Anda di halaman 1dari 3

Prinsip

1. Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus
dikerjakan sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan ke dalam
pada cairan. Hal tersebut terjadi karena pada permukaan, gaya adhesi
(antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya khohesi antara molekul
cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan
cairan (Giancoli, 2001).
2. Adhesi dan Kohesi
Gaya kohesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul dalam zat yang
sejenis, sedangkan gaya tarik menarik antara molekul zat yang tidak
sejenis dinamakan gaya adhesi (Atkins, 1994).
3. Konsentrasi Misel Kritis
Konsentrasi setimbang dimana monomer surfaktan membentuk misel
disebut konsentrasi miselisasi kritis (critical micellization concentration,
cmc). Satu misel umunya akan berisi 50-100 monomer (Lindman dan
Stilbs, 1984).

Teori Dasar

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada
antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih
kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak
bercampur lebih besar daripada adhesi antara cairan dan udara (Hamid, 2010).

Tegangan permukaan didefenisikan sebagai kerja yang dilakukan dalam


memperluas permukaan cairan dengan suatu satuan luas. Satuan untuk tegangan
permukaan (Y) adalah J.m-2 atau dyne.cm-1. Metode yang paling umum untuk
mengukur tegangan permukaan adalah kenaikan atau penurunan cairan dalam pipa
kapiler (Sears dan Zemansky, 1994).

Tegangan permukaan merupakan sifat permukaan suatu zat cair yang


berperilaku layaknya selapis kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh
tegangan. Pengaruh tegangan tersebut disebabkan oleh adanya gaya tarik-menarik
antarmolekul di permukaan zat cair tersebut (Indarniati, 2008).

Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk


menegang, sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini
dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air (Ansel, 1985).

Tegangan antarmuka antara dua cairan yang berbeda polaritasnya


menunjukkan seberapabesar kekuatan tarik antarmolekul yang berbeda dari dua
fasa cairan tersebut. Tegangan antarmuka menjadi penting diperhatikan daripada
tegangan permukaan, ketika pembahasannya menyangkut sistem emulsi.
Kemampuan molekul surfaktan dalam menurunkan tegangan permukaan dan
antarmuka disebabkan oleh sifat ampifilik dari surfaktan, yaitu adanya gugus
hidrofilik dan hidrofobik pada molekul yang sama (Syamsu, 2007).

Tegangan permukaan cairan dapat diukur dengan cara drop out, buble
pressure, tensiometer, dan capilary rise (Ginting dan Herlina, 2002).

Daftar Pustaka
Ansel, Howard C. 1985. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press.

Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisik Edisi ke-4 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Ginting, M. Hendra S., dan Netti Herlina. 2002. Tegangan Permukaan Cairan
dengan Metode Drop Out dan Metode Bubble. Tersedia online di
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1323/1/tkimia-Hendra3.pdf
[Diakses pada 22 Maret 2017].

Hamid, Rimba. 2010. Penuntun Kimia Fisik. Kendari: Universitas Hauoleo.

Indarniati, Frida U.E. 2008. Perancangan Alat Ukur Tegangan Permukaan dengan
Induksi Elektromagnetik. Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol.4(1): 1.

Lindman, B dan Stilbs, P. 1984. Surfactants in Solution Volume III. New York:
Plenum Press.

Sears, Francis Weston dan Hark W. Zemansky. 1994. Fisika untuk Universitas I
Mekanika, Panas, Bunyi. Bandung: Bina Cipta.

Syamsu. 2007. Kajian Ketahanan Surfaktan Metil Ester Sulfonat (Mes) sebagai
Oil Well Stimulation Agent Terhadap Aktivitas Bakteri di Lingkungan
Minyak Bumi. Jurnal Tekhnologi Pertanian Vol.3(1) ISSN 1858-2419: 6.