff
Genetalia eksterna dapat dikenali
Mata dan telinga memndekati posisi normal
Minggu 17 20
Pertumbuhan melambat
Tungkai mencapai proporsi dewasa
Gerakan janin mulai dirasakan ibu
Kulit dilapisi verniks caseosa dan mulai tumbuh lanugo
Terjadi pengendapan lemak cokelat

Minggu 21 25
Janin bertambah berat
Kulit keriput, tampak merah muda
Mata bergerak cepat
Respons terkejut berkedip terhadap bising
Sekresi surfaktan diulai, tapi pernapasan masih prematur
Kuku jari tumbuh
Mungkin dapat hidup jika lahir
Minggu 26 29
Paru mampu menghirup udara
SSP dapat mengendalikan pernapasan
Mata terbuka
Kuku jari mulai tampak
Lemak mengendap dibawah kulit
Pembentukan sel darah merah berpindah ke sumsum tulang
Minggu 30 34
Repleks cahaya pupil
Kulit menjadi merah muda dan halus, anggota badan gempal
Lemak putih berjumah 8% dari berat badan
Bayi sudah dapat lahir
Minggu 36 -38
Mengenggam erat
Janin berputar ke arah cahaya
Lingkar kepala dan abdomen hampir sama
Lemak putih sekitar 16 % berat badan, pertambahan lemak tiap
hari adalah 14 gr
Kulit tampak merah muda kebiruan
Janin aterm memiliki berat sekitar 3400 gr dengan panjang kepada
badan 36 cm