Anda di halaman 1dari 9

Vol. 05, No.

01, Maret 2016 Perilaku Personal Hygiene Menstuasi


ARTIKEL PENELITIAN
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap
Perilaku Personal Hygiene Mentruasi

Nicky Antika Putri1, Ajeng Setianingsih2


1,2
Program Studi Kesehatan Masyarakat Jenjang S-1
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju
Jln. Harapan Nomor 50, Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
Telp: (021) 78894045, Email: bencikucing2@gmail.com

Abstrak
Perilaku higienis merupakan tema penting yang perlu ditelaah secara mendalam. Hal ini karena berdasarkan kajian
teoretis yang ada salah satu upaya mengurangi gangguan pada saat menstruasi yaitu membiasakan diri dengan
perilaku higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang personal
hygiene menstruasi terhadap perilaku personal hygiene remaja puteri pada saat menstruasi di SMP Patriot Kranji
Tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam
penelitian ini 102 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampel. Penyajian data dilakukan dengan
menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tergolong
kurang sebesar (53,9%), sikap kurang baik (80,4%), dan perilaku terbesar (70,6%) yaitu kurang. Dari analisa bivariat
ada hubungan pengetahuan tentang personal hygiene menstruasi terhadap perilaku personal hygiene remaja puteri
pada saat menstruasi (p=0,046), dan ada hubungan sikap tentang personal hygiene menstruasi terhadap perilaku
personal hygiene remaja puteri pada saat menstruasi (p=0,000). Untuk remaja putri lebih menjaga kebersihan diri
pada saat menstruasi dengan cara membersihkan alat kelamin dari depan kebelakang, mengganti pembalut setiap3-4
jam serta mengganti celana dalam jika sudah terkena noda darah.
Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku, Personal Hygiene, Sikap

Abstract
Hygienic behavior is an important theme that needs to be explored in depth. This is because it is based on theoretical
studies that there is an effort to reduce interference during menstruation is familiarize themeselves with hygenic behavior.
The study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes of young women about menstruation to conduct
personal hygiene durring menstruation in junior high school patriot kranji bekasi in 2014. This research is descriptive
quantitative analytic approach. The numbers of respondents in this study 102 people with a sampling technique that total
sampel. Presentation of data usng a frequency distribution table. The result showed that lack of knowledged of the
respondents classified (53,9%), unfavorable attitudes (80,4%) and behavior that most (70,6) less. From the bivariate
analysis there is a relationship of knowledge about personal hygiene of menstruation of the behavior of young women during
menstruation (p=0,046) and there is a relatipnship of attitudes about personal hygiene of menstruation of behavior of young
women during mensruation. For young women is to maintain personal hygiene during menstruation with how clean the
genitals from front backward, replace the pads every 3-4 hours anda replace if it is exposed panties blood stains.
Keywords : Knowledge, Attituded, Behavior, Personal Hygiene

