Anda di halaman 1dari 10

Jurnal

Manajemen Kesehatan Indonesia

Volume 02 No. 02 Agustus 2014

Implementasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi


(P4K) oleh Bidan pada Puskesmas di Kota Ambon
(Studi pada Puskesmas Binaan)

Implementation of Delivery Planning and Complication Prevention Program by


Midwives at Primary Healthcare Center in Ambon
Hasnawati1, Atik Mawarni2, Lucia Ratna2
1
Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku
2
Ilmu Kesehatan Masyarakat, PPs, UNDIP Semarang

ABSTRAK
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dicanangkan untuk
mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Pelaksanaan program ini di Ambon belum
optimal. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan implementasi dan faktor-faktor terkait P4K oleh
bidan pada Puskesmas di Kota Ambon.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan waktu cross sectional.
Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam (Indepth Interview) pada 3 bidan
pelaksana P4K sebagai informan utama,3 Kepala Puskesmas dan seorang Kabid Kesehatan Keluarga
serta 3 orang ibu pasca salin 0-42 hari sebagai informan triangulasi. Analisa data menggunakan
metode analisis isi (content analysis).
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi P4K yaitu pemberian konseling secara
komperhensif belum dilakukan oleh bidan. Kunjungan Antenatal (ANC) belum dilakukan sesuai
standar. Masih ada persalinan yang ditolong dukun. Penggunaan KB pasca salin belum mencapai
target. Tabulin dan penggalangan donor darah belum dilaksanakan. Sosialisasi program kepada
masyarakat dan lintas sektor masih kurang. Jumlah bidan belum memadai. Sarana prasarana belum
memadai serta tidak ada alokasi dana untuk kegiatan sosialisasi. Lemahnya manajemen kontrol
dari Dinas Kesehatan Kota Ambon dan kepala Puskesmas . Bidan belum melaksanakan forum
komunikasi khusus P4K. Sikap bidan pelaksana setuju dan berkomitmen baik dalam pelaksanaan
P4K. SOP pelaksanaan P4K belum tersedia.
Implementasi Program Perencanaan Persalinan danPencegahan Komplikasi (P4K) oleh bidan di
Kota ambon belum berjalan baik karena belum ada kebijakan daerah yang mengikat untuk
mendukung P4K, komunikasi kepada masyarakat yang kurang, tenaga bidan, sarana dan dana yang
belum memadai, lemahnya manajemen kontrol darin Dinas Kesehatan Kota Ambon serta belum
adanya SOP untuk pelaksanaan P4K.
Kata Kunci : Implementasi Program Perencanaan Pesalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K),
Bidan, Komunikasi, Sarana Prasarana.

ABSTRACT
Delivery planning and complication prevention program (P4K) was established to accelerate the
decrease of maternal mortality rate (AKI), Implementation of this program in Ambon was not optimal.
Objective of this study was to explain the implementation and related factors of P4K by midwives in
the primary health care centers of Ambon city.
89
This was a descriptive-qualitative study with cross sectional time approach. Data collection was
done using in-depth interview technique to 3 P4K executor midwives as main informants.
Triangulation informants were three heads of primary healthcare centers, head of family health
unit of Ambon district health office (DKK), and three mothers who gave birth in the last 0-42 days.
Content analysis method was applied in the data analysis.
Results of this study showed that P4K implementation in the form of giving comprehensive counseling
was not done by midwives. Antenatal care (ANC) visit was not conducted according to the standard.
Delivery assisted by dukun was still found. Post delivery contraception use did not attain the
target. Tabulin (savings for giving birth time) and blood donor collection was not performed.
Program socialization to the community and cross sectors was still insufficient. The number of
midwives was still insufficient. Facilities were still insufficient, and no funding allocation for
socialization activity was provided. Management control from Ambon city health office and head of
puskesmas was inadequate. Communication forum for P4K was not performed by midwives.
Commitment and attitude of P4K executor midwives were good. No standard operating procedure
(SOP) for P4K implementation was provided.
Implementation of P4K by midwives in Ambon city was insufficient. It was caused by no local
policy that supported P4K; lack of communication to the community; insufficient number of midwives,
facilities, and funding; inadequate management control by Ambon city health office; and no SOP
for P4K implementation.
