Anda di halaman 1dari 3

KONTRIBUSI KEFARMASIAN DALAM 1000 HARI PERTAMA

KEHIDUPAN
Apa itu 1000 HPK?
1000 HPK yaitu periode 1000 hari pertama terhitung sejak masa janin
dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Ada apa dengan 1000 HPK atau apa pentingnya 1000 HPK?
Pada masa 1000 HPK proses tumbuh kembang sangat cepat terutama
perkembangan sel-sel otak manusia. Masa tersebut sangat menentukan,
sehingga bila terjadi gangguan akan berdampak permanen dan tidak bisa
diperbaiki.

Untuk mengetahui kontribusi nyata apa yang bisa diberikan seorang


farmasis atau apoteker pada masa 1000 HPK ini, hal pertama yang
kita liat adalah kebutuhan pada masa 1000 HPK:

Kebutuhan yang menjadi perhatian khusus pada masa 1000 HPK:


1) Kebutuhan mengenai pangan (harus sesuai)
2) Kebutuhan mengenai gizi (harus memadai/mencukupi)
3) Kebutuhan mengenai kesehatan (disinilah kita sebagai apoteker
diharapkan memberikan kontribusi yang nyata)

Kebutuhan mengenai kesehatan:


Keterlibatan seorang apoteker atau farmasis dalam tim pelayanan
kesehatan terutama dalam memberikan asuhan kefarmasian dalam 1000
HPK memiliki kedudukan dan peranan yang sangat vital dan memberikan
dampak yang sangat besar.
Kenapa demikian? Hal ini tidak terlepas dari fungsi, peranan dan
tanggung jawab yang melekat pada diri seorang farmasis atau apoteker.
a) Fungsi seorang apoteker.
Seorang apoteker memiliki fungsi:
- Mengidentifikasi potensial masalah yang berhubungan dengan obat.
(contoh penggunaan ethambutol pada pengobatan TB pada anak
tidak disarankan karena dapat mempengaruhi penglihatan)
- Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan obat.
(memberikan alternatif obat yang dibutuhkan dalam hal ini efektif
dan aman misalnya pemberian obat antihipertensi metil dopa pada
ibu hamil)
- Mencegah terjadinya masalah yang berhubungan dengan obat.
(contoh penggunaan obat pada ibu hamil harus hati-hati karena
terkadang ada obat yang dapat mempengaruhi janin bahkan
bersifat teratogenetik. Kita ambil contoh obat mual muntah
domperidon tidak disarankan pada ibu hamil karena obat ini ada
dalam golongan C pada keamanan terhadap ibu hamil, Contoh lain
obat hipertensi golongan ACEI Capopril ada dalam golongan D pada
keamanan terhadap ibu hamil
b) Peran dan tanggung jawab apoteker
Dalam aspek klinik seorang farmasis memiliki peranan dan
tanggung jawab dalam:
1. Mengskrining obat: dalam hal ini kebutuhan obat (Memastikan
terdapat kesesuaian indikasi, dosis untuk setiap obat terhadap
penyakit yang ada dalam hal ini penggunaan bagi ibu hamil dan
anak-anak) yang semuanya bermuara pada efektifitas dan
keamanannya.
2. Penyiapan obat: dalam hal ini pemilihan Obat (Memilih dan
merekomendasi obat yang paling sesuai untuk mencapai tujuan
terapi dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan jenis obat.
Contoh bayi lebih cocok menggunakan obat dalam sediaan sirup
atau serbuk dari pada tablet).
3. Penyerahan dan pemberian informasi obat atau konseling (penting
untuk memberikan informasi dan edukasi pada pasien dan
pengasuh pasien mengenai terapi untuk memastikan kepatuhan
pemakaian obat.
4. Memonitoring dan evaluasi penggunaan obat.
- Mengamati efektivitas dan juga efek samping yang timbul untuk
menentukan kelanjutan pemakaian, penggantian atau bahkan
penghentian obat
- Mengevaluasi atau mereview langkah tersebut untuk mengambil
tindakan demi memastikan tercapainya tujuan terapi.