Anda di halaman 1dari 11

Psikologi Klinis 2015

SEJARAH KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI KLINIS


Psikologi klinis sudah ada sejak lama, Yunani kuno. Tentang sejarah
psikologi klinis kita tidak melupakan jasa para filosof di zaman Yunani kuno yang
dapat kita anggap sebagai bapak psikologi klinis dan bapak psikologi pada
umumnya, mereka adalah Tales, Hipokrates dan Aristoteles yang sebelumnya
kelahiran Nabi Isa AS membuat berbagai dugaan mendalam mengenai pemikiran,
sensasi dan patologi.
Diakui secara formal bahwa psikologi klinis lahir pada tahun 1896 dalam
lingkungan Universitas Pennsylvania Amerika Serikat, segera setelah Lightner
Witmer mendirikan klinik psikologi di lingkungan Universitas itu. Witmer
adalah mahasiswa angkatan pertama peserta laboratorium psikologi leipzig yang
didirikan Wundt. Dia menjadi pelopor dan penemu psikologi klinis menurut
Mueller (1979) yang dikutip Goldenberg (1983), hal itu sekaligus merupakan
tanda dari revolusi psikologi dari yang bersifat wacana yang beraroma filsafat atau
metafisis menjadi bahasa ilmiah.
Menurut Goldwnberg pula, terdapat tempat akar sejarah ilmu dan profesi
psikologi klinis, Ialah: 1) Riset eksperimental, 2) Pengukuran perbedaan-
perbedaan individual, 3) Perkembangan profesi psychiatry, dan 4) Pengaruh
gerakan humanitarian.
Dalam hal Riset Experimental dapat diutarakan, bahwa psikolog (khususnya
mahasiswa psikologi) didik untuk memiliki sikap objektif dalam memahami suatu
konsep, yang dididik dalam riset investigatif dan tidak dapat membuat keputusan
apapun tanpa adanya verifikasi eksperimental. Begitulah pada 1870-an, sebuah
konsep baru dalam psikologi ialah pendekatan eksperimental menggeser
kedudukan psikologi yang bersifat filsafati psikologi metafisis.
Pengukuran Perbedaan Individual, merupakan fungsi utama psikologi sejak
lama bahkan sampai saat ini. Perbedaan yang di maksudkan adalah perbedaan
dalam hal karakter yang diperlukan untuk, antara lain memilih siapa yang paling
tepat untuk menangani pekerjaan. Bisa juga untuk dapat membedakan mana orang
yang berkelainan dan mana yang normal. Studi ilmiah mengenai perbedaan

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

individual ini dimulai pada tahun 1869 oleh Sir Francis Galton seorang ilmuwan
Inggris.
Usaha Galton menghasilkan kontribusi yang signifikan, menyangkut 1)
fokus pada individual dan perbedaan individual, 2) pengukuran kuantitatif
mengenai perbedaan individual itu, 3) analisis statistik atas data psikologis, dan 4)
aplikasi pengukuran psikologis untuk mempelajari dan menggolongkan individu-
individu.
Dampak Hubungan dengan Psychiatry terdapat keterangan bahwa semula
tercatat sejak abad ke-16 gangguan kejiwaan dianggap berkaitan dengan masalah
setan dan lain-lain, sehingga penderita disekap di penjara dan semacamnya.
Beberapa tahun menjelang 1890 merupakan tahun-tahun penting yang
menampilkan psikologi klinis secara terpisah dari psikologi abnormal atau
psychopatology yang telah dikenal sebelumnya. Untuk psikologi klinis ini mulai
dikenal dengan nama medical psychology. Pada abad ke-19 mulai dikenal
psikologi klinis modern, yang antara lain mencatat nama Philippe Pinel, seorang
dokter, dimana ia terkejut dengan kejadian yang baginya tidak sayogyanya
menimpa penderita gangguan jiwa.
Seorang psikiater Jerman, Emil Kraepelin, yang dibawah Wundt,
mengadakan penelitian neuropsikologis menghasilkan sistem klasifikasi gangguan
mental yang sistematis secara logis konsisten berdasarkan simtomatologi
(Symtomatology)
Sigmund Freud, yang tertarik pada usaha-usaha Charcot dan Janet di
Perancis memberikan perhatian terhadap efek ketidaksadaran pasien, Ialah konflik
intrapsikis pada perkembangan symptom seperti Hysteria.
Di Amerika Serikat Eli Todd, merupakan orang yang berhasil menangani
penderita gangguan kejiwaan dengan mengemukakan pemeliharaan penghargaan
dan moralitas Sivilisasi.
Trull (2005), membagi sejarah perkembangan psikologi klinis berdasarkan
jenis kegiatannya dalam 4 bagian, ialah: permulaan (1850-1899), pemula era
modern (1900-1919), masa di antara dua perang dunia ke-2 (1920-1939) dan
setelah perang dunia kedua (1940- sekarang)

