Anda di halaman 1dari 3

Cara Penanganan dan Pemberian Obat pada Hewan Percobaan

Nama

: SINTHA NUR FITRIANI : 260110160081

 

NPM

SHIFT B

 

1.

Sebutkan keuntungan serta kerugian pemakaian masing-masing hewan tersebut diatas.

No.

Hewan

Keuntungan

Kerugian

1.

Mencit

Siklus hidupnya relatif pendek, jumlah anak per kelahiran banyak, variasi sifat-sifatnya tinggi, mudah ditangani (Moriwaki, 1994).

Aktivitas terganggu bila ada manusia dan untuk pemberian oral agak sulit dilakukan karena ukurannya yang kecil (Katzung, 2001).

2.

Tikus

Respon imun tikus memiliki hubungan langsung dengan sistem imun manusia (Novita,

Lebih resisten terhadap infeksi (Katzung, 2001).

2015).

3.

Kelinci

Tidak banyak bersuara kecuali jika merasa nyeri (Katzung,

Jika tidak aman berontak, suhu berubah-ubah (Katzung, 2001).

2001).

4.

Marmot

Jinak, mudah ditangani dan memiliki kulit yang halus berkilat (Katzung, 2001)

Suhu tubuh tidak mirip dengan manusia (Katzung,

2001).

5.

Katak

Bersifat lembut dan licin (Katzung, 2001)

untuk

Sulit

ditangani

(Katzung, 2001).

2.

Mencit adalah hewan yang paling banyak digunakan dalam percobaan di laboratorium. Mengapa ? Karena mencit memiliki kesamaan secara fisiologis dengan manusia maupun hewan lainnya, seperti hewan mamalia sehingga cocok digunakan sebagai hewan penelitian. Selain itu mudah dalam penanganan, siklus hidup pendek, pengadaan hewan yang tidak sulit, dan pola reproduksi mencit yang singkat.

3.

Faktor-faktor apa yang perlu diperhatikan dalam memilih spesies hewan percobaan yang berifat skrining ataupun pengujian suatu efek khusus.

Cara Penanganan dan Pemberian Obat pada Hewan Percobaan

1.Mudah untuk dipelihara 2.Menggunakan hewan yang dapat berproduksi secara cepat dan banyak 3.Perhitungan dewasa kelamin harus tepat 4.Tingkat kematian hewan rendah 5.Jumlah konsumsi pakan dan minum 6.Memperhatikan umur penyapihan 7.Memperhatikan rasio kawin

(Harmita, 2008).

4. Jelaskan secara spesifik dengan contoh-contoh, mengenai karakteristik lingkungan fisiologis, anatomis, dan biokimiawi yang berada pada daerah kontak mula antara obat dan tubuh.

a. Jumlah suplai darah yang berbeda:

Contoh : suplai darah meningkat dan suplai darah menurun Akibatnya : distribusi obat ke seluruh tubuh cepat, distribusi obat ke seluruh tubuh lambat

b. Struktur anatomi yang berbeda:

Contoh : kulit katak yang licin dan basah Akibatnya : pemberian obat pada kulit dan penyebaran obat menjadi lebih cepat

c. Enzim-enzim dan getah-getah fisiologis yang berbeda Contoh : tubuh tidak memiliki enzim yang mengaktivasi obat Akibatnya : obat tidak teraktivasi menjadi metabolit aktif

5. Uraikan secara terperinci kondisi-kondisi penerimaan obat yang menentukan rute pemberian obat yang dipilih. 1) Jika pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri dan memerlukan efek yang segera, maka pemberian obat melalui parenteral yaitu : intravena (melalui pembuluh vena), intramuskular (melalui otot), subkutan (dibawah kulit), transdermal (dipermukaan kulit) dan inhalasi (melaui jalur respirasi)

Jika pasien dalam keadaan normal maka pemberian obat bisa diberikan melalui oral dalam bentuk sediaan berupa tablet, kapsul dan larutan.

2)

Cara Penanganan dan Pemberian Obat pada Hewan Percobaan

(Solihah, 2016).

6. Sebutkan implikasi-implikasi praktis dari rute pemberian obat (umpamanya persyaratan sediaan farmasi yang diberikan dengan rute tertentu, dosis obat jika dipilih rute pemberian tertentu dsb).

1)

Oral

2)

Cara penggunaannya masuk melalui mulut. Keuntungannya relatif aman, praktis, ekonomis. Kerugiannya timbul efek lambat; tidak bermanfaat untuk pasien yang sering muntah, diare, tidak sadarkan diri. Sublingual

3)

Cara penggunaannya, obat ditaruh dibawah lidah. Tujuannya supaya efeknya lebih cepat karena pembuluh darah bawah lidah merupakan pusat sakit. Misal pada kasus pasien jantung. Inhalasi

4)

Cara Penggunaannya dengan disemprot (ke mulut). Misal obat asma. Keuntungannya yaitu absorpsi terjadi cepat dan homogen, kadar obat dapat dikontrol. Rectal

5)

Cara penggunaannya melalui dubur atau anus. Tujuannya mempercepat kerja obat serta sifatnya lokal dan sistemik. Parentral Cara penggunaannya obat dimasukkan de dalam tubuh selain saluran cerna. Tujuannya tanpa melalui saluran pencernaan dan langsung ke pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan efek yang cepat.

(Sanjoyo, 2006)

Telah diperiksa Asisten

Tanggal

:

Nilai Paraf Asisten :

: