Anda di halaman 1dari 4

Tugas Personal ke-1 (Minggu1)

Avianto Marinda

1901533665

Panduan Pengerjaan Tugas :


1. Cantumkan NIM dan Nama Lengkap di dalam file jawaban
2. File jawaban dibuat dan dikumpulkan dalam satu (1) word document file
(*.doc).
3. Apabila ada diagram yang dibuat di software lain, mohon untuk dipindahkan
ke word terlebih dahulu (sama halnya dengan gambar).
4. Silahkan mencantumkan diagram, gambar, tabel dan sebagainya apabila
diperlukan.
5. Apabila mengambil dari buku atau artikel, mohon untuk cantumkan
sumbernya.

** Selamat Mengerjakan **

1. Apakah yang dimaksud dengan Agile Modeling (AM)?


2. Jelaskan 11 prinsip dari Agile Modeling!
3. Jelaskan mengenai sebuah proyek system informasi yang memiliki tiga
sub sistem. Diskusikan bagaimana tiga iterasi bisa digunakan dalam
proyek tersebut!

0124M - Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Lanjut


1. Agile Modeling adalah suatu chaordic, yaitu suatu proses
berdasarkan praktek untuk memodelkan dan mendokumentasikan
suatu sistem yang berbasiskan software secara efektif. Agile
Modeling juga dikatakan sebagai suatu kumpulan dari kebiasaan-
kebiasaan berdasarkan beberapa nilai dan prinsip-prinsip teknik
software yang terpercaya. Selain itu Agile Modeling merupakan
sebuah pendekatan light-weight yang mempertinggi usaha
pemodelan dan pendokumentasian untuk proses software lainnya
seperti XP dan RUP. Agile model lebih efektif daripada model
tradisional yang tidak cukup bagus dan tidak sempurna. Kita bisa
memakai pendekatan Agile modeling pada requirements, analysis,
architecture, dan design. Agile modeling bukan suatu proses yang
bersifat menentukan, dengan kata lain tidak mendefinisikan
prosedur secara detil untuk bagaimana membuat suatu tipe model
yang telah diberikan, meskipun terdapat cara bagaimana untuk
menjadi suatu modeler yang efektif. Agile modeling mengenali
bahwa meskipun semua factor yang ada adalh penting, tetapi jika
kita menggunakan pendekatan agile untuk memodelkan sesuatu
maka kita harus focus pada:

Individual dan interaction dari pada proses proses dan tools


Kinerja software daripada dokumentasi yang lengkap
Kolaborasi customer daripada negosiasi kontrak
Reaksi untuk mengubah daripada mengikuti suatu rencana

2. Prinsip prinsip Agile Modeling

Agile Modeling mendefinisikan sekumpulan prinsip prinsip yang utama


dan pendukung yang jika diaplikasikan dalam proyek software
development membangun tingkatan untuk kumpulan praktek pemodelan.
Prinsip prinsip utama:

Assume Simplicity. Selama kita membangun kita harus


mengasumsikan bahwa solusi yang sederhana adalah solusi yang
terbaik. Jangan membuat software sampai overbuild, atau pada kasusnya
AM tidak menggambarkan fitur fitur tambahanpada model kita yang
tidak kita butuhkan sekarang. Mempunyai keberanian bahwa kita tidak
membutuhkan untuk terlalu memodelkan system secara berlebihan
sekarang, kita dapat memodelkan berdasarkan requirement yang ada
sekarang dan membangun kembali system di masa depan jika
requirementnya bertambah. Pertahankan model kita sesederhana
mungkin.
Embrace Change. Requirement meningkat sewaktu waktu.
Stakeholder proyek dapat merubah proyek kedepannya, orang baru
menambah dan yang sudah ada bias ditinggalkan. Stakeholder proyek
dapat merubah sudut pandang, merubah tujuan dan menambahkan
criteria pada peran kita. Maksudnya adalah bahwa project environment
kita berubah sesuai dengan efforts progress, dan bahwa sebagai hasilnya
pendekatan kita pada pengembangan ini harus merefleksikan realita ini.

0124M - Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Lanjut


Enabling The Next Effort Is Your Secondary Goal. Proyek kita
masih dapat mengalami kegagalan meskipun tim kita memberikan suatu
working system pada user kita, bagian dari melengkapi kebutuhan dari
stakeholder proyek adalah untuk memastikan bahwa sistem kita cukup
kuat jadi bisa ditambahkan sewktu waktu. Usaha kita selanjutnya
mungkin menjadi pengembangan dari dikeluarkannya rilis selanjutnya
dari sistem kita atau bisa juga menyederhanakan operasi dan
mendukung versi yang telah ada yang kita bangun. Untuk
memfungsikannya kita tidak hanya ingin membangun kualitas software
tapi juga membuat dokumentasi yang cukup dan materi pendukung
sehingga orang selanjutnya yang mengerjakan bisa lebih efektif.
Kesimpulannya, ketika kita bekerja pada sistem, kita harus
memperhatikan masa depan pembuatan sistem ini.
Incremental Change. Suatu konsep yang penting untuk mengerti
suatu pemodelan adalah bahwa kita tidak harus membuat benar pada
pertama kalinya, kenyataanya tidak seperti yang diinginkan meskipun
kita sudah berusaha. Terlebih lagi kita tidak harus merekam setiap detil
pada model kita, kita hanya harus mengusahakan yang terbaik pada
waktunya. Karena kita bisa melakukan perubahan secara bertahap jika
dibutuhkan.
Maximize Stakeholder Investment. Stakeholder proyek kita
menanamkan resource resource seperti waktu, uang, fasilitas dan
sebagainya untuk mendapatkan software yang dikembangkan sesuai
dengan keinginannya. Karenanya kita harus bisa memanfaatkan resource
tersebut secara maksimal untuk kepuasan semua pihak.
Model With A Purpose. Beberapa pengembang khawatir
mengenai artifact mereka seperti model, source code, atau dokumen
apakah cukup detil atau terlalu detil, ataukah akurat atau tidak.
Kemudian yang dilakukan adalah kembali kebelakang mempertanyakan
mengapa membuat artifact ini dan untuk siapa dibuat. Karenanya untuk
menghindari terjadinya hal tersebut maka kita harus terlebih dulu
menentukan tujuan pembuatan dan sasaran dibuatnya model tersebut.
Multiple Models. Kita mungkin saja butuh menggunakan model
yang beragam untuk membangun software karena tiap model
menggambarkan suatu aspek tunggal dari software. Dengan
mempertimbangkan kompleksitas software sekarang ini maka kita harus
mengetahui cakupan yang luas dari teknik pada peralatan intelektual
modeling kita sehingga lebih efektif. Kita tidak harus membangun semua
model yang diberikan tetapi harus dilihat cara yang paling efektif
meskipun menggunakan beragam model.
Quality Work. Tak ada orang yang menyukai pekerjaan yang
sembarangan. Seseorang akan menyukai pekerjaan jika itu bisa
dibanggakan dan ada hasil yang akan dicapai, tidak lemah dan sesuai
dengan yang diinginkan.
Rapid Feedback. Waktu antara aksi dan umpan balik dari aksi
adalah penting. Bekerja dekat dengan customer, untuk mengetahui
requirement, menganalisa atau membangun suatu user interface yang
sesuai keinginan akan membuat umpan balik yang lebih cepat.
Software Is Your Primary Goal. Tujuan dari pengembangan
software adalah untuk menghasilkan software yang sesuai dengan

0124M - Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Lanjut


keinginan dari stakeholder proyek dengan cara yang efektif, bukan
dengan dokumentasi atau model model yang berlebihan.

Travel Light. Setiap artifak yang dibuat, dan diputuskan untuk


dipertahankan, akan membutuhkan untuk di maintain sewaktu waktu.
Kompleksitas dan detil yang kita buat diawal akan memberatkan
sehingga jika kita membuat model awal harus yang mudah dimengerti
dan efektif sehingga akan meringankan perjalanan menuju akhir
pembuatan software.

3. Pada umumnya untuk project yang scopenya luas, akan di


breakdown menjadi beberapa subsystem berdasarkan area
fungsionalitasnya. Subsistem dalam proyek sistem informasi
merupakan bentuk penyederhanaan dari suatu sistem. Antar
subsistem tersebut memiliki keterkaitan dengan subsistem lainnya.
Contohnya sub system pembelian, sub system produksi, dan sub
sistem pembelian. Ketiganya saling berkaitan, pembelian terkait
data pasokan bahan baku yang nantinya juga akan terkait dengan
data kebutuhan produksi, data produksi digunakan dalam data
penjualan.

0124M - Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Lanjut