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

Adapun kegiatan yang dimaksudkan merupakan bagian utama psikologi


klinis adalah diagnosis dan assessment, intervensi, riset dan profesi.
Gerakan Humanitarian, terutama berkaitan dengan kejadian-kejadian dalam
asylum, ialah perlakuan terhadap pasien yang dinilai tidak manusiawi seperti
dimasukkan ke dalam sel gelap.
Pinel mengembangkan chain-breaking reforms. Pemikiran ini dilanjutkan
oleh William tuke, seorang saudagar teh di Inggris. Ia mengemukakan metode
dengan nama retreat. Sebagai istilah yang bertentangan dengan kejadian-kejadian
buruk apa yang terjadi di asylum. Tuke mengadvokasi penanganan moral (moral-
treatment). Dalam waktu yang singkat penanganan Moral ini telah menjadi cara-
cara yang umum dalam terapi di rumah rumah sakit di mulai di Amerika Utara
pada abad ke 19.
Akan tetapi gerakan ini terkendala oleh 4 faktor ialah: 1) meningkatnya
tekanan dari meningkatnya pasien-pasien yang masuk seiring dengan mengalirnya
imigrasi dari Eropa, 2) tumbuhnya antagonisme melainkan kelahiran asing
terutama orang miskin dan orang-orang yang terganggu, 3) penurunan kualitas
keintiman antara terpisah dan pasien yang jelas bertentangan dari moral treatment,
dan 4) adanya pandangan psychiatry yang menganggap moral-treatment sebagai
tidak ilmiah.

A. Sejarah Diagnosis dan Asesmen


1. Masa awal (1850-1899)
Pada awal psikologi klinis lahir tugasnya ditekankan pada mengakses
perbedaan antara orang. Orang yang pertama melakukannya tercatat Francis
Galton, seorang Inggris. Ia menggunakan metode kuantitatif menyangkut
akuntansi sensori, keterampilan motor dan waktu reaksi yang ia lakukan saat
membangun laboratorium antropometrik pada tahun 1882. Selanjutnya tradisi ini
dilakukan MCKeen Cattel, seorang Amerika. Cattel kembali memberikan
perhatian pada masalah perbedaan waktu reaksi ini. Iya yakin bahwa waktu reaksi
merupakan awal dari studi mengenai inteligensi. Menurut Thorndike (1997)
usaha ini melahirkan istilah mental-tests. Kecenderungan ini juga dilakukan oleh

