Anda di halaman 1dari 17

Assigment 3 Desy Rachmawati Hadi 1312475831

Posted on September 27, 2016 by desyrachmawatihadi


Pertanyaan :
Buat Sebuah Penelitian yang didalamnya Mengunankan
Use Case Diagram
Class Diagram
Buat sebanyak 2 penelitian
Keterangan : Sudah Mengerjakan Tugas di Atas
Status : Tercapai 100%
Pembuktian :
Use Case Diagram
Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan
program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use
case diagram, activity diagram dan sequence diagram.

Gambar 3.3. Use Case Diagram Sistem Pelayanan Kampus

Berdasarkan Gambar 3.3. Use Case Diagram sistem pelayanan, terdapat :


1. Use Case : Keluhan
Actor : User dan Teknik
Deskripsi :
a) User menelepon kebagian Teknik kampus.
b) User meminta pelayanan secara langsung atau face to face dengan bagian
teknik.

2. Use Case : Proses


Actor : User dan Teknik
Deskripsi :
a) Teknik memproses keluhan user.
b) Teknik menganalisa masalah.
c) Teknik menyiapkan penyelesaian masalah.

3. Use Case : Penanganan


Actor : User dan Teknik
Deskripsi : Teknik langsung melakukan penanganan ke bagian yang terkait.
4. Use Case : Konfirmasi
Actor : User dan Teknik
Deskripsi : Teknik melakukan konfirmasi kepada user bahwa proses
pelayanan telah selesai.

Class Diagram
2.3. Definisi Object dan Class
Object adalah gambaran dari entity, baik dunia nyata atau konsep dengan
batasan-batasan dan pengertian yang tepat. Objek bisa mewakili sesuatu yang
nyata seperti komputer,mobil atau dapat berupa konsep seperti proses kimia,
transaksi bank, permintaan pembelian, dll. Setiap objek dalam sistem memiliki tiga
karakteristik yaitu State(Status), Behaviour(Sifat) dan Indentity(identitas).
Class adalah deskripsi sekelompok objek dari property(atribut), sifat
(operasi), relasi antar objek dan sematik yang umum. Class merupakan template
untuk membentuk objek. Setiap objek merupakan contoh dari beberapa class dan
objeck tidak dapat menjadi contoh lebih dari satu class.
Penamaan Class menggunakan kata benda tunggal yang merupakan
abstraksi yang terbaik. Pada UML Class digambarkan dengan segi empat yang
dibagi. Bagian atas merupakan nama dari class. Bagian yang tengah merupakan
struktur dari class(atribut) dan bagian bawah merupakan sifat dari class(operasi).
Gambar 3. Class
2.4. Status( State ), Behaviour dan Identify
Status dari Objek adalah satu kondisi yang mungkin ada. Status dari objek
akan berubah setiap waktu dan ditentukan oleh sejumlah properti(atribut) dengan
nilai dari proprti, ditambah relasi objek dengan objek lainnya.
Sifat( Behaviour ) menentukan bagaimana objek merespon permintaan dari
objek lain dan melambangkan setiap objek yang dapat dilakukan. Sifat ini
diimplementasikan dengan sejumlah operasi untuk objek.
Identitas( Identify ) artinya setiap objek yang unik
Pada UML Objek digambarkan dengan segiempat dan nama dari objek diberi garis
bawah.

Gambar 4. Objek
2.5. Mendefinisikan Class
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, stereotypes memberikan kemampuan untuk
membuat elemen pemodelan yang baru. Beberapa stereotype untuk class adalah :
entity, boundary, control, utility dan exception.
Class dengan stereotypes digambarkan dengan menambahkan
<<jenis_stereotype>> atau dengan menggambarkan dengan suatu icon. Contoh
Gambar 5. Class dengan Stereotype

