Anda di halaman 1dari 25

Jenis-jenis rig pengeboran offshore

Filed under: Oil and Gas Tags: lepas pantai, migas, offshore, rig Gugus Syuhada @ 6:11
pm

Sekitar 25% minyak dan gas dunia yang diproduksi sekarang berasal dari lapangan offshore
(lepas pantai) seperti North Sea dan Gulf of Mexico. Meskipun memiliki prinsip yang sama
dengan pengeboran di darat, ada beberapa penyesuaian tertentu pada prosedur and peralatan
yang digunakan untuk mengatasi bahaya dari lingkungan yang menantang dan berat. Berbagai
macam rig offshore dibagi berdasarkan kedalaman air dimana rig tersebut bisa beroperasi.
Berikut adalah pembagiannya :

1. Rig Darat

Rig ini beroperasi di darat. Tidak dibahas detail di postingan ini. Perbedaan dengan rig offshore
bisa dibaca di sini.

2. Barge/kapal tongkang
Kapal berpermukaan datar dan rata, mengapung di perairan dangkal yang dilengkapi dengan rig
pengeboran. Biasa beroperasi di perairan dangkal seperti sungai atau laut dangkal.

3. Jack up Rig

Rig yang memiliki tiga kaki yang bisa digerakkan ke bawah hingga dasar laut untuk menopang
rig pengeboran di suatu posisi yang tetap. Jack up rig didesain untuk beroperasi di lautan hingga
kedalaman 350 feet (107 meter). Beberapa foto rig jenis ini bisa dilihat di sini.

4. Fixed platform (steel jacket)

Fixed platform adalah jenis platform offshore yang digunakan untuk produksi minyak atau gas.
Platform ini dibangun pada beton dan / atau kaki baja yang berpondasi langsung di dasar laut.
Platform ini bisa dimuati dek dengan ruang untuk rig pengeboran, fasilitas produksi dan
akomodasi personel.

5. Rig Semi-submersible

Rig Semi-submersible adalah rig yang tidak memiliki penopang di bawah tetapi mengapung di
air (rig seperti ini biasa disebut floaters). Rig ini bisa beroperasi di kedalaman laut hingga 3500
feet (1007 meter).

6. Drillships

Untuk pengeboran di kedalaman laut hingga 7500 feet (2286 meter) digunakanlah drillship.
Bedanya kerja di Offshore dan di Onshore (land) rig

Filed under: Well Testing Tags: well testing Gugus Syuhada @ 5:04 am

Saya di sini tidak bermaksud menjelaskan detail seperti apa rig itu, dan bagaimana sistem
kerjanya. Kecuali menjelaskan fungsinya sebagai sistem alat untuk melakukan pengeboran
sumur minyak atau gas. Mungkin di lain topik saya akan menulisnya, pada saat saya sedang
serius dan persiapannya matang jadi tidak menyesatkan. Di sini saya hanya mau menceritakan
perbedaan pengalaman ketika bekerja di kedua jenis rig ini.

