Anda di halaman 1dari 6

Jurnal RAT Vol.3.No.3.

September 2014 ISSN : 2252-9608

PENERAPAN PATEN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK


DI KECAMATAN SIAK KABUPATEN SIAK

Application Of PATEN in Quality Improvement At Siak District Public Services

Sri Maulidiah
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Islam Riau
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284 Riau
Telp: 0761-72126 ext. 123, Fax: 0761-674681

Email : Maulidiahkasyam@yahoo.com
[Diterima Juli 2014; Disetujui Agustus 2014]

Abstrak
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Penerapan PATEN dalam
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan untuk mengetahui Hambatan Penerapan PATEN
dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Kecamatan Siak Kabupaten Siak. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pihak terkait
dengan penerapan PATEN di Kecamatan Siak, yaitu: Camat Siak, Pegawai Kantor Camat Siak,
dan Masyarakat yang mengurus IMB. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Dalam
pelaksanaannya menggunakan alat bantu seperti daftar pertanyaan wawancara, data observasi,
serta dokumentasi. Analisis data dipergunakan teknik analisis domain. Tata cara analisa
penelitian ini; reduksi data, pengujian data, menarik kesimpulan verifikasi. Penerapan PATEN di
Kantor Camat Siak Kabupaten Siak secara umum telah berjalan dengan maksimal dan sesuai
dengan aturan pelaksanaannya, khusus untuk pelayanan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan
(IMB) juga sudah berjalan dengan maksimal. Namun dalam penerapan PATEN masih terdapat
beberapa hambatan baik yang datang dari unsur masyarakat yang dilayani, maupun dari
pemerintah sebagai unsur yang melayani.
Kata Kunci : PATEN, Kualitas Pelayanan, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Abstract
Purpose of this study was to determine and analyze the Application of PATENT and to
determine the Implementation Barriers PATENT in the Public Service Quality Improvement In
Sub District Siak, Siak Regency. This study used qualitative research methods. Informants in this
study was related to the application of the party in the district PATENT Siak, namely: Head of
Siak, Siak District Office Employees, and Society which takes care of IMB. The research
instrument was the researcher himself. In the implementation using tools such as a list of
interview questions, observational data, and documentation. Analysis of the data used domain
analysis techniques. The procedure for this research analysis; data reduction, data testing, draw
conclusions verification. Application of PATENT in Siak District Office in general has been
running at maximum and in accordance with the rules of procedure, specific for the maintenance
service of Building Permit (IMB) has also been running at the maximum. However, in the
application PATENT there are still some obstacles both coming from elements of the community
served, or of the government as an element that serves.
Keywords: PATENTS, Quality of Service, and Building Permit (IMB).
Http://Rat.Uir.Ac.Id 521
Jurnal RAT Vol.3.No.3.September 2014 ISSN : 2252-9608

