Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian


Jenis dari penelitian ini adalah eksperimental laboratoris

4.2 Sampel Penelitian


Sampel yang digunakan adalah Scaffold chitosan-only dan chitosan-RGD yang didapatkan
dari BATAN dengan spesifikasi:
Chitosan berasal dari chitin dengan sumber kepiting/udang dengan derajat deatilisasi
94%
Chitin diperoleh dari kepiting/udang melalui deproteinisasi dengan NaOH 50% dalam
suhu panas, demineralisasi dengan asam klorida dan tanpa dekolorasi
Konsentrasi chitosan dalam kedua scaffold 2%
Kedua scaffold Chitosan dibuat dengan cara freeze-drying-gelation, dibekukan dalam
suhu -80o
Scaffold dicetak dengan bentuk 3D
RGD ditambahkan ke chitosan sebanyak 5 mg/50 ml dengan cara pemutaran dengan
alat homogenizer berkecepatan 7500 putaran/menit selama 5 menit
4.3 Waktu Penelitian dan Tempat penelitian
Waktu : Juni 2016-Agustus 2016
Tempat : Departemen metalurgi FT UI, Lab OB FKG UI Salemba

4.4 Variabel Penelitian


4.4.1 Variabel Bebas : Scaffold chitosan tanpa RGD (Chitosan-Only)
Scaffold Chitosan ditambahkan RGD
(Chitosan-RGD)
4.4.2 Variabel Terikat : Jumlah pori
Ukuran Pori
Jarak Antar Pori
Porusitas
Water Absorption
4.5 Definisi Operasional
Variabel Definisi Cara Skala
Pengukuran
Jumlah Pori Banyaknya imageJ Rasio
pori pada dengan
potongan analyze
gambar particle
Ukuran Pori Ukuran tiap imageJ m (mikro
pori pada dengan meter)
potongan analyze
gambar particle
Jarak antar Jarak rata-rata imageJ m (mikro
pori tiap pori dengan meter)
dengan 4 pori plugin
terdekat ND_.class
dengan skala
pengukuran
m
Porusitas Jumlah luas imageJ % (persen)
seluruh pori dengan
dibandingkan analyze
dengan luas particle
potongan
gambar
keseluruhan
Water Banyaknya Swelling test mgH2O/mg
Absorbed air yang Scaffold
terserap di
dalam
scaffold

4.6 Alat dan Bahan


4.6.1 Alat:
Plates 6 well
Plates 24 well
Spuit 5ml
Gunting dan Pinset
Spuit
Timbangan
Stopwatch
FE-SEM (FEI Inspect F-50)
4.6.2 Bahan:
Scaffold Chitosan-Only
Scaffold chitosan-RGD
PBS 0,1 M, pH: 7,4 2ml

