Anda di halaman 1dari 39

Banjir lumpur panas Sidoarjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sign into your Wajam account and discover what your friends have shared

Twitter

Facebook

Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur
Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo
Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama
beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan
perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa
Timur.

Daftar isi
1 Lokasi

2 Perkiraan penyebab kejadian

3 Volume lumpur

4 Hasil uji lumpur

5 Dampak

6 Upaya penanggulangan

o 6.1 Skenario penghentian semburan lumpur


o 6.2 Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur

o 6.3 Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur

o 6.4 Keputusan Pemerintah

o 6.5 Pendapat Kontra pembuangan lumpur secara langsung

7 Penetapan tersangka

8 Kritik

9 Referensi

10 Pranala luar

11 Lihat pula

Lokasi
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten
Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan
Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.

Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang
merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh
karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas
pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri
punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan
prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan
dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak
yang condong kejadian itu adalah akibat pengeboran.

Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan permukiman dan di sekitarnya merupakan
salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan
tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur
pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi.

Perkiraan penyebab kejadian


Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat
lokasi itu. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006
dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu
diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender
pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.[butuh rujukan]

Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8.500 kaki (2.590 meter) untuk
mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing )
yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation
loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam
sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.[butuh rujukan]

Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo sudah memasang casing 30 inci pada kedalaman 150
kaki, casing 20 inci pada 1.195 kaki, casing (liner) 16 inci pada 2.385 kaki, dan casing 13 3/8
inci pada 3.580 kaki (Lapindo Press Release ke wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo
mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3.580 kaki sampai ke 9.297 kaki, mereka belum
memasang casing 9 5/8 inci yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara
formasi Kalibeng Bawah dengan formasi Kujung (8.500 kaki).[butuh rujukan]

Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pengeboran ini dengan
membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan
zona pengeboran mereka di zona Rembang dengan target pengeborannya adalah formasi Kujung.
Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka
merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung
yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan
pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari
formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa
lumpur Lapindo (Medici).[butuh rujukan]
Underground Blowout (semburan liar bawah tanah)

Setelah kedalaman 9.297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira
target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu
gamping formasi Klitik sangat porous (berlubang-lubang). Akibatnya lumpur yang digunakan
untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi
Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.[butuh
rujukan]

Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke
luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur
standar, operasi pengeboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera
ditutup dan segera dipompakan lumpur pengeboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan
tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah
telanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface
casing) 13 3/8 inci. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil dan
kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan.
Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan
BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang
lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi dan berhasil. Inilah mengapa surface blowout
terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri.[butuh rujukan] Perlu
diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pengeboran migas di Indonesia setiap tindakan
harus seizin BPMIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui
oleh BPMIGAS.[butuh rujukan]

Dalam AAPG 2008 International Conference and Exhibition dilaksanakan di Cape Town
International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008, merupakan
kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists
(AAPG) dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia, menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari
Indonesia mendukung gempa Bantul 2006 sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara ahli
menyatakan pengeboran sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan kombinasi
gempa dan Pengeboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum
bisa mengambil opini. Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 juga
menemukan kesalahan-kesalahan teknis dalam proses pengeboran.[butuh rujukan]

Volume lumpur
Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak
tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura, "gunung"
lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bledug Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan
ratusan tahun yang lalu. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100.000
meter kubik per hari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil "pengeboran" selebar 30 cm.
Dan akibat pendapat awal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia maupun Kementerian
Lingkungan Hidup Indonesia yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya, menyebabkan
dibuat tanggul di atas tanah milik masyarakat, yang karena volumenya besar sehingga tidak
Beberapa hasil pengujian

Baku Mutu
Parameter Hasil uji maks
(PP Nomor 85/1999)

Arsen 0,045 mg/L 5 mg/L

Barium 1,066 mg/L 100 mg/L

Boron 5,097 mg/L 500 mg/L

Timbal 0,05 mg/L 5 mg/L

Raksa 0,004 mg/L 0,2 mg/L

Sianida Bebas 0,02 mg/L 20 mg/L

2 mg/L (2,4,6 Trichlorophenol)


Trichlorophenol 0,017 mg/L
400 mg/L (2,4,4 Trichlorophenol)

mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena
dampak menjadi semakin luas.

Hasil uji lumpur


Berdasarkan pengujian toksikologis di 3 laboratorium terakreditasi (Sucofindo, Corelab, dan
Bogorlab) diperoleh kesimpulan ternyata lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 baik untuk
bahan anorganik seperti arsen, barium, boron, timbal, raksa, sianida bebas, dan sebagainya,
maupun untuk untuk bahan organik seperti trichlorophenol, chlordane, chlorobenzene,
kloroform, dan sebagainya. Hasil pengujian menunjukkan semua parameter bahan kimia itu
berada di bawah baku mutu.[1]

Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme
akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan
tidak beracun bagi biota akuatik. LC50 adalah pengujian konsentrasi bahan pencemar yang dapat
menyebabkan 50 persen hewan uji mati. Hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki
nilai LC50 antara 56.623,93 sampai 70.631,75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP) terhadap
larva udang windu dan di atas 1.000.000 ppm SPP terhadap Daphnia carinata. Sementara
berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina, lumpur dikatakan beracun bila nilai LC50-nya
sama atau kurang dari 30.000 mg/L SPP.
Di beberapa negara, pengujian semacam ini memang diperlukan untuk membuang lumpur bekas
pengeboran (used drilling mud) ke dalam laut. Jika nilai LC50 lebih besar dari 30.000 mg/L SPP,
lumpur dapat dibuang ke perairan.

Namun kesimpulan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menunjukkan hasil
berbeda, dari hasil penelitian Walhi dinyatakan bahwa secara umum pada area luberan lumpur
dan sungai Porong telah tercemar oleh logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang cukup
berbahaya bagi manusia apalagi kadarnya jauh di atas ambang batas; dan perlu sangat
diwaspadai bahwa ternyata lumpur Lapindo dan sedimen Sungai Porong kadar timbalnya sangat
besar yaitu mencapai 146 kali dari ambang batas yang telah ditentukan.[2]

Berdasarkan PP No 41 tahun 1999 dijelaskan bahwa ambang batas PAH yang diizinkan dalam
lingkungan adalah 230 g/m atau setara dengan 0,23 mg/m atau setara dengan 0,23 mg/kg.
Maka dari hasil analisis di atas diketahui bahwa seluruh titik pengambilan sampel lumpur
Lapindo mengandung kadar chrysene di atas ambang batas. Sedangkan untuk benz(a)anthracene
hanya terdeteksi di tiga titik yaitu titik 7, 15, dan 20, yang kesemuanya di atas ambang batas.

Dengan fakta sedemikian rupa, yaitu kadar PAH (chrysene dan benz(a)anthracene) dalam lumpur
Lapindo yang mencapai 2.000 kali di atas ambang batas bahkan ada yang lebih dari itu. Maka
bahaya adanya kandungan PAH (chrysene dan benz(a)anthracene) tersebut telah mengancam
keberadaan manusia dan lingkungan. Pada akibatnya terjadi:

Bioakumulasi dalam jaringan lemak manusia (dan hewan)

Kulit merah, iritasi, melepuh, dan kanker kulit apabila kontak langsung dengan kulit

Kanker

Permasalahan reproduksi

Membahayakan organ tubuh seperti hati, paru-paru, dan kulit

Dampak PAH dalam lumpur Lapindo bagi manusia dan lingkungan mungkin tidak akan terlihat
sekarang, tetapi 5 hingga 10 tahun ke depan. Yang paling berbahaya akibat keberadaan PAH ini
antara lain, dapat mengancam kehidupan anak cucu, khususnya bagi mereka yang tinggal di
sekitar semburan lumpur Lapindo beserta ancaman terhadap kerusakan lingkungan.[butuh rujukan]
Namun sampai Mei 2009 atau tiga tahun dari kejadian awal ternyata belum terdapat adanya
korban sakit atau meninggal akibat lumpur tersebut.

Hasil analisis logam pada materi.

Kep. Menkes No. Lumpur Air Lumpur Sedimen Sungai Air Sungai
Parameter Satuan
907/2002 Lapindo Lapindo Porong Porong
Kromium
mg/L 0,05 nd nd nd Nd
(Cr)
Kadmium
mg/L 0,003 0,3063 0,0314 0,2571 0,0271
(Cd)
Tembaga
mg/L 1 0,4379 0,008 0,4919 0,0144
(Cu)
Timbal (Pb) mg/L 0,05 7,2876 0,8776 3,1018 0,6949

Dampak

Peta Semburan

Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi
aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak
Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun
membuat tanggul sebesar Rp6 triliun.

Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Semula hanya menggenangi empat desa
dengan ketinggian sekitar 6 meter, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk
diungsikan serta rusaknya areal pertanian. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana
pendidikan dan Markas Koramil Porong. Hingga bulan Agustus 2006, luapan lumpur ini
telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong, Jabon, dan
Tanggulangin, dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak
25.000 jiwa mengungsi. Karena tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77
unit rumah ibadah terendam lumpur.

Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain:
lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi
seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon
dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang.

Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan


merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak
lumpur ini.

Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.
Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta
rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)

Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit.
Rinciannya: Tempat tinggal 1.810 (Siring 142, Jatirejo 480, Renokenongo 428,
Kedungbendo 590, Besuki 170), sekolah 18 (7 sekolah negeri), kantor 2 (Kantor Koramil
dan Kelurahan Jatirejo), pabrik 15, masjid dan musala 15 unit.

Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi, termasuk areal persawahan

Pihak Lapindo melalui Imam P. Agustino, Gene-ral Manager PT Lapindo Brantas,


mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat
penanggulangan lumpur.

Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM
Surabaya patah [3].

Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan
sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam [4].

Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan
mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-
Porong dan jalur Waru-tol-Porong.

Tak kurang 600 hektare lahan terendam.

Sebuah SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) milik PT PLN dan seluruh jaringan
telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat
difungsikan.

Penutupan ruas jalan tol ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi Surabaya-Malang
dan Surabaya-Banyuwangi serta kota-kota lain di bagian timur pulau Jawa. Ini berakibat pula
terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini
merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.

Upaya penanggulangan
Rumah yang terendam lumpur panas

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur, diantaranya dengan
membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun, lumpur terus menyembur
setiap harinya, sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol, yang mengancam tergenanginya
lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Jika dalam tiga bulan bencana tidak tertangani,
adalah membuat waduk dengan beton pada lahan seluas 342 hektare, dengan mengungsikan
12.000 warga. Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan, untuk menampung lumpur sampai
Desember 2006, mereka menyiapkan 150 hektare waduk baru. Juga ada cadangan 342 hektare
lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga Juni 2007. Akhir Oktober, diperkirakan volume
lumpur sudah mencapai 7 juta m3.Namun rencana itu batal tanpa sebab yang jelas.

Badan Meteorologi dan Geofisika meramal musim hujan bakal datang dua bulanan lagi. Jika
perkira-an itu tepat, waduk terancam kelebihan daya tampung. Lumpur pun meluap ke segala
arah, mengotori sekitarnya.

Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) memperkirakan, musim hujan bisa membuat
tanggul jebol, waduk-waduk lumpur meluber, jalan tol terendam, dan lumpur diperkirakan mulai
melibas rel kereta. Ini adalah bahaya yang bakal terjadi dalam hitungan jangka pendek.

Sudah ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk memadamkan lumpur berikut menanggulangi
dampaknya. Mereka bekerja secara paralel. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo, pemerintah,
dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Di antaranya, para pakar dari ITS, Institut
Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Tim Satu, yang menangani penanggulangan
lumpur, berkutat dengan skenario pemadaman. Tujuan jangka pendeknya adalah memadamkan
lumpur dan mencari penyelesaian cepat untuk jutaan kubik lumpur yang telah terhampar di atas
tanah.

Skenario penghentian semburan lumpur

Ada pihak-pihak yang mengatakan luapan lumpur ini bisa dihentikan, dengan beberapa skenario
dibawah ini, namun asumsi luapan bisa dihentikan sampai tahun 2009 tidak berhasil sama sekali,
yang mengartikan luapan ini adalah fenomena alam.

Skenario pertama, menghentikan luapan lumpur dengan menggunakan snubbing unit pada sumur
Banjar Panji-1. Snubbing unit adalah suatu sistem peralatan bertenaga hidraulik yang umumnya
digunakan untuk pekerjaan well-intervention & workover (melakukan suatu pekerjaan ke dalam
sumur yang sudah ada). Snubbing unit ini digunakan untuk mencapai rangkaian mata bor seberat
25 ton dan panjang 400 meter yang tertinggal pada pemboran awal. Diharapkan bila mata bor
tersebut ditemukan maka ia dapat didorong masuk ke dasar sumur (9297 kaki) dan kemudian
sumur ditutup dengan menyuntikan semen dan lumpur berat. Akan tetapi skenario ini gagal total.
Rangkaian mata bor tersebut berhasil ditemukan di kedalaman 2991 kaki tetapi snubbing unit
gagal mendorongnya ke dalam dasar sumur.

Skenario kedua dilakukan dengan cara melakukan pengeboran miring (sidetracking)


menghindari mata bor yang tertinggal tersebut. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan rig
milik PT Pertamina (Persero). Skenario kedua ini juga gagal karena telah ditemukan terjadinya
kerusakan selubung di beberapa kedalaman antara 1.060-1.500 kaki, serta terjadinya pergerakan
lateral di lokasi pemboran BJP-1. Kondisi itu mempersulit pelaksanaan sidetracking. Selain itu
muncul gelembung-gelembung gas bumi di lokasi pemboran yang dikhawatirkan membahayakan
keselamatan pekerja, ketinggian tanggul di sekitar lokasi pemboran telah lebih dari 15 meter dari
permukaan tanah sehingga tidak layak untuk ditinggikan lagi. Karena itu, Lapindo Brantas
melaksanakan penutupan secara permanen sumur BJP-1.

Skenario ketiga, pada tahap ini, pemadaman lumpur dilakukan dengan terlebih dulu membuat
tiga sumur baru (relief well). Tiga lokasi tersebut antara lain: Pertama, sekitar 500 meter barat
daya Sumur Banjar Panji-1. Kedua, sekitar 500 meter barat barat laut sumur Banjar Panji 1.
Ketiga, sekitar utara timur laut dari Sumur Banjar Panji-1. Sampai saat ini skenario ini masih
dijalankan.

Ketiga skenario beranjak dari hipotesis bahwa lumpur berasal dari retakan di dinding sumur
Banjar Panji-1. Padahal ada hipotesis lain, bahwa yang terjadi adalah fenomena gunung lumpur
(mud volcano), seperti di Bledug Kuwu di Purwodadi, Jawa Tengah. Sampai sekarang, Bledug
Kuwu terus memuntahkan lumpur cair hingga membentuk rawa.

Rudi Rubiandini, anggota Tim Pertama, mengatakan bahwa gunung lumpur hanya bisa dilawan
dengan mengoperasikan empat atau lima relief well sekaligus. Semua sumur dipakai untuk
mengepung retakan-retakan tempat keluarnya lumpur. Kendalanya pekerjaan ini mahal dan
memakan waktu. Contohnya, sebuah rig (anjungan pengeboran) berikut ongkos operasionalnya
membutuhkan Rp 95 miliar. Biaya bisa membengkak karena kontraktor dan rental alat
pengeboran biasanya memasang tarif lebih mahal di wilayah berbahaya. Paling tidak kelima
sumur akan membutuhkan Rp 475 miliar. Saat ini pun sulit mendapatkan rig yang menganggur
di tengah melambungnya harga minyak.

Rovicky Dwi Putrohari, seorang geolog independen, menulis bahwa di lokasi sumur Porong-1,
tujuh kilometer sebelah timur Banjar Panji-1, terlihat tanda-tanda geologi yang menunjukkan
luapan lumpur pada zaman dulu, demikian analisisnya. Rovicky mencatat sebuah hal yang
mencemaskan: semburan lumpur di Porong baru berhenti dalam rentang waktu puluhan hingga
ratusan tahun.

Dalam dokumen Laporan Audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 disebutkan
temuan-temuan bahwa upaya penghentian semburan lumpur tersebut dengan teknik relief well
tidak berhasil disebabkan oleh faktor-faktor nonteknis, diantaranya: peralatan yang dibutuhkan
tidak disediakan. Senada dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan, Rudi Rubiandini juga
menyatakan bahwa upaya penghentian semburan lumpur dengan teknik relief well tersebut tidak
dilanjutkan dengan alasan kekurangan dana.

Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur

Jika skenario penghentian lumpur terlambat atau gagal maka tanggul yang disediakan tidak akan
mampu menyimpan lumpur panas sebesar 126.000 m per hari. Pilihan penyaluran lumpur panas
yang tersedia pada pertengahan September 2006 hanya tinggal dua. Skenario ini dibuat kalau
luapan lumpur adalah kesalahan manusia, seandainya luapan lumpur dianggap sebagai fenomena
alam, maka skenario yang wajar adalah 'bagaimana mengalirkan lumpur ke laut' dan belajar
bagaimana hidup dengan lumpur.

Pilihan pertama adalah meneruskan upaya penangangan lumpur di lokasi semburan dengan
membangun waduk tambahan di sebelah tanggul-tanggul yang ada sekarang. Dengan sedikit
upaya untuk menggali lahan ditempat yang akan dijadikan waduk tambahan tersebut agar daya
tampungnya menjadi lebih besar. Masalahnya, untuk membebaskan lahan disekitar waduk
diperlukan waktu, begitu juga untuk menyiapkan tanggul yang baru, sementara semburan lumpur
secara terus menerus, dari hari ke hari, volumenya terus membesar.

Pilihan kedua adalah membuang langsung lumpur panas itu ke Kali Porong. Sebagai tempat
penyimpanan lumpur, Kali Porong ibarat waduk yang telah tersedia, tanpa perlu digali, memiliki
potensi volume penampungan lumpur panas yang cukup besar. Dengan kedalaman 10 meter di
bagian tengah kali tersebut, bila separuhnya akan diisi lumpur panas Sidoarjo, maka potensi
penyimpanan lumpur di Kali Porong sekitar 300.000 m setiap kilometernya. Dengan kata lain,
kali Porong dapat membantu menyimpan lumpur sekitar 5 juta m, atau akan memberikan
tambahan waktu sampai lima bulan bila volume lumpur yang dipompakan ke Kali Porong tidak
melebihi 50.000 m per hari. Bila yang akan dialirkan ke Kali Porong adalah keseluruhan lumpur
yang menyembur sejak awal Oktober 2006, maka volume lumpur yang akan pindah ke Kali
Porong mencapai 10 juta m pada bulan Desember 2006. Volume lumpur yang begitu besar
membutuhkan frekuensi dan volume penggelontoran air dari Sungai Brantas yang tinggi, dan
kegiatan pengerukan dasar sungai yang terus menerus, agar Kali Porong tidak berubah menjadi
waduk lumpur. Sedangkan untuk mencegah pengembaraan koloida lumpur Sidoarjo di perairan
Selat Madura, diperlukan upaya pengendapan dan stabilisasi lumpur tersebut di kawasan pantai
Sidoarjo.

Para pakar yang melakukan simposium di ITS pada minggu kedua September, menyampaikan
informasi bahwa kawasan pantai di Kabupaten Sidoarjo mengalami proses reklamasi pantai
secara alamiah dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh proses sedimentasi dan
dinamika perairan Selat Madura. Setiap tahunnya, pantai Sidoarjo bertambah 40 meter. Sehingga
upaya membentuk kawasan lahan basah di pantai yang terbuat dari lumpur panas Sidoarjo,
merupakan hal yang selaras dengan proses alamiah reklamasi pantai yang sudah berjalan
beberapa dekade terakhir.
Dengan mengumpulkan lumpur panas Sidoarjo ke tempat yang kemudian menjadi lahan basah
yang akan ditanami oleh mangrove, lumpur tersebut dapat dicegah masuk ke Selat Madura
sehingga tidak mengancam kehidupan nelayan tambak di kawasan pantai Sidoarjo dan nelayan
penangkap ikan di Selat Madura. Pantai rawa baru yang akan menjadi lahan reklamasi tersebut
dikembangkan menjadi hutan bakau yang lebat dan subur, yang bermanfaat bagi pemijahan ikan,
daerah penyangga untuk pertambakan udang. Pantai baru dengan hutan bakau di atasnya dapat
ditetapkan sebagai kawasan lindung yang menjadi sumber inspirasi dan sarana pendidikan bagi
masyarakat terhadap pentingnya pelestarian kawasan pantai.

Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur

Pada 9 September 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani surat keputusan
pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo, yaitu Keppres
Nomor 13 Tahun 2006. Dalam Keppres itu disebutkan, tim dibentuk untuk menyelamatkan
penduduk di sekitar lokasi bencana, menjaga infrastruktur dasar, dan menyelesaikan masalah
semburan lumpur dengan risiko lingkungan paling kecil. Tim dipimpin Basuki Hadi Muljono,
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum, dengan tim
pengarah sejumlah menteri, diberi mandat selama enam bulan. Seluruh biaya untuk pelaksanaan
tugas tim nasional ini dibebankan pada PT Lapindo Brantas. Namun upaya Timnas yang
didukung oleh Rudi Rubiandini ternyata gagal total walaupun telah menelan biaya 900 miliar
rupiah.

Keputusan Pemerintah

Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas
Sidoarjo langsung ke Kali Porong. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan
volume semburan lumpur dari 50.000 meter kubik per hari menjadi 126.000 meter kubik per
hari, untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur
tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain, seperti pembentukan
lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoarjo.

Pendapat Kontra pembuangan lumpur secara langsung

Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini, diantaranya Walhi [5] dan ITS [6]. Menteri
Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV
DPR RI, 5 September 2006, menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi
tambak pada lahan seluas 989 hektare di dua kecamatan mengalami kegagalan panen.
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada
budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai
Rp10,9 miliar per tahun. Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara
mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong, bisa mengakibatkan dampak yang semakin
meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di
sekitarnya, karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang
pantai. [7]
Dampak lumpur itu bakal memperburuk kerusakan ekosistem Sungai Porong. Ketika masuk ke
laut, lumpur otomatis mencemari Selat Madura dan sekitarnya. Areal tambak seluas 1.600
hektare di pesisir Sidoarjo akan terpengaruh.

Alternatif yang sudah dikaji lembaga seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,
dengan memisahkan air dari endapan lumpur lalu membuang air ke laut. Lumpur itu
mengandung 70 persen air, sisanya bahan endapan. Kalau air bisa dibuang ke laut, tentu danau
penampungan tak perlu diperlebar, dan tekanan pada tanggul bisa dikurangi. Sampai tahun 2009
ternyata teori itu tidak bisa membuktikan adanya dampak tersebut.

Penetapan tersangka
Dalam kasus ini, Polda Jawa Timur telah menetapkan tiga belas tersangka yakni:[8][9]

1. Edi Sutriono selaku Drilling Manager PT Energi Mega Persada, Tbk.

2. Nur Rochmat Sawolo selaku Vice President Drilling Share Services PT Energi Mega
Persada, Tbk.

3. Rahenod selaku Drilling Supervisor PT Medici Citra Nusa.

4. Slamet B.K. selaku Drilling Supervisor PT Medici Citra Nusa.

5. Subie selaku Drilling Supervisor PT Medici Citra Nusa.

6. Slamet Riyanto selaku Project Manager PT Medici Citra Nusa.

7. Yenny Nawawi selaku Dirut PT Medici Citra Nusa.

8. Sulaiman bin H.M. Ali selaku Rig Superintendent PT Tiga Musim Mas Jaya.

9. Sardianto selaku Tool Pusher PT Tiga Musim Mas Jaya.

10. Lilik Marsudi selaku Driller PT Tiga Musim Mas Jaya.

11. Willem Hunila selaku Company Man Lapindo Brantas, Inc.

12. Imam Pria Agustino selaku General Manager Lapindo Brantas, Inc.

13. Aswan Pinayungan Siregar selaku mantan General Manager Lapindo Brantas, Inc.

Namun perkara pidana tersebut dihentikan oleh penyidik Polda Jawa Timur dengan alasan bahwa
dalam perkara perdatanya gugatan YLBHI dan Walhi kepada Lapindo dan pemerintah telah
gagal. Selain itu, adanya perbedaan pendapat para ahli. Gerakan Menutup Lumpur Lapindo
pernah mengajukan nama-nama ahli tambahan, para ahli terkemuka Indonesia dan luar negeri
yang tergabung dalam Engineer Drilling Club (EDC) yang mendukung fakta kesalahan
pemboran berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tersebut, tetapi ditolak oleh
penyidik Polda Jawa Timur (tidak ditanggapi).

Para tersangka dijerat Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP dan UU No 23/1997 Pasal 41 ayat 1 dan
Pasal 42 tentang pencemaran lingkungan, dengan ancaman hukum 12 tahun penjara. Wakil
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Bachrul Alam yang sejak tahun 2009 menjadi Kapolda
Jawa Timur, mengatakan bahwa UU pencemaran ini sudah termasuk kejahatan korporasi karena
merusak lingkungan hidup.

Kritik
Pemerintah dianggap tidak serius menangani kasus luapan lumpur panas ini. Masyarakat adalah
korban yang paling dirugikan, karena mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian
tanpa adanya kompensasi yang layak. Pemerintah hanya membebankan kepada Lapindo
pembelian lahan bersertifikat dengan harga berlipat-lipat dari harga NJOP yang rata-rata harga
tanah di bawah Rp100 ribudibeli oleh Lapindo sebesar Rp1 juta dan bangunan Rp1,5 juta
masing-masing per meter persegi. untuk 4 desa (Kedung Bendo, Renokenongo, Siring, dan
Jatirejo) sementara desa-desa lainnya ditanggung APBN, juga penanganan infrastruktur yang
rusak. Hal ini dianggap wajar karena banyak media hanya menuliskan data yang tidak akurat
tentang penyebab semburan lumpur ini.

Salah satu pihak yang paling mengecam penanganan bencana lumpur Lapindo adalah aktivis
lingkungan hidup. Selain mengecam lambatnya pemerintah dalam menangani lumpur, mereka
juga menganggap aneka solusi yang ditawarkan pemerintah dalam menangani lumpur akan
melahirkan masalah baru, salah satunya adalah soal wacana bahwa lumpur akan dibuang ke laut
karena tindakan tersebut justru berpotensi merusak lingkungan sekitar muara. [10][11]

PT Lapindo Brantas Inc. sendiri lebih sering mengingkari perjanjian-perjanjian yang telah
disepakati bersama dengan korban. Menurut sebagian media, padahal kenyataannya dari 12.883
buah dokumen Mei 2009 hanya tinggal 400 buah dokumen yang belum dibayarkan karena status
tanah yang belum jelas. Namun para warga korban banyak yang menerangkan kepada Komnas
HAM dalam penyelidikannya bahwa para korban sudah diminta menandatangani kuitansi lunas
oleh Minarak Lapindo Jaya, padahal pembayarannya diangsur belum lunas hingga sekarang.
Dalam keterangannya kepada DPRD Sidoarjo pada Oktober 2010 ini Andi Darusalam Tabusala
mengakui bahwa dari sekitar 13.000 berkas baru sekitar 8.000 berkas yang diselesaikan
kebanyakan dari korban yang berasal dari Perumtas Tanggulangin Sidoarjo. Hal ini menunjukkan
bahwa banyak keterangan dan penjelasan yang masih simpang siur dan tidak jelas. [12][13][14][15]

Referensi
1. ^ www.detiknews.com

2. ^ [ Logam Berat dan PAH Mengancam Korban Lapindo

3. ^ www.kompas.com
4. ^ www.metrotvnews.com

5. ^ www.walhi.or.id

6. ^ www.antara.co.id

7. ^ www.antara.co.id

8. ^ Tiga Berkas Lapindo Dikembalikan

9. ^ Tiga Bos Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Lumpur Panas Sidoarjo

10. ^ indymedia.org

11. ^ indymedia.org

12. ^ Surat Terbuka Kepada Presiden RI Korban Lapindo Menagih Janji

13. ^ Diundang Pertemuan Lapindo Mangkir

14. ^ Warga Pengontrak Tetap Menuntut

15. ^ Kok Lunas 20 Persen Aja Belum Dibayar

Pranala luar
Wikisumber memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini:

Surat Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Kasus Lumpur Panas Sidoarjo

(Indonesia) Portal Informasi Korban Lapindo

(Indonesia) Hot Mud Flow in East Java, blog kumpulan berita

(Indonesia) Situs Pemerintah Kabupaten Sidoarjo

(Indonesia) Kliping Lumpur Panas Lapindo Brantas

(Indonesia) Kliping Ledakan Pipa Gas Pertamina oleh Lumpur Panas Lapindo, i-
library.org

(Indonesia) Sebuah alternatif penanganan lumpur panas lapindo


(Indonesia) Jangan Lagi Mereka Ditinggalkan, Kompas 24 Maret 2007

(Indonesia) Lumpur Panas yang Bikin Mulas, Kompas 24 Maret 2007

(Indonesia) Pengluaran Ical untuk Lapindo Rp. 9 Triliun Tempo Maret 2014

(Inggris) BBC: Ahli geologis menentukan bahwa penyebab musibah adalah pengeboran
Lapindo

(Inggris) Investigasi TriTech Petroleum

(Inggris) Laporan Lampau, Saat Ini dan Yang Akan Datang dari Dampak Lumpur
Sidoarjo

Lihat pulahttps://id.wikipedia.org/.../Banjir_lumpur_panas_Sido...
Misteri Lumpur Lapindo

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo , adalah peristiwa
menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo
Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak
tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan
tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya,
serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten
Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan
Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.

Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang
merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh
karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas
pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri
punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan
prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan
dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak
yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran.

Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan
salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan
tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur
pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-
Banyuwangi,Indonesia

Misteri Lumpur Lapindo

Sebuah kejadian alam yang dicatat dalam sejarah dunia, sehingga menjadi sebuah pertanyaan
penting, mengapa Lumpur Lapindo menyembur tepat tgl 29-mei-2006 ? (dua hari setelah gempa
yogya, baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi) dan mengapa lumpur itu meledak
tepat tgl 22-november-2006 ?

Agar menjawab pertanyaan ini, perhatikan ketika lumpur lapindo meledak tgl 22-nov-2006 (baca
Kejadian Aneh-Aneh Jelang Lumpur Lapindo Meledak) dengan ilustrasi gambar berikut ini
Rabu, 22/11/2006

[L] 22:26 Pipa Pertamina Meledak di Lapindo, 2 Orang Tewas, [L]

22:40 Ledakan Pipa, 3 Orang Masih Hilang, [K] 23:05 Korban Tewas Ledakan Pipa Dievakuasi,
[T] 23:31 Tim SAR Coba Evakuasi Mobil Yang Terhanyut Lumpur, [J] 23:36 Jalan Tol Porong
Lumpuh Total, [L] 23:45 Ledakan Pipa Gas Pertamina Akibat Land Subsidence

Kamis, 23/11/2006

sumber gambar : harian merdeka

[K]00:02 1 Korban Pipa Meledak Ditemukan Lagi, [K]00:05 Korban Tewas Ledakan Pipa Gas 3
Orang, [S] 00:23 Sedikitnya 8 Orang Hilang, [T] 00:33Tim SAR Kesulitan Mengevakuasi, [P]
00:47 Pertamina Turunkan Tim Selidiki Penyebab Ledakan, [E] 00:51 Evakuasi Ledakan Pipa
Dihentikan, [K] 01:02 Korban Tewas Ledakan Pipa 5 Orang, [T] 01:32 Timnas Lumpur Tahu
Tanah Pipa Labil, [T] 03:56 Tim SAR Evakuasi Korban dari Atas Pohon, [T] 04:20 Timnas: Pipa
Meledak karena Tanah Turun 5 Meter,

[J] 05:26 Jalan Tol Porong Terbelah, [K] 05:35 Korban Tewas Ledakan Pipa Gas di Tol Porong 8
Orang, [T] 07:53 Tanggul Porak Poranda, Semburan Lumpur Mengganas, [T] 12:18 Tol Porong-
Gempol Tidak Layak, Harus Ditutup Total, [S] 12:31 SBY Berduka Ledakan Pipa Gas Makan
Korban, [S] 14:05 SBY Pastikan Korban Ledakan Pipa Gas Mendapat Santunan, [P] 14:05
Pemerintah Larang Warga Dekati Area Semburan Lumpur, [S] 14:07 SBY Gelar Sidang Kabinet
Bahas Ledakan Pipa Gas Porong, [A] 14:37 Anggota TNI Korban Ledakan Pipa Gas Akan Naik
Pangkat, [K] 15:57 Korban Hilang Ledakan Pipa Gas Jadi 6 Orang, [ P] 21:21 Presiden SBY:
Kasus Lumpur Lapindo adalah Bencana, [ S] 21:29 SBY Instruksikan Penutupan Area Segitiga
di Sidoarjo

Jumat, 24/11/2006

[P] 07:06 Penghentian Semburan Lumpur Tetap Gunakan Relief Well, [ J] 10:23 Jasad Danramil
Taman Ketemu, Total Korban Tewas Pipa 10 Orang, [H] 15:08 Haryo, Korban Tewas Ledakan
Pipa ke-11 Ditemukan

Sebuah Kenyataan Tentang Lumpur Lapindo

Sebuah kenyataan lumpur lapindo, dimana ledakannya membentuk sebuah jilatan api yang aneh,
perhatikan gambar dibawah ini

dan sebuah kejadian tsb membentuk sebuah ingatan yang jelas dan

nyata, perhatikan gambar dibawah ini sekali lagi ,


Lumpur lapindo ketika meledak membentuk sebuah simbol mirip dengan lafaz Allah, kemudian
tgl terjadinya secara tepat terjadi :

1. Tglterjadinya 22-11-2006 membentuk operasi yang mudah


2+2+1+1+2+0+0+6=14

2. Terjadi di PORONG membentuk urutan abjad P=16,O=15,R=18,O=14,N=14


DAN G=7, kesemuanya berjumlah 16+15+18+15+14+7=85.

3. Tgl terjadi dan Kota Porong membentuk sebuah makna 14+85=99 sebagai
simbol religi yang dikenal dalam Islam sebagai nama-nama Tuhan atau
Asmaul Husna

Perhatikanlah bahwa Lapindo ini tidak-lah secara kebetulan saja membentuk 99, perisitwa demi
peristiwa penting lainnya didunia sering pula membentuk 99, salah satu contoh adalah Misteri
Tenggelamnya Kapal Titanic dan banyak kejadian yang membentuk 99 ini baca Kode Aneh
Gempa Bumi & Bencana di Indonesia

Antara Muncul Semburan Dan Meledak

Keteraturan demi keteraturan kejadian lumpur lapindo diatas, juga dapat ditemukan ketika
lumpur lapindo mulai menyembur tgl 29-mei-2006 samapai lumpur tsb meledak tgl 22-nov-
2006, tercatat rentang waktu 177 hari. Sebuah makna 177 hari adalah peringatan yang lebih luas
sebagai manifestasi munculnya lafaz Allah swt dan simbol 99 sebagai ASMAUL HUSNA.
Perhatikan-lah gambar dibawah ini yang memuat 177 berikut ini.
1. Lumpur Lapindo Mulai Menyembur 29-mei-2006

2. Lumpur Lapindo Meledak 22/11/2006

3. Rentang Waktu antara menyembur & meledak terhitung 177 hari

Fakta-Fakta Lumpur Lapindo

1. Tanggal mulai menyembur 29/5/2006 dengan operasi yang mudah


membentuk 2+9+5+2+0+0+6=24

2. Terjadi di Kota Sidoarjo, tersusun atas abjad dengan posisi, S=19,


I=9,D=4,O=15,A=1,R=18,J=10 dan O=15, semua berjumlah 19+9+4+
15+1+18+10+15=91

3. Ibukota Negara adalah JAKARTA (Pusat Lapindo), membentuk susunan abjad


J=10,A=1,K=11,R=18,T=20 dan A=1, kesemuanya berjumlah
10+1+11+18+20+1=62.

4. Mulai menyembur 29/5/2006, terhitung 24 (lihat no 1) hari, tercatat sebagai


HUT kota Jakarta yang jatuh tgl 22/6/2006

5. Lumpur Lapindo, di PORONG, PORONG membentuk urutan abjad


P=16,O=15,R=18,O=14,N=14 DAN G=7, kesemuanya berjumlah
16+15+18+15+14+7=85.

Sebuah kejadian langka didunia muncul di kota Jakarta 85 (bandingkan dengan kata PORONG)
hari sejak lumpur lapindo menyembur, tercatat tgl 22-8-2006 yaitu

LAHIR BAYI PERTAMA:07-Agustus-2006:di Jakarta Kelahiran pertama tgl 07-Agustus-2006


di Jakarta & meninggal tgl 22-Agustus-2006 :Bayi Berkepala Dua Akhirnya Meninggal.
Kelahiran bayi tsb, diakui oleh dunia kedokteran termasuk sebagai kasus yang langka.Kembar
siam seperti ini baru kali pertama di Indonesia dan kedua di dunia. Bayi itu benar-benarmemiliki
dua kepala dan hanya satu tubuh, baca Nasib Bayi Berkepala Dua Pertama di Dunia)
Lumpur Lapindo Sebuah Peringatan

Keteraturan demi keteraturan kejadian lumpur lapindo yang dibahas satu persatu,melahirkan
sebuah pertanyaan: Apakah maksud sang pencipta alam semesta untuk memunculkan lumpur
lapindo ini ? apakah hanya faktor alam saja? atau ada maksud dibalik ini semua ?

Perhatikanlah bahwa lumpur lapindo membentuk 99 diatas, maka 40 hari setelah ledakan lumpur
lapindo 22/11/2006, tercatat tgl 1/1/2007 sebuah pesawat Adam Air Jatuh (baca Kejadian Aneh-
Aneh Jelang Pesawat Adam Air Jatuh). Perhatikanlah sekali lagi, perhatikan dengan cara yang
sama di lumpur lapindo, maka simbol 99 muncul kembali (baca Kode Aneh Gempa Bumi &
Bencana di Indonesia)

Perhatikanlah setelah itu,dari Adam air yang jatuh, maka tepat tgl 2-2-2007, Jakarta dilanda
banjir besar yang parah, mengapa banjir Jakarta tepat tgl 2-2-2007 ? mengapa tiada hari lain
saja ?

Jakarta Banjir Besar 2-2-2007

Setelah dijelaskan diatas, lumpur lapindo mulai menyembur 29-mei-2006, kemudian 24 hari (tgl
semburan 2+9+5+2+0+0+6=24), jatuh pada 22/6/2006 sebagai HUT kota Jakarta, dan 85 hari
dari semburan, sebuah peristwa langka terjadi di Jakarta, maka giliran Jakarta di landa banjir
besar tepat tgl 2-2-2007. Mengutip wikipedia,

Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1
Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat
yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari,
ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-
Puncak-Cianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI
Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi
banjir.

Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan

Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai
rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm.
Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100
tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Banjir 2007 ini lebih luas dan lebih banyak memakan korban manusia dibandingkan bencana
serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama
10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya
perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang
mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007.

Fakta-Fakta Banjir Jakarta


1. BANJIR TERJADI TGL 2-2-2007 dengan operasi yang mudah
2+2+2+0+0+7=13

2. Kota Jakarta membentuk susunan abjad J=10,A=1,K=11,R= 18,T=20 dan


A=1, kesemuanya berjumlah 10+1+11+18+20+1=62.

3. Mulai Lapindo menyembur adalah 29-5-2006 dengan operasi mudah


2+9+5+2+0+0+6=24

4. Lumpur Lapindo adalah peringatan untuk sebuah banjir besar Jakarta yang
membentuk 13+62+24=99. Sebuah simbol 99 sebagai Asmaul Husna

Banjir besar Jakarta 2-2-2007 membentuk simbol Asmaul Husna setelah lumpur lapindo
menyembur, sebuah kteraturan yang lain sebagai bentuk manifestasi akan peringatanNya agar
kita senantiasa mendekat diri padaNya.

Sebuah Iktibar Lumpur Lapindo & Jakarta Banjir Besar 2-2-2007

Setelah lumpur menyembur 29/5/2006

kemudian terjadi banjir besar Jakarta 2-2-2007 adalah sebuah kejadian yang pernah termuat
dalam sejarah sebuah negeri yang digambarkan dalam Al-quran sebagai cita-cita negeri
mewujudkan negeri yang baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Tertuang sebuah kisah negeri
Saba

Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di
sebelah kanan dan di sebelah kiri. : Makanlah olehmu dari rezki yang Tuhanmu dan
bersyukurlah kamu kepada-Nya. adalah negeri yang baik dan adalah Tuhan Yang Maha
Pengampun. (baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur). (As-Saba 15)

Sebuah negeri yang kaya dan makmur, telah diberikan berkah,nikmat yang cukup banyak untuk
mewujudkan cita-cita negeri, sebuah lanjutan ayat

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami
ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi yang berbuah pahit, pohon Atsl
dan sedikit dari pohon Sidr.

