Anda di halaman 1dari 31

Majelis Talim Al Quran Tauhid.

Setelah kita mengetahui bahwa ternyata disetiap Planet itu juga bermasyarakat manusia seperti
halnya yang ada di Bumi ini, maka kemudian muncul pertanyaan :Lalu siapakah sebenarnya
manusia pertama yang diciptakan Allah? Yang ada di Bumi ini atau mungkin yang ada di Planet
lain ? Benarkah Adam itu sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah di jagad raya ini ?

Jawaban atas pertanyaan ini memang cukup rumit, karena keterangan Alquran tentang adanya
makhluk manusia di Planet lain selain planet Bumi ini saja masih banyak yang belum bisa
menerima atau mempercayainya, termasuk didalamnya orang-orang Islam sendiri walaupun
yang menerangkan adalah Alquran sebagai Kitab Suci umat Islam.

Hal demikian memang wajar-wajar saja, karena selama ini hampir mayoritas umat Islam sudah
dimantapkan adanya suatu cerita walaupun keterangan yang disampaikan oleh orang yang
dipercaya dikalangan umat Islam yaitu para Ustadz, Mubaligh atau yang disebut Kyai yang
mempunyai pengaruh sangat besar dikalangan masyarakat baik masyarakat awam maupun
para ilmuwan ataupun para Sarjana. Sehingga apapun yang dikatakan mereka seolah
semuanya sudah dianggap kebenaran yang pasti, karena itu tidak seorangpun yang berani
membantahnya.

Namun sebenarnya kalau orang mau secara cermat memperhatikan keadaan disekitar kita
bahwa keilmuan manusia itu datang dari Allah dan dibukakan secara bertahap dan tidak
sekaligus sejalan dengan kesanggupan manusia itu sendiri dalam melakukan penelitian dan
pengkajian serta mempelajari tentang berbagai hal yang kemudian akan dibukakan Allah
melalui pemahamannya itu.

Sekarang ini Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi telah berkembang pesat bahkan lebih cepat dari
pemikiran orang-orang yang menemukan Tekhnologi itu sendiri. Bayangkan saja dalam kondisi
biasa orang bisa bicara dengan orang lain diberbagai belahan Bumi ini dengan alat yang
kelihatannya sangat sederhana seperti Handphone dan banyak alat-alat canggih lainnya yang
sulit dipahami dengan cara berpikir asal-asalan,tetapi harus dengan pemikiran secara serius.

Selama ini juga banyak diantara kita yang kurang serius dalam memikirkan Petunjuk Allah
yanag berupa Kitab Suci Alquran yang merupakan Wahyu yang datang dari Allah serta telah
menerangkan berbagai persoalan, namun kenyataannya banyak diantara kita umat Islam
sendiri yang masih meragukan tentang kemampuan Alquran, terbukti banyak diantara saudara
kita yang menganggap bahwa Alquran itu masih wungkul, mentah, kurang lengkap dan yang
lain maka akibatnya Alquran ditinggalkan.

Disamping itu orang mengira bahwa Alquran dianggap hanya menerangkan tentang Ibadah
saja, padahal sesungguhnya Alquran itu banyak menerangkan tentang Ilmu Pengetahuan
tingkat tinggi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Allah menerangkan bahwa manusia itu berasal dari DIRI YANG SATU yang kemudian atas
ketentuan Allah berkembang biak menjadi berbagai bangsa, dengan bermacam bahasa dan
warna kulit sebagaimana keadaannya sekarang ini.

Namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu adalah hasil evolusi monyet,
walaupun pendapat itu hanyalah dugaan tanpa dasar yang jelas, akan tetapi nyatanya banyak
juga yang mempercayainya terutama masyarakat Barat.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.2
Untuk penganalisaan secara ilmiah tentang kejadian manusia mestilah harus ditanyakan kepada
yang menciptakan manusia itu sendiri yaitu Allah Swt. Sedangkan semua keterangan yang bisa
menjawab semua pertanyaan itu Allah telah menerangkan secara keseluruhan dalam Kitab Suci
Alquran.

Ada beberapa istilah dalam Alquran yang harus dipahami secara cermat dan hati-hati, yaitu
istilah yang berkaitan dengan asal-usul manusia pertama, baik menurut pendapat masyarakat
pada umumnya maupun masyarakat Islam sendiri. Karena faktanya dilapangan banyak istilah-
istilah yang berkembang dan sudah dianggap benar tetapi setelah diteliti berdasarkan Ilmu
Pengetahuan ternyata tidak sesuai.

Padahal kalau orang suka berpikir dengan hati yang jernih bahwa tidak mungkin kalau semua
keterangan Alquran itu bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan, karena dia adalah merupakan
Petunjuk termasuk didalamnya tentang Ilmu Pengetahuan itu.

Maka kalau ada keterangan tentang Alquran dan tidak sesuai dengan Ilmu Pengetahuan maka
hendaklah kita mengadakan koreksi ulang pastilah disana ada hal-hal yang belum sesuai
dengan yang dimaksudkan Allah.

Istilah-istilah yang perlu mendapatkan perhatian adalah :

Istilah itu banyak tercantum dalam Alquran yang pada umumnya berarti AIR. Namun ada
beberapa istilah yang sama dan kalau diartikan air sepertinya tidak sesuai, yaitu yang
tercantum pada Surat/Ayat: 11/7,18/29,21/30, 24/45 dan 25/54.

Marilah kita perhatikan satu persatu dari Ayat-Ayat tersebut :

Surat Huud (11) Ayat : 7


DIA-lah yang menciptakan samawat dan Bumi dalam enam hari, dan Arsy-NYA diatas ALMAI
untuk menguji kamu tentang siapa dari kamu yang baik amalnya. Dan jika engkau katakan
bahwa kamu akan dibangkitkan setelah mati, akan berkata orang-orang kafir itu bahwa ini
adalah sihir yang nyata.

Surat Ibrahim (14) Ayat :16


Dibelakangnya ada Jahannam dan diberi minum dengan ALMAAI yg memperdayakan.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.3

Surat Al Kahfi (18) Ayat 29 :

Dan katakan yang haq (logis) itu dari Tuhanmu.Maka siapa yang berkehendak dia boleh
beriman, dan siapa yang berkehendak dia boleh kafir. Bahwa Kami menyediakan untuk orang-
orang dzalim itu NAAR yang lidah apinya menguasai mereka. Dan jika mereka minta
minum,mereka dihujani dengan ALMAAI seperti cairan besi melebur wajah. Sangat jahat
minuman itu dan sangat jahat orang-orang yang dikumpulkan itu.

Surat Al Anbiya (21) Ayat 30 :

Tidakkah orang-orang kafir itu memperhatikan, bahwa samawat dan Bumi dulunya sebingkah
(satu padu) lalu Kami pisah-pisahkan keduanya, dan Kami jadikan setiap yang hidup dari
ALMAAI, tidakkah mereka percaya ?

Surat NUUR (24) Ayat 45 :

Dan Allah menciptakan setiap dabbah dari ALMAAI,dan diantara mereka ada yang berjalan atas
perutnya,dan dari mereka ada yang berjalan atas dua kaki,dan dari mereka ada yang berjalan
atas empat kaki.Allah menciptakan yang DIA kehendaki,sesunguhnya Allah menentukan atas
tiap sesuatu.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.4

Surat Furqaan (25) Ayat 54 :


Dan DIA-lah yang menciptakan orang (manusia) dari ALMAAI lalu DIA jadikan berkerabat dan
berkeserasian dan adalah Tuhanmu yang menentukan.

Kalau orang suka memperhatikan secara cermat,maka istilah ALMAAI pada Ayat-Ayat tersebut
rasanya tidak mungkin kalau diartikan AIR. Pemikiran seperti itu muncul dengan adanya analisa
beberapa Ayat sebagai berikut:

a. Coba perhatikan pada Surat/ Ayat : 67/5,87/ 12 dan 87/ 13 menerangkan bahwa Neraka
itu merupakan siksaan yang membakar, mempunyai API yang sangat besar dan orang
di sana dinyatakan tidak hidup dan tidak mati.Semua molekul setiap benda dalam
panas begitu tinggi akan terurai atau kembali menjadi atom asal atau menjadi
HYDROGEN.

b. Pada Surat/ Ayat : 14/ 16 dinyatakan bahwa orang-orang yang ada di Jahannam yang
memang artinya API BESAR diberi minum dengan ALMAAI yang memperdayakan
maka dia bukanlah air.

c. Perhatikan pada Surat/ Ayat : 18/ 29 dinyatakan bahwa penghuni NAAR itu jika minta
minum dihujani dengan cairan besi melebur wajah. Kalau besi saja sampai mencair
maka sudah bisa dimengerti bahwa air akan menguap habis karena panasnya tinggi.

d. Kemudian pada Surat/ Ayat : 21/ 30 dinyatakan bahwa Allah menciptakan setiap yang
hidup dari ALMAAI, demikian juga pada Surat/ Ayat : 24/ 45 Allah menyatakan bahwa
semua dabbah (makhluk berjiwa) diciptakan dari ALMAAI, dan selanjutnya pada
Surat/Ayat : 25/54 Allah menciptakan orang (manusia) juga dari ALMAAI.

e. Sementara itu pada Surat/ Ayat :32/ 7 menyatakan bahwa Allah memulai menciptakan
manusia dari THIIN. Maka kalau keterangan pada Ayat ini di-croos dengan Surat/ Ayat
: 25/ 54 bahwa Allah menciptakan orang (manusia) dari ALMAAI, maka tidak mungkin
antara THIIN itu sama dengan ALMAAI.

