Anda di halaman 1dari 254

KATA SAMBUTAN

Brian Yuliarto, Ph.D.


Kepala Lembaga Kemahasiswaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Ganesha!

Masa depan yang dicita-citakan ITB adalah sebagai universitas riset dan
pengembangan dengan indikator keberhasilan berupa keunggulan akademis untuk
bidang edukasi, relevansi, kontribusi pengetahuan baru dan pemberdayaan. Salah
satu dari lima pilar pelayanan ITB adalah "Kemitraan", yaitu mengembangkan
jejaring serta menjadi jembatan antara kepakaran ITB dengan kebutuhan dari luar
meliputi institusi pendidikan, pemerintahan, industri dalam negeri dan luar negeri.

Dengan demikian, ITB perlu mengetahui sejauh mana sumbangsih lulusan ITB bagi
seluruh pemangku kepentingan di negeri ini. Tracer Study diharapkan dapat
mengetahui sejauh mana keberhasilan pendidikan yang diterapkan di ITB, baik
pendidikan kurikuler maupun non-kurikuler. Kami berharap agar hasil Tracer Study
dapat menjadi referensi dan umpan balik bagi para Dosen, baik dalam mengajar
maupun di dalam penyusunan kurikulum selain Program Studi yang ada di ITB.

Dengan mempertimbangkan manfaat yang cukup besar dari Tracer Study, kami
dari Lembaga Kemahasiswaan berkomitmen terus melaksanakan penelitian ini
setiap tahun. Lembaga Kemahasiswaan, dengan ITB Career Center sebagai
pelaksana teknis Tracer Study sudah melakukan survey untuk seluruh Program
Studi angkatan tahun 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008. Oleh karena itu, kami
menerima berbagai kritik dan saran yang membangun dengan tangan terbuka
demi hasil yang lebih baik di masa depan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


1
Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T., M.T.
Direktur ITB Career Center
Lembaga Kemahasiswaan

Salah satu indikator dari sistem pendidikan yang baik adalah adanya sistem yang
dipakai untuk mengukur kualitas output dari pendidikan itu sendiri. Hal-hal yang
dapat diukur menentukan kualitas alumni diantaranya yaitu pencapaian,
kompetensi, persebaran problem yang dihadapi, respon pengguna, akselerasi
karier, serta hal-hal lain yang meliputi baik keselarasan maupun ketidakselarasan
antara kualitas alumni dengan kualitas yang diharapkan oleh perguruan tinggi.

Sistem pendidikan yang baik memiliki alur sistem berbentuk putaran (loop) dimana
tanggung jawab perguruan tinggi terhadap mahasiswa tidak berakhir pada saat
kelulusan tetapi juga terkait keberlanjutan karier alumninya agar mereka lebih siap
berkarya di tengah masyarakat. Tracer Study adalah wujud pertanggungjawaban
ITB untuk mengetahui peran alumninya di masyarakat. Pentingnya penelitian
adalah agar ITB sebagai lembaga pendidikan tinggi semakin dapat menghasilkan
lulusan berkualitas yang mampu bersaing di dunia profesional dengan skala
nasional maupun internasional atau lulusan yang mandiri dengan jiwa
kewirausahaan.

Oleh karena itu, ITB sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi terkemuka di
Indonesia telah memiliki sistem untuk menggali umpan balik dari para pemangku
kepentingan tersebut. Sejak periode 2010/2011, Tim Tracer Study ITB telah
melaksanakan penelitian untuk mengukur kualitas alumni dalam bentuk Tracer
Study. Nantinya umpan balik yang berhasil dikumpulkan diharapkan dapat menjadi
masukan bagi sistem pendidikan, kurikulum, arah kegiatan kemahasiswaan, dan
kebijakan ITB yang meliputi pengembangan hard skill, soft skill, dan life skill
mahasiswa.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


2
KATA PENGANTAR

Tracer Study 2015 merupakan penelitian Tracer Study periode 2014-2015 yang
menitikberatkan subjek penelitian pada alumni ITB angkatan 2008. Jumlah
responden yang didapatkan pada Tracer Study 2015 adalah sebanyak 2612 orang
(92%) dari total 2821 alumni ITB angkatan 2008. Jumlah responden yang
didapatkan ini merupakan pencapaian tertinggi yang pernah ada dan terus
meningkat dari beberapa pelaksanaan Tracer Study ITB sebelumnya.

Tracer Study 2015 di ITB dalam pelaksanaannya menggunakan acuan sistem


kuesioner yang diadopsi dari core questionnaire UNITRACE dan INDOTRACE. Sistem
kuesioner di ITB mendapatkan tambahan pertanyaan dari masing-masing Program
Studi untuk penyesuaian dengan kondisi lingkungan kampus ITB.

Tracer Study 2015 memberikan gambaran hasil mengenai profil dan karakteristik
alumni ITB angkatan 2008. Hasil-hasil ini berupa kondisi pekerjaan yang dijalani
saat ini, kontribusi perkuliahan terhadap pekerjaan, gambaran pekerjaan ideal,
gambaran situasi pekerjaan di mata alumni ITB 2008, nilai IP dan perbandingan
serta pengaruh terhadap jenis pekerjaan, kondisi alumni ITB 2008 semasa
menjalani perkuliahan dan lain-lain terkait hubungan alumni dengan kampus ITB.

Akhir kata, ITB Career Center berharap hasil penelitian periode 2015 ini dapat
memberikan kontribusi dan masukan bagi semua pihak, khususnya ITB sebagai
lembaga pendidikan di dalam merancang program dan kurikulum serta
menciptakan lingkungan akademis maupun non akademis yang lebih mendukung
terciptanya lulusan yang berkualitas dari segi hard skill, soft skill, dan life skill.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


3
PENDAHULUAN

Tracer Study merupakan salah satu metode yang digunakan oleh beberapa
perguruan tinggi, khususnya di Indonesia untuk memperoleh umpan balik dari
alumni. Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan oleh perguruan
tinggi dalam usahanya untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem
pendidikan. Umpan balik inipun dapat bermanfaat pula bagi perguruan tinggi
untuk memetakan dunia usaha dan industri agar jeda diantara kompetensi yang
diperoleh alumni saat kuliah dengan tuntutan dunia kerja dapat diperkecil.

Dalam pelaksanaannya, Tracer Study sebaiknya dilaksanakan oleh lembaga yang


menjembatani antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Tracer
Study perlu dilakukan secara melembaga, terstruktur dan dengan metodologi yang
tepat guna memperoleh hasil yang terukur, akurat dan dapat diperbandingkan.

Di Indonesia, pelaksanaan Tracer Study umumnya masih terkendala di sisi


kebutuhan, sumber daya dan metodologi dalam pelaksanaannya. Seringkali Tracer
Study dilakukan oleh perguruan tinggi hanya karena kebutuhan akan akreditasi,
sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara rutin. Selain itu, sumber daya
pelaksana Tracer Study umumnya masih dianggap kurang memadai dan hal ini
disertai dengan kesulitan dalam menerapkan metodologi yang tepat dalam
pelaksanaannya.

ITB Career Center merupakan pusat karir di ITB yang diberi wewenang dan
tanggung jawab dalam pelaksanaan Tracer Study. Pada tahun 2010, ITB Career
Center membentuk Tim Tracer Study ITB sebagai langkah awal dalam
mempersiapkan pelaksanaan Tracer Study di ITB.

Tracer Study ITB dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh ITB Career Center melalui Tim
Tracer Study. Hingga tahun 2015, Tracer Study di ITB telah diselenggarakan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


4
sebanyak 6 kali. Dua tahun pertama, Tracer Study ITB diselenggarakan hanya pada
Program Studi (Prodi) tertentu yang hendak mengikuti akreditasi internasional.
Tracer Study ITB baru dilaksanakan secara menyeluruh untuk seluruh Prodi sejak
tahun 2012 hingga sekarang.

Dalam setiap tahun penyelenggaraannya, Tracer Study ITB mengalami


perkembangan, baik dari sistem, sumber daya, metode pelaksanaan dan juga hasil
yang diperoleh. Khusus untuk hasil yang diperoleh, pada tahun 2015 ini Tracer
Study ITB telah mencapai perolehan data hingga 92%.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


5
DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ..............................................................................................1


KATA PENGANTAR .............................................................................................3
PENDAHULUAN..................................................................................................4
DAFTAR ISI .........................................................................................................6
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................... 11
DAFTAR TABEL ................................................................................................. 16

BAB I
TRACER STUDY INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG .............................................. 17
1.1 KONSEP DASAR ............................................................................................... 17
1.2 TUJUAN TRACER STUDY ITB ............................................................................ 18
1.3 MANFAAT TRACER STUDY ITB ........................................................................ 20
1.4 METODOLOGI TRACER STUDY ITB .................................................................. 21
BAB II
TRACER STUDY: KENDALA DAN PROSPEK .......................................................... 29
2.1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 29
2.2 ISU DAN PERMASALAHAN TRACER STUDY DI INDONESIA .............................. 31
2.2.1 KURANGNYA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN PENDIDIKAN TINGGI
TERHADAP PELAKSANAAN TRACER STUDY ...................................................... 31
2.2.2 LEMAHNYA PERENCANAAN SISTEM, METODOLOGI DAN IMPLEMENTASI
DARI TRACER STUDY ........................................................................................ 32
2.2.3 FOKUS PELAKSANAAN TRACER STUDY HANYA DITUJUKAN UNTUK
KEPENTINGAN MEMPEROLEH AKREDITASI ..................................................... 33
2.2.4 TRACER STUDY TIDAK DIGUNAKAN SEBAGAI EVALUASI PENDIDIKAN ... 34
2.2.5 KURANGNYA KESADARAN AKAN PENTINGNYA DATA RESPONDEN ....... 34
2.3 PROSPEK TRACER STUDY DI INDONESIA ......................................................... 36

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


6
2.3.1 BUDAYA BERBAGI DI INDONESIA ............................................................ 36
2.3.2 TIDAK ADANYA UNDANG-UNDANG PRIVACY ACTS ................................ 36
2.3.3 IKATAN ALUMNI YANG KUAT .................................................................. 37
2.3.4 PERANAN MEDIA SOSIAL DAN PERKEMBANGAN DUNIA INTERNET DI
INDONESIA ....................................................................................................... 38
BAB III
PROGRESS DAN PERKEMBANGAN TRACER STUDY ITB ....................................... 39
3.1 PERJALANAN TRACER STUDY ITB .................................................................... 39
3.2 PRODUK TRACER STUDY ITB ........................................................................... 41
3.3 PERKEMBANGAN TRACER STUDY ITB ............................................................. 44
3.4 KENDALA DALAM TRACER STUDY ITB ............................................................. 46
BAB IV
KELEBIHAN & KEKURANGAN ANTARA COHORT DAN ENTRY OF COHORT SEBAGAI
TARGET RESPONDEN ........................................................................................ 49
4.1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 49
4.2 METODOLOGI ................................................................................................. 51
4.2.1 PERBANDINGAN COHORT DAN ENTRY OF COHORT ............................... 51
4.2.2 KOMPARABILITAS.................................................................................... 67
4.3 HASIL PEMBAHASAN ...................................................................................... 68
BAB V
INOVASI TRACER STUDY ITB DALAM MENINGKATKAN RESPONSE RATE ............. 69
5.1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 69
5.2 PERKEMBANGAN RESPONSE RATE TRACER STUDY ITB .................................. 69
5.3 TEKNIK MENINGKATKAN RESPONSE RATE (ITB EXPERIENCES) ....................... 71
5.3.1 SARANA DAN PRASARANA ...................................................................... 71
5.3.2 PERAN SURVEYOR ................................................................................... 76
5.3.3 SOSIALISASI/PUBLIKASI ........................................................................... 77
5.3.4 REWARD .................................................................................................. 78
5.3.5 METODOLOGI.......................................................................................... 80

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


7
BAB VI
PERANAN SURVEYOR ....................................................................................... 82
6.1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 82
6.2 SURVEYOR: DEFINISI DAN METODOLOGI ....................................................... 82
6.3 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SURVEYOR.................................................. 84
BAB VII
ANALISIS HASIL TRACER STUDY ITB 2015 .......................................................... 86
7.1 PROFIL RESPONDEN ....................................................................................... 86
7.2 IP RATA-RATA ................................................................................................. 90
7.3 PEKERJAAN UTAMA ........................................................................................ 92
7.4 TEMPAT TINGGAL ........................................................................................... 95
7.5 SUMBER BIAYA KULIAH .................................................................................. 96
7.6 ASPEK PEMBELAJARAN................................................................................... 97
7.7 ASPEK BELAJAR MENGAJAR ............................................................................ 98
7.8 FASILITAS BELAJAR MENGAJAR ...................................................................... 99
7.9 ORGANISASI ................................................................................................. 100
7.10 KESESUAIAN KULIAH DENGAN PEKERJAAN ................................................ 101
7.11 MANFAAT PRODI ........................................................................................ 103
7.12 KOMPETENSI .............................................................................................. 104
7.13 KEMAMPUAN BAHASA ASING .................................................................... 108
7.14 KURSUS....................................................................................................... 109
7.15 PELATIHAN DAN KONSELING ...................................................................... 111
7.16 PROSES PENCARIAN KERJA ......................................................................... 112
7.17 PROSES MENDAPATKAN PEKERJAAN ......................................................... 118
7.18 KRITERIA PENERIMAAN PEGAWAI BARU.................................................... 121
7.19 ALASAN MENDAPAT PEKERJAAN PERTAMA............................................... 122
7.20 ALASAN TIDAK BEKERJA/MELANJUTKAN STUDI ......................................... 123
7.21 WIRAUSAHA ............................................................................................... 125
7.22 KATEGORI BIDANG USAHA ......................................................................... 128

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


8
7.23 KATEGORI PERUSAHAAN ............................................................................ 131
7.24 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA ....................................................... 134
7.25 JABATAN PEKERJAAN ................................................................................. 135
7.26 PENGHASILAN DAN BONUS ........................................................................ 138
7.27 KONDISI PEKERJAAN ................................................................................... 144
BAB VIII
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS TRACER STUDY 2015 .................................... 147
8.1 ANALISIS NILAI IP DAN JENIS KELAMIN ......................................................... 147
8.2 ANALISIS NILAI IP DAN PEKERJAAN............................................................... 148
8.3 ANALISIS IP DAN KATEGORI PEKERJAAN....................................................... 150
8.4 ANALISIS IP DAN JABATAN............................................................................ 151
8.5 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN PENGHASILAN .............................................. 153
8.6 ANALISIS KATEGORI PERUSAHAAN DAN PENGHASILAN .............................. 154
8.7 ANALISIS KATEGORI PERUSAHAAN DAN BONUS .......................................... 155
8.8 ANALISIS JENIS PERUSAHAAN DAN PENGHASILAN ...................................... 156
8.9 ANALISIS JABATAN DAN PENGHASILAN ....................................................... 158
8.10 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN STATUS PEKERJAAN ................................... 159
8.11 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN KATEGORI PERUSAHAAN ........................... 160
8.12 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN JABATAN .................................................... 162
BAB IX
HASIL DATA ANALISIS TRACER STUDY LULUSAN 2012...................................... 164
9.1 TOTAL RESPONDEN ...................................................................................... 164
9.2 PEKERJAAN UTAMA ...................................................................................... 166
9.3 KESESUAIAN KULIAH DENGAN PEKERJAAN .................................................. 169
9.4 KEMAMPUAN BAHASA ASING ...................................................................... 171
9.5 PROSES PENCARIAN KERJA ........................................................................... 171
9.6 PROSES PENCARIAN KERJA ........................................................................... 173
9.7 KATEGORI BIDANG USAHA ........................................................................... 175
9.8 KATEGORI PERUSAHAAN .............................................................................. 177

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


9
9.9 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA ......................................................... 179
9.10 JABATAN PEKERJAAN ................................................................................. 179
9.11 PENGHASILAN ............................................................................................ 182

KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................. 185


REFERENSI ..................................................................................................... 188

LAMPIRAN I TIM RISET ................................................................................... 191


LAMPIRAN II DAFTAR SURVEYOR.................................................................... 192
LAMPIRAN III DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER ............................................ 194
A. WEBSITE ......................................................................................................... 194
B. CORE QUESSIONAIRE ITB ................................................................................ 209
LAMPIRAN IV DOKUMENTASI TRACER STUDY ITB ........................................... 236

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


10
DAFTAR GRAFIK

GRAFIK 1.1 KONSEP DASAR TRACER STUDY ...................................................................... 17


GRAFIK 1.2 TUJUAN TRACER STUDY ITB........................................................................... 19
GRAFIK 1.3 ORGANISASI TRACER STUDY ITB..................................................................... 21
GRAFIK 1.4 PENYEMPURNAAN DATABASE TRACER STUDY ITB ............................................. 22
GRAFIK 1.5 KUESIONER TRACER STUDY ITB ...................................................................... 23
GRAFIK 1.6 TAHAPAN PELAKSANAAN TRACER STUDY ITB.................................................... 24
GRAFIK 1.7 FLOWCHART PELAKSANAAN TRACER STUDY ITB ................................................ 25
GRAFIK 1.8 EMAIL BLAST METODE ITB ............................................................................ 26
GRAFIK 1.9 SMS BLAST METODE ITB.............................................................................. 27
GRAFIK 2.1 ISU DAN PERMASALAHAN TRACER STUDY DI INDONESIA ..................................... 31
GRAFIK 2.2 PEROLEHAN DATA RESPONDEN DALAM TRACER STUDY ...................................... 35
GRAFIK 3.1 TOTAL RESPONDEN TRACER STUDY ITB ........................................................... 40
GRAFIK 4.1 WAKTU PELAKSANAAN TRACER STUDY ............................................................ 54
GRAFIK 4.2 TEKNIK PENENTUAN ANGKATAN SEBAGAI TARGET RESPONDEN (1)...................... 55
GRAFIK 4.3 TEKNIK PENENTUAN ANGKATAN SEBAGAI TARGET RESPONDEN (2)...................... 56
GRAFIK 4.4 TEKNIK PENENTUAN ANGKATAN SEBAGAI TARGET RESPONDEN (3)...................... 57
GRAFIK 4.5 PENGGUNA INTERNET DI DUNIA (FORECAST) .................................................... 60
GRAFIK 4.6 PENGGUNA INTERNET DI INDONESIA ............................................................... 61
GRAFIK 4.7 PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI INDONESIA..................................................... 62
GRAFIK 5.1 PEROLEHAN RESPONSE RATE TS ITB 2012-2015............................................. 70
GRAFIK 6.1 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SURVEYOR...................................................... 84
GRAFIK 7.1 RESPONDEN TRACER STUDY ITB 2015 ............................................................ 86
GRAFIK 7.2 GROSS RESPONSE RATE ................................................................................ 87
GRAFIK 7.3 NETT RESPONSE RATE .................................................................................. 88
GRAFIK 7.4 JUMLAH RESPONDEN PER PRODI .................................................................... 89
GRAFIK 7.5 IP RATA-RATA............................................................................................. 90

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


11
GRAFIK 7.6 IP RATA-RATA PER PRODI ............................................................................. 91
GRAFIK 7.7 PEKERJAAN UTAMA ...................................................................................... 92
GRAFIK 7.8 PEKERJAAN UTAMA PER PRODI ...................................................................... 94
GRAFIK 7.9 TEMPAT TINGGAL ........................................................................................ 95
GRAFIK 7.10 SUMBER BIAYA KULIAH ............................................................................... 96
GRAFIK 7.11 ASPEK PEMBELAJARAN ............................................................................... 97
GRAFIK 7.12 ASPEK BELAJAR MENGAJAR ......................................................................... 98
GRAFIK 7.13 FASILITAS BELAJAR MENGAJAR..................................................................... 99
GRAFIK 7.14 KEAKTIFAN ORGANISASI ............................................................................ 100
GRAFIK 7.15 KESESUAIAN KULIAH ................................................................................. 101
GRAFIK 7.16 KESESUAIAN KULIAH PER PRODI ................................................................. 102
GRAFIK 7.17 MANFAAT PRODI ..................................................................................... 103
GRAFIK 7.18 TINGKAT PENGUASAAN KOMPETENSI RESPONDEN (BIRU) VS TINGKAT KONTRIBUSI
PERGURUAN TINGGI (MERAH) VS TINGKAT BESARNYA PERAN KOMPETENSI RESPONDEN
DALAM MELAKSANAKAN PEKERJAAN (HIJAU) [BEKERJA DAN WIRAUSAHA] .................. 105

GRAFIK 7.19 TINGKAT PENGUASAAN KOMPETENSI RESPONDEN (BIRU) VS TINGKAT KONTRIBUSI


PERGURUAN TINGGI (MERAH) [TIDAK BEKERJA/MELANJUTKAN STUDI] ...................... 106
GRAFIK 7.20 TINGKAT PENGUASAAN KOMPETENSI RESPONDEN (BIRU) VS TINGKAT KONTRIBUSI
PERGURUAN TINGGI (MERAH) [TOTAL].................................................................. 107
GRAFIK 7.21 TINGKAT KEMAMPUAN BAHASA ASING ....................................................... 108
GRAFIK 7.22 KURSUS SELAMA KULIAH........................................................................... 109
GRAFIK 7.23 TINGKAT KEPENTINGAN KURSUS................................................................. 110
GRAFIK 7.24 JENIS KURSUS.......................................................................................... 111
GRAFIK 7.25 PELATIHAN DAN KONSELING ...................................................................... 112
GRAFIK 7.26 LAMA MENCARI KERJA ............................................................................. 113
GRAFIK 7.27 LAMA MENCARI KERJA [BEKERJA] .............................................................. 114
GRAFIK 7.28 LAMA MENCARI KERJA [PERNAH BEKERJA] .................................................. 114
GRAFIK 7.29 PERSENTASE PENCARIAN KERJA MELALUI ITB CAREER CENTER ........................ 115
GRAFIK 7.30 PENCARIAN KERJA MELALUI ITB CAREER CENTER .......................................... 116

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


12
GRAFIK 7.31 PENCARIAN KERJA DI LUAR ITB CAREER CENTER ........................................... 116
GRAFIK 7.32 JUMLAH PERUSAHAAN DILAMAR ................................................................ 117
GRAFIK 7.33 WAKTU TUNGGU MENDAPATKAN PEKERJAAN (1) ......................................... 118
GRAFIK 7.34 WAKTU TUNGGU MENDAPATKAN PEKERJAAN (2) ......................................... 119
GRAFIK 7.35 MENDAPATKAN PEKERJAAN PERTAMA ........................................................ 120
GRAFIK 7.36 RELASI ................................................................................................... 120
GRAFIK 7.37 KRITERIA PENERIMAAN PEGAWAI BARU ...................................................... 121
GRAFIK 7.38 ALASAN MEMILIH PEKERJAAN PERTAMA ..................................................... 122
GRAFIK 7.39 ALASAN TIDAK BEKERJA ............................................................................ 123
GRAFIK 7.40 STATUS PERNAH BEKERJA SEBELUMNYA ...................................................... 124
GRAFIK 7.41 ALASAN WIRAUSAHA ............................................................................... 125
GRAFIK 7.42 MODAL USAHA ....................................................................................... 126
GRAFIK 7.43 JENIS USAHA ........................................................................................... 127
GRAFIK 7.44 OMSET PER BULAN .................................................................................. 127
GRAFIK 7.45 KATEGORI BIDANG USAHA ........................................................................ 128
GRAFIK 7.46 KATEGORI BIDANG USAHA PER PRODI ......................................................... 130
GRAFIK 7.47 KATEGORI PERUSAHAAN ........................................................................... 132
GRAFIK 7.48 KATEGORI PERUSAHAAN PER PRODI ............................................................ 133
GRAFIK 7.49 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA ......................................................... 134
GRAFIK 7.50 JABATAN ................................................................................................ 135
GRAFIK 7.51 JABATAN PER PRODI ................................................................................. 137
GRAFIK 7.52 RATA-RATA PENGHASILAN PER BULAN ........................................................ 138
GRAFIK 7.53 PENGHASILAN PER BULAN ......................................................................... 139
GRAFIK 7.54 RATA-RATA PENGHASILAN PER BULAN PER PRODI ......................................... 140
GRAFIK 7.55 RATA-RATA BONUS PENGHASILAN PER TAHUN ............................................. 141
GRAFIK 7.56 BONUS PENGHASILAN PER TAHUN .............................................................. 142
GRAFIK 7.57 RATA-RATA BINUS PENGHASILAN PER TAHUN PER PRODI ............................... 143
GRAFIK 7.58 KOMENTAR POSITIF PEKERJAAN ALUMNI ..................................................... 144
GRAFIK 7.59 KOMENTAR NEGATIF PEKERJAAN ALUMNI ................................................... 145

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


13
GRAFIK 7.60 GAMBARAN PEKERJAAN IDEAL ................................................................... 146
GRAFIK 8.1 IP VS JENIS KELAMIN .................................................................................. 147
GRAFIK 8.2 IP VS PEKERJAAN ....................................................................................... 149
GRAFIK 8.3 IP VS KATEGORI PERUSAHAAN ..................................................................... 150
GRAFIK 8.4 IP VS JABATAN .......................................................................................... 151
GRAFIK 8.5 JENIS KELAMIN VS PENGHASILAN .................................................................. 153
GRAFIK 8.6 KATEGORI PERUSAHAAN VS PENGHASILAN ..................................................... 154
GRAFIK 8.7 KATEGORI PERUSAHAAN VS BONUS .............................................................. 155
GRAFIK 8.8 JENIS PERUSAHAAN VS PENGHASILAN ............................................................ 156
GRAFIK 8.9 JABATAN VS PENGHASILAN .......................................................................... 158
GRAFIK 8.10 JENIS KELAMIN DAN STATUS PEKERJAAN ...................................................... 159
GRAFIK 8.11 JENIS KELAMIN DAN KATEGORI PERUSAHAAN ............................................... 161
GRAFIK 8.12 JENIS KELAMIN DAN JABATAN .................................................................... 162
GRAFIK 9.1 NETT RESPONSE RATE ................................................................................ 164
GRAFIK 9.2 JUMLAH RESPONDEN PER PRODI .................................................................. 165
GRAFIK 9.3 PEKERJAAN UTAMA .................................................................................... 167
GRAFIK 9.4 PEKERJAAN UTAMA PER PRODI .................................................................... 168
GRAFIK 9.5 KESESUAIAN KULIAH ................................................................................... 169
GRAFIK 9.6 KESESUAIAN KULIAH PER PRODI ................................................................... 170
GRAFIK 9.7 TINGKAT KEMAMPUAN BAHASA ASING ......................................................... 171
GRAFIK 9.8 LAMA MENCARI KERJA ............................................................................... 172
GRAFIK 9.9 LAMA MENCARI KERJA [BEKERJA] ................................................................ 173
GRAFIK 9.10 LAMA MENCARI KERJA [PERNAH BEKERJA] .................................................. 173
GRAFIK 9.11 WAKTU TUNGGU MENDAPATKAN PEKERJAAN (1) ......................................... 174
GRAFIK 9.12 WAKTU TUNGGU MENDAPATKAN PEKERJAAN (2) ......................................... 174
GRAFIK 9.13 KATEGORI BIDANG USAHA ........................................................................ 175
GRAFIK 9.14 KATEGORI BIDANG USAHA PER PRODI ......................................................... 176
GRAFIK 9.15 KATEGORI PERUSAHAAN ........................................................................... 177
GRAFIK 9.16 KATEGORI PERUSAHAAN PER PRODI ............................................................ 178

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


14
GRAFIK 9.17 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA ......................................................... 179
GRAFIK 9.18 JABATAN ................................................................................................ 180
GRAFIK 9.19 JABATAN PER PRODI ................................................................................. 181
GRAFIK 9.20 RATA-RATA PENGHASILAN PER BULAN ........................................................ 182
GRAFIK 9.21 PENGHASILAN PER BULAN ......................................................................... 183
GRAFIK 9.22 RATA-RATA PENGHASILAN PER BULAN PER PRODI ......................................... 184

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


15
DAFTAR TABEL

TABEL 3.1 PERJALANAN TRACER STUDY ITB...................................................................... 39


TABEL 4.1 PERBANDINGAN LULUSAN DAN ANGKATAN........................................................ 63
TABEL 7.1. KATEGORI BIDANG USAHA ........................................................................... 129
TABEL 8.1 IP VS JENIS KELAMIN .................................................................................... 148
TABEL 8.2 IP VS PEKERJAAN ......................................................................................... 149
TABEL 8.3 IP VS KATEGORI PERUSAHAAN ....................................................................... 150
TABEL 8.4 IP VS JABATAN ............................................................................................ 152
TABEL 8.5 JENIS KELAMIN VS PENGHASILAN ................................................................... 153
TABEL 8.6 KATEGORI PERUSAHAAN VS PENGHASILAN ....................................................... 154
TABEL 8.7 KATEGORI PERUSAHAAN VS BONUS ................................................................ 155
TABEL 8.8 JENIS PERUSAHAAN VS PENGHASILAN ............................................................. 157
TABEL 8.9 JABATAN VS PENGHASILAN ............................................................................ 158
TABEL 8.10 JENIS KELAMIN DAN STATUS PEKERJAAN ....................................................... 160
TABEL 8.11 JENIS KELAMIN DAN KATEGORI PERUSAHAAN ................................................. 161
TABEL 8.12 JENIS KELAMIN DAN JABATAN ...................................................................... 163

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


16
BAB I
TRACER STUDY INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

1.1 KONSEP DASAR

Tracer Study atau yang sering disebut sebagai survey alumni atau survey follow
up adalah studi mengenai lulusan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi. Studi
ini mampu menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat bagi kepentingan
evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk
penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi yang
bersangkutan. Tracer Study juga bermanfaat dalam menyediakan informasi
penting mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja professional,
menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi pemangku kepentingan
(stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

INPUT TRACER STUDY


Study conditions and
provisions

INPUT OUTPUT OUTCOMES


Students Knowledge, Transition
biodata, skills, employment,
experiences, motivation, work service to
motives grades society

PROCESS
Teaching and
learning

(sumber: Schomburg, 2011)

Grafik 1.1 Konsep Dasar Tracer Study

Perguruan tinggi perlu melaksanakan Tracer Study karena membutuhkan umpan


balik dari alumni dalam usahanya untuk perbaikan sistem dan pengelolaan
pendidikan. Perguruan tinggi di awal tahun ajaran menentukan arah kebijakan
pendidikan tinggi dari masukkan berupa kondisi, pengalaman, dan motivasi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


17
mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi tersebut. Masukkan mengenai
kondisi, pengalaman dan motivasi ini menentukan pula perguruan tinggi dalam
menerapkan sistem dan pengelolaan pendidikan dalam hal pola/proses pengajaran
dan pembelajaran, penelitian, praktikum, workshop, laboratorium, studio ataupun
riset. Penerapan sistem pengajaran dan pembelajaran inipun akan dipengaruhi
pula oleh kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.

Hasil dari masukkan berupa kondisi, pengalaman dan motivasi mahasiswa, sistem
dan kebijakan pendidikan di perguruan tinggi, serta proses pengajaran dan
pembelajaran di perguruan tinggi akan membantu dalam membentuk
karakter/kompetensi dari lulusan perguruan tinggi itu sendiri. Lulusan/alumni dari
perguruan tinggi umumnya akan memiliki pengetahuan, kemampuan, motivasi dan
kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja

Hasil dari pendidikan tinggi adalah pengetahuan, kemampuan dan kompetensi


alumni perguruan tinggi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja. Hasil-hasil
ini beserta kondisi saat alumni menjalani pekerjaan di awal karir mereka
merupakan hal-hal yang dibutuhkan bagi perguruan tinggi untuk perbaikan sistem
dan pengelolaan pendidikan. Kebutuhan untuk mengetahui rekam jejak alumni
serta hubungan pendidikan tinggi dengan pekerjaan inilah yang menjadi konsep
dasar dalam penelitian Tracer Study.

1.2 TUJUAN TRACER STUDY ITB

Tracer Study bertujuan untuk mengetahui hasil pendidikan dalam bentuk transisi
dari dunia pendidikan tinggi ke dunia usaha dan industri, keluaran pendidikan
berupa penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses
pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


18
terhadap pemerolehan kompetensi serta input pendidikan berupa penggalian lebih
lanjut terhadap informasi lulusan.

(dikembangkan dari INCHER Schomburg)

Grafik 1.2 Tujuan Tracer Study ITB

Tracer Study bagi ITB itu sendiri memiliki beberapa tujuan penting dalam
pelaksanaannya. Tujuan itu antara lain, (i) Untuk memperoleh informasi penting
berupa umpan balik alumni sebagai perbaikan, pengembangan sistem dan
pengelolaan pendidikan perguruan tinggi, baik fasilitas, pola pengajaran dan
pembelajaran, proses, serta pelayanan, (ii) Sebagai bahan evaluasi untuk
mengetahui relevansi pendidikan tinggi dengan pekerjaan (hardskill, softskill,
faktor internal/eksternal, kompetensi, kontribusi, dsb), (iii) Sebagai umpan balik
bagi jaminan kualitas perguruan tinggi atau dalam menentukan kebijakan
pendiidkan secara nasional, (iv) Untuk membantu perguruan tinggi dalam proses
akreditasi, baik nasional maupun internasional, (v) Memberikan masukan dan data
penting bagi Human Resource (HRD) perusahaan mengenai karakteristik
alumni/lulusan perguruan tinggi itu sendiri, (vi) Memberikan bukti empiris
mengenai alumni terkait pekerjaan, awal karir, relevansi pekerjaan alumni dengan
pendidikan tinggi, dsb, (vii) Sebagai informasi bagi mahasiswa, orang tua, dosen,
administrasi pendidikan dan para pelaku pendidikan mengenai alumni/lulusan
perguruan tinggi.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


19
1.3 MANFAAT TRACER STUDY ITB

Manfaat Tracer Study tidak terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh
lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara dunia
pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Tracer Study dapat menyajikan
informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan/match kerja baik horisontal
(antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata
pendidikan). Dengan demikian, Tracer Study dapat ikut membantu mengatasi
permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya. Bagi
perguruan tinggi, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia usaha
dan industri dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem
pembelajaran. Di sisi lain, dunia usaha dan industri dapat melihat ke dalam
perguruan tinggi melalui Tracer Study, dan dengan demikian dapat menyiapkan diri
dengan menyediakan pelatihan-pelatihan yang lebih relevan bagi sarjana pencari
kerja baru.

Bagi ITB, Tracer Study dilakukan untuk mendapatkan manfaat sebagai berikut:

Sebagai database alumni yang terdata berdasarkan Program Studi (Prodi) dan
angkatan (tahun masuk);
Sebagai masukan/informasi penting bagi pengembangan perguruan tinggi;
Sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dengan
dunia usaha dan industri;
Sebagai masukan bagi perbaikan kinerja dosen dan staf administrasi;
Sebagai masukan bagi perbaikan kurikulum;
Sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti akreditasi internasional;
Sebagai bahan untuk membangun jaringan/network alumni.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


20
1.4 METODOLOGI TRACER STUDY ITB

Pelaksanaan Tracer Study di ITB tidak berjalan dengan sendirinya, namun terdiri
dari beberapa tahapan dan peranan beberapa komponen. Komponen yang
dimaksud disini salah satunya adalah organisasi dari Tracer Study ITB. Dalam
organisasi Tracer Study ITB, pelaksanaannya diketuai oleh Kepala ITB Career
Center. Ketua Pelaksana membawahi beberapa bagian, yaitu Keuangan,
Administrasi, dan Asisten Peneliti. Sementara itu, Tim Tracer Study ITB terdiri dari
satu Peneliti Utama, satu Peneliti Pendamping, beberapa Asisten Peneliti, Tim
Informasi Teknologi, Tim Teknis dan Sekretariat termasuk Tim Surveyor serta Tim
Sarana dan Prasarana. Pelaksanaan Tracer Study ITB juga berada dibawah
tanggung jawab Kepala Lembaga Kemahasiswaan. Tracer Study ITB itu sendiri
berada dibawah perlindungan dua wakil rektor, yaitu Wakil Rektor Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan
dan Alumni.

Pelindung
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni

Penanggung Jawab
Kepala Lembaga Kemahasiswaan

Koordinator Pelaksana/Peneliti Utama


Kepala ITB Career Center

Peneliti Pendamping

Keuangan Administrasi ITB Career Center

Asisten Peneliti Asisten Peneliti Asisten Peneliti

Tim IT Tim Teknis dan Sekretariat Tim Sarana dan Prasarana

Tim Surveyor

Grafik 1.3 Organisasi Tracer Study ITB

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


21
Dalam pelaksanaan Tracer Study, hal pertama yang harus dilakukan adalah
pengumpulan database responden/alumni. Teknik pengumpulan database dapat
dilakukan dengan berbagai macam cara, misal mengambil database alumni melalui
Prodinya masing-masing. Teknik pengumpulan database yang dilakukan oleh Tim
Tracer Study ITB adalah dengan menggunakan tiga cara, yaitu menghubungi
Direktorat Pendidikan (Dirdik) ITB, Program Studi (Prodi) dan Surveyor (alumni
yang ditunjuk oleh Tim Tracer Study ITB).

Pengajuan/Permohonan Database Alumni kepada Pengajuan/Permohonan Database Alumni kepada


Dirdik ITB Prodi ITB

Database yang diperoleh dari Dirdik ITB Cross Check Database Alumni dari Dirdik ITB Database yang diperoleh dari Dirdik ITB
dan Prodi memiliki perbedaan terkait dengan Prodi ITB dan Prodi terkait alamat kontak dan
jumlah lulusan (alumni bisa terdata atau email umumnya belum update/kosong/
tidak) tidak valid

Penyusunan Draft Database Alumni Tracer Study


ITB

Perbaikan database oleh Surveyor Perbaikan dan Melengkapi Draft Database Alumni Draft database oleh Surveyor dilengkapi
dilakukan hingga pelaksanaan Tracer pada Surveyor Angkatan per Prodi dan diperbaiki sehingga alamat dan
Study ITB berakhir nomor kontak, email serta jumlah
lulusan ter-update

Database Alumni Final Tracer Study ITB

Grafik 1.4 Penyempurnaan Database Tracer Study ITB

Database yang didapat dari ketiga cara ini pada dasarnya saling melengkapi
kebutuhan database itu sendiri. Dirdik ITB memberikan database alumni secara
lengkap namun data alamat, nomor kontak yang tidak update. Prodi memiliki
fungsi untuk memeriksa ketepatan jumlah alumni yang diperoleh dari Dirdik ITB.
Sementara Surveyor sangat berperan dalam melengkapi database yang diperoleh
dari Dirdik ITB dan Prodi, terutama untuk memberikan alamat email dan nomor
kontak yang terbaru.

Pelaksanaan Tracer Study ITB menggunakan instrumen kuesioner untuk


memperoleh data. Kuesioner yang digunakan saat ini adalah kuesioner online,

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


22
yang bisa di akses di http://karir.itb.ac.id/tracerstudy. Kuesioner online ini terdiri
dari lima halaman utama dan satu halaman tambahan berupa halaman khusus
pertanyaan dari PRODI ITB.

International Core Questionnaire


(UNITRACE)

+ Meeting

Indonesia Core Questionnaire


(INDOTRACE)

+ Meeting

ITB Core
Questionnaire
Sosialisasi kepada
+
PRODI ITB
Prodi Core
Questionnaire

Kuesioner
Tracer Study ITB

Upload

Grafik 1.5 Kuesioner Tracer Study ITB

Kuesioner Tracer Study ITB dibangun tidak dengan sendirinya melainkan dengan
mengadopsi dari beberapa core quessionaire yang disesuaikan dengan kebutuhan
dari ITB itu sendiri. Core quessionaire ini terdiri dari International Core
Quessionaire (UNITRACE), Indonesia Core Quessionaire (INDOTRACE), ITB Core
Quessionaire dan Prodi Core Quessionaire. Kuesioner yang diperoleh dari Prodi
merupakan hasil masukan dari sosialisasi yang dilakukan Tim Tracer Study ITB
dengan Prodi di ITB.

Secara umum, pelaksanaan Tracer Study ITB dilakukan melalui berbagai macam
proses. Langkah awal dalam pelaksanaan Tracer Study ITB adalah penyusunan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


23
rencana kerja dan pengumpulan database alumni, yang diperoleh dari Dirdik ITB
dan Prodi. Database yang diperoleh ini kemudian diberikan kepada Surveyor untuk
dilengkapi, terutama terkait alamat email dan nomor kontak karena dalam
pelaksanaan Tracer Study ITB kedua hal tersebut merupakan kebutuhan utama
dalam berkomunikasi dengan alumni. Setelah database yang diperoleh lengkap,
Tim Tracer Study ITB kemudian mengirimkan email permohonan pengisian
kuesioner kepada alumni. Data yang diperoleh dari alumni yang sudah mengisi
kuesioner akan disimpan dalam server Tracer Study ITB, untuk kemudian diolah
dan di analisis jika kebutuhan data sudah memenuhi target, sementara alumni
yang belum mengisi kuesioner akan dilaporkan kembali pada Surveyor.

Tahap Perencanaan dan Persiapan Tahap Pelaksanaan Tracer Study ITB

Bulan Ke-1 Bulan Ke-2 Bulan Ke-3

Tahap Perencanaan
Pertemuan dengan
Penyusunan rencana kerja
Surveyor tahap III
Penyusunan kuesioner
Pertemuan dengan Pertemuan dengan Email blast
Pengajuan database alumni pada Dirdik ITB
Surveyor tahap I Surveyor tahap II SMS blast mulai minggu
dan PRODI ITB
Email blast Email blast ke-2 hingga ke-4
Update database alumni Update database alumni Kontak via Telepon pada
Tahap Persiapan Update status pengisian Update status pengisian minggu terakhir
Uji coba sistem kuesioner kuesioner kuesioner Update database alumni
Pemilihan dan pengajuan Surveyor Update status pengisian
Perbaikan database alumni oleh Surveyor kuesioner
Upload database alumni pada sistem

Tahap Penutupan Kuesioner


Tahap Laporan
dan Analisis Data

Penyusunan buku
laporan Pemberitahuan penutupan
Sosialisasi hasil Tracer kuesioner Tracer Study ITB
Study ITB Pengolahan data
Pembagian buku Analisis data
laporan

Grafik 1.6 Tahapan Pelaksanaan Tracer Study ITB

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


24
Tracer Study ITB dalam pelaksanaannya terbagi kedalam empat tahapan, yaitu
tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan Tracer Study ITB, tahap
penutupan kuesioner dan analisis data, serta tahap laporan.

Mulai

Penyusunan
Rencana Kerja
Tracer Study

Database
Alumni (dari
DIKTI &
PRODI)

Pengelompokan
database alumni
berdasarkan jurusan
dan menentukan
surveyor
Rekomendasi
surveyor untuk
Konfirmasi dan YA
menghubungi via no
update database
kontak
alumni melalui
surveyor
YA

Waktu
pelaksanaan = Pengiriman sms blast
Bulan ke 3 lebih dari 3 kali
YA
TIDAK TIDAK
TIDAK
TIDAK
Menghubungi via
Pengiriman email Pengiriman sms
telephone untuk
permohonan permohonan pengisian
menginformasikan
pengisian kuesioner secara masal
permohonan
kuesioner
pengisian kuesioner

Pengisian
Penghimpunan data
kuesioner oleh YA Analisis Data Selesai
respon dari alumni
alumni

Grafik 1.7 Flowchart Pelaksanaan Tracer Study ITB

Alumni yang tidak/belum mengisi kuesioner dapat diakibatkan oleh beberapa hal,
antara lain motivasi kurang, alamat email salah atau karena kesibukkan. Pada
prosesnya, alumni yang tidak/belum mengisi kuesioner akan dilaporkan pada

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


25
Surveyor. Hal ini dimaksudkan agar Surveyor dapat membantu Tim Tracer Study
ITB terutama untuk memperbaiki kesalahan alamat email, mengingatkan alumni
untuk mengisi kuesioner (reminder) dan memberikan motivasi tambahan dalam
pengisian kuesioner.

Penginformasian
Start Selesai tracer study via
telphone

YA
Cek email dan
status pengisian
Analisis Data
kuesioner oleh tim
Minggu ke 4
kesekretariatan

YA
Reporting update TIDAK
status pengisian
kuesioner alumni Status pengisian SMS blast
oleh tim TIDAK alumni =
kesekretariatan SELESAI
pada surveyor per YA
prodi

Rekomendasi
surveyor untuk
Reporting Email blast TIDAK
menghubungi via no
rekomendasi kontak = ok
penginformasian
tracer study oleh TIDAK YA
tim surveyor pada
tim kesekretariatan

Bulan ke-3 YA Minggu ke -1 TIDAK

Grafik 1.8 Email Blast Metode ITB

Hasil yang diperoleh dari laporan yang diberikan kepada Surveyor kemudian
dikembalikan kepada Tim Tracer Study ITB. Oleh Tim Tracer Study ITB, laporan
yang dikembalikan dapat berupa perbaikan database ataupun rekomendasi
pengiriman kembali email permohonan pengisian kuesioner kepada alumni. Proses
ini berjalan hingga waktu pelaksanaan Tracer Study ITB berakhir, yaitu tiga bulan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


26
End

Analisis Data
Start

YA

Pengiriman SMS Pengisian


Blast Kuesioner

TIDAK

Response
SMS terkirim YA
Negatif

TIDAK

TIDAK
Reporting pada
YA
surveyor

Pengupdatean no
kontak oleh
surveyor dan
rekomendasi waktu
penginformasian
tracer study

Grafik 1.9 SMS Blast Metode ITB

Selama tiga bulan pelaksanaan Tracer Study ITB, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan. Pengiriman email kepada seluruh alumni (email blast) hanya
dilakukan sekali dalam seminggu, kecuali Surveyor memberikan rekomendasi
untuk mengirimkan email lebih dari sekali. Pengiriman email blast hanya dilakukan
kepada alumni yang belum mengisi kuesioner. Pada bulan ke-3 (terakhir),
dilakukan dua teknik pelaksanaan yang berbeda dalam reminder pengisian
kuesioner kepada alumni yang belum mengisi. Kedua teknik yang dimaksud adalah
pengiriman permohonan menggunakan SMS blast dan menghubungi via telepon.
Kedua hal ini jika dilakukan harus dengan rekomendasi dari Surveyor pula.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


27
Telah dikatakan sebelumnya, salah satu cara dalam reminder pengisian kuesioner
kepada alumni adalah dengan menggunakan SMS blast. Teknik ini dilakukan pada
bulan terakhir pelaksanaan Tracer Study ITB. Pelaksanaan SMS blast itu sendiri
adalah sebanyak 3 kali, yaitu minggu kedua, ketiga dan keempat. Saat SMS blast
dilakukan harus diperhatikan pula jeda waktu dengan pelaksanaan email blast.
SMS blast tidak dilakukan bersamaan dengan pengiriman email blast. Untuk
gambaran lengkap proses SMS blast ini sendiri dapat dilihat pada Grafik 1.8 dan
Grafik 1.8.

Teknik lainnya yang dilakukan pada bulan terakhir pelaksanaan Tracer Study ITB
adalah menghubungi via telepon. Lebih rinci, reminder melalui telepon hanya
dilakukan di minggu terakhir dan kondisi darurat. Kondisi darurat yang dimaksud
adalah kondisi saat pencapaian data dari Prodi tertentu masih jauh dari target awal
pelaksanaan Tracer Study ITB. Proses reminder via telepon secara garis besar dapat
dilihat pada Grafik 1.7.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


28
BAB II
TRACER STUDY: KENDALA DAN PROSPEK

2.1 PENDAHULUAN

Jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya, mulai dari lulusan
diploma, sarjana, magister dan doktor, sangat banyak. Namun, selama ini di
Indonesia tidak banyak perguruan tinggi memiliki rekam jejak lulusan alumninya.
Kondisi ini mengakibatkan hampir tidak ada umpan balik dari lulusan untuk
perbaikan kualitas pendidikan bagi perguruan tinggi itu sendiri.

Umpan balik yang diberikan alumni, pada umumnya dapat bermanfaat dalam
membantu perguruan tinggi untuk perbaikan sistem dan pengelolaan pendidikan.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu perguruan tinggi dalam
perbaikan sistem dan pengelolaan pendidikan adalah dengan melaksanakan
Tracer Study.

Tracer Study merupakan salah satu studi yang mampu menyediakan informasi
yang bermanfaat bagi kepentingan evaluasi perguruan tinggi dan selanjutnya
dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga
pendidikan tinggi. Tracer Study juga bermanfaat dalam menyediakan informasi
penting mengenai hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja professional,
menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi pemangku kepentingan
(stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, Tracer Study semestinya dilaksanakan oleh lembaga yang


menjembatani antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Tracer
Study perlu dilakukan secara melembaga, terstruktur dan dengan metodologi dan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


29
analisis yang tepat untuk memperoleh hasil yang terukur, akurat dan dapat
diperbandingkan.

Di Indonesia, pelaksanaan Tracer Study umumnya masih terkendala dari sisi sarana
dan prasarana, sistem, sumber daya dan metodologi dalam pelaksanaannya. Lebih
dari itu, pemahaman akan pentingnya Tracer Study juga masih belum merata.
Seringkali Tracer Study dilakukan oleh perguruan tinggi hanya karena kebutuhan
akan akreditasi, sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara rutin atau
berkelanjutan dan tidak melembaga. Selain itu, sumber daya pelaksana Tracer
Study umumnya masih belum memadai dan hal ini disertai dengan kesulitan dalam
menerapkan metode yang paling tepat pada perguruan tinggi tersebut dalam
pelaksanaannya.

Di Indonesia, pelaksanaan Tracer Study pada dasarnya memberikan kesempatan


bagi survey ini untuk berkembang. Hal utama yang menjadikan Tracer Study dapat
berkembang adalah bentuk budaya masyarakat Indonesia yang sudah
terbiasa/umum untuk berbagi informasi mengenai kondisi diri pribadi. Di Negara
lain hal ini sangat sulit dilakukan terlebih apabila Negara tersebut memberlakukan
undang-undang privacy acts. Pada bab ini akan dibahas lebih lanjut mengenai
masalah dan prospek mengenai tracer study di Indonesia yang diharapkan mampu
memberikan solusi terhadap perkembangan Tracer Study.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


30
2.2 ISU DAN PERMASALAHAN TRACER STUDY DI INDONESIA

(sumber: Budi, 2014)

Grafik 2.1 Isu dan Permasalahan Tracer Study di Indonesia

2.2.1 KURANGNYA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN PENDIDIKAN TINGGI


TERHADAP PELAKSANAAN TRACER STUDY

Tracer Study adalah studi mengenai lulusan lembaga penyelengara pendidikan


tinggi (Schomburg, 2003). Tracer Study merupakan jembatan diantara penelitian
dan kebutuhan pendidikan tinggi untuk berkembang. Akan tetapi sering kali
kepedulian dan dukungan pendidikan tinggi terhadap pelaksanaan Tracer Study
sangatlah rendah.

Kurangnya kepedulian dan dukungan pendidikan tinggi dikarenakan kurangnya


pengetahuan mengenai Tracer Study. Minimnya pengetahuan seringkali
mengakibatkan ketidakefektifan pelaksanaan survey ini. Survei alumni ataupun
survey follow up sebaiknya diselenggarakan secara terpusat oleh pendidikan
tinggi (bukan oleh setiap program studi pendidikan tinggi). Hal ini merupakan
upaya untuk mengefektifitaskan sumber daya manusia dan menstadarisasi input
maupun output survey ini.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


31
Seminar dan sosialisasi hasil Tracer Study merupakan salah satu upaya untuk
menanggulangi kendala minimnya pengetahuan dan dukungan pendidikan tinggi.
Dengan diadakannya seminar dan sosialisasi, diharapkan alasan dan tujuan dari
penyelenggaraan survey dipahami oleh seluruh pihak pendidikan tinggi.
Pemahaman mengenai pentingnya Tracer Study tentunya akan berdampak pada
meningkatnya pengetahuan dan dukungan dari pendidikan tinggi.

2.2.2 LEMAHNYA PERENCANAAN SISTEM, METODOLOGI DAN


IMPLEMENTASI DARI TRACER STUDY

Terdapat beberapa tahapan dasar dalam pelaksanaan Tracer Study seperti


pengembangan konsep dan instrument, pengumpulan data responden, analisis
data dan penulisan laporan. Akan tetapi untuk pelaksanaan tahapan tersebut perlu
disesuaikan dengan kondisi dan karakter pendidikan tinggi yang berkaitan.
Perencanaan sistem dan metodologi pelaksanaan Tracer Study merupakan proses
yang dapat menentukan keberhasilan suatu survey. Inovasi perencanaan sistem
dan metodologi digunakan untuk meningkatkan baik dari segi kuantitas input data
maupun kualitas analisis. Bila hanya meniru tanpa mengadaptasikan sistem dan
metoda yang digunakan pendidikan tinggi lain, tidak jarang hasil yang diperoleh
pun tidak jauh berbeda.

Inovasi dapat diberlakukan untuk setiap detail sistem dan metodologi. Salah satu
contoh inovasi sederhana yang berdampak besar adalah perubahan sistem
distribusi kuesioner dari pelampiran email ke pengisian melalui sistem online.
Meskipun pengiriman data tetap menggunakan jaringan internet, tetapi
menggunakan sistem online banyak member kemudahan bagi responden (alumni).
Hal ini dibuktikan oleh Institut Teknologi Bandung pada tahun 2012. Sebelumnya,
pada tahun 2010-2011, kuesioner dikirim sebagai lampiran email dan data alumni

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


32
yang diperoleh hanya 20-40%. Sedangkan pada tahun 2012, sistem pengisian
online mulai diberlakukan dan ternyata perubahan ini meningkatkan data alumni
80-100% dari data tahun sebelumnya.

2.2.3 FOKUS PELAKSANAAN TRACER STUDY HANYA DITUJUKAN UNTUK


KEPENTINGAN MEMPEROLEH AKREDITASI

Banyak maanfaat yang bisa didapatkan pendidikan dari Tracer Study, salah satunya
adalah akreditasi. Akreditasi diberlakukan untuk satuan pendidikan baik ditingkat
institusi maupun ditingkat program. Akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas
kepada publik yang dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif
dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional
Pendidikan.

Salah satu persyaratan satuan pendidikan untuk dapat mengeluarkan sertifikat


atau ijasah adalah terakreditasinya satuan pendidikan tersebut. Pentingnya
akreditasi bagi pendidikan tinggi seringkali menjadi pencetus pelaksanaan Tracer
Study. Bila Tracer Study dilaksanakan atas kepentingan akreditasi saja, seringkali
pensurveian ini tidak optimal hasilnya, baik dari segi kuantitas responden maupun
hasil analisis.

Tracer Study merupakan studi yang semestinya dilakukan secara melembaga,


terstruktur dan dengan metodologi dan analisis yang tepat. Tracer Study yang
dilakukan secara terpusat, mendorong penyamarataan inovasi metodologi
pelaksanaan. Selain itu, sistem yang baik adalah sistem yang selalu mengkaji ulang
output sistem itu sendiri secara berkala.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


33
2.2.4 TRACER STUDY TIDAK DIGUNAKAN SEBAGAI EVALUASI PENDIDIKAN

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa sistem yang baik akan selalu
mengkaji ulang output sistem yang berkaitan. Salah satu tujuan dari pelaksanaan
Tracer Study adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi kepentingan
evaluasi pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan
dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi

Output dari survey Tracer Study mencakup informasi mengenai karir, status,
pendapatan, relevansi pengetahuan dan keterampilan serta kondisi studi dari
lulusan pendidikan tinggi. Informasi ini bila diolah lebih lanjut dapat memberikan
feedback yang tinggi bagi pendidikan tinggi. Akan tetapi Survey Tracer Study
seringkali dikesampingkan karena minimnya pengetahuan pihak pendidikan tinggi
mengenai survey ini.

2.2.5 KURANGNYA KESADARAN AKAN PENTINGNYA DATA RESPONDEN

Salah satu sumber analisis survey adalah data. Data memegang peranan yang
penting karena menentukan diterima atau ditolaknya suatu hipotesa. Data yang
dihimpun dalam Tracer Study adalah data perjalanan awal karir alumni. Data
tersebut diperoleh dari pengisian kuesioner oleh alumni yang bersangkutan.

Dalam proses pelaksanaan survey, alumni pada dasarnya memiliki hak untuk tidak
mengisi kuesioner. Alumni yang tidak mengisi kuesioner dapat diakibatkan oleh
beberapa hal, antara lain motivasi kurang, kesibukkan, atau kurangnya informasi
mengenai Tracer Study. Mengingat pentingnya responden dalam survey ini maka
peluang untuk alumni tidak mengisi kuesioner haruslah diperkecil.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


34
(sumber: Schomburg, 2011)

Grafik 2.2 Perolehan Data Responden dalam Tracer Study

Responden Tracer Study merupakan setiap individu di angkatan yang sedang


ditinjau dan telah berhasil lulus dari Pendidikan tinggi yang bersangkutan. Oleh
karena itu, kelulusan setiap alumni harus dipastikan dalam penelitian ini.
Pendistribusian kuesioner Tracer Study pada umumnya dilakukan melalui email.
Akan tetapi sulitnya mendapatkan email ter-update-dari alumni menjadi kendala
tersendiri untuk pelaksanaan survey ini. Oleh karena itu pengupdatean data kontak
alumni harus terus dilakukan secara berkala dalam penelitian ini. Surveyor sebagai
perpanjangan tangan Tracer Study ke alumni berperan penting dalam
pengupdatean data. Surveyor selain mengupdate data, bertugas untuk
menginformasikan tujuan dan manfaat Tracer Study ke alumni, sehingga alumni
yang dapat dihubungi oleh Tm Tracer Study termotivasi mengisi kuesioner.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


35
2.3 PROSPEK TRACER STUDY DI INDONESIA

2.3.1 BUDAYA BERBAGI DI INDONESIA

Dalam Tracer Study, informasi mengenai kondisi saat ini dari alumni dapat
diketahui (pekerjaan saat ini, gaji / penghasilan, nilai IP, dll). Informasi-informasi
yang didapatkan dari alumni ini umumnya bersifat personal yang bagi masyarakat
dunia adalah sangat rahasia.

Di Indonesia, informasi-informasi mengenai diri pribadi bukanlah menjadi sesuatu


hal yang ditutup-tutupi, terlebih kaitannya dengan hal-hal yang positif. Berbagi
sesuatu hal positif mengenai kondisi pribadi bagi masyarakat Indonesia adalah
sesuatu yang dapat dibanggakan.

Hubungannya dengan Tracer Study, dengan mudahnya masyarakat Indonesia


berbagi sesuatu hal maka dilihat dari sisi alumni perguruan tinggi akan membantu
mempermudah dalam proses pengisian kuesioner Tracer Study oleh alumni
(kuesioner Tracer Study umumnya menanyakan hal-hal yang sifatnya personal).
Apabila alumni tidak mempermasalahkan pengisian kuesioner Tracer Study ini
maka prospek untuk memperoleh data yang baik akan semakin mudah untuk
diperoleh.

2.3.2 TIDAK ADANYA UNDANG-UNDANG PRIVACY ACTS

Kuesioner dalam pelaksanaan Tracer Study bermaterikan pertanyaan mengenai


informasi personal alumni. Di beberapa Negara di dunia, informasi personal adalah
dilindungi dengan diberlakukannya undang-undang privacy acts. Adanya undang-
undang ini sedikitnya akan menghambat proses pelaksanaan Tracer Study

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


36
terutama terkait jumlah perolehan data mengingat tidak semua pribadi menyukai
untuk berbagi informasi personal.

Di Indonesia sendiri, undang-undang mengenai privacy acts ini belum ada. Hal ini
menjadikan celah bagi Tracer Study untuk dapat berkembang dan leading di
Indonesia, terlebih dengan dukungan budaya masyarakat Indonesia yang terbiasa
berbagi mengenai informasi pribadi.

2.3.3 IKATAN ALUMNI YANG KUAT

Pelaksanaan Tracer Study dapat dilaksanakan dengan target responden adalah


lulusan atau angkatan masuk (cohort atau entry of cohort) dari alumni perguruan
tinggi masing-masing. Di Indonesia, umumnya masing-masing perguruan tinggi
memiliki Ikatan Alumni. Ikatan alumni ini sebagian besar cukup kuat mengingat
sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang semenjak mereka sekolah
dasar hingga perguruan tinggi selalu membina hubungan angkatannya. Hingga saat
ini, hubungan angkatan dari kultur masyarakat Indonesia selalu terbina dengan
baik, hal ini tampak dengan rutinnya digelar acara reunian angkatan di sekolah-
sekolah, ataupun perguruan tinggi untuk tiap tahunnya.

Kuatnya ikatan alumni yang terbentuk karena faktor kultur budaya masyarakat
Indonesia ini menjadikan prospek yang baik bagi perkembangan Tracer Study.
Dikatakan baik karena dengan terbinanya ikatan alumni yang kuat akan
memudahkan dalam pencarian data kontak dari target responden Tracer Study
(alumni sering bertemu sehingga kontak baru dapat selalu ditanyakan dalam
pertemuan tersebut).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


37
2.3.4 PERANAN MEDIA SOSIAL DAN PERKEMBANGAN DUNIA INTERNET DI
INDONESIA

Salah satu faktor yang dapat menjadikan prospek berkembangnya Tracer Study di
Indonesia adalah peranan dari media sosial. Pada pembahasan sebelumnya dapat
diketahui bahwa salah satu kultur budaya masyarakat Indonesia adalah berbagi
hal-hal pribadi. Berbagi hal-hal pribadi bagi masyarakat Indonesia seringkali
dilakukan melalui peranan media sosial. Tercatat hingga tahun 2015 ini, persentase
aktivitas jejaring sosial Indonesia mencapai 88,1 juta jiwa berdasarkan Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Selain itu menurut APJII, pengguna
internet di Indonesia sekitar 87,4% mengakses internet untuk menggunakan
jejaring sosial. Akses media sosial yang umumnya sering digunakan ini adalah
facebook, twitter, whatsup, line dan blackberry messaging (BBM).

Peranan media sosial dalam pelaksanaan Tracer Study adalah membantu untuk
komunikasi dengan alumni yang menjadi target responden. Alumni yang aktif di
media sosial akan mudah dihubungi dan berkomunikasi untuk membantu
pengisian kuesioner Tracer Study atau update data kontak. Apabila alumni mudah
dihubungi dan berkomunikasi maka perolehan data diharapkan dapat cukup tinggi.

Peranan media sosial di Indonesia terhadap kelancaran proses pelaksanaan Tracer


Study cukup sentral dan akan semakin berkembang mengingat dunia internet di
Indonesia sendiri sedang dalam tahap perkembangan, mulai dari semakin
mudahnya akses internet di wilayah Indonesia, sarana untuk terhubung dengan
dunia internet yang semakin maju dan beragam serta mobile.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


38
BAB III
PROGRESS DAN PERKEMBANGAN TRACER STUDY ITB

3.1 PERJALANAN TRACER STUDY ITB

ITB menyelenggarakan Tracer Study sejak tahun 2010 hingga sekarang. Dalam
setiap penyelenggaraannya Tracer Study ITB mengalami transformasi dan
perkembangan. Perjalanan Tracer Study ITB tidak terlepas dari berbagai kendala
yang harus dihadapi. Segala kendala yang dihadapi ini merupakan bagian dari
transformasi dan perkembangan Tracer Study ITB.

Pada tahun 2010, Tracer Study dilakukan kepada Prodi tertentu yang dipilih
sebagai pilot studi Tracer Study 2010, yaitu Prodi Teknik Elektro, Prodi Arsitektur
dan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota. Target responden pda pelaksanaan
Tracer Study 2010 adalah alumni angkatan 2003, 2004 dan 2005. Kuesioner pada
Tracer Study 2010 dikirimkan melalui email attachment dengan pertanyaan
bersifat terbuka.

Tabel 3.1 Perjalanan Tracer Study ITB

Tahun Target
No Angkatan Teknik Pelaksanaan
Pelaksanaan Responden
2003, 2004, Penyebaran kuesioner melalui
1 2010 3 Prodi
2005 email attachment
2004, 2005, Penyebaran kuesioner melalui
2 2011 3 Prodi
2006 email attachment
3 2012 Semua Prodi 2004, 2005 Sistem kuesioner online
4 2013 Semua Prodi 2006 Sistem kuesioner online
5 2014 Semua Prodi 2007 Sistem kuesioner online
6 2015 Semua Prodi 2008 Sistem kuesioner online

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


39
Pada tahun 2011, Tracer Study kembali dilaksanakan dengan target responden
alumni angkatan 2004, 2005 dan 2006. Pada tahun ini, Tracer Study dilakukan
kepada tiga Prodi yang dipilih oleh Divisi Tracer Study ITB, yaitu Prodi Matematika,
Prodi Teknik Fisika dan Prodi Teknik Kimia. Kuesioner pada Tracer Study 2011
dikirimkan melalui email attachment dengan pertanyaan bersifat terbuka.

3000
2828 2821
2500 2665 2648 2612
2500
2268
2000 1902
1500
1239
1000 899
500
0
2012 2012 2013 2014 2015
(Angkatan (Angkatan (Angkatan (Angkatan (Angkatan
2004) 2005) 2006) 2007) 2008)

Grafik 3.1 Total Responden Tracer Study ITB

Tahun 2012, Tracer Study dilakukan kepada seluruh mahasiswa ITB yang masuk
pada tahun 2004 dan 2005. Pada tahun ini, Tracer Study mulai dilaksanakan
kepada seluruh Prodi ITB serta dilakukan secara online, menggunakan kuesioner
online. Sistem online (kuesioner) yang dijalankan oleh Tim Tracer Study ITB
menggunakan sistem yang dikembangkan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan
ITB. Jumlah data yang diperoleh untuk angkatan 2004 adalah sebanyak 899 orang
(33,7%) dari total alumni 2665 orang. Sementara untuk angkatan 2005 diperoleh
data sebanyak 1239 orang (49,56%) dari total alumni 2500 orang.

Tahun 2013, Tracer Study dilaksanakan dengan target responden adalah alumni ITB
angkatan 2006 untuk semua Prodi ITB. Pada tahun ini perbaikan terhadap sistem,
sumber daya dan metode pelaksanaan dilakukan oleh Tim Tracer Study ITB.
Kuesioner online yang berjalan disempurnakan dan disesuaikan dengan kebutuhan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


40
ITB untuk tahun 2013. Pada tahun ini adalah awal dari stabilitas pelaksanaan
Tracer Study ITB. Jumlah data yang diperoleh mengalami peningkatan signifikan,
yaitu sebanyak 1902 orang (72%) dari total alumni 2648 orang.

Tahun 2014, Tracer Study dilaksanakan dengan target responden adalah alumni ITB
angkatan 2007 untuk semua Prodi ITB. Pada tahun ini sistem kembali mendapat
perbaikan, sumber daya semakin ditingkatkan dan metode pelaksanaan diperbaiki.
Pada tahun ini, kuesioner yang digunakan kembali menggunakan sistem online.
Jumlah data yang diperoleh pada tahun ini kembali mengalami peningkatan, yaitu
sebesar 80% (2268 orang dari total alumni 2828 orang).

Pada penyelenggaraan Tracer Study ITB tahun 2015 yang menjadi target
responden adalah angkatan 2008. Jumlah Prodi untuk angkatan 2008 bertambah
sebanyak 1 sehingga total Prodi yang diikutsertakan pada penyelenggaraan Tracer
Study ITB 2015 adalah 38 Prodi. Pada tahun ini pengaturan dan penentuan
surveyor semakin dikembangkan. Total sebanyak 41 orang surveyor dari 38 Prodi
dilibatkan. Pada tahun 2015 ini, sistem kuesioner yang digunakan tetap
menggunakan sistem kuesioner online dengan adanya penambahan item
pertanyaan mengenai Tahapan Persiapan Bersama (TPB). Website Tracer Study ITB
mengalami perombakan total sehingga dari sisi tampilan jauh lebih elegan serta
mudah untuk di akses dan digunakan, baik oleh Tim Sekretariat Tracer Study ITB
ataupun surveyor. Jumlah data yang diperoleh pada tahun ini sebesar 92% (2612
orang dari total alumni 2821 orang).

3.2 PRODUK TRACER STUDY ITB

Hasil Tracer Study pada umumnya memberikan gambaran mengenai kondisi


alumni pada saat ini. Hasil-hasil yang diperoleh pada penyelenggaraan Tracer Study

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


41
dapat disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan dalam berbagai bentuk
format penyajian. Format penyajian yang umum digunakan adalah berupa buku
report ataupun slide presentasi.

ITB Career Center sebagai salah satu penyelenggara Tracer Study di Indonesia
selalu menyampaikan hasil-hasil dari Tracer Study ITB kepada para pemangku
jabatan di ITB. Format yang selalu digunakan dalam penyampaian hasil-hasil Tracer
Study ITB adalah buku report dan slide presentasi (pdf).

Buku Report Tracer Study ITB

Buku report yang dicetak oleh tim Tracer Study ITB memuat tidak hanya hasil dari
penyelenggaraan Tracer Study saja namun juga pembahasan mengenai konsep
Tracer Study, perkembangan Tracer Study, metodologi Tracer Study, kendala dalam
pelaksanaan Tracer Study dan hal-hal lainnya terkait Tracer Study. Pada awalnya,
pembuatan buku report hanya sekedar laporan mengenai hasil penyelenggaraan
Tracer Study ITB. Namun dengan semakin berkembangnya Tracer Study ITB dan
kebutuhan akan pentingnya peran Tracer Study bagi perguruan tinggi maka Tim
Tracer Study ITB mengubah format buku laporan dengan memberikan tambahan
mengenai wawasan mengenai Tracer Study, khususnya untuk kasus di Indonesia.
Perubahan format buku laporan ini dimulai sejak penyelenggaraan Tracer Study ITB
tahun 2013.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


42
Fitur Website Tracer Study ITB

Beberapa produk lainnya sebagai hasil dari penyelenggaraan Tracer Study ITB
antara lain, ITB memiliki website khusus mengenai Tracer Study yang pada awalnya
hanya dibuat sebagai wadah bagi sistem kuesioner online Tracer Study ITB namun
kini memiliki fitur tambahan untuk download laporan-laporan hasil Tracer Study
ITB yang dapat diakses oleh umum serta sumber referensi terkait Tracer Study baik
berupa artikel atau paper.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


43
3.3 PERKEMBANGAN TRACER STUDY ITB

Tracer Study ITB telah diselenggarakan sejak tahun 2010 hingga sekarang. Selama
hampir lebih dari 5 tahun penyelenggaraan, Tracer Study ITB mengalami berbagai
macam perkembangan, mulai hasil perolehan response rate, jumlah surveyor,
website dan fasilitas penunjang lainnya.

Hasil response rate penyelenggaraan Tracer Study ITB sejak dilaksanakan secara
menyeluruh pada tahun 2012 hingga 2015 selalu mengalami peningkatan. Pada
tahun 2012 memperoleh pencapaian sebesar 34% (angkatan 2004) dan 50%
(angkatan 2005), kemudian tahun 2013 untuk pertama kalinya mencapai diatas
50%, yaitu sebesar 72%. Pada tahun 2014 hasil response rate tidak mengalami
kemunduran tapi tetap meningkat hingga 80% dan pada penyelenggaraan Tracer
Study ITB 2015 telah berhasil memperoleh response rate hingga 92%.

Dari sisi perkembangan surveyor, pada tahun 2010 hingga 2011 Tim Tracer Study
ITB hanya mengikutsertakan surveyor sebanyak total 6 orang (Prodi yang
dilibatkan hanya 6). Pada tahun 2012 sejak dilaksanakan secara menyeluruh,
jumlah surveyor yang dilibatkan disesuaikan dengan jumlah Prodi ITB (total 72
orang, masing-masing Prodi 1 surveyor). Tahun 2012 jumlah surveyor yang
digunakan cukup banyak dikarenakan target responden pada penyelenggaraan
Tracer Study ITB 2012 adalah 2 angkatan. Tahun 2013 jumlah surveyor yang
digunakan masih disesuaikan dengan jumlah Prodi ITB, total sebanyak 36 orang.
Pada tahun 2014, penentuan jumlah surveyor mengalami perubahan dikarenakan
adanya masukan dari surveyor terdahulu yang merasakan beban kerjanya terlalu
berat mengingat jumlah alumni dalam satu angkatan di Prodi mereka jumlahnya
lebih besar. Berdasarkan masukan tersebut maka Tim Tracer Study ITB
menetapkan untuk Prodi yang memiliki jumlah alumni pada satu angkatan lebih
dari 100 orang maka surveyor yang ditunjuk ada sebanyak 2 orang. Total jumlah
surveyor yang diikutsertakan pada penyelenggaraan Tracer Study ITB 2014 ada

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


44
sebanyak 46 orang. Pada tahun 2015 penentuan jumlah surveyor kembali
mengalami perubahan. Perubahan ini lebih dikarenakan berdasarkan pengamatan
Tim Tracer Study ITB di lapangan, jumlah 2 orang surveyor untuk Prodi tertentu
dianggap tidak efektif. Berkaca pada kondisi ini maka pada penyelenggaraan Tracer
Study ITB 2015 jumlah surveyor disesuaikan dengan kebutuhan dan efektifitas
sehingga total yang dilibatkan adalah sebanyak 41 orang.

Selama kurang lebih 5 tahun penyelenggaraan Tracer Study ITB, Tim Tracer Study
ITB telah mengembangkan sistem IT (Information Technology) sendiri. Sistem IT
yang dikembangkan antara lain terkait server, sistem kuesioner dan website Tracer
Study ITB. Untuk sistem kuesioner pada awal penyelenggaraan Tracer Study ITB
(2010-2011), kuesioner yang digunakan adalah berupa softcopy yang dikirimkan
melalui email attachment kepada seluruh alumni. Pada tahun 2012 Tracer Study
ITB mulai menggunakan sistem kuesioner online. Pada tahap perencanaan, sistem
kuesioner yang digunakan adalah menggunakan QTAFI. Namun dalam prosesnya
sistem ini terkendala gangguan teknis dan sulitnya dalam pemecahan solusi.
Kondisi ini mengakibatkan Tim Tracer Study ITB berinisiatif untuk mengembangkan
sistem kuesioner sendiri. Pengembangan sistem kuesioner ini dimulai sejak tahun
2012. Sejak tahun tersebut sistem kuesioner online Tracer Study ITB selalu
dikembangkan tiap tahunnya. Kini akses kuesioner online Tracer Study ITB dapat
dilakukan hanya dengan perangkat mobile (HP, smartphone). Selain
mengembangkan sistem kuesioner online, Tim Tracer Study ITB pun turut
mengembangkan website resmi Tracer Study ITB. Awalnya website ini dibuat untuk
keperluan pengisian kuesioner online oleh alumni. Namun seiring perkembangan
Tracer Study ITB, kini website Tracer Study ITB memiliki berbagai fitur semisal
download laporan-laporan Tracer Study ITB sejak 2010-2015, publikasi artikel
terkait Tracer Study (sumber referensi Tracer Study) serta sebagai alat kontrol yang
digunakan oleh surveyor ketika memantau perkembangan pada penyelenggaraan
Tracer Study ITB.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


45
3.4 KENDALA DALAM TRACER STUDY ITB

Penyelenggaraan Tracer Study ITB selama 5 tahun berjalan bukan tanpa kendala
yang menghampiri. Dalam setiap periode nya Tim Tracer Study ITB kerap menemui
hambatan dalam berbagai hal. Namun seiring bertambahnya pengalaman dalam
penyelenggaraan Tracer Study, berbagai hambatan yang menghampiri ini mampu
untuk diselesaikan.

Pada tahun awal penyelenggaraan Tracer Study ITB untuk pertama kalinya, yaitu
pada tahun 2010, kendala utama yang terlihat Tim Tracer Study ITB dalam
persiapan adalah mengenai kesiapan database target responden. Tim Tracer Study
ITB melihat bahwa akan sulit mengumpulkan database target responden apabila
hanya bergantung kepada data alumni yang dimiliki oleh Direktorat Pendidikan
(Dirdik) dan Prodi ITB saja. Hal ini mengingat bahwa data yang diperoleh, baik dari
Dirdik ataupun Prodi, memiliki validasi tidak lebih dari 50%. Validasi dinilai rendah
karena umumnya nomor kontak dan alamat email dari alumni sudah banyak yang
berubah (database terakhir yang mungkin dimiliki adalah data saat alumni
menjalani wisuda, yaitu dua tahun sebelum mereka di survey). Melihat kesulitan
dalam usaha memperoleh database ini, Tim Tracer Study ITB melakukan inovasi
dengan metode penggunaan surveyor. Surveyor yang merupakan teman
seangkatan dari alumni yang menjadi target responden terbukti menjadi salah satu
solusi dalam memperbesar validasi database awal Tracer Study ITB. Selama kurang
lebih 5 tahun penyelenggaraan Tracer Study ITB, surveyor selalu mampu untuk
memberikan validasi database target responden hingga mendekati 100%.

Pada tahun 2010-2012, Tim Tracer Study ITB sempat mengalami kendala terkait
sistem kerja penyelenggaraan Tracer Study. Pada 3 tahun pertamanya, Tim Tracer
Study ITB belum memiliki anggota tetap yang bekerja fulltime untuk penelitian ini
(umumnya sumberdaya yang ada merupakan mahasiswa yang bekerja paruh
waktu). Kondisi ini menjadi kendala mengingat bagi mahasiswa paruh waktu

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


46
pembagian waktu untuk bekerja dan kuliah tidak sesuai dengan rencana kerja yang
telah ditetapkan (jadwal kuliah yang berubah turut berpengaruh). Rencana kerja
yang tidak berjalan sesuai rencana menjadikan kesulitan dalam berjalannya
penyelenggaraan Tracer Study yang diharapkan. Mengatasi kondisi ini, Tim Tracer
Study ITB sejak awal tahun 2013 mempekerjakan tenaga ahli yang bekerja secara
fulltime. Hingga tahun 2015 ini, Tim Inti Tracer Study ITB terdiri dari 4 orang
dengan formasi; 1 orang peneliti utama, 1 orang asisten peneliti dan 2 orang
admin.

Kendala dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB yang cukup signifikan salah
satunya adalah dalam penggunaan sistem kuesioner. Pada awalnya Tim Tracer
Study ITB menggunakan metode pengiriman kuesioner melalui email attachment
ke seluruh alumni yang menjadi target responden. Namun dikarenakan potensi
tidak kembalinya kuesioner yang cukup besar maka Tim Tracer Study ITB beralih
dengan menggunakan sistem kuesioner online. Semula sistem kuesioner online
yang hendak digunakan adalah menggunakan QTAFI. Namun kesulitan dalam
menerapkan sistem serta kendala teknis lainnya maka Tim Tracer Study ITB
memutuskan untuk mengembangkan sendiri sistem kuesioner online ini dengan
bantuan dari alumninya sendiri. Salah satu pertimbangan Tim Tracer Study ITB
ketika memutuskan untuk mengembangkan sendiri sistem kuesioner online adalah
fleksibilitas dalam menyusun kuesioner itu sendiri tanpa harus bergantung pada
pihak lain. Selama kurang lebih 5 tahun penyelenggaraan Tracer Study ITB, sistem
kuesioner online Tracer Study ITB telah mengalami banyak perkembangan.

Beberapa kendala lainnya yang muncul selama penyelenggaraan Tracer Study ITB
antara lain penentuan SOP (Standard Operation Procedures) surveyor, bugs pada
sistem website Tracer Study ITB serta dana. Terkait dana, awalnya Tim Tracer Study
ITB kesulitan dalam penarikan dana operasional. Namun seiring dengan hasil-hasil
yang dikeluarkan dari penyelenggaraan Tracer Study ITB dalam setiap bentuk

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


47
laporan, kini tanpa harus mengajukan dana Tracer Study ITB sudah memiliki alokasi
sendiri. Untuk SOP surveyor, Tim Tracer Study ITB pernah terkendala mengenai
kinerja dari surveyor itu sendiri. Semula penentuan surveyor didasarkan pada siapa
yang bersedia langsung diangkat menjadi surveyor. Namun metode ini menjadikan
totalitas kerja surveyor tidak muncul sehingga penentuan surveyor dilakukan
perubahan. Dasar penentuan calon surveyor kini adalah mengacu pada
rekomendasi teman seangkatan, masukan dari surveyor terdahulu atau dosen dari
Prodi yang bersangkutan. Kendala yang selalu muncul untuk setiap tahun
penyelenggaraan Tracer Study ITB adalah website. Kendala pada website pada
umumnya adalah bugs pada sistem. Sebagai informasi, website Tracer Study ITB
setiap tahunnya selalu dikembangkan dan pada tahun 2014 yang lalu website
Tracer Study ITB sempat mengalami perombakan total dari segi konten dan
tampilan. Perombakan sistem akan disertai pula bugs pada sistem tersebut.
Namun Tim Tracer Study ITB tidak pernah berhenti untuk selalu mengembangkan
sistem tersebut. Hingga tahun 2015 ini, website Tracer Study ITB dapat digunakan
lebih fleksibel (bahkan pengisian kuesioner online dapat dilakukan dengan
menggunakan handphone).

Pada umumnya dalam setiap penyelenggaraan Tracet Study ITB, Tim Tracer Study
ITB selalu mendapatkan kendala-kendala baru. Namun seiring keinginan untuk
berkembang, kendala-kendala tersebut selalu diusahakan untuk dicarikan solusi
sehingga perkembangan Tracer Study ITB dapat selalu berjalan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


48
BAB IV
KELEBIHAN & KEKURANGAN ANTARA COHORT DAN
ENTRY OF COHORT SEBAGAI TARGET RESPONDEN

4.1 PENDAHULUAN

Tracer Study telah dilaksanakan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia


sebagai kebutuhan akan pentingnya umpan balik dari para alumni untuk perbaikan
sistem dan pengelolaan pendidikan. Pelaksanaan Tracer Study yang berjalan di
Indonesia umumnya menggunakan metodologi yang sama. Namun, untuk
beberapa kasus pelaksanaan Tracer Study di Indonesia dari sisi metodologi
terdapat perbedaan dalam pendekatan penentuan target responden.

Pada saat ini di Indonesia secara umum terdapat dua pendekatan dalam
penyelenggaraan Tracer Study jika dilihat dari target responden. Pertama adalah
menggunakan cohort, dan kedua dengan entry of cohort sebagai target responden.
Kedua pendekatan ini dapat dilakukan untuk memperoleh response rate yang
baik/tinggi dengan syarat/kriterianya masing-masing.

Cohort secara definisi adalah kumpulan dari orang-orang (grup/kelompok). Dalam


Tracer Study, cohort merupakan pendekatan dalam penyelenggaraan Tracer Study
yang menentukan target responden berdasarkan pada tahun lulusan. Tahun
lulusan yang umum digunakan pada pendekatan cohort adalah 2 tahun setelah
lulus. Pendekatan menggunakan cohort pada penyelenggaraan Tracer Study secara
umum sudah digunakan oleh sebagian besar perguruan tinggi di dunia. Di
Indonesia sendiri penggunaan cohort pada penyelenggaraan Tracer Study
dilakukan oleh sebagian besar perguruan tinggi.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


49
Entry of cohort merupakan pendekatan lainnya dalam penyelenggaraan Tracer
Study yang menentukan target responden berdasarkan pada tahun masuk
(angkatan). Pada entry of cohort, tahun lulus dari target responden berada pada
rentang 1-3 tahun. Pendekatan dengan menggunakan entry of cohort pada Tracer
Study tergolong baru untuk digunakan oleh perguruan tinggi di dunia, khususnya
Indonesia. Pendekatan entry of cohort sejauh ini di Indonesia baru digunakan oleh
Institut Teknologi Bandung.

Kedua pendekatan dalam menentukan target responden, baik cohort dan entry of
cohort, pada dasarnya merupakan pendekatan yang sama baiknya dalam usaha
untuk memperoleh response rate yang tinggi. Namun dalam penerapannya,
keduanya membutuhkan diskusi lebih lanjut mengingat kedua pendekatan ini
memiliki syarat dan kriterianya masing-masing. Kedua pendekatan ini pun dalam
implementasinya masing-masing telah menciptakan dikotomi dikarenakan hasil
perolehan data dianggap tidak dapat diperbandingkan karena dua pendekatan
inipun sudah berbeda dari penentuan target responden.

