Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK

DISUSUN OLEH :
IKKA MEILITA SARI
1514401058

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Pencegahan diare pada anak

Waktu : 45 menit

Tempat : Posyandu

Sasaran : ibu dari anak

I. Latar Belakang
Diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak balita, khususnya
di negara berkembang seperti Indonesia (Segeren, 2005).Diare adalah penyakit yang
ditandai bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (> 3 kali sehari) disertai
perubahan konsistensi tinta (menjadi cair),dengan atau tanpa darah atau lendir
(Suraatmaja,200%). Apabila pada diare pengeluaran cairan melebihi pemasukan maka
akan terjadi defisit cairan tubuh, maka akan terjadi dehidrasi. Berdasarkan derajat
dehidrasi maka diare dapat dibagi menjadi diare tanpa dehidrasi, diare dehidrasi
ringan sedang dan diare dehidrasi berat.
Penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan.
Beberapa faktor yang berkaitan dengan kejadian diare yaitu tidak memadainya
penyediaan air bersih, air tercemar oleh tinta, kekurangan sarana kebersihan
(pembangunan tinta yang tidak higienis), kebersihan perorangan dan lingkungan yang
jelek, penyiapan makanan kurang matang dan penyimpananmakanan masak pada
suhu kamar yang tidak semestinya (Sander, 2005).
Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi
pendorong terjadinya diare yaitu faktor agen, penjamu, lingkungan dan perilaku.
Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling dominan yaitu sarana penyediaan air
bersih dan pembuangan tinta, kedua faktor berinteraksi bersama dengan perilaku
manusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta
terakumulasi dengan perilaku manusia yangtidak sehat, maka penularan diare dengan
mudah dapat terjadi (zubir, 2006).
World health organization (WHO) menyatakan bahwa lebih dari sepertiga
kematian anak secara global disebabkan karena diare sebanyak 35%. United Nations
International childrens emergency fund (UNICEF) memperkirakan bahwa secara
global diare menyebabkan kematian satu anak setiap 30 detik dan menyebabkan
kematian sekitar 3juta penduduk setiap tahun.
Secara umum kematian akibat diare pada anak di dunia mencapai 42.000
kasus per minggu, 6000 kasus per hari, 4 kasus setiap menit dan 1 kematian setiap 14
detik. Dari jumlah tersebut, total episode diare pada bayi kurang dari 11 bulan
sebanyak 475 juta kali dan usia 1-4 tahun sekitar 945 juta per tahun. (PressRelease,
WHO, 2002).
Untuk skala nasional berdasarkan data dari profil kesehatan Indonesia tahun
2008, penderita diare pada tahun tersebut adalah 8.448 orang dengan angka kematian
akibat diareadalah 2.5%. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 1.7%
dengan jumlah penderita diare adalah 3661 orang. Untuk tahun 2008, penderita diare
di Indonesia adalah 10.280 orang dengan angka kematian 2.5%.
Survey Morbiditas Diare tahun 2010 yang dilakukan oleh kementrian
kesehatan RI,didapatkan pada tahun 2000 angka kematian balita akibat diare di
Indonesia adalah 1.278 per 1000 turun menjadi 1.100 per 1000 pada tahun 2003 dan
naik lagi pada tahun 2006 kemudian turun pada tahun 2010.
II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama kurang lebih 45 menit diharapkan sasaran
dapat memahami cara penanggulangan diare.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ini diharapkan audiens dapat:
1. Menjelaskan pengertian diare dengan benar
2. Menjelaskan penyebab diare dengan tepat
3. Menyebutkan 6 dari 11 gejala atau tanda diare dengan benar
4. Menyebutkan 4 dari 7 pencegahan diare dengan benar
5. Dapat melakukan demonstrasi ulang mengenai pembuatan larutan gula garam
dan oralit dengan benar
III. Materi
1. Pengertian diare
2. Penyebab diare
3. Tanda dan gejala diare
4. Cara pencegahan diare
5. Demonstrasi mengenai pembuatan larutan gula garam

IV. Strategi Pelaksanaan


1. Persiapan :
a. Survey karakter dan lokasi sasaran
b. Koordinasi dengan pihak posyandu
c. Menyiapkan alat dan bahan
2. Pelaksanaan :

NO Kegiatan Waku Penyuluh Audience


1. Pembukaan 5 1. Memberi salam
menit pembuka dan 1. Membalas salam
perkenalan diri 2. Mendengarkan
penyuluhan
2. Menjelaskan tujuan menjelaskan tujuan
3. Memberi respon dan
3. Kontrak waktu menyepakatinya
2. Pelaksanaan 30 1. Menyampaikan 1. Mendengarkan dan
menit materi tentang memahami pengertian
pengertian diare diare
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan dan
penyebab diare memahami penyebab
3. Menjelaskan tanda diare
dan gejala diare 3. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan cara memahami tanda dan
pencegahan diare gejala diare
5. Demonstrasi 4. Mendengarkan dan
mengenai pembuatan memahami cara
larutan gula garam pencegahan diare
6. Memberi kesempatan 5. Mendengarkan dan
audience untuk memahami tentang cara
bertanya pembuatan larutan gula
garam
6. Bertanya kepada
penyuluh tentang materi
yang belum jelas
3. Penutup 10 1. Menyimpulkan materi 1. Bersama penyuluh
menit yang telah menyimpulkan materi
didiskusikan 2. Peserta kooperatif dalam
2. Melakukan evaluasi menjawab pertanyaan
penyuluhan penyuluh
3. Mengakhiri kontrak 3. Menyetujui penyuluh
4. Mengakhiri kegiatan mengakhiri kontrak
penyuluhan dengan 4. Peserta kooperatif
salam menjawab salam

V. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
VI. Media
Alat dan bahan peraga :
1. Laporan Pendahuluan
2. Satuan Acara Penyuluhan
3. Leaflet
4. Lembar balik
VII. Evaluasi
1. Struktur
a. Ruang kondusif untuk kegiatan
b. Tersedianya perlengkapan alat yang berfungsi
c. Tersedianya media dan materi yang memadai
d. Tersedianya peserta
2. Proses
a. Penyuluhan tentang cara pencegahan diare pada anak diharapkan dapat
berjalan dengan lancar dan sasaran mengerti dan memahami dari penyuluhan
yang disampaikan.
b. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi yang baik antara
penyuluh dengan peserta.
c. Kehadiran peserta diharapkan 60-80%
d. Sasaran diharapkan tidak merasa bosan saat menerima materi dan tidak
meninggalkan tempat sebelum acara ditutup.
3. Hasil
a. 80% dari peserta dapat menjelaskan pengertian diare
b. 80% dari peserta dapat menjelaskan penyebab diare
c. 80% dari peserta dapat menyebutkan tanda dan gejala diare
d. 80% dari peserta dapat menyebutkan cara pencegahan diare
e. 80% dari peserta dapat mengulang dan melakukan demonstrasi pembuatan
larutan gula garam dan oralit.
f. Dan meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai pentingnya pencegahan
diare pada anak sedini mungkin.

VIII. Sumber Pustaka


https://www.slideshare.net/HaLimLisda/satuan-acara-penyuluhan-pencegahan-diare-
pada-anak
https://www.scribd.com/doc/293133144/SATUAN-ACARA-PENYULUHAN-
PENCEGAHAN-DIARE-PADA-ANAK-doc
https://www.academia.edu/25691731/SATUAN_ACARA_PENYULUHAN_DIARE

Lampiran : Materi pencegahan diare pada anak

A. Pengertian Diare
Menurut WHO(1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai bertambahnya
defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai
dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Secara
klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu diare cair akut, disentri, dan diare
persisten.
Sedangkan menurut Depkes RI (2005) diare adalah suatu penyakit dengan
tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja yang melembek
sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau
lebih dalam sehari.
Diare diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan feses yang
berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), dengan demikian kandungan air
pada feses lebih banyak daripada biasanya (Daldiyono,1990).
Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan > 3 kali dalam sehari dan
biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih, sering juga disertai kejang perut.
Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan
dehidrasi. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat
membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan lanjut usia.
Diare jarang membahayakan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan
dan nyeri kejng pada bagian perut. Meskipun tidak membutuhkan perawatan khusus,
penyakit diare perlu mendapatkan perhatian serius, karena dapat menyebabkan
dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Dehidrasi ditandai dengan gejala fisik seperti
bibir terasa kering, kulit menjadi keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung, serta
menyebabkan syok. Untuk mencegah dehidrasi dengan meminum larutan oralit.
Karena itu, penderita diare harus banyak minum air dan diberi obat anti diare.
B. Faktor Penyebab Diare
Faktor penyebab terjainya diare, adalah sebagai berikut:
1. Faktor infeksi
a. Infeksi enteral, infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan
penyebab utama diare pada anak. Meliputi infeksi enteral sebagai berikut :
1) Infeksi bakteri: vibrio, ecoli, salmonella, shigella, campylobacter,
yersinia, aeromonas, dan sebagainya.
2) Infeksi virus: enterovirus (virus ECHO, coxsackie, poliomyelitis) adeno-
virus, rotavirus, astrovirus, dan lain-lain.
3) Infeksi parasit: cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongyloides); protozoa
(entamoeba histolytica, giardia, trichomonas hominis); jamur (candida
albicans).
b. Infeksi parenteral adalah infeksi di luar alat pencernaan makanan seperti: otitis
media akut(OMA), tonsilitis/tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis,
dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di
bawah 2 tahun.
Keterangan :

Kuman masuk dan berkembang dalam ususadanya toksin dalam dinding usus
halushipersekresi air elektrolit (isi rongga) usus meningkatDIARE

Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus


halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus
besar. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air
dan dinding usus. Dilain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi
sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah
yang menyebabkan tinja berair pada diare.

2. Faktor Malabsorbsi
a. Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa);
monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Pada bayi dan
anak yang terpenting dan tersering (intoleransi laktosa).
b. Malabsorbsi lemak
c. Malabsorbsi protein

Tekanan osmotik meningkatpergeseran air dan elektrolit ke rongga ususisi rongga usus
meningkatDIARE
3. Faktor makanan, makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan

Toksin tidak dapat diseraphiperperistaltikkemampuan arbsorbsi menurunDIARE


4. Faktor psikologis, rasa takut dan cemas (jarang, tetapi dapat terjadi pada anak
yang lebih besar).

Psikologi hiperperistaltikkemampuan arbsorbsi menurunDIARE


Diare selain disebabkan oleh beberapa infeksi virus dan juga akibat dari racun
bakteria, juga bisa disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Lingkungan yang kumuh dan kotor menjadi tempat berkembang bakteri(Ecoli), virus
dan parasit (jamur, cacing, protozoa), dan juga lalat yang turut berperan dalam
membantu penyebaran kuman penyakit diare.
Diare juga bisa muncul akibat tangan kotor dan dapat pula karena tertular dari
binatang peliharaan, dan kontak langsung dengan feses atau material yang
menyebabkan diare. Namun demikian, di samping beberapa faktor yang menjadi
penyebab diare diatas, sebenarnya ada beberapa hal lagi yang menjadi faktor utama
dan terjadinya diare, yaitu:
1. Gizi yang buruk. Keadaan ini melemahkan kondisi tubuh penderita sehingga
timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan semakin parah.
2. Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses susu dapat
menyebabkan ia mengalami diare.
3. Seorang bayi yang tidak mampu mencerna makanan yang baru dan belum
dikenali.
4. Akibar alergi terhadap makanan tertentu.
5. Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat dicerna oleh jaringan tubuh
akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare.
6. Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing atau bakteri.
7. Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak.
8. Keracunan makanan.
Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
1. Tidak memadainya penyediaan air bersih
2. Air tercemar oleh tinja
3. Pembuangan tinja yang tidak hygenis
4. Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
5. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
6. Penghentian ASI yang terlalu dini.
C. Tanda dan gejala diare
a. BAB encer lebih dari 3x atau anak sering buang air besar dengan konsistensi tinja
cair atau encer (Vade,2003:34).
b. Muntah (Vade,2003:34).
c. Demam (Vade,2003:34).
d. Nyeri abdomen (Vade,2003:34).
e. Badan terasa lemah.
f. Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang.
g. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
h. Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringnya defekasi dan tinja
menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
i. Ada tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elastis kulit menurun), ubun-
ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan bibir kering serta penurunan
berat badan.
j. Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat, tekanan darah menurun,
denyut jantung cepat, pasien sangat lemas sehingga menyebabkan kesadaran
menurun.
k. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).
(Suraatmaja, 2005:8).
D. Pencegahan Diare
a. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar yaitu setelah buang air besar, sebelum
dan sesudah menyiapkan makanan atau minuman.
b. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara
merebus sampai mendidih 10-15 menit.
c. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan
jamban dengan tangki septik.
d. Mencuci makanan/sayuran sebelum dimasak dibawah air mengalir.
e. Mencuci botol susu dan tempat makan anak dengan cara mencuci dibawah air
mengalir lalu rendam dengan air panas 5menit baru digunakan lagi.
f. Menjaga kebersihan diri.
E. Demonstrasi
1. Membuat larutan gula garam
a. Alat :
1) Sendok
2) Gelas
b. Bahan :
1) 1 sdm gula
2) sdm garam
3) Segelas air putih yang telah dimasak (200 ml)
c. Cara Membuat :
1) Cucilah tangan dengan bersih
2) Tuangkan air masak kedalam satu gelas air
3) Masukkan gula 1 sdm penuh
4) Masukkan sdm garam
5) Aduk sampai larut
6) Larutan gula garam segera diminum
2. Membuat larutan oralit
Larutan Oralit adalah larutan untuk mengobati diare.
Tujuannya: mencegah kehilangan cairan berlebih.
a. Alat :
1) Sendok
2) Gelas
b. Bahan :
1) 1 bungkus oralit
2) Segelas air masak (200 ml)
c. Cara membuat :
1) Cuci tangan sampai bersih
2) Tuang air masak 1 gelas
3) Bubuk oralit 1 bungkus dilarutkan kedalam 1 gelas air masak
4) Aduk sampai semua bubuk larut dengan sendok.
3. Kebutuhan oralit sesuai kelompok umur

Umur Setiap mencret Jumlah oralit yang disediakan di rumah


< 1 tahun gelas 400 ml/hari (2 bungkus)
1-4 tahun 1 gelas 600-800 ml/hari (3-4 bungkus)
5-12 tahun 1 gelas 800-1000 ml/hari (4-5 bungkus)
Dewasa 3 gelas 1200-2800 ml/hari (6-10 bungkus)
Catatan : 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200ml. Perkiraan oralit untuk kebutuhan 2 hari.