Anda di halaman 1dari 2

SEJARAH PERKEMBANGAN PERKERASAN JALAN RAYA DI INDONESIA

Masrul Wisma Wijaya 1406533296


Salsabila Mardhiyah 1406533301
Perkembangan jalan raya Indonesia dimulai sejak jaman kerajaan Tarumanegara yang
diperkirakan tahun 400-1519 M. Pada masa itu jalan dibuat untuk menunjang kegiatan
perdagangan yaitu untuk pengangkutan barang dagangan dan material untuk pembangunan
candi sebagai sarana ibadah.
Perkembangan jalan raya yang tercatat oleh sejarah Indonesia dan yang paling fenomenal
adalah pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan (Jalan Raya Pos). Jalan raya pos dibangun
atas komando gubernur jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, pada tahun
1808-1811. Pembangunan jalan ini dimaksudkan untuk keperluan militer yaitu
mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Selain itu pembangunan jalan ini juga
dimaksudkan untuk memudahkan pengangkutan hasil bumi pada saat masa tanam paksa.
Desain geometric maupun desain perkerasan jalan raya Pos ini belum dirancang dengan baik
karena menurut kami Pemerintah Hindia-Belanda yang menggunakan metode kerja paksa
tenaga penduduk lokal belum bisa efisien dan optimal. Bahkan pembangunan jalan ini
menyengsarakan tenaga kerja penduduk Indonesia saat itu, dan dianggap genosida.
Pada akhir abad 18 para ahli dari Perancis, Skotlandia menemukan bentuk perkerasan yang
sebagian sampai sekarang biasa digunakan di Indonesia dan merupakan tonggak awal dari
perkembangan konstruksi perkerasan di Indonesia. Jenis-jenis kontruksinya antara lain;
konstruksi batu belah ( Telford ), Konstruksi perkerasan Mac Adam.
Pembangunan jalan tol di Indonesia sekarang sedang gencar dilaksanakan. Orang yang
pertama kali mengusulkan jalan tol (berbayar) sebenarnya adalah Walikota Jakarta, Bapak
Sudiro (menjabat tahun 1953-1960). Usulan jalan berbayar itu sebagai cara pemerintah
daerah Kotapraja Jakarta mendapatkan dana tambahan untuk pembangunan Jakarta. Jalan tol
pertama di Indonesia adalah Jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) sepanjang 46 km yang
dibangun tahun 1973 dan mulai dioperasikan pada 9 Maret 1978.
Pada saat itu muncul ide agar biaya pengoperasian dan pemeliharaan ruas jalan tersebut dapat
dilakukan mandiri tanpa membebani anggaran Pemerintah RI. Pada 25 Februari 1978, terbit
PP No. 4 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk pendirian
Persero yang mengurusi dan mengelola infrastruktur jalan raya. Dari situlah, kemudian lahir
badan usaha persero PT Jasa Marga (Persero) pada 1 Maret 1978, sepekan sebelum jalan tol
Jagorawi sudah diresmikan.
Referensi
Alamsyah, Alik A. (2011). Peningkatan Jalan Pada Areal Pertanian Guna Meningkatkan
Perekonomian Masyarakat Di Desa Donowarih Kecamatan Karangploso. Jurnal Dedikasi
Volume 8, Mei 2011. P. 74-81.
Ikhsanudin, Arief. (2015). Asal Usul Jalan Tol di Indonesia. [online]
http://historia.id/kota/asal-usul-jalan-tol-di-indonesia
Isnaeni, Hendri F. (2015). Sepuluh Fakta di Balik Pembangunan Jalan Daendels dari Anyer
ke Panarukan. [online] http://historia.id/kuno/sepuluh-fakta-di-balik-pembangunan-jalan-
daendels-dari-anyer-ke-panarukan/
Wikipedia Indonesia. [online] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jalan_Tol_Jagorawi