Rational Objectory Process menyarankan untuk menemukan class-class dalam


sistem yang sedang dibangun dengan mencari class : boundary, control dan entity.
Ketiga stereotypes ini menggambarkan sebuah sudut pandang model-view-
controller sehingga membuat analis dapat membagi sistem dengan memisahkan
sudut pandang dari domain dari control yang dibutuhkan oleh sistem.
Karena proses analisa dan desain adalah iterasi, daftar class akan berubah sesuai
waktu. Class awal mungkin tidak akan menjadi class yang akan diimplementasikan.
Sehingga kandidat class sering digunakan untuk menggambarkan himpunan awal
dari class yang ditemukan pada sistem.
Entity Class
Entity class memodelkan informasi dan operasi yang biasanya berumur
panjang/lama. Tipe class ini menggambarkan entitas dunia nyata atau entitas yang
dibutuhkan untuk melakukan tugas internal sistem.Mereka biasanya tidak terikat
oleh komunikasi antara sistem dengan lingkungannya. Kebanyakan, mereka tidak
terikat oleh aplikasi, artinya mereka dapat digunakan lebih dari satu aplikasi. Entity
class biasanya merupakan class yang dibutuhkan sistem untuk menyelesaikan
beberapa kewajiban. Entity class biasanya ditemukan dalam phasa eloborasi. Entity
class sering disebut domain class karena mereka berhubungan dengan dunia nyata.
Boundary Class
Boundary class menangani komunikasi antara lingkungan sistem dan kedalam
sistem. Mereka dapat menjamin interface ke pengguna atau sistem lain ( misalnya,
interface ke actor ). Boundary class digunakan untuk memodelkan sistem interface.
Setiap pasangan actor/skenario ( sebuah instance dari use case, ) diperiksa untuk
menemukan boundary class. Boundary class yang ditemukan pada phasa
elaboration biasanya pada high level. Sebagai contoh, anda sedang mendesign
windows tetapi anda tidak memodelkan semua dialog box dan tombol. Anda hanya
sedang mendokumentasikan kebutuhan antar muka, bukan mengimplementasikan
antar mukanya. Pada saat design, class-class ini diperbaiki untuk dipertimbangkan
memilih antar mukanya
Control Class
Control class memodelkan urutan kelakukan ( behavior ) khusus untuk satu atau
lebih use case. Pada awal phasa Elaboration, sebuah control class ditambahkan
untuk setiap pasangan actor atau use case. Control class bertanggung jawab untuk
aliran kejadian-kejadian dalam use case.
Penambahan control class per pasangan actor atau use case hanya
merupakan initial cut, pada analisa dan design, control class mungkin dihilangkan,
dipecah atau digabung.
Untuk merancang class diagram, Rational Unified Process yang merupakan hasil
pengembangan dari Rational Objectory Process menggunakan Use case
realization yang menggambarkan bagaimana realisasi dari setiap use case yang ada
pada use case model. Untuk menggambarkan bagaimana realisasi dari suatu use
case dapat menggunakan beberapa diagram, diantaranya adalah Class Diagram
owned by Use Case Realization serta Interaction Diagram.
Untuk menggambarkan use case realization disini akan menggunakan class
diagram owned by use case realization. Setiap use case yang ada
dibreakdown sehingga akan dapat terlihat entitas-entitas apa saja yang terlibat
dalam merealisasikan sebuah use case. Entitas-entitas ini akan menjadi kandidat
kelas dalam Class Diagram.
2.6. Relasi dalam Object
Semua sistem terdiri dari class-class dan object. Kelakuan sistem dicapai melalui
kerjasama antar object, contohnya : seorang mahasiswa ditambahkan dalam daftar
kelas, jika daftar kelas memperoleh message untuk menambahkan mahasiswa.
Interaksi antar object disebut object relationship. Dua tipe relationship yang
ditemukan pada saat analisis adalah association dan aggregation.
Association Relationships
Association adalah hubungan semantik bidirectional diantara class-class. Ini bukan
aliran data sebagaimana pada pemodelan design dan analisa terstruktur, data
diperbolehkan mengalir dari kedua arah. Association diantara class-class artinya
ada hubungan antara object-object pada kelas-kelas yang berhubungan. Banyaknya
object yang terhubung tergantung dengan multiplicity pada association, yang akan
dibahas nanti.

Gambar 6. Relasi Association


Aggregation Relationships
Aggregation Relationships adalah bentuk khusus dari association dimana induk
terhubung dengan bagian-bagiannya. Notasi UML untuk relasi aggregation adalah
sebuah association dengan diamond putih melekat pada class yang menyatakan
induk. Contoh, Course Tugas Akhir terdiri atas CourseOffering Tugas Akhir 1 dan
CourseOffering Tugas Akhir 2.

Gambar 7. Relasi Aggregation


Penamaan Relationship
Sebuah association dapat diberi nama. Biasanya digunakan kata kerja aktif atau
klausa kata kerja dengan cara pembacaan dari kiri ke kanan atau atas ke bawah.
Agregation tidak diberi nama karena agregation menggunkan kata mempunyai
atau terdiri.
Indikator Multiplicity
Walaupun multiplicity ditentukan untuk class, multiplicity menentukan banyaknya
object yang terlibat dalam relasi. Multiplicity menentukan banyaknya obyek yang
terhubung satu dengan yang lainnya. Indikator multiplicity terdapat pada masing-
masing akhir garis relasi, baik pada association maupun aggregation. Beberapa
contoh multiplicity adalah :
1 Tepat satu
0..* Nol atau lebih
1..* Satu atau lebih
0..1 Nol atau satu
5..8 range 5 s.d. 8
4..6,9 range 4 s.d. 6 dan 9

Gambar 8. Multiplicity

Sebuah object MK Ditawarkan berelasi dengan tepat satu object Dosen, misal : MK
Perancangan Basis Data berelasi dengan Prof. Scott Tiger.
Sebuah object Dosen berelasi dengan nol atau empat MK ditawarkan. Misal : Prof.
Scott Tiger berelasi dengan Sistem Berkas, Perancangan Basis Data, Metode
Berorientasi Obyek dan Basis Data Lanjut.
Reflexive Relationships
Multiple object pada class yang sama dapat saling berkomunikasi satu dengan yang
lainnya. Hal ini ditunjukkan pada class diagram sebagai reflexive association atau
aggregation. Penamaan role lebih disukai untuk digunakan pada reflexive
relationships daripada penamaan association relationship.

Gambar 9. Relasi Reflexive


Package Relationship
Relasi yang digunakan dalam package relationship adalah dependency relationship.
Jika sebuah package A tergantung pada package B, hal ini berakibat satu atau lebih
class-class di package A memulai berkomunikasi dengan satu atau lebih public class
di package B. Package A disebut Client package dan Package B disebut Supplier
package.
Gambar 10. Relasi Package
Menemukan Relationships
Untuk menemukan relationships class-class yang ada dapat dilakukan dengan
memeriksa skenario dan pertukaran message diantara class-class yang ada. Pada
tahap analisa, dua relationship yang ditemukan adalah association dan aggregation.
Dikarenakan metode yang digunakan merupakan iterative maka relationship akan
berubah seiring dengan phasa analisis dan design.
2.7 Class Diagram
Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah
objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class
menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan
layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).
Class adalah kumpulan objek-objek yang mempunyai struktur umum, behavior
umum, relasi umum, dan semantic/kata yang umum. Class ini sebenarnya
merupakan blue print dari sebuah objek. Dengan mendeklarasikan suatu class,
maka kita telah mendeklarasikan suatu tipe data baru (tipe data referensi).
Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek
beserta hubungan satu sama lain seperti containment , pewarisan, asosiasi, dan
lain-lain.
Class memiliki tiga area pokok :
Nama (dan stereotype)
Atribut
Metoda
Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :
Private , tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan
Protected , hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak
yang mewarisinya
Public , dapat dipanggil oleh siapa saja
Class dapat merupakan implementasi dari sebuah interface , yaitu class abstrak
yang hanya memiliki metoda. Interface tidak dapat langsung diinstansiasikan,
tetapi harus diimplementasikan dahulu menjadi sebuah class. Dengan demikian
interface mendukung resolusi metoda pada saat run-time .

