Anda di halaman 1dari 6

LEUKEMIA- KANKER DARAH

Latar Belakang
Kesehatan dalam kehidupan adalah hal mutlak yang selalu diharapkan oleh manusia,
karena semua kegiatan atau rutinitas manusia dapat berjalan dengan lancar apabila rohani
dan jasmaninya sehat. Hidup sehat dengan mengatur pola makan, memakan makanan
yang bergizi, istirahat yang cukup dan berolah raga mampu menghindarkan dari berbagai
penyakit. Namun adakalanya penyakit datang tanpa kita sadari dan terkadang tanpa kita
rasakan, salah satunya adalah penyakit di dalam tubuh manusia. Leukemia atau kanker
darah yang sangat berbahaya memiliki gejala umum seperti penyakit ringan ternyata
dapat diketahui tanpa sengaja dalam ”general check up”.
Leukemia terjadi karena penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang
diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow) sehingga sel darah putih memproduksi sel
yang abnormal menjadi sel leukemia. Berbahaya karena produksi yang berlebihan tidak
terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam
darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan
dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya. Dalam tahun 2006 diperkirakan ada 35.000
orang di Amerika Serikat yang terdiagnosis menderita leukemia, 25% di antaranya
berumur di atas 50 tahun dan sisanya menyerang anak-anak dan orang dewasa.
Para ahli kedokteran sampai saat ini masih meraba penyebab terjadinya penyakit tersebut
karena banyak faktor penyebab namun belum ada yang mendominasi hingga terjadinya
penyakit tersebut. Oleh karena itu untuk mencegah leukemia atau kanker darah kita harus
mengenal lebih jauh tentang leukemia, bagaimana gejala-gejalanya, dampak dari
penyakit leukemia, cara diagnosa dan penyembuhannya.
Dari uraian tersebut, maka penulis akan mencoba membahas tentang “The Story of
Leukemia”

2. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang diatas, penulis mencoba mengidentifikasi permasalahan yang akan
dibahas sebagai berikut :
1. Bagaimana cara penyebaran penyakit leukemia?
2. Bagaimana cara mengenali leukemia?
3. Apakah penyakit leukemia dapat menyebabkan kematian?
3. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi tersebut, penulis membatasi masalah dengan bahasan Leukemia,
yang mencakup tentang pengenalan leukemia, tipe-tipe leukemia, penyebab leukemia,
gejala dan tanda leukemia, diagnosis serta pengobatannya.
4. Perumusan Masalah
Dalam makalah ini ini akan di bahas tentang Leukemia. Maka dirumuskan masalah yang
akan diteliti sebagai berikut :
1. Adakah jenis-jenis leukemia yang dapat dibedakan?
2. Seberapa besar kesembuhan dari penyakit leukemia?
3. Adakah cara mendeteksi sejak dini penyakit tersebut?
5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis mempunyai tujuan dan kegunaan sebagai
berikut :
Ø Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisa penyakit leukemia.
2. Untuk memperoleh informasi tentang leukemia agar dapat memproteksi diri.
3. Mengetahui dan menganalisis bahwa leukemia merupakan penyakit yang dapat
menyebabkan kematian apabila lambat dalam penanggulangan.

Ø Manfaat penelitian
1. Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi penulis untuk menambah
wawasan ilmu pengetahuan dan juga sebagai bahan pembanding antara teori selama
kuliah dan praktek di lapangan.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pembaca agar dapat mengenal
penyakit leukemia.
3. Bagi masyarakat, diharapkan dapat berguna sebagai sumber bacaan untuk
meningkatkan wawasan pengetahuan dalam bidang sumber daya manusia terutama dalam
kesehatan

PEMBAHASAN
1. Mengenal Leukemia
Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah
putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone
marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah diantaranya sel darah
putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi
membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu
proses pembekuan darah).
Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang
tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang
berkembang tidak normal atau abnormal. Dalam keadaan normal, sel darah putih
mereproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau sel darah putih, berfungsi sebagai
pertahanan tubuh, akan terus membelah dalam suatu kontrol yang teratur. Tubuh manusia
akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi
kembali.
Pada penderita leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang tidak normal
yang disebut sel leukemia. Sel leukemia yang terdapat dalam sumsum tulang akan terus
membelah dan semakin mendesak sel normal, sehingga produksi sel darah normal akan
mengalami penurunan, sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang
diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar
dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah
sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel
lainnya.
2. Tipe-tipe Leukemia
Leukemia dikelompokkan berdasarkan seberapa cepat penyakit ini berkembang seperti :