15
Putri & Setianingsih Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

PENDAHULUAN kepala, sakit pinggang, pembengkakan lutut,


Kesehatan reproduksi merupakan salah dan perubahan emosi.4
satu topik yang cukup ramai dibicarakan di Jumlah remaja berusia 10-19 tahun di
Indonesia sejak sekitar menjelang awal tahun dunia sekitar 18% dari jumlah penduduk atau
2000, antara lain sebagai dampak dari sekitar 1,2 miliar penduduk (WHO, 2009).
gencarnya penyelenggaraan pertemuan Data Badan Pusat Statistik (2010),
regional dan internasional yang membahas melaporkan bahwa jumlah remaja usia 10-19
secara lebih cermat masalah-masalah tahun di Indonesia sekitar 41 juta jumlah
kependudukan dan pembangunan. Masalah penduduk. Jumlah remaja di Indonesia pada
reproduksi menyajikan fakta seputar tahun 2008 mencapai 62 juta jiwa.4
kesehatan reproduksi, baik positif maupun Secara nasional rata-rata usia menarche
negatif, mendorong berbagai pihak, baik 13-14 tahun terjadi pada 37,5 persen anak
pemerintah, perorangan, swasta maupun Indonesia. Rata-rata usia menarche 11-12
lembaga swadaya masyarakat untuk tahun terjadi pada 30,3 persen pada anak-anak
mengambil peran aktif dalam di DKI Jakarta, dan 12,1 persen di Nusa
menyosialisasikan sekaligus memberikan Tenggara Barat. Rata-rata usia menarche 17-
jalan keluar yang tepat atas masalah kesehatan 18 tahun terjadi pada 8,9 persen anak-anak di
reproduksi yang terjadi.1 Nusa Tenggara Timur, dan 2,0 persen di
Pendidikan tentang kesehatan Bengkulu. 2,6 persen anak-anak di DKI
reproduksi merupakan masalah penting yang Jakarta sudah mendapatkan haid pertama pada
perlu mendapatkan perhatian dari semua usia 9-10 tahun, dan terdapat 1,3 persen anak-
pihak. Pada masa remaja, pertumbuhan fisik anak di Maluku dan Papua Barat yang baru
dan seksualnya mulai berkembang dengan mendapatkan haid pertama pada usia 19-20
pesat. Remaja yang kelak akan menikah dan tahun. Umur menarche 6-8 tahun sudah
menjadi orangtua sebaiknya mempunyai terjadi pada sebagian kecil (<0,5%) anak-anak
kesehatan reproduksi yang prima, sehingga di 17 provinsi, sebaliknya umur menarche 19-
menghasilkan generasi yang sehat. Di 20 tahun merata terdapat di seluruh provinsi.5
lingkungan masyarakat, tokoh masyarakat Perilaku adalah respon individu
baik orangtua ataupun remaja itu sendiri terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan
harusnya lebih terbuka tentang masalah yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi
kesehatan terutama kesehatan reproduksi.2 spesifik, durasi dan bertujuan baik disadari
Perilaku higienis merupakan tema maupun tidak disadari.6
penting yang perlu ditelaah secara mendalam. Dari segi biologis, perilaku adalah suatu
Hal ini karena berdasarkan kajian teoretis kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk
yang ada salah satu upaya mengurangi hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab itu,
gangguan pada saat menstruasi yaitu dari sudut pandang biologis semua makhluk
membiasakan diri dengan perilaku higienis. hidup itu berperilaku, karena mereka
Namun demikian perilaku higienis pada saat mempunyai kativitas masing-masing.
menstruasi tidak akan terjadi begitu saja, Sehingga yang dimaksud perilaku manusia,
tetapi merupakan sebuah proses yang pada hakikatnya adalah tindakan atau
dipelajari karena individu mengerti dampak aktivitas dari manusia itu sendiri yang
positif atau negatif suatu perilaku yang terkait mempunyai bentangan yang sangat luas
dengan keadaan menstruasi.3 antara lain: berjalan, berbicara, menangis,
Menstruasi atau haid adalah perdarahan tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca,
secara periodik dan siklik dari uterus, disertai dan sebagainya. Dari uraian ini dapat
pelepasan (deskuamasi) endometrium. disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku
Menstruasi merupakan masalah yang serius (manusia) adalah semua kegiatan atau
bagi anak wanita dan terkadang bisa aktivitas manusia, baik yang dapat diamati
menimbulkan kram, bertambah gemuk, sakit langsung maupun yang tidak dapat diamati
oleh pihak luar.7

16
Vol. 05, No. 01, Maret 2016 Perilaku Personal Hygiene Menstuasi

Faktor penentu atau determinan kondisi sakit kemampuan merawat diri


perilaku manusia sulit untuk dibatasi karena berkurang dan perlu bantuan untuk
perilaku merupakan resultasi dari berbagai melakukannya.11
faktor, baik internal maupun eksternal Hygiene pada saat menstruasi
(lingkungan). Beberapa teori mengungkapkan merupakan komponen personal hygiene
determinan perilaku dari analisis faktor-faktor (kebersihan perorangan) yang memegang
yang mempengaruhi perilaku, khususnya peranan penting dalam status perilaku
perilaku yang berhubungan dengan kesehatan kesehatan seseorang, termasuk menghindari
antara lain teori Lawrence Green (1980). adanaya gangguan pada fungsi alat
Dalam teorinya mencoba menganalisis reproduksi. Pada saat menstruasi pembuluh
perilaku manusia dari tingkat kesehatan. darah dalam rahim sangat mudah terinfeksi.
Kesehatan seseorang atau masyarakat Oleh karena itu kebersihan alat kelamin harus
dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu, Faktor lebih dijaga karena kuman mudah sekali
perilaku (behaviour causes) dan Faktor diluar masuk dan dapat menimbulkan Infeksi
perilaku (non-behaviour causes).8 Saluran Reproduksi.12
Personal hygiene berawal dari bahasa Tujuan dari perawatan selama
Yunani, berasal dari kata Personal yang menstruasi adalah untuk pemeliharaan
artinya perseorangan dan Hygiene berarti kebersihan dan kesehatan individu yang
sehat. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan dilakukan selama masa menstruasi sehingga
bahwa kebersihan perorangan atau personal mendapakan kesejahteraan fisik dan psikis
hygiene adalah suatu tindakan untuk serta dapat meningkatkan derajat kesehatan
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang.13
seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik Pengetahuan seseorang dapat
maupun psikisnya.9 diketahui dan diinterpretasikan dengan skala
Kebersihan diri/personal hygiene yang bersifat kualitatif, yaitu : Baik : hasil
merupakan perawatan diri sendiri yang presentase 76% - 100%, Cukup : hasil
dilakukan untuk mempertahankan kesehatan presentase 56% - 75, Kurang : hasil
baik secara fisik maupun psikologis. presentase > 56% .14
Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi Sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau
berbagai faktor, diantaranya: budaya, nilai reaksi perasaan. Sikap seseorang terhadap
sosial pada individu atau keluarga, suatu objek adalah perasaan mendukung atau
pengetahuan tentang perawatan diri, serta memihak (favourable) maupun perasaan tidak
persepsi terhadap perawatan diri1.0 mendukung atau tidak memihak
Faktor-faktor yang mempengaruhi (unfavourable) pada objek tersebut. Sikap
Personal Hygiene antara lain, Body image merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi
yaitu gambaran individu terhadap dirinya terhadap suatu objek dengan cara-cara
sangat mempengaruhi kebersihan diri. Status tertentu. Dapat dikatakan bahwa kesiapan
sosial ekonomi, yaitu personal hygiene yang dimaksudkan merupakan kecenderungan
memerlukan alat dan bahan seperti sabun, potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu
pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang apabila individu dihadapkan pada suatu
semuanya memerlukan uang untuk stimulus yang menghendaki adanya respons.15
menyediakannya. Pengetahuan yaitu Sikap merupakan reaksi atau respon
pengetahuan personal hygiene sangat penting yang masih tertutup dari seseorang terhadap
karena pengetahuan yang baik dapat suatu stimulus atau objek. Sikap secara nyata
meningkatkan kesehatan. Budaya, disebagian menunjukkan konotasi adanya kesesuaian
masyarakat misalnya jika ada individu yang reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam
sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang
Kebiasaan seseorang, ada kebiasaan bersifat emosional terhadap stimulus sosial.
seseorang menggunakan produk tertentu Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup,
dalam perawatan diri. Kondisi fisik, Pada