Maka ALMAAI pasti mempunyai arti yang lain dan tidak tepat kalau diartikan air.

Coba perhatikan sekali lagi Surat/ Ayat : 21/ 30 Allah menyatakan bahwa dulunya samawat dan
Ardh itu adalah merupakan sesuatu yang satu yaitu berupa KEKOSONGAN TOTAL tanpa batas
yang mestinya berupa kumpulan HYDROGEN yang kemudian oleh Allah dipisah-pisahkan
dengan menempatkan rawasia (proton) yang berputar yang kemudian membentuk globe-globe
sebagaimana yang kita lihat sekarang ini berupa milyaran galaksi.

Maka semua yang hidup diciptakan Allah dari kekosongan yang terdiri dari HYDROGEN Begitu
pula semua dabbah (makhluk berjiwa) termasuk manusia juga diciptakan awalnya dari
kekosongan sebagai atom asal sebagaimana maksud Surat/Ayat: 24/45 dan 25/54.

Maka benarlah bahwa ALMAAI adalah berupa KEKOSONGAN. Karena itu semua makhluk hidup
termasuk manusia diciptakan oleh Allah mulanya dari kekosongan yang kemudian berproses
menjadi atom asal yang dinamakan hydrogen itu baru kemudian diwujudkan menjadi wujud lain
sesuai yang ditentukan Allah.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.5
Maka MANUSIA PERTAMA diciptakan Allah dari THIIN (Surat/Ayat: 32/7),maka thiin itu awalnya
juga berasal dari kekosongan yang kemudian menjadi atom asal dan proses selanjutnya
menjadi wujud thiin tadi,maka dari thiin itulah yang kemudian Allah menciptakan manusia.

Hal demikian juga berlaku untuk makhluk lain termasuk juga SEMESTA RAYA ini awalnya juga
berupa kekosongan yang kemudian berproses sesuai dengan ketentuan Allah yang kemudian
menjadi atom asal kemudian proses selanjutnya menjadi molekul-molekul dan akhirnya menjadi
globe-globe yang tersusun sangat rapi disemesta raya ini. Oleh karena itu pada Surat/Ayat :
11/7 dinyatakan bahwa ARSY yaitu semesta raya itu berada diatas ALMAAI.

Pada ALMAAI itulah Allah memisahkan dengan menempatkan rawasia atau proton yang
kemudian berputar disumbunya karena diputar oleh magnet yang abstract yang kemudian
menimbulkan adanya ukuran besar dan berat.Dari rawasia yang berputar itu kemudian
menimbulkan adanya elektron dan positron yang apabila kedua unsur itu bergabung menjadi
yang oleh ahli Fisika dinamakan Neutrino yang bersifat netral mengapung keangkasa dan tidak
kembali lagi karena memang dia adalah wujud non partikel yang senantiansa lari dari
partikel,yang didalam Alquran disebut MARA.

Maka Mara itulah wujud yang melingkupi setiap proton sebagaimana Bumi kita ini dilingkupi
oleh lapisan ionosfir.Sebenarnya lapisan ionosfir itu adalah berupa ruang hampa atau
kekosongan.Itulah kekosongan yang kemudian berfungsi menjadi berbagai elemen menurut
ketentuan Allah.

Kalau kita melihat suatu benda maka sebenarnya dia adalah pantulan sinar dari Mara atau
Neuterino pada Hydrogen benda itu.Kalau kemudian kita merasakan,menimbang benda, maka
yang kita rasakan dan kita ukur atau kita timbang itu adalah rawasia atau proton pada
Hydrogen yang telah berfungsi tadi.

Oleh karena itu dapatlah dimengerti bahwa kenapa dikatakan bahwa semesta raya ini yang
biasa disebut ARSY berada diatas ALMAAI atau HYDROGEN tadi. Karena semua benda yang
kita lihat dan kita raba adalah merupakan bagian luar dari hydrogen tadi atau merupakan
bagian luar dari sesuatu yang berputar di sumbunya. Bagian luar merupakan posisi ATAS
menurut ukuran benda itu sendiri.

Oleh karena itu semesta raya atau ARSY yang kita lihat atau yang mungkin kita raba adalah
bagian atas atau bagian luarnya Hydrogen atau Kekosongan tadi. Maka pernyataan Allah pada
Surat/ Ayat: 11/ 7 bahwa Arsy atau semesta raya itu berada di atas ALMAAI berarti merupakan
bagian luar dari ALMAAI itu.

Sebagai pandangan lain adalah Matahari kita itu merupakan TITIK PUSAT sebagai yang paling
bawah yang kemudian disebut sebagai PUSAT JATUH karena dia merupakan pusat putaran
dari semua planet. Maka Planet yang semakin jauh dari Matahari berarti dia merupakan Planet
yang berada pada posisi ATAS dipandang dari Tatasurya kita.Kalau orang mengatakan bahwa
planet Pluto merupakan planet yang tertinggi atau planet yang paling luar karena dia berada
pada posisi paling jauh dari Matahari sebagai pusatnya. Kalau ternyata dikemudian hari ada lagi
Planet diatasnya Pluto maka berarti dia merupakan planet yang berada pada posisi paling luar
atau paling tinggi dalam wilayah Tatasurya.

Demikian juga orang mengatakan bahwa planet Mars itu berada diatas Bumi ini karena
posisinya berada diatas garis orbit Bumi dalam wilayah Tatasurya kita dipandang dari posisi
Matahari sebagai pusat jatuhnya.Sebaliknya planet Venus dikatakan sebagai planet yang berada
di bawah Bumi karena dia berada pada posisi garis orbit yang lebih dekat dengan Matahari
sebagai pusat jatuhnya atau berada pada bagian dalam menurut pandangan Tatasurya kita.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.6
Akhirnya dapatlah dipahami atau setidaknya kita mendapatkan KUNCI tentang suatu pengertian
atau pemahaman bahwa semesta raya ini berada diatas ALMAAI atau diatas HYDROGEN,
artinya bahwa semua benda yang ada ini terwujud dari Hydrogen yang berfungsi,yang
kemudian menjadi wujud lain yang oleh Allah dijadikan menjadi semua benda atau semua
makhluk hidup termasuk manusia dulunya berasal dari unsur yang sama yaitu ALMAAI atau
KEKOSONGAN berupa kumpulan Hydrogen. Maka semua benda yang kita lihat atau mungkin
yang kita raba itu adalah merupakan BAGIAN LUAR atau BAGIAN ATAS dari ALMAAI atau
KEKOSONGAN atau kehampaan yang kemudian Allah memisahkan dengan menempatkan
rawasia atau proton yang berputar tadi maka kemudian berproses dan berfungsi.

Maka kesimpulannya bahwa pada Ayat-Ayat tersebut diatas tidak mungkin kalau diartikan AIR,
karena air itu sendiri adalah merupakan wujud benda yang dalam wujud yang datang
kemudian. Kalau manusia,makhluk hidup,semesta raya diciptakan dari air, akan banyak
bertentangan dengan Ayat lain yang terkait.

Selama ini Thiin sering diartikan TANAH atau TANAH LIAT. Karena istilah thiin itu juga
ada sangkut pautnya dengan asal usul manusia, maka marilah kita lihat dan kita perhatikan
secara cermat tentang pengertiannya, dengan begitu persoalannya akan menjadi jelas.

Istilah thiin terdapat dalam berbagai Ayat dalam Alquran yaitu pada Surat/ Ayat:
3/49,5/110,6/2,7/12,23/12,28/38,32/7,37/11,38/71,38/76, dan 17/61.

Untuk mendapatkan pengertiannya perhatikan maksud Ayat-Ayat tersebut :

Surat Ali Imran (3 ) Ayat 49 :

Dan Rasul kepada Bani Israil,aku sungguh datang padamu dengan Ayat dari Tuhanmu, aku
menciptakan untukmu dari THIIN seperti bentuk burung lalu aku tiup padanya, maka dia jadi
berupa burung atas ijin Allah, dan aku sembuhkan orang yang berpenyakit kulit dan penderita
lepra,dan aku hidupkan yang mati dengan ijin Allah,dan aku kabarkan padamu tentang yang
kamu makan dan yang kamu simpan dirumahmu. Bahwa pada yang demikian adalah Ayat
untukmu jika kamu beriman (periksa Surat/Ayat : 5/110).
Majelis Talim Al Quran Tauhid.7

Surat Al Maidah (5) Ayat 110 :


Ketika Allah berfirman:Hai Isa anak Maryam,ingatlah nikmat-KU atasmu dan atas ibumu ketika
AKU membantumu dengan ruh kudus. Engkau berbicara pada manusia sewaktu dalam ayunan
(buaian) dan sebagai bahan penyelidikan. Dan ketika AKU mengajarmu kitab dan hikmah serta
Taurat dan Injil. Dan ketika engkau ciptakan dari THIIN seperti bentuk burung dengan ijin-KU,
lalu engkau tiup padanya maka dia jadi burung dengan ijin-KU. Dan engkau bebaskan yang
berpenyakit kulit dan yang menderita lepra dengan ijin-KU dan ketika engkau keluarkan orang
mati dengan ijin-KU. Dan ketika AKU halangi Bani Israil dari engkau ketika engkau datang pada
mereka dengan keterangan-keterangan, maka orang-orang kafir dari mereka berkata:bahwa
ini adalah sihir yang nyata.