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

Emil kraepelin pada tahun 1913 dan menjadikannya sebagai salah satu ciri
aktivitas beberapa waktu itu.
2. Masa kelahiran era modern (1900-1919)
Ciri utama masa ini adalah dikembangkannya pengukur (mental
measurement of diagnostic psychological testing) yang landasannya adalah
Gaston dan Cattel tetapi pencetusnya adalah Alfred Binet.
Binet menyatakan bahwa kunci untuk menelaah perbedaan-perbedaan
individual adalah norma dan deviasi dari norma. Karya Binet ini mendapat
sambutan baik Theodore Simon yang selanjutnya menjadi kolaboratornya dan
diajukan kepada pemerintah Paris pada tahun 1904. Karya kedua orang ini dapat
dijadikan alat untuk mengukur keterbatasan kognitif anak untuk keperluan
pendidikan (Throndike, 1997). Pada tahun 1914, Charles mengajukan konsep
Intelegensi Umum (general intelegensi) dengan istilah g. Edward Thorndike
melakukan sanggahan dengan mengajukan konseptualisasi yang menekankan
pentingnya Kemampuan kemampuan spesifik separate abilities
Memasuki Perang Dunia 1 pada tahun 1917 dibangun suatu komite yang
terdiri atas 5 orang anggota American psychological Association (APA)
melakukan pemeriksaan medis untuk anggota angkatan darat yang diketuai oleh
Robert Yeerkes melihat kemampuan-kemampuannya. Dikenal tiga serangkai alat
seleksi Woodworth's, personal data sheet dan Army Alpha dan Army beta.
3. Antara dua perang dunia (1920-1939)
Pinter dan Patterson mengajukan Nonverbal Intelligence Scale. Arthur
Point Scale diterbitkan pada tahun 1934 dan pada tahun 1926 teknik Draw-a-men
dari Goodenough diterbitkan untuk mengukur intelegensi. Tes bakat musik dari
Seashore diciptakan dan Pada tahun 1927 dibuat strong vocational Interest Blank,
yang diikuti oleh Kuder Preferensi Record.
Selain diciptakannya berbagai alat ukur juga pembicaraan teoritis
berkembang, antara lain yang dikemukakan oleh Louis Thurstone Pada tahun
1927 mengenai analisis faktor. Hal penting lainnya adalah munculnya tes
proyektif melanjutkan asosiasi kata dan lain-lain yang dikemukakan oleh

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

Hermann Rorschach, pada tahun 1921 seorang psychiatrist dari Swiss dengan
nama psychodiagnostic.
Pada tahun 1935 Christian Morgan dan Henry Murray menerbitkan
Thematic Appreciation Test (TAT) yang memancing aktivitas pikiran dan
perasaan melalui gambar-gambar tak jelas. Pada tahun 1938 Gender melahirkan
Bender Gestalt Test yang juga dapat disebut sebagai pengukuran proyektif
kepribadian.
4. Pada saat perang dunia II dan seterusnya (1940 sampai sekarang)
Pada tahun 1943 dibangun Minnesota Multiphasic Personality Inventory
(MMPI). Setelah perang dunia 2 lebih spesifik tahun 1949 reseller belleveu
intellegensi scale mulai digunakan, yang disusul dengan Weschler Intellegence
For Children (WISC).
Setelah tahun 1950-an masalah tersebut mereda karena berkembang dengan
pesat pendekatan keperilakuan melalui mazhab perilaku yang radikal yang lebih
memberikan perhatian dan mempercayai perilaku yang terbuka behavior.
Asesmen kepribadian kurang diperhatikan dan pada psikologi klinis berbelok ke
masalah perilaku terbuka.
Akhirnya bangkit dan semakin populernya pemeliharaan kesehatan yang
terkenal pada tahun 1990-an memberikan dampak pada asesmen psikologis
pemeliharaan kesehatan terkendali.

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

B. Sejarah Intervensi
1. Masa awal (1850-1899)
Pusat perhatian Kreplin adalah pada klasifikasi psikosis. Yang lainnya
mencari teknik penanganan penderita neorotik seperti sugesti dan hipnotis.
Terutama Jean Charcot yang mendapat penghargaan luas karena menangani
penderita Hysteria, dengan symptom fisik misalnya kebutaan dan kelumpuhan,
yang tidak jelas mempunyai akar fisik. Ia adalah ahli demonstrasi klinis dramatik
dengan pasien pasien yang dihipnotis. Bahkan ia lebih tepat sebagai seorang ahli
hipnotis dari pada Hysteria.
Kemudian kolaborasi antara Breuer dan Sigmund Freud terjadi, dimana
pada tahun 1890-an menangani pasien seorang gadis diberi nama "Anna O" yang
didiagnosis Hysteria.
2. Menuju abad modern (1900-1919)
Beberapa ahli yang berusaha membuat pembaharuan-pembaharuan antara
lain Clifford Beers masuk rumah sakit karena mengalami gangguan depresi yang
berat di rumah sakit sewaktu di tangani di rumah sakit. Ia pun mengalami fase
manik dan mulai membuat catatan-catatan eksperimennya. Ketika ia bebas dari
symptom manis-depresi yang dinyatakan bebas, tapi pembebasan ini tidak
mengurangi semangatnya untuk menulis buku mengenai penyalah gunaan
penanganan Rumah Sakit terhadap gangguan mental dan membangun gerakan
masyarakat untuk menentang penyalahgunaan itu. Pada tahun 1908 Terbitlah
bukunya A Maind The Found Itself, yang melahirkan gerakan kesehatan mental di
Amerika Serikat.
Kemudian kita akan bertemu dengan Lighter Witmer terutama sebagai
seorang yang pertama mendirikan klinik psikologi ia pada tahun 1912 dalam
lingkungan Universitas Pennsylvania. Juga William Healy, penting dicatat sebagai
orang pertama yang mendirikan klinik bimbingan anak di Chicago pada tahun
1909. Pada tahun 1958 Joseph Pratt dan seorang psikolog, Elwood Worcester
mulai membangun metode diskusi suportif di antara pasien pasien rumah sakit.

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

3. Antara perang dunia (1920-1939)


Psikoanalisis di awal abad ke-20 terutama diabadikan untuk orang dewasa
yang dilakukan oleh mereka yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.
Freud berpendapat bahwa psychoanalysis tidak memerlukan pendidikan
kedokteran. Kecenderungan lain yang terjadi pada masa antara dua peperangan ini
adalah terapi bermain, yang secara langsung di derivasi dari prinsip-prinsip
Freudian. Terapi bermain secara esensial merupakan teknik menilai kekuatan
kuratif melepaskan kecemasan atau dendam melalui permainan ekspresif. Pada
tahun 1928 Anna Freud, anak Sigmund Freud yang terkenal, menguraikan salah
satu metode terapi bermain yang berasal dari prinsip-prinsip psikoanalitik.
4. Setelah perang dunia II (1940-sekarang)
Banyaknya psychiater dan psikologi Yahudi yang terusir Nazi dari Eropa
dan tinggal di Amerika menyemarakkan kegiatan akademis di bidang kesehatan
mental, baik dalam praktik maupun dan terutama dalam diskusi dan seminar.
Situasi itu lebih mendekatkan hubungan psikiatri dengan psikolog, sehingga lebih
intensif dan ekstensi saling berbagi ilmu, apresiasi dan kerja. Terutama
menyangkut psychoanalysis sebagai gagasan Freud.
Sejalan dengan menjadi pentingnya Tes Intelegensi juga psychotherapy dan
teori kepribadian mulai maju ke latar depan. Pada tahun 1946 Alexander dan
France menerbitkan buku yang menyangkut psychoanalytic yang lebih singkat.
Tahun 1950 Dollar dan Miller penerbitkan personality and psychotherapy yang
sering dianggap sebagai terjemahan psikoanalitik pada bahasa teori belajar.
Yang kiranya sangat penting untuk dipahami adalah bahwa tahun-tahun
berikut lahir banyak bentuk terapi yang lebih kecil ialah terapi-terapi dengan
keperluan khusus dengan waktu yang lebih singkat misalnya Perls mengajukan
Gestalt Therapy (1951), Frankl (1953) Mengemukakan Logotherapy dan
hubungannya dengan teori eksistensial. Dalam tahun 1962 Albert Ellis
menerangkan tentang ratio emotif therapy. Sekitar tahun 1961 Eric Berne
mengajukan transactional analysis atau TA. Lahirnya berbagai macam terapi
"kecil" menimbulkan juga reaksi negatif sebagaimana dikemukakan oleh
Eyesenck dalam buku tipisnya yang terkenal The Effectness of psychotherapy.