17
Putri & Setianingsih Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah remaja putri terhadap perilaku hygiene saat
laku yang terbuka.8 menstruasi di SMP Patriot, tahun 2014.
Struktur sikap terdiri atas 3 komponen
yang saling menunjang yaitu: Komponen METODE
kognitif, merupakan representasi apa yang Jenis penelitian ini menggunakan
dipercayai oleh individu pemilik sikap. penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif
Komponen kognitif berisi kepercayaan Analitik dengan pendekatan Cross Sectional
stereotipe yang dimiliki individu mengenai untuk mempelajari dinamika korelasi antara
sesuatu yang dapat disamakan penanganan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap
(opini), terutama apabila menyangkut masalah perilaku personal hygiene saat menstruasi
isu atau problem yang kontroversial. dengan cara pendekatan, observasi atau
Komponen afektif (komponen emosional), pengumpulan data variabel independent dan
merupakan komponen yang berhubungan variabel dependent sekaligus pada saat
dengan rasa senang atau tidak senang bersamaan. Penelitian ini dilakukan untuk
terhadap objek sikap. Rasa senang merupakan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap
hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang remaja putri terhadap perilaku personal
merupakan hal yang negatif. Komponen ini hygiene saat menstruasi di SMP Patriot Kranji
menunjukkan arah sikap, yaitu positif dan Bekasi tahun 2014.
negatif. Komponen konatif (komponen Populasi dalam penelitian ini adalah
perilaku atau action component, Merupakan seluruh siswi putri di SMP Patriot Kranji
komponen yang berhubungan dengan Bekasi yang berjumlah 102 siswi, terdiri dari
kecenderungan bertindak terhadap objek kelas A, B, C, siswi kelas 7. Teknik
sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas pengambilan sampel pada penelitian ini
sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya menggunakan total populasi. Adapun sampel
kecenderungan bertindak atau berperilaku yang dipilih peneliti adalah siswi kelas 7
seseorang terhadap objek sikap. Ketiga dengan pertimbangan bahwa menstruasi
komponen ini secara bersama-sama pertama kali rata-rata dialami siswi saat
membentuk sikap yang utuh (total attitude). duduk di bangku kelas 7. Waktu penelitian ini
Dalam penentuan sikap yang utuh ini, dilakukan pada tanggal 10 dan 11 Juli 2014.
pengetahuan, berpikir, keyakinan, dan emosi Dalam melakukan penelitian ini peneliti
memegang peranan penting.16 mendapat rekomendasi Universitas Indonesia
Remaja (adolescence) adalah suatu Maju yang tembusannya di sampaikan kepada
masa peralihan dari kanak-kanak menuju kepala sekolah SMP Patriot Kranji Bekasi.
masa dewasa, yang dimulai pada saat Setelah mendapat persetujuan barulah
terjadinya kematangan seksual yaitu antara melakukan penelitian dengan menekankan
usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 masalah etika yang meliputi : Infoment
tahun.17 Consent, Infoment consent atau lembar
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan persetujuan di berikan kepada subyek yang
di SMP Patriot, dengan cara wawancara akan di teliti. Peneliti menjelaskan maksud
langsung kepada 10 siswi dengan hasil hanya dan tujuan penelitian yang dilakukan dan
2 siswi yang mengetahui tentang personal dampak yang mungkin terjadi selama dan
hygiene saat menstruasi dan 8 yang tidak sesudah pengumpulan data. Jika subjek
mengetahui tentang personal hygiene saat menerima untuk diteliti, maka mereka harus
menstruasi. Hal ini disebabkan berbagai menandatangani lembar persetujuan tersebut.
faktor yaitu kurangnya pengetahuan tentang Jika menolak untuk di teliti maka peneliti
personal hygiene terutama pada saat tidak akan memaksa dan tetap menghormati
menstruasi dari institusi tersebut maupun dari hak- haknya. Anonimity (tanpa nama), Untuk
orang tua. menjaga kerahasian, peneliti tidak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencatumkan nama koresponden pada lembar
mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pengumpulan data, cukup dengan memberi

18
Vol. 05, No. 01, Maret 2016 Perilaku Personal Hygiene Menstuasi

nomor pada masing- masing lembar tersebut. lebih rendah maka butir kuisioner tersebut
Confidentiality (kerahasiaan), Kerahasiaan diganti, direvisi atau dihilangkan.
informasi di jamin oleh peneliti, hanya Uji validitas yang peneliti lakukan
kelompok data tertentu saja yang akan adalah dengan rumus korelasi bivariat person
disajikan atau dilaporkan sebagai hasil dengan alat bantu SPSS 17.0. Item kuisioner
penelitian. dikatakan valid jika r-hitung > r-tabel pada
Alat ukur yang di dalam peneltian ini nilai signifikasi 5%, sebaliknya item kuisioner
adalah kuesioner. Kuesioner adalah suatu dikatakan tidak valid jika harga r-hitung < r-
teknik pengumpulan data dengan memberikan tabel pada nilai signifikasi 5%.
atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada Reliabilitas adalah suatu ukuran yang
responden untuk di jawabnya. menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran
Jenis data yang di kumpulkan terdiri tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua
dari data primer dan data sekunder. Data kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan
primer meliputi pengetahuan, sikap, dan dengan alat ukur yang sama (Notoatmodjo,
perilaku tentang personal hygiene saat 2010).
menstruasi, semua data tesebut diatas Reliabilitas dilakukan pada pertanyaan
diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, yang sudah valid. Untuk mengetahui
sedangkan data sekunder yaitu data penunjang reliabilitas dilakukan dengan cara melakukan
dari data primer. Data yang dikumpulkan uji cronbach alpha. Uji reabilitas yang
adalah : Data Primer adalah data yang di peneliti gunakan adalah dengan rumus alpha.
ambil secara langsung dari responden Uji signifikasi dilakukan pada taraf = 0,05.
menggunakan kuesioner dengan metode Instrumen dikatakan reabel jila nilai alpha
angket. Data primer dalam penelitian ini lebih besar dari r tabel (0,444).
adalah pengetahuan, sikap dan perilaku Metode pengumpulan data dilakukan
personal hygiene saat menstruasi pada remaja dengan menggunakan instrument
putri. Data Sekunder pengumpulan data berupa alat ukur kuesioner
yang digunakan untuk melengkapi data yang di buat khusus oleh peneliti sendiri
primer yang di peroleh dari instansi terkait dengan berpedoman pada perpustakaan yang
berupa : profil sekolah serta jumlah siswi ada. Setelah data terkumpul dari lembar
kelas 7 di SMP Patriot. kuesioner yang ada maka dilakukan
Kuisioner yang digunakan dalam pngolahan data.
penelitian ini merupakan kuisioner yang Analisis dalam penelitian ini dilakukan
dibuat dan dikembangkan sendiri oleh peneliti dalam 2 tahap: Analisa Univariat, analisa ini
sesuai dengan konsep teoritis sehingga perlu dilakukan terhadap variabel dependen dan
dilakukan uji validitas dan uji reabilitas independen. Pada analisa ini hanya
supaya dapat dilakukan dalam penelitian ini. menghasilkan distribusi dan presentasi dari
Uji validitas adalah indeks yang tiap variabel, bisa dalam bentu diagram pada
menunjukkan alat ukur itu benar-benar tiap variabel. Analisa Bivariat, analisa ini
mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, digunakan untuk mengetahui hubungan antara
2010). Sifat valid memberikan pengertian variabel bebas dan variabel terikat.
bahwa alat ukur yang digunakan mampu Alat bantu yang peneliti gunakan untuk
memberikan nilai yang sesungguhnya dari pengolahan hasil penelitian agar diperoleh
nilai yang kita inginkan. Uji validasi hasil yang efektif dan akurat adalah dengan
instrumen menggunakan uji korelasi product menggunakan program SPSS Versi 17.0.
moment. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk
Suatu instrumen dinyatakan valid jika teks dan tabel (tekstular dan tabular)
nilai yang diperoleh dalam perhitungan butir berdasarkan variabel yang ditulis.
soal kuisioner jumlahnya lebih besar
dibandingkan dengan product moment, jika

19
Putri & Setianingsih Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

HASIL Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan


terhadap personal hygiene pada saat
Analisis Univariat menstruasi menunjukkan bahwa dari 102
Tabel 1. Analisis Univariat responden yang mengetahui tentang personal
hygiene pada saat mentruasi berjumlah 47
Variabel Kategori n %
Perilaku Baik 30 29,4 siswi (46,1%), sedangkan responden yang
Kurang baik 72 70,6 tidak mengetahui tentang personal hygiene
Pengetahuan Baik 47 46,1 pada saat menstruasi berjumlah 55 siswi
Kurang baik 55 53,9 (53,9%).
Sikap Baik 20 19,6 Berdasarkan hasil penelitian sikap
Kurang baik 82 80,9
terhadap personal hygiene pada saat
menstruasi menunjukkan bahwa dari 102
Dalam analisis ini dijelaskan secara
responden yang menmpunyai sikap baik
deskriptif mengenai variabel yang diteliti
terhadap personal hygiene pada saat
yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku
mentruasi berjumlah 20 siswi (19,6%),
personal higyene saat menstruasi. Data ini
sedangkan responden yang mempunyai sikap
akan disajikan dalam bentuk distribusi
kurang baik terhadap personal hygiene pada
frekuensi. Jumlah responden dalam penelitian
saat menstruasi berjumlah 82 siswi (80,4%).
ini adalah 102 responden.
Berdasarkan hasil penelitian perilaku
Analisis Bivariat
terhadap personal hygiene pada saat
Dalam analisis bivariat ini menjelaskan
menstruasi menunjukkan bahwa dari 102
secara statistik mengenai variabel penelitian
responden yang menmpunyai perilaku baik
yaitu independen (pengetahuan dan sikap) dan
terhadap personal hygiene pada saat
variabel dependen (perilaku) untuk
mentruasi berjumlah 30 siswi (29,4%),
mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap
sedangkan responden yang mempunyai
terhadap perilaku personal hygiene pada saat
perilaku kurang baik terhadap personal
menstruasi di SMP Patriot Kranji Tahun
hygiene pada saat menstruasi berjumlah 72
2014.
siswi (70,6%).

Tabel 2. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi Di
SMP Patriot

Variabel Perilaku Personal Hygiene Saat Total OR P


Menstruasi Value
Baik Kurang Baik
N % N % N %
Pengetahuan Baik 28 45,9 58 54,2 61 100
Kurang Baik 10 24,4 23 35,4 2,630 0,046
41 100
Sikap Baik 23 79,31 6 56,1 29 100
Kurang Baik 15 20,5 58 38,9 73 100 14,822 0,000

Sumber : Hasil Penelitian Di SMP Patriot Tahun 2014

Berdasarkan dari hasil analisis bivariat kurang baik tentang personal hygiene pada
hubungan pengetahuan terhadap perilaku saat mentruasi dan perilaku kurang baik
personal hygiene pada saat mentruasi sebesar 31 siswi (75,6%).
menunjukkan bahwa, responden yang Hasil uji statistik diperoleh p = 0,046
pengetahuan nya baik tentang personal dalam hal ini p < 0,05 maka dapat
hygiene pada saat mentruasi dan perilaku baik disimpulkan ada hubungan antara
di SMP Patriot sebesar 28 siswi (45,9%), pengetahuan terhadap perilaku personal
sedangkan responden yang pengetahuannya hygiene pada saat mentruasi di SMP Patriot

20
Vol. 05, No. 01, Maret 2016 Perilaku Personal Hygiene Menstuasi

Kranji Tahun 2014. Dari hasil analisis panca indera manusia yakni penglihatan,
diperoleh pula nilai OR = 2,630 yang artinya pendengaran, peraba, pembau, perasa,
siswi yang pengetahuannya kurang tentang sebagian besar pengetahuan atau kognitif
personal hygiene pada saat mentruasi merupakan domain yang sangat penting
mempunyai peluang 2,630 kali berperilaku dalam membentuk tindakan seseorang (overt
kurang baik dibanding sisiwi yang behavior). Berdasarkan pengalaman dan
pengetahuannya baik tentang personal penelitian ternyata perilaku yang didasari
hygiene pada saat mentruasi. pengetahuan akan lebih langgeng dari pada
Berdasarkan dari hasil analisis bivariat perilaku yang tidak didasari oleh
hubungan antara sikap terhadap perilaku pengetahuan8.
personal hygiene pada saat menstruasi Penelitian ini sesuai dengan penelitian
menunjukkan bahwa, responden dengan sikap Maya Ardini yang berjudul Perilaku Remaja
baik dan perilaku personal hygiene pada saat Putri Dalam Perawatan Kebersihan Alat
mentruasi nya baik di SMP Patriot sebesar 23 Kelamin Pada Saat Menstruasi Di SMP 3
siswi (79,31), sedangkan responden dengan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan Tahun 2010
sikap kurang baik dan perilaku personal (Skripsi). Berdasarkan uji chi square
hygiene pada saat mentruasinya kurang baik diperoleh bahwa ada hubungan antara
sebesar 58 siswi (79,5%). pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,000 perawatan kebersihan alat kelamin pada saat
dalam hal ini p < 0,05 maka dapat menstruasi dengan nilap P Value 0,04218.
disimpulkan ada hubungan antara sikap Sesuai juga dengan penelitian yang
terhadap perilaku personal hygiene pada saat dilakukan oleh Dwi Rahmatika yang berjudul
mentruasi di SMP Patriot Kranji Tahun 2014. Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Tentang
Dari hasil analisis diperolah pula nilai Personal Hygiene Menstruasi Terhadap
OR = 14,822 yang artinya siswi yang Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Pada
bersikap kurang baik terhadap personal Saat Menstruasi Di SMP Negeri 8 Medan
hygiene pada saat mentruasi mempunyai Tahun 2010 (Skripsi). Berdasarkan uji chi
peluang 14,822 kali berperilaku kurang baik square didapatkan hasil bahwa ada
dibanding sisiwi yang bersikap baik terhadap pengaruh/hubungan pengetahuan tentang
personal hygiene pada saat mentruasi. personal hygiene menstruasi terhadap
PEMBAHASAN perilaku personal hygiene remaja putri pada
Analisa Hubungan Pengetahuan dengan saat menstruasi dengan nilai p=0,02219.
Perilaku Peneliti berasumsi bahwa semakin
Hasil penelitian tentang hubungan tinggi tingkat pengetahuan remaja putri
antara pengetahuan remaja putri tentang tentang personal hygiene pada saat menstruasi
personal hygiene menstruasi terhadap maka semakin tinggi pula remaja putri
perilaku personal higyene pada saat tersebut berperilaku baik terhadap personal
menstruasi di SMP Patriot Kranji tahun 2014 hygiene nya pada saat menstruasi dan
menunjukkan bahwa P Value dari hasil sebaliknya.
penelitian ini adalah 0,046 maka dari itu Untuk meningkatkan pengetahuan siswi
berdasarkan uji statistik chi square didapatkan tentang personal hygiene saat mentruasi
P < 0,05. Sehingga secara statistik adanya terutama dilingkungan sekolah bisa dilakukan
hubungan antara pengetahuan remaja putri dengan cara para pendidik (guru) untuk
tentang personal hygiene menstruasi terhadap memberikan bimbingan yang lebih baik agar
perilaku personal higyene remaja putri pada para siswi mempunyai pengetahuan yang
saat mentruasi di SMP Patriot Kranji tahun lebih baik dari sebelumnya dan memberikan
2014. pengertian pentingnya personal hygiene pada
Pengetahuan (knowledge) merupakan saat mentruasi untuk kesehatan diri siswi
hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang pribadi.
melakukan penginderaan terjadi melalui

21
Putri & Setianingsih Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Analisa Hubungan Antara Sikap dengan KESIMPULAN


Perilaku Pengetauan dan sikap remaja putri
Hasi penelitian tentang hubungan antara tehadap personal hygiene saat menstruasi di
sikap remaja putri tentang personal hygiene SMP Patriot adalah kurang baik, dan dari
menstruasi terhadap perilaku personal pengetahuan dan sikap yang kurang baik
hygiene pada saat menstruasi menunjukkan tersebut mempengaruhi perilaku personal
bahwa P Value dari hasil penelitian ini adalah higiene mereka saat mentruasi, sehingga
0,000. Berdasarkan uji statistik chi square menjadikan perilaku pesonal higiene saat
didapatkan hasil P < 0,05 sehingga secara menstruasi mereka juga kurang baik. Jadi
statistik adanya hubungan antara sikap remaja bisaditarik kesimpulan bahwa ada hubungan
putri tentang personal hygiene menstruasi antara pengetahuan dan sikap terhadap
terhadap perilaku personal higyene remaja perilaku personal hygienen saat menstruasi.
putri pada saat menstruasi di SMP Patriot
Kranji tahun 2014. SARAN
Sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau Bagi Remaja Putri untuk lebih menjaga
reaksi perasaan. Sikap seseorang terhadap kebersihan diri pada saat menstruasi dengan
suatu objek adalah perasaan mendukung atau cara membersihkan alat kelamin dari depan
memihak (favourable) maupun perasaan tidak kebelakang, mengganti pembalut setiap 3-4
mendukung atau tidak memihak jam, mengganti celana dalam apabila sudah
(unfavourable) pada objek tersebut. Sikap terkena noda darah serta membuang bekas
merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi pembalut dengan benar.
terhadap suatu objek dengan cara-cara Bagi Tenaga Kesehatan dengan hasil
tertentu. Dapat dikatakan bahwa kesiapan penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan
yang dimaksudkan merupakan kecenderungan bisa memberikan pendidikan kesehatan
potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu dengan melakukan penyuluhan langsung
apabila individu dihadapkan pada suatu kesekolah tentang personal higyene pada saat
stimulus yang menghendaki adanya respons. menstruasi minimal 3 bulan sekali agar
Sikap positif akan cenderung mendorong pemahaman siswi tentang personal higyene
seseorang berperilaku positif15. pada saat menstruasi dapat bertambah dengan
Penelitian ini sejalan dengan penelitian baik sehingga akan mampu bersikap dan
yang dilakukan oleh Dwi Rahmatika yang berperilaku lebh bail lagi terhadap personal
berjudul Pengaruh Pengetahuan dan Sikap higyene pada saat menstruasi.
Tentang Personal Hygiene Menstruasi Bagi Peneliti Selanjutnya, dapat
Terhadap Perilaku Personal Hygiene Remaja mengembangkan penelitian yang sudah ada,
Putri Pada Saat Menstruasi Di SMP Negeri 8 khususnya tentang personal higyene pada saat
Medan Tahun 2010 (Skripsi). Berdasarkan uji menstruasi dengan pendekatan yang lebih
chi square didapatkan hasil bahwa ada detail yang ditinjau dari segi variabel, sampel
pengaruh/hubungan sikap tentang personal dan tempat penelitian yang lebih luas agar
hygiene menstruasi terhadap perilaku didapat hasil penelitian yang bervariasi.
personal hygiene remaja putri pada saat
menstruasi dengan nilai p=0,02119. DAFTAR PUSTAKA
Peneliti berasumsi bahwa sikap sangat 1. Badan Koordinasi Keluarga Berencana
berpengaruh terhadap perilaku, semakin baik Nasional. Penanggulangan Masalah Kesehatan
sikap remaja putri terhadap personal hygiene Reproduksi. Jakarta; 2009.
pada saat menstruasi maka akan baik pula 2. Proverawati. Menarche Menstruasi Pertama
perilaku personal hygiene menstruasi pada Penuh Makna. Yogyakarta: Nuha Medika;
2010.
saat mentruasi.
3. Indriastuti, Dian Putri. Perilaku Higienis
Remaja Putri Saat Menstruasi. Jurnal; 2009.

22
Vol. 05, No. 01, Maret 2016 Perilaku Personal Hygiene Menstuasi

4. Dhamayanti. Overview Adolescent Health 13. BKKBN. http//:www.BKKBN/2014.co.id.


Problems and Service. http//www.idai.or.id (12 Kesehatan Reproduksi Remaja. Accessed (12
Mei 2014); 2009. Mei 2014); 2014.
5. Propinsi Jawa Barat. Kesehatan Reproduksi 14. Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu
Remaja; 2014. Pendekatan Praktik. Jakarata : Rineka Cipta;
6. Notoatmodjo S. Konsep Perilaku 2014.
Kesehatan.Dalam: Promosi Kesehatan Teori & 15. Azwar S. Metode Penelitian. Yogyakarta.
Aplikasi edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta; Pustaka Pelajar; 2011.
2010. 16. Wawan A dan Dewi M. Pengetahuan, Sikap
7. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. Medika; 2010.
8. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan & Ilmu 17. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak dan
Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. Remaja. Jakarta: EGC; 2007.
9. Isroin L, dan Andarmoyo S. Personal 18. Ardini M. Skripsi Perilaku Remaja Putri
HygieneKonsep, Proses dan Praktek Dalam Perawatan Kebersihan Alat Kelamin
Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2012. Pada Saat Menstruasi di SMPN 3 Pulau Rakyat
10. Uliyah M. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Kabupaten Asahan tahun 2010.
Dasar Manusia. Jakarta: EGC; 2008. 19. Rahmatika D. Skripsi Pengaruh Pengetahuan
11. Departemen Kesehatan RI. Kesehatan Remaja. dan Sikap Tentang Personal Hygiene
Jakarta: Depkes RI; 2010. Menstruasi Terhadap Perilaku Personal
12. Widyastuti Y. Kesehatan Reproduksi. Hygiene Remaja Putri Pada Saat Menstruasi Di
Yogyakarta: Fitramaya; 2009. SMP Negeri 8 Medan Tahun 2010.

23