Dikotomi antara cohort dan entry of cohort muncul dikarenakan tidak adanya
ketetapan (aturan baku) yang menyatakan bahwa target responden telah lulus
berapa tahun. Cohort pada umumnya menggunakan lulusan 2 tahun sesudah lulus
sedangkan entry of cohort menggunakan lulusan pada rentang 1-3 tahun setelah
lulus. Apabila diperhatikan lebih jauh, penggunaan cohort sebenarnya
menggunakan rentang waktu tertentu juga. Pada tahun lulusan 2 tahun setelah
lulus berarti menggunakan target responden (alumni) yang lulus di bulan mei, juli
dan oktober (untuk study kasus ITB). Hingga saat ini acuan standar dalam
penentuan target responden adalah berdasar rentang 1-3 tahun setelah lulus
untuk Indonesia dan 1-2 tahun setelah lulus untuk dunia (UNITRACE). Dengan
adanya acuan dan pemahaman lebih tentang cohort dan entry of cohort maka
seharusnya dikotomi yang muncul ini tidak harus menjadi suatu masalah.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


50
Bab ini pada dasarnya bertujuan mendiskusikan secara detail mengenai dua
pendekatan cohort dan entry of cohort sebagai penentuan target responden.
Pembahasan detail dua pendekatan ini sekaligus berusaha menjawab pertanyaan-
pertanyaan seperti: (i)Apakah dengan pendekatan entry of cohort membutuhkan
biaya yang lebih besar dalam penyelenggaraannya?, (ii)Apakah pendekatan entry
of cohort sebagai target responden tidak berguna pada skala nasional?,
(iii)Apakah pendekatan cohort dan entry of cohort datanya tidak dapat
diperbandingkan?, (iv)Perlukah dikotomi terhadap dua pendekatan cohort dan
entry of cohort?. Pada akhir pembahasan, pendekatan/metode mana yang akan
digunakan dapat disesuaikan dengan keadaan/kondisi masing-masing
penyelenggara Tracer Study. Diharapkan pula pada akhirnya dikotomi mengenai
keharusan penggunaan salah satu pendekatan dalam penentuan target responden
pada Tracer Study tidak perlu tercipta.

4.2 METODOLOGI

Pada bab ini pembahasan secara lebih rinci mengenai dua metode pendekatan
target responden pada penyelenggaraan Tracer Study, yaitu cohort dengan entry of
cohort, akan disajikan/diperbandingkan. Bentuk penyajian/perbandingan diantara
cohort dan entry of cohort ini selain dengan penjelasan akan ditampilkan juga
dalam bentuk tabel perbandingan berdasarkan kriteria yang muncul pada kedua
metode pendekatan ini.

4.2.1 PERBANDINGAN COHORT DAN ENTRY OF COHORT

Penyelenggaraan Tracer Study di Indonesia telah memunculkan dikotomi diantara


dua pendekatan penentuan target responden, yaitu antara cohort dengan entry of

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


51
cohort. Dikotomi ini muncul seiring tidak adanya aturan baku mengenai keharusan
penggunaan target responden terkait tahun lulusan. Namun, pada dasarnya kedua
pendekatan ini dikatakan sama baiknya dalam strategi mencapai response rate
yang tinggi. Lebih jauh mengenai kedua pendekatan ini, kriteria dan syaratnya
masing-masing, akan dijelaskan disini.

A. Tracer Study Dengan Cohort Sebagai Target Responden

Cohort merupakan pendekatan dalam penyelenggaraan Tracer Study yang


menentukan target responden berdasarkan pada tahun lulusan. Tahun lulusan
yang digunakan pada cohort adalah dalam rentang 1-3 tahun (sumber:Illah Sailah,
2011) atau 1-2 tahun (sumber:Schomburg, 2011) setelah lulus. Tahun lulusan yang
umum digunakan pada pendekatan cohort di Indonesia adalah 2 tahun setelah
lulus. Schomburg dalam Handbook for Graduate Tracer Studies menyarankan bagi
institusi yang menyelenggarakan Tracer Study pertama kali, sebaiknya jumlah
cohort disertakan adalah sebanyak 4. Namun setelahnya, pelaksanaan Tracer Study
sebaiknya cukup menggunakan 1 cohort dalam 1 tahun.

Penyelenggaraan Tracer Study menggunakan cohort umumnya dilaksanakan


selama 1 tahun. Kondisi ini sesuai dengan tahapan graduate survey menurut
Schomburg dalam Handbook for Graduate Tracer Studies, yang membagi 3
tahapan pelaksanaan survey, yaitu Concept & Instrument Development, Data
Collection dan Data Analysis & Report Writing, dengan masing-masing waktu
pelaksanaan dari tahapan tersebut adalah 4 bulan (total 12 bulan).

Cohort sebagai pendekatan dalam penentuan target responden merupakan


langkah awal dalam penyelenggaraan Tracer Study, dalam hal ini sebagai database.
Database umumnya diperoleh dari hasil pendataan alumni saat melaksanakan
wisuda. Data yang diperoleh dari data wisuda ini digabung dengan data alumni
saat mendaftar ke perguruan tinggi pertama kali untuk saling melengkapi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


52
kekurangannya. Untuk beberapa perguruan tinggi, database ini umumnya
ditambahkan pula dengan database yang diperoleh dari masing-masing Direktorat
Pendidikan (Dirdik).

Penyelenggaraan Tracer Study dengan cohort sebagai target responden


menggunakan cara-cara seperti email blast, SMS blast, kontak by telephone dan
interview sebagai langkah memperoleh respond rate yang tinggi. Cara-cara yang
digunakan ini umumnya dalam pelaksanaan memiliki aturan baku dalam setiap
langkah penggunaannya, misal bahasa yang digunakan adalah bahasa dan kalimat
yang baku/formal. Frekuensi penggunaan email blast, SMS blast, kontak by
telephone dan interview umumnya diatur sesuai acuan yang sudah ditentukan
pula, misal kontak pertama dengan alumni dilakukan di minggu pertama
pelaksanaan Tracer Study sementara kontak kedua dilakukan 7 hari setelahnya
kemudian kontak ketiga dilakukan 7 hari setelah kontak kedua dan seterusnya
sesuai dengan jumlah frekuensi maksimal yang telah ditentukan.

Penyelenggaraan Tracer Study dengan menggunakan pendekatan cohort dalam


penentuan target responden umumnya digunakan oleh perguruan tinggi di dunia
(sebagian besar Negara eropa yang tergabung dalam UNITRACE). Di Indonesia
sendiri, perguruan tinggi yang sudah melaksanakan Tracer Study dengan
menggunakan cohort adalah Universitas Indonesia (berpengalaman lebih dari 5
tahun), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB)
dan sebagian besar universitas yang sudah mulai menyelenggarakan Tracer Study.

B. Tracer Study Dengan Entry of Cohort Sebagai Target Responden

Penyelenggaraan Tracer Study sebagian besar telah dilaksanakan di berbagai


perguruan tinggi di dunia, Indonesia khususnya dengan menggunakan pendekatan
cohort sebagai target responden. Dari seluruh penyelenggaraan Tracer Study ini,
persoalan utama yang muncul adalah minimnya jumlah response rate. Saat ini

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


53
response rate sebesar 50% sudah dikatakan baik, padahal jumlah ini hanya
menggambarkan setengah dari karakteristik dan profil responden. Didasari dari
permasalahan ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu
penyelenggara Tracer Study berusaha untuk memecahkan masalah peningkatan
response rate ini. Salah satu langkah pendekatan yang dilakukan oleh ITB adalah
dengan menggunakan entry of cohort sebagai target responden. Alasan mendasar
penggunaan entry of cohort karena melihat pada kondisi dari ITB itu sendiri. Di ITB,
kedekatan di angkatan merupakan kultur yang sudah terbentuk sejak awal alumni
masuk perguruan tinggi dan berkembang serta mengikat saat menjalani ospek dan
perkuliahan, hal ini terbawa hingga ketika mereka lulus nanti hingga bekerja dan
sampai saat ini.

(dikembangkan dari INCHER - Schomburg)

Grafik 4.1 Waktu Pelaksanaan Tracer Study

Entry of cohort merupakan salah satu pendekatan dalam penentuan target


responden pada penyelenggaraan Tracer Study berdasar pada tahun angkatan
masuk perguruan tinggi.. Jumlah angkatan yang digunakan pada pendekatan ini
adalah sebanyak satu angkatan untuk setiap tahunnya. Sementara itu, tahun
lulusan yang digunakan pada pendekatan entry of cohort adalah rentang 1-3 tahun
setelah lulus. Rentang 1-3 tahun ini pada dasarnya sudah sesuai dengan ketentuan
yang tertuang pada panduan Tracer Study Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
(Dirjen Dikti) yang disampaikan Ibu Illah Sailah pada 2011.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


54
Grafik 4.2 Teknik Penentuan Angkatan Sebagai Target Responden (1)

Penentuan angkatan dalam pendekatan entry of cohort sebagai target responden


pada penyelenggaraan Tracer Study diperlukan suatu perencanaan yang matang.
Langkah pertama menentukan angkatan tetap mengacu pada rentang 1-3 tahun
setelah lulus. Misalkan Tracer Study dilaksanakan pada tahun 2013 maka
berdasarkan acuan rentang tahun kelulusan angkatan yang digunakan sebagai
target responden adalah angkatan 2005. Perhitungannya adalah angkatan 2006
lulus kuliah pada tahun 2010 apabila tepat waktu. Di ITB, alumni 2006 yang
mengalami keterlambatan kelulusan umumnya sekitar 1-2 tahun. Alumni yang
terlambat lulus hingga 3 tahun akan sangat jarang bahkan hampir tidak ada
mengingat mereka yang terlambat hingga 3 tahun ini umumnya memiliki
permasalahan yang terjadi dikarenakan alasan kesehatan atau hal khusus lainnya.
Batas waktu studi bagi mahasiswa ITB sendiri adalah selama 6 tahun.

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan apabila Tracer Study dilaksanakan


pada tahun 2013 maka angkatan yang paling tepat dijadikan target responden
adalah angkatan 2005. Angkatan 2006 apabila lulus tepat waktu pada tahun 2010
maka saat menjadi target responden di tahun 2013 mereka sudah lulus 3 tahun.
Alumni 2006 yang lulus pada tahun 2011 dianggap sudah 2 tahun menjalani

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


55
kelulusan dan mereka yang lulus pada tahun 2012 berarti telah lulus selama 1
tahun. Jika dikembalikan kepada acuan rentang 1-3 tahun kelulusan dalam
panduan pelaksanaan Tracer Study di Indonesia maka gambaran singkat diatas
adalah masih sesuai.

Grafik 4.3 Teknik Penentuan Angkatan Sebagai Target Responden (2)

Teknik penentuan angkatan pada tahun-tahun berikutnya penyelenggaraan Tracer


Study adalah sama. Penyelenggaraan Tracer Study pada tahun 2014 akan
menggunakan angkatan tahun 2007 sementara pada tahun 2015 angkatan yang
digunakan sebagai target responden adalah alumni 2007. Hal yang perlu
diperhatikan disini adalah teknik apapun yang digunakan dalam penentuan
angkatan ini pada dasarnya tetap mengacu pada rentang. Pada pembahasan
sebelumnya pun dapat diperhatikan bahwa pada pendekatan cohort pun
menggunakan rentang dalam menentukan target respondennya. Hal yang
membedakan keduanya hanya terletak pada beda rentang. Untuk angkatan
menggunakan rentang tahun sementara lulusan pada rentang bulan periode
wisuda.

Pendekatan entry of cohort dalam penyelenggaraan Tracer Study merupakan


inovasi yang coba dikembangkan ITB mengingat pendekatan cohort sejauh ini

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


56
sangat sulit untuk memperoleh response rate lebih besar dari 50% (S1).
Penyelenggara Tracer Study yang memanfaatkan pendekatan entry of cohort
sejauh ini baru ITB yang melaksanakannya. Alasan ITB menggunakan dan
mengembangkan pendekatan entry of cohort dalam penentuan target responden
Tracer Study antara lain; (i)ITB berusaha memanfaatkan networking yang sudah
terbentuk di lingkungan alumni (S1) sejak mereka masuk perguruan tinggi,
(ii)masyarakat indonesia memiliki budaya untuk berbagi, (iii)pengguna internet
(media sosial) di Indonesia jumlahnya cukup tinggi, (iv)mencari terobosan baru
dalam pelaksanaan Tracer Study guna mengatasi kesulitan yang muncul dalam
meningkatkan response rate.

Grafik 4.4 Teknik Penentuan Angkatan Sebagai Target Responden (3)

Penyelenggaraan Tracer Study menggunakan pendekatan entry of cohort dalam


penentuan target responden berdasarkan pada pengalaman ITB cukup
dilaksanakan selama 3 bulan. Rentang waktu selama 3 bulan ini digunakan hanya
untuk pengambilan data. Untuk waktu keseluruhan mulai tahapan persiapan
hingga reporting membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan (ITB Exp).

Penyelenggaraan Tracer Study menggunakan pendekatan entry of cohort sangat


disarankan menggunakan surveyor. Surveyor merupakan alumni yang dipilih

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


57
berdasarkan perwakilan angkatan dari masing-masing program studi dan
merupakan rekomendasi dari teman seangkatannya. Surveyor ini tergabung dalam
struktur organisasi penyelenggara Tracer Study dan merupakan bagian dari tim
besar.

Peranan surveyor dalam penyelenggaraan Tracer Study sangat besar, terutama


kaitannya dengan usaha meningkatkan response rate. Peran-peran surveyor
berdasarkan pengalaman ITB antara lain; (i)membantu dalam kelengkapan dan
validasi database responden, (ii)mendorong dan mengajak teman seangkatannya
untuk mengisi kuesioner, (iii)membantu memberikan penjelasan mengenai Tracer
Study kepada teman-teman seangkatannya, (iv)membantu dalam kinerja,
memberikan masukan serta evaluasi kepada tim sekretariat baik sebelum, saat dan
sesudah pelaksanaan Tracer Study.

Pada bahasan sebelumnya diketahui bahwa para penyelenggara Tracer Study


memperoleh database responden/alumni dari dua hingga tiga sumber, yaitu
pendataan saat pertama kali masuk perguruan tinggi, pendataan saat akan wisuda
serta data alumni yang dimiliki oleh direktorat pendidikan (Dirdik) masing-masing.
Permasalahan utama dari data yang diperoleh ini adalah validasi dari database
sangat kecil. Validasi ini kecil karena data yang diperoleh dari ketiga sumber ini
tidak mendapat pembaharuan semenjak alumni lulus kuliah (Tracer Study
dilaksanakan bagi alumni yang telah 1-3 tahun lulus). Validasi database yang kecil
akan semakin menyulitkan untuk memperoleh response rate yang tinggi.

Pada pendekatan entry of cohort kondisi diatas dapat teratasi dengan


pemanfaatan peran surveyor. Surveyor sebagai teman seangkatan tentunya
memiliki database teman-teman seangkatannya yang lebih update. Update
database dari surveyor menjadikan validasi yang sangat besar (ITB Exp mendekati
100%) sehingga memungkinkan untuk membantu memperoleh response rate yang
tinggi pada pelaksanaan Tracer Study.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


58
Potensi-potensi yang dimiliki Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai
pendekatan dalam usaha meningkatkan response rate Tracer Study adalah seperti
budaya sharing dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengakses internet.
Bagi masyarakat Indonesia, budaya sharing, terlebih berbagi informasi yang lebih
rinci tentang kondisi personal, merupakan bagian dari usaha membangun
keakraban antar individu. Semakin detail informasi yang diberikan maka semakin
erat hubungan antar satu individu dengan individu yang lain. Di sisi lain,
masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mengakses internet. Berdasarkan
keterangan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2014 dari
252 juta jiwa penduduk Indonesia sekitar 87.1 juta jiwa tercatat menggunakan
internet. Dari total pengguna ini, 86.4% menggunakan internet untuk mengakses
media sosial (source:Ansyari & Tri Haryanto, 2015). Sementara di tahun 2015, dari
254.5 juta jiwa penduduk Indonesia sebanyak 72.7 juta jiwa adalah pengguna aktif
internet dan 72 juta diantaranya menggunakan internet untuk mengakses media
sosial.

Fakta-fakta yang disebutkan di atas merupakan gambaran umum dari pola


kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya alumni/lulusan perguruan tinggi di
Indonesia. Kaitan fakta-fakta ini dengan Tracer Study adalah untuk membantu tim
penyelenggara menemukan suatu langkah yang dapat dimanfaatkan dan
mendukung sebagai cara meningkatkan response rate. Berdasar pada fakta-fakta
ini pula, ITB sebagai penyelenggara Tracer Study menerapkan pendekatan entry of
cohort dalam penentuan target responden yang dianggap mendukung kondisi
diatas karena memiliki konsep procedural yang tidak hanya bersifat structural dan
formal saja namun juga cultural dan informal.

Structural dan cultural memiliki maksud bahwa Tracer Study dilaksanakan tidak
saja berdasar pada/sesuai dengan ketentuan yang berlaku namun juga
memperhatikan/memanfaatkan budaya yang berlaku. Pemanfaatan budaya yang

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


59
berlaku ini sangat berarti karena dapat menjadi factor penentu dalam
meningkatkan response rate. Sebagai contoh, di beberapa Negara yang cukup
kental dengan adanya privacy acts maka response rate dapat dipastikan kecil
karena responden cenderung tidak akan mengisi kuesioner yang sifatnya personal.
Contoh lainnya, Indonesia merupakan Negara yang tidak menerapkan privacy acts
dan memiliki budaya sharing yang besar. Di Indonesia, berbagi
cerita/pengalaman/kondisi personal pada orang lain bukan merupakan taboo tapi
merupakan sesuatu keharusan sebagai bagian dari pencitraan. Budaya sharing ini
tentunya jika dimanfaatkan dengan baik maka sangat berpotensi untuk membantu
meningkatkan response rate dalam penyelenggaraan Tracer Study.

(sumber: eMarketer.com, 2014)

Grafik 4.5 Pengguna Internet di Dunia (Forecast)

Sementara itu, formal dan informal memiliki makna bahwa dalam pelaksanaan
Tracer Study tata cara pelaksanaannya tidak saja disesuaikan dengan keharusan
mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan namun juga bersifat lebih
santai/flexible/tidak kaku dengan maksud menciptakan kondisi keakraban. Pada
umumnya, segala prosedur baik kontak dengan alumni, surat permohonan
pengisian kuesioner hingga evaluasi dan reporting dalam pelaksanaan Tracer Study
sering kali bersifat baku/formal. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sifatnya

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


60
kaku karena kontak yang terjadi didalamnya tidak terbangun keakraban dalam
komunikasi. Pendekatan secara informal, sebagai contoh di ITB, terjadi karena
adanya peran surveyor dalam setiap prosedur pelaksanaan Tracer Study. Surveyor
ini telah dikatakan sebelumnya merupakan teman seangkatan dari alumni itu
sendiri sehingga komunikasi yang terjadi setiap kali melakukan kontak, baik update
database, email blast, permohonan pengisian kuesioner, mendorong agar mengisi
kuesioner, SMS blast dan contact by telephone sifatnya lebih kepada keakraban.
Bahasa yang dibangun merupakan bahasa umum yang biasa digunakan antar
teman sehingga pendekatannya lebih kepada bentuk keakraban. Pendekatan yang
bersifat informal menjadikan permohonan pengisian kuesioner pada alumni
menghindari bentuk pemaksaan/keharusan untuk mengisi.

(sumber: wearesocialsg, 2015)

Grafik 4.6 Pengguna Internet di Indonesia

Pendekatan terhadap alumni, terutama kontak melalui media sosial merupakan


konsep procedural yang bersifat cultural dan informal dalam Tracer Study. Konsep
ini memberikan kesempatan bagi ITB untuk gencar melakukan kontak di media
sosial sebagai bagian dari usaha meningkatkan response rate pada

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


61
penyelenggaraan Tracer Study dengan didasarkan pada fakta yang menunjukkan
bahwa alumni dan teman seangkatannya hingga kini selalu terhubung dengan
media sosial, baik facebook, whats up, twitter, etc.

(sumber: wearesocialsg, 2015)

Grafik 4.7 Penggunaan Media Sosial di Indonesia

Ada satu hal menarik terkait pendekatan entry of cohort dalam Tracer Study, yaitu
adanya pertanyaan: Apakah dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan
Tracer Study dengan pendekatan entry of cohort membutuhkan dana yang
besar?. Pertanyaan ini sering kali terdengar mengingat, ITB khususnya, dalam
penyelenggaraan Tracer Study dengan pendekatan entry of cohort melibatkan
peranan surveyor yang dianggap apabila mereka diberikan upah maka
berpengaruh terhadap besarnya dana yang dibutuhkan. Bagi ITB sendiri, surveyor
merupakan bagian dalam struktur organisasi dan bekerja sebagai pegawai paruh
waktu sedangkan kemampuan untuk memberi upah pada surveyor dikarenakan
tim Tracer Study ITB mendapatkan dana yang mencukupi untuk digunakan dalam
penyelenggaraan Tracer Study. Dana yang diberikan ini merupakan wujud
perhatian ITB yang menganggap penyelenggaraan Tracer Study memberikan
feedback cukup besar terhadap perkembangan sistem pendidikan dan institusi.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


62
Selain itu, pemanfaatan surveyor bukanlah suatu keharusan dalam pendekatan
entry of cohort tapi ini merupakan salah satu cara. Hal utama yang perlu
diperhatikan dalam pendekatan entry of cohort adalah bahwa pendekatan ini
menekankan pada networking (S1) yang jauh lebih kuat dan sudah membudaya di
Indonesia sehingga lebih berpotensi untuk dikembangkan sebagai pendekatan
dalam penyelenggaraan Tracer Study di Indonesia. Jadi untuk besaran dana pada
pendekatan entry of cohort tidak harus menggunakan dana yang besar namun
bergantung pada cara yang digunakan dalam pengembangannya.

Penyelenggaraan Tracer Study umumnya memberikan gambaran mengenai kondisi


lulusan/alumni perguruan tinggi. Pendekatan entry of cohort sendiri dapat
memberikan dua hal terhadap gambaran lulusan/alumni. Pertama dapat
memberikan gambaran mengenai kondisi/kriteria angkatan dari alumni, dan kedua
memberikan gambaran mengenai kondisi/kriteria alumni yang lulus pada tahun
lulusannya. Khusus untuk gambaran mengenai kondisi/kriteria alumni yang lulus
pada tahun lulusannya, pada pendekatan entry of cohort dapat diketahui setelah
Tracer Study dilaksanakan 3 tahun (ITB Exp).

Tabel 4.1 Perbandingan Lulusan dan Angkatan

No Kegiatan Cohort Entry of Cohort Keterangan


Tim ini kaitannya
1 Tim Kecil Besar dengan struktur
organisasi
Lebih terfokus, Bobot ini adalah
Butuh effort
2 Bobot tugas ringan dan bobot kerja anggota
lebih
merata tim TS
Struktural dan formal
sifatnya lebih kepada
Struktural &
3 Konsep Struktural mengikuti sesuai
Kultural
dengan ketentuan
yang berlaku

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


63
Kultural dan informal
sifatnya lebih kepada
Formal & menyesuaikan dengan
4 Sifat Formal
Informal budaya yang ada dan
tidak harus terikat
pada ketentuan
Untuk angkatan
(based on ITB Exp),
Angkatan/Lulusan setelah 3 tahun
5 1 lulusan 1 angkatan
yang dilibatkan pelaksanaan TS maka
klasifikasi lulusan pun
dapat dilakukan
Untuk cohort rentang
yang terjadi adalah
Rentang target karena perbedaan
6 1-12 bulan 1-3 tahun
responden waktu wisuda (Contoh
kasus: ITB dalam 1
tahun 3 kali wisuda)
Untuk Kassel
1-3 tahun 1-3 tahun
7 Tahun lulusan menggunakan rentang
setelah lulus setelah lulus
1-2 tahun setelah lulus
Waktu untuk
pengambilan data
menggunakan entry of
Lama, bisa satu 3 bulan cukup,
8 Data Collection cohort bisa kurang
tahun bisa kurang
apabila data yang
diperoleh sudah
mencukupi
Dalam entry of cohort
hubungan semakin
erat karena selama
Hubungan
pelaksanaan TS
9 kekerabatan Biasa Semakin erat
tercipta suasana
dengan alumni
pertemanan
(informal) dalam
prosesnya
Networking pada
entry of cohort mudah
karena sudah
Sulit (berbeda Mudah (satu
10 Networking terbentuk sejak masuk
angkatan) angkatan)
perguruan tinggi dan
juga dikarenakan
teman seangkatan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


64
Tipe kuesioner ini
lebih disarankan
Online atau Hard Online atau Hard
Tipe Kuesioner online untuk
Copy Copy
mempermudah akses
dari alumni (ITB Exp)
Tahapan sebelum
Persiapan
memulai TS
Surveyor dipilih
Rekrutmen berdasarkan
11 Tidak ada Ada
surveyor rekomendasi dari
angkatannya
Sumber dari data Pada beberapa
pengisian wisuda perguruan tinggi yang
Sumber: Dirdik,
dan data awal menggunakan cohort,
12 Sortir Database Program Studi
saat pendaftaran database juga
dan Surveyor
mahasiswa diperoleh dari Dirdik
pertama kali masing2
Sulit Lebih mudah
Update oleh Update oleh
13 Update Database admin surveyor
Jalur update Jalur update 1
berantai pintu
Validasi bisa
14 Validasi database Validasi kecil
mencapai 100%
Objek langsung
Objek bisa surveyor, yaitu
random alumni
bersangkutan
15 Uji coba kuesioner input dari surveyor
merupakan sebagai
Input dari
Input random masukan awal yang
surveyor
mewakili teman2
seangkatannya

Tahapan selama TS
Pelaksanaan
berjalan
Pertemuan
16 Tidak ada 1 bulan sekali
dengan surveyor
Sulit Lebih mudah
Penjelasan Tracer Operator Tracer
17 Operator Tracer
Study Study dan
Study
Surveyor
18 Mengajak dan Oleh admin Oleh surveyor

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


65
mendorong Waktu Dilakukan kapan
pengisian pelaksanaan ada saja bergantung
kuesioner ketentuannya pada surveyor
Koordinasi Rutin antara
19 dengan Tidak ada surveyor dan
sekretariat operator TS
Admin dan
20 Data Check Admin
surveyor
3 kali, bisa
21 Reminder 3 kali
kurang
Atas
Dalam 1 tahun 3
rekomendasi
kali
surveyor
Default
Default
pengiriman: 4
pengiriman 3 kali
22 Email blast kali dalam 7 hari
(1 Bulan sekali)
dalam 1 bulan
Tidak terbatas,
Ada batas bahkan cukup
maksimal (4x) dengan 2 kali
(ITB Exp)

Data belum
mencapai target

Pelaksanaannya Rekomendasi
sama dengan surveyor
23 SMS blast 1 bulan terakhir
pengiriman
email blast penyelenggaraan
TS
Bisa tidak
dilaksanakan
(ITB Exp)

Data belum
mencapai target

Pelaksanaannya Rekomendasi
sama dengan surveyor
24 Kontak telepon 3 hari terakhir
pengiriman
email blast penyelenggaraan
TS
Bisa tidak
dilaksanakan
(ITB Exp)
25 Interview Ada Tidak ada

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


66
Rutin oleh Rutin melibatkan
operator seluruh tim,
26 Evaluasi
penyelenggara surveyor terlibat
Tracer Study dalam evaluasi
Rutin cukup 1
Rutin bisa lebih
27 Sosialisasi kali, melibatkan
dari 1 kali
surveyor
Ada Ada
28 Laporan Hanya kriteria angkatan
menggambarkan & lulusan bisa
lulusan diketahui

4.2.2 KOMPARABILITAS

Cohort dan entry of cohort memiliki pendekatan yang berbeda dalam penentuan
target responden Tracer Study. Perbedaan ini akan berimbas pada perolehan hasil
data analisis dari kedua pendekatan yang dimaksud. Pendekatan cohort
memberikan hasil data analisis mengenai alumni yang lulus pada tahun lulusannya
sementara entry of cohort lebih cenderung memberikan gambaran hasil data
analisis mengenai lulusan alumni berdasar angkatannya.

Perbedaan pada hasil analisis cenderung menimbulkan pertanyaan, Apakah data


hasil analisis dari dua pendekatan ini masih mungkin diperbandingkan?. Apabila
melihat pembahasan diatas yang memberikan informasi bahwa pada pendekatan
entry of cohort dalam penyelenggaraan Tracer Study setelah 3 tahun dilaksanakan
maka data hasil analisis mengenai gambaran alumni yang lulus di tahun
kelulusannya pun dapat diperoleh. Hasil analisis dari data alumni berdasar tahun
lulusannya melalui pendekatan entry of cohort pun apabila diperbandingkan
ternyata tidak jauh berbeda dengan hasil analisis per angkatan. Kesimpulannya,
data hasil analisis baik menggunakan pendekatan cohort ataupun entry of cohort
keduanya dapat diperbandingkan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


67
4.3 HASIL PEMBAHASAN

Pembahasan mengenai pendekatan dalam penentuan target responden Tracer


Study, yaitu cohort dan entry of cohort, memberikan beberapa kesimpulan yang
dapat diambil. Kedua pendekatan pada dasarnya sama baiknya untuk digunakan
dalam penentuan target responden sebagai usaha meningkatkan response rate,
namun masing-masing pendekatan tentunya memiliki syarat/ketentuan serta
kelebihan dan kekurangannya. Hasil data analisis dari kedua pendekatan inipun
pada dasarnya masih dapat diperbandingkan dengan adanya penyesuaian.

Pembahasan pada paper ini pun memberikan penegasan terhadap dua pendekatan
cohort dan entry of cohort, bahwa dalam penggunaannya kedua pendekatan ini
bukanlah masalah. Hal yang dapat menjadi suatu permasalahan terutama dari data
hasil analisis adalah apabila data yang dibandingkan hasilnya tidak sama, yang satu
tinggi dan satu lagi kecil (misal data 80% tidak dapat dibandingkan dengan data
30%).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


68
BAB V
INOVASI TRACER STUDY ITB DALAM MENINGKATKAN
RESPONSE RATE

5.1 PENDAHULUAN

Persoalan utama dalam penyelenggaraan Tracer Study adalah minimnya jumlah


response rate. Saat ini response rate sebesar 50% sudah dianggap baik, padahal
jumlah ini hanya menggambarkan setengah dari karakteristik dan profil responden.
Banyak lembaga atau perguruan tinggi yang melaksanakan Tracer Study hanya
memperoleh response rate kurang dari 50%. Persoalan response rate ini semakin
penting mengingat semakin tinggi response rate maka semakin baik data yang
diperoleh. Data dikatakan baik karena jika data semakin mendekati 100% maka
gambaran mengenai karakteristik dan profil responden dapat dilihat dan mewakili.
Sebaliknya apabila data semakin kecil maka gambaran mengenai karakteristik dan
profil responden tidak dapat mewakili.

Tracer Study di ITB telah dilaksanakan secara menyeluruh sejak tahun 2012 hingga
sekarang, memperoleh response rate yang terus meningkat dari tahun 2012
sebesar 50%, 2013 sebesar 72%, 2014 sebesar 80% dan 2015 sebesar 92%. ITB
dapat dikatakan memiliki pengalaman terkait penyelenggaraan Tracer Study
terutama dalam meningkatkan response rate, baik teknik atau metodenya.

5.2 PERKEMBANGAN RESPONSE RATE TRACER STUDY ITB

Tracer Study di ITB diselenggarakan sejak tahun 2010 hingga sekarang (2015). Pada
tahun 2010 dan 2011, Tracer Study ITB (TS ITB) hanya diselenggarakan kepada

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


69
Prodi yang hendak mengikuti akreditasi internasional. Tercatat ada sekitar 6 Prodi
selama 2 tahun penyelenggaraan Tracer Study ITB yang dilibatkan dengan
pencapaian jumlah responden sebesar 411 orang pada tahun 2010 dan 525 orang
pada tahun 2011.

100% 7%
90% 28% 20%
80% 50%
70% 66%
60%
50% 93%
40% 72% 80%
30% 50%
20% 34%
10%
0%
2012 2012 2013 2014 2015
(Angkatan (Angkatan (Angkatan (Angkatan (Angkatan
2004) 2005) 2006) 2007) 2008)

mengisi tidak mengisi

Grafik 5.1 Perolehan Response Rate TS ITB 2012-2015

Tracer Study ITB mulai diselenggarakan secara menyeluruh untuk setiap Prodi di
ITB sejak tahun 2012 hingga 2014. Dalam 5 tahun pelaksanaan Tracer Study ITB ini,
perolehan response rate untuk setiap periode nya selalu mengalami peningkatan
yang signifikan.

Pada tahun 2012, Tracer Study ITB diselenggarakan pertama kali secara
menyeluruh untuk setiap Prodi di ITB. Pada tahun ini, target responden yang
digunakan pada penyelenggaraan Tracer Study ITB adalah sebanyak dua angkatan
(angkatan 2004 dan 2005). Total responden yang didapat pada penyelenggaraan
Tracer Study ITB 2012 adalah sebesar 34% (899 alumni dari total 2665) untuk
angkatan 2004 dan 50% (1239 alumni dari total 2500) untuk angkatan 2004.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


70
Belajar dari pengalaman tahun 2012, Tracer Study ITB berusaha untuk terus
berkembang dan berinovasi terutama dalam meningkatkan perolehan response
rate. Pada tahun 2013, Tracer Study ITB untuk pertama kalinya berhasil menembus
perolehan response rate diatas 50%, yaitu sebesar 72% (1902 alumni dari total
2648). Meskipun telah memperoleh response rate diatas 50%, Tracer Study ITB
tidak berhenti untuk melakukan inovasi dan tetap berusaha untuk
mengembangkan sistem dan metodologi Tracer Study. Terbukti dengan berbagai
inovasi yang dilakukan, Tracer Study ITB kembali mengalami peningkatan dalam
perolehan response rate pada tahun 2014 dengan pencapaian 80% (2268 orang
dari total 2828) dan puncaknya pada tahun 2015 Tracer Study ITB memperoleh
response rate hingga 92% (2612 orang dari total 2821).

5.3 TEKNIK MENINGKATKAN RESPONSE RATE (ITB


EXPERIENCES)

Pada pembahasan sebelumnya telah disampaikan bahwa Tracer Study ITB untuk
setiap periodenya selalu mengalami peningkatan dalam hal response rate.
Peningkatan response rate ini tentunya dikarenakan Tracer Study ITB terus
melakukan inovasi, baik sistem, metodologi, sarana prasarana dan sumber daya.
Pada pembahasan selanjutnya akan dibahas masing-masing inovasi/teknik cara
meningkatkan response rate ini.

5.3.1 SARANA DAN PRASARANA

Pelaksanaan Tracer Study sudah semestinya dilaksanakan oleh lembaga yang


menjembatani antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Tracer

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


71
Study perlu dilakukan secara melembaga, terstruktur dan dengan metodologi serta
analisis yang tepat untuk memperoleh hasil yang terukur, akurat dan dapat
diperbandingkan.

ITB Career Center merupakan pusat karir di ITB yang diberi wewenang dan
tanggung jawab dalam pelaksanaan Tracer Study. Pada tahun 2010, ITB Career
Center membentuk Tim Tracer Study ITB sebagai langkah awal dalam
mempersiapkan pelaksanaan Tracer Study di ITB. Saat ini Tracer Study ITB memiliki
ruang khusus berupa sekretariat yang berada di Gedung Campus Center Barat
Bawah Ruang 18.

Sekretariat Tracer Study ITB pada awalnya hanya terdiri dari 7 buah komputer, 1
buah printer yang disertai 5 orang admin (mahasiswa yang bekerja paruh waktu)
dan 2 orang asisten riset. Untuk menampung database serta kerja operasional, Tim
Tracer Study ITB memiliki server dan website sendiri
(http://karir.itb.ac.id/tracerstudy/) yang khusus hanya untuk kegiatan Tracer
Study.

Sekretariat Tracer Study ITB

Seiring berjalannya penyelenggaraan Tracer Study dari tahun ke tahun, beberapa


fasilitas yang telah disebutkan diatas mengalami perubahan sebagai bagian dari
perbaikan terhadap kinerja Tim Tracer Study. Perubahan awal yang dilakukan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


72
pertama kali adalah dari sisi sumberdaya manusia. Awalnya Tim Tracer Study ITB
mempekerjakan mahasiswa untuk bekerja paruh waktu sebagai admin. Namun
dikarenakan mahasiswa kadangkala sulit untuk dapat standby di sekretariat maka
untuk mengatasi kondisi ini Tim Tracer Study mempekerjakan 2 orang tenaga
admin yang bekerja fulltime dan sifatnya kontrak. Selain 2 orang admin, Tim Tracer
Study ITB juga mempekerjakan 2 orang asisten riset yang bekerja fulltime dan
sifatnya kontrak. Hal yang perlu menjadi catatan disini adalah bahwa dari total 4
orang yang bekerja di Tim Tracer Study ITB ini, mereka semua merupakan alumni
ITB. Hal ini menjadi penting mengingat bagi alumni ITB yang menjadi target
responden umumnya memiliki keengganan ketika mereka diminta data dalam
pengisian kuesioner apabila yang meminta adalah orang lain (faktor kredibilitas).
Alumni merasa lebih percaya untuk memberikan data personal mereka apabila
yang meminta adalah teman satu almamater.

Fasilitas Sekretariat Tracer Study ITB

Dalam proses penyelenggaraan Tracer Study, perlu diperhatikan pula mengenai


pemahaman mengenai Tracer Study diantara anggota Tim Tracer Study ITB.
Pemahaman mengenai Tracer Study diantara anggota Tim Tracer Study ITB dapat
dilakukan melalui pendidikan ataupun pelatihan. Pelatihan dan pendidikan
mengenai Tracer Study menambah secara luas wawasan, baik dari segi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


73
pengumpulan data, pelaksanaan survey maupun pengolahan anggota Tim Tracer
Study ITB.

Kinerja Tim Tracer Study ITB haruslah teroptimalisasi. Dengan merancang struktur
pada Tim Tracer Study ITB, peranan setiap anggota mejadi lebih tertera. Sehingga
dalam pelaksanaan tanggung jawab, setiap anggota mengetahui jalur hubungan
kerja. Hal ini akan mengoptimalkan kinerja baik untuk pelaksanaan survey maupun
anggota tim survey.

Kuesioner Online Tracer Study ITB

Perkembangan berikutnya dari sarana prasarana adalah penggunaan sistem


kuesioner dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB. Pertama kali
menyelenggarakan Tracer Study, Tim Tracer Study ITB hanya melakukan
penyebaran kuesioner melalui email attachment yang dikirimkan ke seluruh
alumni yang menjadi target responden. Dikarenakan model yang kurang praktis
dan berpotensi tidak kembalinya kuesioner maka sistem ini kemudian digantikan
dengan sistem kuesioner online. Penggunaan sistem kuesioner online ini sendiri
pada awalnya Tim Tracer Study ITB berusaha menggunakan QTAFI sebagai basis
operasinya. Namun dalam tahapan persiapan seringkali mengalami kendala dalam
hal penerapan sistem. Sebagai solusi dari kondisi ini, Tim Tracer Study ITB
berinisiatif untuk mengembangkan sistem kuesioner online yang dikembangkan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


74
sendiri (dibuat oleh alumni ITB). Salah satu keuntungan dalam menggunakan
sistem kuesioner yang dibuat sendiri adalah Tim Tracer Study ITB dapat selalu
mengembangkan sistem ini tanpa perlu bergantung pada pihak lain (kerja lebih
fleksibel dan mudah dalam penyesuaian). Hingga kini Tracer Study ITB selalu
menggunakan sistem kuesioner online dalam setiap penyelenggaraan Tracer Study
ITB.

Website Tracer Study ITB

Penyelenggaraan Tracer Study ITB menggunakan sistem kuesioner online. Sebagai


wadah dari sistem kuesioner online ini, Tim Tracer Study ITB melengkapinya
dengan website khusus untuk Tracer Study. Website Tracer Study ITB dari tahun ke
tahun selalu mendapatkan maintenance rutin mengingat di awal pembuatan
website ini dan dalam setiap penyelenggaraan Tracer Study ITB seringkali
ditemukan bugs dalam sistem. Selain maintenance rutin tiap tahunnya, website
Tracer Study ITB dikembangkan (penambahan fitur) sesuai dengan kebutuhan. Saat
ini website dan sistem kuesioner Tracer Study ITB sudah dapat diakses dari
berbagai macam browser termasuk mobile browser. Hal ini penting mengingat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


75
untuk alumni akses yang semakin mudah akan membantu mereka untuk lebih
cepat dalam mengisi kuesioner terlebih penggunaan media internet di kalangan
alumni saat ini adalah sesuatu hal yang sudah umum dilakukan.

5.3.2 PERAN SURVEYOR

Surveyor merupakan salah satu inovasi yang diterapkan dalam penyelenggaraan


Tracer Study ITB. Sejak Tracer Study ITB mulai diselenggarakan, peranan surveyor
selalu disertakan dalam prosesnya. Dalam perjalanan Tracer Study ITB pun,
peranan surveyor berkembang untuk setiap periodenya baik dari sisi jumlah,
tanggung jawab ataupun reward yang diberikan.

Surveyor pada dasarnya digunakan dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB guna
mengatasi kesulitan dalam validasi awal database target responden Tracer Study.
Seringkali database yang diperoleh oleh Tim Tracer Study ITB dari Direktorat
Pendidikan (Dirdik) ITB dan Prodi memiliki validasi tidak lebih dari 50%. Hal ini
terjadi mengingat data, terutama terkait email dan nomor telepon alumni pada
masa kini cepat mengalami perubahan.

Surveyor dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB dari tahun ke tahun mengalami
perkembangan. Awalnya jumlah surveyor disesuaikan dengan jumlah Prodi ITB
(masing-masing satu). Namun seiring adanya keluhan dari beberapa surveyor yang
menganggap kerja mereka terlalu berat karena jumlah alumni di Prodi mereka jauh
lebih banyak maka penentuan jumlah surveyor mengalami perubahan (saat ini
Prodi yang memiliki jumlah alumni pada satu angkatan lebih dari 100 orang
ditetapkan jumlah surveyor adalah 2 orang).

Secara garis besar, surveyor merupakan jembatan/penghubung diantara Tim


Tracer Study ITB dengan alumni dari angkatan di masing-masing Prodi. Dengan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


76
adanya peran surveyor, kinerja penyelenggaraan Tracer Study ITB semakin mudah
terutama kaitannya dengan komunikasi ke alumni.

5.3.3 SOSIALISASI/PUBLIKASI

Hasil riset yang baik tentunya perlu untuk dipublikasikan/disosialisasikan kepada


publik, tidak terkecuali Tracer Study sebagai salah satu riset mengenai alumni.
Dikatakan sejak awal bahwa Tracer Study sangat bermanfaat sebagai umpan balik
dari alumni untuk perbaikan sistem dan mutu pendidikan dari perguruan tinggi.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka kepentingan Tracer Study untuk
dipublikasikan/disosialisasikan kepada para pemangku jabatan di perguruan tinggi
adalah hal yang perlu untuk dilakukan.

ITB sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan Tracer Study
dengan rutin, pada setiap tahunnya selalu memberikan report dan/atau sosialisasi
kepada para pemangku jabatan di ITB mengenai hasil-hasil dari Tracer Study.
Dalam report dan sosialisasi ini, Tim Tracer Study ITB tidak hanya memaparkan
hasil dari Tracer Study saja namun juga memberikan penjelasan/pemahaman
mengenai pentingnya pelaksanaan/penyelenggaraan Tracer Study bagi perguruan
tinggi terutama kaitannya dengan perbaikan sistem dan mutu pendidikan.

Bentuk publikasi/sosialisasi dari penyelenggaraan Tracer Study dapat bermacam-


macam. ITB sejak awal penyelenggaraan Tracer Study ITB memberikan
publikasi/sosialisasi hasil Tracer Study ITB dalam bentuk buku report, presentasi di
hadapan pemangku jabatan ITB dan juga bentuk softcopy yang dapat diakses oleh
berbagai pihak melalui website Tracer Study ITB.

Saat penyelenggaraan presentasi hasil Tracer Study ITB di hadapan pemangku


jabatan di ITB, Tim Tracer Study ITB pada dua tahun terakhir ini selalu membuat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


77
format dalam bentuk sharing dan sosialisasi yang dapat diikuti tidak hanya warga
ITB namun juga perguruan tinggi lain dan umum. Publikasi mengenai kegiatan ini
disampaikan melalui website Tracer Study ITB dan juga publikasi lainnya semisal
poster, brosur, email, spanduk dan flyer yang disebarkan/dikirimkan kepada
seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Maksud dan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan sharing dan sosialisasi ini adalah sekaligus memberikan pemahaman
kepada publik mengenai pentingnya penyelenggaraan Tracer Study bagi
perguruan tinggi. Dari pengalaman ITB dalam publikasi/sosialisasi ini ternyata
pesan yang disampaikan mengenai pentingnya Tracer Study ini sampai juga kepada
alumni-alumni ITB. Sampainya pesan ini memberikan rasa antusias kepada alumni
yang akan menjadi target responden untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan
Tracer Study ITB.

5.3.4 REWARD

Untuk setiap penyelenggaraan Tracer Study yang menjadi target responden adalah
alumni dari perguruan tinggi penyelenggara. Alumni berpartisipasi dalam riset
Tracer Study ini dengan mengisi kuesioner. Dalam pengisiannya tentu saja perlu
dihindari adanya pemaksaan yang dapat mengakibatkan validitas data menjadi
pertanyaan. Banyak hal yang dapat dilakukan agar data yang diperoleh dari alumni
ini adalah benar karena peran aktif mereka pada kegiatan Tracer Study dan bukan
unsur pemaksaan.

ITB dalam setiap penyelenggaraan Tracer Study, memiliki pendekatan khusus


kepada alumni agar data yang diperoleh ini adalah valid. Pada awal
penyelenggaraan Tracer Study ITB, Tim Tracer Study ITB hanya melakukan
pendekatan melalui peranan dari surveyor saja. Namun sejak tahun 2013 Tim

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


78
Tracer Study ITB memberikan pendekatan tambahan, yaitu melalui bentuk reward
kepada alumni.

Reward adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang
diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya
diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Pengadaan sistem reward bagi
responden tentu menjadi hal yang menarik bagi alumni. Pemberian reward bagi
responden harapannya dapat memperkuat motivasi untuk berpastisipasi dalam
survey ini.

Sistem reward yang diterapkan ini bentuknya adalah berupa cinderamata/gadget


yang sangat mungkin akan menarik perhatian alumni yang menjadi target
responden untuk dapat mengisi kuesioner Tracer Study ITB secara sukarela.
Reward inipun pada dasarnya menggunakan sponsor dalam pelaksanaannya.
Mengingat Tracer Study ITB dilaksanakan oleh Tim Tracer Study ITB yang dibentuk
oleh ITB Career Center, sponsor dari sistem reward ini adalah perusahaan yang
bekerja sama dengan ITB Career Center.

Reward yang diberikan kepada alumni pada dasarnya jumlahnya sangat terbatas
sehingga dalam proses pelaksanaan Tim Tracer Study ITB menggunakan sistem
undian dalam pemberian reward ini kepada alumni. Penggunaan sistem reward ini
sendiri ternyata dapat memacu alumni untuk dapat berperan aktif dalam pengisian
kuesioner Tracer Study ITB. Hal ini terbukti dengan adanya laporan dari surveyor
dan Tim Sekretariat Tracer Study ITB yang selalu dihubungi oleh alumni mengenai
bagaimana tata cara mendapatkan reward ini.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


79
5.3.5 METODOLOGI

Salah satu kunci keberhasilan Tim Tracer Study ITB dalam usahanya meningkatkan
response rate pada penyelenggaraan Tracer Study terletak pada metodologi yang
digunakan. Sejak menyelenggarakan Tracer Study ITB secara menyeluruh untuk
seluruh Prodi ITB, Tim Tracer Study ITB selalu menggunakan metodologi
pendekatan entry of cohort (angkatan) sebagai target responden.

Penyelenggaraan Tracer Study sebagian besar telah dilaksanakan di berbagai


perguruan tinggi di dunia, Indonesia khususnya dengan menggunakan pendekatan
lulusan sebagai target responden. Dari seluruh penyelenggaraan Tracer Study ini,
persoalan utama yang muncul adalah minimnya jumlah response rate. Saat ini
response rate sebesar 50% sudah dikatakan baik, padahal jumlah ini hanya
menggambarkan setengah dari karakteristik dan profil responden. Didasari dari
permasalahan ini, ITB sebagai salah satu penyelenggara Tracer Study berusaha
untuk memecahkan masalah peningkatan response rate ini. Salah satu langkah
pendekatan yang dilakukan oleh ITB adalah dengan menggunakan entry of cohort
sebagai target responden. Alasan mendasar penggunaan entry of cohort karena
melihat pada kondisi dari ITB itu sendiri. Di ITB, kedekatan di angkatan merupakan
kultur yang sudah terbentuk sejak awal alumni masuk perguruan tinggi dan
berkembang serta mengikat saat menjalani ospek dan perkuliahan, hal ini terbawa
hingga ketika mereka lulus nanti hingga bekerja dan sampai saat ini.

Pendekatan entry of cohort dalam penyelenggaraan Tracer Study merupakan


inovasi yang coba dikembangkan ITB mengingat pendekatan cohort sejauh ini
sangat sulit untuk memperoleh response rate lebih besar dari 50% (S1).
Penyelenggara Tracer Study yang memanfaatkan pendekatan entry of cohort
sejauh ini baru ITB yang melaksanakannya. Alasan ITB menggunakan dan
mengembangkan pendekatan entry of cohort dalam penentuan target responden
Tracer Study antara lain; (i)ITB berusaha memanfaatkan networking yang sudah

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


80
terbentuk di lingkungan alumni (S1) sejak mereka masuk perguruan tinggi,
(ii)masyarakat indonesia memiliki budaya untuk berbagi, (iii)pengguna internet
(media sosial) di Indonesia jumlahnya cukup tinggi, (iv)mencari terobosan baru
dalam pelaksanaan Tracer Study guna mengatasi kesulitan yang muncul dalam
meningkatkan response rate.

Pendekatan entry of cohort pada penentuan target responden Tracer Study pada
dasarnya adalah sama dengan mencoba memanfaatkan jaringan silaturahmi
(networking) yang sudah terbentuk. Networking yang sudah terbentuk sangat
membantu terutama dalam hal mencari kelengkapan database dengan bantuan
perantara surveyor sehingga validasi database ini dapat mendekati 100%.
Networking yang sudah terbentuk pun membantu kinerja Tim Tracer Study ITB
ketika proses pengisian kuesioner berlangsung. Hanya dengan obrolan pertemanan
melalui perantara surveyor, alumni dapat mengisi kuesioner tanpa unsur paksaan.

Pendekatan entry of cohort secara garis besar sangat membantu dalam


penyelenggaraan Tracer Study terutama kaitannya dalam hal membangun
komunikasi yang baik. Baiknya komunikasi diantara penyelenggara dan responden
tentunya akan berpengaruh terhadap proses yang berjalan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


81
BAB VI
PERANAN SURVEYOR

6.1 PENDAHULUAN

Surveyor merupakan salah satu inovasi yang diterapkan dalam penyelenggaraan


Tracer Study ITB. Sejak Tracer Study ITB mulai diselenggarakan, peranan surveyor
selalu disertakan dalam prosesnya. Dalam perjalanan Tracer Study ITB pun,
peranan surveyor berkembang untuk setiap periodenya baik dari sisi jumlah,
tanggung jawab ataupun reward yang diberikan.

Surveyor pada dasarnya memiliki peranan sangat penting di setiap


penyelenggaraan Tracer Study ITB karena membantu memperoleh respon rate
yang tinggi. Kedudukan surveyor pada organisasi Tracer Study ITB pun
dikategorikan sebagai bagian dari Tim Besar Tracer Study ITB. Tim Besar disini
mengacu pada banyaknya jumlah surveyor yang digunakan untuk setiap periode
penyelenggaraan Tracer Study ITB.

6.2 SURVEYOR: DEFINISI DAN METODOLOGI

Surveyor merupakan alumni dari angkatan yang menjadi target responden


penyelenggaraan Tracer Study ITB. Surveyor ini merupakan perwakilan dari
masing-masing Program Studi (Prodi) di ITB. Jumlah surveyor dari masing-masing
Prodi umumnya adalah satu orang, terkecuali untuk beberapa Prodi yang memiliki
jumlah alumni lebih dari seratus orang jumlah surveyor adalah dua orang.

Pada dasarnya, alumni ITB yang menjadi target responden penyelenggaraan Tracer
Study ITB dapat menjadi surveyor. Namun, untuk memperoleh surveyor yang tepat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


82
dan membantu kinerja dari Tim Tracer Study ITB maka diperlukan tata cara/teknik
dalam proses pemilihannya. Pemilihan surveyor sendiri dilakukan oleh Tim Tracer
Study ITB.

Tim Tracer Study ITB memiliki kriteria dalam penentuan calon surveyor untuk
membantu dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB. Kriteria yang umumnya
digunakan antara lain: (i)Surveyor yang dipilih merupakan rekomendasi teman
seangkatan di Prodi masing-masing, (ii)Surveyor memiliki komunikasi yang baik
dengan teman seangkatannya, (iii)Surveyor merupakan seorang motivator ulung,
(iv)Surveyor mudah dihubungi, baik oleh teman seangkatannya ataupun Tim Tracer
Study ITB, (v)Surveyor memiliki database yang lengkap mengenai teman-teman
seangkatannya, (vi)Surveyor memiliki waktu luang untuk berperan aktif dalam
penyelenggaraan Tracer Study ITB, (vii)Surveyor berdomisili di daerah yang mudah
dihubungi/dijangkau.

Surveyor yang telah dipilih dan sesuai dengan sebagian besar kriteria yang
ditentukan oleh Tim Tracer Study ITB, umumnya akan memberikan surat
pernyataan kesediaan mereka untuk menjadi surveyor. Surat pernyataan ini sendiri
telah dibuatkan oleh Tim Tracer Study ITB dan dikirimkan pada calon surveyor
beserta SOP (Standard Operation Proccedures) Tracer Study ITB pada saat mereka
memliki kesediaan untuk menjadi surveyor. Selain surat pernyataan, pada proses
penyelenggaraan Tracer Study ITB, surveyor dibuatkan pula Surat Keputusan (SK)
langsung dari rektor ITB yang menetapkan surveyor sebagai bagian dari Tim Besar
Tracer Study ITB.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


83
6.3 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SURVEYOR

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa surveyor dalam penyelenggaraan Tracer Study


ITB memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam meningkatkan response
rate. Pentingnya peran surveyor dikarenakan tugas dan tanggung jawab yang
menyertai mereka saat bersedia untuk menjadi surveyor.

Memperbaiki dan melengkapi Membantu memberikan


database angkatan (email dan penjelasan Tracer Study kepada
no.HP) teman angkatan

Tugas dan
Tanggung Jawab
Surveyor

Mengajak dan mendorong teman


Berkoordinasi rutin dengan
seangkatan untuk mengisi
Sekretariat Divisi Tracer Study ITB
kuesioner

Grafik 6.1 Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor

Surveyor pada dasarnya merupakan jembatan/penghubung diantara Tim Tracer


Study ITB dengan alumni dari angkatan di masing-masing Prodi. Surveyor berperan
dalam melengkapi kekurangan/memperbaharui database teman seangkatannya.
Surveyor selalu mengingatkan teman-teman seangkatannya untuk melakukan
pengisian kuesioner. Surveyor dapat pula memberikan rekomendasi/masukkan
terhadap teknis dan pelaksanaan Tracer Study ITB.

Pentingnya peranan surveyor menjadikan surveyor perlu memiliki bekal


pengetahuan, informasi dan pemahaman yang cukup mengenai kepentingan
Tracer Study itu sendiri. Pembekalan surveyor akan pengetahuan, informasi dan
pemahaman mengenai Tracer Study diberikan oleh Tim Tracer Study ITB melalui
pertemuan rutin yang diadakan sebanyak tiga kali (dalam tiga bulan). Tujuan dari

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


84
pembekalan pengetahuan, informasi dan pemahaman mengenai Tracer Study
adalah agar surveyor dapat menginformasikan kepada teman-temannya akan arti
pentingnya Tracer Study.

Pertemuan Surveyor

Peranan surveyor pada penyelenggaraan Tracer Study ITB tidak terbatas hanya
pada tahapan persiapan dan pelaksanaan saja. Surveyor karena merupakan bagian
dari Tim Besar Tracer Study ITB akan tetap dilibatkan hingga proses report dan
sosialisasi. Pada pelaksanaan sosialisasi Tracer Study ITB misalnya, surveyor tetap
diundang secara resmi oleh Tim Tracer Study ITB untuk hadir dan mengikuti
kegiatan tersebut. Pada periode baru penyelenggaraan Tracer Study ITB pun Tim
Tracer Study tetap mendapatkan bantuan dari surveyor terdahulu terutama
terkait rekomendasi pemilihan surveyor baru ataupun pembekalan mengenai
pemahaman pentingnya Tracer Study pada calon surveyor yang baru.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


85
BAB VII
ANALISIS HASIL TRACER STUDY ITB 2015

7.1 PROFIL RESPONDEN

Target responden pada penyelenggaraan Tracer Study ITB 2015 adalah alumni
Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2008. Angkatan 2008 merupakan
responden yang paling tepat untuk dijadikan responden Tracer Study pada tahun
2015 jika memperhatikan tahun kelulusan mereka yang berada pada selang 1-3
tahun.

Total alumni ITB angkatan 2008 yang tercatat adalah sebanyak 2825 orang. Dari
jumlah tersebut, penyelenggaraan Tracer Study ITB 2015 hanya melibatkan alumni
ITB angkatan 2008 sebanyak 2821 orang. 4 orang lainnya tidak dilibatkan karena
setelah ditelusuri oleh Tim Tracer Study ITB ternyata mereka telah meninggal
dunia.

Grafik 7.1 Responden Tracer Study ITB 2015

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


86
Tracer Study ITB 2015 dilaksanakan selama 3 bulan kurang, yaitu dimulai pada 13
juli 2015 dan berakhir pada 30 september 2015. Selama 3 bulan pelaksanaan
tersebut, Tracer Study ITB memperoleh pencapaian responden sebesar 92% (2612
orang mengisi kuesioner dari total 2821). Pencapaian responden pada tahun 2015
ini kembali mengalami peningkatan dari penyelenggaraan Tracer Study pada
tahun-tahun sebelumnya di ITB.

Total Responden

209
7%

Gross Response Rate


2612 Not Response
93%

Total Alumni 2008 : 2821 orang

Grafik 7.2 Gross Response Rate

Grafik 7.3 menunjukkan total alumni 2008 yang dapat dihubungi dan mengisi
kuesioner Tracer Study ITB 2014. Tercatat sebanyak 2612 orang (93%) telah
melakukan pengisian kuesioner dari total 2815 orang yang dapat dihubungi oleh
Tim Tracer Study ITB, sisanya sebanyak 203 orang tidak melakukan pengisian
kuesioner (36 orang status tidak selesai melakukan pengisian dan sisanya belum
mengisi sama sekali). Grafik 7.3 apabila dibandingkan dengan Grafik 7.2 maka akan
diperoleh selisih alumni 2008 sebanyak 3 orang dari yang tidak mengisi kuesioner.
3 orang yang tidak melakukan pengisian ini diakibatkan karena mereka tidak dapat
dihubungi baik via email ataupun kontak telepon oleh Tim Tracer Study ITB.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


87
Total Responden

203
7%

Nett Response Rate


2612
93% Not Response

Total Alumni 2008 yang dapat dihubungi: 2757 orang

Grafik 7.3 Nett Response Rate

Untuk Tracer Study ITB 2015, jika dilihat berdasarkan Program Studi (Prodi)
masing-masing maka jumlah responden dengan persentase terbaik dimiliki oleh
Prodi Astronomi, Desain Produk, Farmasi Klinik dan Komunitas, Kimia,
Mikrobiologi, Oseanografi, Seni Rupa, Sistem dan Teknologi Informasi, Teknik
Lingkungan, Teknik Metalurgi, Teknik Pertambangan serta Teknik Tenaga Listrik
yang memperoleh pencapaian responden hingga 100%. Sementara itu, Prodi yang
memperoleh pencapaian responden paling kecil adalah Prodi Sains dan Teknologi
Farmasi (75%). Berdasarkan riset yang terjadi di lapangan, perolehan responden
yang kecil yang diraih Prodi Sains dan Teknologi Farmasi dikarenakan sulitnya
untuk menghubungi responden/alumni 2008 yang berasal dari kelas internasional,
dengan total alumni pada kelas internasional Prodi Sains dan Teknologi Farmasi
mencapai kurang lebih 25%.

Apabila dilihat dari total jumlah responden maka Prodi yang paling banyak mengisi
berasal dari Prodi Manajemen (170 orang) dan paling sedikit berasal dari Prodi
Astronomi (18 orang). Perbedaan kontribusi ini memang tidak bisa dibandingkan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


88
hanya dengan jumlah persentase saja dikarenakan jumlah mahasiswa per Prodi
berbeda.

Teknik Tenaga Listrik (37/37) 100%


Teknik Telekomunikasi (49/59) 83% 17%
Teknik Sipil (130/133) 98% 2%
Teknik Pertambangan (62/62) 100%
Teknik Perminyakan (96/101) 95% 5%
Teknik Metalurgi (29/29) 100%
Teknik Mesin (120/130) 92% 8%
Teknik Material (48/51) 94% 6%
Teknik Lingkungan (96/96) 100%
Teknik Kimia (98/106) 92% 8%
Teknik Kelautan (41/45) 91% 9%
Teknik Informatika (97/105) 92% 8%
Teknik Industri (143/156) 92% 8%
Teknik Geologi (72/79) 91% 9%
Teknik Geofisika (55/66) 83% 17%
Teknik Geodesi dan Geomatika (77/97) 79% 21%
Teknik Fisika (89/94) 95% 5%
Teknik Elektro (82/98) 84% 16%
Sistem dan Teknologi Informasi (30/30) 100%
Seni Rupa (42/42) 100%
Sains dan Teknologi Farmasi (87/116) 75% 25%
Perencanaan Wilayah dan Kota (68/69) 99% 1%
Oseanografi (32/32) 100%
Mikrobiologi (41/41) 100%
Meteorologi (33/34) 97% 3%
Matematika (97/109) 89% 11%
Manajemen (154/170) 91% 9%
Kriya (25/29) 86% 14%
Kimia (98/98) 100%
Fisika (90/95) 95% 5%
Farmasi Klinik (39/39) 100%
Desain Produk (44/44) 100%
Desain Komunikasi Visual (40/43) 93% 7%
Desain Interior (43/44) 98% 2%
Biologi (74/75) 99% 1%
Astronomi (18/18) 100%
Arsitektur (88/95) 93% 7%
Aeronotika dan Astronotika (48/54) 89% 11%

Mengisi Tidak Mengisi

Grafik 7.4 Jumlah Responden per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


89
7.2 IP RATA-RATA

IP Alumni ITB 2008


1
17
3.9 14
26
54
55
3.7 81
90
126
128
3.5 125
160
143 N Mean Min Max
153
3.3 176
199
162
155 2609 3.27 2.35 3.97
3.1 160
176
89
59
2.9 62
60
52
23
2.7 17
19
8
7
2.5 5
5
2
0
2.3

Grafik 7.5 IP Rata-Rata

Alumni ITB angkatan 2008 yang mengisi kuesioner Tracer Study sebanyak 2612
orang. Dari 2612 orang tersebut, hanya sebanyak 2609 orang yang nilai IP-nya
tercatat. 3 alumni tidak tercatat nilai IP nya dikarenakan hingga waktu
penyelenggaraan Tracer Study ITB 2015 berakhir nilai akhir IP mereka belum keluar
(3 alumni ini baru lulus). Grafik 7.5 menunjukkan bahwa rata-rata IP dari alumni
angkatan 2008 yang melakukan pengisian kuesioner adalah sebesar 3,26. Nilai IP
paling besar adalah 3,97 terdistribusi di 1 orang dan nilai IP paling kecil adalah 2,35
terdistribusi di 2 orang. Rata-rata nilai IP ini menggambarkan bahwa alumni ITB
angkatan 2008 memiliki pencapaian nilai akademik yang cukup baik (> 3,0).
Pencapaian nilai akademik yang baik ini juga menunjukkan bahwa selama
menjalani perkuliahan, alumni 2008 mampu menjalani perkuliahannya dengan
lancar sekalipun mereka memiliki beragam aktivitas.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


90
Sementara jika dilihat berdasarkan Prodi, yang memiliki nilai IP rata-rata paling
tinggi berasal dari Prodi Manajemen (3,48) dan paling rendah berasal dari Prodi
Aeronotika & Astronotika (2,96). Besar kecilnya nilai IP ini tidak serta merta
menunjukkan bahwa mahasiswa dari Prodi Manajemen lebih rajin/pintar
dibandingkan Prodi lainnya karena nilai IP bisa saja dipengaruhi oleh tingkat
kesulitan perkuliahan, penilaian objektif dari dosen terkait ataupun aktivitas dari
mahasiswa bersangkutan.

Teknik Tenaga Listrik (37/37) 3.21


Teknik Telekomunikasi (49/59) 3.34
Teknik Sipil (130/133) 3.34
Teknik Pertambangan (62/62) 3.22
Teknik Perminyakan (96/101) 3.39
Teknik Metalurgi (29/29) 3.10
Teknik Mesin (120/130) 3.18
Teknik Material (48/51) 2.98
Teknik Lingkungan (96/96) 3.28
Teknik Kimia (98/106) 3.47
Teknik Kelautan (41/45) 3.16
Teknik Informatika (97/105) 3.33
Teknik Industri (142/156) 3.28
Teknik Geologi (72/79) 3.30
Teknik Geofisika (54/66) 3.18
Teknik Geodesi dan Geomatika (77/97) 3.01
Teknik Fisika (89/94) 3.21
Teknik Elektro (82/98) 3.28
Sistem dan Teknologi Informasi (30/30) 3.29
Seni Rupa (42/42) 3.29
Sains dan Teknologi Farmasi (87/116) 3.36
Perencanaan Wilayah dan Kota (68/69) 3.27
Oseanografi (32/32) 3.05
Mikrobiologi (40/41) 3.56
Meteorologi (33/34) 3.23
Matematika (97/109) 3.27
Manajemen (154/170) 3.48
Kriya (25/29) 3.27
Kimia (98/98) 3.21
Fisika (90/95) 3.17
Farmasi Klinik (39/39) 3.27
Desain Produk (44/44) 3.41
Desain Komunikasi Visual (40/43) 3.46
Desain Interior (43/44) 3.29
Biologi (74/75) 3.22
Astronomi (18/18) 3.10
Arsitektur (88/95) 3.16
Aeronotika dan Astronotika (48/54) 2.96

Grafik 7.6 IP Rata-Rata per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


91
7.3 PEKERJAAN UTAMA

Dalam pelaksanaan Tracer Study, kriteria pekerjaan utama saat ini dikelompokkan
ke dalam 4 kategori, yaitu tidak bekerja/melanjutkan studi, wirausaha, bekerja dan
wiraswasta serta bekerja. Untuk alumni ITB angkatan 2008, berdasarkan data
responden yang masuk didapatkan bahwa pekerjaan utama saat ini sebagian besar
adalah bekerja (66%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa sekitar 2/3 dari
keseluruhan alumni ITB angkatan 2008 status pekerjaan saat ini adalah bekerja.

bekerja (1714)
7%
22%
bekerja dan wiraswasta
(126)
66%
tdk bekerja/melanjutkan
5% studi (593)
wirausaha (179)

Grafik 7.7 Pekerjaan Utama

Dari jumlah yang bekerja ini, persentase alumni ITB angkatan 2008 yang paling
banyak bekerja berasal dari Prodi Teknik Perminyakan (89%), Prodi Teknik Kimia
(85%), Prodi Teknik Industri (79%), Prodi Teknik Fisika (78%) dan Prodi Sains dan
Teknologi Farmasi (78%). Jika dilihat berdasarkan jumlah maka alumni yang paling
banyak bekerja berasal dari Prodi Teknik Industri (113 orang), Prodi Teknik Sipil (95
orang) dan Prodi Teknik Mesin (91 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


92
Besarnya persentase dan jumlah alumni yang bekerja memberikan gambaran
bahwa ketika telah lulus kuliah keahlian alumni lebih tepat digunakan untuk
bekerja. Apabila diperhatikan pula pada Grafik 7.8 tampak bahwa mereka yang
mayoritas memilih bekerja setelah lulus berasal dari Prodi yang sudah spesifik
dengan bidangnya masing-masing jika dikaitkan dengan pekerjaan itu sendiri.

Tidak semua alumni ITB angkatan 2008 memilih untuk bekerja, sebagian ada yang
memilih untuk berusaha ataupun melanjutkan studi. Jika dilihat berdasarkan
persentase, alumni 2008 yang banyak memilih tidak bekerja/melanjutkan studi
berasal dari Prodi Astronomi (50%) dan Prodi Oseanografi (50%). Namun dari sisi
jumlah, yang lebih banyak memilih tidak bekerja/melanjutkan studi berasal dari
Prodi Fisika (43 orang), Prodi Kimia (37 orang) dan Prodi Biologi (36 orang). Mereka
yang memilih tidak bekerja/melanjutkan studi sebagian besar merupakan lulusan
diluar teknik (non-engineering).

Alumni ITB angkatan 2008 yang memutuskan berwirausaha dilihat dari persentase
lebih didominasi oleh alumni yang berasal dari Prodi Desain Produk (30%).
Sementara dilihat berdasarkan jumlah, alumni yang berwirausaha berasal dari
Prodi Manajemen (33 orang), Prodi Desain Produk (13 orang) dan Prodi Seni Rupa
(12 orang).

Pada Grafik 7.8 tampak bahwa alumni 2008 saat ini ada yang bekerja dan juga
berwiraswasta (5%). Alumni yang menjalani dua pekerjaan ini dilihat dari
persentase sebagian besar berasal dari Prodi Seni Rupa (19%), Prodi Teknik Tenaga
Listrik (14%) dan Prodi Desain Komunikasi Visual (13%). Sementara berdasarkan
jumlah lebih didominasi oleh Prodi Manajemen (16 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


93
Teknik Tenaga Listrik (37/37) 70% 14% 14% 3%
Teknik Telekomunikasi (49/59) 65% 29% 6%
Teknik Sipil (130/133) 73% 4% 18% 5%
Teknik Pertambangan (62/62) 69% 5% 26%
Teknik Perminyakan (96/101) 89% 3%8%
Teknik Metalurgi (29/29) 62% 7% 28% 3%
Teknik Mesin (120/130) 76% 3% 17% 5%
Teknik Material (48/51) 48% 2% 38% 13%
Teknik Lingkungan (96/96) 61% 4% 32% 2%
Teknik Kimia (98/106) 85% 4% 9%2%
Teknik Kelautan (41/45) 66% 2% 27% 5%
Teknik Informatika (97/105) 70% 6% 19% 5%
Teknik Industri (143/156) 79% 3%11% 7%
Teknik Geologi (72/79) 74% 4% 21% 1%
Teknik Geofisika (55/66) 75% 2% 24%
Teknik Geodesi dan Geomatika (77/97) 66% 4% 29% 1%
Teknik Fisika (89/94) 78% 6% 15% 2%
Teknik Elektro (82/98) 56% 6% 32% 6%
Sistem dan Teknologi Informasi (30/30) 70% 7% 17% 7%
Seni Rupa (42/42) 36% 19% 17% 29%
Sains dan Teknologi Farmasi (87/116) 78% 5% 16% 1%
Perencanaan Wilayah dan Kota (68/69) 74% 6% 18% 3%
Oseanografi (32/32) 41% 6% 50% 3%
Mikrobiologi (41/41) 51% 2% 41% 5%
Meteorologi (33/34) 42% 3% 45% 9%
Matematika (97/109) 72% 2% 20% 6%
Manajemen (154/170) 56% 10% 12% 21%
Kriya (25/29) 52% 20% 28%
Kimia (98/98) 54% 3% 38% 5%
Fisika (90/95) 44% 3% 48% 4%
Farmasi Klinik (39/39) 64% 5% 23% 8%
Desain Produk (44/44) 55% 2% 14% 30%
Desain Komunikasi Visual (40/43) 55% 13% 13% 20%
Desain Interior (43/44) 58% 9% 14% 19%
Biologi (74/75) 38% 3% 49% 11%
Astronomi (18/18) 39% 6% 50% 6%
Arsitektur (88/95) 70% 6% 19% 5%
Aeronotika dan Astronotika (48/54) 69% 4% 23% 4%

Bekerja Bekerja & Wiraswasta Tidak Bekerja/Melanjutkan Studi Wirausaha

Grafik 7.8 Pekerjaan Utama per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


94
7.4 TEMPAT TINGGAL

Kondisi alumni ITB angkatan 2008 saat ini tidak terlepas dari kehidupan mereka
saat masih menjadi mahasiswa di ITB. Selama menimba ilmu, pada umumnya
alumni 2008 tinggal di kos (66,9%) dan rumah orang tua (22,8%). Tidak sedikit
diantara mereka yang tinggal tidak di satu tempat (nomaden), yaitu tinggal di lab,
himpunan, kos teman dan sekretariat unit (Grafik 7.9). Beragam aktivitas, baik
terkait akademik ataupun non-akademik, yang dimiliki selama menjadi mahasiswa
ITB menjadikan salah satu alasan sebagian dari mereka yang tinggal dengan cara
berpindah-pindah tempat sekalipun mereka sudah memiliki tempat kos atau
bahkan yang tinggal di rumah sekalipun. Hal yang menarik pada tempat tinggal ini
adalah alumni 2008 saat masih mahasiswa sudah ada yang memiliki
rumah/apartemen sendiri.

Di tempat kos 66.9%


Bersama orang tua / keluarga 22.8%
Bersama saudara 3.5%
Di asrama 2.8%
Berbagi kamar kos/apartemen 2.0%
Kampus/himpunan/lab/studio 0.8%
Rumah sendiri 0.5%
Kontrak rumah 0.4%
Pindah2/Nomaden 0.2%
Apartemen 0.1%

Grafik 7.9 Tempat Tinggal

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


95
7.5 SUMBER BIAYA KULIAH

Selama menjalani perkuliahan tentunya dibutuhkan biaya dalam pelaksanaannya.


Sumber biaya perkuliahan tidak selamanya harus bersumber dari pemberian orang
tua. Selama mahasiswa mampu berusaha, sumber biaya untuk kuliah dapat
diperoleh dari berbagai hal seperti beasiswa, proyek kerja, usaha ataupun hasil
kerja sambilan.

Alumni ITB angkatan 2008 selama menjalani perkuliahan ternyata membiayai


kuliah mereka sebagian besar dari pemberian orang tua (80%). Sangat sedikit sekali
alumni 2008 yang memanfaatkan beasiswa untuk membiayai kuliah mereka.
Namun ternyata, alumni 2008 saat kuliah sudah ada yang mampu membiayai
kuliahnya tanpa membebankan pada orang tuanya (1%). Kondisi-kondisi ini
memberikan sedikit gambaran bahwa pada umumnya alumni ITB angkatan 2008
adalah orang yang berkecukupan dari segi ekonomi.

Orang tua / keluarga 80%

Sebagian beasiswa 11%

Beasiswa 8%

Biaya sendiri 1%

Grafik 7.10 Sumber Biaya Kuliah

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


96
7.6 ASPEK PEMBELAJARAN

Selama menimba ilmu di perguruan tinggi, pada umumnya alumni saat mahasiswa
memperoleh banyak hal terkait pembelajaran. Pembelajaran di perguruan tinggi
tidak hanya sekedar mengikuti perkuliahan namun beragam aktivitas lainnya
sangat mungkin terjadi, misalkan kegiatan proyek, kerja lapangan, magang,
seminar dan diskusi.

Dalam perkuliahan, tingkat penekanan aspek pembelajaran yang diperoleh alumni


ITB angkatan 2008 sangat besar pada kuliah itu sendiri (Grafik 7.11). Untuk
demonstrasi, kerja lapangan dan diskusi ketiganya dianggap berjalan dengan baik.
Sementara itu, bagi alumni 2008 ternyata selama dalam proses pembelajaran
mereka merasa kurang dalam hal partisipasi proyek riset dan magang. Hal ini
sangat disayangkan mengingat proyek riset dan magang pada dasarnya dapat
memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan yang
mereka miliki.

Diskusi 3.56

Praktikum kerja lapangan 3.31

Magang 2.95

Partisipasi dalam proyek riset 2.90

Demonstrasi/Peragaan 3.40

Perkuliahan 4.10

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50

Grafik 7.11 Aspek Pembelajaran

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


97
7.7 ASPEK BELAJAR MENGAJAR

Perkuliahan adalah kegiatan utama yang lebih sering terjadi selama menjalani
kehidupan di dalam perguruan tinggi. Kegiatan perkuliahan tidak terbatas pada
kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan saja. Interaksi dengan dosen, diskusi
kelompok, proyek riset dan sharing pengalaman adalah kegiatan-kegiatan lain yang
dapat dilakukan dan menunjang dalam perkuliahan.

Tingkat aspek belajar mengajar bagi alumni ITB angkatan 2008 ternyata nilai
tertinggi berada pada kondisi umum belajar mengajar. Kesempatan berinteraksi
dengan dosen di luar jam kuliah dan bimbingan akademik dinilai baik bagi alumni
2007. Sementara kesempatan berpartisipasi dalam proyek riset dan memasuki
serta menjadi bagian dari jejaring ilmuwan profesional dinilai kurang sekalipun
dalam penilaian berada pada kategori baik (Grafik 7.12). Kondisi ini kembali
menggambarkan bahwa bagi alumni 2008 kesempatan untuk mengembangkan
keilmuan mereka dirasa masih paling sedikit kontribusinya.

4 3.62
3.35 3.37
3.5 2.89 2.98
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
kesempatan bimbingan kesempatan kondisi umum kesempatan
untuk akademik berpartisipasi belajar untuk
berinteraksi dalam proyek mengajar memasuki dan
dengan dosen- riset menjadi bagian
dosen di luar dari jejaring
jadwal kuliah ilmuwan
profesional

Grafik 7.12 Aspek Belajar Mengajar

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


98
7.8 FASILITAS BELAJAR MENGAJAR

Beragam aktivitas dapat terjadi dalam suatu perguruan tinggi, tidak terkecuali di
ITB. Setiap aktivitas yang terjadi dapat berjalan dengan optimal seiring baik
tidaknya fasilitas yang menunjang. Fasilitas yang baik memberikan kesempatan
bagi yang menjalankan kegiatan untuk memberikan hal terbaik dalam
menjalaninya. Sementara fasilitas yang tidak memadai menjadikan kegiatan itu
sendiri berjalan hanya apa adanya.

Bagi alumni ITB angkatan 2008, fasilitas di ITB pada umumnya sudah cukup
memadai. Ini tampak dari sisi penilaian yang mereka berikan dengan nilai rata-rata
yang cukup baik (Grafik 7.13). Fasilitas yang paling baik bagi alumni 2008 adalah
adanya variasi dalam mata kuliah yang ditawarkan. Sementara itu, fasilitas yang
dinilai cukup rendah adalah laboratorium, akomodasi, pelayanan kesehatan dan
pusat kegiatan mahasiswa.

fasilitas layanan kesehatan 3.07


pusat kegiatan mahasiswa beserta fasilitasnya
dan ruang rekreasi 3.01
kantin 3.21
akomodasi 3.12
variasi mata kuliah yang ditawarkan 3.65
laboratorium 3.09
ruang belajar 3.32
modul belajar 3.41
teknologi informasi dan komunikasi 3.41
perpustakaan 3.41
0 1 2 3 4

Grafik 7.13 Fasilitas Belajar Mengajar

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


99
7.9 ORGANISASI

Di ITB, salah satu tradisi yang cukup kuat dan mengakar hingga kini adalah ikatan
alumninya. Kuatnya ikatan alumni tidak terjadi tanpa dilandasi dasar yang kuat.
Kekuatan itu sendiri sangat mungkin muncul ketika alumni terlibat aktivitas baik itu
perkuliahan ataupun kegiatan di unit/himpunan saat mereka di perguruan tinggi.
Kegiatan unit/himpunan dianggap paling memberikan pengaruh besar terhadap
ikatan ini mengingat aktivitas bersama teman satu pemikiran, satu hobi, satu
almamater akan lebih membentuk rasa kebersamaan.

Bagi alumni ITB angkatan 2008, ternyata tingkat keaktifan mereka dalam organisasi
sangat besar (Grafik 7.14). Tingkat keaktifan ini berlaku di setiap
unit/himpunan/kegiatan yang mereka jalani selama berada di ITB. Kondisi ini
memberikan gambaran pula bahwa alumni ITB tidak hanya baik dari segi prestasi
keilmuan namun dalam kegiatan berorganisasi pula.

40.00%

35.03%
35.00%

29.94%
30.00% Mean 3.45

N 2612
25.00%

ARTI PILIHAN JAWABAN


20.00%
18.87% 1 tidak aktif
2 kurang aktif
3 cukup aktif
15.00%
4 aktif
9.76% 5 sangat aktif
10.00%
6.39%

5.00%

0.00%
1 2 3 4 5

Grafik 7.14 Keaktifan Organisasi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


100
7.10 KESESUAIAN KULIAH DENGAN PEKERJAAN

Kehidupan bekerja bagi alumni ITB tidak akan terlepas dari kehidupan saat masih
menjadi mahasiswa di ITB. Tidak sedikit alumni ITB yang bekerja ataupun
berwirausaha disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki selama mereka
menjalani kehidupan perkuliahan di ITB. Kesesuaian kuliah dengan pekerjaan
memang menjadi dasar yang cukup berarti bagi alumni dalam menjalani kehidupan
kerja. Dengan terciptanya kesesuaian, dari sisi alumni hal tersebut akan sangat
membantu terkait berkembang tidaknya ilmu yang mereka miliki. Di sisi lain, bagi
perguruan tinggi kesesuaian kuliah akan berdampak pada ketepatan program studi
yang mereka jalankan dalam setiap kurikulumnya.

74% 26%
Kesesuaian Kuliah (1635)

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Sesuai Tidak Sesuai

Grafik 7.15 Kesesuaian Kuliah

Kesesuaian kuliah dengan pekerjaan bagi alumni ITB angkatan 2008 cukup besar,
yaitu 74%. Hal ini menggambarkan bahwa mayoritas alumni 2008 yang bekerja dan
berwiraswasta menjalani pekerjaan mereka sesuai dengan kapabilitas mereka yang
sebenarnya. Dilihat berdasarkan Prodi akan tampak bahwa tingkat kesesuaian
kuliah dengan pekerjaan paling tinggi adalah pada Prodi Teknik Pertambangan
(95%) dan Prodi Teknik Perminyakan (94%) serta yang terendah adalah Prodi
Meteorologi (14%). Secara keseluruhan, mayoritas dari setiap Prodi di ITB tingkat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


101
keseuaian kuliah dengan pekerjaan sudah berada lebih dari 50 persen. Prodi yang
tingkat kesesuaian kuliah dengan pekerjaannya dibawah 50 persen hanya ada 6,
yaitu Kriya (45%), Fisika (44%), Astronomi (43%), Oseanografi (42%), Biologi (41%)
dan Meteorologi (14%).

Teknik Tenaga Listrik (26/37) 85% 15%


Teknik Telekomunikasi (32/49) 59% 41%
Teknik Sipil (95/130) 76% 24%
Teknik Pertambangan (43/62) 95% 5%
Teknik Perminyakan (82/96) 94% 6%
Teknik Metalurgi (17/29) 76% 24%
Teknik Mesin (87/120) 85% 15%
Teknik Material (23/48) 65% 35%
Teknik Lingkungan (55/96) 73% 27%
Teknik Kimia (79/98) 58% 42%
Teknik Kelautan (25/41) 92% 8%
Teknik Informatika (65/97) 89% 11%
Teknik Industri (107/143) 66% 34%
Teknik Geologi (51/72) 90% 10%
Teknik Geofisika (40/55) 73% 28%
Teknik Geodesi dan Geomatika (51/77) 86% 14%
Teknik Fisika (66/89) 68% 32%
Teknik Elektro (46/82) 65% 35%
Sistem dan Teknologi Informasi (20/30) 75% 25%
Seni Rupa (14/42) 64% 36%
Sains dan Teknologi Farmasi (66/87) 85% 15%
Perencanaan Wilayah dan Kota (48/68) 83% 17%
Oseanografi (12/32) 42% 58%
Mikrobiologi (21/41) 76% 24%
Meteorologi (14/33) 14% 86%
Matematika (66/97) 55% 45%
Manajemen (75/154) 81% 19%
Kriya (11/25) 45% 55%
Kimia (21/98) 57% 43%
Fisika (39/90) 44% 56%
Farmasi Klinik (24/39) 67% 33%
Desain Produk (18/44) 72% 28%
Desain Komunikasi Visual (19/40) 84% 16%
Desain Interior (23/43) 78% 22%
Biologi (27/74) 41% 59%
Astronomi (7/18) 43% 57%
Arsitektur (57/88) 88% 12%
Aeronotika dan Astronotika (33/48) 70% 30%

Sesuai Tidak Sesuai

Grafik 7.16 Kesesuaian Kuliah per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


102
7.11 MANFAAT PRODI

Alumni ITB sebelum terjun di dunia kerja telah terlebih dahulu mendapat
pembekalan terkait keilmuan dan kemampuan lainnya selama berada di
lingkungan ITB, khususnya Prodi masing-masing. Peranan Prodi dalam
mempersiapkan lulusannya akan memberikan dampak terhadap perkembangan
lulusan tersebut terutama terkait kemampuan menghadapi pekerjaannya. Semakin
baik peranan Prodi maka akan semakin baik pula efek yang diberikan lulusan Prodi
tersebut terhadap dunia kerja nantinya.

