Anda di halaman 1dari 4

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil anggota

keluarga Engraulidae. Nama ini mencakup berbagai ikan dengan warna tubuh

perak kehijauan atau kebiruan. Walaupun anggota Engraulidae ada yang memiliki

panjang maksimum 23 cm, nama ikan teri biasanya diberikan bagi ikan dengan

panjang maksimum 5 cm. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam

pada kedua-dua rahangnya (Anonim c , 2014).

Ikan teri (Stolephorus spp.) mempunyai ciri-ciri umum yaitu badan seperti

cerutu, sedikit silindris, bagian perut membulat, tubuhnya ramping, panjang

kurang dari 12 cm, kepala pendek, moncong nampak jelas dan meruncing, anal

sirip dubur sedikit ke belakang, duri-duri lemah sirip punggung, warna pucat bila

sisik terlepas, jenis pelagis pantai (Anonim a , 2014).

Berdasarkan Nutry Survey Indonesia, kandungan kalsium dalam ikan teri

lebih tinggi daripada susu. Kalsium dari ikan teri akan bermanfaat jika dikonsumsi

secara langsung. Di dalam tubuh kalsium bekerja sama dengan laktosa dan

vitamin

D

dalam

pembentukan

massa

tulang,

serta

dengan

kalium

untuk

menurunkan tekanan darah tinggi (Anonim b , 2014). Ikan teri yang dikonsumsi

sekalian dengan tulangnya juga banyak mengandung fosfor yang berguna untuk

kesehatan gigi dan tulang. Menurut Almatsier (2004), kadar kalsium dan fosfor

pada 100 gram ikan teri kering adalah 1200 mg dan 1500 mg.

Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh,

yaitu 1,5-2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg. Dari

1

Universitas Sumatera Utara

jumlah ini, 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi terutama

dalam bentuk hidroksiapatit [(3Ca 3 (PO 4 ) 2 .Ca(OH) 2 ]. Di dalam cairan ekstraselular

dan intraselular kalsium memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel,

seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga

permeabilitas membran sel (Almatsier, 2004).

Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1% dari

berat badan. Kurang lebih 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai kalsium

fosfat, yaitu bagian dari kristal hidroksiapatit di dalam tulang dan gigi yang tidak

dapat larut. Hidroksiapatit memberi kekuatan dan kekakuan pada tulang. Fosfor di

dalam tulang berada dalam perbandingan 1:2 dengan kalsium. Fosfor selebihnya

terdapat di dalam semua sel tubuh, separuhnya di dalam otot dan di dalam cairan

ekstraselular (Almatsier, 2004).

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan teri kering

(Stolephorus spp.) yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu teri tawar, teri nasi dan

teri toge. Teri tawar berwarna kuning dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar

dibandingkan teri nasi dan teri toge. Teri toge merupakan jenis teri yang berwarna

putih, ukurannya lebih besar daripada teri nasi. Sedangkan teri nasi hampir mirip

dengan teri toge namun berukuran lebih kecil.

Metode

penetapan

kadar

kalsium

di

dalam

literatur

antara

lain

kompleksometri

(Rivai,

1995),

gravimetri,

permanganometri,

dan

spektrofotometri serapan atom (Gandjar dan Rohman, 2007). Penetapan kadar

fosfor dapat dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak (Lim, 1991).

Adapun alasan untuk meneliti kalsium pada ikan teri dengan metode

spektrofotometri

serapan

atom

adalah

2

karena

analisisnya

yang

cepat,

dapat

Universitas Sumatera Utara

mengukur kadar logam dalam jumlah kecil dan spesifik untuk setiap logam tanpa

dilakukan pemisahan (Khopkar, 1990). Sedangkan untuk meneliti fosfor pada ikan

teri digunakan metode spektrofotometri sinar tampak karena metode ini lebih

sederhana dan lebih sensitif (Lim, 1991).

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti ingin mengetahui kadar kalsium

secara spektrofotometri serapan atom dan fosfor secara spektrofotometri sinar

tampak pada ikan teri (Stolephorus spp.).

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut:

1. Berapakah kadar kalsium dan fosfor yang terdapat pada ikan teri tawar, teri

nasi, dan teri toge?

2. Apakah terdapat perbedaan kadar kalsium dan fosfor antara ikan teri tawar, teri

nasi, dan teri toge?

1.3 Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Ikan teri tawar, teri nasi dan teri toge memiliki kandungan kalsium dan fosfor

pada kadar tertentu.

2. Terdapat perbedaan kadar kalsium dan fosfor antara ikan teri tawar, teri nasi

dan teri toge.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui kadar kalsium dan fosfor yang terdapat pada ikan teri tawar,

teri nasi dan teri toge.

3

Universitas Sumatera Utara

2. Untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium dan kadar fosfor antara ikan teri

tawar, teri nasi dan teri toge.

1.5 Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui kadar kalsium dan fosfor pada ikan teri (Stolephorus

spp.) agar dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan makanan yang dapat

dipilih untuk asupan kalsium dan fosfor bagi tubuh.

4

Universitas Sumatera Utara