Anda di halaman 1dari 7

JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 1

Rangkaian Seri RLC Arus Bolak-Balik


Nofyantika Wulandhari, Nike Ika Nuzula, Lila Yuwana
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: nofy_hachi@yahoo.co.id
AbstrakTelah dilakukan percobaan mengenai rangkaian R = ...(1)
seri RLC arus bolak balik yang bertujuan untuk menentukan
karakteristik lampu pijar, menera skala induktor variabel, dan Berdasarkan persamaan (1), maka resistansi suatu resistor
menentukan frekuensi resonansi pada rangkaian RLC arus dipengaruhi oleh tahan jenis dari bahan resistor
bolak-balik. Percobaan ini terdapat 3 perlakuan dalam tersebut. Bahan yang memiliki nilai tahanan jenis besar
rangkaian yaitu rangkaian lampu pijar dengan menggunakan bagus untuk isolator sedangkan bahan yang memiliki
sumber tegangan AC/DC, rangkaian lampu pijar dan induktor nilai tahanan jenis yang kecil bagus untuk konduktor.
dengan tegangan AC, dan rangkaian RLC dengan tegangan Demikian pula dengan panjang dan besar/luas suatu benda
AC. Hasil dari percobaan ini menunjukkan bahwa lampu pijar juga mempengaruhi nilai resistansi dari resistor.
akan lebih terang jika dihubungkan dengan sumber tegangan
Sebuah induktor atau reactor adalah sebuahkomponen
AC dari pada tegangan DC, dan pada rangkaian RL diperoleh
hasil yang semakin besar skala induktor variabel maka elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang
semakin besar pula nilai induktansinya. Pada rangkaian RLC dapat menyimpan energi padamedan magnet yang
didapatkan frekuensi resonansi sebesar 53.97 mHz. ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.
Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet
Kata Kunciresistor, induktor, kapasitor, arus AC/DC. ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry.
Biasanya sebuah induktor adalah sebuah
kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan,
I. PENDAHULUAN lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat
ambatan listrik merupakan karakteristik suatu bahan didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday.
H pengantar listrik (konduktor), yang dapat digunakan Induktor adalah salah satukomponen elektronik dasar
untuk mengatur besarnya arus listrik yang melewati suatu yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan
rangkaian. Apabila ada suatu rangkaian yang menggunakan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan
lampu pijar dengan memberi sumber teganngan AC induktor untuk memprosesarus bolak-balik.
(Alternating Currunt) dan DC (Dirrect Current), maka Fungsi Induktor berfungsi sebagai penyimpan arus listrik
sumber tegangan tersebut mempengaruhi redup ataupun dalam bentuk medan magnet, menahan arus bolak-
terangnya suatu lampu. Pada rangkaian AC, terdapat 3 jenis balik/ac, meneruskan/meloloskan arus searah/DC, sebagai
penapis (filter), sebagai penalaan (tuning).
tahanan yaitu resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C).
Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian
Ini dikarenakan bentuk arus AC yang sinusoidal, sehingga
elektronika dilambangkan dengan huruf C adalah suatu
nilainya selalu berubah terhadap waktu, ada nilai tegangan alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam
maksimum, namun yang terukur dalam keseharian adalah medan listrik, dengan cara mengumpulkan
nilai tegangan efektif.. Kapasitor dan induktor sangat jarang ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor
digunakan sendirian pada rangkaian, biasanya tahanan ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan
tersebut dirangkai secara seri atau paralel dengan resistor. kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2
Untuk membuktikan hal tersebut, perlu dilakukan percobaan yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Fungsi
tentang rangkaian seri pararel RLC arus bolak balik yang penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian yaitu
bertujuan untuk menentukan karakteristik lampu pijar, sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan
menera skala induktor variabel, dan menentukan resonansi rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply), sebagai
dari rangkaian seri arus bolak balik. filter dalam rangkaian PS, sebagai pembangkit frekuensi
dalam rangkaian antenna, untuk menghemat daya listrik
pada lampu neon, dan menghilangkan bouncing (loncatan
II. DASAR TEORI api) bila dipasang pada saklar.
A. RLC B. Arus AC/DC
Resistor adalah komponen elektronik pasif yang Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Curren
mempunyai sifat menghambat arus listrik. Satuan nilai adalah arus yang sifatnya mempunyai dua arah atau lebih
dari resistor adalah ohm, biasa disimbolkan . Sedangkan di kenal dengan sebutan arus bolak-balik yang tidak
resistor sendiri biasa disimbolkan R. Secara umum memiliki sisi negatif, dan hanya mempunya ground
besarnya resistansi dari suatu resistor dipengaruhi oleh (bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik
nilai resistifitas (tahanan jenis) dari bahan, panjang dan PLN sebesar misalnya 220 Volt 50 Hezth. Ini adalah
luas permukaan dari resistor tersebut. Dengan demikian tegangan standard untuk Indonesia, beda halnya dengan
besarnya resistansi dari suatu resistor dapat dinyatakan standard tegangan untuk negara lainnya. Arus AC ini
dengan : biasanya di dapat dari generator listrik dimana generator
listrik ini dapat di operasikan melalu beberapa cara untuk
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 2