Peranan Prodi bagi alumni ITB angkatan 2008 dalam dunia kerja sebagian besar
sudah cukup baik untuk hal-hal yang terkait memulai pekerjaan, pembelajaran
yang berkelanjutan dalam pekerjaan, kinerja dalam menjalankan tugas, karir di
masa depan dan pengembangan diri. Hal yang menjadi kekurangan menurut
alumni 2007 terletak pada kurangnya hal-hal yang terkait pembekalan mengenai
keterampilan kewirausahaan.

meningkatkan keterampilan
2.90
kewirausahaan
pengembangan diri 3.76

karir di masa depan 3.66

kinerja dalam menjalankan tugas 3.77


pembelajaran yang berkelanjutan dalam
3.71
pekerjaan
memulai pekerjaan 3.69

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

Grafik 7.17 Manfaat Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


103
7.12 KOMPETENSI

Kompetensi alumni ITB dibina/dilatih/dibentuk selama mereka menjalani


kehidupan sejak kecil hingga sekarang. Beberapa kompetensi alumni ada yang
diperoleh saat masuk perguruan tinggi dan ada pula yang terbentuk saat mereka
mulai bekerja.

Kemampuan/kompetensi alumni yang diperoleh sejak masuk perguruan tinggi


umumnya di dominasi pada pengetahuan di bidang ilmu yang dimilikinya dari Prodi
masing-masing. Namun, alangkah lebih baik jika kemampuan/kompetensi alumni
tidak bergantung pada pengetahuan di bidang ilmu saja mengingat potensi dari
setiap individu bermacam-macam. Membentuk lulusan yang disesuaikan dengan
kebutuhan pasar, dalam kaitannya dengan dunia industri/kerja, akan jauh lebih
baik lagi. Memberikan pengetahuan disiplin ilmu disertai aplikasi penerapan
disiplin ilmu, baik melalui proyek ilmiah, training, kuliah kerja nyata, riset ataupun
partnership dengan perusahaan akan semakin menambah bobot kompetensi
lulusan. Semakin baik bobot kompetensi yang dimiliki lulusan suatu perguruan
tinggi maka diharapkan akan semakin memberikan dampak positif terhadap dunia
industri/kerja baik langsung ataupun tidak langsung.

Pada Grafik 7.18 dapat dilihat gambaran mengenai kompetensi alumni ITB
angkatan 2008 bagi yang bekerja dan/atau wirausaha. Beberapa hal yang menjadi
penguasaan kompetensi alumni 2008 lebih baik dibanding kontribusi perguruan
tinggi adalah dalam pengetahuan umum, keterampilan internet dan komputer,
toleransi, kemampuan adaptasi, negoisasi, toleransi, loyalitas dan integritas,
bekerja dengan orang berbeda budaya atau latar belakang, kemampuan dalam
memegang tanggung jawab dan kemampuan untuk terus belajar. Sementara yang
menjadi kekurangan dalam penguasaan kompetensi alumni 2008 adalah dalam
pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu, keterampilan riset, bekerja di bawah
tekanan, kemampuan dalam menuliskan laporan dan manajemen waktu. Secara

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


104
keseluruhan, tingkat penguasaan kompetensi alumni 2008 berada pada kategori
baik bahkan sebagian besar berada diatas kontribusi dari perguruan tinggi itu
sendiri.

kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat

kemampuan dalam menuliskan laporan, memo dan dokumen

kemampuan untuk mempresentasikan ide / produk / laporan

manajemen proyek / program

inisiatif

kemampuan dalam memegang tanggung jawab

kepemimpinan

bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang

loyalitas dan integritas

kemampuan adaptasi

toleransi

kemampuan analisis

negosiasi

kemampuan dalam memecahkan masalah

bekerja dalam tim / bekerjasama dengan orang lain

bekerja secara mandiri

manajemen waktu

bekerja di bawah tekanan

kemampuan berkomunikasi

kemampuan belajar

keterampilan riset

berpikir kritis

keterampilan komputer

keterampilan internet

pengetahuan umum

pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu

pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu

Grafik 7.18 Tingkat Penguasaan Kompetensi Responden (Biru) VS Tingkat


Kontribusi Perguruan Tinggi (Merah) VS Tingkat Besarnya Peran Kompetensi
Responden dalam Melaksanakan Pekerjaan (Hijau) [Bekerja dan Wirausaha]

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


105
Pada Grafik 7.19, dapat dilihat hubungan antara kontribusi perguruan tinggi
dengan penguasaan kompetensi alumni 2008 yang tidak bekerja/melanjutkan
studi. Secara keseluruhan dapat terlihat bahwa tingkat penguasaan kompetensi
alumni 2008 lebih baik dibandingkan kontribusi perguruan tinggi kecuali untuk
pengetahuan dalam dan luar bidang atau disiplin ilmu, manajemen waktu,
keterampilan riset, bekerja di bawah tekanan, kemampuan merepresentasikan ide
dan kemampuan dalam menuliskan laporan, memo dan dokumen.

kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat

kemampuan dalam menuliskan laporan, memo dan dokumen

kemampuan untuk mempresentasikan ide / produk / laporan

manajemen proyek / program

inisiatif

kemampuan dalam memegang tanggung jawab

kepemimpinan

bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang

loyalitas dan integritas

kemampuan adaptasi

toleransi

kemampuan analisis

negosiasi

kemampuan dalam memecahkan masalah

bekerja dalam tim / bekerjasama dengan orang lain

bekerja secara mandiri

manajemen waktu

bekerja di bawah tekanan

kemampuan berkomunikasi

kemampuan belajar

keterampilan riset

berpikir kritis

keterampilan komputer

keterampilan internet

pengetahuan umum

pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu

pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu

Grafik 7.19 Tingkat Penguasaan Kompetensi Responden (Biru) VS Tingkat


Kontribusi Perguruan Tinggi (Merah) [Tidak Bekerja/Melanjutkan Studi]

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


106
kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat

kemampuan dalam menuliskan laporan, memo dan dokumen

kemampuan untuk mempresentasikan ide / produk / laporan

manajemen proyek / program

inisiatif

kemampuan dalam memegang tanggung jawab

kepemimpinan

bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang

loyalitas dan integritas

kemampuan adaptasi

toleransi

kemampuan analisis

negosiasi

kemampuan dalam memecahkan masalah

bekerja dalam tim / bekerjasama dengan orang lain

bekerja secara mandiri

manajemen waktu

bekerja di bawah tekanan

kemampuan berkomunikasi

kemampuan belajar

keterampilan riset

berpikir kritis

keterampilan komputer

keterampilan internet

pengetahuan umum

pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu

pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu

Grafik 7.20 Tingkat Penguasaan Kompetensi Responden (Biru) VS Tingkat


Kontribusi Perguruan Tinggi (Merah) [Total]

Pada Grafik 7.20 dapat dilihat dilihat gambaran secara keseluruhan mengenai
hubungan kontribusi perguruan tinggi dengan alumni ITB angkatan 2007. Tampak
bahwa tingkat penguasaan kompetensi alumni 2008 berada diatas kontribusi
perguruan tinggi, kecuali dalam hal penguasaan di bidang atau disiplin ilmu,
keterampilan riset, bekerja di bawah tekanan, manajemen waktu, kemampuan
merepresentasikan ide dan kemampuan dalam menuliskan laporan, memo dan
dokumen.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


107
7.13 KEMAMPUAN BAHASA ASING

Dalam dunia kerja, komunikasi adalah hal penting dalam menjalani setiap
pekerjaan yang dilakukan. Komunikasi yang baik akan menghasilkan kinerja yang
baik serta sikap pengertian terutama jika pekerjaan dilakukan lebih dari satu orang
(tim). Sementara komunikasi yang kurang baik akan mengganggu kelancaran dan
pemahaman dalam suatu pekerjaan.

Kemampuan komunikasi akan terkait dengan kemampuan bahasa, dan


kemampuan bahasa tidak hanya akan bahasa lokal namun juga bahasa asing.
Kemampuan bahasa asing dianggap penting mengingat dalam dunia kerja saat ini,
rekan kerja tidak terbatas pada tenaga lokal saja namun tenaga asing juga.
Kemampuan bahasa asing bagi alumni ITB dapat diperoleh atas dasar kemampuan
pribadi, belajar di pusat bahasa ITB, kursus di luar ITB ataupun berbagai sumber
lainnya.

Tingkat kontribusi perguruan tinggi


2.70
dalam bahasa asing

Tingkat kemampuan bahasa asing


alumni 3.57

0 1 2
3
4

Grafik 7.21 Tingkat Kemampuan Bahasa Asing

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


108
Bagi alumni ITB angkatan 2008, tampak pada Grafik 7.21 bahwa tingkat
kemampuan bahasa asing jauh lebih besar dibandingkan kontribusi perguruan
tinggi. Hal ini menandakan sebagian besar alumni 2008 memiliki kemampuan yang
baik dalam hal berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Namun, sangat
disayangkan kontribusi perguruan tinggi terhadap bahasa asing masih dianggap
kurang memfasilitasi kemampuan dari alumni 2007.

7.14 KURSUS

Pembekalan kompetensi bagi sebagian besar alumni ITB diperoleh saat berada di
perguruan tinggi. Namun, tidak semua kemampuan ini didapat dari hasil
perkuliahan di perguruan tinggi saja. Beberapa kemampuan sangat memungkinkan
diperoleh alumni dengan mengambil kursus tambahan, baik yang difasilitasi oleh
perguruan tinggi atau bahkan dengan mengambil dari luar.

35%

Tidak
65%
Ya

Grafik 7.22 Kursus Selama Kuliah

Alumni ITB angkatan 2008 yang mengambil kursus tambahan saat menjalani
perkuliahan ada sebanyak 905 orang (35%) dari total alumni 2612 orang.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


109
Sementara dari tingkat kepentingan, menurut alumni 2008 tingkat kepentingan
mengambil kursus adalah perlu (Grafik 7.23). Kursus dianggap perlu mengingat
dengan adanya pendidikan tambahan, kemampuan dari alumni 2008 diharapkan
semakin berkembang serta membantu mereka dengan pekerjaan mereka saat ini.

35% 34% 34%

30%

N 2612
25%
23%
Mean 3.88
20%
ARTI PILIHAN JAWABAN
1 tidak perlu
15%
2 kurang perlu
3 cukup perlu
10% 4 perlu
6% 5 sangat perlu
5% 4%

0%
1 2 3 4 5

Grafik 7.23 Tingkat Kepentingan Kursus

Pada Grafik 7.24 tampak bahwa alumni 2008 yang mengambil/mengikuti kursus
sebagian besar memilih mengambil kursus bahasa inggris (878 orang). Grafik 7.24
memberikan gambaran pula bahwa sebagian besar alumni 2008 merasa perlu
untuk mengambil kursus bahasa asing. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang
mengambil kursus terkait keahlian teknis. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa
kepentingan tingkat penguasaan bahasa asing bagi alumni 2008 adalah perlu
mengingat kemampuan bahasa asing, terutama bahasa inggris, sudah menjadi
kebutuhan dasar dalam dunia kerja. Selain itu, rendahnya tingkat kontribusi
perguruan tinggi dalam bahasa asing turut berperan dalam kepentingan alumni
2008 untuk mengambil kursus bahasa asing di luar perguruan tinggi.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


110
bahasa inggris 878

bahasa asing lainnya 392

piranti lunak aplikasi (Accurate, Autocad, 212


dll)

kepemimpinan 185

kewirausahaan 175

keahlian 152

pengoperasian komputer (MS.Office dan 82


yang sejenis)

keterampilan/kerajinan/seni 18

olahraga (renang, sepakbola, dll) 3

agama 1

Grafik 7.24 Jenis Kursus

7.15 PELATIHAN DAN KONSELING

ITB memiliki satu lembaga yang berfungsi dalam memberikan layanan karir bagi
mahasiswanya, yaitu ITB Career Center. Salah satu layanan yang diberikan ITB
Career Center adalah menyediakan pelatihan dan konseling. Pelatihan dan
konseling yang diberikan ITB Career Center merupakan dua pelayanan yang dapat
dimanfaatkan oleh mahasiswa ITB apabila mereka sangat membutuhkan konsultasi
pekerjaan ataupun merasa membutuhkan training kerja dengan mengikuti
pelatihan yang ITB Career Center selenggarakan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


111
Bagi alumni ITB angkatan 2008, pelatihan dan konseling yang ada di ITB Career
Center cukup jarang dimanfaatkan (Grafik 7.25). Pelatihan jarang dimanfaatkan
memberikan gambaran bahwa alumni 2008 sudah merasa memiliki bekal yang
cukup untuk terjun di dunia kerja. Sementara konseling jarang dimanfaatkan
memberikan gambaran bahwa alumni 2008 pada umumnya tidak memiliki masalah
dengan pencarian kerja ketika mereka lulus dari ITB.

Memanfaatkan Pelatihan Memanfaatkan Konseling


Yang Ada di ITB Career di ITB Career Center
Center 7%
6%

94% 93%

tidak ya tidak ya

Grafik 7.25 Pelatihan dan Konseling

7.16 PROSES PENCARIAN KERJA

Setelah lulus dari perguruan tinggi, alumni ITB sebagian besar memilih untuk
bekerja di perusahaan. Alumni yang memilih bekerja membutuhkan proses dalam
perjalanannya hingga mereka memperoleh pekerjaan. Proses ini dapat terkait
waktu pencarian kerja, proses seleksi perusahaan dan waktu hingga mendapat
pekerjaan. Dalam proses pencarian kerja, beberapa alumni ada yang sudah
memulai mencari kerja sebelum mereka lulus dari perguruan tinggi. Selain itu, ada
juga beberapa alumni yang tidak turut serta dalam proses pencarian kerja, baik

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


112
sebelum ataupun sesudah lulus kuliah. Mereka yang tidak turut serta umumnya
karena memutuskan melanjutkan studi atau telah dikontak perusahaan yang
membutuhkan tenaga mereka.

Pada Grafik 7.26 dapat dilihat bahwa alumni ITB angkatan 2008, terdapat total
1426 orang yang mencari kerja. Mereka yang mencari kerja sebelum lulus dari
perguruan tinggi ada sebanyak 555 orang dengan rata-rata lama mencari kerja 4,3
bulan. Sementara yang mencari kerja setelah lulus dari perguruan tinggi ada
sebanyak 510 orang dengan rata-rata lama mencari kerja 2,8 bulan.

4.50
4.22

4.00

3.50

3.00
2.78
2.50

Jumlah Mean (bulan)


2.00
688 4.22
Sebelum lulus
1.50
738 2.78
Setelah lulus
1.00

0.50

0.00

Sebelum lulus
(688)
Setelah lulus (738)

Grafik 7.26 Lama Mencari Kerja

Apabila dilihat pada Grafik 7.27, ada beberapa hal menarik mengenai lama
pencarian kerja bagi alumni 2008 yang saat ini masih bekerja. Alumni 2008
sebelum lulus ada yang sudah mulai mencari kerja 36 bulan sebelum lulus. Kondisi
ini menggambarkan bahwa ada alumni 2008 yang sejak masuk tingkat dua di ITB
sudah mulai mencari kerja. Sementara mereka yang mencari kerja setelah lulus,

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


113
ternyata terdapat alumni 2008 yang baru mulai mencari pekerjaan 36 bulan
setelah lulus.

30 30
Bulan

Bulan
20 20

10 10

0 0
Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 7.27 Lama Mencari Kerja [Bekerja]

50
30

40

30 20
Bulan

Bulan

20
10
10

0 0
Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 7.28 Lama Mencari Kerja [Pernah Bekerja]

Grafik 7.28 menunjukkan bahwa alumni 2008 yang pernah bekerja, saat ini sudah
tidak bekerja/melanjutkan studi, memiliki lama waktu pencarian kerja paling cepat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


114
28 bulan sebelum lulus kuliah. Sementara itu, lama waktu pencarian kerja paling
lambat adalah 31 bulan setelah lulus kuliah.

Saat melakukan pencarian kerja, alumni ITB memiliki berbagai macam akses yang
dapat digunakan sebagai sumber pencarian informasi mengenai pekerjaan yang
menjadi tujuan mereka. Akses informasi mengenai lowongan pekerjaan ini dapat
dijangkau baik melalui lingkungan internal, yaitu ITB Career Center, Prodi, dosen,
teman satu Prodi, ataupun lingkungan eksternal, yaitu bursa kerja perguruan tinggi
selain ITB, pemerintah, website selain ITB dan sebagainya.

29%

tidak
71% ya

Grafik 7.29 Persentase Pencarian Kerja melalui ITB Career Center

Apabila diperhatikan, alumni ITB angkatan 2008 ternyata cukup banyak yang
memanfaatkan pencarian kerja melalui ITB Career Center (71%). Alumni 2008 yang
memanfaatkan pencarian kerja melalui ITB Career Center paling banyak
menggunakan fasilitas website dari ITB Career Center (849 orang). Selain website,
alumni 2008 memanfaatkan pula pelaksanaan titian karir yang diselenggarakan ITB
Career Center (732 orang) dan campus recruitment yang di fasilitasi ITB Career
Center (473 orang) sebagai tempat mencari pekerjaan. Sementara untuk
brosur/poster/pamflet di ITB Career Center pemanfaatan media ini oleh alumni
2008 tidak begitu banyak dilakukan (144 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


115
Website ITB Career Center 849

Titian karir ITB Career Center 732

Campus recruitment yang difasilitasi ITB 473


Career Center

Brosur / poster / pamflet di ITB Career 144


Center

Grafik 7.30 Pencarian Kerja melalui ITB Career Center

mencari lewat internet / iklan online / milis diluar 1084


website ITB Career Center
melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, 748
teman, dll)
pergi ke bursa / pameran kerja yang diselenggarakan 602
selain ITB Career Center

membangun network sejak masih kuliah 318

dihubungi oleh perusahaan 250


melamar ke perusahaan tanpa mengetahui lowongan 238
yang ada

melalui iklan di koran / majalah, brosur 216

melalui penempatan kerja atau magang 185

membangun bisnis sendiri 140


bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja 63
semasa kuliah

menghubungi agen tenaga kerja komersial / swasta 29

menghubungi Kemnakertrans 10

Grafik 7.31 Pencarian Kerja di Luar ITB Career Center

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


116
Tidak semua alumni ITB angkatan 2008 melakukan pencarian kerja melalui ITB
Career Center. Sebagian dari mereka ada yang memanfaatkan informasi pekerjaan
di luar lingkungan ITB. Pada Grafik 7.31 tampak bahwa alumni 2008 yang mencari
kerja di luar ITB lebih banyak memanfaatkan fasilitas berupa internet/milis di luar
website ITB Career Center (1084 orang), melalui relasi (748 orang) dan
bursa/pameran kerja yang diselenggarakan selain ITB Career Center (602 orang),
baik itu dosen, orangtua, saudara, teman, dan lain-lain. Pada Grafik 7.31 tampak
pula bahwa alumni ITB sangat jarang yang memanfaatkan peran pemerintah
melalui Kemnakertrans (10 orang) ataupun agen tenaga kerja komersial/swasta (29
orang) untuk pencarian kerja.

Saat melakukan lamaran kerja sebagai bagian dari proses pencarian kerja, tidak
jarang alumni ITB mengajukan lamaran lebih dari satu perusahaan. Alumni yang
mengajukan lamaran pada satu perusahaan umumnya karena perusahaan tersebut
adalah perusahaan yang menjadi target tujuan bekerja. Bagi alumni 2008, ternyata
mereka paling banyak melakukan lamaran ke lebih dari 10 perusahaan (18,4%).
Sebagian lainnya hanya melakukan lamaran di 1 perusahaan (17,9%), 3 perusahaan
(17,7%) dan 5 perusahaan (15,7%).

20.0% 17.9% 17.7% 18.4%


15.7%
14.4%
15.0%

10.0% 7.1%

5.0% 3.1% 2.5% 2.8%


0.4%
0.0%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 >10

Grafik 7.32 Jumlah Perusahaan Dilamar

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


117
7.17 PROSES MENDAPATKAN PEKERJAAN

Pekerjaan bagi alumni ITB dapat didapatkan baik itu sebelum kelulusan ataupun
setelah kelulusan dari perguruan tinggi. Alumni 2008 secara keseluruhan rata-rata
waktu tunggu hingga memperoleh pekerjaan adalah selama 3,6 bulan (433 orang)
sebelum lulus kuliah dan 4,4 bulan (1436 orang) setelah lulus kuliah.

4.5 4.37

4 3.62

3.5

3 Jumlah Mean (bulan)


2.5 Sebelum lulus 433 3.62

2
Setelah lulus 1436 4.37

1.5

0.5

Sebelum lulus
(433)
Setelah lulus
(1436)

Grafik 7.33 Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan (1)

Pada Grafik 7.35 dapat dilihat bahwa alumni 2008 ada yang sudah bekerja 72 bulan
sebelum lulus. Hal ini berarti ada alumni 2008 yang saat masuk ITB dia sudah
memiliki pekerjaan. Alumni 2008 yang sudah memiliki pekerjaan saat mereka
masih menjalani perkuliahan, terutama diatas 2 tahun sebelum kelulusan,
jumlahnya cukup banyak (8 orang). Hal ini memberikan gambaran bahwa
memperoleh pekerjaan bagi alumni ITB 2008 dapat dilakukan semenjak mereka
menjalani perkuliahan atau bahkan sebelumnya. Sementara itu untuk alumni yang

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


118
memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah, paling lama adalah 34 bulan atau 3
tahun kurang.

70

60 30

50

40 20
Bulan

Bulan
30

20 10

10

0 0
Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 7.34 Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan (2)

Alumni ITB memperoleh pekerjaan dari berbagai macam sumber, baik lingkungan
internal ataupun eksternal. Lingkungan internal umumnya berasal dari milis
angkatan, relasi, ITB Career Center dan bursa kerja ITB. Sementara lingkungan
eksternal umumnya berasal dari bursa kerja perguruan tinggi di luar ITB, iklan
koran, website kerja ataupun pemerintah.

Alumni ITB angkatan 2008, sebagian besar dari mereka memperoleh pekerjaan
melalui relasi (38%). Sebagian lainnya memperoleh pekerjaan melalu ITB Career
Center (20%) dan internet/iklan di luar dari ITB Career Center (15,7%). Dari hasil ini
tampak bahwa bagi alumni 2008 peranan lingkungan internal dalam memperoleh
pekerjaan sangat besar pengaruhnya dibanding jika harus mencari keluar.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


119
Melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, teman, dll) 38.0%
Memperoleh informasi dari ITB Career Center (Website, Titian
Karir, Brosur / Pamflet / Poster, Campus Recruitment)
20.0%
Mencari lewat internet / iklan online di luar website ITB
Career Center
15.7%
Dihubungi oleh perusahaan 6.0%
Membangun network sejak masih kuliah 5.2%
Melamar ke bursa / pameran kerja yang diselenggarakan
selain ITB Career Center
5.1%
Membangun bisnis sendiri 3.2%
Melalui penampilan kerja atau magang 2.7%
Bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja semasa
kuliah
1.6%
Melalui iklan koran / majalah 1.3%
Melamar langsung ke perusahaan 0.4%
Beasiswa ikatan dinas 0.3%
Menghubungi agen tenaga kerja komersial / swasta 0.3%
Menghubungi Kemnakertrans 0.2%

Grafik 7.35 Mendapatkan Pekerjaan Pertama

Alumni 2008 sebagian besar memperoleh pekerjaan melalui jalur relasi. Mereka
yang mendapatkan pekerjaan melalui jalur relasi, sebagian besar adalah atas
rekomendasi/informasi yang diberikan dari teman/alumni (68%). Sebagian lainnya
berasal dari informasi/rekomendasi dosen (19%) dan orang tua/saudara (13%).

Teman / Alumni 68%

Dosen 19%

Orang tua / Saudara / Keluarga 13%

Grafik 7.36 Relasi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


120
7.18 KRITERIA PENERIMAAN PEGAWAI BARU

Dalam dunia kerja diperlukan kriteria tertentu bagi perusahaan dalam menerima
pegawai/karyawan baru. Kriteria penerimaan pegawai bergantung pada kebutuhan
perusahaan terhadap posisi yang akan diisi oleh pegawai baru tersebut.
Pengetahuan mengenai kriteria penerimaan pegawai baru akan menjadi masukkan
penting bagi alumni ITB agar menjadi perhatian bagi mereka dalam persiapan
untuk menuju dunia kerja.

Umumnya kriteria mengenai penerimaan pegawai baru hanya diketahui oleh


perusahaan yang mencari tenaga kerja. Namun, pada report ini akan ditampilkan
kriteria tersebut dari sudut pandang alumni. Disini menurut alumni ITB angkatan
2008, kriteria penerimaan pegawai baru oleh perusahaan, lima yang utama,
adalah kepribadian dan keterampilan interpersonal, kemampuan bahasa inggris,
pengalaman berorganisasi, reputasi perguruan tinggi dan program studi.

kepribadian dan keterampilan interpersonal 2095


kemampuan bahasa Inggris 2058
pengalaman berorganisasi 1778
reputasi dari perguruan tinggi 1695
program studi 1507
spesialisasi 1324
pengoperasian komputer 1279
IP 1277
pengalaman kerja selama kuliah 1018
rekomendasi dari pihak ketiga 770
sertifikasi profesi 628
kemampuan bahasa asing lainnya 487
pengalaman ke luar negeri (untuk bekerja atau 390

Grafik 7.37 Kriteria Penerimaan Pegawai Baru

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


121
7.19 ALASAN MENDAPAT PEKERJAAN PERTAMA

Pekerjaan merupakan kebutuhan bagi sebagian alumni ITB yang telah lulus dari
perguruan tinggi. Kebutuhan akan pekerjaan dapat didasarkan pada beberapa hal,
diantaranya gaji, minat, passion, serta adanya kesempatan ataupun tantangan dari
pekerjaan itu sendiri.

kesempatan pengembangan diri 55%

gaji 16%

tantangan pekerjaan 11%

sesuai dengan minat 6%

kedekatan dengan rumah 5%

benefit (perumahan, transpor, uang 5%


lembur)

kesempatan beasiswa 2%

Grafik 7.38 Alasan Memilih Pekerjaan Pertama

Pada Grafik 7.39 dapat dilihat alasan memilih pekerjaan pertama bagi alumni ITB
angkatan 2007. Sebagian besar alumni 2008 membutuhkan pekerjaan pertama
sebagai bagian dari kesempatan pengembangan diri (55%). Hanya 16% saja yang
membutuhkan pekerjaan pertama hanya untuk mendapatkan gaji. Sisanya memilih
pekerjaan pertama dikarenakan tantangan pekerjaan (11%), sesuai dengan minat
(6%), kedekatan dengan rumah (5%), benefit (5%), dan kesempatan beasiswa (2%).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


122
Alasan terbesar alumni 2008 dalam memilih pekerjaan pertama adalah
kesempatan pengembangan diri. Hal ini menunjukkan bahwa keinginan alumni ITB,
khususnya alumni ITB angkatan 2008, untuk terus berkembang/belajar hingga ke
titik puncak sangat besar dan tidak berhenti sejak lulus perguruan tinggi saja. Tidak
tercapainya hal-hal tersebut, dapat berpengaruh terhadap motivasi alumni ITB
untuk mencari pekerjaan lain yang dapat membantu mereka semakin berkembang.

7.20 ALASAN TIDAK BEKERJA/MELANJUTKAN STUDI

Tidak semua alumni ITB memutuskan untuk bekerja setelah mereka lulus dari
perguruan tinggi. Beberapa alumni ada yang memutuskan untuk tidak bekerja
ketika mereka lulus. Namun, tidak semua alumni ITB memutuskan tidak bekerja
ketika mereka lulus saja. Beberapa alumni ITB ada yang memutuskan tidak bekerja
setelah mereka bekerja setidaknya selama 1 atau 2 tahun. Umumnya bagi sebagian
besar alumni ITB, mereka yang memilih tidak bekerja lebih dikarenakan keinginan
mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Melanjutkan studi 71.5%


Mencari pengembangan diri yang lebih besar 9.4%
Mencari pengalaman lain 4.0%
Habis masa kontrak 4.0%
Tidak sesuai minat 3.8%
belum mendapat pekerjaan 2.4%
Lingkungan kerja tidak kondusif (jam kerja tidak sesuai, pekerjaan
terlalu padat, dll)
1.9%
Alasan keluarga 1.2%
Gaji kurang memuaskan 1.2%
Kesempatan belajar sangat kecil 0.3%

Grafik 7.39 Alasan Tidak Bekerja

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


123
Pada Grafik 7.39 tampak terlihat bahwa bagi alumni ITB angkatan 2008, alasan
utama mereka tidak bekerja lebih dikarenakan keinginan untuk melanjutkan studi
(71,5%). Sisanya lebih dikarenakan ingin mencari pengembangan diri yang lebih
besar, mencari pengalaman lain, habis masa kontrak, tidak sesuai minat, belum
mendapat kerja, lingkungan kerja tidak kondusif, alasan keluarga, gaji kurang
memuaskan dan kesempatan belajar sangat kecil.

Alasan tidak bekerja yang disampaikan sebelumnya memberikan informasi pula


bahwa alumni 2008 yang memutuskan tidak bekerja, sebelumnya pernah/memiliki
pekerjaan. Mereka berhenti dikarenakan alasan yang diungkapkan pada Grafik
7.38. Lebih spesifik jika dilihat pada Grafik 7.40, alumni 2008 yang pernah bekerja
sebelum memutuskan tidak bekerja/melanjutkan studi ada sebanyak 59% dari
total 536 orang. Sementara alumni 2008 yang memutuskan tidak bekerja untuk
melanjutkan usaha ada sebesar 50% dari total 162 orang yang menjalankan
wirausaha.

100%

80% 59% 50%

60%

40%
41% 50%
20%

0%
tdk bekerja/melanjutkan wirausaha (162)
studi (536)

Tidak pernah bekerja Pernah bekerja

Grafik 7.40 Status Pernah Bekerja Sebelumnya

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


124
7.21 WIRAUSAHA

Salah satu status pekerjaan saat ini alumni ITB angkatan 2008 adalah menjalankan
usaha (wirausaha). Alumni 2008 yang menjalankan usaha tidak semuanya murni
sebagai wirausaha. Beberapa ada yang menjalankan usahanya sambil bekerja
sebagai pegawai di perusahaan. Mereka yang menjalani usaha sambil bekerja
umumnya menjadikan wirausaha sebagai usaha sampingan. Tidak sedikit pula
mereka yang menjalankan usaha sebelumnya pernah bekerja (Grafik 7.40).

Passion / Keinginan pribadi 144

Waktu yang fleksibel 133

Buka lapangan pekerjaan baru 90

Bebas / Tidak bergantung 89

Cita-cita 83

Tantangan 71

Peluang pasar 57

Penghasilan lebih besar 53

Melanjutkan usaha keluarga 35

Malas melamar kerja 20

Grafik 7.41 Alasan Wirausaha

Beberapa hal utama yang menjadi alasan alumni 2008 memilih menjalankan usaha
dibandingkan bekerja diantaranya (berdasar urutan yang paling utama),
passion/keinginan pribadi, waktu yang fleksibel, buka lapangan kerja baru,
bebas/tidak bergantung, cita-cita, tantangan, peluang pasar, penghasilan lebih
besar, melanjutkan usaha keluarga dan malas melamar kerja (Grafik 7.41).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


125
Untuk menjalankan usaha dibutuhkan modal untuk memulai/mendirikan usaha
tersebut, tidak terkecuali bagi alumni ITB angkatan 2007. Pada Grafik 7.42 tampak
bahwa sebagian besar alumni 2008 mendapatkan modal usaha dari tabungan
pribadi. Sebagian lagi mendapatkan modal dari keluarga dan investor. Mereka
yang meminjam dari bank jumlahnya masih sangat sedikit. Kondisi ini sedikit
menggambarkan bahwa sebagian besar usaha yang dijalankan oleh alumni 2008
sifatnya masih start-up dan berada pada skala menengah.

Proyek 7%
7%

Proposal 1%

Pribadi / Tabungan 59%


49%

Keluarga 18%
31%

Investor 15%
11%

Bank 2%
2%

Bekerja & Wiraswasta Wirausaha

Grafik 7.42 Modal Usaha

Dilihat dari jenis usaha yang dijalankan oleh alumni ITB angkatan 2008, tampak
sebagian besar memilih menjalankan usaha bekerjasama dengan teman atau
saudara, usaha sendiri, dan membangun dari awal (Grafik 7.43). Ketiganya cukup
beralasan mengingat mereka yang membangun usaha ini umumnya menggunakan
modal dari tabungan pribadi ataupun bantuan dari keluarga (Grafik 7.42) dan
ketiga jenis usaha ini dari segi kesiapan modal tidak membutuhkan modal awal
yang besar.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


126
Kerjasama dengan teman / saudara / dll 181

Usaha sendiri / tidak memiliki pegawai 95

Membangun dari awal sebuah kantor / 92


firma

Bekerja di rumah (Usaha rumahan) 53

Mengambil alih perusahaan 16

Melayani kontraktor tunggal 11

Grafik 7.43 Jenis Usaha

Usaha pada dasarnya didirikan dengan modal awal yang bisa berasal dari berbagai
sumber dengan tujuan mencari keuntungan bagi si pemilik. Besar kecilnya
keuntungan usaha bergantung dari jenis usaha serta bagaimana usaha itu sendiri
dijalankan. Bagi alumni 2008 yang murni berwirausaha, rata-rata omset usaha
mereka per bulan sudah cukup besar, yakni Rp.181.457.854 (157 orang).
Sementara bagi alumni 2008 yang bekerja dan berwiraswasta, rata-rata omset
usaha per bulan adalah Rp.126.875.786 (112 orang).

Rp181,458,854
Rp200,000,000 Rp127,876,786

Rp100,000,000

Rp0
bekerja dan wirausaha (157)
wiraswasta (112)

Grafik 7.44 Omset per Bulan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


127
7.22 KATEGORI BIDANG USAHA

Di dunia kerja, bidang usaha pekerjaan yang ada cukup beragam, mulai dari
pertambangan, makanan, pertanian, manajemen, hukum dan sebagainya.
Keanekaragaman ini menjadikan begitu banyak kemungkinan terhadap pemilihan
pekerjaan bagi alumni ITB. Namun, umumnya alumni ITB akan memilih pekerjaan
yang disesuaikan dengan keahlian mereka.

Bagi alumni ITB angkatan 2008, pekerjaan mereka saat ini sebagian besar banyak
terkait dengan kategori bidang usaha pertambangan dan penggalian (20%), jasa
professional, ilmiah dan teknis (12%), industri pengolahan (11%), konstruksi dan
pembangunan (10%) serta informasi dan komunikasi (10%).

Q, 2% U, 1% A, 1%
R, 3% S, 4%
P, 2%
O, 3% B, 20%

M, 12%
C, 11%

L, 2%
J, 10% F, 10%
D, 3%
K, 7%
E, 1%

I, 2% H, 3% G, 3%

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U

Grafik 7.45 Kategori Bidang Usaha

Secara umum Grafik 7.45 memberikan gambaran bahwa ternyata bagi alumni ITB,
khususnya angkatan 2008, kategori bidang usaha pertambangan dan penggalian
menjadi pilihan utama dalam memilih pekerjaan setelah lulus perguruan tinggi. Hal

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


128
ini dianggap wajar mengingat pada pekerjaan ini dituntut keahlian yang tinggi serta
memiliki upah pekerjaan yang tinggi pula sehingga sebagai pekerjaan awal akan
sangat cocok bagi alumni ITB.

Tabel 7.1. Kategori Bidang Usaha

Kategori Keterangan Persentase


A Pertanian, perikanan, dan kehutanan 1.2%
B Pertambangan dan penggalian 18.8%
C Industri pengolahan 10.9%
D Pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin 2.8%
Pengadaan air, pengelolaan sampah dan daur ulang,
E 0.5%
pembuangan dan pembersihan limbah dan sampah
F Konstruksi dan pembangunan 8.7%
Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
G 2.6%
mobil dan sepeda motor
H Transportasi dan pergudangan 3.1%
Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan
I 2.4%
minuman
J Informasi dan komunikasi 8.6%
K Jasa keuangan dan asuransi 5.9%
L Real estate, developer, dan properti 2.3%
M Jasa profesional, ilmiah, dan teknis 12.5%
Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
N ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha 0.3%
lainnya
Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan
O 2.5%
wajib sosial
P Jasa pendidikan 2.4%
Q Jasa kesehatan dan kegiatan sosial 2.3%
R Kesenian, hiburan dan rekreasi 2.7%
S Kegiatan jasa lainnya 4.5%
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, kegiatan
T 0.1%
yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga
Kegiatan badan internasional dan kegiatan badan
U 0.8%
internasional ekstra lainnya

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


129
Teknik Tenaga Listrik (37/37) B, 31% D, 25% F, 22% M, 9%
Teknik Telekomunikasi (49/59) C, 9% J, 66%
Teknik Sipil (130/133) B, 17% D, 7% F, 49% H, 7%
Teknik Pertambangan (62/62) B, 87%
Teknik Perminyakan (96/101) B, 98%
Teknik Metalurgi (29/29) B, 29% C, 38% F, 14%
Teknik Mesin (120/130) B, 17% C, 12% D, 12% F, 28% M, 14%
Teknik Material (48/51) B, 10% C, 37% M, 17%
Teknik Lingkungan (96/96) B, 25% C, 9% F, 9% M, 15%
Teknik Kimia (98/106) B, 24% C, 30% F, 15% M, 11%
Teknik Kelautan (41/45) B, 10% F, 60% M, 20%
Teknik Informatika (97/105) J, 70% K, 8%
Teknik Industri (143/156) B, 18% C, 17% J, 11% K, 13% M, 10%
Teknik Geologi (72/79) B, 72% M, 12%
Teknik Geofisika (55/66) B, 76% M, 7%
Teknik Geodesi dan Geomatika (77/97) B, 31% K, 7% M, 27%
Teknik Fisika (89/94) B, 22% C, 20% F, 14% M, 20%
Teknik Elektro (82/98) B, 13% F, 11% J, 43% M, 14%
Sistem dan Teknologi Informasi (30/30) B, 16% J, 44% K, 12%
Seni Rupa (42/42) R, 46% S, 20%
Sains dan Teknologi Farmasi (87/116) C, 42% M, 12% Q, 32%
Perencanaan Wilayah dan Kota (68/69) L, 13% M, 27% O, 16% U, 13%
Oseanografi (32/32) B, 13% F, 13% G, 13% M, 38%
Mikrobiologi (41/41) A, 17% C, 29% I, 21% M, 13%
Meteorologi (33/34) B, 17% J, 11% K, 22% M, 11%
Matematika (97/109) C, 8% J, 10% K, 41% P, 9%
Manajemen (154/170) B, 8% K, 23% S, 10%
Kriya (25/29) J, 15% P, 10% R, 30% S, 25%
Kimia (98/98) C, 31% I, 11% M, 18% P, 11%
Fisika (90/95) B, 13% C, 19% H, 9% J, 13% M, 13%
Farmasi Klinik (39/39) C, 17% K, 13% Q, 40%
Desain Produk (44/44) C, 13% G, 13% R, 13% S, 26%
Desain Komunikasi Visual (40/43) J, 37% M, 14% R, 37%
Desain Interior (43/44) C, 11% F, 22% M, 30% R, 16% S, 11%
Biologi (74/75) A, 16% M, 11% P, 11%
Astronomi (18/18) G, 11% J, 11% K, 22% M, 22% O, 11% P, 22%
Arsitektur (88/95) F, 14% L, 28% M, 37%
Aeronotika dan Astronotika (48/54) C, 22% H, 27% M, 16%

Grafik 7.46 Kategori Bidang Usaha per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


130
Dilihat berdasarkan Prodi, kategori bidang usaha terkait pekerjaan bagi alumni
2008 umumnya mengikuti pada bidang keahliannya masing-masing (Grafik 7.46).
Sebagai contoh Prodi Matematika, alumni yang bekerja terkait jasa keuangan dan
asuransi sebesar 41%. Jasa keuangan dan asuransi dalam pekerjaannya sangat
identik dengan keilmuan matematika. Contoh lainnya Prodi Teknik Perminyakan,
alumni yang bekerja terkait pertambangan dan penggalian sebesar 98%. Teknik
Perminyakan sendiri sangat besar kaitan ilmunya dengan industri pertambangan
dan penggalian.

Meski sebagian besar pekerjaan alumni 2008 sesuai dengan keahlian di bidangnya
masing-masing, ternyata ada Prodi yang sebagian besar alumninya justru bekerja
di luar bidang keahliannya. Contoh kasus adalah Prodi Meteorologi yang 22%
alumninya bekerja pada bidang jasa keuangan dan asuransi (Grafik 7.46). Contoh
lainnya adalah Prodi Fisika, 19% alumninya bekerja pada bidang industri
pengolahan.

7.23 KATEGORI PERUSAHAAN

Dalam bekerja, reputasi dan nama besar perusahaan dapat memberikan pengaruh
bagi lulusan perguruan tinggi, tidak terkecuali alumni ITB, untuk melamar kerja di
perusahaan tersebut. Semakin besar perusahaan semakin banyak alumni yang
tertarik untuk melamar kerja di tempat tersebut. Umumnya secara skala,
perusahaan besar sudah menyentuh level internasional. Pada tingkatan ini,
pegawai di perusahaan tidak terbatas pada pegawai lokal saja namun juga pegawai
asing.

Jika memperhatikan kondisi alumni ITB angkatan 2008 yang saat ini bekerja, dari
sisi kategori perusahaan mereka bekerja mayoritas di perusahaan nasional (43%).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


131
Sisanya 39% bekerja di perusahaan multinasional dan 18% bekerja di perusahaan
lokal. Secara pengertian, perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang
berbasis di suatu negara dan memiliki cabang di berbagai negara lainnya.
Sementara perusahaan nasional adalah perusahaan yang berbasis di Indonesia dan
memiliki cabang di beberapa wilayah Indonesia, dan perusahaan lokal adalah
perusahaan yang berbasis hanya di daerah/wilayah tersebut.

