Anda di halaman 1dari 3

Cyclops

Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Subkelas : Copepoda
Ordo : Cyclopoidea
Famili : Cyelopodiidae
Genus : Cyclops
Spesies : Cyclops sp

Cyclops mempunyai sebuah mata dan bercephalothorax, tetapi tidak ber-


carapase. Kakinya 6 pasang, antena 2 pasang, dimana antena primer panjang.
Hewan jantan dan betina berbeda ukurannya. Hewan betina mempunyai kantung
telur disamping tubuhnya (Suryanti S.R. 1980)
Hewan dewasa ada yang ditemui pada ikan atau hewan pemakan ikan.
Kaki bertipe uniramous dan biramous. Sedangkan mulut tipe pengisap. Cyclops
kadang-kadang berpalpa. Untuk mengenal berbagai spesies perlu diperhatikan
jumlah segmen kaki, ada tidaknya duri pada kaki. Larva Nauplius juga berperan
untuk membantu identifikasi Cyclops. Jumlah segmen abdominal juga membantu
membedakan setiap spesies (Suryanti S.R. 1980).
Cyclops merupakan inang perantara bagi cacing Diphyllobotrium. Di
dalam tubuh Cyclops terdapat larva stadium procercoid dan plourocercoid
(sparganum). Baru bila Cyclops tersebut termakan ikan Afca Larva Pleurocercoid
di tubuh ikan akan tumbuh menjadi larva stadium sparganum, disini ikan menjadi
tuan rumah perantara kedua bagi Diphyllobotrium. Sparganum yang ada pada
tubuh ikan akan menjadi dewasa, bila ikan tersebut dimakan oleh ikan lain.
(Suryanti S.R. 1980).
Menyerang pada ikan : Ikan air tawar dan laut
Menyerang pada bagian : Bagian saluran otot melalui mulut
Termasuk HPIK : Bukan merupakan parasit karena Cyclops merupakan
predator juga inang perantara dari cacing senga, bothriocepalus, dan
marsipometra.
Ichthyoxenos jellinghausii
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Malacostraca
Ordo : Isopoda
Family : Cymothoidae
Genus : Ichthyoxenos
Spesies :Ichthyoxenos jellinghausii (Sumber: www.invertebase.org)
(Herklots 1870)

Badan berbentuk lonjong simetris. Eksoskeleton terbuat dari kitin.


Kepalanya kecil dan melipat dalam segmen paraeon, tepi belakangnya tidak
berlobus tiga. Dewasanya bermata kecil. Segmen pertama peraeon lebih panjang
dari yang lain. Keping coxa terlihat jelas. Antenna pertama pendek sekali dan
melebar, antenna kedua lebih panjang. Pleotelson dan uropod tidak berambut.
Uropod menonjol sedikit dari tepi bagian posterior pleotelson. Dikenal dengan
nama sonkeat dan merupakan parasit ikan air tawar. Hewan jantan dan betina
terpisah. Hidupnya dalam lekukan bagian tubuh dalam (Sachlan 1952)
Menyerang pada ikan : Ikan air tawar
Menyerang pada bagian : Melubangi kulit inang
Termasuk HPIK : Golongan HPIK 2

Argulus sp
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Argulida
Famili : Argulidae
Genus : Argulus
Spesies : Argulus sp

(sumber : http://www.phytoplankton.info)

Mempunyai cephalothorax yang lebar dan di bagian dorsal adalah carapase


yang di bagian belakang berbentuk gantung. Dikenal sebagai kutu ikan dan
banyak menyerang kulit.
Memiliki 2 mata majemuk, warna terang pada betina untuk perilaku menyerang.
Permukaan tubuh ikan inang (bulat), pertama menempel pada ikan berwarna
transparan lalu kemudia menjadi gelap. Argulus sp, merupakan ektoparasit ikan
yang menybabkan penyakit argulosis. (Dana dan Angka 1990)
Menyerang pada Ikan : Ikan air tawar dan ikan laut
Menyerang bagian : Ronga mulut, insang, didalam otot dan kulit
Termasuk HPIK : Golongan HPIK

DAFTAR PUSTAKA
Sachlan, M. 1952. Notes on parasites of freshwater fishes in Indonesia. Contr. Inl.
Bogor.
Suryanti S.R. 1980. Parasit Ikan dan Cara Pemberantasannya. Penerbit Yayasan
Sosial Tani Membangun.
Dana, D dan S.Angka. 1990. Masalah Penyakit dan Bakteri pada Ikan Air Tawar
serta Penanggulannya. Proceeding Seminar Nasional II. Penyakit Ikan dan
Udang, Balai Perikanan Air Tawar