menggerakkannya, seperti PLTU (PEmbangkit Listrik


Tenaga Uap), PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas)
dan lainnya-lainnya. Banyak hal yang dapat digunakan
untuk menggerakkan generator listrik sebagai media
untuk penggeraknya, misalnya saja bisa memanfaatkan
aliran air di sungai, ataupun aliran air terjun dan
sebagainya. Generator listrik ini nantinya tegangan-
tegangan yang di hasilkan akan dikecilkan lagi yang
umumnya menggunakan trafo pembagi tegangan. Pada
tiang-tiang listrik terdapat beberapa trafo, trafo ini yang
Pada rangkaian kapasitor ini berlaku:
nantinya menghasilkan tegangan standard 220 Volt.
Vc = V = Vm sin t
Arus DC atau kepanjangan dari Direct Curren adalah
Dari definisi C diperoleh hubungan bahwa V = Q/C,
merupakan arus searah dimana arus ini harus benar-benar
maka akan diperoleh:
searah dan memiliki kutup positif dan negatif atau lebih
Q = C.Vm.sin t
dikenal lagi plus minusnya simbul + dan simbul -, Arus
Atau
DC disini benar-benar sudah disearahkan dengan
menggukanan rangkaian penyearah seperti adaftor, fungsi I = = C Vm.cos t..(9)
penyearah disini dipakai untuk komponen-komponen Persamaan Trigonometri:
elektronika seperti: IC, resistor, kapasitor, transistor dan cos t = sin (t ), maka akan diperoleh :
lainnyanya yang semuanya itu menggunakan arus searah.
I = C Vm. sin (t ) = Im sin (t )..................(10)
C. Resistansi, Induktansi, Kapasitansi Vm = ......................................................................(11)

Resistansi adalah perbandingan antara tegangan listrik Sehingga:
dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan
arus listrikyang melewatinya. Hambatan listrik XC ......................................................................(12)

yang mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai
berikut: D. Frekuensi Resonansi
R = (2) Resonansi adalah proses bergetarnya suatu benda
Resistansi atau tahanan listrik pada konduktor atau dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi
penghantar ditentukan dari panjang penghantar, jenis karena suatu benda bergetar pada frekuensi yang sama
material penghantar yang menentukan nilai resistivitas dengan frekuensi benda yang terpengaruhi. Resonansi
penghantar, temperatur penghantar, diameter atau luas pada rangkaian AC (Alternating Curren) merupakan
penampang penghantar. keadaan dimana reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif
memiliki nilai yang sama (XL = XC ). Reaktansi induktif
akan meningkat seiring meningkatnya frekuensi
sedangkan reaktansi kapasitif justru sebaliknya, akan
menurun jika frekuensi meningkat. Jadi hanya akan ada
satu nilai frekuensi dimana keadaan kedua reaktanssi
tersebut bernilai sama. Frekuensi resonansi dapat dihitung
menggunakan persamaan matematika berikut:
XL = XC(13)
L=
Pada rangkaian induktor, berlaku: =
VL= L ........................................................................ (3)
V = Vm sin t ....................................................... (4) =
dengan mensubstitusi kedua persamaan tersebut, maka:
L = Vm sin t 2 f =

I= sin t dt f = ..(14)

= cos t...........................................................(5)
Denggan mengunakan trigonometri didapatkan:
III. METODE
cos t = sin ( t ) = - sin ( ) maka
Dalam malakukan percobaan mengenai rangakaian seri
I = sin ( ) = Im sin ( ) ..........................(6) RLC arus bolak balik ini terdapat 3 perlakuan sesuai dengan
Sehingga tujuannya. Peralatan yang dibutuhkan dalam percobaan ini
Im = yaitu berupa sumber tegangan AC/DC, lampu pijar 25

Watt/220 Volt, Induktor variabel dengan menggunakan
..........................................................................(7) skala 1-8 cm, kapasitor, miliampeeremeter dan multitester.
Sehingga: Adapun perlakuan yang digunakan pada percobaan ini yaitu
.........................................................................(8) sebagai berikut :
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 3