18%
39%
lokal (287)
nasional (709)
43% multinasional (639)

Grafik 7.47 Kategori Perusahaan

Apabila diilihat berdasarkan Prodi (Grafik 7.48), alumni 2008 yang mayoritas
bekerja di perusahaan multinasional berasal dari Teknik Geofisika (58%), Teknik
Teknik Kimia (58%), Teknik Perminyakan (56%), Teknik Telekomunikasi (56%),
Mikrobiologi (52%), dan Teknik Geologi (51%).

Jika dilihat berdasarkan jumlah maka Prodi yang alumninya mayoritas bekerja di
perusahaan multinasional berasal dari Teknik Industri (49 orang), Teknik Kimia (46
orang), Teknik Perminyakan (46 orang), Teknik Fisika (31 orang), dan Matematika
(31 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


132
Teknik Tenaga Listrik (26/37) 77% 23%
Teknik Telekomunikasi (32/49) 6% 38% 56%
Teknik Sipil (95/130) 8% 60% 32%
Teknik Pertambangan (43/62) 12% 67% 21%
Teknik Perminyakan (82/96) 44% 56%
Teknik Metalurgi (17/29) 29% 24% 47%
Teknik Mesin (87/120) 9% 52% 39%
Teknik Material (23/48) 22% 35% 43%
Teknik Lingkungan (55/96) 20% 55% 25%
Teknik Kimia (79/98) 13% 29% 58%
Teknik Kelautan (25/41) 20% 32% 48%
Teknik Informatika (65/97) 14% 42% 45%
Teknik Industri (107/143) 10% 44% 46%
Teknik Geologi (51/72) 20% 29% 51%
Teknik Geofisika (40/55) 8% 35% 58%
Teknik Geodesi dan Geomatika (51/77) 16% 51% 33%
Teknik Fisika (66/89) 24% 29% 47%
Teknik Elektro (46/82) 24% 33% 43%
Sistem dan Teknologi Informasi (20/30) 15% 40% 45%
Seni Rupa (14/42) 57% 14% 29%
Sains dan Teknologi Farmasi (66/87) 27% 50% 23%
Perencanaan Wilayah dan Kota (48/68) 31% 46% 23%
Oseanografi (12/32) 17% 50% 33%
Mikrobiologi (21/41) 19% 29% 52%
Meteorologi (14/33) 7% 50% 43%
Matematika (66/97) 15% 38% 47%
Manajemen (75/154) 12% 51% 37%
Kriya (11/25) 27% 55% 18%
Kimia (21/98) 16% 41% 43%
Fisika (39/90) 23% 38% 38%
Farmasi Klinik (24/39) 29% 46% 25%
Desain Produk (18/44) 50% 28% 22%
Desain Komunikasi Visual (19/40) 53% 26% 21%
Desain Interior (23/43) 52% 22% 26%
Biologi (27/74) 19% 48% 33%
Astronomi (7/18) 29% 57% 14%
Arsitektur (57/88) 39% 39% 23%
Aeronotika dan Astronotika (33/48) 9% 61% 30%

Lokal Nasional Multinasional

Grafik 7.48 Kategori Perusahaan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


133
7.24 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA

Perusahaan tempat bekerja tidak terbatas pada perusahaan-perusahaan saja.


Organisasi, yayasan ataupun lembaga swadaya merupakan opsi lain bagi tempat
bekerja. Perbedaan jenis tempat bekerja ini dapat didasarkan atas perbedaan pada
tujuan yang hendak dicapak masing-masing jenis perusahaan tersebut. Perusahaan
umumnya mencari keuntungan sebesar-besarnya, instansi pemerintah lebih ke
pelayanan publik dan organisasi umumnya menyangkut kegiatan sosial.

instansi pemerintah
(termasuk BUMN)
10% 23%
organisasi non-
2% profit/lembaga swadaya
masyarakat
perusahaan swasta
65%

wiraswasta/perusahaan
sendiri

Grafik 7.49 Jenis Perusahaan Tempat Bekerja

Berdasarkan Grafik 7.49, alumni ITB angkatan 2008 sebagian besar bekerja
perusahaan swasta (65%), sementara mereka yang bekerja di instansi pemerintah
termasuk BUMN hanya 23%, sisanya bekerja di organisasi non-profit/lembaga
swadaya masyarakat (2%) dan sebagai wiraswasta (10%). Sedikitnya alumni yang
bekerja di instansi pemerintah memberikan gambaran kurang populernya tempat
bekerja tersebut di mata alumni 2007.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


134
7.25 JABATAN PEKERJAAN

Bekerja di perusahaan bagi alumni ITB tidak sekedar hanya kebutuhan atau
mencari penghasilan untuk biaya kehidupan saja. Bekerja pun menjadi tempat
untuk mengembangkan diri. Salah satu bukti keberhasilan dalam mengembangkan
diri saat bekerja di perusahaan adalah saat alumni mencapai posisi tertentu yang
ingin dicapai di perusahaan tersebut.

Bagi alumni 2008, mereka yang bekerja semenjak mereka lulus dari perguruan
tinggi sebanyak 1687 orang (84%) masih bekerja sebagai staf di perusahaan.
Sisanya 136 orang (7%) sebagai pemilik suatu usaha, 130 orang (6%) sebagai
manajer, 33 orang (2%) status magang di perusahaan dan 33 orang (2%) sebagai
direktur.

2% 2%

6% 7%

Direktur (33)
Magang (33)
Manajer (130)

84% Pemilik (136)


Staf (1687)

Grafik 7.50 Jabatan

Pada Grafik 5.13 terdapat beberapa hal menarik diantaranya, dalam selang waktu
2-3 tahun sejak lulus dari perguruan tinggi ternyata alumni 2008 sudah ada yang

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


135
mencapai level manajer dan juga direktur dari suatu perusahaan. Secara
persentase memang masih kecil namun dilihat dari sisi jumlah yang mencapai 130
orang untuk manajer dan 33 orang untuk direktur menjadi catatan tersendiri yang
menarik.

Dilihat berdasarkan Prodi, rata-rata seluruh Prodi memang menunjukkan alumni


2008 semenjak lulus dari perguruan tinggi masih bekerja sebagai staf dari
perusahaan (Grafik 7.51). Prodi yang alumninya banyak bekerja sebagai pemilik
usaha berasal dari Prodi Desain Produk (34%), Prodi Kriya (30%), Prodi Seni Rupa
(29%), Prodi Desain Interior (22%) dan Prodi Desain Komunikasi Visual (20%).
Sementara Prodi yang alumninya sudah mencapai posisi manajer paling besar
berasal dari Prodi Seni Rupa (26%), Prodi Astronomi (22%), Prodi Oseanografi
(19%) dan Prodi Manajemen (17%). Untuk posisi direktur, alumni yang paling
banyak berasal dari Prodi Biologi (8%) dan Prodi Manajemen (8%). Alumni yang
saat ini statusnya masih magang paling banyak berasal dari Prodi Meteorologi
(17%).

Jika dilihat berdasarkan jumlah maka Prodi yang paling banyak bekerja sebagai staf
adalah Prodi Teknik Industri (105 orang), Prodi Teknik Sipil (95 orang) dan Prodi
Teknik Mesin (91 orang). Prodi yang paling banyak alumninya sebagai pemilik
suatu usaha berasal dari Prodi Manajemen (20 orang), Prodi Desain Produk (13
orang) dan Prodi Seni Rupa (10 orang). Sementara yang bekerja sudah sebagai
manajer paling banyak berasal dari Prodi Manajemen (23 orang) dan Prodi Teknik
Industri (13 orang). Untuk alumni yang sudah menjadi direktur paling banyak
berasal dari Prodi Manajemen (11 orang). Alumni dengan status magang paling
banyak berasal dari Prodi Fisika (3 orang), Prodi Meteorologi (3 orang),
Perencanaan Wilayah dan Kota (3 orang), Teknik Fisika (3 orang), dan Teknik
Geologi (3 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


136
Teknik Tenaga Listrik (32/37) 3% 97%
Teknik Telekomunikasi (35/49) 9% 89%
Teknik Sipil (107/130) 5% 5% 89%
Teknik Pertambangan (46/62) 2% 98%
Teknik Perminyakan (88/96) 1% 97%
Teknik Metalurgi (21/29) 5% 95%
Teknik Mesin (100/120) 5% 91%
Teknik Material (30/48) 3% 7% 13% 73%
Teknik Lingkungan (65/96) 95%
Teknik Kimia (89/98) 8% 90%
Teknik Kelautan (30/41) 3% 93%
Teknik Informatika (79/97) 11% 8% 80%
Teknik Industri (127/143) 10% 83%
Teknik Geologi (57/72) 2% 7% 86%
Teknik Geofisika (42/55) 100%
Teknik Geodesi dan Geomatika (55/77) 96%
Teknik Fisika (76/89) 8% 4% 84%
Teknik Elektro (56/82) 9% 84%
Sistem dan Teknologi Informasi (25/30) 12% 12% 76%
Seni Rupa (35/42) 26% 29% 43%
Sains dan Teknologi Farmasi (73/87) 8% 88%
Perencanaan Wilayah dan Kota (56/68) 2% 7% 86%
Oseanografi (16/32) 19% 6% 75%
Mikrobiologi (24/41) 8% 92%
Meteorologi (18/33) 11% 72%
Matematika (78/97) 5% 88%
Manajemen (136/154) 8% 17% 15% 59%
Kriya (20/25) 5% 30% 65%
Kimia (61/98) 7% 89%
Fisika (47/90) 11% 79%
Farmasi Klinik (30/39) 10% 10% 80%
Desain Produk (38/44) 3% 34% 63%
Desain Komunikasi Visual (35/40) 20% 74%
Desain Interior (37/43) 22% 73%
Biologi (38/74) 8% 13% 11% 63%
Astronomi (9/18) 22% 78%
Arsitektur (71/88) 6% 90%
Aeronotika dan Astronotika (37/48) 8% 86%

Direktur Magang Manajer Pemilik Staf

Grafik 7.51 Jabatan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


137
7.26 PENGHASILAN DAN BONUS

Pekerjaan menjadi bagian dari kebutuhan bagi alumni ITB, terutama setelah lulus
dari perguruan tinggi. Salah satu kebutuhan yang diperoleh dari pekerjaan adalah
penghasilan. Penghasilan pekerjaan akan menjadi sumber biaya hidup bagi alumni
ITB untuk menjalani kehidupan mereka selanjutnya.

Besar kecilnya penghasilan biasanya bergantung pada jenis pekerjaan, perusahaan


ataupun posisi saat bekerja. Umumnya, mereka yang menjalankan usaha akan
memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja. Namun
kondisi ini akan terjadi ketika usaha yang berjalan memang sudah mapan.

Rp9,500,000 Rp9,060,249
Rp9,000,000 Rp8,571,600

Rp8,500,000

Rp8,000,000 Rp7,659,249

Rp7,500,000

Rp7,000,000

Rp6,500,000
bekerja (1694) bekerja dan wirausaha (173)
wiraswasta (125)

Grafik 7.52 Rata-Rata Penghasilan per Bulan

Rata-rata penghasilan per bulan alumni ITB angkatan 2008, dari 1694 orang yang
bekerja adalah sebesar Rp. 8.060.249, dari 125 orang yang bekerja dan
berwiraswasta adalah sebesar Rp. 7.571.600 dan dari 173 orang yang menjadi
wirausaha adalah sebesar Rp. 6.658.248. Grafik 7.52 juga menunjukkan ternyata

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


138
besar rata-rata penghasilan per bulan alumni 2008 yang bekerja masih lebih baik
dibandingkan mereka yang menjalankan usaha. Hal ini dapat turut
menggambarkan bahwa ternyata penghasilan besar tidak selamanya selalu
diperoleh oleh mereka yang menjalankan usaha, tetapi mereka yang bekerja pun
dapat memperoleh penghasilan yang lebih besar.

Rp120,000,000.00

Rp100,000,000.00

Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
Bekerja

Wirausaha
Bekerja dan Wiraswasta

Grafik 7.53 Penghasilan per Bulan

Pada Grafik 7.53, tampak besar penghasilan maksimum dan minimum bagi alumni
2007. Alumni 2008 yang bekerja ada yang memiliki penghasilan per bulan sebesar
Rp130.000.000 dan paling kecil sebesar Rp.500.000. Mereka yang bekerja dan
wiraswasta penghasilan per bulan paling besar adalah Rp.70.000.000 dan paling
kecil Rp.500.000. Sementara yang menjadi wirausaha memiliki penghasilan per
bulan paling besar Rp.80.000.000 dan paling kecil Rp.100.000. Dari ketiga kategori
ini kembali tampak bahwa alumni 2008 yang bekerja ternyata dari sisi penghasilan
per bulan tidak kalah dengan mereka yang menjalankan usaha.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


139
Teknik Perminyakan (87/96) Rp16,210,555
Teknik Kimia (88/98) Rp14,513,386
Teknik Geofisika (42/55) Rp14,272,893
Teknik Geologi (56/72) Rp12,288,929
Teknik Informatika (77/97) Rp11,868,649
Manajemen (132/154) Rp10,563,659
Teknik Kelautan (30/41) Rp10,453,333
Teknik Mesin (100/120) Rp10,351,586
Teknik Tenaga Listrik (32/37) Rp9,945,469
Teknik Sipil (107/130) Rp9,805,283
Teknik Metalurgi (21/29) Rp9,740,476
Teknik Fisika (76/89) Rp9,487,500
Teknik Telekomunikasi (35/49) Rp9,324,857
Teknik Industri (125/143) Rp9,292,728
Teknik Pertambangan (45/62) Rp8,219,333
Oseanografi (16/32) Rp8,143,750
Teknik Elektro (54/82) Rp8,078,204
Sistem dan Teknologi Informasi (24/30) Rp8,020,625
Matematika (78/97) Rp7,423,717
Teknik Lingkungan (64/96) Rp7,309,148
Fisika (47/90) Rp7,155,319
Teknik Material (30/48) Rp6,785,000
Aeronotika dan Astronotika (37/48) Rp6,708,108
Teknik Geodesi dan Geomatika (55/77) Rp6,672,138
Biologi (38/74) Rp6,607,895
Arsitektur (71/88) Rp6,213,451
Perencanaan Wilayah dan Kota (56/68) Rp6,050,051
Mikrobiologi (23/41) Rp6,000,000
Desain Komunikasi Visual (35/40) Rp5,818,857
Kriya (20/25) Rp5,817,500
Meteorologi (18/33) Rp5,784,722
Kimia (61/98) Rp5,661,505
Desain Interior (37/43) Rp5,551,351
Farmasi Klinik (30/39) Rp5,425,400
Sains dan Teknologi Farmasi (63/87) Rp5,422,587
Astronomi (9/18) Rp5,400,000
Desain Produk (38/44) Rp4,234,868
Seni Rupa (35/42) Rp4,080,000

Grafik 7.54 Rata-Rata Penghasilan per Bulan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


140
Pada Grafik 7.54, tampak besar rata-rata penghasilan per bulan per Prodi dari
alumni ITB 2008 yang bekerja. Pada grafik tersebut dapat diketahui bahwa rata-
rata penghasilan per bulan paling besar adalah alumni yang berasal dari Prodi
Teknik Perminyakan (Rp.15.210.555), Prodi Teknik Kimia (Rp.14.513.386) dan Prodi
Teknik Geofisika (Rp.14.272.893). Sementara rata-rata penghasilan per bulan
paling kecil adalah alumni yang berasal dari Prodi Seni Rupa (Rp.4.080.000).

Pada Grafik 7.54 dapat dilihat pula bahwa ternyata alumni 2008 yang berasal dari
Prodi Teknik (engineering) umumnya memiliki penghasilan yang jauh lebih besar di
bandingkan alumni yang berasal dari Prodi non-engineering, terutama mereka
yang berasal dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Sekolah Ilmu dan Teknologi
Hayati dan Sekolah Farmasi. Namun secara keseluruhan besar rata-rata
penghasilan per bulan ini dikatakan cukup baik karena berada diatas standar upah
minimum regional (UMR).

Saat bekerja pun adakalanya sumber penghasilan tidak hanya berasal dari gaji per
bulan. Beberapa perusahaan tempat bekerja memiliki ketentuan untuk
memberikan bonus penghasilan bagi pegawainya untuk setiap tahunnya.

Rp37,979,070
Rp40,000,000 Rp31,370,897
Rp29,076,655
Rp30,000,000

Rp20,000,000

Rp10,000,000

Rp0
bekerja (1109) bekerja dan wirausaha (43)
wiraswasta (78)

Grafik 7.55 Rata-Rata Bonus Penghasilan per Tahun

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


141
Dilihat berdasarkan Grafik 7.55, alumni 2008 yang bekerja memiliki rata-rata bonus
penghasilan per tahun sebesar Rp.28.075.655 (1109 orang), bekerja dan
wiraswasta memiliki rata-rata bonus penghasilan per tahun sebesar Rp.31.370.897
(78 orang) dan wirausaha memiliki rata-rata bonus penghasilan per tahun sebesar
Rp.36.9790.070 (43 orang). Disini ternyata rata-rata bonus penghasilan per tahun
wirausaha jauh lebih besar dibandingkan alumni yang bekerja.

Rp1,000,000,000.00
Rp900,000,000.00
Rp800,000,000.00
Rp700,000,000.00
Rp600,000,000.00
Rp500,000,000.00
Rp400,000,000.00
Rp300,000,000.00
Rp200,000,000.00
Rp100,000,000.00
Rp0.00
Bekerja

Wirausaha
Bekerja dan Wiraswasta

Grafik 7.56 Bonus Penghasilan per Tahun

Grafik 7.56 menunjukkan besar maksimum dan minimum bonus penghasilan per
tahun alumni 2007. Alumni 2008 yang bekerja memiliki bonus penghasilan
maksimum Rp.951.000.000 dan minimum Rp.100.000. Sementara yang bekerja
dan wiraswasta memiliki bonus penghasilan per tahun maksimum Rp.400.000.000
dan minimum Rp.200.000. Untuk wirausaha memiliki bonus penghasilan per tahun
maksimum Rp.300.000.000 dan minimum Rp.100.000.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


142
Teknik Perminyakan (64/96) Rp53,011,860
Teknik Kimia (58/98) Rp45,212,069
Teknik Geofisika (31/55) Rp40,266,065
Teknik Fisika (48/89) Rp40,127,083
Teknik Sipil (63/130) Rp39,784,527
Teknik Telekomunikasi (23/49) Rp38,534,783
Manajemen (78/154) Rp37,948,952
Teknik Pertambangan (31/62) Rp35,787,097
Teknik Geologi (35/72) Rp35,245,714
Teknik Tenaga Listrik (26/37) Rp34,469,231
Teknik Industri (86/143) Rp34,051,163
Teknik Informatika (46/97) Rp33,870,652
Teknik Elektro (32/82) Rp31,639,063
Teknik Lingkungan (32/96) Rp29,912,300
Sistem dan Teknologi Informasi (16/30) Rp28,262,500
Teknik Material (16/48) Rp27,243,750
Teknik Mesin (70/120) Rp26,767,666
Matematika (60/97) Rp25,961,183
Astronomi (6/18) Rp24,850,000
Teknik Geodesi dan Geomatika (29/77) Rp24,158,759
Teknik Kelautan (20/41) Rp22,975,000
Teknik Metalurgi (13/29) Rp22,023,077
Meteorologi (12/33) Rp21,515,000
Oseanografi (11/32) Rp20,863,636
Perencanaan Wilayah dan Kota (28/68) Rp20,788,828
Fisika (26/90) Rp17,757,692
Farmasi Klinik (20/39) Rp17,480,600
Arsitektur (39/88) Rp15,807,692
Desain Interior (20/43) Rp14,485,000
Kimia (39/98) Rp14,400,000
Biologi (20/74) Rp14,270,000
Sains dan Teknologi Farmasi (40/87) Rp14,145,750
Aeronotika dan Astronotika (21/48) Rp12,695,238
Mikrobiologi (15/41) Rp12,580,000
Desain Produk (16/44) Rp10,917,188
Seni Rupa (17/42) Rp10,158,824
Kriya (9/25) Rp7,588,889
Desain Komunikasi Visual (14/40) Rp7,321,429

Grafik 7.57 Rata-Rata Binus Penghasilan per Tahun per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


143
Jika dilihat berdasarkan Prodi maka alumni 2008 yang bekerja dan memiliki rata-
rata bonus penghasilan per tahun paling besar berasal dari Prodi Teknik
Perminyakan (Rp.53.011.860) dan Prodi Teknik Kimia (Rp.44.212.069). Sementara
rata-rata bonus penghasilan per tahun paling rendah adalah alumni yang berasal
dari Prodi Desain Komunikasi Visual (Rp.6.321.429).

Grafik 7.57 memberikan gambaran pula bahwa alumni yang memiliki penghasilan
yang tinggi per bulan nya ternyata memiliki besaran bonus yang tinggi pula. Secara
keseluruhan rata-rata bonus penghasilan per tahun alumni yang berasal dari Prodi
Teknik (engineering) masih lebih besar dibanding alumni yang berasal dari Prodi
non-enginerring.

7.27 KONDISI PEKERJAAN

Pekerjaan yang dijalankan oleh alumni ITB memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Kelebihan dan kekurangan ini tentunya berdasarkan kondisi dari
masing-masing alumni ITB untuk masing-masing pekerjaannya.

Pengembangan Diri Besar 38.6%

Sesuai Minat 19.6%

Menyenangkan 15.4%

Lingkungan Kerja Kondusif 12.9%

Gaji Memuaskan 8.4%

Sesuai Dengan yang Diharapkan 4.9%

Lokasi dekat dengan rumah 0.2%

Grafik 7.58 Komentar Positif Pekerjaan Alumni

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


144
Bagi alumni 2008, kelebihan dari pekerjaan yang mereka jalani saat ini yang utama
adalah memiliki pengembangan diri besar. Diurutkan berdasar peringkat
selanjutnya, kelebihan pekerjaan alumni 2008 saat ini yaitu sesuai minat,
menyenangkan, lingkungan kerja kondusif, gaji memuaskan, sesuai dengan yang
diharapkan dan lokasi dekat dengan rumah.

Gaji kurang memuaskan 39%

Lingkungan Kerja Tidak Kondusif 25%

Kesempatan Belajar Sangat Kecil 12%

Tidak Sesuai Dengan yang Diharapkan 11%

Tidak Sesuai Minat 10%

Alasan lokasi 3%

Grafik 7.59 Komentar Negatif Pekerjaan Alumni

Sementara itu, kekurangan dari pekerjaan alumni 2008 saat ini yang utama adalah
gaji kurang memuaskan. Diurutkan berdasar peringkat selanjutnya, kekurangan
dari pekerjaan alumni 2008 saat ini adalah lingkungan kerja tidak kondusif,
kesempatan belasar sangat kecil, tidak sesuai dengan yang diharapkan, tidak sesuai
minat, dan alasan lokasi.

Alumni ITB, khususnya angkatan 2008 tentunya memiliki gambaran akan pekerjaan
ideal/impian yang ingin mereka dapatkan. Pada Grafik 7.60 dapat dilihat gambaran
pekerjaan ideal menurut alumni 2008, berdasarkan urutan terbesar yaitu,
pekerjaan yang memiliki fasilitas dan gaji lebih baik, memberikan kesempatan
belajar lebih besar, sesuai minat, lingkungan kerja yang nyaman, jenjang karir yang
lebih baik, menambah wawasan, menantang/tidak monoton, memberikan banyak
manfaat bagi banyak orang, mampu meningkatkan kesejahteraan, jam kerja dan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


145
jobdesk yang sesuai, waktu fleksibel dan tidak terlalu menguras tenaga serta sesuai
dengan bidang kuliah.

Fasilitas dan gaji yang baik 1985

Memberi kesempatan belajar lebih besar 1905

Sesuai minat 1725

Lingkungan kerja yang nyaman 1703

Jenjang karir yang lebih baik 1671

Menambah wawasan 1592

Menantang / tidak monoton 1526

Memberi banyak manfaat bagi banyak 1426


orang

Mampu meningkatkan kesejahteraan 1406

Jam kerja dan jobdesk yang sesuai 1134

Waktu fleksibel dan tidak terlalu menguras 975


tenaga

Sesuai bidang kuliah 715

Grafik 7.60 Gambaran Pekerjaan Ideal

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


146
BAB VIII
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS TRACER STUDY 2015

8.1 ANALISIS NILAI IP DAN JENIS KELAMIN

Pada bab ini akan dibahas hal-hal mengenai perbandingan diantara karakteristik
alumni ITB angkatan 2008 dengan kategori pekerjaan. Karakteristik yang
dibandingkan terkait dengan jenis kelamin, nilai IP dan status bekerja. Sementara
kategori pekerjaan yang akan dibandingkan terkait dengan kategori perusahaan,
jenis perusahaan, penghasilan per bulan, bonus per tahun dan jabatan saat ini.

3.9
3.7
3.5
3.3
IP

3.1
2.9
2.7
2.5
2.3
Pria Wanita

Grafik 8.1 IP vs Jenis Kelamin

Grafik 8.1 menunjukkan distribusi nilai IP alumni ITB angkatan 2008 berdasarkan
jenis kelamin. Grafik ini menunjukan bahwa rata-rata nilai IP kelulusan alumni ITB
angkatan 2008 yang berjenis kelamin wanita lebih tinggi dibandingkan pria. Hal ini
tampak pada persebaran nilai IP (garis berwarna hijau) wanita berada diatas
persebaran nilai IP pria.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


147
Jika diuraikan lebih jauh, gambaran mengenai Grafik 8.1 tertera pada Tabel 8.1.
Pada tabel tampak bahwa secara rata-rata, nilai IP alumni 2009 berjenis kelamin
wanita lebih besar (3,34) dibandingkan pria (3,22). Sementara nilai minimum IP
dari alumni 2009 dimiliki oleh alumni pria (2,35) dan nilai maksimum IP dimiliki
oleh alumni pria (3,97).

Tabel 8.1 IP vs Jenis Kelamin

Level Number Mean Minimum Maximum


Pria 1606 3.22 2.35 3.97
Wanita 1003 3.34 2.37 3.94

Besar kecilnya nilai IP seringkali dianggap sebagai alat ukur mengenai tingkat
kepintaran dan kerajinan dari alumni. Berdasarkan hasil pada Tabel 8.1 dapat
dikatakan bahwa alumni 2009 yang berjenis kelamin wanita dianggap lebih
pintar/rajin dibandingkan alumni pria.

8.2 ANALISIS NILAI IP DAN PEKERJAAN

Telah dikatakan sebelumnya bahwa nilai IP seringkali dijadikan alat ukur dalam
menentukan tingkat kepintaran seseorang. Berdasarkan kondisi ini, seringkali
muncul sentimen-sentimen ketika kuliah yang menyatakan bahwa alumni yang
melanjutkan studi umumnya karena mereka memiliki nilai IP yang tinggi, nilai IP
yang sedang biasanya akan memilih bekerja dan alumni yang memiliki nilai IP
rendah dikatakan lebih memilih untuk menjalankan usaha.

Pada Grafik 8.2 dapat dilihat gambaran distribusi perbandingan nilai IP dengan
status pekerjaan saat ini. Grafik ini menunjukan pola persebaran nilai IP (garis
hijau) yang nyaris sama untuk kedua jenis kategori status pekerjaan saat ini, yaitu

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


148
status bekerja dan wiraswasta, dan wirausaha. Pola persebaran yang tampak
berbeda ada pada kategori status pekerjaan bekerja dan tidak
bekerja/melanjutkan studi.

3.9
3.7
3.5
3.3
IP

3.1
2.9

2.7
2.5
2.3

Melanjutkan Studi
Bekerja

Wirausaha
Bekerja dan Wiraswasta

Tidak Bekerja /

Grafik 8.2 IP vs Pekerjaan

Tabel 8.2 menunjukkan bahwa alumni 2008, baik yang bekerja dan wiraswasta,
ataupun wirausaha memiliki rata-rata nilai IP yang sama (3,24). Rata-rata nilai IP
tertinggi ada pada status pekerjaan bekerja (3,28). Nilai minimum IP terdapat pada
status pekerjaan bekerja dan nilai maksimum IP terdapat pada status pekerjaan
tidak bekerja/melanjutkan studi. Kondisi ini bisa dikatakan mematahkan sentimen
yang muncul pada pembahasan sebelumnya, bahwa rata-rata nilai IP
mempengaruhi status pekerjaan alumni saat ini.

Tabel 8.2 IP vs Pekerjaan

Level Number Mean Minimum Maximum


bekerja 1714 3.28 2.35 3.95
bekerja dan wiraswasta 126 3.24 2.37 3.77
tdk bekerja/melanjutkan studi 590 3.26 2.41 3.97
wirausaha 179 3.24 2.53 3.87

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


149
8.3 ANALISIS IP DAN KATEGORI PEKERJAAN

Umumnya, perusahaan dalam melakukan penerimaan pegawai baru menggunakan


syarat minimal nilai IP. Besar kecilnya nilai IP seringkali memunculkan sentimen
bahwa seseorang yang memiliki nilai IP besar umumnya akan bekerja di
perusahaan multinasional, nilai IP sedang bekerja di perusahaan nasional dan nilai
IP kecil bekerja di perusahaan lokal.

3.9
3.7
3.5
3.3
IP

3.1
2.9
2.7
2.5
2.3
Lokal Multinasional Nasional

Grafik 8.3 IP vs Kategori Perusahaan

Grafik 8.3 menunjukkan distribusi persebaran alumni yang bekerja berdasar


kategori perusahaan dan nilai IP. Dapat dilihat bahwa ternyata alumni ITB angkatan
2008 yang bekerja di perusahaan multinasional memiliki rata-rata nilai IP jauh lebih
besar dibanding dengan alumni yang bekerja di perusahaan nasional ataupun lokal.

Tabel 8.3 IP vs Kategori Perusahaan

Level Number Mean Minimum Maximum


lokal 287 3.23 2.42 3.85
nasional 709 3.26 2.47 3.95
multinasional 639 3.31 2.42 3.95

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


150
Tabel 8.3 menggambarkan lebih rinci mengenai alumni 2008 yang bekerja
berdasarkan kategori perusahaan dan nilai IP. Dapat dilihat bahwa alumni 2008
yang bekerja di perusahaan multinasional memiliki rata-rata nilai IP yang lebih
besar (3,31) dibandingkan alumni yang bekerja di perusahaan nasional (3,26)
ataupun lokal (3,23). Kondisi ini sedikitnya belum dapat mematahkan sentimen
yang muncul pada pembahasan sebelumnya. Hal ini mungkin saja terjadi
mengingat perusahaan memang menggunakan standar nilai IP sebagai syarat awal
penerimaan pegawai mereka.

8.4 ANALISIS IP DAN JABATAN

Di dalam dunia kerja, seringkali muncul suatu sentiment yang mengatakan bahwa
posisi jabatan seseorang di suatu perusahaan di pengaruhi pula oleh kepintaran
dari orang tersebut. Semakin tinggi jabatan seseorang di perusahaan maka
semakin pintar orang tersebut.

3.9
3.7
3.5
3.3
IP

3.1
2.9

2.7
2.5
2.3
Magang

Staf
Manajer
Direktur

Pemilik

Grafik 8.4 IP vs Jabatan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


151
Grafik 8.4 memperlihatkan pola persebaran nilai IP berdasarkan jabatan dari
alumni 2007. Pada grafik ini tampak bahwa persebaran alumni 2008 berdasarkan
nilai IP dan jabatan tidak memiliki perbedaan cukup signifikan diantara manajer,
pemilik dan staf. Perbedaan yang paling tampak ada pada posisi direktur dan
magang.

Tabel 8.4 IP vs Jabatan

Level Number Mean Minimum Maximum


Direktur 33 3.20 2.67 3.75
Magang 33 3.22 2.37 3.79
Manajer 130 3.30 2.73 3.94
Pemilik 136 3.27 2.53 3.87
Staf 1687 3.27 2.35 3.95

Tabel 8.4 memberikan gambaran lebih rinci mengenai nilai IP dan jabatan dari
alumni 2007. Tampak bahwa alumni 2008 yang sudah menjadi manajer memiliki
rata-rata nilai IP yang paling tinggi (3,3), sementara rata-rata nilai IP yang paling
kecil dimiliki oleh alumni yang sudah menjadi direktur (3,2). Alumni yang menjadi
manajer memiliki rentang nilai IP mulai dari 2,73 hingga 3,94 sementara yang
menjadi direktur berada pada rentang 2,67 hingga 3,74. Kondisi ini pada dasarnya
memberikan pembenaran pada sentimen yang muncul. Namun hal yang perlu
diingat adalah bahwa dalam bekerja, tingkat jabatan seseorang di dunia kerja tidak
hanya dipengaruhi nilai IP semata. Faktor-faktor lain semisal etos kerja keras,
disiplin ataupun hubungan baik antar rekan kerja dapat pula mempengaruhi
jabatan dari seseorang.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


152
8.5 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN PENGHASILAN

Pada pembahasan sebelumnnya telah diketahui bahwa berdasarkan rata-rata nilai


IP umumnya alumni ITB angkatan 2008 berjenis kelamin wanita lebih unggul
dibandingkan dengan alumni pria. Di sisi penghasilan, dapat dilihat pada Grafik 8.5
bahwa secara rata-rata penghasilan alumni pria ternyata sedikit lebih besar
dibanding alumni wanita.

Rp120,000,000.00

Rp100,000,000.00

Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
Pria Wanita

Grafik 8.5 Jenis Kelamin vs Penghasilan

Tabel 8.5 menggambarkan lebih rinci mengenai rata-rata serta besar kecilnya
penghasilan alumni pria dan wanita. Tampak bahwa secara rata-rata, penghasilan
alumni pria lebih besar (Rp.8.455.351) dibanding alumni wanita (Rp.6.953.616).
Ternyata meski rata-rata nilai IP alumni pria lebih kecil dari wanita (Tabel 8.1), rata-
rata penghasilan alumni pria jauh lebih besar.

Tabel 8.5 Jenis Kelamin vs Penghasilan

Level Number Mean Minimum Maximum


Pria 1265 Rp9,456,351 Rp100,000 Rp130,000,000
Wanita 727 Rp7,953,616 Rp500,000 Rp80,000,000

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


153
8.6 ANALISIS KATEGORI PERUSAHAAN DAN PENGHASILAN

Penghasilan bekerja berbeda-beda bergantung pada jenis pekerjaan ataupun


perusahaan tempat bekerja. Penghasilan di perusahaan multinasional umumnya
memiliki nilai standar yang besar. Pada Grafik 8.6, dapat dilihat bahwa distribusi
sebaran alumni 2008 yang bekerja di perusahaan multinasional memiliki tingkat
penghasilan yang lebih besar dibanding perusahaan nasional ataupun lokal.

Rp120,000,000.00

Rp100,000,000.00

Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
Lokal Multinasional Nasional

Grafik 8.6 Kategori Perusahaan vs Penghasilan

Pada Tabel 8.6 dapat dilihat lebih rinci mengenai besar kecil penghasilan alumni
2008 berdasar pada kategori perusahaan. Terlihat bahwa penghasilan alumni yang
bekerja di perusahaan multinasional memiliki nilai rata-rata penghasilan yang jauh
lebih tinggi (Rp.12.194.999) dibandingkan perusahaan nasional (Rp.6.360.546)
ataupun perusahaan lokal (Rp.4.614.841).

Tabel 8.6 Kategori Perusahaan vs Penghasilan

Level Number Mean Minimum Maximum


lokal 283 Rp5,615,841 Rp750,000 Rp35,000,000
nasional 701 Rp7,360,546 Rp500,000 Rp67,000,000
multinasional 632 Rp12,194,999 Rp1,000,000 Rp130,000,000

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


154
8.7 ANALISIS KATEGORI PERUSAHAAN DAN BONUS

Kategori perusahaan dapat menentukan besar kecilnya penghasilan yang diperoleh


alumni 2007. Sejalan dengan penghasilan, besaran bonus pun dapat dipengaruhi
oleh kategori perusahaan bekerja. Apabila dilihat pada Grafik 8.7, tampak bahwa
sebaran alumni 2008 yang bekerja di perusahaan multinasional memiliki besaran
bonus yang lebih tinggi.

Rp1,000,000,000.00
Rp900,000,000.00
Rp800,000,000.00
Rp700,000,000.00
Rp600,000,000.00
Rp500,000,000.00
Rp400,000,000.00
Rp300,000,000.00
Rp200,000,000.00
Rp100,000,000.00
Rp0.00

Lokal Multinasional Nasional

Grafik 8.7 Kategori Perusahaan vs Bonus

Pada Tabel 8.7 dapat dilihat lebih rinci mengenai besaran bonus diantara kategori
perusahaan. Tampak bahwa rata-rata bonus di perusahaan multinasional jauh
lebih besar dibandingkan perusahaan nasional dan lokal.

Tabel 8.7 Kategori Perusahaan vs Bonus

Level Number Mean Minimum Maximum


lokal 140 Rp13,952,586 Rp300,000 Rp83,000,000
nasional 469 Rp26,978,371 Rp100,000 Rp200,000,000
multinasional 450 Rp35,270,037 Rp1,000,000 Rp951,000,000

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


155
8.8 ANALISIS JENIS PERUSAHAAN DAN PENGHASILAN

Tempat bekerja dapat dikategorikan berdasarkan jenis kepemilikkannya, yaitu


instansi pemerintahan (termasuk BUMN), organisasi non-profit/lembaga swadaya
masyarakat, perusahaan swasta ataupun wiraswasta. Umumnya, di masyarakat
ada anggapan bahwa seseorang yang menjalankan usaha akan memiliki
penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang bekerja baik di
perusahaan swasta, pemerintahan atau lembaga swadaya masyarakat.

Rp120,000,000.00

Rp100,000,000.00

Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00

wiraswasta / perusahaan sendiri


perusahaan
instansi pemerintah

organisasi non-profit / lembaga swadaya masyarakat


(termasuk BUMN)

swasta

Grafik 8.8 Jenis Perusahaan vs Penghasilan

Grafik 8.8 menunjukkan sebaran penghasilan alumni 2008 berdasarkan jenis


kepemilikkan perusahaan tempat bekerja. Dapat dilihat bahwa alumni 2008
memiliki sebaran tingkat penghasilan yang lebih tinggi bagi mereka yang bekerja di
perusahaan swasta. Hal ini menjadikan sanggahan terhadap anggapan bahwa
mereka yang memiliki usaha akan memiliki tingkat penghasilan yang lebih baik dari

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


156
mereka yang bekerja di perusahaan. Namun, kondisi ini tidak dipungkiri pula
bahwa alumni 2008 yang saat ini berusaha umumnya masih dalam tahapan
berkembang (didirikan 2-3 tahun sejak kelulusan) sehingga dari sisi penghasilan,
alumni 2008 yang menjalankan usaha dianggap belum stabil.

Tabel 8.8 Jenis Perusahaan vs Penghasilan

Level Number Mean Minimum Maximum


instansi pemerintah
456 Rp7,697,322 Rp750,000 Rp40,000,000
(termasuk BUMN)

organisasi non-
profit/lembaga swadaya 39 Rp6,691,026 Rp750,000 Rp27,000,000
masyarakat

perusahaan swasta 1300 Rp9,646,007 Rp500,000 Rp130,000,000

wiraswasta/perusahaan
197 Rp7,278,299 Rp100,000 Rp80,000,000
sendiri

Tabel 8.8 menunjukkan gambaran lebih rinci mengenai penghasilan alumni 2008
berdasarkan jenis kepemilikkan perusahaan tempat mereka bekerja. Dapat dilihat
bahwa rata-rata penghasilan mereka yang bekerja di perusahaan swasta jauh lebih
tinggi dibanding alumni 2008 yang bekerja di instansi pemerintah, organisasi non-
profit/lembaga swadaya masyarakat ataupun yang memiliki perusahaan sendiri.
Besar penghasilan ini apabila diperhatikan diantara perusahaan swasta dengan
instansi pemerintah, tampak bahwa rata-rata penghasilan yang diperoleh di
perusahaan swasta jauh lebih menarik perhatian. Kondisi ini merupakan salah satu
sebab yang mungkin muncul mengenai mengapa instansi pemerintah tidak
menjadi pilihan favorit bagi alumni 2008 untuk bekerja setelah lulus kuliah. Salah
satu hal menarik disini adalah ternyata alumni yang bekerja di organisasi non-
profit/lembaga swadaya masyarakat ada yang memiliki penghasilan hingga 27 juta.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


157
8.9 ANALISIS JABATAN DAN PENGHASILAN

Dalam bekerja, penghasilan tinggi seringkali ditentukan berdasarkan jabatan


alumni di perusahaan tempat bekerja. Semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi
pula penghasilan yang diperoleh.

Rp120,000,000.00

Rp100,000,000.00

Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
Magang

Staf
Manajer
Direktur

Pemilik

Grafik 8.9 Jabatan vs Penghasilan

Pada Grafik 8.9 dapat dilihat sebaran data penghasilan berdasarkan jabatan
bekerja alumni 2008 saat ini. Secara garis besar, sebaran data tingkat penghasilan
berdasarkan jabatan menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu besar diantara
jabatan direktur, manajer, pemilik ataupun staf.

Tabel 8.9 Jabatan vs Penghasilan

Level Number Mean Minimum Maximum


Direktur 33 Rp8,580,303 Rp1,000,000 Rp39,900,000
Magang 31 Rp4,363,903 Rp500,000 Rp16,600,000
Manajer 124 Rp10,200,000 Rp2,000,000 Rp45,000,000
Pemilik 131 Rp7,887,023 Rp100,000 Rp80,000,000
Staf 1673 Rp8,982,744 Rp500,000 Rp130,000,000

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


158
Tabel 8.9 menunjukkan data lebih rinci mengenai penghasilan alumni 2008
berdasarkan jabatan saat ini. Beberapa hal menarik tampak pada tabel ini,
diantaranya rata-rata penghasilan manajer yang lebih baik dibandingkan pemilik
usaha dan direktur perusahaan, bahkan rata-rata penghasilan jabatan staf jauh
lebih baik dibandingkan direktur. Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena
penghasilan berdasarkan jabatan di suatu perusahaan tidaklah sama dengan
perusahaan lainnya, terlebih jika perusahaan tersebut merupakan perusahaan
multinasional.