PENDAHULUAN customers yang sudah biasa digunakan


Pemerintah memiliki fungsi dasar dikalangan pebisnis, sehingga pelayanan
pemerintahan yakni pelayanan Menurut jadi dekat, murah dan cepat.
Undang-Undang RI No. 25 Tahun 2009 Menurut Permendagri RI No. 4 Tahun
tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik 2010 Pelayanan administrasi terpadu
adalah; kegiatan dalam rangka pemenuhan kecamatan (PATEN) dapat didefinisikan :
kebutuhan dasar sesuai dengan hak-hak sipil sebagai suatu kegiatan
setiap warga negara dan penduduk atas suatu penyelenggaraan pelayanan publik di
barang dan jasa, dan atau pelayanan tingkat kecamatan yang proses
administrasi yang disediakan oleh pengelolaannya, mulai dari tahapan
penyelnggara pelayanan publik. Sedangkan permohonan yang diajukan masyarakat
pelayanan publik menurut Maulidiah sesuai dengan kebutuhan dan
(2014:80) adalah suatu proses kegiatan yang kepentingannya, hingga pada tahap
diselenggarakan baik oleh oraganisasi publik penerbitan dokumen, dan dilakukan
atau organisasi privat yang didukung dengan seluruhnya melalui satu meja atau loket
peralatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan publik.
dasar masyarakat. Kecamatan merupakan cermin
Di Indonesia telah dilakukan inovasi Pemerintah Daerah atau ujung tombak
baru terhadap manajemen pelayanan di tingkat pemerintah daerah, jika kinerja kecamatan
kecamatan, melalui penerapan sistem baik maka baik pulalah kinerja pemerntah
pelayanan administrasi terpadu kecamatan daerah. Seperti yang dikatakan oleh Rahyunir
(PATEN). Pernyataan Wasistiono dalam dalam Maulidiah (2014;278) bahwa;
Maulidiah (2014;iv), yaitu; Kecamatan merupakan perangkat
ide PATEN sebenarnya sudah daerah yang bertugas untuk membantu
dikembagkan sejak tahun 2000 melalui tugas-tugas pemerintah daerah
Model Kecamatan sebagai Pusyanmas kabupaten/kota, oleh karena itu camat
(Pusat Pelayanan Masyarakat), tetapi mempunyai dua tugas utama, yakni
baru diakomodasi melalui sebuah tugas atributif dan tugas delegatif. Tugas
kebijakan setingkat Peraturan Menteri atributif merupakan tugas yang melekat
sepulu tahun kemudian yaitu tahun 2010 secara langsung pada jabatan camat
yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan sedangkan tugas delegatif meruapakan
Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun tugas yang didelegasikan oleh
2010 tentang Pedoman Pelayanan Bupati/Walikota kepada Camat,
Administrasi Terpadu Kecamatan. sehingga camat merupakan ujung
Gagasan Kecamatan sebagai Pusat tombak pemerintah kabupaten/kota
Pelayanan Masyarakat (Pusyanmas) selain dari pemerintah kelurahan.
sebenarnya modifikasi dari konsep Pusat Program PATEN seperti diatur dalam
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Permendagri RI No. 4 Tahun 2010, seluruh
apabila Puskesmas hanya melayani dari kecamatan di Indonesia sudah harus
segi kesehatan saja, maka Pusyanmas menerapkan program tersebut pada tahun
melayani dalam Bidang Perijinan dan 2015. Dengan maksud terwujudnya pelayanan
Administrsi, tujuannya adalah publik berkualitas dan menjadi salah satu ciri
mendekatkan masyarakat dengan pusat tata pemerintahan yang baik (good
pelayanan, sesuai prinsip close to the Governance). Sejumlah Kabupetan/Kota di

Http://Rat.Uir.Ac.Id 522
Jurnal RAT Vol.3.No.3.September 2014 ISSN : 2252-9608

Indonesia telah berhasil menerapkan program dengan penerapan PATEN di Kecamatan


PATEN, salah satunya di Provinsi Riau, Siak, yaitu: Camat Siak, Pegawai Kantor
berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Camat Siak, dan Masyarakat yang mengurus
Tabel. 1. Jumlah Kab/Kota Provinsi Riau yang IMB. Instrumen penelitian adalah peneliti
berhasil menerapkan PATEN sendiri. Dalam pelaksanaannya menggunakan
No Kabupaten/Kota alat bantu seperti daftar pertanyaan
1 Siak wawancara, data observasi, serta dokumentasi.
2 Dumai Analisis data dipergunakan teknik analisis
3 Pekanbaru
4 Rokan Hulu domain. Tata cara analisa penelitian ini;
5 Kuantan Singingi reduksi data, pengujian data, menarik
6 Bengkalis kesimpulan verifikasi.
7 Pelalawan
Sumber : Hasil Penilaian Tim Evaluasi Kinerja PEMBAHASAN.
Pemprov Riau Tahun 2015
Penerapan Pelayanan Administrasi
Terpadu Kecamatan (PATEN) dalam
Terdapat 7 (tujuh) Kabupen/kota di
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di
provinsi Riau berhasil menerapkan program
Kecamatan Siak Kabupaten Siak.
PATEN. Dari 7 (tujuh) kab/kota, kabupaten
Siak merupakan salah satu kabupaten yang
Menurut Permendagri RI No. 4 Tahun
berhasil menerapkan PATEN dan Kecamatan
2010, tahapan penerapan Pelayanan
Siak merupakan salah satu kecamatan yang
Administrsi Terpadu Kecamatan (PATEN)
ditetapkan sebagai penyelenggara PATEN.
secara garis besar sebagai berikut: 1) Standar
Dalam penerapan PATEN, kecamatan siak
Pelayanan; 2) raian Tugas Personal; 3) Sarana
melayani bidang Perijinan dan Non Perijinan
dan Prasarana; dan 4) Pelaksana Teknis.
PATEN.
Indikator yang ditetapkan dapat meningkatkan
Dalam hal ini penelitian hanya
kualitas dan mendekatkan pelayanan
memfokuskan pada pelayanan perijinan di
masyarakat, yang menjadi pertanyaan apakah
bidang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
ketentuan peraturan tersebut sudah di terapkan
Berdasarkan pra survey diketahui pengurusan
dan dilaksanakan di Kecamatan Siak di
IMB terdapat masalah, yaitu lamanya waktu
kabupaten siak. Berikut Analisis terhadap
pengurusan IMB.
kesesuaian regulasi terhadap penerapan
Tujuan Penelitian ini adalah untuk
PATEN di Kecamatan Siak Kabupeten Siak,
mengetahui dan menganalisis Penerapan
dari indikator-indikator, yaitu:
PATEN dalam Peningkatan Kualitas
a. Standar Pelayan
Pelayanan Publik Di Kecamatan Siak
Standar Pelayanan merupakan acuan
Kabupaten Siak, dan untuk mengetahui
bagi pengguna/penerima pelayanan dan
Hambatan Penerapan PATEN dalam
pemberi pelayanan dalam penyelenggaraan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di
pelayanan publik. Pemerintah Kecamatan Siak
Kecamatan Siak Kabupaten Siak.
sudah menetapkan Standar Pelayanan yang
mengacu Peratuan Bupati Nomor 6 Tahun
METODE PENELITIAN
2012 tentang Standar Pelayanan Perijinan dan
Penelitian ini menggunakan metode
Non Perijinan PATEN Pada Kecamatana Se-
penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di
Kabupetan Siak. Isi Standar Pelayanan
Kecamatan Siak Kabupaten Siak. Informan
meliputi: jenis Pelayanan, persyaratan
dalam penelitian ini adalah pihak terkait

