Anda di halaman 1dari 3

Kompresibilitas batuan

Tekanan merupakan efek yang diakibatkan oleh gaya yang bekerja pada suatu
area. Pressure (tekanan) dapat dikatakan sebagai jumlah gagya yang bekerja per
satuan unit area. Tekanan lebih sering digunakan untuk istilah gaya ang bekerja
pada fluida. Tekanan pada fluida bernilai sama dalam segala arah. Nilai dari
tekanan dipengaruhi oleh kedalaman dan massa jenis fluida. Semakin dalam
maka tekanan fluida akan semakin besar. Tekanan terdapat dua jenis, yaitu
tekanan absolut dan tekanan relatif, tekanan absolut memperhitungkan nilai
tekanan dari suatu titik beserta tekanan atmosfernya.
Dua gaya bekerja pada formasi batuan kedalaman tertentu, yaitu gaya akibat
beban batuan diatasnya (overburden) dan gaya yang timbul akibat adanya fluida
yang terkandung dalam pori-pori batuan tersebut. Kedua gaya berada dalam
keadaan setimbang pada kondisi statis. Kesetimbangan gaya ini terganggu
apabila tekanan reservoar berkurang akibat pengosongan fluida, sehingga terjadi
penyesuaian dalam bentuk volume pori-pori, perubahan batuan dan volume total
batuan. Koefisien penyusutan ini disebut kompresibilitas batuan.
Geertsma (1957) memberikan tiga macam konsep mengenai kompresibilitas
batuan, yaitu Kompresibilitas matriks batuan, yaitu fraksi perubahan volume
butiran (grain) terhadap satuan perubahan tekanan. Kompresibilitas bulk batuan,
yaitu fraksi perubahan volume bulk batuan terhadap satuan perubahan tekanan.
Kompresibilitas pori-pori batuan, yaitu fraksi perubahan volume pori-pori batuan
terhadap satuan perubahan tekanan. Kompresibilitas pori-pori batuan dianggap
paling penting dalam teknik reservoar dari ketiga konsep kompresibilitas
tersebut.
Fluida yang diproduksikan dari pori-pori batuan reservoir akan mengakibatkan
perubahan tekanan dalam (internal pressure), akibatnya tekanan terhadap
batuan akan mengalami perubahan juga. Perubahan ini meliputi perubahan pada
butir-butir batuan, volume pori-pori dan volume total batuan.
Perubahan volume bulk batuan dinyatakan sebagai kompresibilitas (Cr), yang
secara matematis dituliskan :

Dimana :
Vr = volume bulk batuan
P = tekanan hidrostatis fluida dalam batuan

Perubahan bentuk volume pori-pori batuan dinyatakan sebagai Cp, yang


besarnya dapat diformulasikan sebagai berikut :
Dimana :
Vp = volume pori-pori batuan
P = tekanan luar (external pressure) atau tekanan overburden

Hall (1953) melakukan percobaan dari sejumlah batupasir dan batugamping


dengan menggunakan tekanan luar yang konstan sebesar 3000 psi dan tekanan
dalam antara 0-1500 psi.
Apa yang dimaksud tekanan formasi? Tekanan formasi merupakan tekanan dari
fluida yang mengisi ruang pori pada batuan. Selama proses burial dan kompaksi,
sedimen akan mengalami konsolidasi dan mengakibatkan fluida yang ada di
dalam batuan tersebut akan mengalami dewatering (pengurasan fluida) sebagai
akibat karena ruang pori di dalam batuan tersebut semakin kecil. Semakin
banyak sedimen yang terakumulasi di atas suatu formasi, maka tekanan
overburden semakin besar dan tekanan formasi akan cenderung meningkat
seiring dengan kedalaman. Hal ini akan menunjukkan adanya gradien hidrostatic
pressure jika peningkatan tekanan formasi sebanding dengan kedalaman. Setiap
fluida memiliki nilai gradien tekanan yang berbeda-beda karena tekanan
berbanding lurus dengan massa jenis fluida. Air memiliki nilai gradien paling
besar diantara minyak dan gas yaitu sekitar 1,42 psi/m sedangkan minyak
bernilai 1 psi/m dan gas memiliki gradien paling kecil yaitu 0,3 psi/m.
Terdapat tiga kondisi tekanan formasi / tekanan dalam reservoir dapat berupa
kondisi normal pressure, overpressure dan sub normal/depleted. Kondisi normal
pressure atau hidrostatic pressure terjadi ketika proses burial akan terjadi proses
kompaksi, semakin dalam porositas batuan akan menjadi lebih kecil. Karena
porositas batuan semakin kecil, maka untuk meimbanginya terdapat fluida
keluar dengan mudah, tidak ada yang menghalangi jalan keluarnya fluida
tersebut.
Kondisi overpressure terjadi ketika terjadi kompaksi, fluida tidak dapat keluar dari
ruang pori sehingga terjadi undercompaction. Akibat adanya penambahan
tekanan dari proses burial dan fluida tidak dapat keluar maka tekanan akan
ditopang oleh butir dan fluida di dalam batuan, fluida akan menopang tekanan
lebih besar sehingga terjadi kondisi overpressure. Dalam grafik, kondisi
overpressure dapat terlihat jika gradien tekanan formasi ada di sebelah kanan
tekanan normal. Kondisi geologi yang mempengaruhi terjadinya overpressure
adalah ketika terjadi pengendapan sedimen yang sangat cepat dan dalam
jumlah banyak dalam waktu yang sangat lama sehingga batuan mengalami
kompaksi yang tidak normal (undercompaction). Umumnya hal ini terjadi apabila
batu serpih/lempung lebih dominan di banding batupasir, karena permeabilitas
betuserpih/ batulempung yang kecil sehingga fluida tidak dapat mengalir keluar.
Lingkungan pengendapan yang dapat mengakomodasi kondisi overpressure
adalah delta dan laut dalam.
Sub normal/depleted merupakan kondisi tekanan formasi di bawah kondisi
tekanan hidrostatik. Biasanya kondisi ini terjadi akibat di dalam formasi tersebut
sudah diproduksi hidrokarbonnya sehingga kondisinya di bawah normal.
Percobaan saturasi :
Untuk perbandingan jumlah air formasi, minyak bumi serta gas yang terdapat
dalam hidrokarbon
Percobaan porositas
1. Untuk menentukan cadangan minya dan gas bumi dalam batuan reservoir
2. Menetukan perbandingan kandungan fluida dalam reservoir
Percobaan permeabilitas
1. Mengetahui kemampuan batuan dalam mengalirkan fluida
2. Menentukan kemampuan produksi dari batuan reservoir
Percobaan sieve analysis
1. Mengetahui lingkungan pengendapan batuan
2. Untuk menentukan jenis screen yang akan digunakan pada liner
Percobaan cec
1. Untuk mengetahui jenis mineral clay yang terkandung dalam batuan
2. Untuk merencanakan jenis lumpur yang akan dipakai
3. Mencegah terjadinya swelling
Percobaan Water sensivity batuan
1. Mengevaluasi formasi yang rusak akibat berbagai drilling filtrat atau
diakibatkan oleh adanya penginjeksian air formasi dari luar atau
kerusakan akibat kenaikan saturasi air di formasi itu sendiri.
2. Mengetahui penyebab turunnya produksi dan cara menanganinya
Percobaan kadar karbonat
1. Untuk mencegah scale pada alat produksi
2.
Percobaan tekanan kapiler dan wetttabiliti
1. Membantu dalam menentukan teknik yang tepat dalam proses EOR
2.

Sumber : http://www.belajarmateri.com/2016/11/pengertian-kompresibilitas-
batuan-dalam-perminyakan.html

pabetting.32d526d@m.evernote.com