8.10 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN STATUS PEKERJAAN

Pada umumnya pandangan publik selalu mencitrakan wanita akan lebih


mengambil peran sebagai ibu rumah tangga dibandingkan bergelut di dunia karir.
Namun di dunia industri saat ini, kondisi ini sudah tidak berlaku mengingat banyak
dari wanita yang mengambil dua peran sekaligus, yaitu sebagai ibu rumah tangga
sekaligus berkarir. Tidak jarang bahkan mereka yang mengambil dua peranan ini
pada dunia karir telah mencapai tingkatan sebagai direksi suatu perusahaan.

Wirausaha 59
120

Tidak Bekerja / Melanjutkan Studi 269


324

Bekerja dan Wiraswasta 33


93

Bekerja 643
1071

0 200 400 600 800 1000 1200

Wanita Pria

Grafik 8.10 Jenis Kelamin dan Status Pekerjaan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


159
Grafik 8.10 menunjukkan bahwa alumni 2008 pria mayoritas menunjukkan
dominasinya dalam setiap status pekerjaan saat ini. Keunggulan ini dinilai wajar
mengingat jumlah lulusan pria memang lebih banyak dibandingkan wanita.

Tabel 8.10 Jenis Kelamin dan Status Pekerjaan

Level Pria Wanita


Bekerja 62% 38%
Bekerja dan Wiraswasta 74% 26%
Tidak Bekerja / Melanjutkan Studi 55% 45%
Wirausaha 67% 33%

Tabel 8.10 memberikan gambaran antara jenis kelamin dan status pekerjaan
alumni 2007. Pada tabel ini tampak bahwa alumni wanita paling mendekati status
pekerjaan nya dengan pria adalah pada posisi tidak bekerja/melanjutkan studi.

8.11 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN KATEGORI PERUSAHAAN

Dalam dunia usaha dan industri saat ini, perbedaan peran diantara pria dan wanita
semakin tidak terlihat. Wanita saat ini sudah banyak yang menempati/melakukan
pekerjaan yang umumnya hanya dilakukan oleh pria. Tidak jarang pula, wanita saat
ini lebih banyak menempati posisi sentral di suatu perusahaan bahkan sebagai
pimpinan dari sejumlah pegawai pria.

Pada Grafik 8.11 dapat dilihat banyaknya alumni 2008 yang bekerja di perusahaan
lokal, nasional dan multinasional berdasarkan jenis kelamin mereka. Pada grafik ini
tampak bahwa alumni wanita dari sisi jumlah masih kalah banyak dengan pria
dalam memilih bekerja di perusahaan berdasarkan kategorinya. Hal ini sangat

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


160
memungkinkan mengingat jumlah lulusan ITB berjenis kelamin pria masih lebih
banyak dibandingkan wanita.

264
multinasional 445

212
nasional 427

123
lokal 164

Wanita Pria

Grafik 8.11 Jenis Kelamin dan Kategori Perusahaan

Secara persentase, gambaran besar kecilnya alumni yang bekerja di perusahaan


lokal, nasional dan multinasional berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada
Tabel 8.11. Tabel ini menggambarkan secara jelas bahwa dominasi pekerjaan
masih dimiliki oleh pria untuk ketiga kategori perusahaan.

Tabel 8.11 Jenis Kelamin dan Kategori Perusahaan

Level lokal nasional multinasional


Pria 10% 26% 27%
Wanita 8% 13% 16%

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


161
8.12 ANALISIS JENIS KELAMIN DAN JABATAN

Dalam dunia usaha dan industri saat ini, hak dan kewajiban bekerja antara pria dan
wanita sudah tidak dapat dibedakan. Wanita saat ini tidak jarang memiliki posisi
jabatan lebih baik dibandingkan pria. Banyak perusahaan besar saat ini pun
dipimpin oleh wanita.

Pada Grafik 8.12 dapat dilihat jumlah perbandingan antara pria dan wanita yang
menempati jabatan direktur, magang, manajer, pemilik dan staf. Tampak pada
tabel ini bahwa alumni 2008 berjenis kelamin pria umumnya masih lebih banyak
yang menempati posisi lebih tinggi dibandingkan wanita.

623
Staf 1064

47
Pemilik 89

49
Manajer 81

13
Magang 20

3
Direktur 30

Wanita Pria

Grafik 8.12 Jenis Kelamin dan Jabatan

Pada Tabel 8.12 dapat dilihat persentase alumni 2008 pria dan wanita yang
menempati posisi jabatan direktur, magang, manajer, pemilik dan staf. Tampak
pada tabel ini dominasi alumni 2008 berjenis kelamin pria untuk berbagai posisi
jabatan saat ini dalam pekerjaan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


162
Tabel 8.12 Jenis Kelamin dan Jabatan

Level Direktur Magang Manajer Pemilik Staf


Pria 1.49% 0.99% 4.01% 4.41% 52.70%
Wanita 0.15% 0.64% 2.43% 2.33% 30.86%

Secara umum dalam dunia usaha dan industri, alumni ITB angkatan 2008 berjenis
kelamin pria masih mendominasi tidak saja di perusahaan apa mereka bekerja tapi
juga dari posisi jabatan pekerjaan mereka saat ini. Kondisi ini memang tidak
terlepas dari lebih banyaknya jumlah lulusan alumni ITB berjenis kelamin pria
dibandingkan wanita dan diperkuat dengan lebih banyaknya mahasiswa berjenis
kelamin pria yang masuk ke ITB untuk setiap tahunnya.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


163
BAB IX
HASIL DATA ANALISIS TRACER STUDY LULUSAN 2012

9.1 TOTAL RESPONDEN

Pada penyelenggaraan Tracer Study ITB 2015, Tim Tracer Study ITB melakukan
analisis hasil tidak saja berdasarkan pada angkatan masuk namun juga berdasarkan
pada lulusan. Pada pendekatan lulusan ini, alumni 2012 merupakan gabungan dari
angkatan 2006, 2007 dan 2008. Ketiga angkatan ini pada dasarnya telah mengikuti
Tracer Study ITB pada tahun-tahun penyelenggaraan sebelumnya. Tujuan utama
analisis ini sendiri adalah untuk mengetahui hasil perbandingan antara angkatan
dengan lulusan.

532
20%

Nett Response Rate


2161 Not Response
80%

Total Lulusan 2012 yang Dilibatkan: 2693

Grafik 9.1 Nett Response Rate

Berdasarkan total responden, alumni sebanyak 2161 (80%) orang berhasil


melakukan pengisian kuesioner dari total 2693 alumni yang dilibatkan pada Tracer
Study ITB berdasarkan lulusan. Pada Grafik 9.1 tampak bahwa alumni yang tidak
melakukan pengisian kuesioner ada sebnayak 532 (20%) orang. Sebagai catatan,

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


164
pada analisis berdasarkan lulusan ini Tim Tracer Study ITB tidak menyertakan
keseluruhan lulusan dari SBM dikarenakan alumni dari Prodi SBM untuk angkatan
2009 belum dilakukan penelitian Tracer Study ITB. Alumni Prodi SBM tidak
disertakan seluruhnya mengingat di ITB mahasiswa SBM umumnya masa
pendidikan hanya sekitar 3 tahun (ITB umumnya 4 tahun).

Teknik Tenaga Listrik (34/44) 77% 23%


Teknik Telekomunikasi (41/57) 72% 28%
Teknik Sipil (119/134) 89% 11%
Teknik Pertambangan (61/68) 90% 10%
Teknik Perminyakan (75/88) 85% 15%
Teknik Metalurgi (21/30) 70% 30%
Teknik Mesin (80/112) 71% 29%
Teknik Material (31/36) 86% 14%
Teknik Lingkungan (89/101) 88% 12%
Teknik Kimia (101/112) 90% 10%
Teknik Kelautan (48/54) 89% 11%
Teknik Informatika (87/104) 84% 16%
Teknik Industri (127/167) 76% 24%
Teknik Geologi (40/63) 63% 37%
Teknik Geofisika (70/79) 89% 11%
Teknik Geodesi dan Geomatika (63/81) 78% 22%
Teknik Fisika (82/98) 84% 16%
Teknik Elektro (90/118) 76% 24%
Sistem dan Teknologi Informasi (33/33) 100% 0%
Seni Rupa (20/37) 54% 46%
Sains dan Teknologi Farmasi (76/102) 75% 25%
Perencanaan Wilayah dan Kota (67/84) 80% 20%
Oseanografi (22/29) 76% 24%
Mikrobiologi (42/44) 95% 5%
Meteorologi (18/25) 72% 28%
Matematika (91/121) 75% 25%
Manajemen (18/27) 67% 33%
Kriya (17/27) 63% 37%
Kimia (84/99) 85% 15%
Fisika (78/106) 74% 26%
Farmasi Klinik (35/37) 95% 5%
Desain Produk (44/60) 73% 27%
Desain Komunikasi Visual (31/39) 79% 21%
Desain Interior (29/39) 74% 26%
Biologi (51/73) 70% 30%
Astronomi (22/24) 92% 8%
Arsitektur (90/96) 94% 6%
Aeronotika dan Astronotika (34/45) 76% 24%

Mengisi Tidak Mengisi

Grafik 9.2 Jumlah Responden per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


165
Untuk Tracer Study ITB lulusan 2012, jika dilihat berdasarkan Program Studi (Prodi)
masing-masing maka jumlah responden dengan persentase terbaik dimiliki oleh
Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Mikrobiologi,
Arsitektur, Astronomi, Teknik Kimia dan Teknik Pertambangan diatas 90%.
Sementara itu, Prodi yang memperoleh pencapaian responden paling kecil adalah
Prodi Seni Rupa (54%).

Apabila dilihat dari total jumlah responden maka Prodi yang paling banyak mengisi
berasal dari Prodi Teknik Industri (127 orang), Prodi Teknik Sipil (119 orang) dan
Prodi Teknik Kimia (101 orang) sementara yang paling sedikit mengisi berasal dari
Prodi Kriya (17 orang). Perbedaan kontribusi ini memang tidak bisa dibandingkan
hanya dengan jumlah persentase saja dikarenakan jumlah mahasiswa per Prodi
berbeda.

9.2 PEKERJAAN UTAMA

Dalam pelaksanaan Tracer Study, kriteria pekerjaan utama saat ini dikelompokkan
ke dalam 4 kategori, yaitu tidak bekerja/melanjutkan studi, wirausaha, bekerja dan
wiraswasta serta bekerja. Untuk alumni ITB lulusan 2012, berdasarkan data
responden yang masuk didapatkan bahwa pekerjaan utama saat ini sebagian besar
adalah bekerja (68%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa sekitar 2/3 dari
keseluruhan alumni ITB lulusan 2012 status pekerjaan saat ini adalah bekerja.

Dari jumlah yang bekerja ini, persentase alumni ITB lulusan 2012 yang paling
banyak bekerja berasal dari Prodi Teknik Perminyakan (89%), Prodi Teknik
Pertambangan (85%), Prodi Teknik Geologi (83%) dan Prodi Teknik Industri (81%).
Jika dilihat berdasarkan jumlah maka alumni yang paling banyak bekerja berasal

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


166
dari Prodi Teknik Industri (103 orang), Prodi Teknik Sipil (86 orang) dan Prodi
Teknik Kimia (84 orang).

6%
bekerja (1463)
21%
bekerja dan wiraswasta
(104)
68% tdk bekerja/melanjutkan
5% studi (462)
wirausaha (132)

Grafik 9.3 Pekerjaan Utama

Besarnya persentase dan jumlah alumni yang bekerja memberikan gambaran


bahwa ketika telah lulus kuliah keahlian alumni lebih tepat digunakan untuk
bekerja. Apabila diperhatikan pula pada Grafik 9.4 tampak bahwa mereka yang
mayoritas memilih bekerja setelah lulus berasal dari Prodi yang sudah spesifik
dengan bidangnya masing-masing jika dikaitkan dengan pekerjaan itu sendiri.

Tidak semua alumni ITB lulusan 2012 memilih untuk bekerja, sebagian ada yang
memilih untuk berusaha ataupun melanjutkan studi. Jika dilihat berdasarkan
persentase, alumni lulusan 2012 yang banyak memilih tidak bekerja/melanjutkan
studi berasal dari Prodi Biologi (53%) dan Prodi Meteorologi (50%). Namun dari sisi
jumlah, yang lebih banyak memilih tidak bekerja/melanjutkan studi berasal dari
Prodi Fisika (37 orang), Prodi Teknik Elektro (29 orang), Prodi Kimia (28 orang) dan
Prodi Biologi (27 orang). Mereka yang memilih tidak bekerja/melanjutkan studi
sebagian besar merupakan lulusan diluar teknik (non-engineering).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


167
Teknik Tenaga Listrik (34/44) 74% 6% 21%
Teknik Telekomunikasi (41/57) 76% 22% 2%
Teknik Sipil (119/134) 72% 3% 18% 8%
Teknik Pertambangan (61/68) 85% 3% 11%
Teknik Perminyakan (75/88) 89% 1%9%
Teknik Metalurgi (21/30) 71% 10% 19%
Teknik Mesin (80/112) 84% 9% 4% 4%
Teknik Material (31/36) 65% 3% 26% 6%
Teknik Lingkungan (89/101) 71% 3% 26%
Teknik Kimia (101/112) 83% 3% 12% 2%
Teknik Kelautan (48/54) 73% 23% 4%
Teknik Informatika (87/104) 72% 5% 13% 10%
Teknik Industri (127/167) 81% 4% 11% 4%
Teknik Geologi (40/63) 83% 5% 13%
Teknik Geofisika (70/79) 74% 3% 23%
Teknik Geodesi dan Geomatika (63/81) 60% 8% 27% 5%
Teknik Fisika (82/98) 74% 6% 16% 4%
Teknik Elektro (90/118) 51% 10% 32% 7%
Sistem dan Teknologi Informasi (33/33) 67% 6% 18% 9%
Seni Rupa (20/37) 40% 5% 25% 30%
Sains dan Teknologi Farmasi (76/102) 74% 4% 20% 3%
Perencanaan Wilayah dan Kota (67/84) 73% 3% 18% 6%
Oseanografi (22/29) 59% 5% 32% 5%
Mikrobiologi (42/44) 52% 2% 43% 2%
Meteorologi (18/25) 39% 6% 50% 6%
Matematika (91/121) 68% 2% 23% 7%
Manajemen (18/27) 50% 11% 17% 22%
Kriya (17/27) 41% 6% 24% 29%
Kimia (84/99) 58% 4% 33% 5%
Fisika (78/106) 40% 6% 47% 6%
Farmasi Klinik (35/37) 69% 6% 23% 3%
Desain Produk (44/60) 45% 11% 14% 30%
Desain Komunikasi Visual (31/39) 45% 23% 13% 19%
Desain Interior (29/39) 55% 3% 14% 28%
Biologi (51/73) 35% 4% 53% 8%
Astronomi (22/24) 59% 5% 36%
Arsitektur (90/96) 63% 2% 21% 13%
Aeronotika dan Astronotika (34/45) 74% 12% 12% 3%

Bekerja Bekerja & Wiraswasta Tidak Bekerja/Melanjutkan Studi Wirausaha

Grafik 9.4 Pekerjaan Utama per Prodi

Alumni ITB lulusan 2012 yang memutuskan berwirausaha dilihat dari persentase
lebih didominasi oleh alumni yang berasal dari Prodi Desain Produk dan Prodi Seni
Rupa (30%). Sementara dilihat berdasarkan jumlah, alumni yang berwirausaha
paling banyak berasal dari Prodi Desain Produk (13 orang) dan Prodi Arsitektur (12
orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


168
Pada Grafik 9.4 tampak bahwa alumni lulusan 2012 saat ini ada yang bekerja dan
juga berwiraswasta (5%). Alumni yang menjalani dua pekerjaan ini dilihat dari
persentase sebagian besar berasal dari Prodi Desain Komunikasi Visual (23%) dan
Prodi Aeronotika dan Astronotika (12%). Sementara berdasarkan jumlah lebih
didominasi oleh Prodi Teknik Elektro (9 orang).

9.3 KESESUAIAN KULIAH DENGAN PEKERJAAN

Kesesuaian kuliah dengan pekerjaan bagi alumni ITB lulusan 2012 cukup besar,
yaitu 72%. Hal ini menggambarkan bahwa mayoritas alumni lulusan 2012 yang
bekerja dan berwiraswasta menjalani pekerjaan mereka sesuai dengan kapabilitas
mereka yang sebenarnya. Dilihat berdasarkan Prodi akan tampak bahwa tingkat
kesesuaian kuliah dengan pekerjaan paling tinggi adalah pada Prodi Teknik Geologi
(97%), Prodi Teknik Kelautan (94%), Prodi Teknik Pertambangan (94%) dan Prodi
Teknik Perminyakan (94%) serta yang terendah adalah Prodi Meteorologi (0%).
Secara keseluruhan, mayoritas dari setiap Prodi di ITB tingkat keseuaian kuliah
dengan pekerjaan sudah berada lebih dari 50 persen. Prodi yang tingkat
kesesuaian kuliah dengan pekerjaannya dibawah 50 persen hanya ada 4, yaitu
Oceanografi (42%), Biologi (41%), Astronomi (23%) dan Meteorologi (0%).

Kesesuaian Kuliah (1415) 72% 28%

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Sesuai Tidak Sesuai

Grafik 9.5 Kesesuaian Kuliah

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


169
Teknik Tenaga Listrik (25/34) 68% 32%
Teknik Telekomunikasi (31/41) 52% 48%
Teknik Sipil (86/119) 70% 30%
Teknik Pertambangan (52/61) 94% 6%
Teknik Perminyakan (64/75) 94% 6%
Teknik Metalurgi (15/21) 93% 7%
Teknik Mesin (67/80) 78% 22%
Teknik Material (20/31) 65% 35%
Teknik Lingkungan (59/89) 69% 31%
Teknik Kimia (80/101) 55% 45%
Teknik Kelautan (35/48) 94% 6%
Teknik Informatika (61/87) 87% 13%
Teknik Industri (99/127) 68% 32%
Teknik Geologi (32/40) 97% 3%
Teknik Geofisika (52/70) 73% 27%
Teknik Geodesi dan Geomatika (38/63) 92% 8%
Teknik Fisika (59/82) 75% 25%
Teknik Elektro (46/90) 65% 35%
Sistem dan Teknologi Informasi (22/33) 73% 27%
Seni Rupa (7/20) 57% 43%
Sains dan Teknologi Farmasi (55/76) 87% 13%
Perencanaan Wilayah dan Kota (47/67) 74% 26%
Oseanografi (12/22) 42% 58%
Mikrobiologi (22/42) 86% 14%
Meteorologi (7/18) 100%
Matematika (58/91) 53% 47%
Manajemen (8/18) 50% 50%
Kriya (6/17) 50% 50%
Kimia (48/84) 58% 42%
Fisika (31/78) 52% 48%
Farmasi Klinik (23/35) 65% 35%
Desain Produk (15/44) 53% 47%
Desain Komunikasi Visual (11/31) 91% 9%
Desain Interior (15/29) 87% 13%
Biologi (17/51) 41% 59%
Astronomi (13/22) 23% 77%
Arsitektur (52/90) 85% 15%
Aeronotika dan Astronotika (25/34) 68% 32%

Sesuai Tidak Sesuai

Grafik 9.6 Kesesuaian Kuliah per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


170
9.4 KEMAMPUAN BAHASA ASING

Bagi alumni ITB lulusan 2012, tampak pada Grafik 9.7 bahwa tingkat kemampuan
bahasa asing jauh lebih besar dibandingkan kontribusi perguruan tinggi. Hal ini
menandakan sebagian besar alumni lulusan 2012 memiliki kemampuan yang baik
dalam hal berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Namun, sangat disayangkan
kontribusi perguruan tinggi terhadap bahasa asing masih dianggap kurang
memfasilitasi kemampuan dari alumni lulusan 2012.

Tingkat kontribusi perguruan tinggi dalam


2.67
bahasa asing

Tingkat kemampuan bahasa asing alumni 3.53

0 1 2 3 4

Grafik 9.7 Tingkat Kemampuan Bahasa Asing

9.5 PROSES PENCARIAN KERJA

Pada Grafik 9.8 dapat dilihat bahwa alumni ITB lulusan 2012, terdapat total 1222
orang yang mencari kerja. Mereka yang mencari kerja sebelum lulus dari
perguruan tinggi ada sebanyak 597 orang dengan rata-rata lama mencari kerja
3,99 bulan. Sementara yang mencari kerja setelah lulus dari perguruan tinggi ada
sebanyak 625 orang dengan rata-rata lama mencari kerja 2,65 bulan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


171
3.99
4.00

3.50

3.00

2.65
2.50

2.00
Jumlah Mean (bulan)

Sebelum lulus 597 3,99


1.50
Setelah lulus 625 2,65
1.00

0.50

0.00

Sebelum lulus
(597)
Setelah lulus (625)

Grafik 9.8 Lama Mencari Kerja

Apabila dilihat pada Grafik 9.9, ada beberapa hal menarik mengenai lama
pencarian kerja bagi alumni lulusan 2012 yang saat ini masih bekerja. Alumni
lulusan 2012 sebelum lulus ada yang sudah mulai mencari kerja 36 bulan sebelum
lulus. Kondisi ini menggambarkan bahwa ada alumni lulusan 2012 yang sejak
masuk tingkat dua di ITB sudah mulai mencari kerja. Sementara mereka yang
mencari kerja setelah lulus, ternyata terdapat alumni lulusan 2012 yang baru mulai
mencari pekerjaan 36 bulan setelah lulus.

Grafik 9.10 menunjukkan bahwa alumni lulusan 2012 yang pernah bekerja, saat ini
sudah tidak bekerja/melanjutkan studi, memiliki lama waktu pencarian kerja paling
cepat 13 bulan sebelum lulus kuliah. Sementara itu, lama waktu pencarian kerja
paling lambat adalah 31 bulan setelah lulus kuliah.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


172
30 30

20 20
bulan

bulan
10 10

0 0

Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 9.9 Lama Mencari Kerja [Bekerja]

13 30

11

9 20
bulan

bulan

5 10

1 0
Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 9.10 Lama Mencari Kerja [Pernah Bekerja]

9.6 PROSES PENCARIAN KERJA

Pekerjaan bagi alumni ITB dapat didapatkan baik itu sebelum kelulusan ataupun
setelah kelulusan dari perguruan tinggi. Alumni lulusan 2012 secara keseluruhan
rata-rata waktu tunggu hingga memperoleh pekerjaan adalah selama 3,65 bulan
(378 orang) sebelum lulus kuliah dan 4,38 bulan (1240 orang) setelah lulus kuliah.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


173
4.5 4.38

4 3.65

3.5

3
Jumlah Mean (bulan)
2.5
Sebelum lulus 378 3.65
2
Setelah lulus 1240 4.38
1.5

0.5

Sebelum lulus
(378)
Setelah lulus
(1240)

Grafik 9.11 Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan (1)

Pada Grafik 9.12 dapat dilihat bahwa alumni lulusan 2012 ada yang sudah bekerja
72 bulan sebelum lulus. Hal ini berarti ada alumni lulusan 2012 yang saat masuk
ITB dia sudah memiliki pekerjaan. Sementara itu untuk alumni yang memperoleh
pekerjaan setelah lulus kuliah, paling lama adalah 34 bulan atau 3 tahun kurang.

70

60 30

50

40 20
bulan

bulan

30

20 10

10

0 0

Sebelum lulus Setelah lulus

Grafik 9.12 Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan (2)

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


174
9.7 KATEGORI BIDANG USAHA

Alumni ITB lulusan 2012, pekerjaan mereka saat ini sebagian besar banyak terkait
dengan kategori bidang usaha pertambangan dan penggalian (23%), jasa
professional, ilmiah dan teknis (12%), industri pengolahan (10%), konstruksi dan
pembangunan (9%) serta informasi dan komunikasi (9%).

S, 3.4%

M, 12.4% B, 23.3%

C, 10.5%

K, 6.4% F, 9.3%

J, 9.4%
H, 3.0%

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U

Grafik 9.13 Kategori Bidang Usaha

Dilihat berdasarkan Prodi, kategori bidang usaha terkait pekerjaan bagi alumni
lulusan 2012 umumnya mengikuti pada bidang keahliannya masing-masing (Grafik
9.14). Meski sebagian besar pekerjaan alumni lulusan 2012 sesuai dengan keahlian
di bidangnya masing-masing, ternyata ada Prodi yang sebagian besar alumninya
justru bekerja di luar bidang keahliannya. Contoh kasus adalah Prodi Meteorologi
yang 33% alumninya bekerja pada bidang real estate, developer dan properti
(Grafik 9.14). Contoh lainnya adalah Prodi Fisika, 20% alumninya bekerja pada
bidang industri pengolahan.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


175
Teknik Tenaga Listrik (34/44) B, 41% D, 19% F, 22%
Teknik Telekomunikasi (41/57) B, 13% J, 69%
Teknik Sipil (119/134) B, 18% F, 47%
Teknik Pertambangan (61/68) B, 85%
Teknik Perminyakan (75/88) B, 99% O
Teknik Metalurgi (21/30) B, 53% C, 41%
Teknik Mesin (80/112) B, 32% F, 18% JM, 12%
Teknik Material (31/36) B, 17% C, 39% M, 17%
Teknik Lingkungan (89/101) B, 30% F, 11%
Teknik Kimia (101/112) B, 24% C, 28% F, 15% M, 11%
Teknik Kelautan (48/54) B, 11% F, 62% M, 19%
Teknik Informatika (87/104) J, 61% R
Teknik Industri (127/167) B, 24% C, 15% J, 12% K, 15%
Teknik Geologi (40/63) B, 77% M, 14%
Teknik Geofisika (70/79) B, 70% M, 17%
Teknik Geodesi dan Geomatika (63/81) B, 39% M, 30%
Teknik Fisika (82/98) B, 29% C, 14% F, 16% M, 23%
Teknik Elektro (90/118) J, 39%
Sistem dan Teknologi Informasi (33/33) J, 37% K, 15%
Seni Rupa (20/37) J, 13% P, 13% R, 67%
Sains dan Teknologi Farmasi (76/102) C, 43% M, 11% Q, 26%
Perencanaan Wilayah dan Kota (67/84) L, 15% M, 20% O, 18% U, 13%
Oseanografi (22/29) B, 33% F, 20% M, 13%
Mikrobiologi (42/44) C, 33% M, 21%
Meteorologi (18/25) B, 22% C, 11% F, 11% K, 33%
Matematika (91/121) K, 41%
Manajemen (18/27) B, 13% M, 13% Q, 20% S, 20%
Kriya (17/27) P, 15% R, 31% S, 23%
Kimia (84/99) C, 30% M, 20%
Fisika (78/106) B, 20% J, 17% K M, 17%
Farmasi Klinik (35/37) C, 22% K, 15% Q, 37%
Desain Produk (44/60) C, 21% R, 13% S, 21%
Desain Komunikasi Visual (31/39) J, 37% M, 15% R, 33%
Desain Interior (29/39) F, 24% M, 36% R, 12%
Biologi (51/73) C, 21% P, 13%
Astronomi (22/24) J, 14% K, 21% M, 36% P, 14%
Arsitektur (90/96) F, 10% L, 27% M, 32%
Aeronotika dan Astronotika (34/45) C, 13% 37% M, 13%

Grafik 9.14 Kategori Bidang Usaha per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


176
9.8 KATEGORI PERUSAHAAN

Jika memperhatikan kondisi alumni ITB lulusan 2012 yang saat ini bekerja, dari sisi
kategori perusahaan mereka bekerja mayoritas di perusahaan nasional (41%).
Sisanya 42% bekerja di perusahaan multinasional dan 17% bekerja di perusahaan
lokal.

17%
42%

41%

lokal (242) nasional (575) multinasional (598)

Grafik 9.15 Kategori Perusahaan

Apabila diilihat berdasarkan Prodi (Grafik 9.16), alumni lulusan 2012 yang
mayoritas bekerja di perusahaan multinasional berasal dari Teknik Material (65%),
Teknik Teknik Mesin (64%), Teknik Kimia (61%), Teknik Perminyakan (58%), Teknik
Telekomunikasi (55%), dan Teknik Geofisika (54%).

Jika dilihat berdasarkan jumlah maka Prodi yang alumninya mayoritas bekerja di
perusahaan multinasional berasal dari Teknik Industri (50 orang), Teknik Kimia (49
orang), Teknik Mesin (43 orang), dan Teknik Perminyakan (37 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


177
Teknik Tenaga Listrik (25/34) 12% 56% 32%
Teknik Telekomunikasi (31/41) 3% 42% 55%
Teknik Sipil (86/119) 8% 58% 34%
Teknik Pertambangan (52/61) 21% 56% 23%
Teknik Perminyakan (64/75) 2% 41% 58%
Teknik Metalurgi (15/21) 20% 40% 40%
Teknik Mesin (67/80) 12% 24% 64%
Teknik Material (20/31) 15% 20% 65%
Teknik Lingkungan (59/89) 14% 53% 34%
Teknik Kimia (80/101) 11% 28% 61%
Teknik Kelautan (35/48) 26% 26% 49%
Teknik Informatika (61/87) 21% 43% 36%
Teknik Industri (99/127) 8% 41% 51%
Teknik Geologi (32/40) 22% 28% 50%
Teknik Geofisika (52/70) 19% 27% 54%
Teknik Geodesi dan Geomatika (38/63) 18% 39% 42%
Teknik Fisika (59/82) 20% 31% 49%
Teknik Elektro (46/90) 30% 26% 43%
Sistem dan Teknologi Informasi (22/33) 18% 45% 36%
Seni Rupa (7/20) 29% 57% 14%
Sains dan Teknologi Farmasi (55/76) 25% 53% 22%
Perencanaan Wilayah dan Kota (47/67) 17% 60% 23%
Oseanografi (12/22) 8% 50% 42%
Mikrobiologi (22/42) 27% 23% 50%
Meteorologi (7/18) 71% 29%
Matematika (58/91) 12% 38% 50%
Manajemen (8/18) 63% 38%
Kriya (6/17) 17% 33% 50%
Kimia (48/84) 8% 50% 42%
Fisika (31/78) 19% 45% 35%
Farmasi Klinik (23/35) 26% 39% 35%
Desain Produk (15/44) 53% 33% 13%
Desain Komunikasi Visual (11/31) 64% 9% 27%
Desain Interior (15/29) 60% 20% 20%
Biologi (17/51) 12% 47% 41%
Astronomi (13/22) 15% 62% 23%
Arsitektur (52/90) 37% 35% 29%
Aeronotika dan Astronotika (25/34) 8% 56% 36%

Lokal Nasional Multinasional

Grafik 9.16 Kategori Perusahaan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


178
9.9 JENIS PERUSAHAAN TEMPAT BEKERJA

Berdasarkan Grafik 9.17, alumni ITB lulusan 2012 sebagian besar bekerja di
perusahaan swasta (66%), sementara mereka yang bekerja di instansi pemerintah
termasuk BUMN hanya 22%, sisanya bekerja di organisasi non-profit/lembaga
swadaya masyarakat (2%) dan sebagai wiraswasta (9%).

instansi pemerintah
(termasuk BUMN)
9% 22%
organisasi non-
2% profit/lembaga swadaya
masyarakat
perusahaan swasta
66%

wiraswasta/perusahaan
sendiri

Grafik 9.17 Jenis Perusahaan Tempat Bekerja

9.10 JABATAN PEKERJAAN

Alumni lulusan 2012, mereka yang bekerja semenjak mereka lulus dari perguruan
tinggi sebanyak 1453 orang (86%) masih bekerja sebagai staf di perusahaan.
Sisanya 105 orang (6%) sebagai pemilik suatu usaha, 89 orang (5%) sebagai
manajer, 27 orang (2%) status magang di perusahaan dan 25 orang (1%) sebagai
direktur.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


179
1% 2% 5%
6%

86%

Direktur (25) Magang (27) Manajer (89) Pemilik (105) Staf (1453)

Grafik 9.18 Jabatan

Dilihat berdasarkan Prodi, rata-rata seluruh Prodi memang menunjukkan alumni


lulusan 2012 semenjak lulus dari perguruan tinggi masih bekerja sebagai staf dari
perusahaan (Grafik 9.19). Prodi yang alumninya banyak bekerja sebagai pemilik
usaha berasal dari Prodi Kriya (38%) dan Prodi Desain Produk (37%). Sementara
Prodi yang alumninya sudah mencapai posisi manajer paling banyak berasal dari
Prodi Manajemen (13%) dan Prodi Oseanografi (13%). Untuk posisi direktur,
alumni yang paling banyak berasal dari Prodi Manajemen (13%). Alumni yang saat
ini statusnya masih magang paling banyak berasal dari Prodi Biologi (13%).

Jika dilihat berdasarkan jumlah maka Prodi yang paling banyak bekerja sebagai staf
adalah Prodi Teknik Industri (95 orang), Prodi Teknik Sipil (85 orang) dan Prodi
Teknik Kimia (79 orang). Prodi yang paling banyak alumninya sebagai pemilik suatu
usaha berasal dari Prodi Desain Produk (14 orang). Sementara yang bekerja sudah
sebagai manajer paling banyak berasal dari Prodi Teknik Industri (11 orang). Untuk
alumni yang sudah menjadi direktur paling banyak berasal dari Prodi Informatika (3
orang), Prodi Arsitektur (3 orang) dan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (3
orang). Alumni dengan status magang paling banyak berasal dari Prodi Biologi (3
orang) dan Teknik Lingkungan (3 orang).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


180
Teknik Tenaga Listrik (27/34) 100%
Teknik Telekomunikasi (32/41) 3% 3% 94%
Teknik Sipil (98/119) 5%6% 87%
Teknik Pertambangan (54/61) 100%
Teknik Perminyakan (68/75) 99%
Teknik Metalurgi (17/21) 100%
Teknik Mesin (77/80) 4% 4% 92%
Teknik Material (23/31) 4% 4% 91%
Teknik Lingkungan (66/89) 5% 92%
Teknik Kimia (89/101) 8% 2% 89%
Teknik Kelautan (37/48) 3% 3% 92%
Teknik Informatika (76/87) 12% 8% 75%
Teknik Industri (113/127) 10%4% 84%
Teknik Geologi (35/40) 9% 89%
Teknik Geofisika (54/70) 6% 93%
Teknik Geodesi dan Geomatika (46/63) 4% 89%
Teknik Fisika (69/82) 4% 88%
Teknik Elektro (61/90) 5% 10% 80%
Sistem dan Teknologi Informasi (27/33) 7% 15% 74%
Seni Rupa (15/20) 7% 33% 60%
Sains dan Teknologi Farmasi (61/76) 8% 90%
Perencanaan Wilayah dan Kota (55/67) 5% 9% 80%
Oseanografi (15/22) 13% 87%
Mikrobiologi (24/42) 4% 92%
Meteorologi (9/18) 11% 89%
Matematika (70/91) 7% 87%
Manajemen (15/18) 13% 7% 13% 7% 60%
Kriya (13/17) 38% 62%
Kimia (56/84) 7% 91%
Fisika (41/78) 10% 17% 71%
Farmasi Klinik (27/35) 11% 85%
Desain Produk (38/44) 5% 37% 55%
Desain Komunikasi Visual (27/31) 4% 22% 74%
Desain Interior (25/29) 4% 24% 68%
Biologi (24/51) 4% 13% 4% 13% 67%
Astronomi (14/22) 7% 93%
Arsitektur (71/90) 4% 13% 79%
Aeronotika dan Astronotika (30/34) 3% 93%

Direktur Magang Manajer Pemilik Staf

Grafik 9.19 Jabatan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


181
9.11 PENGHASILAN

Rata-rata penghasilan per bulan alumni ITB lulusan 2012, dari 1448 orang yang
bekerja adalah sebesar Rp. 9.163.440, dari 104 orang yang bekerja dan
berwiraswasta adalah sebesar Rp. 8.648.717 dan dari 127 orang yang menjadi
wirausaha adalah sebesar Rp. 6.918.898. Grafik 9.20 juga menunjukkan ternyata
besar rata-rata penghasilan per bulan alumni lulusan 2012 yang bekerja masih
lebih baik dibandingkan mereka yang menjalankan usaha.

Rp9,163,440
Rp10,000,000 Rp8,648,717
Rp6,918,898
Rp8,000,000

Rp6,000,000

Rp4,000,000

Rp2,000,000

Rp0
bekerja (1448) bekerja dan wirausaha (127)
wiraswasta (104)

Grafik 9.20 Rata-Rata Penghasilan per Bulan

Pada Grafik 9.21, tampak besar penghasilan maksimum dan minimum bagi alumni
lulusan 2012. Alumni lulusan 2012 yang bekerja ada yang memiliki penghasilan per
bulan sebesar Rp85.000.000 dan paling kecil sebesar Rp.700.000. Mereka yang
bekerja dan wiraswasta penghasilan per bulan paling besar adalah Rp.70.000.000
dan paling kecil Rp.1.000.000. Sementara yang menjadi wirausaha memiliki
penghasilan per bulan paling besar Rp.35.000.000 dan paling kecil Rp.700.000. Dari
ketiga kategori ini kembali tampak bahwa alumni lulusan 2012 yang bekerja
ternyata dari sisi penghasilan per bulan tidak kalah dengan mereka yang
menjalankan usaha.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


182
Rp80,000,000.00
Rp70,000,000.00
Rp60,000,000.00
Rp50,000,000.00
Rp40,000,000.00
Rp30,000,000.00
Rp20,000,000.00
Rp10,000,000.00
Rp0.00

Bekerja

Wirausaha
Bekerja dan Wiraswasta
Grafik 9.21 Penghasilan per Bulan

Pada Grafik 9.22, tampak besar rata-rata penghasilan per bulan per Prodi dari
alumni ITB lulusan 2012 yang bekerja. Pada grafik tersebut dapat diketahui bahwa
rata-rata penghasilan per bulan paling besar adalah alumni yang berasal dari Prodi
Teknik Perminyakan (Rp.16.190.711), Prodi Teknik Kimia (Rp.13.630.432) dan Prodi
Teknik Geofisika (Rp.13.525.556). Sementara rata-rata penghasilan per bulan
paling kecil adalah alumni yang berasal dari Prodi Kriya (Rp.4.113.846).

Pada Grafik 9.22 dapat dilihat pula bahwa ternyata alumni lulusan 2012 yang
berasal dari Prodi Teknik (engineering) umumnya memiliki penghasilan yang jauh
lebih besar di bandingkan alumni yang berasal dari Prodi non-engineering,
terutama mereka yang berasal dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Sekolah Ilmu
dan Teknologi Hayati dan Sekolah Farmasi. Namun secara keseluruhan besar rata-
rata penghasilan per bulan ini dikatakan cukup baik karena berada diatas standar
upah minimum regional (UMR).

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


183
Teknik Perminyakan (68/75) Rp16,190,711
Teknik Kimia (88/101) Rp13,630,432
Teknik Geofisika (54/70) Rp13,525,556
Teknik Geologi (35/40) Rp12,345,143
Teknik Mesin (77/80) Rp10,972,727
Teknik Tenaga Listrik (27/34) Rp10,837,037
Teknik Informatika (73/87) Rp10,623,781
Teknik Sipil (98/119) Rp10,381,462
Teknik Kelautan (37/48) Rp9,797,703
Teknik Fisika (68/82) Rp9,792,751
Teknik Industri (111/127) Rp9,763,063
Sistem dan Teknologi Informasi (26/33) Rp9,762,308
Teknik Telekomunikasi (32/41) Rp9,663,750
Manajemen (14/18) Rp9,310,714
Oseanografi (15/22) Rp8,326,667
Teknik Pertambangan (53/61) Rp8,283,396
Teknik Material (23/31) Rp7,906,739
Teknik Metalurgi (17/21) Rp7,897,529
Teknik Elektro (60/90) Rp7,867,050
Fisika (41/78) Rp7,756,098
Aeronotika dan Astronotika (30/34) Rp7,595,000
Teknik Lingkungan (65/89) Rp7,572,600
Matematika (70/91) Rp7,359,585
Teknik Geodesi dan Geomatika (46/63) Rp7,277,174
Perencanaan Wilayah dan Kota (55/67) Rp7,200,325
Meteorologi (9/18) Rp6,911,111
Biologi (24/51) Rp6,866,667
Desain Komunikasi Visual (27/31) Rp6,516,667
Arsitektur (71/90) Rp6,256,549
Desain Interior (25/29) Rp5,944,000
Kimia (56/84) Rp5,610,728
Farmasi Klinik (27/35) Rp5,415,259
Mikrobiologi (23/42) Rp5,371,739
Sains dan Teknologi Farmasi (55/76) Rp5,153,146
Seni Rupa (14/20) Rp4,835,714
Astronomi (14/22) Rp4,750,000
Desain Produk (38/44) Rp4,238,816
Kriya (13/17) Rp4,113,846

Grafik 9.22 Rata-Rata Penghasilan per Bulan per Prodi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


184
KESIMPULAN DAN SARAN

Laporan akhir Tracer Study ITB tahun 2015 menitikberatkan penelitian pada target
responden alumni ITB angkatan 2008. Dari beberapa pembahasan serta data yang
diperoleh dalam Tracer Study ITB 2015 ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan
terkait karakteristik dan profil responden/alumni ketika menjalani perkuliahan,
hubungan perguruan tinggi dengan pekerjaan dan kondisi pekerjaan saat ini.

Berdasarkan karakteristik responden/alumni, dari jumlah data yang masuk sebesar


2612 orang (92%) alumni yang mengisi terdiri dari 1608 orang (62%) pria dan 1004
orang (38%) wanita. Alumni ITB angkatan 2008 secara keseluruhan memiliki rata-
rata nilai IP sebesar 3,26. Alumni ITB angkatan 2008 status pekerjaan saat ini
adalah 1714 orang (66%) bekerja, 593 orang (22%) tidak bekerja/melanjutkan
studi, 126 orang (5%) bekerja dan wiraswasta serta 179 orang (7%) wirausaha.

Selama menjalani perkuliahan, alumni ITB angkatan 2008 lebih banyak tinggal di
tempat kos (67%) dan sumber biaya kuliah dari orang tua (80%). Selama
pembelajaran, bagi alumni ITB angkatan 2008 hal yang lebih banyak mereka
dapatkan adalah dari perkuliahan. Di luar perkuliahan, alumni ITB angkatan 2008
memiliki tingkat keaktifan organisasi yang tinggi (>80%).

Dari sisi hubungan antar perguruan tinggi dengan pekerjaan, diperoleh data bahwa
kesesuaian kuliah dengan pekerjaan adalah sebesar 74%. Dalam kaitannya dengan
kompetensi, bagi alumni angkatan 2008 ITB dianggap paling banyak memberi
dalam hal pengetahuan dibidang atau disiplin ilmu. Kemampuan bahasa asing
alumni ITB angkatan 2008 pada dasarnya adalah besar namun tidak ditunjang
dengan fasilitas yang memadai dari ITB. Umumnya, alumni ITB angkatan 2008
memperoleh pekerjaan rata-rata 3,6 bulan sebelum lulus dan 4,4 bulan setelah

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


185
lulus dari ITB. Alumni ITB angkatan 2008 memperoleh pekerjaan sebagian besar
dari relasi (38%), yaitu teman/alumni (68%).