Surat Al Anam (6) Ayat 2 :


DIA-lah yang menciptakan kamu dari THIIN, kemudian DIA laksanakan ajalnya, dan ajal
tertentu ada pada-NYA,kemudian kamu ragu-ragu.

Surat Al Araf (7) Ayat 12 :


DIA berfirman:Apakah yang menahanmu untuk tidak bersujud ketika AKU perintahkan padamu
? Dia berkata: Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan
dia dari THIIN (lihat surat:38/71 dan 38/76,menurut persepsinya Iblis).

Surat Al Mukminun (23) Ayat 12 :


Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari perkembangan dari THIIN.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.8

Surat Al Qosos (28) Ayat 38 :


Firaun berkata:Wahai tokoh masyarakat, tidaklah aku ketahui padamu ada Tuhan lain selain
aku,maka nyalakan untukku THIIN wahai Hamaan, dan jadikan untukku menara agar aku
tembakkan kepada Tuhannya Musa, dan sesungguhnya aku menyangkanya termasuk orang-
orang pendusta.

Surat As-Sajadah (32) Ayat 7 :


Yang membaikkan tiap sesuatu ciptaan-NYA,dan DIA memulai ciptaan manusia dari THIIN.

Surat Ash Shaaffaat (37) Ayat 11 :


Maka tanyailah mereka,apakah mereka lebih sangat selaku ciptaan atau orang lain yang juga
Kami ciptakan ? Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari THIIN mendingin.

Surat Adz Dzaariyat Ayat :


33. Agar Kami kirim atas mereka batu-batu dari THIIN.
34. Tersedia pada Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas (pemboros).

Surat Al Isra (17) Ayat 61 :


Dan ketika Kami katakan kepada Malaikat, sujudlah untuk Adam, maka mereka bersujud,
kecuali Iblis, dia berkata: apakah aku akan bersujud untuk orang yang Engkau ciptakan selaku
THIIN.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.9
Kalau diperhatikan dengan cermat, maka istilah THIIN pada Ayat-Ayat tersebut tidak mungkin
diartikan tanah atau tanah liat.Coba perhatikan pada Surat/ Ayat :51/ 33 bahwa Allah
mengirimkan sesuatu berupa hukuman bagi orang-orang berdosa berupa batu-batu dari THIIN,
maka dia berupa batu sejenis BATU METEOR sebagaimana dulunya pernah dilemparkan untuk
menghukum kaumnya Nabi Luth,dan juga batu-batu yang dipakai untuk melempari kawanan
bergajah yang akan meruntuhkan Kabah sebelum Nabi Muhammad dilahirkan yaitu berupa
batu-batu dari sijjil.Sampai sekarang batu-batu meteor seperti itu masih banyak melayang
diangkasa bebas yang senantiasa disediakan untuk menghukum orang-orang dzalim (berdosa)
sebagaimana dimaksudkan menurut Surat/ Ayat : 51/ 33,51/ 34. Dan juga perhatikan Ayat
berikut ini :

Surat/ Ayat: 11/ 83 : Tersedia (bencana) pada Tuhanmu dan tidaklah dia jauh dari orang-orang
dzalim.

Dari beberapa Ayat tersebut dapat diambil pengertian sebagai berikut :


a. Coba perhatikan pada Surat/Ayat : 3/49 dan 5/110 Isa Almasih menciptakan bentuk burung
dari THIIN yang kemudian ditiup dan menjadi burung atas ijin Allah.Maka THIIN yang
dimaksud adalah sejenis batu meteor dan bukan tanah liat.
b. Pada Surat/Ayat : 28/ 38 Firaun memerintahkan kepada masyarakat kaumnya yang
bernama Hamaan agar membakar atau menyalakan dari THIIN dan akan ditembakkan
kepada Tuhanya Nabi Musa, Hal demikian sejalan dengan keadaan waktu itu dimana
tentara Kerajaan yang biasa melakukan perang pada malam hari mereka meluncurkan atau
memanahkan peluru api yang terbuat dari THIIN yang dibakar tadi.Maka tentulah dia bukan
tanah liat,karena kalau tanah liat dibakar tidak mungkin bisa dijadikan peluru, tetapi kalau
sejenis batu meteor yang kemudian dibakar akan menyala dan bisa diluncurkan sebagai
peluru api sebagaimana yang dimaksudkan oleh Firaun.
c. Selanjutnya perhatikan pada Surat/ Ayat 37/ 11 menerangkan bahwa asal usul manusia itu
adalah diciptakan dari THIIN mendingin,karena memang batu meteor itu mulanya berupa
api ketika Bumi ini diputarkan pada dua hari pertama, dia berupa dhukhan atau gumpalan
api yang sebagian dari mereka ada terpecah berupa batu meteor tadi.
d. Demikian juga keterangan Surat/Ayat : 51/ 33 bahwa Allah menghukum orang-orang yang
berdosa dengan dilempari batu-batu dari THIIN maka dia adalah batu meteor dan tidak
mungkin batu berasal dari tanah liat.
e. Lebih jelas lagi pada Surat/ Ayat : 17/ 61 Iblis melihat bahwa Adam ketika berangkat ke
Bumi ini mestinya pada malam hari seolah seperti meteor yang melayang berupa cahaya
yang meluncur.Pada waktu Adam diturunkan ke Bumi diterbangkan di atmosfir Bumi
dengan barokah yang melingkupi agar dengan begitu Adam dan istrinya bisa melakukan
pernapasan ketika melintasi ruang angkasa.Hal demikian seperti halnya barokah yang
melingkupi Nabi Muhammad ketika Miraj sesuai dengan maksud Surat/ Ayat : 17/ 1. Ketika
Adam memasuki atmosfir Bumi maka barokah yang melingkupi bersinar tersebab terjadi
friksi sehingga meluncur seperti meteor yang jatuh ke Bumi.Itulah yang dimaksud oleh Iblis
pada Surat/ Ayat:17/ 61 dimana pada Ayat tersebut tidak dikatakan Adam diciptakan dari
THIIN,tetapi Adam diciptakan selaku THIIN.Maka benarlah bahwa THIIN adalah batu
meteor.
f. Untuk lebih jelasnya berikut Ayat untuk menambah keterangan tentang pengertian THIIN
tersebut :
Majelis Talim Al Quran Tauhid.10

Surat Huud (11) Ayat 82 :


Maka ketika datang perintah Kami, Kami jadikan yang tingginya rendah (Kami balikkan yang
diatas kebawah), Kami hujani atas mereka batu-batu dari sijjil yang dipancarkan.

Kalau diperhatikan maksud Ayat tersebut bahwa bagi orang-orang yang dzalim,orang berdosa
akan diancam dengan batu-batu berupa thiin sebagaimana maksud Surat/ Ayat : 51/ 33,dimana
batu-batu itu berasal dari sijjil yang dipancarkan.Maka benarlah bahwa dia memang berupa
batu meteor.

Kalau kita memperhatikan Ayat yang terkandung pda Surat/ Ayat :6/ 2,7/ 12 dan 37/ 11 serta
23/ 12 menerangkan tentang asal-usul manusia yang mulanya dari THIIN,namun yang langsung
dibentuk dari THIIN itu hanyalah MANUSIA PERTAMA sebagaimana yang dimaksud pada
Surat/Ayat : 32/7.

Keadaannya sebagaimana Isa Almaih mencipta bentuk burung atas ijin Allah sebagaimana
dimaksudkan pada Surat/Ayat : 3/49 dan 5/110.

Maka sekarang jelaslah bahwa THIIN itu bukanlah TANAH LIAT atau TANAH sebagaimana yang
selama ini dipahami orang kebanyakan, tetapi dia adalah berupa BATU METEOR yang tampak
bersinar ketika melintas di atmosfir Bumi meluncur dari angkasa, karena memang tidak
mungkin batu berasal dari tanah.

Batu meteor adalah pecahan Planet lain yang berjatuhan pada pusat jatuh yaitu Matahari, dan
saat sekarang ini masih banyak melayang di angkasa bebas yang sudah melayang selama
jutaan tahun, ada yang jatuh ke permukaan Bulan, ada pula yang jatuh ke planet lain juga di
Bumi. Dari salah satu pecahan itu ada yang jatuh ke planet dimana Adam dilahirkan yang
menurut analisa adalah SIDRATIL MUNTAHA, maka atas ketentuan Allah diciptakan manusia
pertama sebagaimana dimaksudkan pada Surat/Ayat 32/7.