1. Jenis leukemia kronis, berkembang secara lambat, tidak menampilkan gejala yang
spesifik (khas) tetapi gejala yang dapat juga menjadi gejala penyakit lain seperti demam
tidak tinggi, letih, keringat dingin, perut sering merasa tidak enak dan terdapat juga
pembesaran limpa, juga terjadi kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun.
Biasanya gejala-gejala ringan (demam tidak tinggi, letih dan keringat malam) itu
berlangsung selama tiga sampai enam bulan. Memiliki harapan hidup yang lebih lama,
hingga lebih dari 1 tahun bahkan ada yang mencapai 5 tahun.
Jenis leukemia akut, berkembang (ke arah keadaan yang lebih buruk) secara cepat dan
agresif, gejalanya sering lebih parah. Sering leukemia akut menyebabkan demam tinggi
yang berkaitan pula dengan ada infeksi. Ada yang diikuti dengan perdarahan dan pada
yang lebih parah, sel darah putih yang belum matang itu berkelompok membendung
pembuluh darah yang menyebabkan sesak nafas atau stroke. Apabila tidak diobati segera,
maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari.
Leukemia juga dikelompokkan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena. Penyakit,
dapat berkembang ke dalam sel-sel myeloid atau sel-sel limfoid.
Ø Ketika leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia
limfositik.
Ø Ketika leukemia mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil,
maka disebut leukemia myelositik.
Jumlah leukosit dalam darah
Ø Leukemia leukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat
sel-sel abnormal.
Ø Leukemia subleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal,
terdapat sel-sel abnormal.
Ø Leukemia aleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak
terdapat sel-sel abnormal.
Dengan mengombinasikan dua klasifikasi di atas maka leukemia dapat dibagi menjadi:
maka ada empat kategori leukemia yaitu:
Leukemia myelositik kronis (LMK), sering terjadi pada orang dewasa, dapat juga terjadi
pada anak-anak, namun sangat sedikit.
Leukemia limfositik kronis (LLK), sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih
dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada
pada anak-anak.
Leukemia myeloid akut (LMA), lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-
anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
Leukemia limfositik akut (LLA), merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada
anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun
3. Penyebab Leukemia
Penyebab leukemia belum sepenuhnya diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang
dianggap sebagai resiko untuk terkena leukemia. Faktor resiko itu antara lain terpapar
pada bahan-bahan kimia tertentu, seperti khemoterapi atau radiasi, atau pencemar udara
tertentu.
» Radiasi dosis tinggi : Radiasi dengan dosis sangat tinggi. Hal ini ditunjang dengan
beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para
pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi juga
lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom
atom Hiroshima dan Nagasaki, di Jepang pada masa perang dunia ke-2 menyebabkan
peningkatan insiden penyakit ini. Terapi medis yang menggunakan radiasi juga
merupakan sumber radiasi dosis tinggi. Sedangkan radiasi untuk diagnostik (misalnya
rontgen), dosisnya jauh lebih rendah dan tidak berhubungan dengan peningkatan kejadian
leukemia. .
» Paparan terhadap zat kimia tertentu dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi
frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia industri
seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
» Kemoterapi : Pasien kanker jenis lain yang mendapat kemoterapi tertentu dapat
menderita leukemia di kemudian hari. Misalnya kemoterapi jenis alkylating agents.
Namun pemberian kemoterapi jenis tersebut tetap boleh diberikan dengan pertimbangan
rasio manfaat-risikonya.
» Sindrom Down : Sindrom Down dan berbagai kelainan genetik lainnya yang
disebabkan oleh kelainan kromosom dapat meningkatkan risiko kanker.
» Human T-Cell Leukemia Virus-1(HTLV-1) adalah Virus tersebut menyebabkan
leukemia T-cell yang jarang ditemukan. Jenis virus lainnya yang dapat menimbulkan
leukemia adalah retrovirus dan virus leukemia feline.
» Sindroma mielodisplastik adalah suatu kelainan pembentukkan sel darah yang ditandai
berkurangnya kepadatan sel (hiposelularitas) pada sumsum tulang. Penyakit ini sering
didefinisikan sebagai pre-leukemia. Orang dengan kelainan ini berisiko tinggi untuk
berkembang menjadi leukemia.
» Merokok.
4. Gejala dan Tanda Leukemia
Gejala penderita leukemia bevariasi tergantung dari jumlah sel abnormal dan tempat
berkumpulnya sel abnormal tersebut. Gejala umum penderita leukemia yaitu :
1) Demam atau keringat malam
2) Sering mengalami infeksi, sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan
tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada penderita leukemia, sel darah putih yang
terbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya.
Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan
sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung
(meler) dan batuk
3) Anemia, penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah
merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita
bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh)
4) Pucat
5) Sakit kepala
6) Mudah berdarah atau memar.Misalnya gusi mudah berdarah saat sikat gigi, muda
memar saat terbentur ringan)
7) Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena
didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan
kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit)
8) Nyeri pada tulang dan/atau sendi, hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum
tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
9) Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami
pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan
lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini
dan menyebabkan pembengkakan.
10) Pembesaran kelenjar getah bening, terutama di leher dan ketiak
11) Penurunan berat badan, di akibatkan oleh nyeri perut dimana sel leukemia dapat
terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada
organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya
nafsu makan penderita leukemia.
12) Penurunan konsentrasi
13) Kehilangan kendali otot, dan kejang.
14) Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan
bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan
pertolongan medis.
15) Sel leukemia juga dapat berkumpul di buah zakar dan menyebabkan pembengkakan.

5. Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)


Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ;
Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic
resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture. Alat diagnosa
Leukemia akut dapat didiagnosa melalui beberapa alat, seperti:
→ Pemeriksaan morfologi: darah tepi, aspirasi sumsum tulang, biopsi sumsum tulang
→ Pewarnaan sitokimia
→ Immunofenotipe
→ Sitogenetika
→ Diagnostis molekuler
Kalau dokter mencurigai adanya leukemia, akan dilakukan pemeriksaan darah. Karena
gejalanya yang tidak spesifik itu, adakalanya leukemia ditemukan secara kebetulan ketika
pasien melakukan ”general check up”. Jika hitung sel darah menunjukkan adanya tanda-
tanda leukemia, pemeriksaan dilanjutkan dengan memeriksa sumsum tulang melalui
biopsi.
Pemeriksaan sumsum tulang ini sangat berguna karena dapat memeriksa langsung pada
tempat sel darah putih itu dibuat, yang pada leukemia nampak ada perubahan-perubahan
(kelainan) pada sel yang baru dibentuk. Jika perlu akan dilakukan pemeriksaan analisis
sitogenetik untuk mengetahui apakah ada mutasi pada sel-sel tersebut yang menandai
adanya leukemia.
Dari pemeriksaan darah, dapat ditemukan kadar sel darah putih yang meningkat atau
berkurang dan adanya sel leukemia. Saat ini terdapat 2 jenis pengambilan sampel dari
sumsum tulang, yaitu aspirasi sumsum tulang dan biopsi sumsum tulang.
6. Pengobatan dan Terapi Leukemia
Pengobatan leukemia tergantung kepada jenis leukemianya, dari hanya diobati secara
simtomatik (mengurangi gejala-gejalanya) sampai ke penggantian sumsum tulang yang
meskipun agresif sering dapat menyembuhkan beberapa jenis leukemia. Selain itu ada
juga yang menggunakan obat yang diarahkan ke sel yang tumbuh secara tidak normal itu.
Leukemia akut diterapi dengan menggunakan obat khemoterapi dan/atau penggantian
sumsum tulang. Untuk Leukemia limfositik kronis (LLK) cukup dengan melakukan
pengamatan selama beberapa waktu karena leukemia ini berkembang sangat lambat.
Tetapi ketika pertumbuhannya menjadi makin buruk, LLK diobati dengan obat
kemoterapi. Untuk Leukemia myelositik kronis (LMK), terapi standard yang sekarang
dipakai adalah menggunakan obat yang bernama imatinib. Untuk pasien usia muda,
transplantasi/penggantian sumsum tulang juga dilakukan untuk menyembuhkan LMK.
Sistem terapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah
kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus
pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow.
Pilihan terapi untuk leukemia adalah : kemoterapi, terapi biologi, terapi radiasi, atau
transplantasi sel stem. Jika terdapat pembesaran limpa, mungkin dibutuhkan pembedahan
untuk mengatasi limpa yang membesar tersebut.
Terapi biologi : Tujuan terapi ini adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap
kanker. Terapi biologi diberikan melalui injeksi. Untuk beberapa pasien dengan leukemia
limfositik kronik, jenis terapi biologi yang digunakan adalah antibodi monoklonal yang
akan berikatan dengan sel leukemia sehingga memungkinkan sel kekebalan tubuh
membunuh sel leukemia tersebut. Untuk beberapa penderita dengan leukemia mieloid
kronik, terapi biologi yang dapat digunakan adalah interferon.
Terapi radiasi : Terapi radiasi / radioterapi menggunakan sinar x dosis tinggi untuk
membunuh sel leukemia. Umumnya mesin radioterapi diarahkan ke limpa, otak, atau
bagian tubuh lainnya di mana sel leukemia berkumpul. Pada beberapa pasien mungkin
dilakukan radiasi seluruh tubuh (umumnya sebelum dilakukan transplantasi sumsum
tulang)
Transplantasi sel stem : transplantasi sel stem memungkinkan untuk dilakukan terapi
dengan dosis obat, radiasi, atau keduanya yang tinggi. Terdapat beberapa macam
transplantasi sel stem, yaitu transplantasi sumsum tulang, transplantasi sel stem perifer,
dan transplantasi darah umbilikal.
Terapi awal bertujuan untuk menghilangkan gejala dan tanda / remisi. Kemudian, setelah
gejala dan tanda menghilang, diberikan terapi lanjutan untuk mencegah kekambuhan /
relaps (disebut terapi maintenance)
Saat ini, satu-satunya terapi yang dapat menyembuhkan leukemia mieloid kronik adalah
transplantasi sel induk alogenik. Selain terapi untuk mengatasi leukemianya, mungkin
juga dibutuhkan terapi untuk mengurangi nyeri dan gejala lainnya, yang disebut terapi
paliatif.
Perkembangan Terapi
Saat ini terus dilakukan uji klinis di berbagai negara di dunia untuk mencari metode dan
terapi terbaru yang lebih efektif. Penelitian-penelitian dilakukan untuk mencari terapi
biologi dan kemoterapi terbaru, dosis, dan regimen terapi baru. Selain itu juga diteliti
berbagai kombinasi obat, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel stem.