Berdasarkan kondisi pekerjaan saat ini, alumni ITB angkatan 2008 memilih
pekerjaan pertama dengan alasan kesempatan pengembangan diri (55%). Alumni
ITB angkatan 2008 yang tidak bekerja mayoritas dikarenakan ingin melanjutkan
studi. Alumni ITB angkatan 2008 yang memilih menjalankan usaha mayoritas
dikarenakan keinginan pribadi dan waktu yang fleksibel. Alumni yang menjalankan
usaha rata-rata telah memiliki omset sebesar 181 juta per tahun bagi wirausaha
serta 127 juta per tahun bagi bekerja dan wiraswasta. Alumni ITB angkatan 2008
lebih banyak bekerja di perusahaan dengan kategori bidang usaha pertambangan
dan penggalian (20%). Dari sisi kategori perusahaan, alumni ITB angkatan 2008
lebih banyak bekerja di perusahaan nasional (43%). Untuk jabatan, mayoritas
alumni ITB angkatan 2008 masih berstatus sebagai staf (84%). Di sisi penghasilan,
alumni yang bekerja memiliki rata-rata penghasilan 9 juta, bekerja dan wiraswasta
8,6 juta dan wirausaha 7,7 juta.

Menurut alumni ITB angkatan 2008, gambaran pekerjaan ideal adalah (i) Memiliki
fasilitas dan gaji yang baik, (ii) Memberi kesempatan belajar lebih besar, (iii) Sesuai
minat, (iv) Lingkungan kerja yang nyaman, (v) Jenjang karir yang lebih baik.

Kesimpulan lainnya yang dapat diambil pada laporan ini adalah bahwa hasil analisis
berdasarkan angkatan dan lulusan ternyata memberikan nilai yang tidak jauh
berbeda/hampir sama. Berdasarkan kondisi ini maka dapat dikatakan baik
menggunakan angkatan ataupun lulusan, hasil analisis pada laporan Tracer Study
ITB ini telah memberikan gambaran alumni ITB pada umumnya.

Laporan akhir Tracer Study ITB 2015 juga memberikan masukkan bagi ITB
berdasarkan data yang diperoleh dari alumni ITB angkatan 2007. Beberapa
masukkan ini antara lain:

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


186
Dalam aspek pembelajaran alangkah lebih baik apabila ITB secara keseluruhan
memberikan mahasiswanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan
riset lebih banyak.
Dari sisi kontribusi Program Studi, diharapkan setiap Prodi di ITB lebih banyak
membekali mahasiswanya dengan kemampuan wirausaha.
Dari sisi fasilitas kampus, ITB diharapkan membangun fasilitas yang lebih
memadai terkait pusat kegiatan mahasiswa mengingat mayoritas dari mahasiswa
ITB (khususnya 2008) sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Secara keseluruhan ITB mampu meningkatkan kontribusinya dan lebih merata
terkait pembekalan kompetensi bagi mahasiswanya (tidak hanya fokus terhadap
pengetahuan di bidang ilmu terkait saja, namun juga faktor-faktor softskill dan
hardskill).
ITB lebih baik lagi dalam menerapkan pengetahuan disiplin ilmu dengan kondisi
dunia usaha dan industri mengingat pada laporan ini terdapat beberapa Prodi
yang memiliki nilai kesesuaian kuliah dengan pekerjaan sangat kecil.
ITB diharapkan mampu memperkecil jarak waktu tunggu untuk mendapatkan
kerja alumni terutama setelah kelulusan.
ITB mampu menjadi perantara yang lebih baik terutama terkait hubungan
mahasiswa dengan dosen dan alumninya, mengingat lulusan ITB banyak yang
memperoleh pekerjaan melalui informasi dari dosen dan alumni itu sendiri.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


187
REFERENSI

Aji, Nurul Apsari., Bambang Setia Budi., Angga Dinan A. 2015. Progress and
Development of Tracer Study ITB. Poster Session presented at
international conference EXLIMA 2015 on 25-26 November 2015. Bali-
Indonesia.

Budi, Bambang Setia. 2014. Tracer Study: Urgency, Problem, and How to Increase
Response Rate. Presentation in Training for Tracer Study Team of UNPAD
at WISMA UNPAD CIMANDIRI on Monday, 3 November 2014. Bandung.

Budi, Bambang Setia., Angga Dinan A. 2015. Innovation and Implementation: ITB
Tracer Study (2012-2015). Paper presented at international conference
EXLIMA 2015 on 25-26 November 2015. Bali-Indonesia.

Dinan A, Angga., Bambang Setia Budi., Sandro Mihradi dan Brian Yuliarto. 2015.
Pros & Cons of Target Responden: between Cohort and Entry of Cohort in
ITB Tracer Study. Paper discussion at international conference EXLIMA
2015 on 25-26 November 2015. Bali-Indonesia.

Nursyahbani, Awalia., Bambang Setia Budi., Angga Dinan A. 2015. How to Increase
Response Rate: ITB Tracer Study Experience. Poster Session presented at
international conference EXLIMA 2015 on 25-26 November 2015. Bali-
Indonesia.

Nursyahbani, Awalia., Bambang Setia Budi., Angga Dinan A. 2015. The Roles of
Surveyors in the Implementation of Tracer Study ITB. Poster Session
presented at international conference EXLIMA 2015 on 25-26 November
2015. Bali-Indonesia.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


188
Sailah, Illah. 2011. Perlunya Tracer Study untuk Pendidikan Tinggi. Jakarta
(Direktur Pembelajaran & Kemahasiswaan Ditjen Dikti ).

Schomburg, Harald. 2003. Handout for Graduate Tracer Studies. International


Centre for Higher Education Research (INCHER-Kassel) University Kassel.
Germany.

Schomburg, Harald. 2006. Graduate Surveys in Germany as a Tool to Measure and


Improve the Relevance of Higher Education. Presentation at Bogota,
Colombia International Seminar 24-25 October 2006. International Centre
for Higher Education Research (INCHER-Kassel) University Kassel.
Germany.

Schomburg, Harald. 2010. Concept and Methodology of Tracer Studies


International Experiences. Presentation at Workshop in Sinaia 2-4 June
2010. International Centre for Higher Education Research (INCHER-Kassel)
University Kassel. Germany.

Schomburg, Harald. 2011. Design of Regular Graduate Tracer Studies for


Individual Institutions. International Centre for Higher Education Research
(INCHER-Kassel) University Kassel. Germany.

Schomburg, Harald. 2011. Employment and Work of HE Graduates in Europe.


Presentation at Universita di Genova. International Centre for Higher
Education Research (INCHER-Kassel) University Kassel. Germany.

Schomburg, Harald. 2011. Main Variables in Tracer Studies. International Centre


for Higher Education Research (INCHER-Kassel) University Kassel.
Germany.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


189
Schomburg, Harald. 2011. Methodology and Methods of Tracer Studies.
International Centre for Higher Education Research (INCHER-Kassel)
University Kassel. Germany.

Schomburg, Harald. 2011. The Role of Tracer Study and Its Utilization in
Improving Higher Education Quality. International Centre for Higher
Education Research (INCHER-Kassel) University Kassel. Germany.

Schomburg, Harald. 2012. Current Developments of Tracer Studies the Case in


Germany. Plenary Presentation at 2nd DEHEMS International Conference
27-28 September 2012. International Centre for Higher Education
Research (INCHER-Kassel) University Kassel. Germany.

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/606550-riset--masyarakat-indonesia-rajin-
gunakan-jejaring-sosial accesed on August 31, 2014.

https://id.techinasia.com/laporan-pengguna-website-mobile-media-sosial-indonesia
accesed on October 5, 2014.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


190
LAMPIRAN I TIM RISET

Pelindung
Prof. Ir. Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc, Ph.D Wakil Rektor Bidang Akademik
dan Kemahasiswaan
Dr. Miming Miharja, ST, M.Sc.Eng Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan
dan Alumni

Penanggung Jawab
Brian Yuliarto, Ph.D Kepala Lembaga Kemahasiswaan

Koordinator Pelaksana
Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT Kepala ITB Career Center

Peneliti
Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT
Dr. Eng. Hanson E. Kusuma, ST, M.Eng

Asisten Peneliti
Angga Dinan A., S.Si.,M.T.

Tim Teknis dan Kesekretariatan


Awalia Nursyahbani, S.Si
Nurul Apsari, S.Si

Tim Administrasi
Okto Priatna

Tim IT dan Jaringan


Aditya Satria, ST, MT

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


191
LAMPIRAN II DAFTAR SURVEYOR

Tahun
No Nama Surveyor Program Studi
Angkatan
1 Mutia Ulfi Matematika 2008
2 M. Rizal Abda Fisika 2008
3 Yolanda Ghea Astronomi 2008
Diana Meisya Fitri
4 Kimia 2008
Hasibuan
5 Ari Dwijayanti Mikrobiologi 2008
6 Glenda Gloria L. Tobing Biologi 2008
7 Yuda Prasetya Nugraha 2008
Sains dan Teknologi Farmasi
8 Stefanus Andry 2008
9 Sumayyah Abdurrahman Farmasi Klinik dan Komunitas 2008
10 Yanuar Adiguna Teknik Geologi 2008
11 Dian Afifah Rahmawati Meteorologi 2008
12 Iswiati Utamiputeri Oseanografi 2008
13 Maundri Prihanggo Teknik Geodesi dan Geomatika 2008
Dwi Pangestu
14 Teknik Pertambangan 2008
Ramadhani
15 Muhammad Ramadhan Teknik Perminyakan 2008
16 Rostandar Hilman Teknik Geofisika 2008
17 Abdurrahman Teknik Metalurgi 2008
18 Herpurna Ahmad Futaqi Teknik Kimia 2008
19 Susilawati Teknik Fisika 2008
20 Roffianto Adi Nugroho 2008
Teknik Industri
21 Bestari Fitriana 2008
22 Andre Cuandra 2008
Teknik Mesin
23 Peter Lukito Ferdian 2008
24 Indra Permana Aeronotika & Astronotika 2008
25 Andrie Harmaji Teknik Material 2008
Arinata Fatchun
26 Teknik Elektro 2008
Ilmiawan
27 Zain Fathoni Teknik Informatika 2008
28 Imran Syahrizal Teknik Tenaga Listrik 2008
29 Ihwan Adam Ardisasmita Sistem dan Teknologi Informasi 2008
30 M Rizal Hakim Teknik Telekomunikasi 2008

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


192
31 Widya Ayuningtiyas Teknik Kelautan 2008
32 Regi Risman Sandi Teknik Lingkungan 2008
33 Mira Permata Sari 2008
Teknik Sipil
34 Girindra Patmono 2008
35 Julianti Putri Setiawan Arsitektur 2008
36 Ridzki Januar Akbar Perencanaan Wilayah dan Kota 2008
37 Mochammad Fatchi Seni Rupa 2008
38 Kania Diedra Ismi Kriya 2008
39 Anisah Fitria Desain Interior 2008
40 Fathima Assilmia Desain Komunikasi Visual 2008
41 Rafika Hasna Desain Produk 2008
Muhamad Luthfi Adi
42 2008
Prakosa
Manajemen
Yorint Mayrza
43 2008
Fangenano

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


193
LAMPIRAN III DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER

A. WEBSITE

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


194
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
195
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
196
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
197
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
198
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
199
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
200
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
201
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
202
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
203
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
204
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
205
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
206
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
207
Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008
208
B. CORE QUESSIONAIRE ITB

No Pertanyaan Kuesioner Pendahuluan

1 Nama
Isi manual

2 Jenis Kelamin
Pria
Wanita

3 Angkatan
Isi manual

4 Program Studi/Jurusan
Isi manual

5 IPK
Isi manual

6 Tahun Masuk
Bulan
Tahun

7 Alamat
Isi manual
Kota
Isi manual
Provinsi
Isi manual
Kode Pos
Isi manual

8 Telepon / HP
Isi manual

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


209
9 Pekerjaan utama saat ini
1. Wirausaha
1a. Apakah Anda pernah bekerja sebelumnya?
Ya
Tidak
1b. Berapa lama Anda bekerja setelah lulus kuliah (dengan kata lain
pekerjaan pertama) sebelum memutuskan untuk wirausaha?
Bulan
1c. Apa alasan Anda memutuskan wirausaha?

1d. Apa alasan Anda memutuskan wirausaha?

1e. Jenis usaha apa yang Anda kembangkan saat ini?

1f. Berasal dari mana modal yang Anda gunakan untuk membangun
usaha pertama kali?

1g. Berapa omset rata-rata perbulan?

2. Bekerja dan wiraswasta


2a. Jenis usaha apa yang anda kembangkan saat ini?

2b. Berasal dari mana modal yang anda gunakan untuk membangun
usaha pertama kali?

2c. Berapa omset rata-rata perbulan?

3. Bekerja
3a. Apakah kategori perusahaan tempat Anda bekerja?
Lokal
Nasional
Multinasional
3b. Apakah pekerjaan Anda saat ini sesuai dgn bidang kuliah?
Ya

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


210
Tidak
4. Tidak bekerja/melanjutkan studi
4a. Apakah Anda pernah bekerja sebelumnya
Ya
Tidak
4b. Berapa lama Anda bekerja setelah lulus kuliah (dengan kata lain
pekerjaan pertama) sebelum memutuskan untuk berhenti atau tidak
bekerja lagi?
Bulan
4c. Apa alasan Anda tidak bekerja (lagi)?
Melanjutkan studi
Tidak sesuai minat
Gaji kurang memuaskan
Lingkungan kerja tidak kondusif (jam kerja tidak sesuai, pekerjaan terlalu
padat, dll)
Mencari pengembangan diri yang lebih besar
Kesempatan belajar sangat kecil
Habis masa kontrak
Mencari pengalaman lain
Lain-lain (tuliskan)

10 Pekerjaan Utama
10a. Nama Kantor

10b. Bidang Usaha


Kategori A: Pertanian, perikanan, dan kehutanan
Pertanian, peternakan, perburuan dan kegiatan yang berhubungan
dengan itu
Kehutanan dan penebangan kayu
Perikanan
Kategori B: Pertambangan dan penggalian
Pertambangan batubara dan lignit
Pertambangan minyak bumi, gas alam, dan panas bumi
Pertambangan bijih logam
Pertambangan dan penggalian lainnya
Jasa pertambangan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


211
Kategori C: Industri pengolahan
Industri makanan
Industri minuman
Industri pengolahan tembakau
Industri tekstil
Industri pakaian jadi
Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki
Industri kayu, barang dari kayu gabus (tidak termasuk furnitur) dan
barang anyaman dari bambu, rotan, sejenisnya
Industri kertas dan barang dari kertas
Industri pencetakan dan reproduksi media rekaman
Industri produk dari batu bara dan pengilangan minyak bumi
Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia
Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
Industri karet, barang dari karet dan plastik
Industri barang galian bukan logam
Industri logam dasar
Industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya
industri komputer, barang elektronik dan optik
Industri peralatan listrik
Industri mesin dan perlengkapan ytdl
Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer
Industri alat angkutan lainnya
Industri furnitur
Industri pengolahan lainnya
Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan
Kategori D: Pengadaaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin
Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin
Kategori E: Pengadaan air, pengelolaaan sampah dan daur ulang,
pembuangan dan pembersihan limbah dan sampah
Pengadaan air
Pengolahan limbah
Pengolahan sampah dan daur ulang
Jasa pembersihan dan pengelolaan sampah lainnya
Kategori F: Konstruksi dan pembangunan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


212
Konstruksi gedung
Konstruksi bangunan sipil
Konstruksi khusus
Kategori G: Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
mobil dan sepeda motor
Perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
Perdagangan besar, bukan mobil dan sepeda motor
Perdagangan eceran, bukan mobil dan sepeda motor
Kategori H: Transportasi dan pergudangan
Angkutan darat dan angkutan melalui saluran pipa
Angkutan air
Angkutan udara
Pergudangan dan jasa penunjang angkutan
Pos dan kurir
Kategori I: Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan
minuman
Penyediaan akomodasi
Penyediaan makanan dan minuman
Kategori J: Informasi dan komunikasi
Penerbitan
Produksi gambar bergerak, video dan program televisi, perekaman suara
dan penerbitan musik
Penyiaran dan pemrograman
Telekomunikasi
Kegiatan pemrograman, konsultasi komputer dan kegiatan yang
berhubungan dengan itu
Kegiatan jasa informasi
Kategori K: Jasa keuangan dan asuransi
Jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun
Asuransi, reasuransi dan dana pensiun, bukan jaminan sosial wajib
Jasa penunjang jasa keuangan, asuransi dan dana pensiun
Kategori L: Real estate, developer, dan properti
Real estat
Kategori M: Jasa profesional, ilmiah, dan teknis
Jasa hukum dan akutansi
Kegiatan kantor pusat dan konsultasi manajemen

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


213
Jasa arsitektur dan teknik sipil; analisis dan uji teknis
Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
Periklanan dan penelitian pasar
Jasa profesional, ilmiah dan teknis lainnya
Jasa kesehatan hewan
Kategori N: Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya
Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
Jasa ketenagakerjaan
Jasa agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya
Jasa keamanan dan penyelidikan
Jasa untuk gedung dan pertamanan
Jasa administrasi kantor, jasa penunjang kantor dan jasa penunjang usaha
lainnya
Kategori O: Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan wajib
sosial
Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib
Kategori P: Jasa pendidikan
Jasa pendidikan
Kategori Q: Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
Jasa kesehatan manusia
Jasa kegiatan sosial di dalam panti
Jasa kegiatan sosial di luar panti
Kategori R: Kesenian, hiburan dan rekreasi
Kegiatan hiburan, kesenian dan kreativitas
Perpustakaan, arsip, museum dan kegiatan kebudayaan lainnya
Kegiatan perjudian dan pertaruhan
Kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya
Kategori S: Kegiatan jasa lainnya
Kegiatan keanggotaan organisasi
Jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan
rumah tangga
Jasa perorangan lainnya
Kategori T: Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, kegiatan yang
menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


214
Kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
digunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan
Kategori U: Kegiatan badan internasional dan kegiatan badan
internasional ekstra lainnya
Kegiatan badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
10c. Posisi atau jabatan
Magang
Staf
Manajer
Direktur
Pemilik
10d. Jenis pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
Maintenance
Process engineering
Surveilance engineering
Distribution
Production
Research and development
Sales and marketing
Field engineer
Controlling
Ensuring
Planning
Supply chain
Packaging
Service
10e. Sejak
Bulan
Tahun
10f. Telpon Kantor

10g. Website Kantor

10h. Alamat Kantor

10i. Perkiraan penghasilan per-bulan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


215
11 Pekerjaan Lain (jika ada, termasuk pekerjaan paruh waktu)
11a. Nama Kantor

11b. Bidang Usaha


Kategori A: Pertanian, perikanan, dan kehutanan
Pertanian, peternakan, perburuan dan kegiatan yang berhubungan
dengan itu
Kehutanan dan penebangan kayu
Perikanan
Kategori B: Pertambangan dan penggalian
Pertambangan batubara dan lignit
Pertambangan minyak bumi, gas alam, dan panas bumi
Pertambangan bijih logam
Pertambangan dan penggalian lainnya
Jasa pertambangan
Kategori C: Industri pengolahan
Industri makanan
Industri minuman
Industri pengolahan tembakau
Industri tekstil
Industri pakaian jadi
Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki
Industri kayu, barang dari kayu gabus (tidak termasuk furnitur) dan
barang anyaman dari bambu, rotan, sejenisnya
Industri kertas dan barang dari kertas
Industri pencetakan dan reproduksi media rekaman
Industri produk dari batu bara dan pengilangan minyak bumi
Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia
Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
Industri karet, barang dari karet dan plastik
Industri barang galian bukan logam
Industri logam dasar
Industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya
industri komputer, barang elektronik dan optik

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


216
Industri peralatan listrik
Industri mesin dan perlengkapan ytdl
Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer
Industri alat angkutan lainnya
Industri furnitur
Industri pengolahan lainnya
Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan
Kategori D: Pengadaaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin
Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin
Kategori E: Pengadaan air, pengelolaaan sampah dan daur ulang,
pembuangan dan pembersihan limbah dan sampah
Pengadaan air
Pengolahan limbah
Pengolahan sampah dan daur ulang
Jasa pembersihan dan pengelolaan sampah lainnya
Kategori F: Konstruksi dan pembangunan
Konstruksi gedung
Konstruksi bangunan sipil
Konstruksi khusus
Kategori G: Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
mobil dan sepeda motor
Perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
Perdagangan besar, bukan mobil dan sepeda motor
Perdagangan eceran, bukan mobil dan sepeda motor
Kategori H: Transportasi dan pergudangan
Angkutan darat dan angkutan melalui saluran pipa
Angkutan air
Angkutan udara
Pergudangan dan jasa penunjang angkutan
Pos dan kurir
Kategori I: Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan
minuman
Penyediaan akomodasi
Penyediaan makanan dan minuman
Kategori J: Informasi dan komunikasi
Penerbitan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


217
Produksi gambar bergerak, video dan program televisi, perekaman suara
dan penerbitan musik
Penyiaran dan pemrograman
Telekomunikasi
Kegiatan pemrograman, konsultasi komputer dan kegiatan yang
berhubungan dengan itu
Kegiatan jasa informasi
Kategori K: Jasa keuangan dan asuransi
Jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun
Asuransi, reasuransi dan dana pensiun, bukan jaminan sosial wajib
Jasa penunjang jasa keuangan, asuransi dan dana pensiun
Kategori L: Real estate, developer, dan properti
Real estat
Kategori M: Jasa profesional, ilmiah, dan teknis
Jasa hukum dan akutansi
Kegiatan kantor pusat dan konsultasi manajemen
Jasa arsitektur dan teknik sipil; analisis dan uji teknis
Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
Periklanan dan penelitian pasar
Jasa profesional, ilmiah dan teknis lainnya
Jasa kesehatan hewan
Kategori N: Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya
Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
Jasa ketenagakerjaan
Jasa agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya
Jasa keamanan dan penyelidikan
Jasa untuk gedung dan pertamanan
Jasa administrasi kantor, jasa penunjang kantor dan jasa penunjang usaha
lainnya
Kategori O: Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan wajib
sosial
Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib
Kategori P: Jasa pendidikan
Jasa pendidikan
Kategori Q: Jasa kesehatan dan kegiatan sosial

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


218
Jasa kesehatan manusia
Jasa kegiatan sosial di dalam panti
Jasa kegiatan sosial di luar panti
Kategori R: Kesenian, hiburan dan rekreasi
Kegiatan hiburan, kesenian dan kreativitas
Perpustakaan, arsip, museum dan kegiatan kebudayaan lainnya
Kegiatan perjudian dan pertaruhan
Kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya
Kategori S: Kegiatan jasa lainnya
Kegiatan keanggotaan organisasi
Jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan
rumah tangga
Jasa perorangan lainnya
Kategori T: Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, kegiatan yang
menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
digunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan
Kategori U: Kegiatan badan internasional dan kegiatan badan
internasional ekstra lainnya
Kegiatan badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
11c. Posisi atau jabatan
Magang
Staf
Manajer
Direktur
Pemilik
11d. Jenis pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
Maintenance
Process engineering
Surveilance engineering
Distribution
Production
Research and development
Sales and marketing
Field engineer

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


219
Controlling
Ensuring
Planning
Supply chain
Packaging
Service
11e. Sejak
Bulan
Tahun
11f. Telp. Kantor

11g. Website Kantor

11h. Alamat Kantor

11i. Perkiraan penghasilan per-bulan

12 Pekerjaan Sebelumnya (jika ada)


12a. Bidang Usaha
Kategori A: Pertanian, perikanan, dan kehutanan
Pertanian, peternakan, perburuan dan kegiatan yang berhubungan
dengan itu
Kehutanan dan penebangan kayu
Perikanan
Kategori B: Pertambangan dan penggalian
Pertambangan batubara dan lignit
Pertambangan minyak bumi, gas alam, dan panas bumi
Pertambangan bijih logam
Pertambangan dan penggalian lainnya
Jasa pertambangan
Kategori C: Industri pengolahan
Industri makanan
Industri minuman
Industri pengolahan tembakau

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


220
Industri tekstil
Industri pakaian jadi
Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki
Industri kayu, barang dari kayu gabus (tidak termasuk furnitur) dan
barang anyaman dari bambu, rotan, sejenisnya
Industri kertas dan barang dari kertas
Industri pencetakan dan reproduksi media rekaman
Industri produk dari batu bara dan pengilangan minyak bumi
Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia
Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
Industri karet, barang dari karet dan plastik
Industri barang galian bukan logam
Industri logam dasar
Industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya
industri komputer, barang elektronik dan optik
Industri peralatan listrik
Industri mesin dan perlengkapan ytdl
Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer
Industri alat angkutan lainnya
Industri furnitur
Industri pengolahan lainnya
Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan
Kategori D: Pengadaaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin
Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin
Kategori E: Pengadaan air, pengelolaaan sampah dan daur ulang,
pembuangan dan pembersihan limbah dan sampah
Pengadaan air
Pengolahan limbah
Pengolahan sampah dan daur ulang
Jasa pembersihan dan pengelolaan sampah lainnya
Kategori F: Konstruksi dan pembangunan
Konstruksi gedung
Konstruksi bangunan sipil
Konstruksi khusus
Kategori G: Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
mobil dan sepeda motor

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


221
Perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
Perdagangan besar, bukan mobil dan sepeda motor
Perdagangan eceran, bukan mobil dan sepeda motor
Kategori H: Transportasi dan pergudangan
Angkutan darat dan angkutan melalui saluran pipa
Angkutan air
Angkutan udara
Pergudangan dan jasa penunjang angkutan
Pos dan kurir
Kategori I: Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan
minuman
Penyediaan akomodasi
Penyediaan makanan dan minuman
Kategori J: Informasi dan komunikasi
Penerbitan
Produksi gambar bergerak, video dan program televisi, perekaman suara
dan penerbitan musik
Penyiaran dan pemrograman
Telekomunikasi
Kegiatan pemrograman, konsultasi komputer dan kegiatan yang
berhubungan dengan itu
Kegiatan jasa informasi
Kategori K: Jasa keuangan dan asuransi
Jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun
Asuransi, reasuransi dan dana pensiun, bukan jaminan sosial wajib
Jasa penunjang jasa keuangan, asuransi dan dana pensiun
Kategori L: Real estate, developer, dan properti
Real estat
Kategori M: Jasa profesional, ilmiah, dan teknis
Jasa hukum dan akutansi
Kegiatan kantor pusat dan konsultasi manajemen
Jasa arsitektur dan teknik sipil; analisis dan uji teknis
Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
Periklanan dan penelitian pasar
Jasa profesional, ilmiah dan teknis lainnya
Jasa kesehatan hewan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


222
Kategori N: Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya
Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
Jasa ketenagakerjaan
Jasa agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya
Jasa keamanan dan penyelidikan
Jasa untuk gedung dan pertamanan
Jasa administrasi kantor, jasa penunjang kantor dan jasa penunjang usaha
lainnya
Kategori O: Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan wajib
sosial
Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib
Kategori P: Jasa pendidikan
Jasa pendidikan
Kategori Q: Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
Jasa kesehatan manusia
Jasa kegiatan sosial di dalam panti
Jasa kegiatan sosial di luar panti
Kategori R: Kesenian, hiburan dan rekreasi
Kegiatan hiburan, kesenian dan kreativitas
Perpustakaan, arsip, museum dan kegiatan kebudayaan lainnya
Kegiatan perjudian dan pertaruhan
Kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya
Kategori S: Kegiatan jasa lainnya
Kegiatan keanggotaan organisasi
Jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan
rumah tangga
Jasa perorangan lainnya
Kategori T: Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, kegiatan yang
menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
digunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan
Kategori U: Kegiatan badan internasional dan kegiatan badan
internasional ekstra lainnya
Kegiatan badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
12b. Posisi atau jabatan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


223
Magang
Staf
Manajer
Direktur
Pemilik

13 Deskripsikan alasan pindah kerja (untuk pertanyaan sebelumnya)


Gaji Kurang Memuaskan
Tidak Sesuai Minat
Lingkungan Kerja Tidak Kondusif (pekerjaan terlalu padat, dll)
Mencari Pengembangan Diri yang Lebih Besar
Habis Masa Kontrak
Melanjutkan Studi
Mencari Pengalaman Lain
Lainnya, ..

14 Pekerjaan Ideal
14a. Komentar POSITIF Anda terhadap pekerjaan Anda saat ini
Menyenangkan
Sesuai Minat
Pengembangan Diri Besar
Sesuai Dengan yang Diharapkan
Gaji Memuaskan
Lingkungan Kerja Kondusif
Lainnya, ..
14b. Komentar NEGATIF Anda terhadap pekerjaan Anda saat ini
Gaji Kurang Memuaskan
Tidak Sesuai Minat
Lingkungan Kerja Tidak Kondusif (pekerjaan terlalu padat, dll)
Sesuai Dengan yang Diharapkan
Kesempatan Belajar Sangat Kecil
Lainnya, ..

15 Gambaran Pekerjaan Ideal yang anda inginkan


Jenjang karir

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


224
Falilitas dan gaji yang baik
Sesuai Bidang kuliah
Sesuai Minat
Menambah wawasan
Menantang/tidak monoton
Memberi kesempatan belajar lebih besar
Mampu meningkatkan kesejahteraan
Lingkungan kerja yang nyaman
Jam kerja dan jobdesk yang sesuai
Memberi banyak manfaat bagi banyak orang
Waktu fleksibel dan tidak terlalu menguras tenaga
Lainnya, ..

No Pertanyaan Kuesioner Utama


Seberapa besar alasan-alasan dibawah ini menyebabkan ketidaktepatan
1
masa studi Anda?
Alasan keuangan
Tidak lulus ujian
Penulisan skripsi lambat
Alasan keluarga
Kesehatan
Kegiatan mahasiswa/ekstrakurikuler
Hobby
Lainnya (tuliskan semua kata dgn huruf kecil)

Menurut Anda seberapa besar penekanan pada aspek-aspek


2
pembelajaran di bawah ini dilaksanakan di program studi Anda?
Perkuliahan
Demonstrasi (peragaan)
Partisipasi dalam proyek riset
Magang
Praktikum kerja lapangan
Diskusi

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


225
3 Selama kuliah, kebanyakan Anda tinggal ...
Sendiri di asrama
Sendiri di tempat kos
Bersama orangtua / keluarga
Bersama saudara
Berbagi kamar kos / apartemen
Lainnya, ..

4 Siapa yang terutama membayar uang kuliah Anda?


Beasiswa (misalnya dari pemerintah, universitas)
Sebagian beasiswa
Orangtua / keluarga
Biaya sendiri
Lainnya, ..

5 Seberapa aktif Anda di Organisasi?


Tingkat keaktifan di organisasi

Pada saat Anda kuliah di perguruan tinggi, apakah Anda mengambil


6
kursus atau pendidikan tambahan?
Ya
Tidak

Bagaimana penilaian Anda terhadap aspek belajar mengajar di bawah


7
ini?
Kesempatan untuk berinteraksi dengan dosen-dosen di luar jadwal kuliah
Pembimbingan akademik
Kesempatan berpartisipasi dalam proyek riset
Kondisi umum belajar mengajar
Kesempatan untuk memasuki dan menjadi bagian dari jejaring ilmuan
profesional
Lainnya, ..

Bagaimana penilaian Anda terhadap kondisi fasilitas belajar di bawah


8
ini?

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


226
Perspustakaan
Teknologi informasi dan komunikasi
Modul belajar
Ruang belajar
Laboratorium
Variasi matakuliah yang ditawarkan
Akomodasi
Kantin
Pusat kegiatan mahasiswa dan fasilitasnya, ruang rekreasi
Fasilitas layanan kesehatan
Lainnya, ..

Kapan Anda mulai mencari pekerjaan? (mohon pekerjaan sambilan


9
tidak dimasukkan)
Kira-kira . Bulan .. (sebelum/sesudah) Lulus
Saya tidak mencari kerja

Bagaimana Anda mencari pekerjaan setelah lulus? (jawaban bisa lebih


10
dari satu)
Melalui ITB Career Center
Melalui iklan di koran/majalah, brosur
Melamar ke perusahaan tanpa mengetahui lowongan yang ada
Pergi ke bursa/pameran kerja
Mencari lewat internet/iklan online/milis
Dihubungi oleh perusahaan
Menghubungi Kemnakertrans
Menghubungi agen tenaga kerja komersial/swasta
Menghungi kantor kemahasiswaan/hubungan alumni
Membangun network sejak masih kuliah
Melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, teman, dll)
Membangun bisnis sendiri
Melalui penempatan kerja atau magang
Bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja semasa kuliah
Lainnya, ..

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


227
Berdasarkan persepsi Anda, seberapa pentingkah aspek-aspek di bawah
11 ini bagi perusahaan/instansi dalam melakukan penerimaan pegawai
baru? (jawaban bisa lebih dari satu)
Program diskusi
Spesialisasi
IPK
Pengalaman kerja selama kuliah
Reputasi dari perguruan tinggi
Pengalaman ke luar negeri (untuk bekerja atau magang)
Kemampuan bahasa Inggris
Kemampuan bahasa asing lainnya
Pengoperasian komputer
Pengalaman berorganisasi
Rekomendasi dari pihak ketiga
Kepribadian dan ketrampilan interpersonal
Lainnya, ..

Berapa perusahaan/instansi/institusi yang sudah Anda lamar (lewat


12
surat atau e-mail) sebelum Anda memperoleh pekerjaan pertama?

Berapa bulan waktu yang dihabiskan (sebelum dan sesudah kelulusan)


13
untuk memperoleh pekerjaan pertama?
Kira-kira . Bulan .. (sebelum/sesudah) Lulus

14 Apa alasan utama Anda tidak mencari pekerjaan setelah lulus kuliah?
Saya memulai bisnis sendiri
Saya sudah memperoleh pekerjaan sebelum lulus
Saya melanjutkan kuliah
Saya belum mencari pekerjaan
Lainnya,

15 Melalui apa Anda mendapatkan pekerjaan pertama?


Memperoleh informasi dari Career Center ITB
Melalui iklan koran/majalah
Melamar ke bursa/pameran kerja

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


228
Mencari lewat internet/iklan online
Dihubungi oleh perusahaan
Menghubungi Kemnakertrans
Menghubungi agen tenaga kerja komersial/swasta
Menghubungi kantor kemahasiswaan/hubungan alumni
Membangun network sejak masih kuliah
Melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, teman, dll)
Membangun bisnis sendiri
Melalui penampilan kerja atau magang
Bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja semasa kuliah
Lainnya,

Aspek apa yang menjadi pertimbangan utama Anda dalam memilih


16
pekerjaan pertama?
Gaji
Kedekatan dengan rumah
Tantangan pekerjaan
Benefit (perumahan, transport, uang lembur)
Kesempatan beasiswa
Kesempatan pengembangan diri
Lainnya,

Jenis kursus apa yang Anda ambil SETELAH Anda lulus dari perguruan
17
tinggi? (jawaban bisa lebih dari satu)
Pengoperasian komputer (ms.office dan yang sejenis)
Piranti lunak aplikasi (accurate, autocad, dll)
Bahasa inggris
Bahasa asing lainnya:
Kepemimpinan
Kewirausahaan
Tidak ada
Lainnya,

Apakah Anda merasa perlu untuk meningkatkan kompetensi Anda


18
dengan mengambil kursus lagi?
Kepentingan kursus

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


229
Apakah Anda memanfaatkan pelatihan dan Career Counseling di ITB
19
Career Center?
Ya
Tidak

20 Bagaimana anda menggambarkan situasi anda saat ini?


Saya masih belajar/melanjutkan kuliah profesi atau pascasarjana
Saya menikah
Saya sibuk dengan keluarga dan anak-anak
Saya sekarang sedang mencari pekerjaan
Lain-lain,.

Berapa perusahaan/instansi/institusi yang telah anda masuki untuk


21 bekerja (termasuk perusahaan sendiri) sejak anda lulus dari perguruan
tinggi?

22 Apa jenis perusahaan/instansi/institusi tempat Anda bekerja sekarang?


Instansi pemerintah (termasuk BUMN)
Organisasi non-profit/lembaga swadaya masyarakat
Perusahaan swasta
Wiraswasta/perusahaan sendiri
Lainnya,.

23 Jelaskan tugas-tugas utama dalam pekerjaan anda sekarang?

24 Berapa jam rata-rata perminggu Anda bekerja?


Tugas-tugas utama sesuai kontrak
. Jam
Tugas-tugas tambahan di luar tugas utama (termasuk lembur dibayar dan
tidak dibayar)
. Jam
Pekerjaan lainnya (pekerjaan kedua, pekerjaan sambilan, dll)
. Jam

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


230
Jumlah jam kerja total (hanya untuk yang wiraswasta)
. Jam

Jika Anda menjalankan perusahaan sendiri, apa jenis/usaha yang


25 sedang Anda jalani saat ini? (jawaban bisa lebih dari satu, jika tidak
memiliki perusahaan sendiri maka tidak perlu diisi)
Saya memiliki/melayani kontraktor tunggal
Saya mengambil alih/membeli perusahaan
Saya membangun dari awal sebuah firma/kantor
Saya diminta untuk membuka perusahaan sendiri oleh perusahaan
tempat saya bekerja dulu
Saya bekerja di rumah
Saya tidak mempunyai pegawai/bekerja sendiri
Saya bekerjasama dengan teman/saudara
Lainnya,.

26 Kira-kira berapa pendapatan anda setiap bulannya? (dalam satuan jt)


Dari pekerjaan utama

Dari lembur dan tips

Dari pekerjaan lainnya

Pada saat lulus, bagaimana kontribusi perguruan tinggi dalam hal


27
kompetensi di bawah ini?
27a. Pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai?
Pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan umum
Ketrampilan internet
Ketrampilan komputer
Berpikir kritis
Ketrampilan riset
Kemampuan belajar
Kemampuan berkomunikasi
Bekerja di bawah tekanan

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


231
Manajemen waktu
Bekerja secara mandiri
Bekerja dalam tim/bekerjasama dengan orang lain
Kemampuan dalam memecahkan masalah
Negosiasi
Kemampuan analisis
Toleransi
Kemampuan adaptasi
Loyalitas dan integritas
Bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang
Kepemimpinan
Kemampuan dalam memegang tanggungjawab
Inisiatif
Manajemen proyek/program
Kemampuan untuk memresentasikan ide/produk/laporan
Kemampuan dalam menulis laporan, memo dan dokumen
Kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat
27b. Bagaimana kontribusi perguruan tinggi dalam hal kompetensi di
bawah ini?
Pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan umum
Ketrampilan internet
Ketrampilan komputer
Berpikir kritis
Ketrampilan riset
Kemampuan belajar
Kemampuan berkomunikasi
Bekerja di bawah tekanan
Manajemen waktu
Bekerja secara mandiri
Bekerja dalam tim/bekerjasama dengan orang lain
Kemampuan dalam memecahkan masalah
Negosiasi
Kemampuan analisis

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


232
Toleransi
Kemampuan adaptasi
Loyalitas dan integritas
Bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang
Kepemimpinan
Kemampuan dalam memegang tanggungjawab
Inisiatif
Manajemen proyek/program
Kemampuan untuk memresentasikan ide/produk/laporan
Kemampuan dalam menulis laporan, memo dan dokumen
Kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat
27c. Seberapa besar peran kompetensi yang diperoleh di perguruan
tinggi berikut ini dalam melaksanakan pekerjaan anda?
Pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu anda
Pengetahuan umum
Ketrampilan internet
Ketrampilan komputer
Berpikir kritis
Ketrampilan riset
Kemampuan belajar
Kemampuan berkomunikasi
Bekerja di bawah tekanan
Manajemen waktu
Bekerja secara mandiri
Bekerja dalam tim/bekerjasama dengan orang lain
Kemampuan dalam memecahkan masalah
Negosiasi
Kemampuan analisis
Toleransi
Kemampuan adaptasi
Loyalitas dan integritas
Bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang
Kepemimpinan
Kemampuan dalam memegang tanggungjawab

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


233
Inisiatif
Manajemen proyek/program
Kemampuan untuk memresentasikan ide/produk/laporan
Kemampuan dalam menulis laporan, memo dan dokumen
Kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat

Pada saat anda lulus dari perguruan tinggi, bagaimana tingkat


28
kemampuan bahasa asing anda?
Kemampuan bahasa asing

Seberapa besar kontribusi perguruan tinggi dalam penguasaan bahasa


29
asing?
Penggunaan bahasa asing

Sejauh mana program studi anda bermanfaat untuk hal-hal di bawah


30
ini?
Memulai pekerjaaan?
Pembelajaran lanjut dalam pekerjaan?
Kinerja dalam menjalankan tugas?
Karir di masa depan?
Pengembangan diri?
Meningkatkan ketrampilan kewirausahaan?

31 Seberapa erat kaitan antara bidang studi dengan pekerjaan anda?


Kaitan bidang studi dengan pekerjaan

Jika menurut anda pekerjaan anda saat ini tidak sesuai dengan
32
pendidikan anda, mengapa anda mengambilnya?
Pekerjaan saya sekarang sudah sesuai dengan pendidikan saya
Saya belum mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai
Di pekerjaan ini saya memeroleh prospek karir yang baik
Saya lebih suka bekerja di area pekerjaan yang tidak ada hubungannya
dengan pendidikan saya
Saya dipromosikan ke posisi yang kurang berhubungan dengan
pendidikan saya dibanding posisi sebelumnya
Saya dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi di pekerjaan ini
Pekerjaan saya saat ini lebih aman/terjamin/secure

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


234
Pekerjaan saya saat ini lebih menarik
Pekerjaan saya saat ini lebih memungkinkan saya mengambil pekerjaan
tambahan/jadwal yang fleksibel, dll
Pekerjaan saya saat ini lokasinya lebih dekat dari rumah saya
Pekerjaan saya saat ini dapat lebih menjamin kebutuhan keluarga saya
Pada awal meniti karir ini, saya harus menerima pekerjaan yang tidak
berhubungan dengan pendidikan saya
Lainnya,.

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


235
LAMPIRAN IV DOKUMENTASI TRACER STUDY ITB

Sekretariat Tracer Study ITB

Sosialisasi Tracer Study 2014 Kepada Prodi ITB

Sosialisasi & Sharing Tracer Study 2015

Report Tracer Study ITB 2015 | Angkatan 2008


236