Analisa dan keterangan dari Ayat-Ayat tersebut barulah menerangkan tentang asal usul
manusia, namun belum bisa diketahui apakah manusia pertama itu lelaki atau perempuan.
Ternyata Adam adalah merupakan keturunan manusia pertama tadi yang kemudian diturunkan
ke Bumi ini dan menjadi manusia pertama di Bumi yang menjadi nenek moyang kita
sebagaimana diterangkan menurut Surat/ Ayat:17/61 bahwa ketika itu Adam diturunkaan
meluncur seperti thiin dari angkasa ke Bumi ini.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.11

3. TURAAB

Istilah itu berarti SARI TANAH terdapat pada Ayat-Ayat Alquran yaitu pada Surat/ Ayat :
2/264,3/59,13/5,16/59,18/37,22/5,23/55,27/67,30/20,35/11,37/16,37/53,40/67,50/3,56/47,dan
78/40. Untuk bahan penganalisaan tentang istilah turaab perhatikan Ayat-Ayat tsb.:

Surat Ali Imran (3) Ayat 59 :


Sesungguhnya permisalan Isa pada Allah seperti permisalan Adam, DIA menciptakannya dari
TURAAB, kemudian DIA berfirman:ADA, maka dia ADA. (kun fayaakun).

Surat Al Kahfi (18) Ayat 37 :


Dan berkatalah padanya temannya yang selalu mengikutinya, apakah kamu kafir pada yang
menciptakanmu dari TURAAB, kemudian dari NUTFAH, kemudian DIA menyempurnakan
sebagai lelaki ?

Surat Ar Ruum (30) Ayat 20 :


Dan dari Ayat-Ayat-NYA yang telah menciptakan kamu dari TURAAB, kemudian kamu jadi
orang-orang yang bertebaran.

Surat Fathir (35) Ayat 11 :


Allah menciptakan kamu dari TURAAB, kemudian dari NUTFAH, kemudian DIA jadikan kamu
berpasang-pasangan. Dan tiadalah yang dihamilkan perempuan begitupun yang dilahirkan
kecuali dengan ilmu-NYA. Dan tiadalah yang diberi umur menjalani umur kecuali dalam
ketetapan, bahwa yang demikian mudah saja bagi Allah.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.12
Kalau orang mau secara teliti memperhatikan Ayat-Ayat yang berkaitan dengan istilah turaab,
tidak ada satupun Ayat yang menerangkan bahwa manusia itu dimulai penciptaannya dari
TURAAB, namun dimulai penciptaannya dari THIIN yaitu satu-satunya Ayat pada Surat/ Ayat :
32/ 7. Dengan begitu maka istilah TURAAB dengan THIIN pastilah mempunyai pengertian yang
tidak sama.

THIIN adalah sejenis batu meteor atau setidaknya tanah kering yang sangat keras, sedangkan
TURAAB adalah sari-sari tanah. Maka dari sari-sari tanah itulah yang kemudian berproses dalam
tubuh manusia yang kemudian menjadi nutfah, kemudian berproses melalui rahim seorang ibu
masing-masing, lalu dilahirkan sebagaimana maksud Ayat : 18/ 37,30/ 20,35/11 dan yang
lainnya.

Keterangan pada Surat/Ayat 3/59 mengandung pengertian sebagai berikut :

a. Antara Isa Almasih dengan Adam mempunyai permisalan yang sama dari berbagai hal.
Dikatakan permisalan karena antara Isa dengan Adam waktu kelahiran dan sejarah
hidupnya tidak bersamaan tetapi dengan jarak waktu yang sangat jauh dan belum
pernah saling ketemu, karena itu Allah mengistilahkan dengan permisalan.
b. Kalau Isa Almasih adalah seorang Nabi,maka begitupun Adam juga sebagai seorang
Nabi, demikian juga Isa adalah seorang Rasul, maka Adampun juga seorang Rasul.
c. Kalau Adam diturunkan dari tempat lain ke Bumi bersama istrinya dan tidak kembali lagi
ke tempat asalnya, maka Isa Almasih juga diberangkatkan dari Bumi ini bersama
Maryam ibunya dan tidak kembali lagi ke Bumi ini. Oleh karena berangkatnya Isa
bersama ibunya adalah siang hari, maka berarti hakekatnya adalah turun dipandang
dari Tatasurya kita.
d. Suatu hal yang penting yaitu :Isa Almasih lahir dari ibunya tanpa seorang bapak,
maka mestilah Adam juga dilahirkan oleh ibunya tanpa bapak seperti halnya Isa
Almasih itu.
e. Isa Almasih diciptakan dari turaab,maka Adam juga diciptakan dari turaab.

Maka sesungguhnya permisalan antara Isa Almasih dengan Adam mempunyai keterangan
timbal balik yang sangat luas, baik tentang sejarah hidupnya maupun tentang tugas
kenabiannya maupun kerasulannya.

Biasanya dengan keterangan yang seperti ini, umumnya muncul pertanyaan siapa nama ibunya
Adam, padahal pada keterangan Ayat tersebut intinya bukanlah menerangkan tentang nama
seseorang tetapi yang paling penting adalah tentang proses kejadian Adam sama dengan Isa.
Maka dalam kasus ini hendaklah orang tidak menanyakan hal-hal yang tidak diterangkan Allah,
karena hal demikian akan bisa menghilangkan kepercayaan kita. Yang lebih penting justru kita
dituntut untuk lebih giat mengadakan penelitian tentang Ayat-Ayat Alquran agar mendapatkan
pengertian yang sebenarnya dengan cara menghubungkan Ayat satu dengan Ayat lain yang
terkait, dengan demikian kita akan mendapatkan pengertiaan tentang sesuatu yang kita cari
itu.

Jika orang ingin mengetahui siapa sebenarnya nama ibunya Adam, maka suatu saat ketika
manusia sudah mampu menjelajah antar planet terutama tempat dimana Adam dilahirkan,
disana ada Ayat Allah yang menerangkan siapa nama ibunya Adam. Dari keterangan yang
seperti itu orang biasanya masih menyanggah dengan keterangan Ayat yang kurang lengkap,
akhirnya akan terbentur pada suatu pengertian yang mungkin saja menjadi buntu.

Misalnya ada beberapa Ayat yang menyatakan bahwa Adam diciptakan dari THIIN,
sebagaimana yang diungkapkan pada Surat/ Ayat : 6/ 2,7/ 12,23/ 12 dan 37/11 sebagaimana
yang dimuatkan dihalaman depan.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.13
Bahwa Ayat-Ayat tersebut hanyalah menerangkan tentang asal-usul manusia dan bukan
menerangkan penciptaan awal (pertama) manusia, sedangkan awal penciptaan manusia adalah
pada Surat/Ayat : 32/7 satu-satunya.

Mungkin saja orang terjebak oleh keterangan pada Surat/Ayat : 7/12 dan 38/76 yang dikatakan
oleh Iblis bahwa Adam itu diciptakan dari THIIN, tetapi istilah thiin pada Ayat tersebut adalah
persepsinya Iblis, karena memang Iblis tidak mengetahui perbedaan antara turaab dengan
thiin, serta tidak mengetahui tentang sistim PARTHENOGENESE. Maka persepsi Iblis yang
seperti itu kemudian Allah mengulangi penjelasannya bahwa Adam itu diciptakan dari TURAAB
sebagaiamana Isa Almasih dengan sistim PARTHENOGENESE juga.

Mungkin orang terpengaruh dengan istilah KUN FAYAKUUN, padahal ternyata Isa Almasih
juga dihamilkan oleh Maryam sebagaimana layaknya bayi lainnya. Maka istilah kun fayakuun
juga berproses melalui hukum sebab akibat dan tidak jadi dengan secara tiba-tiba.

Contoh lain tentang istilah KUN FAYAKUUN dapat diperhatikan pada Ayat berikut ini :

Surat Al Anam (6) Ayat 73 :


DIA-lah yang menciptakan samawat dan Bumi secara haq, dan pada hari DIA katakan,KUN
FAYAKUUN,perkataan-NYA haq, dan kepunyaan-NYA Kerajaan pada hari ditiupkan SUUR, DIA
mengetahui yang ghoib dan yang nyata, dan DIA Maha Bijaksana pemberi kabar.

Dari Ayat ini juga Allah mengatakan bahwa ketika menciptakan samawat dan Bumi ini juga
KUN FAYAKUUN, namun kenyataanya bahwa Allah menciptakan samawat dan Bumi ini selama
enam (6) hari atau 6000 tahun,yang dibagi dua hari pertama dalam proses dan empat hari
berikutnnya masa pemadatan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan Ayat-Ayat berikut ini :

Syurat As Sajadah (32) Ayat 4 :


Allah yang menciptakan samawat dan Bumi serta apa yang diantara keduanya dalam enam
hari, kemudian DIA berada diatas ARSY (semesta), tiadalah bagimu Pemimpin selain DIA
begitupun penolong, tidakkah kamu berpikir ?

(perhatikan sekali lagi Surat/Ayat : 11/7 dihalaman depan).


Majelis Talim Al Quran Tauhid.14

Surat As Sajadah (32) Ayat 5 :


DIA perikutkan urusan dari sama (tatasurya) kepada Bumi, kemudian naik kepadanya pada hari
yang menurut ketentuan-NYA,adalah 1000 (seribu) tahun dari apa yang kamu hitung (hari
menurut hitungan Bumi).

Maka keterangan KUN FAYAKUUN pada Surat/ Ayat 6/ 73 diatas tadi ternyata tidak sekaligus
jadi,karena kemudian Allah menerangkan pada Ayat lainnya bahwa samawat dan Bumi
(semesta raya ini) diciptakan Allah selama enam hari dan hari yang dimaksudkan adalah 1000
tahun menurut ukuran Bumi.

Dengan begitu maka setiap keterangan dalam suatu Ayat tidak boleh berdiri sendiri tetapi harus
dihubungkan dengan Ayat lain yang berhubungan dan saling menerangkan. Untuk lebih
memperkuat keterangan tersebut maka perhatikan Ayat-Ayat berikut bahwa semesta raya ini
diciptakan Allah tidak sekaligus tapi berproses.

Surat Fushilaat (41) Ayat 9 :


Katakanlah,Apakah kamu akan kafir dengan yang menciptakan Bumi dalam dua hari, dan kamu
jadikan bagi-NYA bandingan ? Itulah Tuhan seluruh alam.

Surat Fushilaat (41) Ayat 10 :


Dan DIA jadikan padanya (Bumi) rawasia dari atasnya, dan diberkati padanya dan ditetapkan
padanya waktunya (untuk berotasi) dalam empat hari,bersamaan orang-orang yang bertanya
(ingin tahu)

Surat Fushilaat (41) Ayat 11 :


Kemudian DIA sempurnakan (selesaikan) kepada Sama (Tatasurya) dan dia berupa asap atau
gumpalam api (waktu itu), maka DIA katakan padanya (sama) dan pada Bumi, datanglah
Majelis Talim Al Quran Tauhid.15
secara patuh atau terpaksa, keduanya berkata, kami datang secara patuh (berotasi dengan
orbit tertentu dengan teratur).

Surat Fushilaat (41) Ayat 12 :


Kemudian DIA laksanakan tujuh samawat (diatas Bumi) dalam dua hari dan Kami wahyukan
pada setiap sama (Tatasurya) urusannya, dan Kami hiasi angkasa dunia dengan bintang-
bintang berapi dan penjagaan(saling tolak menolak).Itulah ketentuan yang Maha Mulia
Mengetahui.

Dari Ayat-Ayat tersebut dapatlah dipahami sebagai berikut :

1) Allah menciptakan Bumi ini selama 2 (dua) hari Surat/Ayat :41/9, demikian juga planet-
planet itu yang disebut sama Surat/Ayat 41/12.
2) Kemudian dinyatakan bahwa pada Bumi ini dan termasuk planet lainnya ditempatkan
rawasia yang berupa proton yang kemudian menjadikan Bumi mempunyai kekuatan
karena adanya ikatan magnet antara Bumi dengan Matahari sebagai pusat jatuh yang
dikitarinya.
3) Kemudian dinyatakan bahwa Bumi maupun planet lain yang disebut sama (yaitu
Tatasurya) datang secara patuh maksudnya adalah mengorbit sesuai dengan ketentuan
Allah (Surat/Ayat: 41/10 dan 41/11
4) Kemudian dinyatakan bahwa Allah mewahyukan kepada setiap sama(Tatasurya)
urusan masing-masing, memberikan tanda bahwa seluruh Tatasurya yang ada di
semesta raya ini termasuk Bumi kita ini ditentukan oleh Allah semenjak diciptakan
awalnya dulu diberlakukan sama secara serentak sekaligus (Surat/Ayat: 41/12).
5) Dan pada Ayat tersebut juga dinyatakan bahwa Allah menghiasi angkasa dunia berarti
angkasanya jagad raya ini dengan bintang-bintang, menandakan bahwa setiap bintang
itu juga merupakan satu Tatasurya atau satu Solar sistem yang semuanya dikitari
planet-planet sebagaimana halnya Tatasurya kita ini.
6) Kemudian ada istilah hifdzan artinya adalah penjagaan, memberikan pengertian
bahwa setiap bintang diangkasa itu termasuk juga Matahari kita mempunyai sifat saling
bertolakan karena antara sesama bintang itu mempunyai sistim magnet yang
bersamaan.Maka dengan begitu semua bintang diangkasa itu tidak bakalan saling
bertabrakan satu sama lainnya.Itulah yang dimaksud dengan penjagaan.

Dari data-data pada Ayat tersebut juga dapat dimengerti bahwa semesta raya ini diciptakan
oleh Allah juga berproses dan tidak sekaligus walaupun pada Surat/ Ayat 6/ 73 dinyatakan KUN
FAYAKUUN.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.16

Basyar artinya adalah ORANG.


Untuk memperoleh kejelasannya perhatikan Ayat berikut :

Surat Furqan (25) Ayat 54 :


DIA-lah yang menciptakan orang (basyar) dari Almaai, lalu Dia jadikan berkerabat dan
berkeserasian, dan Tuhanmu adalah menentukan.

Surat Ibrahim (14) Ayat 11 :


Berkatalah pada mereka Rasul-Rasul:Sesungguhnya kami adalah ORANG-ORANG seperti kamu,
tetapi Allah mengutamakan atas siapa yang DIA kehendaki dari hamba-hamba-NYA, dan
tiadalah bagi kami mendatangkan daya (sulthan) kecuali atas ijin Allah, dan kepada Allah
hendaklah bertawakkal orang-orang beriman.

Surat Al Kahfi (18) Ayat 110 :


Katakanlah:Sesungguhnya aku adalah ORANG seperti kamu, diwahyukan kepadaku,
sesungguhnya Tuhanmu adalah Tuhan yang Satu, maka siapa yang berharap bertemu
Tuhannya hendaklah melakukan amalan sholeh dan jangan musyrik dalam menyembah Tuhan-
NYA dengan sesuatupun.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.17
Surat Al Hijr (15) Ayat 33 :
Dia (Iblis) berkata :tidaklah aku akan bersujud untuk ORANG yang ENGKAU ciptakan dari
shalshalin (benda jatuh) dari hamain masnuun (lava membeku).

Surat Shaad (38) Ayat 71 :


Ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat:Sesungguhnya AKU menciptakan ORANG dari thiin.

Dari contoh keterangan pada beberapa Ayat tersebut dapatlah dipahami bahwa istilah BASYAR
artinya adalah ORANG, yang mungkin berjumlah banyak, bisa lelaki atau perempuan dan bisa
juga gabungan yang terdiri dari lelaki dan perempuan seperti yang berlaku untuk istilah
INSAAN.

Maka Allah MEMULAI menciptakan manusia dari THIIN menurut Surat/ Ayat :32/ 7 dan dari
THIIN yang mendingin menurut Surat/Ayat :37/ 11 atau dari LAVA yang membeku menurut
Surat/ Ayat: 15/ 33, karena memang ketika Bumi ini atau planet-planet itu berproses dalam dua
hari pertama berupa gumpalan api (dukhaan)

Adapun Ayat yang menerangkan bahwa manusia itu diciptakan dari THIIN, dari THIIN
MENDINGIN, atau dari LAVA YANG MEMBEKU hanyalah menerangkan tentang asal-usul
manusia bahwa dulunya diciptakan dari THIIN dan kemudian dari TURAAB yang kemudian
berproses menjadi nutfah dan selanjutnya dilahirkan oleh ibunya masing-masing.

Dikarenakan Iblis itu telah berjanji akan menyesatkan manusia sampai saat ini, maka
kenyataannya banyak diantara manusia yang mengabdi kepada Iblis atau Jin. Untuk itu
perhatikan Ayat-Ayat berikut :

Surat 38 Ayat :
73 : Maka bersujudlah setiapnya semuanya.
74 : Kecuali Iblis, dia menyombongkan dan termasuk orang-orang kafir.
(periksa juga Surat/Ayat : 15/30 dan 15/31).

Surat 38 Ayat :
75 : DIA berfirman:Hai Iblis,apakah yang menghalangi kamu untuk sujud bagi yang AKU
ciptakan dengan ketentuan-KU ? Kamu menyombongkan diri, apakah kamu (merasa) dari
orang-orang tinggi ?
76 : Dia berkata:aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau
ciptakan dia dari thiin (lihat Surat/Ayat :15/32 dan 15/33).
Majelis Talim Al Quran Tauhid.18

Surat 38 Ayat :
77 : DIA berfirman:maka keluarlah daripadanya, bahwa kamu diancam.
78 : Bahwa kutukan-KU atasmu sampai Hari Kiamat.

Surat 38 Ayat :
79 : Dia berkata:Tuhanku,berilah kesempatan sampai hari berbangkit.
80 : DIA berfirman:Sesungguhnya engkau diberi kesempatan.
81 : Sampai hari yang ditentukan waktunya.
(periksa Surat/Ayat : 15/36,15/37 dan 15/38).