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

BERBAGAI JENIS ASESMEN DALAM PSIKOLOGI KLINIS


Dalam Psikologi Klinis ada yang dikenal dengan nama psikodiagnostika.
Psikodiagnostika sendiri adalah usaha untuk menemukan sumber dari gejala atau
simtom dan atau sindrom yang tampak atau dapat di indra, atau sumber penyakit
atau gangguan untuk kemudian memasukkan penyakit atau gangguan tersebut
kedalam klasifikasi gangguan kejiwaan. Asal kata psikodiagnostik adalah psiko
(jiwa) dias (tembus) gnosis (tumbuh, sumber).
Saat ini yang paling banyak dipakai adalah istilah asesmen. Istilah asesmen
berasal dari ilmu/praktek perpajakan, yaitu suatu metode untuk menaksir berapa
pajak yang harus dibayar oleh suatuperusahaan atau seseorang, dengan cara
menilai (mengases) jumlah kekayaannya.
Assesmen dalam Psikologi klinis sangat diperlukan agar psikolog klinis
dapat melakukan diagnosa dan menetapkan intervensi sehingga lebih memahami
masalah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku
abnormal pada klien.
Dari substansi pemeriksaan terdapat banyak jenis asesmen yang digunakan
dalam kegiatan psikologi klinis terutama assessment pemungsian intelektual,
assessment kepribadian, assessment pemungsian neuropsikologis dan asesmen
kepribadian.

A. Asesmen Pemungsian Perilaku


Asesmen intelektual yang dianggap paling spektakuler di masa lalu adalah
yang dikerjakan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1869. Ia menemukan apa
yang disebut Kualitas Genius Hereditas, dimana istilah genius itu terkandung
berbagai macam prestasi yang pada umumnya tidak dimasukkan kedalam hal
yang berhubungan dengan pengukuran intelegensi misalnyaprestasi gulat dan
musik.
Ahli lain, Spearman (1904) mengemukakan adanya satu kemampuan yang
disebut sebagai faktor umum intelegensi (general factor of intelligence), sehingga
saat ini kita mengenal salah satu teori Spearman mengenai intelegensi sebagai
General Factor Theory. Para ahli yang berpendapat lain mengemukakan teori

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

faktor spesifik, sehingga pada umumnya saat ini kita menganggap intelegensi ini
terdiri atas faktor umum dan faktor khusus. Faktor khusus intelegensi saat ini
tercermin dalam apa yang disebut multiple intelligence dari Gardner.
1. Defenisi Intelegensi
Menurut Wechsler (1958), inteligensi merupakan pembangkit atau kapasitas
global individu untuk bertindak bertujuan, berpikir rasional, dan berhubungan
efektif dengan lingkungannya.
Menurut Rudolf Amathauer (1970), inteligensi ialah sebagai suatu struktur
khusus dalam keseluruhan kepribadian seseorang suatu keutuhan yang berstruktur
yang terdiri atas kemampuan jiwa-mental dan diungkapkan melalui prestasi, serta
memberikan kemampuan kepada individu untuk bertindak. Inteligensi hanya
dapat dikenal melalui ungkapan-ungkapan, yaitu terlihat melalui prestasi.
Beberapa alat ukur intelegensi yang umum dipakai: 1) Stanford-Binet Intelence
Scale, 2) Wechsler Adult Intellegence Scale (WAIS)

B. Asesmen Kepribadian
Menurut Sunberg (1976), Meehl (1952), dan lain-lain menyatakan bahwa
laporan kepribadian sebagai laporan yang menandakan ia tidak seperti seorang
lainnya. Kadang-kadang lingkungan ini dilengkapi menjadi tuntutan lingkungan,
baik ketika seorang psikolog diminta untuk mengases kepribadian seseorang yang
sedang memiliki masalah dan berada dalam suatu kondisi lebih buruk dari
biasanya. Laporan kepribadian bersifat dinamis, yaitu berarti menggunakan teori-
teori yang menggunakan pendekatan psikodinamik, tetapi tidak harus selalu
psikoanalisis dari Sigmund Freud.
Dalam asesmen kepribadian terdapat pembagian menjadi projective
assesment dan objective assesment.
1. Projective Assesment.
Projective assesment berkembang dari perspektif teoretis yang menampilkan
karakteristika dinamis sebagai inti kepribadian (seperti teori psikoanalitis).
Menurut Lindzey, teknik projective merupakan alat yang dianggap memiliki
sensitivitas yang khusus untuk aspek perilaku yang tertutup dan tak sadar,