A. Menentukan karakteristik lampu pijar dipasangkan seri dengan induktor (L) dan kapasitor (C), dan
Percobaan pertama ini dilakukan dengan tujuan untuk dipasang seri juga dengan amperemeter. Pada induktor dan
menentukan karakteristik lampu pijar. Percobaan ini kapasitor dipasangkan voltmeter secara paralel untuk
dilakukan dua kali yaitu dengan menggunakan sumber mengetahui besar tegangan pada LC. Kemudian
tegangan AC dan sumber tegangan DC. Hal pertama yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC. Sumber
perlu dilakukan adalah merangkai peralatan seperti pada tegangan AC diatur sehingga mendapatkan besar tegangan
gambar (1). Dari gambar dapat dilihat bahwa lampu pijar 100 Volt. Kemudian dihubungkan dengan PLN dan dicatat
25 Watt dihubungkan dengan sumber tegangan AC. tegangan pada LC dan juga arus pada rangkaian.
Kemudian dari lampu pijar tersebut dipasang paralel
dengan voltmeter dan dipasang seri dengan amperemeter.
Sumber tegangan AC diatur pada tegangan 5 Volt, 10
Volt, 15 Volt, 20 Volt, dan 25 Volt secara berturut-turut.
Percobaan diulangi sebanyak 3kali pada masing-masing
besar sumber tegangan dan dicatat besar tegangan lampu
pada voltmeter dan arus yang terjadi pada rangkaian
tersebut. Gambar 3 Rangkaian RLC

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Setelah dilakukan percobaan mengenai rangkaian seri
RLC arus bolak balik, maka didapatkan data hasil percobaan
sebagai berikut :
Tabel 1 Menentukan karakteristik lampu pijar dengan
tegangan sumber AC
VAC VLampu
Gambar 1 Rangkaian lampu pijar dengan sumber I (mA) RLampu (k)
(Volt) (Volt)
tegangan AC/DC
5 8.0 3.0 0.375
Pada percobaan dengan sumber tegangan DC dilakukan 5 8.0 3.0 0.375
dengan cara yang sama seperti diatas, hanya saja pada 5 8.0 3.0 0.375
sumber tegangan AC digantikan dengan sumber tegangan
DC. 10 12.5 7.7 0.616
10 12.5 7.7 0.616
B. Menera Skala Induktor Variabel
Percobaan dengan perlakuan kedua ini dilakukan 10 12.5 7.7 0.616
dengan tujuan untuk menera skala induktor variabel. Hal 15 8.0 9.0 1.125
pertaman yang harus dilakukan yaitu merangkai peralatan 15 8.0 9.0 1.125
sesuai dengan gambar (2). Dari gambar tersebut terlihat
bahwa lampu pijar dipasangkan seri dengan induktor dan 15 8.0 9.0 1.125
amperemeter. Pada lampu pijar juga dipasangkan paralel 20 10.0 13.0 1.300
dengan voltmeter yang berfungsi untuk mengetahui 20 10.0 13.0 1.300
tegangan pada lampu pijar. Begitu juga pada induktor
yang dipasang paralel dengan voltmeter untuk 20 10.0 13.0 1.300
mengetahui tegangan pada induktor. Dan rangkaian 25 12.0 17.5 1.458
tersebuit dihubungkan dengan sumber tegangan AC. 25 12.0 17.5 1.458
Sumber tegangan AC ini diatur sebesar 100 Volt.
Kemudian pada induktor variabel diatur dengan skala 1-8 25 12.0 17.5 1.458
cm yang rasio kenaikanya sebesar 1cm. Setiap Rrata-rata= 0.975
penggunaan skala dilakukan sebanyak 3kali dan dicatat Dengan menggunakan persamaan (2), maka didapatkan
tegangan pada resistor, induktor, dan besar arus pada nilai resistor berdasarkan tabel diatas sehingga diperoleh
rangkaian. resistor rata-rata sebesar 0.975 k. Tabel diatas
menunjukkan bahwa semakin besar tegangan pada lampu
maka semakin besar pula nilai resistansi sehingga tegangan
lampu dapat dikatakan berbanding lurus dengan
resistansinya.