4.7 Alur Penelitian

4.8 Cara Kerja


4.8.1 Metode Preparasi Sampel
Sampel scaffold chitosan Only dan chitosan RGD masing-masing di potong
menjadi beberapa bagian untuk uji SEM dan Swelling Test. Untuk uji SEM kedua
scaffold diambil potongan berukuran 5mm x 5mm. Untuk Swelling test kedua
scaffold di potong menjadisuatu persegu dengan berat 1,4mg dan ukuran yang
disesuaikan
4.8.2 Uji SEM
Uji SEM dilakukan di CMPFA-Laboratorium Uji Departemen Teknik Metalurgi
dan Material Universitas indonesia, dengan menggunakan FE-SEM bermerek FEI
F-50
4.8.3 Metode Analisis Gambaran SEM dengan ImageJ
Hasil gambaran SEM didapatkan dalam bentuk softcopy dengan format .JPG.
Analisis menggunakan laptop dengan software ImageJ yang telah di download
dan di install pada laptop tersebut.
4.8.3.1 Analisis Jumlah Pori, Ukuran Pori dan Porusitas
1. Program ImageJ dibuka dan membuka gambaran SEM (file open)
2. Atur gambar menjadi 8-bit (image type 8-bit)
3. Atur skala pixel dan skala gambar dengan cara membuat garis (straight
line selection tool) sepanjang garis skala dan memasukkan skala dalam
gambar (analyzeset scale) pada kolom known distance dengan
satuannya pada unit of length (m)
4. Gunakan threshold (imagethreshold) hingga seluruh pori terpilih dan
menjadi warna merah
5. Pilih analisis apa saja yang akan diperiksa (analyzeset measurements)
dengan cara mencentang kotak area, area fraction, centroid, fit ellips,
ferrets diameter dan area fraction.
6. Analisis seluruh partikel yang terpilih oleh threshold dengan analyze
particle (analyzeanalyze particle)
7. Gambaran outline yang muncul pada jendela drawing of merupakan
batas luar lingkaran pori dengan label angka didalamnya.
8. Hasil didalam tabel results yang muncul di interpretasikan sebagai
berikut:
a. Kolom paling kiri merupakan label dari pori yang di periksa
b. Kolom kedua dari kiri dengan kepala area merupakan ukuran
luas pori yang di labelkan pada kolom disebelah kirinya. Hasil ini
dapat merepresentasikan ukuran pori masing-masing dan
didapatkan rentangnya.
c. Ukuran luas yang terhitung dalam satuan m
9. Hasil didalam tabel summary yang muncul di interpretasikan sebagai
berikut:
a. Kolom paling kiri dengan kepala slice menunjukkan nama file
gambar yang di analisa
b. Kolom kedua dari kiri dengan kepala count merupakan
banyaknya jumlah pori yang terpilih. Hasil ini dapat
merepresentasikan jumlah pori.
c. Kolom keempat dari kiri dengan kepala Average size
menunjukkan rata-rata ukuran luas dari seluruh pori yang terpilih,
dalam satuan m. Hasil ini dapat merepresentasikan ukuran rata-
rata pori.
d. Kolom kelima dari kiri dengan kepala %area menunjukkan hasil
persentase luas seluruh pori dari keseluruhan gambar. Persentase
ini dapat merepresentasikan porusitas
4.8.3.2 Analisis Jarak Antar Pori
Tahap ini dilakukan setelah melakukan analisa pada 4.6.3.2
1. Jalankan Plugin ND (pluginsND)
2. Pada jendela input masukkan angka 4
3. Data pada jendela distance verween neighboring particles dapat
diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Kolom paling kiri merupakan label dari pori yang di periksa
b. Kolom kedua dari kiri dengan kepala Average distance from 4
neighbors merupakan jarak rata-rata dari 4 pori yang terdekat dari
pori yang dilabelkan pada kolom sebelumnya. Hasil ini dapat
merepresentasikan jarak antar pori dan rentangnya.
c. Kolom kedua dari kiri dengan kepala nearest neighbor distance
menunjukkan jarak pori yang dilabelkan dengan pori terdekatnya.

4.8.4 Swelling Test


PBS 0,1 M pH 7,4 diambil sebanyak 1ml menggunakan spuit dan dimasukkan
kedalam salah satu well pada plates 24 well. Scaffold dengan berat 1,4 mg yang
sudah di siapkan ditimbang berat keringnya (Wkering) menggunakan timbangan.
Lalu di celupkan kedalam PBS 1 ml pada well selama 1 menit. Setelah itu
dikeluarkan selama 30 detik hingga air berlebih pada permukaan scaffold
menetes. Scaffold basah di timbang untuk mendapatkan berat basah (Wbasah).
Berat yang telah diketahui dimasukkan kedalam rumus:
WbasahWkering
G=
Wkering

Dimana Wbasah adalah berat dari scaffold basah dan Wkering adalah berat dari
scaffold kering dan akan mendapatkan hasil berupa G, rasio penyerapan (mg
H2O/mg scaffold). Tahap ini dilakukan untuk kedua sampel scaffold dan
dibandingkan hasilnya.