Http://Rat.Uir.Ac.Id 523
Jurnal RAT Vol.3.No.3.September 2014 ISSN : 2252-9608

pelayanan, proses/prosedur pelayanan, pejabat Reliability ; dan 5) Assurance. Untuk


yang bertanggung jawab terhadap pelayanan, analisisnya sebagai berikut:
waktu Pelayanan, dan biaya Pelayanan. 1. Tangible
b. Uraian Tugas Personal. Pengertian tangible yaitu; kualitas
Peraturan Menteri Dalam Negeri No 4 pelayanan publik dilihat secara kasat mata
Tahun 2010 Pasal 8 (point 3) menjelaskan seperti sarana dan prasarana pelayanan publik,
uraian tugas personil kecamatan diatur dalam fasilitas tersedia dari penyelenggaraan
Peraturan Bupati. Peraturan Bupati pelayanan. Penerapan PATEN di Kantor
Kabupaten Siak No. 42 Tahun 2012 tentang Camat Siak berkaitan indikator Tangible
Pelimpahan Sebagian Kewenangan Dari (ketersediaan sarana fisik) dalam pelayanan
Bupati Kepada Camat terkait PATEN, IMB sudah memadai dilihat ketersediaan dan
meliputi 8 (delapan) dalam aspek utama yaitu; pemanfaatan Gedung, peralatan teknologi dan
perizinan, rekomendari, koordinasi, alat perlengakapan pendukung lainnya.
pembinaan, pengawasan, fasilitasi, penetapan, 2. Empathy
dan penyelenggaraan. Empathy sangat penting dan
c. Sarana dan Prasarana mempengaruhi kualitas pelayanan pembuatan
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam IMB. Bentuk perhatian pegawai kecamatan
Negeri No. 4 Tahun 2010 Pasal 10, dalam Siak meliputi penciptaan rasa puas dan
penerapan PATEN mengenai sarana dan berusaha memahami apa yang diperlukan para
prasarana yang harus depenui yaitu;loket/meja pengguna jasa atau pemohon IMB. Bentuk
pembayaran, tempat pemprosesan berkas, empati diwujudkan dengan berusaha
tempat pemabayaran, tempat penyerahan membantu memecahkan masalah masyarakat
dokumen, tempat pengolahan data dan dengan sepenuh hati .
informasi, tempat penanganan pengaduan, 3. Responsiveness
tempat piket, ruang tunggu, dan perangkat Responsiveness mempengaruhi kualitas
pendukung lainnya. pelayanan, sikap pegawai dalam pemberian
d. Pelaksana Teknis pelayanan yaitu kemampuan membantu
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 4 pemohon mengurus IMB berupa memberikan
Tahun 2010 Pasal 11 pelaksana teknis dalam informasi persyaratan, mekanisme dan
penerapan PATEN yaitu:petugas informasi, memberikan informasi pelayanan dengan cepat
petugas Loket penerima berkas, petugas dan tanggap seperti pengaduan konsumen atau
operator komputer, petugas pemegang kas, dan pemohon.
petugas lain sesuai kebutuhan. 4. Reliability
Indikator di atas diharapkan mampu Pengertian dari reliability yaitu
menjawab kebutuhan masyarakat dan produk kemampuan dan keandalan pemerintah
atau jasa mempunyai Value bagi masyarakat menyediakan pelayanan publik yang
untuk menghasilkan pelayanan berkualitas. terpercaya, sesuai kebutuhan masyarakat.
Penerapan PATEN tujuannya untuk Reliability dalam pelayanan IMB di
meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kecamatan Siak meliputi; prosedur pelayann
Menurut Supriyatno dalam Maulidiah kejelasan biaya, kepastian waktu, kejelasan
(2014:119), lima dimensi menilai kualitas Informasi.
pelayanan publik (disingkat TERRA), yaitu: 1) 5. Assurance
Tangibles; 2) Emphaty; 3) Responsiveness; 4) Assurance juga menentukan kualitas
pelayanan dalam pengurusan IMB.

Http://Rat.Uir.Ac.Id 524
Jurnal RAT Vol.3.No.3.September 2014 ISSN : 2252-9608

Masyarakat cenderung memberikan penilaian DAFTAR PUSTAKA


terhadap tingkat pelayanan salah satunya dari
personal yang melayani, yaitu bagaimana Maulidiah. Sri. 2014. Pelayanan Publik
pegawai selaku penyedia layanan bisa (PATEN). CV. Indra Prahasta Bandung.
berinteraksi dengan masyarakat atau mampu Bandung.
memperlihatkan sikap, tindakan, dan Ratminto. Atik. 2010. Manajemen Pelayanan.
kemampuan berkomunikasi kepada Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
masyarakat. Dalam Pengurusan IMB di Sugiyono. 2005. Metode Penelitian
kecamatan Siak sudah menunjukkan sikap Administrasi. Bandung: Alfabeta.
yang diinginkan oleh masyarakat seperti ________. 2011. Metode Penelitian
keramahan dan berinteraksi dengan Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
masyarakat. Bandung:A lfabeta.
Jurnal Manajemen Pemerintahan. 2010.
Hambatan dalam Penerapan PATEN Fakultas Manajemen Pemerintahan
dalam meningkatkan Kualitas Pelayanan IPDN. Jatinangor.
Publik di Kecamatan Siak Kabupaten Siak. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4
Penerapan PATEN di Kecamatan Siak Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan
dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik Administrasi Terpadu Pelayanan
yang menjadi faktor penghambat dalam Kecamatan (PATEN).
penerapannya yaitu dari segi kemampuan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009
pegawai dan keterbatasan jumlah pegawai tentang Pelayanan Publik.
yang melayani. Keputusan Bupati Siak No.
170/HK/KPTS/2012 tentang Penetapan
KESIMPULAN Kecamatan sebagai penyelenggara
1. Penerapan PATEN dalam peningkatan Pelayanan Administrasi Terpadu
kualitas pelayanan publik di kecamatan Kecamatan (PATEN) di kecamatan se-
Siak khususnya kualitas pelayanan kabupaten siak.
pengurusan IMB sudah maksimal, yaitu Peraturan Bupati Siak No. 6 Tahun 2012
dalam penerapannya sudah sesuai dengan tentang Standar Pelayanan Perizinan
aturan pelaksaan PATEN dan telah PATEN pada Kecamatan se-Kabupaten
terlaksanakanya indikator-indikator dalam Siak.
pengukuran kualitas pelayanan publik.
2. Faktor menjadi kendala penerapan PATEN
dalam peningkatan kualitas pelayanan
publik dikecamatan Siak khususnya
pengurusan IMB diantaranya;
a. Masih kurangnya kemampuan SDM
(pegawai) dalam pelayanan pengurusan
IMB.
b. Jumlah Pegawai yang melayani tidak
sebanding dengan Jumlah masyarakat
Kecamatan Siak yang mengurus
perizinan IMB.

Http://Rat.Uir.Ac.Id 525
Jurnal RAT Vol.3.No.3.September 2014 ISSN : 2252-9608

Http://Rat.Uir.Ac.Id 526