Gambar 2 Rangkaian lampu pijar dan induktor Tabel 2 Menentukan karakteristik lampu pijar dengan
tegangan sumber DC
C. Menentukan frekuensi resonansi pada rangkaian seri
VDC VLampu
arus bolak balik I (mA) RLampu (k)
(Volt) (Volt)
Percobaan dengan perlakuan ketiga ini dilakukan dengan
tujuan untuk menentukan frekuensi resonansi pada 5 8.6 4.3 0.500
rangkaian seri arus bolak-balik. Hal pertama yang harus 5 8.6 4.3 0.500
dilakukan yaitu merangkai peralatan sesuai dengan gambar 5 8.6 4.3 0.500
(3). Dari gambar tersebut terlihat bahwa lampu pijar
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 4

10 12.8 9.0 0.703 dilihat pada grafik maka grafik antara skala induktor dan
reaktansi induktif berbanding lurus (linear).
10 12.6 9.0 0.714
10 12.6 9.0 0.714 Tabel 4 Menentukan resonansi arus bolak balik, V = 100
15 12.5 15.2 1.216 Volt
Skala
15 12.5 15.2 1.216 Induktor VLC (Volt) I (mA) L (kH)
15 12.5 15.2 1.216 (cm)
20 19.0 20.4 1.074 1 99.9 2.2 18.373
20 19.0 20.4 1.074 2 99.8 2.4 18.373
20 19.0 20.4 1.074 3 99.7 2.4 18.373
25 20.0 24.3 1.215 4 99.7 2.4 18.373
25 20.0 24.3 1.215 5 99.7 2.4 18.027
25 20.0 24.3 1.215 6 99.6 2.4 24.498
Rrata-rata= 0.943 7 99.5 2.4 27.560
Sama halnya dengan tabel 2 ini yang menunjukkan 8 99.3 2.4 30.622
perbandingan lurus antara tegangan lampu dengan nilai
resistansinya. Namun jika dilihat dengan hasil data pada 21.775
tabel 1, maka nilai tegangan lampu pada arus AC lebih kecil
dengan tegangan lampu pada arus DC. Hal ini menimbulkan
nyala lampu yang lebih terang pada sumber tegangan AC Grafik antara VLC (Volt) dan
dari pada sumber tegangan DC. VLC (Volt)
100 y = -0.0334x + 100.38
Tabel 3 Menera skala induktor variabel, VAC = 100 Volt
VLC (Volt)

R = 0.8326
Skala Series1
VLampu VL 99.5
Induktor I (mA) XL ()
(Volt) (Volt)
(cm)
99 Linear
1 52 0.30 52 5.769
0 20 40 (Series1)
2 52.5 0.30 52 5.769
L (kH)
3 53 0.30 52 5.769
4 53 0.30 52 5.769 Pada percobaan rangkaian RLC arus bolak-balik ini
5 53 0.30 53 5.660 bertujuan untuk menentukan frekuensi resonansi. Data yang
dihasilkan menunjukkan bahwa induktansi berbanding lurus
6 53 0.40 52 7.692 dengan tegangan pada komponen induktor dan kapasitor.
7 53 0.45 52 8.654 Dengan menggunakan persamaan (14), maka dihasilkan
frekuensi resonansi sebesar 53.97 mHz.
8 53 0.50 52 9.615
5.769
V. KESIMPULAN
Dari percobaan mengenai rangkaian seri RLC arus bolak-
Grafik antara Skala Induktor balik, dapat disimpulkan bahwa:
(cm) dan XL () lampu pijar akan lebih terang jika dihubungkan dengan
sumber tegangan AC dari pada tegangan DC
15 y = 0.5596x + 4.3189 semakin besar skala induktor variabel maka semakin
10 besar pula nilai induktansinya sehingga skala induktor
XL ()

R = 0.7432
dan induktansi berbanding lurus.
5
Series1 nilai frekuensi resonansi sebesar 53.97 mHz.
0
0 5 10
UCAPAN TERIMA KASIH
Skala Induktor (cm) Linear
(Series1) Penulis mengucapkan terima kasih kepada Nike Ika
Nuzula selaku asisten praktikum rangkaian seri RLC arus
Percobaan ini bertujuan untuk menera skala induktor
variabel. Percobaan ini menghasilkan data sesuai tabel 3. bolak-balik yang mau mengarahkan pada saat praktikum
Tabel tersebut menunjukkan bahwa semakin besar skala kami. Dan terima kasih kepada teman-teman atas
variabel, maka semakin besar pula nilai induktansinya. Pada kerjasamanya dalam melakukan praktikum ini sehingga
tabel 3 didapatkan nilai reaktansi (X L) denga menggunakan dapat terselesaikannya laporan praktikum ini.
persamaan (7). Hal ini disebabkan karena jika skaala
induktor semakin besar maka akan terjadi gerak magnet
yang menghasilkan semakin besar pula medan magnetnya
sehingga tegangan yang timbul juga semakin besar. Jika
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 5