Keywords : Implementation of delivery planning and complication prevention program (P4K),
midwives, facilities

PENDAHULUAN hamil dengan stiker yang merupakan upaya


Menurut Survei Demografi Kesehatan terobosan dalam percepatan penurunan angka
Indonesia (SDKI) tahun 2007 penyebab kematian kematian ibu dan bayi baru lahir melalui kegiatan
ibu di Indonesia yaitu perdarahan (28%), peningkatan akses dan kualitas pelayanan, yang
eklamsia saat kehamilan (24%) atau gangguan sekaligus merupakan kegiatan yang membangun
akibat tekanan darah tinggi, partus lama (5%), potensi masyarakat, khususnya kepedulian
komplkasi aborsi (5%), komplikasi masa masyarakat untuk persiapan dan tindakan dalam
nifas(8%), emboli Obstetri (3%), infeksi(11%) menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir.2
dan penyakit lainnya(11%).1 Salah satu upaya Pelaksanaan P4K Di Kota Ambon dimulai
yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada pada tahun 2008 program ini diterapkan pada
tahun 2007 untuk menurunkan AKI dengan semua kelurahan yang tersebar pada 22
melaksanakan Program Perencanaan Persalinan Puskesmas yang ada di wilayah Dinas Kesehatan
dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program Kota (DKK) Ambon dan di ambil 5 puskesmas
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan sebagai puskesmas binaan karena dilihat dari
Komplikasi (P4K) merupakan suatu kegiatan angka cakupan PWS-KIA pada lima puskesmas
yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka peran tersebut masih rendah dan dari lima Puskesmas
aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam tersebut memiliki wilayah kerja yang cukup luas
persalinan yang aman dan persiapan menghadapi dan sulit dijangkau. Dalam kurun waktu tiga
komplikasi bagi ibu hamil, termasuk tahun P4K yang telah berjalan di Kota Ambon,
perencanaan penggunaan KB pasca persalinan implementasinya belum optimal, gambaran ini
dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu berdasarkan Data profil Dinas Kesehatan
pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir.2 Provinsi Maluku tahun 2010, menunjukkan
Program Perencanaan Persalinan dan bahwa angka kemataian ibu (AKI) selama tiga
Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah suatu tahun terakhir yaitu tahun 2008-2010 mengalami
program yang dicanangkan dalam upaya fluktuasi yaitu pada tahun 2008 mencapai 319/
mempercepat penurunan AKI dengan cara 10.000 kelahiran hidup (KH), pada tahun 2009
memantau, mencatat serta menandai setiap ibu menjadi 325/10000KH dan pada tahun 2010
90
AKI turun menjadi 268/100000 KH.3 dalam bentuk pola, kategori atau klasifikasi
Kegiatan P4K yang belum mencapai target reduksi data agar dapat diinterpretasikan dan
seperti: 1). Kunjungan ibu hamil (ANC) sesuai penarikan kesimpulan yang dipadukan dengan
standar K4 (70%), 2). Rencana persalinan (95%) kepustakaan atau teori yang ada. Data disajikan
3). Ibu bersalin di tenaga kesehatan terlatih (65), dalam bentuk naratif sesuai dengan variabel
4). Penggunaan KB pasca persalinan (55%) di penelitian.
Kota Ambon belum sesuai target Standar
Pelayanan Minimal (SPM). Meskipun sudah ada HASIL DAN PEMBAHASAN
petugas pelaksana P4K dan telah dilakukan Implementasi Kebijakan P4K
pelatihan P4K dan sosialisasi P4K bagi Bidan Informasi yang ingin digali dalam wawancara
pelaksana dan Kepala Puskesmas, namun mendalam tentang kegiatan implementasi P4K
pelaksanan P4K di Kota Ambon belum sesuai oleh bidan untuk mendukung P4K adalah peran
dengan harapan pemerintah dalam hal ini bidan dalam melaksanakan P4K mulai dari
Kementerian Kesehatan. Selanjutnya melalui pendataan ibu hamil dan pemasangan stiker
observasi catatan pada buku KIA yang diambil sebagai notifikasi, taksiran persalinan, penolong
secara acak ditemukan hanya 5 dari 10 buku KIA persalinan, tempat persalinan, pendamping
yang diisi secara lengkap sedangkan 5 buku hanya persalinan, penggalangan donor darah, Tabulin
diisi umur kehamilan dan taksiran persalinan. dan Dasolin serta penggalangan sarana
Berdasarkan pendahuluan diatas maka transportasi di masyarakat.
peneliti tertarik untuk melakukan Analisis dan Berdasarkan informasi yang didapatkan dari
Pengkajian yang mendalam tentang informan utama dan informan triangulasi yang
Implementasi P4K oleh Bidan di Kota Ambon berkaitan dengan pendataan ibu hamil dan
dilihat dari aspek komunikasi, sumberdaya, pemasangan stiker bahwa sebagian besar informan
disposisi dan struktur birokrasi. utama menyatakan bahwa kegiatan tersebut
dilakukan oleh ibu hamil sendiri. Bidan pelaksana
METODE PENELITIAN tidak dapat melakukan penempelan stiker karena
Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif tidak punya waktu oleh karena beban kerja bidan
kualitatif dengan pendekatan waktu Cross pelaksana cukup banyak, selain melaksanakan
Sectional untuk menjelaskan implementasi dan tugas sebagai pelaksana P4K yaitu memberikan
faktor-faktor terkait P4K oleh bidan pada pelayanan kepada ibu hamil dan ibu pasca
Puskesmas di Kota Ambon. Penelitian ini persalinan di dalam dan luar gedung termasuk
dilaksanakan pada bulan April sampai dengan pencatatan dan pelaporannya, bidan pelaksana
bulan Mei 2012 yang berlokasi di Puskesmas P4K juga melaksanakan tugas program lain
Poka-Rumah Tiga, Puskesmas Nania, dan seperti, program imunisasi dan administrasi dan
Puskesmas Hative Kecil. Subjek penelitian pelaporan dana BOK dan Jampersal. Seperti
adalah informan utama terdiri dari 3 orang bidan kutipan wawancara di bawah ini.
pelaksana P4K sedangkan informan triangulasi
yaitu 3 orang Kepala Puskesmas, 1 orang Kabid ...Kaka....! katong setelah priksa ibu katong
Kesehatan Keluarga dan 3 orang ibu pasca salin isi buku KIA deng isi stiker la katong jelaskan
0-42 hari. kepada ibu umur kehamilan, aturan minum
Tekhnik pengambilan sampel dengan obat, tanggal balik priksa la katong kasi tau
Purpossive Sampling untuk bidan yang dapat ke ibu untuk tempel sandiri stiker jua kadang
memberi informasi tentang implementasi P4K katong minta tolong kader, bagusnya dimuka
di Puskesmas. Pengumpulan data dengan pintu supaya gampang di liat...
wawancara mendalam (Indepth Interview) dan
observasi dengan menggunakan daftar checklist. Pendataan ibu hamil dan Pemasangan Stiker
Data diolah kemudian dianalisa menggunakan (Notifikasi) Merupakan kegiatan pemasangan
analisa kualitatif yaitu menggunakan content stiker pada setiap rumah ibu hamil termasuk
analisa yaitu menyusun dan menggolongkannya pemberian konseling kepada ibu hamil, suami dan
91
keluarga untuk mendapatkan kesepakatan rencana Dukun tidak boleh menolong persalinan dan
persiapan persalinan dan deteksi dini komplikasi, hanya mendampingi ibu saat persalinan.
dengan melibatkan peran aktif unsur-unsur Sebagaimana ungkapan di bawah ini.
masyarakat di wilayahnya (Kader, Forum Peduli
KIA/ Pokja Posyandu dan Dukun).2 ...Ibu...! kalu unntuk persalinan katong disini
Terkait dengan pertanyaan Ante Natal Care seng jadi masalah, tapi yang jadi masalah ni
(ANC) , informan utama dan informan triagulasi katong pung basudara orang Buton dong
mengatakan untuk ANC sesuai standar sudah paling susah mau priksa hamil saja stenga
dilaksanakan oleh pelaksana P4K. Frekwensi mati pada hal petugas su nae di gunung-
pelayanan ANC minimal 4 kali selama gunung atas sana, dong lebih sanang panggil
kehamilan yaitu 1 kali pada triwulan I dan II, dukun untuk tolong padahalkatong su kasi tau,
serta 2 kali pada triwulan III. Tetapi disini tidak baru kalu tanya dukun sapa dong tutu mati...
nampak bidan melakukan ataupun penyuluhan
dan KIE agar ibu hamil tahu dan mengerti yang Penolong persalinan adalah prosentase ibu
nantinya ibu akan mau melakukan ANC secara bersalin yang di tolong oleh tenaga kesehatan
teratur karena sudah sadar dan mengerti manfaat (Nakes) terampil sesuai standar.2
ANC sehinnga pencapian target K4 yang Berkaitan dengan pertanyaan tentang
merupakan indikator keberhasilan ANC dapat Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin), informan
tercapai dengan baik. Sebagaimana petikan utama dan informan triangulasi mengatakan
wawancara berikut ini . menyatakan bahwa tabulin tidak berjalan
dikarenakan kebanyakan dari ibu hamil sudah
... Pada saat ANC katong priksa mulai dari mempunyai tabungan sendiri serta kurangnya
anamnesa deng priksa 7T sampai kepercayaan terhadap keamanan uang jika
pemeriksaan Hb katong su lakukan untuk disimpan oleh kader atau bidan. Seperti kutipan
PSM sesuai keluhan ibu. Tapi kaka...! disini wawancara berikut ini.
ni ibu-ibu kalu datang priksa tu kadang seng
teratur pada hal katong su kasi tau ni, tapi ...Ibu kalo untuk di sini susah ibu for mau
namanya ibu-ibu susah untuk capai K4 nya, bikin tabungan ibu bersalin, dong seng mau
bagitu jua tapi masih untung dong datang juga jadi katong cuma bilang waktu ibu datang
waktu katong turung posyandu katong cuma kasi tau untuk menabung supaya
persiapan untuk melahirkan, jadi ibu dong
Pelayanan antenatal adalah pelayanan su tau, untuk Dasolin di kayaknya seng ada
kesehatan oleh bidan untuk ibu selama masa
kehamilannya, dilaksanakan sesuai Standar Tabulin adalah dana/ barang yang disimpan
Pelayanan Kebidanan (SPK). Pelayanan ANC oleh keluarga atau pengelola Tabulin secara
sesuai standar meliputi anamnesis, pemeriksaan bertahap sesuai dengan kemampuannya sesuai
fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan kesepakatan bersama serta penggunaanya untuk
laboratorium rutin dan khusus serta intervensi pembiayaan saat antenatal, persalinan dan
umum dan khusus (sesuai risiko yang ditemukan kegawatan.11 DASOLIN (Dana Sosial Bersalin)
dalam pemeriksaan).2 adalah upaya mengumpulkan uang dari anggota
Hasil wawancara dengan informan utama masyarakat sebagai dana bantuan bagi ibu bersalin
dan informan triangulasi tentang penolong dan biaya operasional desa siaga. Sumber dana,
persalinan oleh Nakes menjadi masalah, hal ini cara pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatan
di buktikan masih adanya persalinan yang ditentukan dengan kesepakatan.5
ditolong oleh dukun, dalam hal ini faktor budaya Informasi yang didapatkan dari informan
yang kuat yaitu masyarakat masih percaya utama dan informan triangulasi didapatkan
dengan dukun karena dukun itu biasanya kerabat menyatakan bahwa penggalangan donor tidak
sendiri dan sudah sepuh sedangkan bidan masih berjalan karena ibu hamil takut diperiksa. Seperti
muda. Solusi untuk masalah ini yaitu dilakukan petikan wawancara berikut ini.
kemitraan dengan dukun yaitu peralihan tugas
92
(konseling) dengan ibu pada saat ANC di
Disini kaka...! seng bisa bagitu nanti dong Pukesmas, namun realisasinya tergantung
kira ada apa-apa la ibu hamilnya jadi cemas, ibunya. Seperti ungkapan berikut ini.
tapi katong sudah kasi tau ke ibu terutama
yang trimester III dengan anemis harus ...ibu..! katong bidan bidan ni selalu kasi
siapkan orang atau keluarga untuk donor tau tentang jenis-jenis KB dia punya efek
darah jika diperlukan, kalu su di rumah sakit sampig deng tanya par ibu hamil saat datang
ya ka PMI saja.. periksa hamil terutama yang ana 3 ka atas,
ibunya setuju deng mau iko KB rata-rata ibu
Penggalangan Donor Darah diperlukan senang Kb suntik, tapi kebanyakan setelah
untuk menjamin ketersediaan darah yang 40 hari, setelah bersih ibunya datang ke
dikelola masyarakat dengan membentuk Pokja puskesmas atau rumah bidan, itu tergantung
Donor Darah.5 Penggalangan relawan yang ibu..
bersedia menjadi pendonor darah sewaktu-waktu
diperlukan data dari masyarakat. Untuk itu Keluarga Berencana (KB) Pasca persalinan
sebelum dilakukan penggalangan donor darah, adalah alat kontrasepsi yang digunakan oleh ibu
terlebih dahulu dilakukan identifikasi golongan atau suami segera setelah melahirkan sampai
darah ibu hamil serta seluruh penduduk desa dengan 42 hari dengan metode apapun.2
sehingga seluruh penduduk dapat berpartisipasi
menjadi calon pendonor.5 Komunikasi Dalam implementasi P4K
Pertanyaan yang berkaitan dengan Sarana Dalam kaitannya dengan komunikasi
Transportasi (Ambulance), informan utama dan berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan
informan triangulasi mengatakan bahwa untuk informan utama dan informan triangulasi
sarana transportasi di sini tidak mengalami mengatakan bahwa yang menyampaikan
kesulitan. Cara yang digunakan diantaranya informasi tentang Implementasi P4K yaitu dari
keluarga ibu hamil berembuk untuk DKK ke Kepala Puskesmas dan pelaksana
menggunakan angkutan umum yang mudah program P4K di puskesmas melalui pelatihan.
diakses, selain itu pula kerabat dari ibu hamil Seperti kutipan wawancara di bawah ini.
yang memiliki kendaraan dapat meminjamkan
mobilnya, bila ada rujukan pada saat dini hari. ...O kaka ..... yang kase pelatihan par katong
Sebagaimana ungkapan di bawah ini. itu dari dinas beta di panggil untuk pelatihan
seng ada yang laeng. Waktu itu dong Cuma
...Kalu untuk ambulans desa di sini tidak kasih pelatihan secara lisan (ceramah) deng
ada, kalu mu rujuk pasien biasa pake oto juga ada dapat hand out..
penumpang saja ibu, oto kan lancar kayaknya ...Oh..!.waktu itu beta dipanggil par
seng ada masalah untuk hal ini.. pelatihan akang barang tu (P4K) kalu seng
salah taong 2008 ka...? beta su lupa lai, beta
Ambulance desa adalah sarana transportasi pung laki abis maninggal yang kasi pelatihan
dari masyarakat yang disepakati bersama untuk Bidan deng dr.Chandra. Waktu itu katong
mengantar ibu hamil yang akan bersalin, Cuma di kase deng ceramah, ada juga di kase
terutama ibu yang mengalami kegawatan perlu hand out, waktu itu dr. Chandra kase di layar
dirujuk segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit monitor...
agar selamat. Bentuk ambulan desa tergantung
jenis yang dimiliki oleh warga berupa mobil, Faktor utama yang mempengaruhi
ojek, becak, perahu.5 keberhasilan dan kegagalan implementasi suatu
Hasil wawancara dengan informan utama kebijakan adalah komunikasi. Komunikasi di
dan informan triangulasi tentang KB Pasca defenisikan sebagai penyampaian informasi
Persalinan didapatkan bahwa untuk pelayanan kebijakan tentang pelaksanaan P4K dari DKK
KB Pasca Persalinan sudah di bicarakan (Seksi Kesga) Ambon kepada bidan sebagai
93
pelaksana P4K, kepala puskesmas kemudian Sumberdaya (SDM, Sarana Prasarana,Dana)
pelaksana P4K mensosilisasikan kepada ibu Dalam kaitannya dengan ketersediaan dan
hamil, suami, keluarga dan masyarakat. kecukupan tenaga berdasarkan hasil wawancara
Komunikasi P4K yang diberikan menyangkut mendalam dengan informan utama dan informan
transmisi( sumber informasi metode), kejelasan triangulasi, semuanya mengatakan bahwa tenaga
dan konsistensi dari informasi yang di berikan.6 pelaksana P4K adalah Bidan koordinator. Untuk
Hal tersebut di atas juga sesuai dengan hasil ketersedian tenaga P4K di puskesmas dua
penelitian Rekawati (2011) yang menyebutkan informan utama mengatakan belum cukup. Hal
bahwa pimpinan puskesmas selaku, pembuat ini disebabkan karena tugas yang banyak dan
kebijakan dan petugas pelaksana dapat tenaganya masih kurang. Pernyataan yang
berkomunikasi dengan baik, dimana sudah sedikit berbeda pada hasil wawancara mendalam
menyampaikan informasi yang jelas secara dengan informan triangulasi (Kabid Kesga) yang
langsung maupun melalui media. mengatakan bahwa tenaga pelaksana P4K di
Terkait dengan kejelasan isi informasi puskesmas yaitu Bidan Puskesmas, untuk
berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan ketersediaan sudah cukup. Sebagaimana petikan
informan utama semuanya mengatakan bahwa wawancara berikut ini.
informasi yang diberikan isinya menjelaskan
tentang P4K yaitu bagaimana prosentase: desa .... Balong cukup kaka..., masih kurang
yang melaksanakan P4K: Bumil dipasangi sekali baru banyak katong pung pekerjaan
stiker mendapat ANC sesuai standar, ibu hamil, disini....
ibu bersalin, ibu nifas yang mengalami
komplikasi ditangani dengan baik, ibu bersalin ..... Untuk tenaga P4K bidan di puskesmas,
di Nakes mendapatkan pelayanan nifas dan sudah cukup, seandainya tenaga P4K di
pelayanan KB pasca bersalin. Sebagaimana puskesmas masih kurang atau belum
mencukupi akan ditambahkan tenaganya..
ungkapan di bawah ini.

...informasi dikase itu tentang bagaimana Sumber daya merupakan segala sesuatu yang
cara P4K dari ibu mulai hamil sampai di gunakan untuk memperlancar implementasi
melahirkan dan penanganan KB setelah ibu P4K agar berjalan efktif, meliputi sumber daya
melahirkan nanti... (IU 1) finansial yaitu: dana dan sumber daya non
finansial yaitu: tenaga, sarana dan prasarana.
...informasi yang dikatakan : tabulin eee
Informasi yang ingin didapatkan dari wawancara
siaga laki-laki suami harus jaga, mengenai
mendalam tentang sumberdaya dalam
mobilnya, kemudian harus tau ANC
pelaksanaan P4K di puskesmas meliputi
berapakali, komplikasi apa saja ya harus tau
ketenagaan (SDM), dana dan fasilitas.6,7
baik kahamilan maupun persalinan ibu harus
Terkait dengan kompetensi/keterampilan
tau...
tenaga pelaksana P4K pada tiga puskesmas,
semua informan utama dan informan triangulasi
Hasil tersebut sesuai dengan penelitian sudah memiliki pengetahuan dan kompetensi
Rekawati (2011) yang mengatakan bahwa isi yang baik. Terbukti dengan sebagian besar
informasi sangat penting diketahui untuk pelaksana dapat mengetahui dan memahami
kelancaran sebuah program dan harus ada jenis kegiatan P4K serta tingkat pendidikan
petunjuk tehnis dalam pelaksanaan program. pelaksana P4K dari D-III Kebidanan sampai D-
Sesuai dengan konsep dari George C IV bidan pendidik kualifikasi pendidikan ini
Edward III yang menyebutkan bahwa sudah memenuhi standar profesi Kebidanan
konsistensi sangat diperlukan untuk memiliki skill yang baik selain itu bidan
berlangsungnya kebijakan secara efektif dan pelaksana sudah mengikuti pelatihan seperti
memudahkan para pelaksana kebijakan untuk APN, CTU, penanganan aspixia dan BBLR hal
menjalankan tugasnya dengan baik. ini menunjukkan pengetahuan bidan pelaksana
94
memilik pengetahuan cukup untuk memberikan untuk bertugas ke lapangan adalah kendaraan
pelayanan maternal dengan baik. Berikuti dinas dan kendaraan pribadi petugas (motor) atau
petikan wawancara berikut. menggunakan angkutan umum. Hal ini dapat
dilihat pada kotak di bawah ini.
... Pelatihan yang beta su iko tu kaka itu
pemasangan IUD deng penanganan BBLR, ..... Ibu... kalo oto katong pake dari
pennganan aspixia pada bayi, kalu APN kan puskesmas saja kalo datang ke masyarakat
katong su dapa waktu kuliah D-III... kadang pake ambulance, pake motor pribadi,
kalu seng nae oto sa.....
Menurut teori George C Edward III bahwa
sumberdaya adalah menunjuk setiap kebijakan Sesuai penelitian Rekawati (2011)
harus di dukung oleh sumberdaya yang memadai, menyatakan bahwa ketersediaan alat merupakan
baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya suatu komitmen dari Kepala Puskesmas untuk
finansial. Sumberdaya manusia adalah memenuhi fasilitas yang diperlukan terutama
kecukupan baik kualitas maupun kuantitas pelayanan di masyarakat.8
implementator yang dapat melingkupi seluruh Menurut Winarno bahwa pencapaian sebuah
kelompok sasaran.7 tujuan kebijakan harus didukung oleh
Terkait dengan dana, dari hasil wawancara ketersediaan alat, sarana dan prasarana. Tanpa
mendalam dengan informan utama dan informan alat atau sarana dan prasarana, tugas tidak dapat
triangulasi semuanya mengatakan bahwa dana dilakukan serta tujuan tidak dapat diselesaikan
yang digunakan untuk pelaksanaan P4K di sebagaiman mestinya. Ketersediaan sarana dan
puskesmas yaitu bersumber dari dana BOK prasarana merupakan faktor penentu kinerja
(Bantuan Operasional Kesehatan) yang sebuah kebijakan .9,10
berjumlah Rp. 80.000,-/bulan. Dana ini hanya
untuk biaya transportasi petugas pada saat turun Disposisi atau Sikap Petugas dalam
ke lapangan dana tersebut dialokasikan kepada Implementasi P4K.
pelaksana P4K di puskesmas. Dalam kaitannya dengan tanggapan petugas
pelaksana program P4K di puskesmas, dari hasil
...... Kalu dana ada dari BOK, dan juga wawancara mendalam dengan informan utama
ada juga dana dari APBD, dan itu semuanya dan triangulasi, semuanya menyatakan setuju dan
cukup, dialokasikan kalau dana BOK turun mendukung program P4K di puskesmas, serta
berarti bisa untuk P4K di puskesmas juga.... berpandangan positif terhadap pelaksanaan
program P4K di Puskesmas seperti pernyataan
Sesuai dengan hasil penelitian Halimah di bawah ini.
(2009) yang mengatakan bahwa dana sangat
penting dan diperlukan sebagai syarat kelancaran ... Yaah...kalu menurut beta kaka...! P4K itu
sebuah program yang harus dialokasikan secara kan penting skali kan untuk bagaimana
tepat, terkait dengan hasil penelitian ini menurut supaya ibu hamil itu tau e...pemeriksaan
Mazmanian bahwa sumber daya keuangan kehamilan yang baik dan tanda-tanda bahaya
adalah faktor krusial untuk setiap program sosial. serta upaya untuk merujuk pasien to...
Terkait dengan fasilitas yang menunjang ...setau beta ibu...P4K itu kan untuk
pelaksanaan P4K di puskesmas berdasarkan dari memantau ibu hamil sampai dia melahirkan
hasil wawancara mendalam dengan informan di tolong oleh tenaga kesehatan deng kalu
utama dan semuanya mengatakan bahwa ada risiko cepat tertolong atau di rujuk jadi
fasilitas yang dibutuhkan untuk pelaksanan P4K P4K itu sangat penting jua...
di puskesmas seperti buku KIA dan stiker
semuanya sudah cukup, tetapi alt untuk
penyuluhan seperti brosur P4K, gambar balik Dalam penelitian ini berkaitan dengan
(Leaflet) tidak ada. Kendaraan yang digunakan Disposisi dalam implementasi P4K dapat
95
disimpulkan bahwa tanggapan dari petugas implementor.7,9
pelaksana program P4K di puskesmas semuanya Dalam kaitannya dengan mekanisme
setuju dan bertanggapan positif baik dalam pelaporan dan pertanggungjawaban dari hasil
menyikapi pelaksanaan program P4K di wawancara mendalam dengan informan utama
puskesmas, semuanya berkomitmen positif dan informan triangulasi, semuanya mengatakan
walaupun dengan sumberdaya yang kurang tetapi bahwa pembuatan laporan sebulan sekali
pelaksana P4K berupaya untuk melaksanakan bersama dengan laporan PWS KIA dan
tugasnya sebaik mungkin baik di Puskesmas dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Ambon.
maupun di masyarakat.9,10 Laporan dibuat sebulan sekali bersama dengan
laporan PWS-KIA, kemudian dilaporkan ke
Struktur Birokrasi Dalam Implementasi P4K DKK, dari DKK dilaporkan ke Dinas Kesehatan
Dalam kaitannya dengan keberadaan SOP Propinsi setiap ulan. Dari uraian diatas dapat
implementasi P4K di puskesmas, berdasarkan disimpulkan bahwa pelaksana program P4K di
hasil wawancara mendalam dengan informan puskesmas dalam mempertanggung jawabkan
utama dan informan triangulasi, semuanya tugasnya dengan membuat laporan setiap bulan
mengatakan bahwa tidak ada SOP sehingga isi/ bersama dengan laporan PWS-KIA dilaporkan
materi dari SOP P4K tersebut tidak diketahui, ke DKK, kemudian dari DKK disampaikan ke
dalam pelaksanaan P4K di puskesmas hanya Dinas Kesehatan Provinsi setiap bulan sekali.
menggunakan buku petunjuk tehnis dari Dalam setiap kegiatan program yang kita
Departemen Kesehatan yang diberikan dari lakukan selayaknya di pertanggung jawabkan
dinas. Berikut petikan wawancara di bawah ini. dengan membuat laporan setiap bulan. Hal ini
juga dapat digunakan untuk mengetahui sejauh
........Ibu...! program P4K yang sudah kami mana keberhasilan program yang sudah
jalankan berpedoman pada juknis dari dinas, dilaksanakan selama ini, juga dapat
sedangkan untuk SOP dari dinas tidak ada, memudahkan kita untuk memantau
lah kami di puskesmas juga tidak ada perkembangan program yang kita laksanakan.11
SOP,bu.. Dalam kaitannya dengan pembagian kerja
(Job Description) dari hasil wawancara
...Kalau juknis tentang P4K ada, tapi untuk
mendalam dengan informan utama dan
SOP tidak ada. Jadi pelaksanan P4K di
triangulasi, semuanya mengatakan bahwa
puskesmas dengan menggunakan petunjuk
pembagian kerja diatur sebaik mungkin yaitu
teknis yang di berikan oleh dinas..
dengan menyelesaikan terlebih dahulu tugas
pokok, setelah selesai kemudian membantu
Adanya SOP dimaksud untuk memberikan mengerjakan pekerjaan lain yang belum selesai.
suatu konsep yang jelas, dan bisa dipahami oleh Hal ini dapat dilihat pada kotak di bawah ini.
semua orang dan dituangkan dalam suatu
dokumen prosedural dalam setiap kegiatan, SOP ...Ia ibu ...masih kurang katong pung (kami
merupakan salah satu unsur yang penting dan punya) tenaga bidan di sini, sedang banyak
menjadi pedoman bagi implementor dalam pekerjaan yang katong (kami) harus bikin
implementasi kebijakan.11 (kerjakan), habis tugas rutin la (kemudian)
Menurut teori dari George C Edward III rangkap bikin (kerjakan) tugas yang lain biar
mengatakan bahwa mekanisme implementasi semua program bisa jalan...
program biasanya sudah di tetapkan melalui
.... Bidan-bidan di sini tugasnya Over Load
standart operating proscedur (SOP) yang
semua tenaga kurang wilayah kerja luas
dicantumkan dalam guideline program/
yah....! mau bagaimana, semua petugas harus
kebijakan. SOP yang baik mencantumkan
begitu agar semua program bisa terkafer...
kerangka kerja yang jelas, sistematis, tidak
berbelit dan mudah dipahami oleh siapapun
karena akan menjadi acuan dalam bekerjanya
96
Menurut teori George C Edwa III ke lapangan walaupun dengan menggunakan
implementasi kebijakan di pengaruhi oleh uang pribadi.
variabel komunikasi, sumberdaya,disposisi dan Dalam hal Struktur Birokasi SOP P4K yang
struktur birokrasi yang saling berhubungan satu merupakan acuan untuk bekerja dan sebagai alat
dengan yang lain bila salah satu faktor tidak untuk evaluasi hasil dari pekerjaan tersebut
berperan dengan baik maka akan mempengaruhi belum ada. Semua pelaksana P4K di puskesmas
pencapaian keberhasialn implementasi .12 selama ini hanya menggunakan buku petunjuk
Sehingga jika model implementasi berperan teknis dari Departemen Kesehatan. Mekanisme
dengan baik tujuan pencapaian Program pertanggung jawaban pelaporan P4K hanya
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan berupa Surat Perintah Jalan (SPJ) .
Komplikasi (P4K) untuk penurunan AKI dan
AKB di Kota Ambon akan berhasil. SARAN
Bagi Dinas Kesehatan Kota Ambon
KESIMPULAN Melakukan advokasi secara bertahap kepada
Implementasi P4K oleh bidan Pada Puskesmas lembaga yang berwenang sebagai pengambil
di Kota Ambon belum dilaksanakan dengan baik kebijakan yaitu DPRD dan Pemerintah daerah
hal ini dibuktikan dengan 1). Pemasangan stiker (Pemda) setempat mengenai nilai strategis
hanya dilakukan oleh ibu hamil 2). Kunjungan implementasi P4K dan daya ungkitnya terhadap
ANC (K4) sesuai standar belum mencaapi target status kesehatan ibu dan bayi dalam menurunkan
3). Masih ada persalinan yang di tolong oleh dukun. AKI dan AKB untuk memperoleh dukungan
Kegiatan bersumberdaya masyarakat seperti politis terkait kebijakan dan alokasi dana
penggalangan donor darah, tabulin dan ambulans implementasi P4K
belum dilakukan. Mengevaluasi kembali ketersediaan
Implementasi P4K di Kota Ambon tidak di sumberdaya (SDM, dana, fasilitas) terhadap
dukung oleh kebijakan daerah yang mengikat pelaksanaan P4K di puskesmas di Kota Ambon,
dan mewajibkan pertolongan persalinan hanya dengan diadakannya penambahan tenaga dalam
dilakuakn oleh tenaga kesehatan (Nakes) pelaksana, penyediaan dana sesuai kebutuhan dan
terampil minimal D-III Kebidanan dan dukun melengkapi sarana prasarana pelaksanaan P4K.