Penggambaran dari sebuah class berupa icon persegi yang memiliki tiga
bagian ruang didalamnya seperti gambar berikut ini:

Kolom paling atas merupakan representasi dari nama kelas.


Kolom yang tengah berisi atribut-atribut yang dimiliki kelas tersebut.
Kolom yang terakhir (paling bawah) berisi operasi atau method
Sesuai dengan perkembangan class model, class dapat dikelompokkan menjadi
package. Kita juga dapat membuat diagram yang terdiri atas package.

Hubungan Antar Class


Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class . Umumnya menggambarkan class
yang memiliki atribut berupa class lain, atau class yang harus mengetahui
eksistensi class lain. Panah navigability menunjukkan arah query antar class.
Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian (terdiri atas..).
Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antar class. Class dapat diturunkan dari class
lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan menambahkan
fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya. Kebalikan
dari pewarisan adalah generalisasi.
Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (message) yang di- passing dari satu
class kepada class lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan
menggunakan sequence diagram yang akan dijelaskan kemudian.
Definisi Class Diagram
Class diagram adalah diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas
serta paket-paket yang ada dalam sistem/perangkat lunak yang sedang kita
kembangkan dimana diagram ini memberi kita gambaran (diagram statis)
tentang sistem/perangkat lunak dan relasi-relasi yang ada di dalamnya.
Atribut : merupakan properti dari sebuah kelas yang melambangkan nilai-nilai
yang mungkin ada pada kelas tersebut.
Atribut merupakan data yang dimiliki suatu objek dalam kelas. Setiap atribut akan
memiliki nilai berbeda untuk setiap objek
Contoh: Kelas manusia misalnya memiliki atribut Nama dan Umur. Untuk kebutuhan
aplikasi hanya atribut atribut penting saja yang ditampilkan, atribut yang
penting disini mungkin berlainan untuk setiap aplikasi.
Misalnya, aplikasi pencatatan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi
tertentu mungkin tidak membutuhkan atribut tinggi badan serta berat badan
sedangkan aplikasi untuk event olahraga tertentu mungkin membutuhkan atribut-
atribut tersebut. Atribut yang penting bagi aplikasi tertentu membutuhkan
kajian yang mendalam oleh para analis sistem.
Operation atau Method : merupakan behavior(tingkah laku) atau fungsi yang
dapat dilakukan oleh kelas tersebut.
Operasi dan Metode merupakan fungsi atau transformasi yang mungkin dapat
diaplikasikan ke/oleh suatu objek dalam kelas. Misalnya, suatu objek da lam kelas
manusia mungkin memiliki fungsi- fungsi: tersenyum, marah, makan, minum dsb.
Operasi yang sama dapat diterapkan pada kelas- kelas yang berbeda. Misalnya
fungsi makan dapat diterapkan baik pada kelas manusia maupun pada kelas kera,
konsep ini yang dimaksud dengan konsep Polimorfisme.
Relasi antar class
UML mendefinisikan beberapa cara untuk merepresentasikan relasi(hubungan)
antara kelas, diantaranya adalah sebagai berikut:

Association
Dapat diartikan sebagai relasi .. has a... Digambarkan sebagai garis lurus
antara dua kelas. Namun tidak berarti bahwa kelas satu memiliki/dimiliki kelas
yang lain, tetapi kelas lain dapat berelasi juga dengan kelas yang sama.
2. Directed Association
Relasi seperti asosiasi namun menggambarkan objek atau aliran kejadian
berasal dari salah satu kelas, sedang kelas yang lainnya bersifat pasif.

3. Aggregation
Dapat diartikan sebagai ..owns a ..(terdiri atas..). Terdapat kelas sebagai
part class (kelas bagian) yang merupakan bagian dari kelas lain(whole class).
Namun jika whole class tidak ada, part class masih dapat berdiri sendiri.

Apabila kelas person dihilangkan, maka alamat rumah masih dapat berdiri
sendiri.
4. Composition
Bisa disebut juga sebagai strong agregation, dapat diartikan ..is part of..
(..bagian dari..). Seperti halnya relasi agregasi, namun apabila whole class hilang,
maka mustahil part class untuk ada.

Apabila kelas mobil dihilangkan, maka tangki BBM mobil ikut hilang.
5. Generalization
Dapat diartikan sebagai relasi ..is a.. Digunakan untuk merepresentasikan
pewarisan. Suatu kelas (child class) dapat diturunkan dari kelas lain dan mewarisi
semua atribut dan method induknya (parent class) dan dapat menambah method
atau atribut baru.
Sebagai contoh kucing, srigala, singa, macan adalah hewan. Maka bisa dibuat relasi
antar kelas seperti berikut ini:

6. Dependency
Merupakan hubungan ketergantungan antar kelas. Suatu kelas memiliki
ketergantungan terhadap kelas lain, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Perubahan
pada salah satu elemen kelas (pemasok) berdampak pada kelas lain (klien).

7. Realization
Adalah sebuah relasi antar dua class yang mengharuskan class yang satu harus
mengikuti aturan dari class yang lainnya. Biasanya terjadi antara kelas
dengan antarmuka (interface)

Visibility
Untuk menentukan visibilitas (nilai yang diijinkan untuk dilihat atau di akses)
anggota kelas (yaitu, atribut atau method) terdapat notasi berikut yang harus
ditempatkan sebelum nama anggota kelas.

+ public : visibilitas yang menunjukkan bahwa anggota kelas tersebut dapat


diakses oleh kelas lain sekalipun tidak mewarisi kelas yang bersangkutan
namun masih memiliki relasi dengan kelas tersebut.
# protected : menunjukkan bahwa anggota kelas tersebut hanya dapat
dipanggil oleh kelas yang bersangkutan dan kelas anak yang mewarisinya.
private : menunjukkan bahwa anggota kelas tersebut hanya dapat dipanggil oleh
kelas yang bersangkutan dan tidak dapat dipanggil oleh kelas lain.
~ package : menunjukkan atribut tersebut dapat dilihat oleh kelas lain yang
masih terdapat dalam paket yang sama.

Cardinalitas
Cardinalitas atau multiplicity adalah simbol yang menunjukkan jumlah instansiai
dari satu kelas terkait dengan kelas lainnya.
Multiplisitas
Multiplisitas menunjukan jumlah suatu objek yang bisa berhubungan dengan objek
lain. Multiplisitas biasa ditunjukan dengan satu serta banyak, tetapi secara
khusus dapat ditunjukan pula dengan bilangan integer lebih besar atau sama
dengan nol. Contoh contoh bilangan yang bisa digunakan adalah 1 (satu- dan
hanya- satu), 1+ (satu atau lebih), 1 4 (satu hingga empat), 1,3,5 (satu
atau tiga atau lima), dan seterusnya.
Selain itu juga dikenali simbol- simbol khusus yang dapat diterapkan dalam
multiplisitas ini. Lingkaran berisi menunjukan banyak, sedangkan lingkaran
kosong berarti bukan keharusan (opsional), yaitu nol atau satu. Garis tanpa
lingkaran (baik kosong maupun berisi) menunjukan hubungan satu- ke- satu.
Berikut contoh multiplisitas

Gambar diatas menunjukan bahwa suatu perusahaan memiliki banyak


karyawan sedangkan seorang karyawan pasti bekerja di suatu perusahaan tertentu.
Pada umumnya multiplisitas (seperti halnya kardinalitas dalam ERD) memiliki nilai
satu atau banyak.
Contoh 1

Implementasi class diagram buku ke dalam program

Contoh 2
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Objek adalah model eksekusi. Sementara kelas adalah deskripsi statik dan objek
yang mungkin lahir pada saat eksekusi. Pada saat eksekusi yang kita punya adalah
objek, sementara dalam pemodelan (analisis dan perancangan) dan teks program
yang kita lihat adalah kelas.
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan umum yang
digunakan untuk melakukan spesifikasi, visualisasi, konstruksi dan dokumentasi
artifak dari software system. UML bukanlah sebuah standar proses pengembangan
dalam metode pengembangan sistem tertentu, namun pada umumnya UML dipakai
dalam memodelkan sistem yang dibangun berbasiskan objek. Dengan
menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti
lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi
dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun.
3.2. Saran
UML adalah suatu bahasa perancangan modern yang paling umum dipakai pada
saat ini, dimana UML ini sering dikaitkan dengan bahasa pengembangan piranti
lunak berbasis objek. Dengan menggunakan UML sebagai bahasa perancangan
maka kita dapat membuat suatu rancangan piranti lunak yang dimana bahasa
tersebut menyatukan berbagai praktik-praktik terbaik dalam permodelan, sehingga
hasil rancangan kita dapat dimengerti secara umum dan universal.
Dengan menggunakan UML, maka kita dapat berinteraksi lebih mudah dengan para
perancang piranti lunak yang lain, karena kita memakai bahasa perancangan UML
yang bersifat universal, dan diketahui oleh hampir semua perancang piranti lunak.
Sehingga kita dapat saling bertukar pikiran atas rancangan yang kita buat dengan
perancang lain, dan menghilangkan gap dalam perbedaan bahasa permodelan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Grady Booch, Object-Oriented Analysis and Design with Application,
Benjamin/Cummings, 1991.
[2] Peter Coad and Edward Yourdon, Object-Oriented Analysis, Yourdon Press,
1991.
[3] Ivar Jacobson, Magnus Christerson, Patrik Jonson, and Gunnar Overgaard,
Object Oriented Software Engineering: A Use Case Driven Approach, Addison-
Wesley, 1992.
[4] James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premer lani, Frederick Eddy, and
William Lorenson, Object-Oriented Modeling and Design, Prentice Hall, 1991.
[5] Sally Shlaer and Stephen J. Mellor, Object-Oriented System Analysis: Modeling
the World in Data, Yourdon Press, 1988.
[6] Rebecca Wirfs-Brock, Brian Wilkerson, and Lauren Wiener, Designing Object-
Oriented Software, Prentice Hall, 1990.
[7] Grady Booch, James Rumbaugh, and Ivar Jacobson, The Unified Modeling
Language User Guide, Addison-Wesley, 1999.
[8] Ivar Jacobson, Grady Booch, and James Rumbaugh, The Unified Software
Development Process, Addison-Wesley, 1999.
[9] James Rumbaugh, Ivar Jacobson, and Grady Booch, The Unified Modeling
Language Reference Manual, Addison-Wesley, 1999.
[10] Unified Modeling Language Specification, Object Management
Group, www.omg.org, 1999.
[11] Introduction to OMG UML [http://www.om
g.org/gettingstarted/what_is_uml.htm]
[12] UML Tutorial [http://www.sparxsystems.com.au/UML_Tutorial.htm]
[13] Embarcadero Tech Support
[http://www.embarcadero.com/support/uml_central.asp]
[14] Practical UML A Hands-On Introduction for Developers,
[http://www.togethersoft.com/s
ervices/practical_guides/umlonlinecourse/index.html]
[15] Architecture and Design: Unified Modeli ng Language (UML),
[http://www.cetus-links.org/oo_uml.html]
[16]http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/rtnlhelp/v6r0m0/index.jsp topic=
%2Fcom.ibm.xtools.modeler.doc%2Ftopics%2Fcdepend.html
[17] http://www.vogella.de/articles/UML/article.html
[18] http://www.smartdraw.com/resources/tutorials/uml-class-diagrams/
[19] http://www.docstoc.com/docs/7634105/CLASS-DIAGRAM-UML
[20]wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/
/Pengenalan+UML.pdferwinharianto.files.wordpress.com/2009/06/totolan-erwin-
uml.doc
[21] http://id.wikipedia.org/wiki/UML
[22]http://www.gangsir.com/download/4PendekatanPengembanganSistemBerorienta
siObjekdanPenggunaanAlatalatPemodelan.pdf
[23] http://www.scribd.com/doc/26601970/SISTEM-BERORIENTASI-OBJEK
[24] http://www.scribd.com/doc/190201386/Modul-2-Class-Diagram
[25] UML Class Diagram Zulkarnaen NS