DAFTAR PUSTAKA
[1] Halliday, David. 1988. Fisika.Erlangga : Jakarta
[2] Sutanto. 1994. Rangkaian Elektronika (Analog).
F a k . T e k n i k U I : Jakarta
[3] Sutrisno.1985. Elektronika. ITB : Bandung
[4] William H. Hayt, Jr. Rangkaian Listrik. Edisi Keenam Jilid 1. 2005.
Erlangga. Jakarta.
[5] http://januar-anas.blogspot.com/2009/10/tugas-dde-kapasitor.html
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 6

RALAT 25 17.5 7.46 55.652


Tabel 1 Ralat arus pada sumber tegangan AC V=10.0 361.596
VAC
I (mA) I-I (I-I)2 Ralat Mutlak : =
(Volt)

5 8.0 -2.1 4.41 =
5 8.0 -2.1 4.41 = 0.091
5 8.0 -2.1 4.41
10 12.5 2.4 5.76 Ralat Nisbi : I = x 100 %
10 12.5 2.4 5.76 = x 100%
10 12.5 2.4 5.76 = 0.902%
15 8.0 -2.1 4.41 Keseksamaan : K = 100%-I
15 8.0 -2.1 4.41 = 100% - 0.902%
15 8.0 -2.1 4.41 = 99.098%
20 10.0 -0.1 0.01 Tabel 3 Ralat arus pada sumber tegangan DC
20 10.0 -0.1 0.01 VDC
I (mA) I-I (I-I)2
20 10.0 -0.1 0.01 (Volt)
25 12.0 1.9 3.61 5 8.6 -5.953 35.442
25 12.0 1.9 3.61 5 8.6 -5.953 35.442
25 12.0 1.9 3.61 5 8.6 -5.953 35.442
I=10.1 54.60 10 12.8 -1.753 3.074
10 12.6 -1.953 3.815
Ralat Mutlak : =

10 12.6 -1.953 3.815
=
15 12.5 -2.053 4.216
= 0.035 15 12.5 -2.053 4.216
15 12.5 -2.053 4.216
Ralat Nisbi : I = x 100 %
20 19.0 4.447 19.773
= x 100%
20 19.0 4.447 19.773
= 0.348%
20 19.0 4.447 19.773
Keseksamaan : K = 100%-I 25 20.0 5.447 29.667
= 100% - 0.348%
25 20.0 5.447 29.667
= 99.652%
25 20.0 5.447 29.667
Tabel 2 Ralat tegangan lampu pada sumber tegangan AC I=14.6 277.997
VAC VLampu
V-V (V-V)2 Ralat Mutlak : =
(Volt) (Volt)

5 3.0 -7.04 49.562 =
5 3.0 -7.04 49.562 = 0.079
5 3.0 -7.04 49.562
10 7.7 -2.34 5.476 Ralat Nisbi : I = x 100 %
10 7.7 -2.34 5.476 = x 100%
10 7.7 -2.34 5.476 = 0.546%
15 9.0 -1.04 1.082 Keseksamaan : K = 100%-I
15 9.0 -1.04 1.082 = 100% - 0.546%
15 9.0 -1.04 1.082 = 99.454%
20 13.0 2.96 8.762 Tabel 4 Ralat tegangan lampu pada sumber tegangan DC
20 13.0 2.96 8.762 VDC VLampu
V-V (V-V)2
20 13.0 2.96 8.762 (Volt) (Volt)
25 17.5 7.46 55.652 5 4.3 -10.34 106.916
25 17.5 7.46 55.652 5 4.3 -10.34 106.916
5 4.3 -10.34 106.916
JURNAL PRAKTIKUM ELDAS I ;E-4 7

10 9.0 -5.64 31.810


10 9.0 -5.64 31.810
10 9.0 -5.64 31.810
15 15.2 0.56 0.314
15 15.2 0.56 0.314
15 15.2 0.56 0.314
20 20.4 5.76 33.178
20 20.4 5.76 33.178
20 20.4 5.76 33.178
25 24.3 9.66 93.316
25 24.3 9.66 93.316
25 24.3 9.66 93.316
V =14.6 796.596

Ralat Mutlak : =

=
= 0.134

Ralat Nisbi : I = x 100 %


= x 100%
= 0.918%

Keseksamaan : K = 100%-I
= 100% - 0.918%
= 99.082%

TAMBAHAN
Pada kapasitor tertera 100N 104J, cara membacanya yaitu
kapasitor memiliki nilai kapasitansi sebesar 4.10-4 Farad
Besar frekuensi tegangan PLN adalah 50 Hz