dilarang menolong persalinan. Menyusun SOP (Standart Operasional
Komunikasi dalam implementasi P4K masih Prosedur) yang belum ada, sebagai acuan dalam
belum jelas. Tidak ada komunikasi antara bidan melaksanakan tugas dan menyeragamkan
pelaksana P4K maupun Puskesmas dengan petugas pelaksana P4K dalam bertugas. Demi
keluarga, masyarakat dan lintas sektor. Informasi kesinambungan program, sebaiknya lebih
dan KIE hanya di sampaikan kepada ibu hamil ditingkatkan lagi supervisi monitoring dan
saat ANC di Puskesmas. Selama ini tidak ada evlauasi khusus P4K, minimal tiga bulan sekali
sosialisasi implementasi P4K dengan keluarga secara berkala dan lebih difokuskan secara
dan masyarakat. berkala dan ada feed back dari hasil temuan pada
Sumberdaya (SDM, dana dan sarana saat monitoring dan evaluasi ataupun supervisi
prasarana) dalam implementasi P4K belum sehingga tujuan P4K dapat tercapai.
mendukung. Ketersediaan SDM masih belum
cukup. Tidak ada alokasi dana penunjang Bagi Puskesmas
kegiatan sosialisasi. Belum tersediannya fasilitas Diharapkan Kepala Puskesmas melakukan
penunjang untuk penyuluhan berupa brosur, monitoring dan evaluasi implementasi P4K
leafleat maupun alat peraga di Puskesmas. langsung di lapangan untuk menilai kinerja
Disposisi atau sikap petugas pelaksana P4K petugas dan dapat di tindak lanjuti bila ada
di puskesmas dalam pelaksanaan P4K semuanya temuan saat monev, sehingga pelaksana P4K
setuju dan bertanggapan positif serta lebih bertanggung jawab dalam bertugas.
berkomitmen baik dalam implementasi P4K ini Mengusulkan dan merencanakan sumber daya
terbukti dengan adanya petugas yang mau turun (SDM, dana, fasilitas) yang masih kurang,
97
untuk diadakan penambahan tenaga, dana dan DAFTAR PUSTAKA
fasilitas yang menunjang pelaksanaan program 1. Depkes, 1988. Upaya Akselerasi Penurunan
P4K di puskesmas, kepada Dinas Kesehatan AKI, Depkes RI, Jakarta.
Kota Ambon. 2. Depkes RI. Menuju Persalinan Yang aman
Melakukan sosialisasi dengan lintas sektor dan Sehat Agar Ibu Sehat Bayi Sehat, Jakarta
terkait di wilayahnya untuk mendapatkan 2009.
dukungan politis dalam pelaksanaan kegiatan di 3. Dinas Kesehatan Provinsi. Profil Dinas
pusksmas, khususnya implementasi P4K. Kesehatan Provinsi Maluku, tahun 2008
Memberikan penghargaan (Reward) bagi petugas 4. Depkes RI. Pedoman P4K Dengan Stiker,
yang bekerja dengan baik dengan mengusulkan Jakarta, 2009.
untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan dan 5. Dinas Kesehatan Kota Ambon. Laporan
sebaliknya memberikan sanksi (Punishment) Tahunan Seksi KesGa Binkesmas Tahun
bagi bertugas sanksi bagi yang melanggarnya, 2010
sehingga menjadi perhatian bagi pelaksana 6. Subarsono AG, Analisis Kebijakan Publik
program Konsep, Teori, dan Aplikasi. Pustaka Pelajar,
Yogyakarta, 2008
Bagi Bidan Pelaksana P4K 7. Indiahono D, Kebijakan Publik. Berbasis
Bidan diharapkan untuk melakukan Dynamic Policy Analysis. Gaya Media.
kunjungan rumah dan melakukan pemasangan Yogyakarta., 2009
stiker dan konseling kepada ibu hamil serta 8. Rekawati Susilaningrum, Analisis
menjalin hubungan baik dengan ibu dan keluarga Implementasi Manajemen Terpadu Balita
yang akan menumbuhkan rasa percaya pasien Sakit (MTBS) di Puskesmas Surabaya 2011.
kepada bidan. Tesis UNDIP, 2011
Dalam memberikan pelayanan kesehatan 9. Suharto E, Analisis Kebijakan Publik.
pada ibu dan bayi, bidan perlu memperhatikan Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan
dan menghargai kepercayaan lokal yang meliputi Kebijakan Sosial. CV Alfabeta. Bandung,
budaya dan keagamaan. Keadaan ini diharapkan 2008.
dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat 10. Tusyaadiah Halima Faktor-faktor yang
akan kemampuan bidan yang bukan hanya tenaga mempengaruhi Implementasi program
profesional dalam bidangnya tetapi memahami Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
keadaan dan kebutuhan klien sesuai budaya Komplikasi (P4K) oleh Bidan di Desa di
setempat. Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten
Menigkatkan pengetahuan masyarakat Lombok Timur(Tesis), MKIA, Undip,
melalui sosialisasi dan penyuluhan pada saat Semarang, 2011
kegiatan Posyandu maupun kegiatan keagamaan 11. Winarno J, Analisis Kebijakan Publik. Teori
tentang manfaat pemeriksaan kehamilan dan dan Proses. Media Pressindo. Yogyakarta,
persalinan yang bersih dan aman, persalinan 2008.
ditolong oleh Nakes terlatih, mengenalkan tanda- 12. Widodo J, Analisis Kebijakan Publik.
tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas Konsep dan Aplikasi Analisis Proses
kepada masyarakat, menjadwalkan pertemuan Kebijakan Publik. Bayu Media. Malang,
secara rutin setiap bulan. 2009.
13. Moloeng.2007 Metodologi Penelitian
Kualitatif dalam bidang Kesehatan,
Yogyakarta 2010

98