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

memungkinkan atau menggali varietas respon subyek yang luas, sangat


multidimensional, dan menggali data respon yang kaya atau sangat kaya dan
bersenyawa dengan kesadaran subyek yang minimum menyangkut tujuan dari tes.
2. Objective Assesment
Pendekatan obyektif asesmen kepribadian merupakan usaha yang secara
ilmiah berusaha menggambarkan karakteristika atau sifat-sifat individu atau
kelompok sebagai alat untuk memprediksi perilaku.
Yang paling terkenal dalam pemakaian klinis terutama di kalangan
psychiatry adalah Minnesota multiphasic personality Inventory (MMPI),
California psychological inventory (CPI) dan sixteen personality Factor kuesioner
(16PF).

C. Asesmen Pemfungsian Neuropsikologis

Asesmen neuropsikologis melibatkan pengukuran tanda-tanda perilaku


yang mencerminkan kesehatan atau kekurangan dalam fungsi otak. Terdapat tiga
kegiatan psikolog klinis dalam asesmen neuropsikologis, yaitu menyangkut fokus
perhatian asesmen ini, sejumlah alat tes neuropsikologis yang utama, dan bukti-
bukti riset menyangkut reliabilitas dan validitas tes untuk asesmen
neuropsikologis.

D. Asesmen Perilaku
Pendekatan perilaku dalam asesmen terpusat pada mengidentifikasikan
perilaku spesifik klien atau sistem lingkungan yang mungkin memerlukan
perubahan. Asesmen perilaku merupakan pendekatan situasi spesifik, dimana
variasi spesifik dalam keadaan lingkungan dengan teliti dan periksa untuk
menentukan peranan mereka terhadap pemfungsian klien. Landasan penggunaan
asesmen perilaku adalah perpektif perilaku dimana pemfungsian manusia dilihat
sebagai produk dari interaksi yang terus menerus antara pribadi dan situasi.

Armi Sabri (11361105973)


Psikologi Klinis 2015

INTERVENSI KLINIS
Yang dimaksud dengan intervensi adalah ikut campurnya orang luar
terhadap permasalahan yang dialami atau dihayati individu istilah intervensi
dalam wacana umum sehari-hari berkonotasi negatif seperti dalam masalah politik
dan hubungan internasional seperti istilah itu tumbuh dan berkembang.
Sementara itu dalam psikologi umumnya dan psikologi klinis secara khusus
istilah itu digunakan sebagai Upaya seorang konselor ikut campur menghadapi
permasalahan yang dialami klient. Alasan penggunaan intervensi klinis
didasarkan pada tiga dasar yaitu ameliorasi, prefensi dan pengembangan.
Ameliorasi adalah menolong orang atau sistem sosial untuk mengurangi masalah-
masalah yang telah terjadi, prepensi meliputi usaha-usaha untuk meramalkan
masalah-masalah sebelum berkembang da pengembangan adalah usaha untuk
membantu orang meningkatkan keterampilan pribadi relasi dan lingkungan
hidupnya.
Intervensi ini sebenarnya merupakan istilah baru sebagai istilah yang dinilai
lebih baik dari nama yang lebih terkenal sebelumnya yaitu psychotherapy
psychotherapy sendiri merupakan warisan dari kedokteran karena psikologi dapat
dianggap merupakan kependekan dari kedokteran.
Beberapa jenis intervensi psikologis yang banyak dikenal: 1) psychoanalysis
dan yang berorientasi psychodynamik, 2) perspektif fenomenologis dan
humanistik eksistensial, 3) terapi perilaku, dan 4) terapi kelompok terapi keluarga
dan terapi pasangan.

Armi Sabri (11361105973)