Anda di halaman 1dari 3

GOLONGAN FIBRAT

Obat golongan fibrat digunakan pada penderita hiperkolesterolemia dengan mereduksi VLDL dalam
sirkulasi sehingga kadar trigliserida juga menurun, LDL menurun dan HDL meningkat dengan jumlah yang
sama yaitu sebesar 10%.

Mekanisme aksi farmakologi golongan fibrat adalah sebagai berikut :


- Menurunkan lipid plasma
- Meningkatkan kadar HDL plasma
- Menurunkan LDL plasma

1. Aksi Fibrat dalam menurunkan lipid plasma


Golongan fibrat berikatan dengan reseptor PPAR (Perioxome Proliferator-Activated Reseptor ) yang
masih tergolong reseptor nukleus. Terekspresi pada hepatosit, otot rangka, makrofag, jantung.

Aktivasi reseptor PPAR menimbulkan aksi sebagai berikut:


- Menyebabkan perubahan pada metabolisme lipid, dengan demikian akan menurunkan trigliserida
dan meningkatkan HDL plasma
- Menstimulasi ekspresi lipoprotein lipase pada sel otot sehingga terjadi peningkatan ambilan
trigliserida yang kaya lipoprotein, dengan demikian kadar trigliserida plasma akan menurun
- Menurunkan ekspresi apolipoprotein CIII hepatik yang bersifat potensiatif terhadap aktivitas enzim
lipoprotein lipase
- Menstimulasi degradasi oksidasi- asam lemak hepatik
- Menstimulasi lipoprotein lipase sehingga meningkatkan hidrolisis trigliserida pada partikel
khilomikron dan VLDL
- Menurunkan produksi VLDL di hepar dan meningkatkan ambilan LDL hepatik
- Menurunkan fibrinogen plasma dengan memperbaiki toleransi glukose dan menginhibisi transkripsi
faktor NF-kB sehingga terjadi inhibisi inflamasi otot polos vaskuler
- Menurunkan kadal LDL seperti halnya golongan statin

2. Aksi Fibrat dalam meningkatkan kadar HDL plasma


- Meningkatkan produksi HDL dengan meningkatkan produksi lipoprotein AI dan AII hepatosit
- Menghambat transfer kolesterol dengan meningkatkan reseptor spesifik (SR-BI) di hepar yang
menyebabkan peningkatan HDL dengan makrofag sehingga terjadi peningkatan eflux kolesterol
seluler
- Meningkatkan transfer kolesterol dari HDL ke dalam hepatosit yang akan dieskresikan ke dalam
kandung empedu sebagai kolesterol bebas / asam empedu

3. Aksi Fibrat dalam menurunkan LDL plasma


PPAR meningkatkan ekspresi sejumlah enzim yang berpengaruh pada transfer dan oksidasi asam
lemak sehingga menyebabkan peningkatan katabolisme asam lemak tersebut. Berakibat penurunan
sintesis trigliserida dan produksi VLDL yang menyebabkan LDL plama menurun

Obat golongan Fibrat :


Bezafibrat Gemfibrozil Siprofibrat
Fenofibrat Klofibrat
Pemilihan obat pada golongan fibrat yang bisa digunakan adalah fenofibrat dan gemfibrozil karena
keamanan dan efektivitasnya sudah terbukti. Sedangkan klofibrat, bezafibrat, siprofibrat merupakan
obat yang bersifat predisposisi untuk batu empedu sehingga pemakaiannya terbatas dan pada
beberapa penelitian dapat menyebabkan kematian akibat kanker, sebab itu pemakaiannya dihindari.

Obat pilihan untuk terapi :


- Disbetalipoproteinemia tipe III
Mekanisme masih belum jelas namun diperkirakan dengan cara menurunkan produksi VLDL

- Hipertrigliseridemia dengan HDL rendah


Pada penggunaan gemfibrozil kombinasi dengan statin tidak dianjurkan karena menyebabkan
toksisitas dan meningkatkan resiko myopathy dan rhabdomyolisis, sedangkan fenofibrat dapat
dikombinasi dengan statin namun perlu di monitoring penggunaannya

- Penderita HDL rendah dengan resiko atheromatosus yang tinggi seperti yang sering terjadi pada
pasien diabetes mellitus tipe 2

- Dislipidemia parah yang resisten, seringkali dikombinasikan dengan penurun lipid lainnya dan perlu
monitoring dalam penggunaannya.

- Hiperurisemia yang sekaligus dislipidemia campuran, fenofibrat baik digunakan dalam kondisi ini
karena berkhasiat urikosorik

Efek samping :
1. Miositis akibat gangguan fungsi ginjal
2. Miositis dengan aritmia
3. Miositis akibat kombinasi dengan statin
4. Gangguan pencernaan ( jarang terjadi pada gemfibrozil dan fenofibrat)
5. Terjadi peningkatan enzim transminase di liver
6. Terjadi peningkatan batu kandung empedu yang disebabkan oleh peningkatan kolesterol empedu
7. Pada gemfibrozil dapat menimbulkan kolelitiasis, hepatitis dan miositis. Dapat diperparah jika
dikombinasikan dengan antilipid lainnya.

Interaksi obat :
1. Bersama warfarin menyebabkan pergeseran dengan albumin plasma sehingga kadar warfarin plasma
akan meningkat.
Maka dosis warfarin sebaiknya diturunkan, bahkan bisa 30%

2. Fenofibrat dapat meningkatkan kliren siklo sporin sehingga dapat terjadi reaksi penolakan akut pada
penderita dengan transplantasi organ

Mekanisme Kerja Obat Golongan Fibrat