Perhatikanlah gambaran adanya banjir besar yang dalam hal ini diwakili oleh Jakarta Banjir
besar 2-2-2007, kemudian kebun yang subur tergantikan dengan ketandusan, lihat akibat lumpur
lapindo, tanaman tidak dapat tumbuh sama sekali, sebagai sebuah miniatur jika cita-cita bangsa
(baca Misteri Kelahiran dan Kematian Soekarno atau Misteri Kelahiran dan Kematian Soeharto)
terkhianati karena keserakahan manusia, maka sebuah miniatur telah tampak negeri yang
baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur. berganti menjadi negeri yang terkena banjir besar,
kemudian akan tandus. Semoga hal ini dapat terhindarkan

Lumpur Lapindo Adalah Penggenapan

Lumpur lapindo dengan segala keunikan dan keteraturannya merupakan kesekian kalinya dari
sebuah peringantanNya kepada manusia agar berbenah untuk hari esok yang lebih baik, sebuah
simbol lain muncul akan arti lumpur lapindo yang kesemuanya untuk mengingatkan agar lebih
mendekatkan diri padaNya.

Fakta-Fakta Lumpur Lapindo

1. Lumpur lapindo menyembur 29-5-2006, dua hari setelah gempa yogya


terjadi 27-5-2006

2. Tempat lumpur lapindo ada di PORONG, SIDOARJO: a. PORONG


membentuk urutan abjad P= 16,O=15,R=18,O=14,N=14 DAN G=7,
kesemuanya berjumlah 16+15+18+15+14+7=85. /// b. Sidoarjo, tersusun
atas abjad dengan posisi, S=19, I=9,D=4,O=15,A=1,R=18,J=10 dan O=15,
semua berjumlah 19+9+4+ 15+1+18+10+15=91

3. Sebuah Nilai Porong dan Sidoarjo membentuk 91+85=176 yang merupakan


kelipatan dari 99+77

4. Sebuah penggenapan 77 menjadi 99 adalah 22 (77+22=99) dan 22 terjadi


sebagai tgl gempa yogya 27-5-2006 (2+7+5+2+0+0+6=22)

Sebuah 77 yang muncul tahun 2013

Bencana Besar 2013


Banjir Jakarta yang terjadi 17 Januari 2013

bisa dikatakan sebagai bencana banjir paling fenomenal tahun ini, menjadi Genap 99 dengan
berita heboh sepanjang periode tsb,

Lumpur Lapindo Adalah Keniscayaan

Lumpur lapindo menyembur 2 hari setelah gempa yogya, dimana gempa yogya itu sendiri telah
diperingatkan akan terjadinya sebelum gempa itu terjadi (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana
Besar Terjadi), hingga sebuah 22 muncul dari ledalkan lumpur lapindo sebagai keniscayaan.
(Lihatlah Sidoarjo yang membentuk 91 , , S=19, I=9,D=4,O=15,A=1,R=18,J=10 dan O=15,
semua berjumlah 19+9+4+ 15+1+18+10+15=91:: hingga memberikan sebuah arti dari yang
terjadi dibawah ini.

Sebuah kejadian yang tertuliskan diatas, telah diwarningkan akan terjadinya, sebagai sebuah
siklus yang telah dituliskan untuk waspada bencana, terbukti tulisan yang dapat mencegah
bencana besar, salah satunya
Setelah Adam Air Jatuh di Laut, perjalanan demi perjalanan waktu terlalui, hingga sebuah
tandaNya yang meyakinkan selayaknya inspirasi n.Ibrahim bahwa bencana akan datang
ditanggal 2/2/2007, hingga peringatan akan datanya musibah bencana itu dituliskan memberi
peringatan akan bencana yang akan datang dituliskan kembali dalam sebuah tulisan yang penuh
makna yaitu (cek tgl pemuatan yaitu 13 januari 2007), cek posting yang tidak dapat diubah,
Indonesia akan menangis ? 13 Jan 2007,

Sebelum bencana itu datang, telah

diperingatkan agar benar-benar mewaspadai terhadap yang kembar, sesuai dengan doa 22 yang
menyatakan bahwa perkiraan orang yang pada umumnya akan salah, justru orang orang yang
terpinggirkan akan lebih bermakna. Sebuah bencana lanjutan adalah terjadi banjir besar dan
dahsyat di Jakarta tepat tgl 2-2-2007,

Akhirnya bencana cukup besar itu terjadi, hingga, [T] 11:27 Transportasi Jakarta Lumpuh Ojek
Jadi Rebutan Penumpang, [D] 11:56 DKI Banjir, SBY Retret di Cikeas
Akhirnya sesuai dengan yang dituliskan bahwa indonesia menangis dan berbela sungkawa
sebagai HARI BERKABUNG, URUT DENGAN LONGSOR NTT 3-3-2007, GEMPA
SUMBAR 6-3-2007 DAN PESAWAT GARUDA JATUH DAN TERBAKAR 7-3-2007, Saat
2007 lalu sikembar waspada telah memberikan arti 1-1-2007 adam air jatuh, 2-2-2007 Banjir
Besar Jakarta, dan akhirnya munculah siklus 22 sebagai HARI BERKABUNG, dimulai longsor,
gempa dan pesawat.

Artikel Bacalah Fenomena 22 posted Feb 26, 2007 11:18 pm sebulan lalu , dan sangat
mencengankan setelah dimana tgl 22-2-2007 memang hari berduka sebagai mana di lansir oleh
artikel Bilakah 22-2-2007 ? posted Feb 19, 2007 10:10 am , salah satu kutipannya adalah :

Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2
tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah
pesawat

Dan benar terjadi sebagai hari berkabungan

Longsor : NTT (3.3.2007)


Gempa Meningkat : SUMBAR (6.3.2007)
Pesawat : Garuda Yogya (7.3.2007)
Sungguh peristiwa demi peristiwa yang tragis, dimana sebenanya dan seharusnya dapat dicegah
dan di antisipasi, namun mengapa tidak berhasil meyakinkan banyak pihak akan pentingnya doa
yang dapat mencegah bencana ?