1. Offshore rig
Dari namanya, rig ini berada di lepas pantai. Jadi letak rig ini adalah di tengah laut. Karena di
laut, ada dua cara menujunya yaitu menggunakan helikopter atau kapal. Kapal yang digunakan
adalah fast boat yang memang hanya untuk mengangkut penumpang, berukuran kecil dan cepat,
atau supply boat yang digunakan mengangkut peralatan, solar, air dan pasokan kebutuhan
lainnya untuk rig. Supply boat membutuhkan waktu yang jauuuuh lebih lama menuju rig, bisa 4
hingga 5 kali dari waktu yang dibutuhkan oleh fast boat. Hal ini dikarenakan ukurannya yang
lebih besar dan berat. Dari kedua jenis kapal tersebut saya memilih fast boat pada saat laut
tenang dan supply boat pada saat laut agak bergelora karena dengan ukurannya yang besar dan
berat, goyangan di kapal tidak terlalu terasa. Ya, tentu saja karena saya adalah makhluk darat dan
terbiasa menapak tanah yang diam dan akan mabok jika digoyang-goyang berjam-jam di laut.
Tips yang saya tahu untuk mengurangi mabok laut adalah usahakan perut terisi penuh dan cukup
selama perjalanan, satu jam sebelum keberangkatan. Satu lagi, dalam kondisi mabok jangan
minum yang manis karena hanya menambah pusing dan mual. Hal ini saya dapat dari seorang
pelaut pada saat saya berusaha mengurangi mual dengan minum teh manis hangat. Sedangkan
perjalanan dengan helikopter cukup menyenangkan untuk transportasi menuju rig karena sangat
cepat dan keindahan yang ada di laut bisa saya lihat dari atas seperti naik cable car di Taman
Mini, hanya saja di dalam helikopter kita tidak bisa bercakap-cakap karena suara dari baling-
balingnya sangat bising.
Pada saat berada di rig offshore, kegiatan yang dilakukan sangat-sangat rutin. Karena memang
tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan. Kira-kira begini gambarannya, selesai bekerja 12 jam,
saya akan mandi, terus makan di mess hall atau galley. Selesai makan yang enak (biasanya lebih
enak daripada rig darat) saya ke recreation room untuk melihat tivi bisa berita atau saluran
musik, kalau berada di sekitaran timur tengah, cenderung india atau melodi arab. Jika nasib baik
ada rig-rig yang menyediakan kursi pijat seperti osim yang banyak dijumpai di mall-mall.
Setelah sekitar setengah sampai satu jam saya akan kembali ke kamar untuk baca buku atau
nonton film sebelum tidur. Jika terdapat jaringan internet, saya akan buka-buka beberapa situs
favorit seperti facebook, gmail dan skype atau yahoo messenger untuk bertukar kabar dengan
keluarga atau istri. Setelah itu tidur hingga satu jam sebelum masuk shift kerja. Di rig offshore
sangat umum dilengkapi dengan ruangan gym. Berhubung saya bukan pemilik kartu celebrity
fitness atau yang sejenis jadi ruangan gym bukanlah tempat favorit saya.
Di atas saya sempat menulis kegiatan di rig offshore adalah rutin ya? Sebenarnya bisa saja
menggunakan kata lain yaitu membosankan. Meski begitu, kelebihannya adalah rig offshore
cenderung bersih, fasilitas cukup lengkap dan terawat, makanannya enak dan galey buka 24 jam
sehingga kita bisa buat teh atau kopi, ambil kue atau buah jika merasa lapar di luar jam makan,
dan peralatan penunjang pekerjaan tersedia lengkap dan siap sedia seperti misalnya crane atau
tukang las.

2. Onshore/Land rig
Rig darat bisa dijangkau lebih mudah dibandingkan rig offshore. Lokasinya bisa di tengah hutan,
di puncak gunung, tengah gurun, atau hanya di pinggir jalan sebuah kota atau desa. Jika
lokasinya di area yang belum pernah dilalui orang, kendaraan yang digunakan biasanya mobil
dengan penggerak 4 roda (44). Hal ini disebabkan akses yang dibuat sementara biasanya hanya
berupa jalan tanah yang dikeraskan dan akan berubah menjadi jalan berlumpur di waktu hujan.
Untuk itu mobil 44 sangat membantu untuk bisa melewatinya.
Aktivitas yang dilakukan cukup bervariasi, terlebih jika lokasi rig berada di dekat sebuah kota.
Seringkali jika status pekerjaan sedang standby, kita bisa pergi jalan-jalan ke kota untuk sekedar
berganti menu makanan yang itu-itu saja. Fasilitas yang ada tak selengkap rig offshore, seperti
tidak adanya recreation room, fasilitas internet tidak tersedia, dan ruang gym isinya cuma barbel
dan bangku panjang. Akomodasi kurang bersih, laundry kadang terlambat dan sering hilang
terutama kaos kaki, makanannya membosankan dan kurang enak. Dari sisi pekerjaan, crane dan
forklift operator susah dicari sehingga bisa menunda pekerjaan beberapa saat. Meskipun dari
banyaknya kekurangan tersebut rig darat tetap memungkinkan saya bisa melihat pohon,
menginjak tanah walaupun kadang becek dan berlumpur ketika hujan, bisa melihat orang lain
selain pekerja rig, dan jika beruntung melihat gadis desa atau kota yang kebetulan lewat
meskipun hal ini sangat jarang. Hal ini menyebabkan saya tidak terlalu bosan, karena bisa saja
banyak hal baru terjadi setiap harinya.

Dari kedua jenis rig tersebut, manakah yang lebih saya suka sekarang ini? Tentu saja rig darat,
karena kebosanan itu mematikan menurut saya.

Macam Sumur dan Rig Dalam Perminyakan


Dalam dunia perminyakan, macam-macam sumur terbagi menjadi tiga macam yaitu:

Sumur Eksplorasi (Wildcat) merupakan sumur yang dibor pertama kali untuk
menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru.

Sumur Konfirmasi (Confirmation Well), merupakan sumur yang digunakan untuk


memastikan apakah hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Sumur ini akan
dilakukan pemboran di lokasi sekitar sumur eksplorasi.

Sumur Pengembangan (Development Well) merupakan sumur yang dibor pada


suatu lapangan minyak yang telah ada. Sumur ini memiliki tujuan untuk
mengambil hidrokarbon secara maksimal di lapangan yang telah ada.
Dalam hal sumur perminyakan, juga dikenal adanya beberapa istilah mengenai
sumur itu sendiri, yaitu:

Sumur Produksi, merupakan sumur yang mampu menghasilkan minyak bumi,


gasbumi, maupun keduanya. Dan memiliki aliran fluida dari bawah ke atas.

Sumur Injeksi, merupakan sumur yang digunakan untuk menginjeksi fluida


tertentu ke dalam formasi dan memiliki aliran fluida dari atas ke bawah.

Sumur Vertikal, merupakan sumur yang lurus dan memanjang secara vertikal.

Sumur Berarah (Deviated Well, Directional Well), merupakan sumur yang secara
geometri tidak memiliki bentuk yang lurus vertikal, melainkan dapat berbentuk S,
J, maupun L.

Sumur Horizontal, merupakan sumur yang memiliki bagian yang berarah


horizontal, dan merupakan bagian dari sumur berarah.

Dalam pembuatan sumur dalam dunia perminyakan tidak dapat dilepaskan dari alat
yang dinamakan dengan Rig. Rig itu sendiri merupakan serangkaian peralatan khusus
yang digunakan untuk membor suatu sumur atau pengakses sumur. Rig itu dicirikan
dengan adanya menara yang terbuat dari baja yang dapat digunakan untuk menaikan
dan menurunkan pipa-pipa tubular pada sumur.
Berdasarkan lokasinya. Rig itu sendiri terbagi atas dua macam, yaitu:

Rig Darat (Land Rig), merupakan rig yang beroperasi di daratan dan dibedakan
atas rig besar dan rig kecil. Pada rig kecil biasanya hanya digunakan untuk
pekerjaan sederhana seperti Well Service atau Work Over. Sementara itu, untuk
rig besar bisa digunakan untuk operasi pemboran, baik secara vertikal maupun
direksional. Rig darat ini sendiri dirancang secara portable sehingga dapat
dengan mudah untuk dilakukan pembongkaran dan pemasangannya dan akan
dibawa menggunakan truk. Untuk wilayah yang sulit terjangkau, dapat
menggunakan heliportable.

Rig Laut (Offshore Rig), merupakan rig yang dioperasikan di atas permukaan air
seperti laut, rawa-rawa, sungai, danau, maupun delta sungai.

Dari Rig Laut (Offshore Rig) sendiri terbagi atas berbagai macam jenis
berdasarkan kedalaman air yaitu:

Swamp Barge: merupakan jenis rig laut yang hanya pada kedalaman maksimum
7 meter. Dan, sangat sering dipakai pada daerah rawa-rawa dan delta sungai.
Rig jenis ini dilakukan dengan cara memobilisasi rig ke dalam sumur, kemudian
ditenggelamkan dengan cara mengisi Ballast Tanksnya dengan air. Pada rig jenis
ini, proses pengeboran dilakukan setelah rig duduk didasar dan Spud Cannya
tertancap didasar laut.

Tender Barge, merupakan jenis rig laut yang sama dengan model Swamp Barge,
namun dipakai pada kedalaman yang lebih dalam lagi.

Jack Up Rig, rig jenis ini menggunakan platform yang dapat mengapung dengan
menggunakan tiga atau empat kakinya. Kaki-kaki pada rig ini dapat dinaikan dan
diturunkan, sehingga untuk pengoperasiannya semua kakinya harus diturunkan
hingga ke dasar laut. Kemudian, badan dari rig ini diangkat hingga di atas
permukaan air dan memiliki bentuk seperti platform. Untuk melakukan
perpindahan tempat, semua kakinya harus dinaikan dan badan rignya akan
mengapung dan ditarik menggunakan kapal. Pada operasi pengeboran
menggunakan rig jenis ini dapat mencapai kedalaman lima hingga 200 meter.
Drilling Jacket, merupakan jenis rig yang menggunakan platform berstruktur baja.
Pada umumnya memiliki bentuk yang kecil dan sangat cocok berada di laut
dangkal maupun laut tenang. Rig jenis ini sering dikombinasikan dengan Rig
Jack Up maupun Tender Barge.

Semi-Submersible Rig, jenis rig yang sering disebut semis ini merupakan
model rig yang mengapung (Flooded atau Ballasted) yang menggunakan Hull
atau semacam kaki. Rig ini dapat didirikan dengan menggunakan tali mooring
dan jangkar agar posisinya tetap diatas permukaan laut. Dengan menggunakan
Thruster (semacam baling-baling) yang berada disekelilingnya, dan Ballast
Control System, sistem ini dijalalankan dengan menggunakan komputer
sehingga rig ini mampu mengatur posisinya secara dinamis dan pada level
diatas air sesuai keinginan. Rig ini sering dipakai jika Jack Up Rig tidak mampu
menjangkau permukaan dasar laut. Karena jenis rig ini sangat stabil, maka rig ini
sering dipakai pada lokasi yang berombak besar dan memiliki cuaca buruk, dan
pada kedalaman 90 hingga 750 meter.
Drill Ship, merupakan jenis rig yang bersifat mobile dan diletakan di atas kapal
laut, sehingga sangat cocok untuk pengeboran di laut dalam (dengan kedalaman
lebih dari 2800 meter). Pada kapal ini, didirikan menara dan bagian bawahnya
terbuka ke laut (Moon Pool). Dengan sistem Thruster yang dikendalikan dengan
komputer, dapat memungkinkan sistem ini dapat mengendalikan posisi kapalnya.
Memiliki daya muat yang lebih banyak sehingga sering dipakai pada daerah
terpencil maupun jauh dari daratan.
Berdasarkan fungsi-fungsi dari rig itu sendiri, dapat terbagi menjadi dua macam,
yaitu:

Drilling Rig, merupakan rig yang digunakan untuk melakukan proses pemboran
pada sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru, maupun memperdalam
sumur lama.
Workover Rig, rig ini memiliki fungsi untuk melakukan penutupan sesuatu
terhadap sumur yang telah ada, misalnya berupa perawatan, perbaikan,
penutupan, dan sebagainya.

Komponen-komponen pada rig itu sendiri pada umumnya terbagi menjadi lima dalam
bagian besar, yaitu:

Hoisting System, secara umum komponen terdiri dari Drawworks (kadang


disebut Hoist), Mast atau Derrick, Crown Block, Traveling Block, dan Wire Rope
(Drilling Line). Hoisting System berfungsi untuk menurunkan dan menaikan
tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi) untuk keluar
dan masuk lubang sumur.

Rotary System, merupakan komponen dari rig yang berfungsi sebagai pemutar
pipa-pipa di dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa pemboran (Drill
Strings) memutar mata-bor (Drill Bit) untuk penggalian sumur.

Circulation System, komponen ini memiliki fungsi berupa mensirkulasikan fluida


pemboran untuk keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar properti
lumpur seperti yang diinginkan. Sistem sirkulasi ini meliputi antara lain: pompa
tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar dan masuk ke dalam sumur,
dan pompa rendah digunakan untuk mensirkulasikan lumpur di permukaan.
Kemudian, peralatan untuk mengkondisikan lumpur: Shale Shaker: berfungsi
untuk memisahkan solid hasil pemboran (Cutting) dari lumpur, Desander:
berfungsi untuk memisahkan pasir, Degasser: berfungsi untuk mengeluarkan
gas, Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel padat berukuran kecil.

Blowout Prevention System, komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya


Blowout (meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi
dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah BOP (Blow
Out Preventer) yang terdiri atas berbagai macam katup (Valve) dan dipasang di
kepala sumur (Wellhead).
Power System, komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk
menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber
tenaga, biasanya menggunakan mesin diesel berkapasitas besar. Pada sebuah
rig untuk Power Systemnya, tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang
akan di capai, biasanya akan membutuhkan satu atau lebih Prime Mover. Pada
rig besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka
membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Dan, tenaga yang
dihasilkan juga harus dikirim ke komponen rig yang lain.
Rig pengeboran
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Rig pengeboran darat

Rig pengeboran di Cepu pada tahun 1929


Rig pengeboran adalah suatu instalasi peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam
reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah
tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas laut/lepas pantai (off
shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan
pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian
tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah "rig"
mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada
permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral. Dalam suatu Instalasi
pemboran, terutama untuk pemboran migas & geothermal, lazimnya menggunakan spesifikasi
peralatan yang mampu bekerja pada rating tekanan yang cukup tinggi mulai dari 2000 psi sampai
15000 psi.

Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat
geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan
kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.

System utama dalam Rig pemboran terdiri dari :

1. Hoisting System

Sistem Pengangkat (Hoisting System) adalah salah satu dari antara komponen-komponen utama
dari Rig yang berfungsi untuk membantu sistem alat-alat pemutar di dalam mengebor sumur
dengan menyediakan alat-alat yang sesuai serta ruang kerja yang dibutuhkan untuk mengangkat
dan menurunkan drill string, casing string dan peralatan subsurface (bawah tanah) lainnya dari
dan ke lubang sumur. Sistem Pengangkat terdiri dari 2 (dua) subbagian utama, yaitu :

1.1. Rangka pendukung (Supporting Structure) Adalah konstruksi rangka baja yang dirakit
atau dibangun di atas titik sumur (lokasi pengeboran) yang tugasnya adalah untuk mendukung
rangkaian peralatan pipa bor dan lain-lain peralatan yang digunakan oleh sistem pemutar untuk
mengebor lubang.

Rangka Pendukung (Supporting Structure) terdiri dari : a. Substructure adalah Konstuksi baja
yang besar yang dibangun untuk menjadi dasar dan menunjang menara bor yang tingginya
ditentukan oleh kebutuhan pencegah semburan liar. Substructure ini menjadi tempat kerja untuk
kegiatan-kegiatan di atas dan di bawah lantai Rig.

b. Menara Pengeboran (Derrick/Mast) Fungsi dari menara bor adalah untuk menyediakan ruang
untuk mengangkat atau memasukan rangkaian pipa bor dari atau ke dalam lubang bor. Semakin
tinggi menara bor, semakin panjang rangkaian pipa bor yang dapat ditangani, sehingga semakin
cepat proses operasi making a trip.
1.2. Peralatan pengangkat (Hoisting equipment)

Adalah peralatan khusus untuk mengangkat, menurunkan dan menggantung rangkaian pipa bor
(terdiri dari Drill Pipe, Drill Collar, dsb.) dan mata bor (Drilling bit) di dalam lubang sumur.

Alat pengangkat ini terdiri dari :

a. Drawwork (Mesin Penarik) Adalah unit mesin penarik/pengangkat yang kuat (mesin derek)
yang terletak di dekat meja pemutar di lantai Rig.

b. Overhead Tools (Alat-alat Bagian Atas)

Merupakan mata rantai penghubung di dalam sistem pengangkat yang terdiri dari : - Crown
Block : Unit roda-roda/puli-puli (sheaves-sheaves) yang terletak di puncak menara pengeboran.

- Travelling Block :

Susunan roda-roda/puli-puli (sheaves-sheaves) yang digantung di bawah crown block di atas


lantai bor. Bersama-sama dengan crown block membentuk sistem kerek katrol. - Hook (kait) :

Alat berbentuk kait yang besar terletak di bawah travelling block di mana swivel dan rangkaian
pipa bor tergantung selama operasi-operasi pengeboran.

- Elevator :

Penjepit yang sangat kuat dan digantung pada lick (gantungan elevator) yang dikaitkan di sisi
Travelling block atau di hook. Elevator-elevator ini dipakai untuk menurunkan atau menaikkan
bagian-bagian rangkaian pipa bor ke dan dari lubang bor.

c. Drilling Line

Tali kawat baja berkekuatan tinggi yang menjadi penghubung dari Drawwork, Crown Block dan
Travelling Block untuk menarik peralatan overhead lainnya di dalam tugasnya menurunkan,
menarik atau menggantung rangkaian pipa bor dan lain-lain.

2. Circulating System

Circulating System adalah suatu bagian dari system utama dalam rig pemboran yang difungsikan
untuk mengalirkan lumpur pemboran, turun melewati rangkaian pipa pemboran dan naik ke
annulus membawa serbuk bor ke permukaan.Aliran lumpur bor pada saat sirkulasi akan
melewati bagian-bagian: a. Mud tank ke mud pump b. Mud pump ke high pressure surface
connection dan ke drillstring c. Drillstring ke bit d. Bit ke atas melalui annulus hingga ke
permukaan e. Sampai dipermukaan akan melalui solid control equipment, seperti;

1. Shale Shaker

2. Desander

3. Desilter

4. Centrifuge

Hal ini bertujuan untuk penyaringan cutting dari lumpur bor agar lumpur yang kembali ke tangki
penghisapan (suction pit) kembali bersih. Dan terus berulang hingga selesai pekerjaan
pengeboran.

Dalam Perjalanan lumpur dari bit ke permukaan akan membawa banyak informasi di antaranya
adalah sample batuan dalam bentuk cutting, selain itu juga terkadang pada lokasi tertentu akan
membawa gas non hydrocarbon seperti H2S, CO yang berbahaya bagi makhluk hidup disekitar
tempat tersebut.

3. Rotating System

Rotating system (Sistem Pemutar) adalah salah satu dari komponen komponen utama suatu
drilling rig. Tugas utamanya adalah memutar mata bor, memberi beban mata bor dan memberi
saluran lumpur bertekanan tinggi ke mata bor untuk mengebor membuat lubang sumur. System
pemutar ini terdiri dari empat sub komponen utama :

Swivel (kepala pembasuh) Rotating Assembly (Unit pemutar) Drill Stem (batang bor) Bit (mata
bor)

Swivel (kepala pembasuh) merupakan alat berbentuk khusus yang digantung pada hook yang
terletak dibawah block jalan (travelling block) dan mempunyai fungsi utama untuk :

Menghubungkan bagian alat yang diam dengan batang bor yang berputar bebas, sambil dialiri
lumpur bertekanan tinggi tanpa kebocoran Menahan beban menggantung dari batang bor selama
sirkulasi. Rotari Assembly (unit pemutar) adalah suatu perangkat mesin pemutar yang
berkekuatan besar dan mempunyai fungsi utama untuk : Memutar batang bor selama operasi
operasi pemboran Menahan dan menggantung batang bor dimeja putar dengan selip selip putar
(rotary slips) sewaktu menambah atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.

Unit pemutar terletak dilantai bor dibawah block mahkota (crown block) dan terdiri dari :
Rotary table (meja putar) Master bushing (bantalan utama) Kelly bushing (bantalan pipa segi)
Rotary slips (Selip selip putar) Make up dan break out tong (kunci kunci pengikat dan
pelepas).

4. BOP System

Merupakan system rig pemboran yang berfungsi : - Menutup lubang sumur pd keadaan ada pipa
atau tidak ada pipa dlm lubang serta utk pekerjaan stripping in atau stripping out - Menahan
tekanan sumur yg timbul dan dpt dilalui semua peralatan yang dipakai utk operasi pemboran /
kerja ulang - Mengendalikan tekanan sumur & dpt dipakai utk pekerjaan sirkulasi mematikan
kick - Menggantung (hanging off) dan memotong pipa bor pd keadaan darurat. - Memiliki
system peralatan cadangan apabila salah satu rusak, khusus utk sumur bertekanan tinggi.
peralatan untuk mencegah blowout (meledaknya sumur di permukaan akibat tekanan tinggi dari
dalam sumur). Yang utama adalah BOP (Blow Out Preventer) yang tersusun atas berbagai katup
(valve) dan dipasang di kepala sumur (wellhead).

5. Power System

Suatu system dalam rig pemboran dimana suatu perangkat instalasi pemboran menadaptkan
supply daya untuk menggerakan system-sytem yang lain. Dalam suatu rig pemboran terdiri dari
power system yaitu mechanical & Electrical.

suatu Rig pengeboran darat dapat dikategorikan menjadi:

Portable Derrick Rig dimana Rig pemboran tipe ini mudah dipindahkan,
seperti yang digunakan dalam pengeboran dangkal (kurang dari 1000 meter),
serta operasi kerja ulang pindah lapisan dan perawatan sumur. Mobile Rig
biasanya memiliki menara yang lebih kecil dari menara fixed Rig. Rig ini
relatif lebih mudah dipindahkan dan diset dibanding fixed mast rig.portable
derrick berukuran dan memiliki kapasitas yang lebih kecil dari Mast.
Umumnya derrick banyak digunakan untuk pemboran menengah (kapasitas
500 750HP) dan untuk pekerjaan workover dan well services. Pada saat
instalasi, portable mast dilengkapi dengan pemasangan guy line (labrang)
untuk menjaga kestabilannya.

Setiap menara guyed mast di dalam operasi harus dipasang guy line, dengan ketentuan
pemasangan seperti yang disarankan oleh pabrik. Setiap guy line harus memiliki breaking
strength paling kecil 2 1/2 x maksimum guy line load dan tidak lebih kecil dari 3/8.

Fixed Mast Rig, biasanya memiliki kapasitas 1000HP ke atas. Untuk


memudahkan transportasi dan pemasangannya, struktur mast biasanya di
bagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu: upper, middle dan lower mast.Fixed Mast Rig
mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak Bumi.
Pompa lumpur yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi lumpur
pengeboran melalui mata bor dan casing (selubung), untuk mendinginkan
sekaligus mengambil "bagian tanah yang terpotong" selama sumur dibor.

Katrol di rig dapat mengangkat ratusan ton pipa pemboran. Peralatan lain dapat mendorong asam
atau pasir ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral; akomodasi untuk
kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga ribuan
kilometer dari pinggir pantai.

Pada umumnya RIG pengeboran dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai daerah

RIG Darat : Untuk pengeboran di darat. Bentuk paling sederhana, terdiri dari
menara dan struktur penopang.

Rig Rawa : Biasa dikenal dengan sebuat "Swamp Barge". Untuk kelengkapan
alat pengeboran sama dengan RIG darat, hanya saja menara dan sistem
pengeboran ditempatkan di atas Ponton. Ponton ini akan duduk di dasar rawa
saat operasi pengeboran berlangsung. Biasa beroperasi di perairan dengan
kedalaman sekitar 5 M.

Jack Up Rig : Satu unit alat pengeboran dengan kaki yang panjang. Kaki ini
dapat naik dan turun untuk menopang struktur utama. RIG jenis ini biasa
digunakan pada daerah dengan kedalaman sekitar 100 M atau kurang

Tender RIG : Sistem pengeboran dipasang pada platform. Tender RIG


digunakan untuk membantu operasi pengeboran (pengangkatan pipa,
strultur dll). Tender RIG akan menempel di platform saat operasi pengeboran
berlangsung.

Semisubmersible RIG : Sesuai namanya, RIG semisub merupakan objek


terapung yang dipasang alat pengeboran. Biasa digunakan untuk mengebor
daerah laut dalam (lebih dari 100 M).

Drill Ship : Semua peralatan untuk pengeboran dipasang pada kapal.


Digunakan untuk mengebor laut yang sangat dalam.

macam - macam offshore rig


Engineer Blog 11:24:00
OFF SHORE RIG, terbagi atas 6 (enam) kategori, yaitu :

1. SWAMP BARGE RIG,

Rig ini merupakan jenis rig laut yang beroperasi untuk kedalaman antara 7-15 feet
(laut dangkal) dan pada umumnya dipakai untuk daerah rawa ataupun sungai.
Pengoperasian Rig jenis ini iyakni dengan mengisi ballast tank menggunakan air
agar posisinya tenggelam dan duduk didasar laut dan spud can juga menancap di
dasar laut. Agar terhindar dari resiko terjadinya pergeseran ballast tank akibat
adanya arus laut yang kuat, maka ballast tank harus diikat pada tiang yg sudah
dipersiapkan. Kesalahan akibat ketidakstabilan posisi dan terjadi pergeseran pada
Rig, maka akan sangat beresiko terutama pada sumur ;

2. TENDER BARGE RIG,

jenis Rig ini sama dengan jenis SWAMP BARGE, perbedaannya terdapat pada
kedalaman diatas 10 30 meter ;

3. JACK UP RIG,

Rig jenis ini yang banyak digunakan pada pengeboran lepas pantai dengan
kedalaman operasi 15 250 feet. Rig ini memiliki badan rig atau sering disebut
platform. Platform ini berdiri diatas permukaan air, yang ditopang oleh kaki-kaki
(biasanya terdiri dari 3 atau 4 kaki) yang terbuat dari baja. Saat dioperasikan, kaki-
kaki baja tersebut berpijak pada dasar laut. Setelah itu platform tersebut
kemudian diangkat keatas permukaan air. Saat mobilisasi, maka kaki-kaki baja
tersebut kemudian diangkat, sehingga badan rig (platform) tersebut mengapung
diatas permukaan air. Saat terapung, maka plaform dapat mudah dimobilisasi
dengan cara ditarik menggunakan kapal jenis tug boat. Rig jenis ini bisa dipakai
untuk melakukan pengeboran sumur-sumur eksplorasi

4. DRILLING JACKET,

jenis Rig ini lebih sering digunakan pada permukaan laut dangkal dan tenang. Serta
dapat dikombinasi dengan jenis rig lainnya ;

5. SUBMERSIBLE RIG,

Rig jenis ini adalah jenis yang mengapung dan memiliki hull pada platform-nya.
Untuk menjaga kestabilan posisi yang diinginkan, maka Rig ini dilengkapi dengan
jangkar yang disangkutkan didasar laut. Selain itu peralatan pendukung berupa
baling-baling yang berada disekelilingnya serta sistem keseimbangan (ballast
control system) yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan atau posisi agar
selalu berada diatas permukaan air. Dengan struktur tersebut, maka Rig jenis ini
sering digunakan pada lokasi laut dalam yang memiliki ombak besar dan sanggup
menjangkau permukaan dasar laut. Kedalaman pengoperasiannya diatas 250 feet ;

6. DRILL SHIP RIG,

Rig jenis ini banyak digunakan untuk melakukan pengeboran pada kedalaman lebih
dari 3000 meter. Rig ini ditempatkan diatas kapal laut sehingga mendukung untuk
mobilitas tinggi dan sanggup beroperasi pada lokasi yang jauh dari daratan.
Penempatan tower berada diatas kapal yang pada bagian bawah kapal dalam
kkondisi terbuka ke laut.

Jenis Rig Pemboran

Diposkan oleh parda_90 Senin, 25 Mei 2009 di 20.04

Apakah rig ? Apa saja jenis-jenisnya ?

Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau
mengakses sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang
digunakan untuk menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur.

Umumnya, rig dikategorikan menjadi dua macam menurut tempat beroperasinya :


1. Rig darat (land-rig) : beroperasi di darat.

2. Rig laut (offshore-rig) : beroperasi di atas permukaan air (laut, sungai, rawa-
rawa, danau atau delta sungai).

Ada bermacam-macam offshore-rig yang digolongkan berdasarkan kedalaman air :

1. Swamp barge : kedalaman air maksimal 7m saja. Sangat umum dipakai di


daerah rawa-rawa atau delta sungai.

2. Tender barge : mirip swamp barge tetapi di pakai di perairan yang lebih dalam.

3. Jackup rig : platform yang dapat mengapung dan mempunyai tiga atau empat
kaki yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat dioperasikan, semua kakinya
harus diturunkan sampai menginjak dasar laut. Terus badan rig akan diangkat
sampai di atas permukaan air sehingga bentuknya menjadi semacam platform
tetap. Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua kakinya
haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di atas
permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke lokasi
yang dituju. Kedalaman operasi rig jackup adalah dari 5m sampai 200m.

4. Drilling jacket : platform struktur baja, umumnya berukuran kecil dan cocok
dipakai di laut tenang dan dangkal. Sering dikombinasikan dengan rig jackup
atau tender barge.

5. Semi-submersible rig : sering hanya disebut semis merupakan rig jenis


mengapung. Rig ini diikat ke dasar laut menggunakan tali mooring dan
jangkar agar posisinya tetap di permukaan. Dengan menggunakan thruster,
yaitu semacam baling-baling di sekelilingnya, rig semis mampu mengatur
posisinya secara dinamis. Rig semis sering digunakan jika lautnya terlalu dalam
untuk rig jackup. Karena karakternya yang sangat stabil, rig ini juga popular
dipakai di daerah laut berombak besar dan bercuaca buruk.

6. Drill ship : prinsipnya menaruh rig di atas sebuah kapal laut. Sangat cocok
dipakai di daerah laut dalam. Posisi kapal dikontrol oleh sistem thruster
berpengendali komputer. Dapat bergerak sendiri dan daya muatnya yang paling
banyak membuatnya sering dipakai di daerah terpencil atau jauh dari darat.

Dari fungsinya, rig dapat digolongkan menjadi dua macam :

1. Drilling rig : rig yang dipakai untuk membor sumur, baik sumur baru, cabang
sumur baru maupun memperdalam sumur lama.
2. Workover rig : fungsinya untuk melakukan sesuatu terhadap sumur yang telah
ada, misalnya untuk perawatan, perbaikan, penutupan, dsb.