Anda di halaman 1dari 51

Laporan Keuangan Konsolidasi, Teknik &

Prosedur Konsolidasi

A. Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan


posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas
pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang
dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan
satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.

1. Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi


Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu :
agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas
keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan yang terdiri atas
sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan
konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak
yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa
ekonomi juga.

2. Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi


Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya
perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada
para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan,
baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga
mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.

Perlu disadari, disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi


juga dapat menjadi ekses yang tidak baik, antara lain :
Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus
dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk
perusahaan, begitu pula dengan aktiva.
Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk
tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun
induk perusahaan.
Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun
piutang.
Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan
penyajian yang wajar.

3. Sifat-sifat Laporan Keuangan yang Dikonsolidasi


a. Laporan keuangan konsolidasi adalah model laporan akuntansi untuk
menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih
perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas pemilikan dan
pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak
dilakukan.
b. Dalam menyusun neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak,
perusahaan anak ini dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan
kewajiban masing-masing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva
dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak mempunyai
arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai
kesatuan usaha tunggal harus dihapuskan.
c. Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak
sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan
kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham

4. Masalah-masalah Umum yang Dihadapi Dalam Penyusunan


Laporan Keuangan Konsolidasi
Ada beberapa masalah umum yang senantiasa timbul di dalam
rangka penyusunanneraca konsolidasi. Masalah-masalah tersebut antara
lain timbul dan dipengaruhi oleh :
a. Periode di mana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun.
Misalnya : penyusunan neraca konsolidsi sesaat setelah terjadi pemilikan
saham-saham, berbeda dengan neraca konsolidasi yang disusun satu
tahun (periode) kemudian berhubung telah terjadinya perubahan-
perubahan di dalam pos-pos neraca.

b. Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan
(pengorbanan) yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.
Misalnya : penyusunan neraca knsolidasi di mana saham-saham dibeli
dengan harga di atas nilai bukunya berbeda dengan penyusunan neraca
konsoidasi apabila saham-saham diperoleh dengan harga yang sama dan
kurang dari nilai bukunya.

5. Gambaran Umum Proses Konsolidasi


Secara umum prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan
konsolidasi adalah sebagai berikut :
Laporan keuangan terpisah (dari dua entity atau lebih) digabungkan atau
ditambahkan bersama-sama, setelah beberapa penyesuaian dan
eliminasi, untuk menghasilkan laporan keuangan konsolidasi. Penyesuaian
dan eliminasi tersebut terkait dengan transaksi dan kepemilkan antar
perusahaan. Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan
menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang
dari 100%.

B. Teknik dan Prosedur Konsdolidasi

Pada umumnya proses konsolidasi dipengaruhi metode akuntansi


yang digunakan perusahaan induk untuk mencatat investasinya dalam
perusahaan anak.
Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23)
antara lain dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan
Konsolidasi Laporan Keuangan Induk Perusahaan (Parent Company) dan
Anak Perusahaan (Subsidary Company) digabungkan satu persatu dengan
menggabungkan unsur-unsur yang sejenis dari Aktiva, Kewajiban, Ekuitas,
Pendapatan dan Beban.
Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Dijelaskan lebih terperinci lagi, yaitu :
1) Mengeliminasi semua rekening timbal balik (Reciprocal Account)
Eliminasi dilakukan melalui jurnal eliminasi dengan mengeliminasi
rekening-rekening yang bersifat rekening timbal balik, yaitu suatu
rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak (induk dan anak) untuk
suatu transaksi yang sama.

2) Menyusun Kertas Kerja (Worksheet).


Worksheet digunakan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
Prosedur penyusunan worksheet tergantung pada dasar yang dipakai,
yaitu Laporan Keuangan Individual atau Neraca Saldo Individual.

Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk


Perusahaan dan Anak Perusahaan dapat digunakan 3 (tiga) metode yaitu :

a. Metode Ekuitas (Equity Method)


Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang
investasi Induk Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu
penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak Perusahaan berubah
karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan
perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan. Data Pencatatan
investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas,
didasarkan pada suatu anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar
dan sama dengan investasi pada perusahaan-perusahaan cabangnya.
Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan atas suatu fakta
bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian
dari satu kesatuan usaha, seperti halnya hubungan antara Kantor Pusat
dan Cabang-Cabangnya. Oleh sebab itu perubahan-perubahan yang
terjadi didalam hak-hak pemegang saham pada Anak Perusahaan harus
diakui dan dicatat oleh Induk Perusahaan, untuk dapat mengikuti dan
melaporkan posisi keuangan dan perkembangan usahanya secara
lengkap.
Nilai investasi Induk Perusahaan terhadap Perusahaan akan
meningkat jika Anak Perusahaan memperoleh laba bersih dan akan
menurun atau berkurangnya nilainya, jika Anak Perusahaan menderita
kerugian.
Meskipun Laporan Keuangan Konsolidasi hasil penerapan metode
ekuitas ini nantinya akan sama dengan penerapan metode biaya, namun
lembar kerja konsolidasi beserta jurnal untuk penyesuaian dan eliminasi
akan berbeda. Harus memperhatikan pengaruh perubahan modal anak
Perusahaan terhadap hak pemilikan Induk Perusahaan.

b. Metode Ekuitas Tidak Lengkap


Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan
induk adalah sama dengan laba bersih konsolidasi,dan saldo laba
perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba konsolidasi. Persamaan
jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini tidak
selalu ada. Persamaan tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan
tidak secara benar,atau jika akuntansi metode biaya digunakan untuk
investasi perusahaan anak.
Masalah yang timbul dari salahnya penerapan metode ekuitas atau
menggunakan metode biaya untuk investasi perusahaan anak mungkin
tidak seserius yang terlihat. Hal ini dikarenakan akuntan harus
menyiapkan laporan keuangan konsolidasi yang benar dengan
mengabaikan bagaimana perusahaan induk mempertanggungjawabkan
investasinya pada perusahan anak. Tidak ada pelanggaran terhadap
prinsip akuntansi yang berlaku umum sepanjang laporan keuangan
konsolidasi yang disiapkkan bagi pemegang saham benar dan perusahaan
induk/investor tidak menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit
yang lain. Tetap digunakannya metode biaya atau metode ekuitas tidak
lengkap oleh beberapa perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa
penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya sebagai laporan
keuangan yang disiapkan bagi para pemegang saham dari entias utama.

c. Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)


Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-
saham Anak Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut
(yang telah dibagikan oleh Anak Perusahaan) yang diakui sebagi
pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan. Sebaliknya laba atau rugi
atas pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian atau seluruh
jumlah saham yang dimiliki tersebut dijual.Pada metode biaya bagian
dividen yang dibagikan oleh Anak Perusahaan dicatat pada sisi debit
dalam rekening Piutang Dividen (Kas), dengan rekening lawan kredit
Penghasilan Dividen.
1. Susunan Ayat Jurnal Dalam Kertas Kerja
Dengan bertambahnya kompleksitas proses konsolidasi, susunan
penyesuaian dan eliminasi pada kertas kerja dapat diperluas ke hal hal
berikut :
a. Penyesuaian terhadap kesalahan san pengabaian dalam laporan
keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang terpisah.
b. Penyesuaian untuk mengeleminasi laba dan rugi antar perusahaan.
c. Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan deviden dari perusahaan
anak dan menyesuaikan investasi dalam perusahaan anak dengan saldo
awal periode.
d. Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas pada laba dan deviden
perusahaan anak.
e. Mengeliminasi saldo investasi dalam perusahaan anak dan ekuitas
perusahaan anak.
f. Mengalokasikan dan mengamortisasi perbedaan biaya / nilai buku.
g. Mengeliminasi saldo yang bersifat resiprokal lainnya (utang-piutang antar
perusahaan, pendapatan serta beban, dan lain lainnya)
Meski ada beberapa susunan lainnya, susunan ini dapat dianggap
cukup memadai. Dan diajnurkan untuk mempelajari dan menerapkannya
selama mempelajari konsolidasi.
Hak minorotas yang direfleksikan dalam neraca konsolidasi dihitung
sebagai hak minoritas awal ditambah beban hak minoritas dikurangi
deviden hak minoritas. Demikian pula, laba investasi dari perusahaan
anak yang dikonsolidasikan selalu dieliminasi. Laba bersih konsolidasi
dihitung dengan mengurangi beban konsolidasi dan beban hak minoritas
dari pendapatan konsolidasi.

2. Menemukan Kesalahan
Bagian terakhir dari kertas kerja konsolidasi yang akan diselesaikan
adalah bagian neraca konsolidasi. Sebagian besar kesalahan yang dibuat
dalam mengkonsolidasikan laporankeuangan akan tampak apabila neraca
konsolidasi tidak seimbang. Jika neraca konsolidasi tetap tidak seimbang
setelah totalnya dihitung kembali, setiap pos harus diperiksa untuk
memastikan bahwa semua pos telah dicatat. Kelalaian mencata beban
hak minoritas dalam laporan laba rugi konsolidasidan ekuitas hak
minoritas dalam neraca konsolidasi sering terjadi karena pos pos
tersebut tidak tercantum pada laporan perusahaan yang terpisah.
Kesamaan debet dan kredit pada ayat jurnal kertas kerja diperiksa dengan
menjumlahkan kolom penyesuaian dan eliminasi.

3. Laporan Arus Kas Konsolidasi


Laporan arus kas konsolidasi disusun dari laporan laba rugi
konsolidasi, bukan dari laporan keuangan perusahaan induk dan
perusahaan anak yang terpisah. Dengan sedikit pengecualian,
penyusunan laporan arus kas konsolidasi melibatkan analisis dan prosedur
yang sama seperti yang digunakan dalam menyususn laporan arus kas
entitas yang terpisah. Neraca konsolidasi pada awal dan akhir tahun akan
digunakan untuk menghitung perubahan yang terjadi selama tahun
tersebut, yang harus dijelaskan dala laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan mengunakan konsep tunggal : kas
dan ekuivalen kas. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP)
mengizinkan dua cara penyajian pelaopran arus kas bersih dari operasi.
Metode tidak langsung dimulai dengan laba bersih konsolidasi dan
mencakup penyesuaian atas pos pos yang tidak menghasilkan atau
menggunakan kas untuk memperoleh arus kas bersih operasi. Sementara
itu, metode langsung mengoffset kas yang diterima dari pelanggan dan
laba investasi terhadap kas yang di bayarkan kepada pemasok, karyawan,
badan pemerintah, dan sebagainya untuk memperoleh kas bersih dari
operasi.

4. Membuat Neraca Lajur Konsolidasi


Secara vertikal, bagi neraca lajur tersebut menjadi tiga bagian yang
terpisah untuk membuat tiga laporan keuangan yang kita inginkan : Laba
Bersih, Laba Ditahan, Total Aktiva dan Total Ekuitas. Tidak ada jumlah
yang dimasukan untuk pos-pos tersebut, karena dihitung atau dicatat
langsung dari bagian neraca lajur sebelumnya.
Kertas Kerja dibuat untuk menghasilkan laporan keuangan yang
berguna bagi entitas bisnis yang dikonsolidasikan. Tujuannya adalah
membuat laporan keuangan konsolidasi yang berguna. Kertas kerja
merupakan sarana untuk mengatur dan memanipulasi data. Laporan arus
kas konsolidasi dapat disusun dari neracca dan laporan laba rugi
konsolidasi.
http://kevindiblogs.blogspot.co.id/2014/04/laporankeuangan-konsolidasi-
teknik.html
TEKNIK DAN PROSEDUR KONSOLIDASI

Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antara lain
dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan
Induk Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (Subsidary Company)
digabungkan satu persatu dengan menggabungkan unsure-unsur yang sejenis dari Aktiva,
Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.
Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dijelaskan lebih terperinci
lagi, yaitu:
1. Mengeliminasi semua rekening timbal balik (Recipocal Account)
Eliminasi dilakukan melalui jurnal eliminasi dengan mengeliminasi rekening-rekening yang
bersifat rekening timbal balik, yaitu suatu rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak
(induk dan anak) untuk suatu transaksi yang sama.
2. Menyusun Kertas Kerja (Worksheet)
Worksheet digunakan untuk memepermudah penyusunan laporan keuangan Prosedur
penyusunan worksheet tergantung pada dasar yang dipakai, yaituLaporan Keuangan
Individual atau Neraca Saldo Individual.
Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan Anak
Perusahaan dapat digunakan 3 (dua) metode yaitu:
1. Metode Ekuitas (Equity Method)
2. Metode Ekuitas Tidak Lengkap
3. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

A. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas (Equity Method)


Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan
terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih
Anak Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan
menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan.data
Pencatatan investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan pada
suatu anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar dan sama dengan investasi pada
perusahaan-perusahaan cabangnya. Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan
atas suatu fakta bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian
dari satu kesatuan usaha, seperti halnya hubungan antara Kantor Pusat dan Cabang-
Cabangnya. Oleh sebab itu perubahan-perubahan yang terjadi didalam hak-hak pemegang
saham pada Anak Perusahaan harus diakui dan dicatat oleh Induk Perusahaan, untuk dapat
mengikuti dan melaporkan posisi keuangan dan perkembangan usahanya secara lengkap.
Nilai investasi Induk Perusahaan terhadap Perusahaan akan meningkat jika Anak
Perusahaan memperoleh laba bersih dan akan menurun atau berkurangnya nilainya, jika Anak
Perusahaan menderita kerugian.
Meskipun Laporan Keuangan Konsolidasi hasil penerapan metode ekuitas ini
nantinya akan sama dengan penerapan metode biaya, namun lembar kerja konsolidasi beserta
jurnal untuk penyesuaian dan eliminasi akan berbeda. Harus memperhatikan pengaruh
perubahan modal anak Perusahaan terhadap hak pemilikan Induk Perusahaan.
Beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Perkiraan Investasi Saham dalam Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
2. Perkiraan Kas
Akan berubah jumlahnya apabila Induk Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
3. Perkiraan Piutang Dividen Anak Perusahaan
Timbul karena perusahaan mengumumkan Dividen namun belum dibayar.Perkiraan ini harus
dihapuskan apabila telah dibayar tunai (kas).
4. Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Induk Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba atau Rugi.
Selain itu akan berubah juga karena adanya Laba atau Rugi milik Induk Perusahaan sendiri.
5. Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila ada Laba Rugi atau pembagian Dividen pada Anak
Perusahaan sendiri.
Perkiraan-perkiraan diatas, dalam Kertas Kerja (Worksheet) penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasi harus sudah menunjukkan Saldo Akhir pada Laporan Keuangan Konsolidasi,
artinya sudah diperhitungkan perubahan jumlahnya.
B. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama dengan
laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba
konsolidasi. Persamaan jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini
tidak selalu ada. Persamaan tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan tidak secara
benar,atau jika akuntansi metode biaya digunakan untuk investasi perusahaan anak.

Contohnya, perusahaan induk dalam menerapkan akuntansi metode ekuias mungkin


mengamortisasikan perbedaan antara investasi dan nilai buku yang diperoleh pada buku
terpisah perusahaan induk, atau mungkin tidak mengeliminasi laba atau rugi antar-
perusahaan.Kelalaian-kelalaian seperti itu menyebabkan tidak lengkapnya penerapan
akuntansi metode ekuitas. Kesalahan-kesalahan lain dalam penerapan metode ekuitas
menyebabkan salah saji yang seruppa dalam laba dan saldo laba perusahaan induk.

Masalah yang timbul dari salahnya penerapan metode ekuitas atau menggunakan metode
biaya untuk investasi perusahaan anak mugkin tidak seserius yang terlihat. Hal ini
dikarenakan akuntan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi yang benar dengan
mengabaikan bagaimana perusahaan induk mempertanggungjawabkan investasinya pada
perusahan anak. Tidak ada pelanggaran terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum
sepanjang laporan keuangan konsolidasi yang disiapkkan bagi pemegang saham benar dan
perusahaan induk/investor tidak menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit yang lain.
Tetap digunakannya metode biaya atau metode ekuitas tidak lengkap oleh beberapa
perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya
sebagai laporan keuangan yang disiapkan bagi para pemegang saham dari entias utama.

C. Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)


Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak
Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak
Perusahaan) yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan. Sebaliknya
laba atau rugi atas pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian atau seluruh
jumlah saham yang dimiliki tersebut dijual.

Pada metode biaya bagian dividen yang dibagikan oleh Anak Perusahaan dicatat pada sisi
debit dalam rekening Piutang Dividen (Kas), dengan rekening lawan kredit Penghasilan
Dividen.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada Metode biaya:


1. Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, tidak mengalami perubahan jumlahnya.
Perubahan modal Anak Perusahaan akibat adanya Laba, Rugi atau pembagian Dividen tidak
mempengaruhi Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, atau Induk Perusahaan
tidak menyesuaikan Investasinya.
2. Laba atau rugi dari Anak Perusahaan baru diakui oleh Induk Perusahaan sebesar Prosentase
(%) kepemilikannya pada saat disusun Neraca Konsolidasi melalui perkiraan Laba yang
ditahan (Retained Earning) untuk Induk Perusahaan. Perkiraan ini hanya tampak pada
Worksheet penyusunan neraca Konsolidasi.
3. Penghapusan (eliminasi) terhadap perkiraan-perkiraan Modal Saham, Agio Saham dan
Retained Earning Anak Perusahaan hanya didasarkan pada jumlah awal/Saldo Awal tahun
atau Saldo Awal pada saat kepemilikan.
4. Metode Biaya berdasarkan pada asumsi bahwa investasi Induk terhadap Anak Perusahaan
merupakan bagian dari Aktiva.
5. Nilai Investasi harus selalu tetap, karena akan dittampakkan dalam neraca sebesar harga
perolehannya saja.
6. Perubahan nilai aktiva bersih Anak Perusahaan sebagai Konsekuensi dari kegiatan
operasionalnya tidak akan mempengaruhi besaarnya nilai investasi tersebut.
Dipos Gardhika Jogatama di 03.38

http://jogadhika.blogspot.co.id/2015/10/teknik-dan-prosedur-konsolidasi.html
Teknik dan Prosedur Laporan Keuangan Konsolidasi
Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antara lain
dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan
Induk Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (Subsidary Company)
digabungkan satu persatu dengan menggabungkan unsure-unsur yang sejenis dari Aktiva,
Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.
Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dijelaskan lebih
terperinci lagi, yaitu:
1. Mempersiapkan kertas kerja penyusunan laporan keuangan konsolidasi
2. Memasukkan laporan keuangan meliputi laporan laba rugi, laporan laba ditahan dan neraca
masing-masing perusahaan induk dan anak pada kolomnya masing-masing.
3. Jika ada kesalahan-kesalahan pada laporan keuangan induk atau anak (seperti koreksi
terhadap pencatatan investasi dengan metode biaya dikonversi ke metode ekuitas) perlu
dibuatkan jurnal penyesuaian (diposting ke buku besar perusahaan induk atau anak).
4. Memasukkan jurnal eliminasi dalam kertas kerja, seperti:
Mengeliminasi laba atau rugi antar perusahaan (laba atau rugi anak yang telah diakui dalam
laporan laba-rugi perusahaan induk). Mengeliminasi dividen anak perusahaan yang telah
dicatat pada saat perusahaan induk menerima dividen dari anak.
Pendapatan dari perusahaan anak..................xxx
Dividen....................................................... xxx
Investasi pada perusahaan anak................. xxx
Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas dalam laba dan dividen perusahaan anak.
Beban hak minoritas.................................... xxx
Dividen...................................................... xxx
Hak minoritas............................................ xxx
Mengeliminasi akun resiprokal, yaitu akun investasi pada perusahaan anak (di neraca induk)
dan akun ekuitas (di neraca anak) dikali dengan persentase kepemilikan induk.
Jika NW dari akun investasi pada perusahaan anak = NB dari akun ekuitas
Modal saham................................................. xxx
Tambahan modal (jika ada).......................... xxx
Laba ditahan.................................................. xxx
Investasi pada perusahaan anak................................. xxx
Hak monoritas (% kepemilikan x total ekuitas)........ xxx

Jika NW dari akun investasi pada perusahaan anak > < NB dari akun ekuitas. (catatan lihat
penjelasan selanjutnya)
Modal saham................................................. xxx
Tambahan modal (jika ada).......................... xxx
Laba ditahan.................................................. xxx
Alokasi kelebihan ......................................... xxx
Investasi pada perusahaan anak.............................. xxx
Hak monoritas (% kepemilikan x total ekuitas)..... xxx

Mengalokasikan dan mengamortisasi perbedaan nilai wajar dari akun investasi dengan nilai
buku ekuitas (dari langkah ke 5).
Jika ada perbedaan itu dialokasikan ke aktiva tetap, maka perlu dibuatkan jurnal penyusutan.
Demikian pula jika ada hak paten perlu diamortisasi pertahun.
Mengeliminasi akun resiprokal lainnya (seperti hutang, piutang, pembelian dan penjualan
antar perusahaan.
5. Menjumlah akun-akun pada kedua laporan keuangan untuk akun-akun yang tidak resiprokal
pada kolom laporan konsolidasi.
6. Menjumlahkan akun-akun pada kedua laporan keuangan ditambah dan dikurangi akun-
akundalam kolom jurnal eliminasi.

Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan Anak
Perusahaan dapat digunakan 3 (dua) metode yaitu:
a. Metode Ekuitas (Equity Method)
b. Metode Ekuitas Tidak Lengkap
c. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

a. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas (Equity Method)


Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk
Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva
bersih Anak Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan
menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan.data.
Pencatatan investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan
pada suatu anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar dan sama dengan investasi pada
perusahaan-perusahaan cabangnya. Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan
atas suatu fakta bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian
dari satu kesatuan usaha, seperti halnya hubungan antara Kantor Pusat dan Cabang-
Cabangnya. Oleh sebab itu perubahan-perubahan yang terjadi didalam hak-hak pemegang
saham pada Anak Perusahaan harus diakui dan dicatat oleh Induk Perusahaan, untuk dapat
mengikuti dan melaporkan posisi keuangan dan perkembangan usahanya secara lengkap.
Nilai investasi Induk Perusahaan terhadap Perusahaan akan meningkat jika Anak
Perusahaan memperoleh laba bersih dan akan menurun atau berkurangnya nilainya, jika Anak
Perusahaan menderita kerugian.
Meskipun Laporan Keuangan Konsolidasi hasil penerapan metode ekuitas ini
nantinya akan sama dengan penerapan metode biaya, namun lembar kerja konsolidasi beserta
jurnal untuk penyesuaian dan eliminasi akan berbeda. Harus memperhatikan pengaruh
perubahan modal anak Perusahaan terhadap hak pemilikan Induk Perusahaan.

Beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan antara lain:


Perkiraan Investasi Saham dalam Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Kas
Akan berubah jumlahnya apabila Induk Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Piutang Dividen Anak Perusahaan
Timbul karena perusahaan mengumumkan Dividen namun belum dibayar.Perkiraan ini harus
dihapuskan apabila telah dibayar tunai (kas).
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Induk Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba atau Rugi.
Selain itu akan berubah juga karena adanya Laba atau Rugi milik Induk Perusahaan sendiri.
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila ada Laba Rugi atau pembagian Dividen pada Anak
Perusahaan sendiri.
Perkiraan-perkiraan diatas, dalam Kertas Kerja (Worksheet) penyusunan Laporan
Keuangan Konsolidasi harus sudah menunjukkan Saldo Akhir pada Laporan Keuangan
Konsolidasi, artinya sudah diperhitungkan perubahan jumlahnya.

b. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas Tidak Lengkap


Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama
dengan laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo
laba konsolidasi. Persamaan jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini
tidak selalu ada. Persamaan tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan tidak secara
benar,atau jika akuntansi metode biaya digunakan untuk investasi perusahaan anak.
Contohnya, perusahaan induk dalam menerapkan akuntansi metode ekuias mungkin
mengamortisasikan perbedaan antara investasi dan nilai buku yang diperoleh pada buku
terpisah perusahaan induk, atau mungkin tidak mengeliminasi laba atau rugi antar-
perusahaan.Kelalaian-kelalaian seperti itu menyebabkan tidak lengkapnya penerapan
akuntansi metode ekuitas. Kesalahan-kesalahan lain dalam penerapan metode ekuitas
menyebabkan salah saji yang seruppa dalam laba dan saldo laba perusahaan induk.
Masalah yang timbul dari salahnya penerapan metode ekuitas atau menggunakan
metode biaya untuk investasi perusahaan anak mugkin tidak seserius yang terlihat. Hal ini
dikarenakan akuntan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi yang benar dengan
mengabaikan bagaimana perusahaan induk mempertanggungjawabkan investasinya pada
perusahan anak. Tidak ada pelanggaran terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum
sepanjang laporan keuangan konsolidasi yang disiapkkan bagi pemegang saham benar dan
perusahaan induk/investor tidak menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit yang lain.
Tetap digunakannya metode biaya atau metode ekuitas tidak lengkap oleh beberapa
perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya
sebagai laporan keuangan yang disiapkan bagi para pemegang saham dari entias utama.

c. Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)


Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak
Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak
Perusahaan) yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan. Sebaliknya
laba atau rugi atas pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian atau seluruh
jumlah saham yang dimiliki tersebut dijual.
Pada metode biaya bagian dividen yang dibagikan oleh Anak Perusahaan dicatat pada
sisi debit dalam rekening Piutang Dividen (Kas), dengan rekening lawan kredit
Penghasilan Dividen.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada Metode biaya:
Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, tidak mengalami perubahan jumlahnya.
Perubahan modal Anak Perusahaan akibat adanya Laba, Rugi atau pembagian Dividen tidak
mempengaruhi Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, atau Induk Perusahaan
tidak menyesuaikan Investasinya.
Laba atau rugi dari Anak Perusahaan baru diakui oleh Induk Perusahaan sebesar Prosentase
(%) kepemilikannya pada saat disusun Neraca Konsolidasi melalui perkiraan Laba yang
ditahan (Retained Earning) untuk Induk Perusahaan. Perkiraan ini hanya tampak pada
Worksheet penyusunan neraca Konsolidasi.
Penghapusan (eliminasi) terhadap perkiraan-perkiraan Modal Saham, Agio Saham dan
Retained Earning Anak Perusahaan hanya didasarkan pada jumlah awal/Saldo Awal tahun
atau Saldo Awal pada saat kepemilikan.
Metode Biaya berdasarkan pada asumsi bahwa investasi Induk terhadap Anak Perusahaan
merupakan bagian dari Aktiva.
Nilai Investasi harus selalu tetap, karena akan dittampakkan dalam neraca sebesar harga
perolehannya saja.
Perubahan nilai aktiva bersih Anak Perusahaan sebagai Konsekuensi dari kegiatan
operasionalnya tidak akan mempengaruhi besaarnya nilai investasi tersebut.

D. Konsolidasi Sebelum dan Sesudah Laporan Keuangan


PT. Raihan membeli semua saham PT. Ramadhan dengan kas sebesar Rp600.000,-
tunai. Diasumsikan, nilai wajar/harga pasar PT. Ramadhan sama dengan nilai bukunya pada
tanggal penggabungan.
Neraca kedua perusahaan sebelum tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:
Dari neraca diatas, dapat diketahui bahwa total saham yang diperoleh adalah 400.000
+ 200.000 = 600.000.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Karena nilai wajar/harga pasar dan nilai bukunya sama, maka tidak ada selisih, dan
tidak ada pengakuan terhadap goodwill. Selanjutnya transaksi pembelian saham PT.
Ramadhan ini dicatat dalam jurnal seperti berikut:
1. Investasi di PT. Ramadhan (Db) 600.000
Kas (Kr) 600.000
(Mencatat pembelian saham PT. Ramadhan)
Dalam hal ini, tidak ada penambahan aset (aktiva) maupun kewajiban, melainkan
dicatat sebagai Investasi saja karena yang diakuisisi hanya sahamnya saja, dimana nilai
saham seharga 600.000 tersebut merupakan cerminan dari nilai net aset atau aktiva bersihnya
juga. Disini, hak pengendali diperoleh dengan membeli saham PT. Ramadhan.
Berikut ini adalah neraca kedua perusahaan setelah akuisisi:
Perlu diingat bahwasannya neraca konsolidasi ini dibuat oleh PT. Raihan adalah untuk
menyatukan laporan keuangan dua perusahaan yang sebelumnya terpisah. Transaksi investasi
ini merupakan transaksi antar perusahaan yang ada dalam satu grup, maka harus dieliminasi.
Sehingga perlu membuat jurnal sebagai berikut:
1. Saham PT. Ramadhan (Db) 400.000
Laba di Tahan (Db) 200.000
Investasi di PT. Ramadhan (Kr) 600.000
(mencatat eliminasi di PT. Ramadhan)

Kemudian dibuat kerja kertas kerja konsolidasi:


Dan setelah kertas kerja selesai dibuat dengan diikutsertakan eliminasi, Neraca
Konsolidasi PT. Raihan akan tampak seperti berikut:
E. Konsolidasi Pada Tanggal Ekusisi
Pada dasarnya, laporan keuangan keungan konsolidasi disusun dengan menggunakan
prinsip akuntansi yang sama. Akan tetapi, laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil
operasi dan posisi keuangan dua entitas atau lebih yang memliki hubungan istimewa menjadi
sebuah laporan keuangan yang seolah-olah berasal dari satu entitas, tentu saja setelah
mengalami proses eliminasi.
1. Kertas kerja konsolidasi
Kertas kerja konsolidasi merupakan mekanisme yang efisien untuk menggabungkan akun-
akun dari perusahaan yang terpisah yang akan dikonsolidasi dan untuk menyesuaikan saldo
gabunganmenjadi angka-angka yang akan dilaporkan seakan-akan semua perusahaan yang
dikonsolidasi adalah satu entitas. Penting untuk diketahui bahwa entitas konsolidasi tidak
mempunyai pembukuannya sendiri, tiap-tiap perusahaan yang akan dikonsolidasi
mempunyai pembukuan mereka sendiri-sendiri. Kertas kerja konsolidasi berisi dari empat
kolom yaitu:
a. Nama pos, berisi nama pos-pos yang merupakan asset,kewajiban maupun ekuitas entitas.
b. Data neraca, memuat 2 subkolom yaitu data perusahaan induk dan anak . Tiap subkolom
menjelaskan nilai dari pos-pos yang ada disebelah kiri
c. Ayat jurnal eliminasi. Pada kolom ini, total saldo akun perusahaan-perusahaan terpisah yang
akan dikonsolidasi disesuaikan untuk mencerminkan angka yang akan muncul jika entitas
konsolidasi berdiri sendiri sebagai entitas tunggal dan legal . agar tidak bercampur dengan
ayat jurnal umum, ayat jurnal eliminasi diberi tanda E pada sudut kiri jurnalnya. Ayat jurnal
eliminasi hanya muncul di kertas kerja konsolidasi dan tidak mempengaruhi pembukuan
perusahaan manapun
d. Terakhir adalah kolom konsolidasi yang memuat hasil akhir dari peyesuaian dari entitas-
entitas yang akan dikonsolidasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
Data neraca percobaan Ayat jurnal eliminasi konsolidasi
Nama
Entitas Entitas
pos Debet Kredit
induk anak

2. Penyusunan neraca konsolidasi sesaat setelah akuisisi kepemilikan penuh


Contoh kasus:
Alim corp. membeli seluruh saham deeny company pada tanggal 1 januari dan sesaat
setelahnya langsung menyusun neraca konsolidasi . Berikut disajikan neraca terpisah kedua
entitas tersebut sebelum akuisisi:
Alim corp. Deeny company
Aktiva
Kas 700.000 100.000
Piutang usaha 150.000 100.000
Sediaan 200.000 120.000
Tanah 350.000 80.000
Bangunan dan
peralatan 1.600.000 1.200.000
Akumulasi penyusuta (800.000) (600.000)
Total aktiva 2.200.000 1.000.000
Kewajiban dan ekuitas
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 400.000 200.000
Saham biasa 1.000.000 400.000
Laba ditahan 600.000 200.000
Total ekuitas & ekuitas 2.200.000 1.000.000

Selanjutnya, semua ayat jurnal dan ayat jurnal eliminasi dalam materi ini akan diberi nomor
berurut. Ayat jurnal eliminasi yang muncul di kertas kerja akan dibahas dalam teks.
3. Kepemilikan penuh dibeli pada nilai buku
Dari contoh diatas, alim membeli saham deeny 100% saham biasa beredar seharga $600.000.
pada saat penggabungan usaha, nilai wajar yang masing-masing aktiva dan kewajiban deeny
sama dengan nilai buku yang disajikan dalam tabel diatas. Harga beli saham
sebesar $600.000( 400.000+200.000). alim mencatat akuisisi saham di pembukuannya pada
tanggal penggabungan usaha dengan ayat jurnal sebagai berikut:
1 januari 20X1
Investasi saham deny 600.000
Kas 600.000
Berikut neraca kedua entitas sesaat setelah akuisisi:
Alim corp. Deeny company
Aktiva
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 150.000 100.000
Sediaan 200.000 120.000
Tanah 350.000 80.000
Bangunan dan
peralatan 1.600.000 1.200.000
Akumulasi penyusutan (800.000) (600.000)
Investasi-saham deeny 600.000
Total aktiva 2.200.000 1.000.000
Kewajiban dan ekuitas
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 400.000 200.000
Saham biasa 1.000.000 400.000
Laba ditahan 600.000 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 2.200.000 1.000.000

Kertas kerja konsolidasinya dapat dibuat sebagai berikut:


Konsolid
Data neraca ayat jurnal eliminasi
Pos asi
Alim Deeny Debet Kredit
Kas 100.000 100.000 200.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 320.000
Tanah 350.000 80.000 430.000
Bangunan
dan 2.800.00
peralatan 1.600.000 1.200.000 0
Akumulasi 1.400.00
penyusutan (800.000) (600.000) 0
Investasi-
saham
deeny 600.000 600.000a
Total 3.200.00
aktiva 2.200.000 1.000.000 600.000 0
Kewajiban
dan ekuitas
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 400.000 200.000 600.000
Saham 1.000.00
biasa 1.000.000 400.000 400.000a 0
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000a 600.000
Total
ekuitas & 3.200.00
ekuitas 2.200.000 1.000.000 600.000 0
Ayat jurnal eliminasi investasi:
1. Saham biasa-deeny 400.000
Laba ditahan 200.000
Investasi-saham deeny 600.000
Setelah dieliminasi, neraca konsolidasi dapat disajikan sebagai berikut:
Alim corp. and subdiaries
Neraca konsolidasi
1 januari 20X1
Aktiva Kewajiban
Kas 200.000 Utang usaha 400.000
Piutang usaha 250.000 Utang obligasi 600.000
Sediaan 320.000 Ekuitas pemegang saham
Tanah 430.000
Bangunan dan Saham Biasa
peralatan 2.800.000 1.000.000
Akumulasi penyusutan 1.400.000 Laba ditahan 600.000

Total aktiva Total kewajiban dan


3.200.000 ekuitas 3.200.000

Kepemilikan penuh dibeli diatas nilai buku


Harga saham suatu persahaan biasanya dipengaruhi banyak factor, termasuk
didalamnya aktiva bersih, profitabilitas perusahaan, dan kondisi pasar secara umum. Pada
saat membeli saham perusahaan lain, tidak beralasan akan mengharapkan harga beli sama
dengan nilai buku saham yang diakuisisi. Berikut beberapa alasan mengapa harga beli saham
suatu perusahaan lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut:
1. Kesalahan dan penghilangan dari pembukuan anak perusahaan.
Jika pembukuan anak perusahaan diteliti, sangat mungkin kita akan menemukan adanya
kesalahan dan penghapusan yang mengkibatkan timbilnya selisih antara nilai buku dengan
nilai wajar. Ketidaksesuaian itu biasanya disebabkan karena anak perusahaan tidak mengikuti
prinsip akuntansi berlaku umum untu aktivitas pencatatannya. Untuk menghapus
ketidaksesuaian itu, maka anak perusahaan dikoreksi dan setelah anakperusahaan dinyatakan
sesuai dengan PABU, maka tidaka ada lagi bagian diferensial yang disebabkan kesalahan dan
penghilangan tersebut.
2. Selisih lebih nilai wajar diatas nilai buku dari aktiva bersih anak perusahaan yang dapat
diidentifikasi
Dalam banyak kasus, nilai wajar suatu aktiva yang diakuisisi lebih tinggi dari nilai bukunya.
Akibatnya, harga beli lebih tinggi dari nilai buku saham yang diakuisisi. Prosedur konsolidasi
mewajibkan menyusu neraca konsolidasi harus berdasakan nilai wajar aktiva tersebut. Untuk
mencapai nilai wajar aktiva dapat digunakan dua cara:(1) aktiva dan kewajiban direvaluasi
langsung dari pembukuan anak perusahaan.(2)dasar akuntansi anak perusahaan
dipertahankan dengan ketentuanrevaluasi dilakukan tiap periode.
Biasanya, perusahaan akan lebih condong untuk melakukan revaluasi aktiva dan
kewajiban karena asas praktisnya, dengan syarat didalam perusahaan tidak ada hak minoritas
yang berpengruh signifikan (karena dari sudut pandang minoritas anak perusahaan
berkelanjutan dan dasar akuntansi tidak boleh berubah). Namun, bila ada hak minoritas, maka
diperlukan ayat jurnal yang merevaluasi aktiva tersebut dan mengalokasikan dierensial dalam
kertas kerja konsolidasi tiap kali laporan keuangan konsolidasi disusun.
3. Keberadaan goodwill
Pada suatu kondisi perusahaan membeli saham diatas harga total nilai wajar aktiva anak
perusahaan yang dapat diidentifikasi, tambahan pembayaran tersebut biasanya diperlakukan
sebagai pembayaran atas kemampuan laba yang tinggi perusahaan yang diakuisisi, karena itu
sisa diferensial debet akan dialokasikan ke sebagai goodwill.
Asumsikan bahwa alim membeli saham biasa dee seharga 680.000 tunai pada tanggal
1 januari 20X1. Dalam pembelian tersebut, dapat kita lihat bahwa alim membayar $80.000
lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut. Terkait hl ini, alim mencatat pembelian tersebut
sebagai berikut:
Investasi-saham dee $680.000
Kas $680.000
Dalam suatu penggabungan usaha, harga beli harus dialokasikan ke aktiva dan
kewajiban yang diakuisisi. Karena itu, jumlah tertentu yang dibayar perusahaan tersebut
harus dialokasikan ke aktiva dan kewajiban tertentu dan juga dialokasikan ke goodwill bila
ada kelebihan (diferensial positif) pada nilai buku anak perusahaan.
Prosedur untuk kertas kerja konsolidasi seharusnya memiliki pola yang sama dengan
kertas kerja biasa, hanya saja ada perlakuan khusus pada selisih nilai buku dan harga beli
tersebut. Pada saat harga beli lebih tinggi, maka pembuatan ayat jurnal eliminasi harus
mendebet akun diferensial yang menyamakan posisi jumlah debet dan kredit pembelian
tersebut. Lebih jelas, berikut ayat jurnal eliminasi yang dibuat entitas konsolidasi:
1. Saham biasadeeny 400.000
Laba ditahan 200.000
Deferensiasi 80.000
Investasi saham deeny 680.000
Saldo yang dialokasikan ke akun deferensial dalam ayat jurnal eliminasi tersebut
selanjutnya akan dinolkan dengan melalui satu atau lebih ayat jurnal tambahan, tergantung
nilai lebih tersebut akan dialokasikan kemana, apakah ke aktiva( alasan kedua munculnya
diferensial positif) atau ke goodwill(syarat ketiga).
Bila dialokasikan ke aktiva seperti syarat kedua ,tanah misalnya, maka akan muncul
ayat jurnal penyesuaian dan neraca sebagai berikut:
2. Tanah 80.000
Diferensial 80.000

Data neraca ayat jurnal eliminasi Konsolid


Pos
Alim Deeny Debet Kredit asi
Kas 20.000 100.000 120.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 320.000
Tanah 350.000 80.000 80.000c 430.000
Bangunan
dan
peralatan 1.600.000 1.200.000 2.800.000
Akumulasi
penyusutan (800.000) (600.000) 1.400.000
a
Investasi- 680.000 680.000
saham
deny
diferensial 80.000a 80.000c
Total aset 2.200.000 1.000.000 3.200.000
Kewajiban
dan ekuitas
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 400.000 200.000 600.000
Saham
biasa 1.000.000 400.000 400.000a 1.000.000
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000a 600.000
Total
pasiva 2.200.000 1000.000 760.000 760.000 3.200.000

4. Ilustrasi Perlakuan diferensial debet


Asumsikan bahwa alim membeli saham deeny seharga $800.000 pada tanggal 1
januari 20X1 dengan menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga 9% dan nilai nominal
$200.000 serta membayar tunai sebesar $600.000. untuk mencatat pembelian tersebut, alim
melakukannya sebagai berikut:
1 jan 20X1
Investasi-saham deeny 800.000
Utang obligasi 200.000
Kas 600.000

Berikut neraca deeny pada 1 jan 20X1


Nilai buku Nilai wajar Perbedaan nilai
wajar dan nilai
buku
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 100.000 100.000
Sediaan 120.000 150.000 30.000
Tanah 80.000 200.000 120.000
Bangunan dan 1.200.000 580.000
peralatan
Akumulasi
penyusutan (600.000) (20.000)
1.000.000 1.130.000
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 200.000 270.000 (70.000)
Saham biasa 400.000
Laba ditahan 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 1.000.000 470.000 60.000

Total harga beli sebesar $800.000 lebih tinggi 200.000 dibandingnilai buku aktiva
bersih deeny (nilai total aktiva dikurangi kwajiban) sehingga terdapat difernsial sebesar itu.
Total nilai wajar dari aktiva bersih dan dapat didentifikasi adalah $ 660.000. jumlah selisih
lebih total harga beli dengan nilai wajar aktiva bersih adalah $140.000 . jumlah tersebut
kemudian dialokasikan ke goodwill dalam neraca konsolidasi.

Data neraca ayat jurnal eliminasi Konsolid


Pos
Alim Deeny Debet Kredit asi
Kas 100.000 100.000 200.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 30.000c 350.000
Tanah 350.000 80.000 120.000c 550.000
Bangunan
dan 2.780.00
peralatan 1.600.000 1.200.000 20.000c 0
c
Goodwill 140.000 140.000
Investasi-
sahan deny 800.000 800.000d
d
Diferensial 200.000 200.000c
Total debet 4.270.00
3.200.000 1.600.000 0
Akumulasi 1.400.00
penyusutan 800.000 600.000 0
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 600.000 200.000 800.000
Premi utang
obligasi 70.000c 70.000
Saham 1.000.00
biasa 1.000.000 400.000 400.000d 0
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000d 600.000
Total 4.270.00
kredit 3.200.000 1.600.000 1.090.000 1.090.000 0

Kepemilikan penuh dibeli dibawah nilai buku


Ada beberapa factor yang bias menyebabkan saham dibeli dibawah nilai buku antara lain:
Kesalahan pembukuan dari anak perusahaan,yang untuk perlakuan akuntansinya ama
dengan pembelian diatas nilai buku yaitu dibuatkan koreksi.
Selisih lebih nilai buku dengan nilai wajar aktiva yang dapat didentifikasi. Jika terjadi
seperti ini,standar akuntansi mewajibkan adanya pengakuan penurunan nilai.
Berkurangnya nilai goodwill, jika ini terjadi, maka goodwill harus dihapusbuku
Pembelian murah karena goodwill negative. Jika terdapat goodwill negative, maka
goodwill negatif tersebut harus dialokasikan kesemua aktiva yang diakuisisi kecuali kas dan
setara kas.

Nilai buku Nilai wajar Perbedaan nilai


wajar dan nilai
buku
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 100.000 100.000
Sediaan 120.000 120.000
Tanah 80.000 90.000 10.000
Bangunan dan
peralatan 1.200.000
Akumulasi
penyusutan (600.000) 560.000 (40.000)
1.000.000 970.000
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 200.000 200.000
Saham biasa 400.000
Laba ditahan 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 1.000.000 970.000 (30.000)
TEKNIK DAN PROSEDUR KONSOLIDASI

KIta akan membahas prosedur untuk mengkonsolidasikan laporan keuangan


perusahaan induk dan perusahaan anak. Beberapa perbedaan yang terdapat dalam
proses konsolidasi diakibatkan oleh beberdanya metode akuntansi yang digunakan
perusahaan induk untuk mencatat investasinya dalam perusahaan anak.

KONSOLIDASI MENURUT METODE EKUITAS.

Bebagai pendekatan konsolidasi dan setiap kombinasi penyesuaian serta


eliminasi akan menghasilkan jumlah yang benar bagi laporan keuangan konsolidasi.
Ayat jurnal penyesuaian dan eliminasi yang disajikan dalam kertas kerja tidak
mempengaruhi akun buku besar perusahaan induk maupun perusahaan anak.
Penyesuaian atau eliminasi akun atau saldo hanya berarti bahwa jumlah yang
tercamtum pada kolom kolam perusahaan terpisah dalam kertas kerja (1)
disesuaikan sebelum dimasukan dalam kolom laporan konsolidasi atau (2) dieliminasi
dan tidak disajikan pada kolom laporan konsolidasi.

Laba ditahan konsolidasi awal

Ditambah : laba bersih konsolidasi

(atau dikurangi rugi bersih konsolidasi)

Dikurangi : Deviden perusahaan Induk .

Laba ditahan konsolidasi akhir

Dalam format kertas kerja, baris laba bersih diturunkan ke bagian laba Laba ditahan
kertas kerja tanpa penyesuaian lebih lanjut. Demikian juga, baris labaditahan akhir
diturunkan ke bagian Neraca, yang sekali lagi tanpa penyesuainan atau eliminasi lebih
lanjut. Perhatikan bahwa setiap baris dalam kerja akan menghasilkan jumlah
konsolidasi dengan menjumlahkan saldo akun perusahaan induk serta perusahaan
anak dan kemudian atau mengurangkan penyesuaian serta eliminasi secara layak.

Laba bersih dan laba ditahan perusahaan induk menurut metode akuntansi ekuitas
yang lengkap adalah sama dengan laba ditahan konsolidasi.
Susunan Ayat Jurnal Dalam Kertas Kerja

Dengan bertam bahnya kompleksitas proses konsolidasi, susunan penyesuaian


dan eliminasi pada kertas kerja dapat diperluas ke hal hal berikut ;

1. Penyesuaian terhadap kesalahan san pengabaian dalam laporan keuangan


perusahaan induk dan perusahaan anak yang terpisah.

2. Penyesuaian untuk mengeleminasi laba dan rugi antar perusahaan.

3. Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan deviden dari perusahaan anak dan
menyesuaikan investasi dalam perusahaan anak dengan saldo awal periode.

4. Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas pada laba dan deviden perusahaan anak.

5. Mengeliminasi saldo investasi dalam perusahaan anak dan ekuitas perusahaan anak.

6. Mengalokasikan dan mengamortisasi perbedaan biaya / nilai buku (dari langka 5).

7. Mengeliminasi saldo yang bersifat resiprokal lainnya (utang-piutang antar


perusahaan, pendapatan serta beban, dan lain lainnya)

Meski ada beberapa susunan lainnya, susunan ini dapat dianggap cukup memadai.
Dan diajnurkan untuk mempelajari dan menerapkannya selama mempelajari
konsolidasi.

Hak minorotas yang direfleksikan dalam neraca konsolidasi dihitung sebagai hak
minoritas awal ditambah beban hak minoritas dikurangi deviden hak minoritas.
Demikian pula, laba investasi dari perusahaan anak yang dikonsolidasikan selalu
dieliminasi. Laba bersih konsolidasi dihitung dengan mengurangi beban konsolidasi
dan beban hak minoritas dari pendapatan konsolidasi.

MENEMUKAN KESALAHAN

Bagian terakhir dari kertas kerja konsolidasi yang akan diselesaikan adalah
bagian neraca konsolidasi. Sebagian besar kesalahan yang dibuat dalam
mengkonsolidasikan laporankeuangan akan tampak apabila neraca konsolidasi tidak
seimbang. Jika neraca konsolidasi tetap tidak seimbang setelah totalnya dihitung
kembali, setiap pos harus diperiksa untuk memastikan bahwa semua pos telah
dicatat. Kelalaian mencata beban hak minoritas dalam laporan laba rugi
konsolidasidan ekuitas hak minoritas dalam neraca konsolidasi sering terjadi karena
pos pos tersebut tidak tercantum pada laporan perusahaan yang terpisah.
Kesamaan debet dan kredit pada ayat jurnal kertas kerja diperiksa dengan
menjumlahkan kolom penyesuaian dan eliminasi.

PENGALOKOSIAN KELEBIHAN KE AKTIVA BERSIH YANG DAPAT DIIDENTIFIKASI.

FASB Statement No 141 maupun No142 mengharuskan perusahaan


menyediakan setidaknya ikhtisar pengungkapan menyangkut alokasi harga beli
perusahaan anak yang diakuisisi, terutama yang berkaitan dengan perolehan goodwill
adn aktifa tidak berwujud lainnya. Ini secara khusus mengharuskan perusahaan
mengungkapkan, pada tahun akuisisi, neraca ringkas yag menunjukan jumlah yang
dibebankan ke dalam aktifa dan kewajiban utama, jumlah penelitian dan
pengembangan dalam proses yang dibeli serta penghapusan, dan jumlah total yang
dibebankan ke kategori utama aktifa tidak berwujut. FASB Statement No 142
mengharuskan lebih lanjut bahwa jumlah goodwill ditunjukan sebagai baris terpisah
dalam neraca (dengan asumsi jumlah tersebut bersifat material).

Dimana bab ini mengasumsikan bahwa perusahaan mengalokasikan setiap kelbihan


biaya investasi atas nilai buku baik ke paten maupun goodwill yang sebelumnya
belum dicatat. Prosedur kertas kerja konsolidasi untuk mengalokasikan kelebihan ke
aktifa dan kewajiban khusus serupa dengan prosedur yang diilustrasikan untuk
mengalokasikan kelebihan ke aktiva dan kewajiban khusus serupa dengan prosedur
yang diilustrasikan untuk paten. Namun dalam ayat jurnal kertas kerja jauh lebih
kompleks karena mempengaruhi lebih banyak akun dan memerlukan skema alokasi,
amortisasi, dan penyusutan tambahan. Misalnya :

Pate Corporation dan Perusahaan anaknya yang memiliki 90 %, yaitu solo


corporation. Pate moperoleh kepemikikan ekuitasnya dalam solo pada tanggal 31
Desember 2006 secara tunai sebesar $ 365.000 ketika ekuitas pemegang saham solo
terdiri dari modal saham sebesar $200.000 dan laba ditahan sebesar $50.000. pada
tanggal tersebut solo menjadi perusahaan anak Pete. Dimana nilai buku dan nilai
wajar aktiva solo adalah sebagai berikut :

Dinilai terlalu
Rendah
Nilai (Dinilai terlalu
Wajar Niali Buku Tinggi)

Persediaan $ 60 $ 50 $ 10

Tanah 60 30 30

Bangunan
Peralatan 180 100 80

70 90 (20)

$ 370 $ 270 $ 100

Bedasarkan informasi ini, Pete mengalokasikan kelebihan biaya atas nilai buku yang
diperoleh sebesar $ 140.000 [Biaya sebesar $ 365.000 (90% x $250.000 ekuitas solo ] ke
aktiva yang dapat diidentifikasi dan goodwill, seperti yang ditunjukan pada skedul
berikut :

Dinilai terlalu Kepemilikia


Rendah n Alokasi Periode

(Dinilai terlalu yg
Tinggi) diperoleh Kelebihan Amortisasi

Terjual pada tahun


Persediaan $ 10 x 90% = $ 9 2007

Tanah 30 90% 27 tidak ada

Bangunan - Bersih 80 90% 72 36 Tahun

Peralatan - Bersih (20) 90% (18) 9 Tahun

Goodwill 50 tidak ada

$ 140

Skedul tersebut juga menunjukan periode amortisasi yang dibebankan ke aktiva yang
dinilai terlalu rendah dan yang dinilai terlalu tinggi.

Konsolidasi Pada saat Akuisisi

Karena alokasi kelebihan biaya atas nilai buku cuku kompleks, akun kelebihan
yang belum di amortisasi digunakan dalam kertas kerja. Ayat jurnal kertas kerja yang
pertama mengeliminasi akuninvestasi dalam solo dan ekuitas pemegang saham solo
yang bersifat resiprokal, mencatat 10% hak minoritas pada solo dan mendebet akun
kelebihan yang belum diamortisasi sebesar $140.000 untuk kelebihan biaya atas nilai
buku yang diperoleh.

Konsolidasi Setelah Akuisisi

Misalnya Anak Perusahaan (Solo) melaporkan laba bersih tahun 2007 sebesar
$60.000 dan mengumumkan deviden sebesar $10.000 pada tanggal 1 juni serta 1
desember (total selama tahun 2007 sebesar $20.000). solo mebayar deviden tanggal 1
Juni, tetapi deviden tanggal 1 Desember masih belum dibayarkan pada tanggal 31
Desember 2007. Selama tahun 2007 solo menjual persediaan yang dinilai terlalu
rendah, tetapi tanah dan bangunan yang dinilai terlalu rendah serta peralatan yang
dinilai terlalu tinggi masih digunakan oleh solo pada tanggal 31 Desember 2007. Pada
tanggal penggabungan usaha, bangunan mempunyai sisa umur manfaat selama 36
tahun dan peralatan selama 9 tahun.

KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI PATE CORPORATION DAN


PERUSAHAAN ANAK

PER - 31DESEMBER 2006 ( DALAM


RIBUAN )

90
% Penyesuaian Neraca

Pet sol Konsolida


e o dan Eliminasi si

Aktifa $
$5 $ 25
Kas 20

Piutang - Bersih 90 25 b 9 115

Persediaan 80 50 b 27 139

Tanah 60 30 b 72 117

Bangunan - Bersih 200 100 b 18 372

Peralatan - Bersih 135 90 a 365 207

Investasi dalam solo 365 b 50

a 140 b
50
Goodwill 140
Kelebihan yg belum di
Amortisasi

$ $
Total $ 1.025
950 300

Kewajiban dan Ekuitas $ $


$ 180
Utang Usaha 130 50

Modal saham - Pete 700 700

Laba ditahan - Pete 120 120

Modal Saham - Solo 200 a 200

Laba ditahan - Solo 50 a 50

Hak Minoritas a 50 25

$ $
Total
950 300 $ 1.025

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

Laporan arus kas konsolidasi disusun dari laporan laba rugi konsolidasi,
bukan dari laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang terpisah.
Dengan sedikit pengecualian, penyusunan laporan arus kas konsolidasi melibatkan
analisis dan prosedur yang sama seperti yang digunakan dalam menyususn laporan
arus kas entitas yang terpisah. Neraca konsolidasi pada awal dan akhir tahun akan
digunakan untuk menghitung perubahan yang terjadi selama tahun tersebut, yang
harus dijelaskan dala laporan arus kas.

Laporan arus kas disusun dengan mengunakan konsep tunggal : kas dan
ekuivalen kas. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) mengizinkan
dua cara penyajian pelaopran arus kas bersih dari operasi. Metode tidak langsung
dimulai dengan laba bersih konsolidasi dan mencakup penyesuaian atas pos pos
yang tidak menghasilkan atau menggunakan kas untuk memperoleh arus kas bersih
operasi. Sementara itu, metode langsung mengoffset kas yang diterima dari
pelanggan dan laba investasi terhadap kas yang fi bayarkan kepada pemasok,
karyawan, badan pemerintah, dan sebagainya untuk memperoleh kas bersih dari
operasi.

Laporan Arus Kas Konsolidasi Metode Tidak Langsung

Laporan Arus Kas Konsolidasi disusun secara langsung dari kolom kolom
Arus Kas dari Operasi Arus Kas Aktivitas Investasi dan Arus Kas Aktivitas
Pembiayaan pada neraca lajur.

Beban hak minoritas ( noncontroling interest expense) adalah kenaikan arus kas dari
aktivitas operasi karena beban hak minoritas meningkatkan aktiva dan kewajiban
konsolidasi dengan cara yang sama seperti pada laba bersih konsolidasi. Demikian
juga, deviden hak minoritas dikurangkan dalam pelaporan arus kas dari aktivitas
pembiayaan.

Laba dan Deviden dari Investee Menurut Metode Tidak Langsung dan Langsung.

Jika metode tidak langsung yang digunakan, laba dari ekuitas investee adalah
pos-pos yang membutuhkan perhatian khusus dalam laporan arus kas konsolidasi.
Laba dari ekuitas investasi meningkatkan laba tetapi tidak meningkatkan kas karena
kenaikan tersebut direflesikan dalam akun investasi. Sabaliknya, deviden yang
diterima dari ekuitas investee meningkatkan kas tetapi tidak mempengaruhi laba
karena akun investasi mereflesikan penurunan.

Jumlah bersih pos-pos tersebut dikurangikan dari (atau ditambah ke ) laba


bersih dalam bagian Arus Kas dari Aktifa Operasi pada laporan arus kas. Kelebihan
deviden yang diterima atas pendapatan ekuitas akan ditambahkan. Jika mengunakan
metode langsung dalam menyusun laporan arus kas, deviden yang diterima dari
ekuitas investee dilapporkan sebagai arus kas masuk dari aktivitas operasi.

Laporan Arus Kas Metode Langsung.


Menurt metode langsung pos-pos laporan laba rugi konsolidasi yang
melibatkan arus kas diubah dari dasar akrual menjadi dasar kas, pos-pos yang tidak
melibatkan kas dijelaskan dalam catatan atau skeduel pendukung laporan arus kas.

MEMBUAT NERACA LAJUR KONSOLIDASI.

Secara vertikal, bagi neraca lajur tersebut menjadi tiga bagian yang terpisah untuk
membuat tiga laporan keuangan yang kita inginkan. : Laba Bersih, Laba Ditahan, Total
Aktiva dan Total Ekuitas. Tidak ada jumlah yang dimasukan untuk pos-pos tersebut,
karena dihitung atau dicatat langsung dari bagian neraca lajur sebelumnya.

Kertas Kerja dibuat untuk menghasilkan laporan keuangan yang berguna bagi entitas
bisnis yang dikonsolidasikan. Tujuannya adalah membuat laporan keuangan
konsolidasi yang berguna. Kertas kerja merupakan sarana untuk mengatur dan
memanipulasi data. Laporan arus kas konsolidasi dapat disusun dari neracca dan
laporan laba rugi konsolidasi.

Diposkan oleh Walter Rinaldy di 7/05/2012 09:48:00 AM

http://rinaldy-tuhumury.blogspot.co.id/2012/07/teknik-dan-prosedur-
konsolidasi.html
Teknik dan Prosedur Laporan Keuangan Konsolidasi
Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antara lain
dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan
Induk Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (Subsidary Company)
digabungkan satu persatu dengan menggabungkan unsure-unsur yang sejenis dari Aktiva,
Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.
Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dijelaskan lebih
terperinci lagi, yaitu:
1. Mempersiapkan kertas kerja penyusunan laporan keuangan konsolidasi
2. Memasukkan laporan keuangan meliputi laporan laba rugi, laporan laba ditahan dan neraca
masing-masing perusahaan induk dan anak pada kolomnya masing-masing.
3. Jika ada kesalahan-kesalahan pada laporan keuangan induk atau anak (seperti koreksi
terhadap pencatatan investasi dengan metode biaya dikonversi ke metode ekuitas) perlu
dibuatkan jurnal penyesuaian (diposting ke buku besar perusahaan induk atau anak).
4. Memasukkan jurnal eliminasi dalam kertas kerja, seperti:
Mengeliminasi laba atau rugi antar perusahaan (laba atau rugi anak yang telah diakui dalam
laporan laba-rugi perusahaan induk). Mengeliminasi dividen anak perusahaan yang telah
dicatat pada saat perusahaan induk menerima dividen dari anak.
Pendapatan dari perusahaan anak..................xxx
Dividen....................................................... xxx
Investasi pada perusahaan anak................. xxx
Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas dalam laba dan dividen perusahaan anak.
Beban hak minoritas.................................... xxx
Dividen...................................................... xxx
Hak minoritas............................................ xxx
Mengeliminasi akun resiprokal, yaitu akun investasi pada perusahaan anak (di neraca induk)
dan akun ekuitas (di neraca anak) dikali dengan persentase kepemilikan induk.
Jika NW dari akun investasi pada perusahaan anak = NB dari akun ekuitas
Modal saham................................................. xxx
Tambahan modal (jika ada).......................... xxx
Laba ditahan.................................................. xxx
Investasi pada perusahaan anak................................. xxx
Hak monoritas (% kepemilikan x total ekuitas)........ xxx
Jika NW dari akun investasi pada perusahaan anak > < NB dari akun ekuitas. (catatan lihat
penjelasan selanjutnya)
Modal saham................................................. xxx
Tambahan modal (jika ada).......................... xxx
Laba ditahan.................................................. xxx
Alokasi kelebihan ......................................... xxx
Investasi pada perusahaan anak.............................. xxx
Hak monoritas (% kepemilikan x total ekuitas)..... xxx

Mengalokasikan dan mengamortisasi perbedaan nilai wajar dari akun investasi dengan nilai
buku ekuitas (dari langkah ke 5).
Jika ada perbedaan itu dialokasikan ke aktiva tetap, maka perlu dibuatkan jurnal penyusutan.
Demikian pula jika ada hak paten perlu diamortisasi pertahun.
Mengeliminasi akun resiprokal lainnya (seperti hutang, piutang, pembelian dan penjualan
antar perusahaan.
5. Menjumlah akun-akun pada kedua laporan keuangan untuk akun-akun yang tidak resiprokal
pada kolom laporan konsolidasi.
6. Menjumlahkan akun-akun pada kedua laporan keuangan ditambah dan dikurangi akun-
akundalam kolom jurnal eliminasi.

Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan Anak
Perusahaan dapat digunakan 3 (dua) metode yaitu:
a. Metode Ekuitas (Equity Method)
b. Metode Ekuitas Tidak Lengkap
c. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

a. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas (Equity Method)


Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk
Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva
bersih Anak Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan
menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan.data.
Pencatatan investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan
pada suatu anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar dan sama dengan investasi pada
perusahaan-perusahaan cabangnya. Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan
atas suatu fakta bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian
dari satu kesatuan usaha, seperti halnya hubungan antara Kantor Pusat dan Cabang-
Cabangnya. Oleh sebab itu perubahan-perubahan yang terjadi didalam hak-hak pemegang
saham pada Anak Perusahaan harus diakui dan dicatat oleh Induk Perusahaan, untuk dapat
mengikuti dan melaporkan posisi keuangan dan perkembangan usahanya secara lengkap.
Nilai investasi Induk Perusahaan terhadap Perusahaan akan meningkat jika Anak
Perusahaan memperoleh laba bersih dan akan menurun atau berkurangnya nilainya, jika Anak
Perusahaan menderita kerugian.
Meskipun Laporan Keuangan Konsolidasi hasil penerapan metode ekuitas ini
nantinya akan sama dengan penerapan metode biaya, namun lembar kerja konsolidasi beserta
jurnal untuk penyesuaian dan eliminasi akan berbeda. Harus memperhatikan pengaruh
perubahan modal anak Perusahaan terhadap hak pemilikan Induk Perusahaan.

Beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan antara lain:


Perkiraan Investasi Saham dalam Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Kas
Akan berubah jumlahnya apabila Induk Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Piutang Dividen Anak Perusahaan
Timbul karena perusahaan mengumumkan Dividen namun belum dibayar.Perkiraan ini harus
dihapuskan apabila telah dibayar tunai (kas).
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Induk Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba atau Rugi.
Selain itu akan berubah juga karena adanya Laba atau Rugi milik Induk Perusahaan sendiri.
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila ada Laba Rugi atau pembagian Dividen pada Anak
Perusahaan sendiri.

Perkiraan-perkiraan diatas, dalam Kertas Kerja (Worksheet) penyusunan Laporan


Keuangan Konsolidasi harus sudah menunjukkan Saldo Akhir pada Laporan Keuangan
Konsolidasi, artinya sudah diperhitungkan perubahan jumlahnya.
b. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama
dengan laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo
laba konsolidasi. Persamaan jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini
tidak selalu ada. Persamaan tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan tidak secara
benar,atau jika akuntansi metode biaya digunakan untuk investasi perusahaan anak.
Contohnya, perusahaan induk dalam menerapkan akuntansi metode ekuias mungkin
mengamortisasikan perbedaan antara investasi dan nilai buku yang diperoleh pada buku
terpisah perusahaan induk, atau mungkin tidak mengeliminasi laba atau rugi antar-
perusahaan.Kelalaian-kelalaian seperti itu menyebabkan tidak lengkapnya penerapan
akuntansi metode ekuitas. Kesalahan-kesalahan lain dalam penerapan metode ekuitas
menyebabkan salah saji yang seruppa dalam laba dan saldo laba perusahaan induk.
Masalah yang timbul dari salahnya penerapan metode ekuitas atau menggunakan
metode biaya untuk investasi perusahaan anak mugkin tidak seserius yang terlihat. Hal ini
dikarenakan akuntan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi yang benar dengan
mengabaikan bagaimana perusahaan induk mempertanggungjawabkan investasinya pada
perusahan anak. Tidak ada pelanggaran terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum
sepanjang laporan keuangan konsolidasi yang disiapkkan bagi pemegang saham benar dan
perusahaan induk/investor tidak menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit yang lain.
Tetap digunakannya metode biaya atau metode ekuitas tidak lengkap oleh beberapa
perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya
sebagai laporan keuangan yang disiapkan bagi para pemegang saham dari entias utama.

c. Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)


Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak
Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak
Perusahaan) yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan. Sebaliknya
laba atau rugi atas pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian atau seluruh
jumlah saham yang dimiliki tersebut dijual.
Pada metode biaya bagian dividen yang dibagikan oleh Anak Perusahaan dicatat pada
sisi debit dalam rekening Piutang Dividen (Kas), dengan rekening lawan kredit
Penghasilan Dividen.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada Metode biaya:
Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, tidak mengalami perubahan jumlahnya.
Perubahan modal Anak Perusahaan akibat adanya Laba, Rugi atau pembagian Dividen tidak
mempengaruhi Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, atau Induk Perusahaan
tidak menyesuaikan Investasinya.
Laba atau rugi dari Anak Perusahaan baru diakui oleh Induk Perusahaan sebesar Prosentase
(%) kepemilikannya pada saat disusun Neraca Konsolidasi melalui perkiraan Laba yang
ditahan (Retained Earning) untuk Induk Perusahaan. Perkiraan ini hanya tampak pada
Worksheet penyusunan neraca Konsolidasi.
Penghapusan (eliminasi) terhadap perkiraan-perkiraan Modal Saham, Agio Saham dan
Retained Earning Anak Perusahaan hanya didasarkan pada jumlah awal/Saldo Awal tahun
atau Saldo Awal pada saat kepemilikan.
Metode Biaya berdasarkan pada asumsi bahwa investasi Induk terhadap Anak Perusahaan
merupakan bagian dari Aktiva.
Nilai Investasi harus selalu tetap, karena akan dittampakkan dalam neraca sebesar harga
perolehannya saja.
Perubahan nilai aktiva bersih Anak Perusahaan sebagai Konsekuensi dari kegiatan
operasionalnya tidak akan mempengaruhi besaarnya nilai investasi tersebut.

D. Konsolidasi Sebelum dan Sesudah Laporan Keuangan


PT. Raihan membeli semua saham PT. Ramadhan dengan kas sebesar Rp600.000,-
tunai. Diasumsikan, nilai wajar/harga pasar PT. Ramadhan sama dengan nilai bukunya pada
tanggal penggabungan.
Neraca kedua perusahaan sebelum tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:
Dari neraca diatas, dapat diketahui bahwa total saham yang diperoleh adalah 400.000
+ 200.000 = 600.000.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Karena nilai wajar/harga pasar dan nilai bukunya sama, maka tidak ada selisih, dan
tidak ada pengakuan terhadap goodwill. Selanjutnya transaksi pembelian saham PT.
Ramadhan ini dicatat dalam jurnal seperti berikut:
1. Investasi di PT. Ramadhan (Db) 600.000
Kas (Kr) 600.000
(Mencatat pembelian saham PT. Ramadhan)
Dalam hal ini, tidak ada penambahan aset (aktiva) maupun kewajiban, melainkan
dicatat sebagai Investasi saja karena yang diakuisisi hanya sahamnya saja, dimana nilai
saham seharga 600.000 tersebut merupakan cerminan dari nilai net aset atau aktiva bersihnya
juga. Disini, hak pengendali diperoleh dengan membeli saham PT. Ramadhan.

Berikut ini adalah neraca kedua perusahaan setelah akuisisi:


Perlu diingat bahwasannya neraca konsolidasi ini dibuat oleh PT. Raihan adalah untuk
menyatukan laporan keuangan dua perusahaan yang sebelumnya terpisah. Transaksi investasi
ini merupakan transaksi antar perusahaan yang ada dalam satu grup, maka harus dieliminasi.
Sehingga perlu membuat jurnal sebagai berikut:
1. Saham PT. Ramadhan (Db) 400.000
Laba di Tahan (Db) 200.000
Investasi di PT. Ramadhan (Kr) 600.000
(mencatat eliminasi di PT. Ramadhan)

Kemudian dibuat kerja kertas kerja konsolidasi:

Dan setelah kertas kerja selesai dibuat dengan diikutsertakan eliminasi, Neraca
Konsolidasi PT. Raihan akan tampak seperti berikut:

E. Konsolidasi Pada Tanggal Ekusisi


Pada dasarnya, laporan keuangan keungan konsolidasi disusun dengan menggunakan
prinsip akuntansi yang sama. Akan tetapi, laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil
operasi dan posisi keuangan dua entitas atau lebih yang memliki hubungan istimewa menjadi
sebuah laporan keuangan yang seolah-olah berasal dari satu entitas, tentu saja setelah
mengalami proses eliminasi.
1. Kertas kerja konsolidasi
Kertas kerja konsolidasi merupakan mekanisme yang efisien untuk menggabungkan akun-
akun dari perusahaan yang terpisah yang akan dikonsolidasi dan untuk menyesuaikan saldo
gabunganmenjadi angka-angka yang akan dilaporkan seakan-akan semua perusahaan yang
dikonsolidasi adalah satu entitas. Penting untuk diketahui bahwa entitas konsolidasi tidak
mempunyai pembukuannya sendiri, tiap-tiap perusahaan yang akan dikonsolidasi
mempunyai pembukuan mereka sendiri-sendiri. Kertas kerja konsolidasi berisi dari empat
kolom yaitu:
a. Nama pos, berisi nama pos-pos yang merupakan asset,kewajiban maupun ekuitas entitas.
b. Data neraca, memuat 2 subkolom yaitu data perusahaan induk dan anak . Tiap subkolom
menjelaskan nilai dari pos-pos yang ada disebelah kiri
c. Ayat jurnal eliminasi. Pada kolom ini, total saldo akun perusahaan-perusahaan terpisah yang
akan dikonsolidasi disesuaikan untuk mencerminkan angka yang akan muncul jika entitas
konsolidasi berdiri sendiri sebagai entitas tunggal dan legal . agar tidak bercampur dengan
ayat jurnal umum, ayat jurnal eliminasi diberi tanda E pada sudut kiri jurnalnya. Ayat jurnal
eliminasi hanya muncul di kertas kerja konsolidasi dan tidak mempengaruhi pembukuan
perusahaan manapun
d. Terakhir adalah kolom konsolidasi yang memuat hasil akhir dari peyesuaian dari entitas-
entitas yang akan dikonsolidasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
Data neraca percobaan Ayat jurnal eliminasi konsolidasi
Nama
Entitas Entitas
pos Debet Kredit
induk anak

2. Penyusunan neraca konsolidasi sesaat setelah akuisisi kepemilikan penuh


Contoh kasus:
Alim corp. membeli seluruh saham deeny company pada tanggal 1 januari dan sesaat
setelahnya langsung menyusun neraca konsolidasi . Berikut disajikan neraca terpisah kedua
entitas tersebut sebelum akuisisi:
Alim corp. Deeny company
Aktiva
Kas 700.000 100.000
Piutang usaha 150.000 100.000
Sediaan 200.000 120.000
Tanah 350.000 80.000
Bangunan dan
peralatan 1.600.000 1.200.000
Akumulasi penyusuta (800.000) (600.000)
Total aktiva 2.200.000 1.000.000
Kewajiban dan ekuitas
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 400.000 200.000
Saham biasa 1.000.000 400.000
Laba ditahan 600.000 200.000
Total ekuitas & ekuitas 2.200.000 1.000.000

Selanjutnya, semua ayat jurnal dan ayat jurnal eliminasi dalam materi ini akan diberi nomor
berurut. Ayat jurnal eliminasi yang muncul di kertas kerja akan dibahas dalam teks.
3. Kepemilikan penuh dibeli pada nilai buku
Dari contoh diatas, alim membeli saham deeny 100% saham biasa beredar seharga $600.000.
pada saat penggabungan usaha, nilai wajar yang masing-masing aktiva dan kewajiban deeny
sama dengan nilai buku yang disajikan dalam tabel diatas. Harga beli saham
sebesar $600.000( 400.000+200.000). alim mencatat akuisisi saham di pembukuannya pada
tanggal penggabungan usaha dengan ayat jurnal sebagai berikut:
1 januari 20X1
Investasi saham deny 600.000
Kas 600.000
Berikut neraca kedua entitas sesaat setelah akuisisi:
Alim corp. Deeny company
Aktiva
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 150.000 100.000
Sediaan 200.000 120.000
Tanah 350.000 80.000
Bangunan dan
peralatan 1.600.000 1.200.000
Akumulasi penyusutan (800.000) (600.000)
Investasi-saham deeny 600.000
Total aktiva 2.200.000 1.000.000
Kewajiban dan ekuitas
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 400.000 200.000
Saham biasa 1.000.000 400.000
Laba ditahan 600.000 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 2.200.000 1.000.000

Kertas kerja konsolidasinya dapat dibuat sebagai berikut:


Konsolid
Data neraca ayat jurnal eliminasi
Pos asi
Alim Deeny Debet Kredit
Kas 100.000 100.000 200.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 320.000
Tanah 350.000 80.000 430.000
Bangunan
dan 2.800.00
peralatan 1.600.000 1.200.000 0
Akumulasi 1.400.00
penyusutan (800.000) (600.000) 0
Investasi-
saham
deeny 600.000 600.000a
Total 3.200.00
aktiva 2.200.000 1.000.000 600.000 0
Kewajiban
dan ekuitas
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 400.000 200.000 600.000
Saham 1.000.00
biasa 1.000.000 400.000 400.000a 0
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000a 600.000
Total
ekuitas & 3.200.00
ekuitas 2.200.000 1.000.000 600.000 0
Ayat jurnal eliminasi investasi:
1. Saham biasa-deeny 400.000
Laba ditahan 200.000
Investasi-saham deeny 600.000
Setelah dieliminasi, neraca konsolidasi dapat disajikan sebagai berikut:
Alim corp. and subdiaries
Neraca konsolidasi
1 januari 20X1
Aktiva Kewajiban
Kas 200.000 Utang usaha 400.000
Piutang usaha 250.000 Utang obligasi 600.000
Sediaan 320.000 Ekuitas pemegang saham
Tanah 430.000
Bangunan dan Saham Biasa
peralatan 2.800.000 1.000.000
Akumulasi penyusutan 1.400.000 Laba ditahan 600.000

Total aktiva Total kewajiban dan


3.200.000 ekuitas 3.200.000

Kepemilikan penuh dibeli diatas nilai buku


Harga saham suatu persahaan biasanya dipengaruhi banyak factor, termasuk
didalamnya aktiva bersih, profitabilitas perusahaan, dan kondisi pasar secara umum. Pada
saat membeli saham perusahaan lain, tidak beralasan akan mengharapkan harga beli sama
dengan nilai buku saham yang diakuisisi. Berikut beberapa alasan mengapa harga beli saham
suatu perusahaan lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut:
1. Kesalahan dan penghilangan dari pembukuan anak perusahaan.
Jika pembukuan anak perusahaan diteliti, sangat mungkin kita akan menemukan adanya
kesalahan dan penghapusan yang mengkibatkan timbilnya selisih antara nilai buku dengan
nilai wajar. Ketidaksesuaian itu biasanya disebabkan karena anak perusahaan tidak mengikuti
prinsip akuntansi berlaku umum untu aktivitas pencatatannya. Untuk menghapus
ketidaksesuaian itu, maka anak perusahaan dikoreksi dan setelah anakperusahaan dinyatakan
sesuai dengan PABU, maka tidaka ada lagi bagian diferensial yang disebabkan kesalahan dan
penghilangan tersebut.
2. Selisih lebih nilai wajar diatas nilai buku dari aktiva bersih anak perusahaan yang dapat
diidentifikasi
Dalam banyak kasus, nilai wajar suatu aktiva yang diakuisisi lebih tinggi dari nilai bukunya.
Akibatnya, harga beli lebih tinggi dari nilai buku saham yang diakuisisi. Prosedur konsolidasi
mewajibkan menyusu neraca konsolidasi harus berdasakan nilai wajar aktiva tersebut. Untuk
mencapai nilai wajar aktiva dapat digunakan dua cara:(1) aktiva dan kewajiban direvaluasi
langsung dari pembukuan anak perusahaan.(2)dasar akuntansi anak perusahaan
dipertahankan dengan ketentuanrevaluasi dilakukan tiap periode.
Biasanya, perusahaan akan lebih condong untuk melakukan revaluasi aktiva dan
kewajiban karena asas praktisnya, dengan syarat didalam perusahaan tidak ada hak minoritas
yang berpengruh signifikan (karena dari sudut pandang minoritas anak perusahaan
berkelanjutan dan dasar akuntansi tidak boleh berubah). Namun, bila ada hak minoritas, maka
diperlukan ayat jurnal yang merevaluasi aktiva tersebut dan mengalokasikan dierensial dalam
kertas kerja konsolidasi tiap kali laporan keuangan konsolidasi disusun.
3. Keberadaan goodwill
Pada suatu kondisi perusahaan membeli saham diatas harga total nilai wajar aktiva anak
perusahaan yang dapat diidentifikasi, tambahan pembayaran tersebut biasanya diperlakukan
sebagai pembayaran atas kemampuan laba yang tinggi perusahaan yang diakuisisi, karena itu
sisa diferensial debet akan dialokasikan ke sebagai goodwill.
Asumsikan bahwa alim membeli saham biasa dee seharga 680.000 tunai pada tanggal
1 januari 20X1. Dalam pembelian tersebut, dapat kita lihat bahwa alim membayar $80.000
lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut. Terkait hl ini, alim mencatat pembelian tersebut
sebagai berikut:
Investasi-saham dee $680.000
Kas $680.000
Dalam suatu penggabungan usaha, harga beli harus dialokasikan ke aktiva dan
kewajiban yang diakuisisi. Karena itu, jumlah tertentu yang dibayar perusahaan tersebut
harus dialokasikan ke aktiva dan kewajiban tertentu dan juga dialokasikan ke goodwill bila
ada kelebihan (diferensial positif) pada nilai buku anak perusahaan.
Prosedur untuk kertas kerja konsolidasi seharusnya memiliki pola yang sama dengan
kertas kerja biasa, hanya saja ada perlakuan khusus pada selisih nilai buku dan harga beli
tersebut. Pada saat harga beli lebih tinggi, maka pembuatan ayat jurnal eliminasi harus
mendebet akun diferensial yang menyamakan posisi jumlah debet dan kredit pembelian
tersebut. Lebih jelas, berikut ayat jurnal eliminasi yang dibuat entitas konsolidasi:
1. Saham biasadeeny 400.000
Laba ditahan 200.000
Deferensiasi 80.000
Investasi saham deeny 680.000
Saldo yang dialokasikan ke akun deferensial dalam ayat jurnal eliminasi tersebut
selanjutnya akan dinolkan dengan melalui satu atau lebih ayat jurnal tambahan, tergantung
nilai lebih tersebut akan dialokasikan kemana, apakah ke aktiva( alasan kedua munculnya
diferensial positif) atau ke goodwill(syarat ketiga).
Bila dialokasikan ke aktiva seperti syarat kedua ,tanah misalnya, maka akan muncul
ayat jurnal penyesuaian dan neraca sebagai berikut:
2. Tanah 80.000
Diferensial 80.000

Data neraca ayat jurnal eliminasi Konsolid


Pos
Alim Deeny Debet Kredit asi
Kas 20.000 100.000 120.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 320.000
Tanah 350.000 80.000 80.000c 430.000
Bangunan
dan
peralatan 1.600.000 1.200.000 2.800.000
Akumulasi
penyusutan (800.000) (600.000) 1.400.000
a
Investasi- 680.000 680.000
saham
deny
diferensial 80.000a 80.000c
Total aset 2.200.000 1.000.000 3.200.000
Kewajiban
dan ekuitas
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 400.000 200.000 600.000
Saham
biasa 1.000.000 400.000 400.000a 1.000.000
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000a 600.000
Total
pasiva 2.200.000 1000.000 760.000 760.000 3.200.000

4. Ilustrasi Perlakuan diferensial debet


Asumsikan bahwa alim membeli saham deeny seharga $800.000 pada tanggal 1
januari 20X1 dengan menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga 9% dan nilai nominal
$200.000 serta membayar tunai sebesar $600.000. untuk mencatat pembelian tersebut, alim
melakukannya sebagai berikut:
1 jan 20X1
Investasi-saham deeny 800.000
Utang obligasi 200.000
Kas 600.000

Berikut neraca deeny pada 1 jan 20X1


Nilai buku Nilai wajar Perbedaan nilai
wajar dan nilai
buku
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 100.000 100.000
Sediaan 120.000 150.000 30.000
Tanah 80.000 200.000 120.000
Bangunan dan 1.200.000 580.000
peralatan
Akumulasi
penyusutan (600.000) (20.000)
1.000.000 1.130.000
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 200.000 270.000 (70.000)
Saham biasa 400.000
Laba ditahan 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 1.000.000 470.000 60.000

Total harga beli sebesar $800.000 lebih tinggi 200.000 dibandingnilai buku aktiva
bersih deeny (nilai total aktiva dikurangi kwajiban) sehingga terdapat difernsial sebesar itu.
Total nilai wajar dari aktiva bersih dan dapat didentifikasi adalah $ 660.000. jumlah selisih
lebih total harga beli dengan nilai wajar aktiva bersih adalah $140.000 . jumlah tersebut
kemudian dialokasikan ke goodwill dalam neraca konsolidasi.

Data neraca ayat jurnal eliminasi Konsolid


Pos
Alim Deeny Debet Kredit asi
Kas 100.000 100.000 200.000
Piutang
usaha 150.000 100.000 250.000
Sediaan 200.000 120.000 30.000c 350.000
Tanah 350.000 80.000 120.000c 550.000
Bangunan
dan 2.780.00
peralatan 1.600.000 1.200.000 20.000c 0
c
Goodwill 140.000 140.000
Investasi-
sahan deny 800.000 800.000d
d
Diferensial 200.000 200.000c
Total debet 4.270.00
3.200.000 1.600.000 0
Akumulasi 1.400.00
penyusutan 800.000 600.000 0
Utang
usaha 200.000 200.000 400.000
Utang
obligasi 600.000 200.000 800.000
Premi utang
obligasi 70.000c 70.000
Saham 1.000.00
biasa 1.000.000 400.000 400.000d 0
Laba
ditahan 600.000 200.000 200.000d 600.000
Total 4.270.00
kredit 3.200.000 1.600.000 1.090.000 1.090.000 0

Kepemilikan penuh dibeli dibawah nilai buku


Ada beberapa factor yang bias menyebabkan saham dibeli dibawah nilai buku antara lain:
Kesalahan pembukuan dari anak perusahaan,yang untuk perlakuan akuntansinya ama
dengan pembelian diatas nilai buku yaitu dibuatkan koreksi.
Selisih lebih nilai buku dengan nilai wajar aktiva yang dapat didentifikasi. Jika terjadi
seperti ini,standar akuntansi mewajibkan adanya pengakuan penurunan nilai.
Berkurangnya nilai goodwill, jika ini terjadi, maka goodwill harus dihapusbuku
Pembelian murah karena goodwill negative. Jika terdapat goodwill negative, maka
goodwill negatif tersebut harus dialokasikan kesemua aktiva yang diakuisisi kecuali kas dan
setara kas.

Nilai buku Nilai wajar Perbedaan nilai


wajar dan nilai
buku
Kas 100.000 100.000
Piutang usaha 100.000 100.000
Sediaan 120.000 120.000
Tanah 80.000 90.000 10.000
Bangunan dan
peralatan 1.200.000
Akumulasi
penyusutan (600.000) 560.000 (40.000)
1.000.000 970.000
Utang usaha 200.000 200.000
Utang obligasi 200.000 200.000
Saham biasa 400.000
Laba ditahan 200.000
Total ekuitas &
ekuitas 1.000.000 970.000 (30.000)
http://misriana12.blogspot.co.id/2015/12/makalah-akuntansi-keuangan-lanjutan-
2.html

Anda mungkin juga menyukai