Akhirnya sesuai dengan yang dituliskan bahwa indonesia menangis dan berbela sungkawa
sebagai HARI BERKABUNG, URUT DENGAN LONGSOR, GEMPA DAN PESAWAT
JATUH, sehingga menggelar tobat nasional, berikut ini

Presiden Instruksikan Shalat Tobat Nasional

Jumat, 09 Maret 2007 10:07:00 | Berita Nasional |

Shalat tobat diharapkan dapat mengurangi cobaan yang banyak dialami bangsa ini
dalam beberapa tahun terakhir, kata Menteri Agama Maftuh Basyuni ketika
bersilaturrahmi dengan para ulama se-Sumut, di Asrama Haji Medan, Kamis.
Pemerintah juga mengintruksikan semua masjid untuk menggelar shalat tobat
bersama usai melaksanakan shalat Jumat (9/3). Dianjurkan, kegiatan itu juga
dilakukan di daerah, baik di instansi pemerintah, swasta, masyarakat maupun
pondok-pondok pesantren. Usai pertemuan itu, Menag mengatakan, tobat nasional
itu didorong oleh berbagai macam musibah yang terjadi secara beruntun dan
mengharapkan pertolongan dari Allah SWT agar bangsa dan negeri ini segera
terlepas dari berbagai musibah dan bencana. (Yudhiarma/M Kardeni/Kartoyo)

Lumpur Lapindo Sebagai Memori Gempa Yogya

Perhatikan ledakan lumpur lapindo yang terjadi 2 hari setelah gempa yogya 27 mei 2006 yang
telah diperingatkan sebelum terjadinya (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi).
Berikut sebuah cuplikan kisah pembawa peringatan gempa yogya, Ringkasan Perjalanan
Pembawa Peringatan Gempa Yogya 27 mei 2006 Sebelum Terjadinya,
SURAT SURAT YANG DIKIRIMKAN KE PETINGGI NEGERI DAN MEDIA MASSA AKAN
TERJADINYA GEMPA BUMI

Hampir semua media massa, bahkan

MUI di kirimkan surat akan terjadinya gempa di yogya ini, berikut bukti-bukti surat
tsb
Bukti Surat Ke Mui, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

Bukti Surat Ke Jawapos, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

Catatan 5 hari jelang Gempa Yogya

:::::>>>>>Senin, 22/05/2006 <<<<<:::::

Lima hari menjelang gempa yogya, mulai team menyebarkan email ke seluruh media dan orang
penting di negeri ini, serta pesan brosur untuk di sebarkan di yogya, [L] 05.41 ** Lawan mbah
Marijan

(Brosur dan Press Release,

cek tgl-nya sebagai bukti)


Catatan 4 hari jelang Gempa Yogya

:::::>>>>>Selasa, 23/05/2006 <<<<<:::::

Empat hari menjelang gempa yogya, brosur tetap di sebarkan ke email-email penting, [B] 18.10
Brosur Lawan Mbah Marijan
Sebuah

ingatan akan brosur yang disebarkan sebelum gempa yogyakarta 27 mei 2006, brosur yang
disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan,
Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Brosur dicetak 1000 lembar dan dibagikan di titik titik keramaian pusat

Perjalanan menyusur benteng terasa sangat

jauh, panas, dan melelahkan dan sampai2 semua tim (kecuali fian tatak) muntah-muntah di
perjalanan. rasa2nya mata sudah berkunang-kunang, dan gak mungkin melanjutkan perjalanan
lagi. tapi setelah meminum sebotol minuman yang membasahi tenggorokan, semangat kita
tumbuh lagi untuk melanjutkan perjalanan.

Foto Sebar Brosur di Jogja

Setelah itu kita bergeser ke malioboro, dan menyebarkan brosur di sana (di perempatan depan
kantor pos besar) hati kami tambah dag dig dug karena diawasi oleh polisi. Akhirnya kami minta
tolong anak-anak di pinggir jalan untuk membantu menyebarkan brosur dengan Rp 10.000 per
anak.

Dibawah terik yang panas sekitar pukul

11.00 tiba-tiba dari arah yang tidak diduga-duga dan dalam waktu yang sekejap awan datang
menaungi maliboro tempat penyebaran brosur (lihat file Jogja. avi -red-) akhirnya kami lega dan
seperti ditiupkan angin segar laksana AC. (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi)

Lumpur Lapindo Sebagai Peyakinan

Setelah melakukan peringatan akan terjadinya Gempa Bumi yogya 27 mei 2006, maka watu-
demi waktu, hingga muncul lumpur lapindo meledak yang tertuang tgl 22 yang penuh arti
sebagai ingatan/kesan, 22/11/2006 yang memunculkan lafaz Allah swt
Apakah 22 ini penting ? hal ini termuat pada Misteri Kelahiran dan Kematian Soeharto atau
Inilah Bukti Kiamat Sudah Dekat yang memuat sebuah 22 yang unik seperti dibawah ini,

Peringatan Demi Peringatan Atas Negeri Setelah Ledakan Lumpur Lapindo


22-11-2006

Perhatikan GEMPA YOGYA 2006 & GEMPA TASIKMALAYA 2009

Gempa Yogya 27 mei 2006 dan Gempa

TasikMalaya, kemiripan 22 yang Nyata

GUNUNG MERAPI 2010 & GUNUNG KELUD 2014


Gunung Merapi Meletus dan

Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang bukti 22

MENGAPA MERAPI, TSUNAMI JEPANG, KELUD , MH 370 Hilang MEMBENTUK POLA


YANG SAMA (22) ?

1. Sebuah ajakan sebagai ingatan 22 itu yakni untuk kembali kepada ajaran
suci yaitu al-quran dengan ingatan bahwa, Wahyu Diturunkan 22 tahun 2
bulan dan 22 hari

2. Sebuah memori ingatan akan lafal Allah swt yang terekam dalam sebuah foto
tepat tgl 22-11-2006, dimana lumpur lapindo meledak

3. Sebuah doa 22 yang dipanjatkan untuk mengingatkan bangsa agar


memurnikan ajaran tauhid agar selamat di dunia dan akhirat, Sebuah
inspirasi muncul yang disebabkan keprihatinan masalah ini, berikut doa
tersebut, perhatikan posting yang tidak dapat diubah
(http://groups.yahoo.com/neo/groups/the_untold_stories/files) jika ingin cek
harus login dengan email yahoo yang tercatat 9 desember 2006
Gempa Yogya 27-5-2006 yang

membentuk simbol 22, 2+7+5+2+0+0+6=22, juga berulang ketika gempa


tasikmalaya, 2-9-2009 yang membentuk simbol 2+9+2+0+0+9=22.

Lihat gambar diatas ini, koq sama ya gempa yogya dan tasikmalaya ? pasti ada yang
mengaturNya,

Gempa Yogya 27-5-2006 yang membentuk simbol 22, 2+7+5+2+0+0+6=22, juga berulang
ketika gempa tasikmalaya, 2-9-2009 yang membentuk simbol 2+9+2+0+0+9=22. (baca
Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Yogya 27-mei-2006), (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang
Gempa Tasikmalaya). Dengan doa 22 diatas, seharusnya sebuah gempa atau peristiwa besar
dapat dicegah baik korban jiwa maupun lainnya dengan cara mendekatkan diri padaNya.
Sebagaimana bencana besar lainnya, senantiasa, situs ini memberikan sebuah warning akan
terjadinya sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri padaNya.

Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru)

Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)

Klik untuk mengirim email pada teman(Membuka di jendela yang baru)


Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)

Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru)