Anda di halaman 1dari 11

BIMBINGAN KONSELING

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING


Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar
mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar,
karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-
norma yang berlaku.

KONSELING
Bantuan penyelesaian masalah oleh konselor kepada konseli (klien)
sehingga teratasinya suatu masalah.

LATAR BELAKANG BIMBINGAN KONSELING


1. Kehidupan Demokrasi: Guru tidak lagi menjadi pusat dan siswa tidak
hanya menjadi peserta pasif dalam kegiatan pendidikan. Guru hanya
membantu siswa untuk dapat mengambil keputusannya sendiri.
2. Perbedaan Individual: Pembelajaran yang umumnya dilakukan secara
klasikal kurang memperhatikan perbedaan siswa dalam kemampuan dan
cara belajarnya sehingga beberapa siswa mungkin akan mengalami
kesulitan.
3. Perkembangan Norma Hidup: Masyarakat berubah secara dinamis.
Demikian pula dengan berbagai norma hidup yang ada di dalamnya.
Setiap orang harus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut.
4. Masa Perkembangan: Seorang individu mengalami perkembangan dalam
berbagai aspek dalam dirinya dan perubahan tuntutan lingkungan terhadap
dirinya. Diperlukan penyesuaian diri untuk menghadapi perubahan-
perubahan tersebut.
5. Perkembangan Industri: Seiring dengan perkembangan teknologi yang
cepat, industri juga berkembang dengan pesat. Untuk memiliki karir yang
baik, siswa harus bisa mengantisipasi keadaan tersebut.
PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING
BK merupakan pelayanan psiko-paedagogis dalam bingkai
budayaIndonesia dan religius.
Arah BK mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi
tugas-tugas perkembangannya secara optimal.
Membantu siswa agar mampu mengatasiberbagai permasalahan yang
mengganggu dan menghambat perkembangannya.

VISI BIMBINGAN DAN KONSELING


Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara optimal dengan
hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan YME, sebagai makhluk individu,
dan makhluk sosial dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta.

MISI BIMBINGAN DAN KONSELING


Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa untuk dapat
menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa secara efektif, kreatif, dan
dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam:
(1)Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME;
(2)Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan;
(3)Pengarahan diri ke arah dimensi spiritual;
(4)Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ, dan SQ; dan
(5)Pengaktualisasian diri secara optimal.

DASAR HUKUM
Berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 0433/p/1993 dan
No. 25/1993, penghargaan jam kerja konselor ditetapkan 36 jam per minggu
dengan beban tugas meliputi penyusunan program (dihargai 12 jam), pelaksanaan
layanan (18 jam) dan evaluasi (6 jam). Konselor yang membimbing 150 orang
siswa dihargai 18 jam, selebihnya dihargai sebagai bonus kelebihan jam dengan
ketentuan tersendiri
RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELING DARI BERBAGAI
SEGI :
1. Segi Fungsi, meliputi:
a. Upaya pencegahan;
b. Pengembangan;
c. Penyaluran;
d. Penyesuaian;
e. Perbaikan.
2. Segi sasaran bimbingan dan konseling bertujuan agar para mahasiswa
mencapai:
a. Perkembangan melalui pengungkapan, pengenalan, dan
penerimaan diri dan lingkungan;
b. Pengambilan keputusan;
c. Pengarahan diri;
d. Perwujudan diri.
3. Segi Layaan, meliputi:
a. Pengumpulan data;
b. Pemberian informasi;
c. Penempatan;
d. Konseling dan bentuk layanan lainnya;
e. Alih tangan;
f. Penilaian dan tindak lanjut.
4. Segi Masalah, meliputi:
a. Bimbingan pendidikan;
b. Bimbingan jabatan;
c. Bimbingan sosial, pribadi emosional.

FUNGSI BIMBINGAN KONSELING


1. Fungsi Pemahaman
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki
pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya ( pendidikan,pekerjaan,
dan norma agama)
2. Fungsi Pencegahan
Yaitu fungsi yang berkaitan upaya konselor untuk senantiasa
mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya
untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli.Melalui fungsi ini
konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara
menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan
dirinya.adapun tehnik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi,
informasi, dan bimbingan kelompok.
Bebarapa masalah yang perlu diinformasikan kepada konseli dalam rangka
mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan diantaranya:
bahaya minuman keras ,merokok, penyalahgunaan obat obatan,drop out
dan pergaulan bebas(free sex).
3. Fungsi Penyembuhan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif.fungsi ini
berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang tekah
mengalami masalah baik menyangkut aspek pribadi ,sosial,belajar,
maupun karier.Tehnik yang dapat digunakan adalah konseling dan
remedial teaching.
4. Fungsi Pengembangan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari
fungsi-fungsi lainnya.Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif yang memfasilitasi perrkembangan
konseli.Konselor secara sinergis berkolaborasi atau bekerjasama
merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis
dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli dalam mencapai
tugas-tugas perkembangannya.
Tehnik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan
informasi,tutorial,diskusi kelompok atau curah pendapat(brain storming),
home room dan karya wisata.
5. Fungsi Fasilitasi
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang memberikan kemudahan
kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal,serasi,selaras, dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.

PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING


1. Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan;
(1) non diskriminasi,
(2) individu dinamis dan unik
(3) tahap & aspek perkembangan individu,
(4) perbedaan individual.
2. Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu;
(1) kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya,
(2) kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
3. Prinsip berkenaan dengan program layanan;
(1) bagian integral pendidikan,
(2) fleksibel & adaptif
(3) berkelanjutan
(4) penilaian teratur & terarah
4. Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan;
(1) pengembangan individu agar mandiri
(2) keputusan sukarela
(3) ditangani oleh profesional & kompeten,
(4) kerjasama antar pihak
terkait,
(5) pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran

ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING


Asas Kerahasiaan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya
segenap data dan keterangan tentang konseli yang menjadi sasaran
pelayanan yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak
diketahui orang lain.Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh
memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga
kerahasiaannya benar-benar terjamin.
Asas Kesukarelaan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan
dan kerelaan konseli mengikuti atau menjalani pelayanan /kegiatan yang
diperlukan baginya.Dalam hal ini guru pembimbing membina dan
mengembangkan kesukarelaan tersebut.
Asas Keterbukaan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli yang
menjadi sasaran pelayanan /kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-
pura baik didalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang
berguna bagi pengambangan dirinya.
Asas Kegiatan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli yang
menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam
penyelenggaraan pelayanan /kegiatan bimbingan.Dalam hal ini guru
pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan
atau kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan baginya.
Asas Kekinian
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar obyek sasaran
pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli)
dalam kondisinya sekarang.Pelayanan yang berkenaan dengan masa depan
atau kondisi masa lampau sekalipun dilihat dampak dan/atau kaitannya
kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.
Asas Kedinamisan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan
terhadap sasaran pelayanan(konseli) yang sama kehendaknya selalu
bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan
sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangnnya dari waktu ke waktu.
Asas Keterpaduan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai
pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling baik yang dilakukan oleh
guru pembimbing maupun pihak lain saling menunjang,harmonis, dan
terpadu.Untuk ini kerjasama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang
berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu
terus dikembangkan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan
konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Asas Keahlian
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan
kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah
profesional.Dalam hal ini para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan
dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang
bimbingan dan konseling.Keprofesionalan guru pembimbing harus rewujud
baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan
konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.
Asas Kemandirian
Yaitu asa bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tuuan umum
bimbingan dan konseling yakni : konseli sebagai sasaran pelayanan
bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri
dengan ciri-ciri mengenal dan memelihara diri sendiri dan lingkungannya,
mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri
sendiri.Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahakan segenap
pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya dagi
berkembangnya kemandirian konseli.
Asas Alih Tangan Kasus
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak
yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling
secara cepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli mengalihtangnkan
permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.Guru pembimbing dapat
menerima alih tangan kasus dariorang tua, guru lain, atau ahli lain dan
demikian guru mata pelajaran /praktik dan lain-lain.
BIDANG LAYANAN
Bidang layanan konselor pendidikan di sekolah adalah
1. Bimbingan pribadi-sosial: untuk mewujudkan pribadi yang taqwa,
mandiri, dan bertanggungjawab.
2. Bimbingan karir: untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan
pendidikan.
3. Bimbingan belajar: untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

JENIS LAYANAN
Layanan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah meliputi:
1. Layanan orientasi
Memperkenalkan seseorang pada lingkungan yang baru dimasukinya,
misalnya memperkenalkan siswa baru pada sekolah yang baru
dimasukinya.
2. Layanan informasi
Bersama dengan layanan orientasi memberikan pemahaman kepada
individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang
diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, atau untuk
menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. Informasi
yang dapat diberikan di sekolah di anataranya: informasi pendidikan,
informasi jabatan, dan informasi sosial budaya.
3. Layanan bimbingan penempatan dan penyaluran
Membantu menempatkan individu dalam lingkungan yang sesuai untuk
perkembangan potensi-potensinya. Termasuk di dalamnya: penempatan ke
dalam kelompok belajar, pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti,
penyaluran ke jurusan/program studi, penyaluran untuk studi lanjut atau
untuk bekerja.
4. Layanan bimbingan belajar
Membantu siswa untuk mengatasi masalah belajarnya dan untuk bisa
belajar dengan lebih efektif.
5. Layanan konseling individual
konseling yang diberikan secara perorangan.
6. Layanan bimbingan dan konseling kelompok
konseling yang dilaksanakan pada sekelompok orang yang mempunyai
permasalahan yang serupa

FUNGSI LAYANAN
1. Pemahaman
dipahaminya diri klien, masalah klien, dan lingkungan klien baik oleh
klien itu sendiri, konselor, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2. Pencegahan
mengupayakan tersingkirnya berbagai hal yang secara potensial dapat
menghambat atau mengganggu perkembangan kahidupan individu.
3. Perbaikan
membebaskan klien dari berbagai masalah yang dihadapinya.
4. Pemeliharaan dan Pengembangan:
memelihara segala sesuatu yang baik pada diri individu atau kalau
mungkin mengembangkannya agar lebih baik

KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING


1. APLIKASI INSTRUMENTASI
Kegiatan pendukung BK untuk mengumpulkan data dan keterangan
tentang diri dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat
dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.
2. HIMPUNAN DATA
Kegiatan pendukung BK untuk menghimpun seluruh data dan
keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik.
Himpunan data perlu diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik,
komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
3. KONFERENSI KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk membahas permasalahan yang dialami
oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai
fihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan
dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan
dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
4. KUNJUNGAN RUMAH
Kegiatan pendukung BK untuk memperoleh data, keterangan,
kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta
didik melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan ini memerlukan
kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga lainnya.
5. ALIH TANGAN KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih
tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik dengan
memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya.
Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara
berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penanganan
masalah tersebut
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas.(2003).Pelayanan Bimbingan dan Konseling.Jakarta:Puskur Balitbang


Prabu.Bimbingan dan Konseling.http://konseling.gumilarcenta.com
Depdiknas,(2006).Permendiknas no 22 tahun 2006tentang Standart Isi
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.(2005).Standart Kompetensi
Konselor Indonesia.Bandung: ABKIN
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia .(2007).Penataan Pendidikan
Profesional konselor. Naskah Akademik ABKIN (dalam proses finalisasi)