Surat 38 Ayat :
82 : Dia berkata:Demi kemuliaan-MU,akan aku sesatkan mereka semua.
83 : Kecuali hamba-hamba-Mu yang dikhususkan.
(periksa juga Surat/Ayat : 15/39 dan 15/40).

Surat 38 Ayat :
84 : DIA berfirman:maka logislah,dan perkataan-KU logis.
85 : Awaslah,akan AKU penuhi Jahannam dari kamu dan orang-orang yang mengikuti
kamu diantara mereka semuanya.

Selanjutnya Ayat-Ayat berikut untuk bahan perbandingan :

Surat 15 Ayat :
32 : DIA berfirman:Hai Iblis,kenapa engkau tidak melakukan sujud bersama mereka (para
malaikat) ?
33 : Apakah aku akan sujud bagi orang yang ENGKAU ciptakan dari shalshalin dari hamaaiin
masnuun (benda jatuh dari lava yang membeku).
Majelis Talim Al Quran Tauhid.19
Kalau orang mau memperhatikan Surat/ Ayat: 38/ 76, Iblis menyatakan bahwa Adam diciptakan
dari THIIN, sedangkan pada Surat/ Ayat : 15/ 33 Iblis mengatakan bahwa Adam diciptakan dari
SHALSHALIN HAMAIN MASNUUN, maka dia adalah benda jatuh dari lava membeku, maka dia
adalah sejenis batu meteor, sedangkan pada Surat/ Ayat :37/ 11 Allah menerangkan bahwa
manusia itu diciptakan dari THIIN MENDINGIN, maka dia benar-benar batu meteor.

Namun semua itu hanyalah menerangkan tentang asal-usul manusia dan juga merupakan
persepsinya Iblis yang tidak mengerti tentang turaab maupun sistim parthenogenese. Kemudian
Allah mengulangi penjelasan tentang kejadian Adam pada Surat/ Ayat 3/ 59 bahwa Adam itu
proses kejadiannya seperti kejadian Isa Almasih, yang diciptakan dari TURAAB.

Oleh karena itu untuk mendapatkan pengertian tentang maksud dari suatu Ayat dalam Alquran
hendaklah dirangkaikan dengan Ayat lain yang berhubungan sehingga pengertiannya sesuai
dengan yang dimaksudkan Allah.

Selanjutnya Ayat-Ayat berikut yang masih berkaitan dengan Iblis :

Surat 15 Ayat :
41 : DIA berfirman:Inilah(Alquran) tuntunan atasKU yang tegak.
42 : Bahwa hamba-hambaKU tiada bagimu daya atas mereka, kecuali dari yang mengikuti
dari orang-orang sesat.

Surat 15 Ayat :
43 : Dan sesungguhnya Jahannam adalah yang dijanjikan bagi mereka semuanya
44 : Padanya ada tujuh pintu, setiap pintu untuk golongan yang dipisahkan.

Maka dari keterangan Ayat-Ayat tersebut dapatlah diketahui bahwa Iblis itu semuanya adalah
termasuk kafir (38/ 74) dan mereka akan senantiasa berusaha menyesatkan manusia terutama
orang-orang yang tidak memahami penjelasan Allah dalam Alquran. Dikatakan bahwa Alquran
itu merupakan tuntunan yang kokoh, namun kalau orang tidak mengerti sehingga mengikuti
Iblis-pun tidak terasa, karena dia adalah sebangsa Jin ( 18/50).

Dengan keterangan Ayat-Ayat Alquran yang seperti itu, kita harus lebih hati-hati dalam
menjalani hidup di dunia ini karena umumnya orang terjebak dengan hal-hal yang menyangkut
masalah duniawi.

Selanjutnya perhatikanlah Ayat berikut ini :


Majelis Talim Al Quran Tauhid.20

Surat Al Anam (6) Ayat 100 :


Mereka menjadikan JIN serikat (tandingan) untuk Allah, padahal DIA yang menciptakan mereka
dan mereka lukiskan untuk-NYA putra dan putri tanpa ilmu.Maha Suci DIA dan Maha tinggi dari
apa yang mereka nyatakan.

Surat Al Kahfi (18) Asyat 50 :


Dan ketika Kami katakan kepada Malaikat:Bersujudlah untuk Adam, lalu mereka bersujud,
kecuali Iblis, dia adalah SEBANGSA JIN, lalu fasik tentang perintah Tuhannya.Apakah kamu
mengadakannya dan keturunannya selaku pimpinan selain AKU ? Padahal mereka itu musuh
bagimu, sangat jahat dia bagi orang-orang dzalim selaku ganti.

Surat Al Araf (7) Ayat 16 :


Iblis berkata:Karena Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan duduk (menghalangi)
mereka pada tuntunan-MU yang kokoh.

Surat Al Araf (7) Ayat 17 :


Kemudian aku akan datang kepada mereka dari muka dan dari belakang mereka dan dari
kanan dan dari kiri mereka, dan aku adakan kebanyakan mereka tidak bersyukur.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.21

Surat Saba (34) Ayat 20 :


Dan sungguh benar atas mereka tentang dugaannya Iblis, lalu mereka mengikutinya kecuali
sebagian dari orang-orang beriman.

Surat Saba (34) ayat 40 :


Pada hari DIA kumpulkan mereka semuanya,kemudian DIA berkata kepada Malaikat,Adakah
mereka itu yang telah menyembah kamu ?

Surat Saba (34) ayat 41 :


Berkata Malaikat:Maha Suci Engkau,Engkau-lah pimpinan kami selain mereka,bahkan mereka
itu menyembah Jin, kebanyakan mereka padanya beriman.

Surat Al Jin (72) Ayat 6 :


Dan sesungguhnya ada lelaki dari manusia yang melindungkan diri pada lelaki dari jin, yang
menambah timpaan atas mereka.

Kalau orang suka memperhatikan Ayat-Ayat tersebut ternyata masih banyak diantara orang-
orang beriman yang diperdaya oleh Iblis atau Jin karena memang Iblis itu adalah sebangsa jin,
dimana Iblis telah berjanji akan senantiasa nongkrong dengan orang-orang beriman pada
tuntunan Allah, senantiasa berada di depan atau dibelakangnya maupun di kanan dan kirinya,
dalam rangka menghalangi agar manusia itu selalu kufur dalam segala hal.

Maka dari itu hendaklah orang senantiasa berhati-hati tentang keimanannya,sebab lengah
sedikit menjadikan dirinya musyrik tanpa disadari yang akan berakhir dengan resiko yang
sangat menyedihkan( perhatikan dengan cermat Surat/Ayat : 7/16 dan 7/17).

Untuk melengkapi pengertian tentang THIIN, perhatikan Ayat-Ayat berikut :


Majelis Talim Al Quran Tauhid.22

Surat Ar Rahman (55) Ayat 14 :


DIA menciptakan manusia dari SHALSHALIN seperti FAKHOR (benda jatuh seperti SUAR).

Maka benarlah bahwa manusia itu asal-usulnya memang dari THIIN yaitu sejenis batu meteor
yang meluncur di atmosfir seperti SUAR (signal light). Namun semua Ayat diatas baru
menerangkan tentang bahan atau asalnya manusia pertama yang diciptakan Allah, kemudian
manusia itu bergenerasi menjadi banyak seperti yang sekarang ini. Selanjutnya marilah kita
melihat lebih jauh, apakah manusia pertama yang diciptakan Allah dari THIIN itu lelaki atau
perempuan ?

Istilah Nafs artinya adalah DIRI.


Dalam beberapa Ayat Alquran dapatlah diketahui bahwa manusia itu diciptakan dari SATU
DIRI, namun bagaimana maksud yang sebenarnya, dia lelaki atau perempuan, maka marilah
kita lihat Ayat-Ayat yang terkait. Sebagai kajian awal perhatikanlah Ayat berikut ini :

Surat An Nissa (4) Ayat 1 :


Wahai manusia, taqwalah pada Tuhanmu yang menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU ,dan
DIA ciptakan daripadanya PASANGANNYA (suaminya) dan DIA kembangbiakkan dari keduanya
lelaki dan perempuan yang banyak. Dan taqwalah pada Allah yang kamu meminta pada-NYA
dan berkasih sayang.Sesungguhnya Allah adalah penjaga atasmu.

Dalam penganalisaan Ayat ini membutuhkan kecermatan dan kehati-hatian untuk mendapatkan
pengertian yang sewajarnya.Kalau diperhatikan, maka istilah NAFSIN WAHIDATIN pada Ayat
tersebut mestilah seorang perempuan. Ayat yang menerangkan juga bernama perempuan
yaitu NISSA yang artinya adalah PEREMPUAN. Kemudian pada Ayat tersebut diterangkan
bahwa Allah menciptakan PASANGANNYA berarti dia adalah SUAMINYA yang berasal dari
dirinya (MINHAA).

Dari pengertian Ayat tersebut yaitu perempuan yang diciptakan Allah tadi, kemudian hamil
tanpa suami atas ketentuan Allah yang dinamakan atau diistilahkan PARTHENOGENESE yang
kemudian lahir seorang anak lelaki dan setelah dewasa dijadikan pasangannya atau suaminya.
Maka dari keduanya berkembang biak menjadi lelaki dan perempuan yang banyak.

Mulanya manusia pertama itu dibentuk langsung dari THIIN oleh Allah, kemudian setelah itu
Allah menciptakan pasangannya dengan sistim Parthenogenese, dan untuk perkembangan
Majelis Talim Al Quran Tauhid.23
selanjutnya melalui pertumbuhan benih sebagaimana halnya manusia sekarang ini. Untuk itu
perhatikan Ayat berikut dengan hati yang jernih :

Surat As Sajadah (32)


Ayat 07 : Yang membaguskan tiap sesuatu ciptaan-NYA,dan yang MEMULAI ciptaan manusia
dari THIIN.
08 : Kemudian DIA jadikan BENIHNYA, dari perkembangan air hina.

Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah memulai ciptaan manusia dari THIIN yang kemudian
perkembangan benihnya berproses melalui pertumbuhan sebagaimana manusia sekarang ini
melalui yang biasa disebut dengan NUTFAH atau air hina tadi.

Mungkin saja keterangan seperti itu mengejutkan berbagai pihak, terutama keterangan
Surat/ Ayat 4/1 diatas dan terutama umat Islam sendiri, karena selama ini manusia pertama itu
diciptakan dari tanah liat dan kemudian dari tulang rusuk orang itu diambil dan dijadikan
istrinya yang dinamai HAWA. Namun demikian sesungguhnya keterangan yang seperti itu
tidak pernah diterangkan oleh Alquran, tetapi kalau orang mau meneliti secara cermat, maka
keterangan seperti itu adanya dalam Kitab Sucinya orang Nasrani yang biasa disebut Al Kitab
yang merupakan terjemahan Holy Bible, dimana disana dinyatakan bahwa manusia pertama itu
adalah ADAM dan kemudian dari tulang rusuknya dijadikan istrinya yang dinamakan HAWA
menurut Al Kitab dan EVA menurut Holy Bible (Periksa Al Kitab :Kitab Kejadian pasal 2 mulai
Ayat 7 dan pasal 3 mulai Ayat pertama sampai dengan Ayat 23 dan dalam Holy Bible pada
Genesis pasal dan Ayat yang sama).

Sebenarnya informasi seperti diatas tadi, semestinya bagi umat Islam tidak perlu terkejut,
karena Allah telah memberikan bukti kongkrit yaitu Isa Almasih yang dilahirkan oleh ibunya
tanpa seorang bapak yang ibunya adalah seorang gadis bernama Maryam, yang kemudian
keduanya dipindahkan atau dengan istilah lain diangkat ke tempat lain ketika peristiwa
penyaliban bersama dengan ibunya (cermatilah Surat/ Ayat: 4/ 157,4/ 158 jo. 23/ 50,3/ 59 dan
4/ 47). Maka kalau orang suka memperhatikan pada Surat/ Ayat : 3/ 59 menerangkan adanya
keterangan timbal balik tentang Sejarah antara Adam dan Isa Almasih yang menyangkut
tentang bebagai hal.

Untuk lebih bisa memahami tentang hal itu marilah kita telusuri dan kita teliti tentang
keterangan itu agar dengan begitu kita akan memperoleh kepastian tentang keimanan kita
sehingga menjadi lebih mantap.

BAGAIMANA KETERANGAN ALQURAN TENTANG ISA ALMASIH ?

Isa Almasih adalah putra Maryam, seorang gadis anak tunggal dari Imran. Dia seorang gadis
yang cantik, sholehah, hidup dalam pingitan, dan tidak pernah bergaul dengan seorang lelaki.
Namun atas ketentuan Allah gadis itu menghamilkan anaknya tanpa disentuh oleh seorang
lelaki.

Kejadian itu sudah cukup lama berlalu dan tidak seorangpun dapat menerangkan ataupun
mengetahui kalau sekiranya Allah tidak menerangkan dalam Alquran yang diturunkan melalui
Nabi. Alquran merupakan Wahyu yang datang dari Allah yang diturunkan melalui Nabi
Muhammad dan berlaku untuk seluruh manusia tanpa terkecuali sampai akhir zaman.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.24
Alquran menjelaskan secara kronologis tentang kelahiran Isa Almasih, mulai dari neneknya
yang bernama Imran, kemudian mempunyai anak perempuan yang diberi nama Maryam. Maka
Maryam itulah yang kemudian menghamilkan Isa lmasih tanpa seorang bapak.

Mungkinkah hal yang seperti itu bisa terjadi ?

Setiap ketetapan Allah tiada seorangpun yang bisa menyanggah atau menolaknya. Kejadian
yang seperti itu sepertinya merupakan sesuatu yang aneh akan tetapi kalau orang mau
memperhatikan semua kejadian itu tetap bisa dipahami menurut pemikiran yang wajar.

Untuk lebih jelasnya perhatikan Ayat-Ayat berikut secara cermat :

Surat Ali Imran (3) Ayat 35 :


Ketika berkata istri Imran :Wahai Tuhanku,bahwa aku bernazar (berniat) untuk-MU anak yang
dalam perutku ini jadi pemerdeka (dari jajahan Roma) terimalah doa ini dariku, bahwa Engkau
Mendengar Mengetahui.

Surat Ali Imran (3) Ayat 36 :


Ketika dia melahirkan anaknya, berkatalah dia:Wahai Tuhanku, bahwa aku melahirkannya
anak perempuan, dan Allah lebih mengetahui tentang apa yang dia lahirkan itu. Dan tidaklah
lelaki seperti perempuan, dan aku menamainya dengan Maryam dan sesungguhnya aku
melindungkannya serta keturunannya pada Engkau dari setan yang terkutuk (diancam).
Majelis Talim Al Quran Tauhid.25
Surat Ali Imran (3) Ayat 37 :
Maka Tuhan memperkenankan doa itu dengan perkenan yang bagus dan menumbuhkannya
dengan pertumbuhan yang bagus, dan Zakaria memelihara anak itu, Setiap kali Zakaria masuk
kedalam mihrab, dia dapati pada anak itu rizki. Dia berkata: Wahai Maryam, bagaimana ada
padamu barang ini ? Gadis itu menjawab: Barang itu datang dari Allah, Allah memberi orang
yang DIA kehendaki tanpa perhitungan.

Surat Al Imran (3) Ayat 38 :


Disanalah Zakaria memohon kepada Tuhannya,dia berkata: Ya Tuhanku, anugerahkan padaku
seorang anak yang baik dari sisi-MU, Sesungguhnya Engkau Mendengarkan doa.

Surat Ali Imran (3) Ayat 39 ;


Malaikat menyerunya, dan dia sedang Shalat dalam mihrab: Bahwa Allah menggembirakanmu
dengan (seorang anak) Yahya, yang membenarkan dengan Kalimat dari Allah dan selaku
pemimpin dan terjaga serta seorang Nabi dari orang-orang sholeh.

Surat Ali Imran (3) Ayat 40 :


Berkata Yakaria:Ya Tuhanku,bagaimana aku akan mendapatkan anak, sedangkan aku sudah
sangat tua dan istriku mandul ? Allah berfirman:Seperti itulah Allah melakukan apa saja yang
DIA kehendaki.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.26
Berkata Zakaria:Tuhanku, tunjukkan padaku pertanda (Aayat), Berfirman Allah:Pertanda
padamu adalah kamu tidak bercakap-cakap kepada manusia selama tiga hari, kecuali dengan
isyarat, dan ingatlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah setiap petang dan
pagi.(periksa juga pada Surat/Ayat:19/7 s.d 19/11).

Surat Ali Imran (3) Ayat 42 :


Dan ketika Malaikat berkata:Wahai Maryam, bahwa Allah memilihmu dan mensucikanmu dan
memilihmu diatas seluruh manusia (alam).

Surat Ali Imran (3) Ayat 43 :


Wahai Maryam, Patuhlah kepada Tuhanmu, dan sujudlah serta rukuklah bersama orang-orang
yang rukuk.

Surat Ali Imran (3) Ayat 45 :


Ketika Malaikat berkata:Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira padamu
dengan Kalimat daripada-NYA, namanya Almasih putra Maryam, selaku perhatian di dunia dan
di Akhirat dan termasuk orang yang didekatkan.

Surat Ali Imran (3) Ayat 46 :


Dan dia akan berbicara kepada manusia sewaktu dalam AYUNAN dan selaku bahan
penyelidikan, dan termasuk orang yang sholeh.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.27

Surat Ali Imran (3) Ayat 47 :


Dia berkata: Wahai Tuhanku, betapa akan ada padaku seorang anak dan seorang lelakipun
tidak pernah menyentuhku ? DIA berfirman: Seperti itulah Allah menciptakan apa yang DIA
kehendaki, ketika DIA melaksanakan urusan, maka DIA hanya berkata ADA maka dia ADA
(kun fayakuun).

Surat Ali Imran (3) Ayat 48 :


Dan DIA ajarkan Kitab (ketetapan), hikmah (science) dan Taurat serta Injil.

Surat Maryam (19) Ayat 16 :


Dan ingatlah kitab (ketetapan) tentang Maryam, ketika dia menyingkir dari keluarganya ke
suatu tempat di sebelah timur.

Surat Maryam (19) Ayat 17 :


Lalu dia mengadakan batas dari mereka, maka Kami utus kepadanya suatu Ruh Kami, dia
menyerupai orang yang sempurna.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.28

Surat Maryam (19) ayat 18-21 :

18. Dia berkata:Aku berlindung pada ARRAHMAAN darimu jika kamu orang yang taqwa
(insyaf).
19. Dia berkata: Bahwa aku Rasul Tuhanmu agar mengkaruniai padamu seorang anak
yang cerdas.
20. Dia berkata: Betapa akan ada padaku seorang anak, dan orang tidak pernah
menyentuhku, dan bukanlah aku ini orang jahat.
21. Dia berkata: Seperti itulah Tuhanmu berfirman, hal itu mudah atas-KU dan agar Kami
jadikan kamu suatu pertanda (Ayat) bagi manusia serta rahmat dari Kami, dan adalah
perintah itu terlaksana.

Surat Maryam (19) ayat 22-25:

22. Maka dia menghamilkannya lalu menyingkir dengannya ketempat yang jauh.
23. Maka datanglah padanya waktu melahirkan kepada suatu pokok tetumbuhan, dia
berkata:wahai nasibku,baiknya aku mati sebelum ini,dan aku jadi orang lupa yang
dilupakan.
24. Maka berkatalah dia (bayi itu) dari bawahnya:janganlah berduka cita, sungguh
Tuhanmu menjadikan dibawahmu suatu yang berjalan.
25. Dan goncanglah kepadaku pokok tetumbuhan itu, akan berjatuhan atasmu buah yang
ranum enak dimakan.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.29

Surat Maryam (19) Ayat 26 :


Makan dan minumlah,senangkanlah matamu, ketika engkau melihat seseorang,
katakan,bahwa aku bernadzar (berniat) puasa untuk ARRAHMAAN, maka aku tidak akan
berbicara hari ini pada manusia.

Surat Maryam (19) ayat 27-29 :

27. Lalu dia (Maryam) mendatangi kaumnya dengan membawanya,mereka berkata,Hai


Maryam, sungguh engkau datang dengan suatu yang aneh.
28. Hai saudara Harun, tidaklah bapakmu seorang jahat ,dan tidak pula ibumu orang jahat.
29. Lalu dia memberi isyarat padanya (bayi itu),mereka berkata:Betapa aku akan bicara
dengan bayi dalam ayunan (buaian) ?

Surat Maryam (19) ayat 30 -31:

30. Dia (anak itu) berkata:Bahwa aku hamba Allah, DIA memberikan padaku Kitab dan
menjadikan aku Nabi.
31. Dan DIA menjadikanku diberkati dimana aku berada, dan memberikan wasiat kepadaku
dengan Shalat dan Zakat selama aku hidup.
Majelis Talim Al Quran Tauhid.30

Surat Maryam (19) ayat 32-33 :


32. Dan berbuat baik pada ibuku, dan DIA tidak menjadikan aku penggagah yang celaka.
33. Dan keselamatan atasku pada hari aku dilahirkan, dan pada hari aku mati dan pada
hari aku dibangkitkan (di Akhirat).

Surat Maryam (19) ayat 34-35 :

34. Itulah Isa anak Maryam, perkataannya logis, yang tentangnya mereka ragu-ragu.
35. Tiada bagi Allah untuk mengadakan seorang anak, Maha Suci DIA, ketika DIA
melaksanakan suatu perintah, DIA berfirman,KUN FAYAKUUN.

Demikianlah Alquran menerangkan tentang kisah Isa lmasih putra Maryam yang kemudian
menjadi Rasul untuk Bani Israil, meneruskan ajaran yang terkandung dalam Taurat, Isa Almasih
sudah pandai berbicara saat dilahirkan.

Kelahiran Isa didahului lahirnya Yahya putra Zakaria, dimana kisah itu juga mengandung
pelajaran bahwa Isa dengan mudahnya dilahirkan dari seorang ibu tanpa Bapak, sedangkan
Yahya dilahirkan dari seorang ibu yang dinyatakan mandul dengan seorang bapak yang sudah
sangat tua. Maka kisah itu memberikan informasi kepada kita tentang kekuasaan Allah. Isa
Almasih dilahirkan begitu mudahnya bagaikan tanah yang sangat subur sementara Yahya
dilahirkan dengan kondisi bapak dan ibunya yang sudah sangat tua bagaikan tanah kering
yang tandus.

Ketika istrinya Imran sedang hamil, berdoa kepada Allah agar anak yang dikandungnya itu lahir
laki-laki dengan harapan nantinya menjadi seorang pejuang untuk membebaskan bangsanya
yang ketika itu dijajah Roma. Tetapi setelah bayi itu lahir ternyata perempuan yang kemudian
diberi nama Maryam, yang kemudian dipelihara oleh Zakaria. Maryam tumbuh menjadi anak
yang cantik dan sholehah, namun dalam dirinya terkandung gen (unsur) jantan atau unsur
positif yang merupakan wujud dari getaran doa ibunya ketika dia dihamilkan.

Coba perhatikan ketika istrinya Imran atau Ibunya Maryam sedang hamil memohon kepada
Allah agar anak yang dikandungnya itu lahir laki-laki (3/ 35) dan ternyata setelah lahir adalah
perempuan (Surat/ Ayat :3/ 36) dan pada Ayat tersebut dinyatakan lelaki tidak sama dengan
perempuan itu sebenarnya mengandung bahan pemikiran, karena seandainya Ayat tersebut
tidak diturunkan pun semua orang tahu bahwa memang lelaki itu tidak sama dengan
perempuan. Maka walaupun Maryam itu wujudnya perempuan, tetapi di dalam tubuhnya
terkandung gen (unsur) laki-laki atau jantan.

Hal demikian dapat diperhatikan pada Surat/ Ayat 3/ 37 yang menyatakan bahwa Allah
memperkenankan doanya istrinya Imran dengan perkenan yang bagus, dimana dia berdoa
pada Surat/Ayat 3/ 35 meminta anak lelaki, namun nyatanya lahir seorang perempuan.
Kemudian Maryam tumbuh menjadi seorang gadis yang sholehah dan menjadi gadis pingitan
dan tidak pernah bergaul dengan seorang lelaki. Namun demikian dia juga seorang gadis biasa
Majelis Talim Al Quran Tauhid.31
sebagaimana gadis lainnya. Oleh karena itu dia juga mempunyai perasaan dan nafsu birahi
sebagaimana gadis pada umumnya secara alami dan wajar.

Maka ketika Malaikat datang kepada Maryam dalam wujud sebagai seorang pemuda yang
gagah dan tampan sebagaimana maksud Surat/ Ayat :19/ 17, maka ketika itu nafsu birahi
Maryam dalam tubuhnya terkontaminasi dengan keadaan yang dilihatnya, akibatnya tumbuh
dan bersemi dari dalam. Unsur jantan (positif) yang ada di dalam tubuhnya mulai aktif yang
mengakibatkan kehamilan. Proses kehamilah tanpa suami seperti itu maka para Sarjana
menamakan dengan sistem PARTHENOGENESE.

Kejadian pada Maryam itu memang sudah direncanakan Allah, namun demikian jika dipahami
secara cermat ternyata banyak mengandung pengertian ilmiah yang bisa dipahami oleh semua
pihak. Hal yang seperti itu juga pernah berlaku pada diri Adam yang dulunya juga dilahirkan
oleh ibunya tanpa bapak sebagaimana maksud Surat/ Ayat :3/59 dan juga berlaku pada
manusia pertama sebagaimana maksud Surat/Ayat : 7/189.

Maka dari keterangan Alquran tentang kelahiran Isa Almasih itu merupakan pelajaran dan
bahan pemikiran tentang kejadian manusia pertama yang juga melalui sistim Parthenogenese
atau seorang lahir dari seorang ibu tanpa bapak. Hal yang seperti itu biasanya sering terjadi
pada dunia binatang, namun pada manusia memang sangat jarang.

Berita yang seperti itu juga merupakan bahan pemikiran dan sekaligus untuk bahan penelitian
bagi para sarjana, khususnya dalam dunia kedokteran dalam rangka meningkatkan Ilmu
Pengetahuan. Perhatikanlah Ayat berikut ini dengan cermat :

Surat Ali Imran (3) Ayat 46 :


Dan dia (Isa Almasih) berbicara kepada manusia ketika dalam ayunan(buaian) dan selaku
BAHAN PENYELIDIKAN dan dia termasuk orang-orang sholeh.

Ternyata kalau orang suka memperhatikan setiap Ayat Alquran pastilah mengandung hal-hal
yang bermanfaat bagi manusia terutama sekali tentang peningkatan ilmu pengetahuan.

Karanganyar, 30- Romadhon- 1425 H


Yayasan Tauhid Indonesia
Jl. Tentara Pelajar No. 9 Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia
Telp. (0271) 610234

Lebih detail.. kunjungi website kami :

www.tauhid.org

Anda mungkin juga menyukai